7 Strategi Penetapan Harga Produk untuk Meningkatkan Profit
Bingung menentukan harga jual? Simak 7 strategi penetapan harga, faktor yang memengaruhi, hingga kesalahan umum yang wajib dihindari.
Table of Contents
- Apa Itu Strategi Penetapan Harga?
- Mengapa Strategi Penetapan Harga Penting?
- Faktor yang Memengaruhi Strategi Penetapan Harga
- Jenis-Jenis Strategi Penetapan Harga
- Cara Menentukan Strategi Penetapan Harga yang Tepat
- Kesalahan Umum dalam Penetapan Strategi Harga
- Kelola Biaya SDM Lebih Presisi Sekarang lewat KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa Itu Strategi Penetapan Harga?
- Mengapa Strategi Penetapan Harga Penting?
- Faktor yang Memengaruhi Strategi Penetapan Harga
- Jenis-Jenis Strategi Penetapan Harga
- Cara Menentukan Strategi Penetapan Harga yang Tepat
- Kesalahan Umum dalam Penetapan Strategi Harga
- Kelola Biaya SDM Lebih Presisi Sekarang lewat KantorKu HRIS!
Menetapkan harga produk tidak bisa sembarangan, karena strategi harga dapat memengaruhi profitabilitas.
Setiap perusahaan harus mempertimbangkan berbagai faktor dalam menentukan harga, mulai dari biaya produksi hingga persepsi pelanggan terhadap nilai produk.
Jika menggunakan strategi harga yang tepat, perusahaan dapat menarik pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama, dan memperkuat citra merek.
Namun tidak perlu khawatir jika Anda masih bingung, artikel ini akan membantu bagaimana cara menentukan strategi penetapan harga beserta faktor-faktor yang memengaruhinya!
Apa Itu Strategi Penetapan Harga?

Strategi penetapan harga adalah pendekatan yang digunakan bisnis untuk menentukan besarnya nilai yang pantas dibayarkan pelanggan atas produk atau layanan.
Tujuannya bukan hanya menutup biaya produksi dan mendapatkan keuntungan, tetapi juga menciptakan keseimbangan antara nilai produk, daya beli konsumen, dan kondisi pasar.
Memahami strategi harga membantu Anda menarik pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama, dan menentukan arah pertumbuhan bisnis.
Strategi penetapan harga harus menyeimbangkan biaya, nilai, dan permintaan dalam menetapkan harga produk atau layanan.
KantorKu HRIS dapat mengotomatisasi payroll, pajak, dan BPJS karyawan. Hemat waktu administrasi hingga 92%!
Mengapa Strategi Penetapan Harga Penting?
Menetapkan harga berguna untuk kesuksesan bisnis. Tidak hanya memengaruhi profit, tetapi juga citra merek di mata pelanggan.
Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, mari pahami lebih lanjut alasan mengapa strategi penetapan harga itu penting:
1. Menarik Pelanggan Baru
Penetapan harga yang kompetitif atau promosi yang menarik dapat mendorong pelanggan baru untuk mencoba produk Anda.
Dengan begitu, Anda bisa memperkenalkan produk ke pasar dan membangun basis pelanggan awal.
2. Menjaga Daya Saing
Mengingat pasar saat ini penuh persaingan, harga yang sesuai dapat membantu produk tetap relevan.
Jika harga terlalu tinggi atau terlalu rendah, produk Anda bisa tertinggal dibandingkan dengan pesaing.
3. Membangun Citra Merek
Harga sering mencerminkan kualitas dan nilai produk di mata konsumen. Dengan harga yang tepat, Anda dapat mengkomunikasikan positioning merek Anda sebagai produk premium atau yang terjangkau.
4. Meningkatkan Pangsa Pasar
Strategi harga yang agresif dapat membantu memperluas pangsa pasar dengan volume penjualan yang tinggi.
Hal ini memungkinkan bisnis untuk menjangkau lebih banyak konsumen dalam waktu yang lebih singkat.
5. Menutup Biaya dan Tumbuh
Strategi harga yang tepat tidak hanya harus menguntungkan, tetapi juga mampu menutupi semua biaya operasional dan memberikan dana untuk pertumbuhan bisnis.
Faktor yang Memengaruhi Strategi Penetapan Harga
Terdapat banyak faktor yang memengaruhi strategi harga, baik faktor eksternal maupun internal.
Untuk menentukan harga yang optimal, Anda bisa menerapkan beberapa faktor berikut:
1. Biaya Produksi dan Operasional
Biaya yang dikeluarkan untuk produksi, distribusi, dan promosi produk harus diperhitungkan dalam penetapan harga. Tanpa memperhitungkan biaya ini, bisnis berisiko merugi.
2. Permintaan Pasar
Permintaan pasar menentukan harga yang dapat diterapkan. Jika produk sangat diminati, Anda bisa menetapkan harga yang lebih tinggi, sementara produk dengan permintaan rendah mungkin membutuhkan harga lebih rendah untuk menarik pelanggan.
3. Harga Kompetitor
Strategi penetapan harga yang perlu dilakukan berikutnya yaitu memahami harga yang ditawarkan pesaing untuk mendapatkan gambaran mengenai posisi produk Anda.
Anda dapat memilih untuk menetapkan harga yang lebih rendah, sama, atau lebih tinggi, tergantung pada strategi yang ingin Anda terapkan.
4. Persepsi Nilai Pelanggan
Nilai yang dirasakan oleh pelanggan memengaruhi kesediaan mereka untuk membayar harga tertentu. Produk dengan kualitas tinggi memungkinkan Anda menetapkan harga premium.
5. Tujuan Bisnis
Tujuan bisnis Anda seperti volume penjualan atau profit maksimal memandu penetapan harga. Jika tujuan Anda adalah memperkuat brand, maka harga yang lebih tinggi mungkin lebih tepat untuk meningkatkan citra produk.
6. Kondisi Ekonomi
Faktor ekonomi seperti inflasi, daya beli masyarakat, dan kebijakan pemerintah dapat memengaruhi kemampuan konsumen untuk membeli produk. Oleh karena itu, Anda perlu memerhatikan ini saat menetapkan harga.
7. Kebijakan Harga Perusahaan
Kebijakan internal perusahaan, seperti strategi jangka panjang dan margin keuntungan yang diinginkan, juga memengaruhi keputusan harga. Keputusan harga harus selaras dengan visi dan misi perusahaan.
Baca Juga: 8 Keuntungan Strategi Bisnis Berbasis Data Hasil Riset Pasar
Jenis-Jenis Strategi Penetapan Harga

Terdapat berbagai jenis strategi harga yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Ada baiknya Anda memahami berbagai jenis strategi ini untuk membantu Anda memilih strategi penetapan harga sesuai kondisi pasar. Beberapa di antaranya yaitu:
1. Cost-Based Pricing
Strategi ini menetapkan harga berdasarkan total biaya produksi ditambah margin keuntungan yang diinginkan.
Meski harga ini sederhana dan mudah dihitung, tetapi tidak memperhitungkan permintaan pasar.
Kegunaan
- Menutupi biaya operasional
- Menghasilkan margin keuntungan yang stabil
- Mudah diterapkan dalam industri manufaktur
2. Value-Based Pricing
Harga ditentukan berdasarkan nilai yang dirasakan pelanggan atas produk. Produk yang unik atau berkualitas tinggi bisa menggunakan strategi ini untuk mendapatkan margin yang lebih tinggi.
Kegunaan
- Cocok untuk produk dengan nilai tambah
- Memaksimalkan keuntungan dari produk premium
- Menarik pelanggan yang mencari kualitas lebih tinggi
3. Competitive Pricing
Strategi ini menyesuaikan harga dengan harga pesaing di pasar. Pendekatan ini berguna untuk menjaga daya saing dan loyalitas pelanggan dalam pasar yang sangat kompetitif.
Kegunaan
- Menjaga posisi produk di pasar yang ramai
- Dapat menurunkan harga untuk menarik pelanggan
- Mudah diterapkan di pasar dengan banyak pesaing
4. Penetration Pricing
Strategi ini menetapkan harga awal yang rendah untuk menarik banyak pelanggan baru, kemudian harga dinaikkan secara bertahap setelah produk dikenal.
Kegunaan
- Menarik pelanggan baru dengan harga terjangkau
- Meningkatkan volume penjualan dengan cepat
- Memperkenalkan produk ke pasar baru
5. Skimming Pricing
Strategi ini memulai dengan harga tinggi pada peluncuran produk dan menurunkannya seiring waktu.
Tujuan dari strategi penetapan harga ini yaitu untuk memaksimalkan keuntungan awal. Biasanya banyak diterapkan untuk produk inovatif yang jarang ada di pasaran.
Kegunaan
- Menarik early adopters dengan harga premium
- Memaksimalkan keuntungan di fase awal
- Menghasilkan margin tinggi sebelum harga diturunkan
6. Dynamic Pricing
Strategi ini menyesuaikan harga berdasarkan permintaan dan penawaran pasar. Pasalnya jika memiliki harga yang tetap untuk semua kondisi, bisnis biasanya merugi.
Biasanya strategi penetapan harga ini lebih banyak digunakan di sektor e-commerce dan transportasi.
Kegunaan
- Menyesuaikan harga dengan kondisi pasar
- Memaksimalkan pendapatan berdasarkan permintaan
- Fleksibel dalam penentuan harga
7. Psychological Pricing
Strategi penetapan harga ini menggunakan harga yang tampak lebih rendah untuk memengaruhi persepsi pelanggan, seperti harga Rp99.000 daripada Rp100.000.
Meski angkanya hanya berbeda sedikit, dampak yang dirasakan oleh pelanggan berbeda karena harga terasa lebih murah daripada angka yang dibulatkan.
Kegunaan
- Meningkatkan daya tarik produk
- Menarik konsumen dengan harga yang lebih terjangkau
- Digunakan di berbagai industri ritel
KantorKu HRIS dapat mengotomatisasi payroll, pajak, dan BPJS karyawan. Hemat waktu administrasi hingga 92%!
Cara Menentukan Strategi Penetapan Harga yang Tepat
Untuk menentukan strategi penetapan harga yang tepat, Anda perlu melakukan riset yang mendalam tentang bisnis Anda.
Mari ikuti cara berikut supaya strategi penetapan harga yang dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis:
1. Pahami Tujuan Bisnis
Sebelum menetapkan harga, pastikan Anda mengetahui tujuan yang ingin dicapai dengan harga tersebut.
Apakah Anda lebih fokus pada volume penjualan, margin keuntungan, atau posisi merek di pasar? Mengetahui tujuan bisnis Anda akan membantu menentukan harga yang paling sesuai.
2. Hitung Semua Biaya
Pastikan harga yang Anda tetapkan mencakup semua biaya yang dikeluarkan dalam produksi, distribusi, dan operasional lainnya.
Dengan memperhitungkan semua biaya, Anda dapat memastikan bahwa bisnis Anda tetap menguntungkan dan berkelanjutan.
Harga yang ditetapkan harus menutup seluruh biaya dan menghasilkan keuntungan yang sesuai.
3. Riset Pasar dan Pelanggan
Lakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan persepsi pelanggan terhadap produk Anda.
Dengan mengetahui faktor-faktor ini, Anda bisa lebih mudah menentukan harga yang sesuai dengan apa yang mereka nilai.
4. Amati Kompetitor
Perhatikan harga yang ditawarkan oleh pesaing di pasar. Dengan mengetahui harga pesaing akan memberikan gambaran tentang posisi produk Anda di pasar dan apakah Anda perlu menyesuaikan harga untuk tetap bersaing.
Strategi ini juga membantu Anda menentukan apakah harga yang lebih rendah atau lebih tinggi lebih menguntungkan.
5. Lakukan Uji Coba
Selanjutnya, lakukan uji coba harga Anda dengan skala kecil, seperti menggunakan A/B testing. Tujuannya untuk mendapat gambaran tentang bagaimana pasar akan merespons harga yang ditetapkan.
Hasil dari uji coba ini akan memberikan data yang berharga untuk menentukan penyesuaian harga lebih lanjut.
6. Evaluasi Dampak Harga
Setelah harga diterapkan, Anda tetap perlu terus memantau bagaimana harga tersebut memengaruhi penjualan dan margin keuntungan.
Proses evaluasi ini akan membantu Anda menilai apakah strategi harga yang diterapkan efektif atau perlu penyesuaian lebih lanjut.
7. Pertimbangkan Reaksi Konsumen
Anda perlu mengerti bagaimana konsumen merespons perubahan harga sangatlah penting. Jika harga terlalu tinggi atau terlalu rendah, bisa memengaruhi loyalitas pelanggan dan volume penjualan. Pertimbangkan juga dampak jangka panjang terhadap citra merek Anda.
Baca Juga: Manpower Planning: Strategi MSDM yang Esensial, Ini Cara Menerapkannya!
Kesalahan Umum dalam Penetapan Strategi Harga
Strategi penetapan harga yang tepat dapat meningkatkan profitabilitas, tetapi banyak perusahaan sering kali melakukan kesalahan yang dapat merusak keberhasilan tersebut.
Hindari kesalahan berikut agar strategi harga Anda lebih optimal dan memberikan hasil yang diinginkan.
1. Mengabaikan Biaya
Menetapkan harga terlalu rendah tanpa memperhitungkan semua biaya operasional dan produksi dapat menyebabkan kerugian.
Dampaknya bisa memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan dan mencegah pertumbuhan yang berkelanjutan.
Cara Mengatasi:
Lakukan perhitungan menyeluruh terhadap semua biaya yang terlibat sebelum menetapkan harga. Pastikan harga yang dipilih dapat menutupi biaya dan menghasilkan keuntungan.
2. Terlalu Fokus ke Pesaing
Hanya meniru harga pesaing tanpa mempertimbangkan kondisi internal perusahaan bisa berisiko mengabaikan profitabilitas jangka panjang. Strategi harga yang sukses harus mempertimbangkan tujuan bisnis Anda.
Cara Mengatasi:
Perhatikan harga pesaing, tetapi sesuaikan dengan nilai dan keunikan produk Anda. Jangan hanya mengikuti harga pesaing, fokuslah pada diferensiasi produk yang Anda tawarkan.
3. Diskon Berlebihan
Jika memberikan diskon besar secara berlebihan dapat merusak margin keuntungan dan persepsi nilai produk di mata pelanggan.
Diskon yang terlalu sering dapat membuat produk terkesan murah dan menurunkan citra merek.
Cara Mengatasi:
Gunakan diskon dengan bijaksana dan pastikan diskon tidak mengurangi margin keuntungan secara signifikan. Pertimbangkan untuk menawarkan diskon untuk segmen pasar tertentu.
4. Tidak Melakukan Segmentasi Pelanggan
Memberikan harga yang sama untuk semua segmen pasar bisa kehilangan peluang untuk memperoleh pendapatan yang lebih tinggi dari segmen yang bersedia membayar lebih.
Perlu Anda ingat, bahwa dalam bisnis tidak ada satu harga yang cocok untuk semua pelanggan.
Cara Mengatasi:
Sesuaikan harga untuk berbagai segmen pelanggan berdasarkan kemampuan bayar mereka. Penetapan harga yang lebih fleksibel akan meningkatkan peluang pendapatan.
5. Tidak Data-Driven
Jika hanya mengandalkan intuisi yang tidak berbasis data, dapat berisiko menyebabkan keputusan harga yang salah. Harga yang tidak sesuai dengan kondisi pasar dapat merugikan perusahaan.
Cara Mengatasi:
Gunakan data untuk menentukan harga yang tepat. Manfaatkan teknologi untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis informasi yang relevan.
6. Perubahan Harga Terlalu Sering
Sering mengganti harga produk dapat membingungkan pelanggan dan menurunkan kepercayaan mereka. Ketidakstabilan harga ini dapat merusak loyalitas pelanggan dan memengaruhi citra merek.
Cara Mengatasi:
Tetapkan harga yang stabil dan beri pelanggan waktu untuk menyesuaikan diri. Jika ada perubahan harga,dan pastikan pelanggan diberi penjelasan tentang alasan perubahan tersebut.
7. Tidak Menghitung Pengaruh Psikologi Harga
Harga tidak hanya soal angka. Pasalnya psikologi harga dapat memengaruhi bagaimana konsumen melihat produk.
Dengan menetapkan harga yang tidak sesuai dengan persepsi pelanggan dapat mengurangi daya tarik produk.
Cara Mengatasi:
Gunakan prinsip harga untuk menetapkan harga yang lebih menarik, seperti menggunakan harga yang sedikit lebih rendah dari angka bulat, seperti Rp99.000 daripada Rp100.000.
Kelola Biaya SDM Lebih Presisi Sekarang lewat KantorKu HRIS!
Setelah selesai mengurus penetapan harga untuk produk yang Anda jual, hal yang tidak boleh dilewatkan berikutnya yaitu meningkatkan efisiensi pengelolaan SDM.
Apakah saat ini Anda masih menghabiskan waktu berhari-hari hanya untuk mencocokkan absensi dengan komponen payroll? Jika iya, ini sudah saatnya Anda menggunakan aplikasi HRIS seperti KantorKu HRIS.
KantorKu HRIS yang mampu mengotomatisasi proses administrasi HR, mulai dari mengirim gaji otomatis, merekap absen tanpa pindah spreadsheet hingga membuat slip gaji otomatis.

Agar lebih paham cara kerjanya, mari lihat beberapa fitur KantorKu HRIS berikut:
- Organization & Self Service: Mengelola database karyawan dan struktur organisasi dengan sistem mandiri yang memudahkan pembaruan kontrak.
- Shift & Attendance Management: Memantau kehadiran karyawan melalui GPS atau fingerprint yang terintegrasi langsung dengan manajemen lembur.
- Payroll, Tax, & BPJS: Melakukan kalkulasi gaji secara otomatis sekaligus menghasilkan laporan pajak PPh 21 dan BPJS yang sesuai dengan regulasi terbaru.
- OKR & KPI Monitoring: Memantau perkembangan kinerja karyawan melalui sistem penilaian dengan fitur pengingat otomatis di dalam aplikasi.
- Analytics & Reporting: Menyajikan statistik kehadiran, lembur, hingga biaya payroll dalam bentuk dasbor analitik.
Setelah melihat berbagai keunggulan di atas, Anda tentu menyadari bahwa sistem yang terintegrasi adalah kunci dalam meningkatkan produktivitas perusahaan hingga 92%.
Saatnya meninggalkan cara-cara lama dan beralih ke KantorKu HRIS. Langsung saja book demo gratis sekarang juga untuk mencoba sendiri fitur-fitur yang tersedia!
KantorKu HRIS dapat mengotomatisasi payroll, pajak, dan BPJS karyawan. Hemat waktu administrasi hingga 92%!
Referensi:
Related Articles
PPh Final: Aturan, Tarif, & Cara Menghitungnya di Perusahaan
Apa Itu Inflasi? Ini Penyebab, Jenis, & Dampaknya bagi Perusahaan