Apa itu Talent Acquisition? Tugas, Gaji & Bedanya dengan Recruitment
Talent acquisition adalah strategi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik secara jangka panjang. Cek tugas kisaran gaji, dan bedanya dengan recruitment.
Table of Contents
Talent acquisition adalah strategi untuk menemukan, menarik, menilai, merekrut, dan menyiapkan kandidat agar perusahaan memiliki orang yang sesuai untuk kebutuhan masa depan.
Saat memilih, Anda perlu memikirkan kualitas kandidat, kecepatan proses hingga kecocokan budaya kerja agar orang yang direkrut bisa cepat produktif.
Ada banyak sebutan untuk posisi ini, di antaranya talent acquisition specialist, talent acquisition officer, talent acquisition staff, hingga talent acquisition manager.
Jika Anda berencana merekrut talent acquisition di perusahaan, pastikan Anda memahami dulu apa saja tanggung jawab, gaji, dan perbedaannya dengan tim recruitment biasa!
Apa Itu Talent Acquisition?

Talent acquisition adalah rangkaian strategi, program, dan proses yang dipakai perusahaan untuk mengidentifikasi hingga merekrut kandidat berkualitas.
Biasanya kebutuhan talent acquisition bertujuan untuk mengidentifikasi, menarik, dan merekrut kandidat berkualitas tinggi guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini dan masa depan.
Artinya, talent acquisition tidak hanya berfungsi pada “siapa yang bisa mengisi lowongan hari ini”, tetapi juga “siapa yang perlu didekati, dibangun relasinya, dan disiapkan untuk mendukung bisnis ke depan”.
Tim talent acquisition biasanya aktif membangun talent pool dan memperkuat citra perusahaan sebagai tempat kerja yang menarik.
TA akan menganalisis kebutuhan SDM saat ini dan masa depan, lalu merencanakan strategi rekrutmen yang berkelanjutan.
KantorKu HRIS membantu Anda melakukan screening CV berbasis AI hingga onboarding digital. Proses rekrutmen jadi lebih praktis dan otomatis.
Tugas Talent Acquisition dalam Perusahaan
Tugas talent acquisition adalah memastikan perusahaan tidak hanya cepat merekrut, tetapi juga tepat memilih orang dan pengalaman kandidat.
Itulah sebabnya posisi ini sering menjadi penghubung antara HR, user, manajer hiring, dan pimpinan bisnis. Mari simak apa saja tugas yang dilakukannya:
1. Mengidentifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja
Talent acquisition perlu memahami posisi apa yang benar-benar dibutuhkan perusahaan. Ini dilakukan dengan berdiskusi bersama hiring manager untuk mengetahui jumlah kebutuhan, urgensi posisi, level jabatan, dan kompetensi yang wajib dimiliki kandidat.
2. Menyusun Job Description dan Kriteria Seleksi
Setelah kebutuhan tenaga kerja jelas, talent acquisition membantu menyusun deskripsi pekerjaan yang menarik untuk kandidat.
Job description yang baik bukan hanya berisi tugas, tetapi juga ekspektasi hasil kerja, kualifikasi, hingga gambaran kontribusi kandidat terhadap perusahaan.
Baca Juga: 25 Contoh Lowongan Pekerjaan yang Menarik & Strukturnya, Siap Copas!
3. Mencari dan Menarik Kandidat yang Sesuai
Talent acquisition tidak menunggu kandidat datang sendiri. Posisi ini aktif melakukan sourcing melalui job board, jaringan profesional, media sosial, komunitas industri, hingga database kandidat yang sudah pernah masuk sebelumnya.
4. Menyaring Kandidat dan Melakukan Screening Awal
Sesudah kandidat masuk, talent acquisition bertugas menyeleksi CV, portofolio, pengalaman kerja, dan kecocokan terhadap kebutuhan posisi.
Proses ini membantu perusahaan menghemat waktu karena user hanya akan menerima kandidat yang sudah melalui penyaringan awal.
5. Mengoordinasikan Proses Interview dengan User
Proses hiring yang rapi membutuhkan koordinasi antara HR dan user. Talent acquisition bertugas menjadwalkan interview, menyamakan ekspektasi penilai, dan memastikan pertanyaan interview sesuai.
6. Membangun Employer Branding
Talent acquisition bertanggung jawab pada citra perusahaan di mata kandidat. Ini mencakup cara perusahaan menulis lowongan, merespons pelamar, memberi informasi proses seleksi, hingga memperlakukan kandidat secara profesional dari awal sampai akhir.
7. Mendukung Offering, Hiring, dan Onboarding
Tugas talent acquisition belum selesai saat kandidat dinyatakan lolos. Posisi ini biasanya juga membantu tahap offering, negosiasi awal, administrasi rekrutmen, hingga transisi onboarding agar kandidat baru bisa masuk kerja dengan lebih mulus.
Perbedaan Talent Acquisition dan Recruitment

Meski sering dipakai bergantian, talent acquisition dan recruitment sebenarnya tidak selalu sama.
Keduanya sama-sama bertujuan mengisi kebutuhan tenaga kerja, tetapi pendekatan, cakupan, dan orientasi waktunya berbeda. Mari pahami perbedaan keduanya:
1. Fokus Waktu
Talent acquisition berfokus pada kebutuhan jangka panjang dan menyiapkan pipeline kandidat untuk pertumbuhan bisnis.
Adapun recruitment berfokus pada kebutuhan jangka pendek untuk segera mengisi posisi yang kosong.
2. Cara Mencari Kandidat
Talent acquisition biasanya aktif mencari, membangun relasi, dan memelihara talent pool melalui berbagai kanal, komunitas, dan networking.
Di sisi lain, recruitment lebih banyak mengandalkan lowongan yang dipublikasikan, ATS, job board, dan kandidat yang melamar secara langsung.
3. Hubungan dengan Tujuan Bisnis
Talent acquisition disusun agar selaras dengan tujuan bisnis, kebutuhan skill masa depan, dan arah pertumbuhan perusahaan.
Namun recruitment lebih fokus pada pengisian peran yang sedang kosong agar operasional tidak terganggu.
4. Cakupan Proses
Cakupan kerja talent acquisition lebih luas, mencakup employer branding, candidate experience, talent analytics, talent pipeline, hingga onboarding kandidat.
Untuk recruitment biasanya fokus pada proses mengiklankan lowongan, menyaring kandidat, interview, lalu mengisi posisi.
Baca Juga: Cara Screening CV Manual & ATS [+Template Screening]
5. Ukuran keberhasilan
Keberhasilan talent acquisition dilihat dari kualitas hire, kecocokan kandidat, kekuatan pipeline, efisiensi jangka panjang, dan kontribusinya terhadap pertumbuhan bisnis.
Adapun recruitment lebih sering dinilai dari seberapa cepat lowongan terisi dan apakah kebutuhan operasional segera terpenuhi.
Berdasarkan aspek-aspek di atas, bisa diartikan bahwa recruitment bisa lebih pas untuk kebutuhan cepat, sedangkan talent acquisition lebih cocok untuk membangun fondasi SDM yang berkelanjutan. Mari simak tabel perbedaannya:
KantorKu HRIS membantu Anda melakukan screening CV berbasis AI hingga onboarding digital. Proses rekrutmen jadi lebih praktis dan otomatis.
Skill yang Dibutuhkan Talent Acquisition
Menjadi talent acquisition yang baik tidak cukup hanya bisa memasang lowongan dan menjadwalkan interview.
Skill yang dibutuhkan talent acquisition biasanya berkembang seiring kompleksitas kebutuhan hiring perusahaan. Beberapa yang perlu dimiliki talent acquisition adalah:
1. Domain Expertise
Talent acquisition perlu memahami industri tempat ia merekrut. Dengan pemahaman domain yang baik, Anda bisa lebih cepat mengenali skill penting, tantangan posisi, dan berbicara dengan kandidat dalam bahasa yang relevan.
2. Rasa Ingin Tahu
Rasa ingin tahu membantu talent acquisition terus belajar dan tidak bekerja secara monoton. Dalam praktiknya, rasa ingin tahu dapat mendorong HR untuk mencoba channel sourcing baru, mempelajari pola kandidat, dan mencari cara agar proses hiring lebih efektif.
3. Sourcing dan Engagement Skills
Talent acquisition yang baik tahu bagaimana menulis pendekatan yang personal, membangun relasi, dan menjaga komunikasi tetap hidup sampai kandidat siap diproses. Skill ini berguna untuk posisi yang pasarnya kompetitif.
4. Stakeholder Management
Talent acquisition bekerja dengan banyak pihak, seperti kandidat, hiring manager, user, pimpinan, dan tim HR lain.
Oleh karena itu, kemampuan mengelola stakeholder berguna agar ekspektasi semua pihak tetap sinkron dan proses hiring tidak kacau.
5. Commercial Acumen
Commercial acumen berarti memahami dampak bisnis dari keputusan hiring. Talent acquisition yang memiliki skill ini akan memahami mengapa sebuah posisi penting dan apa efeknya jika terlambat terisi.
6. Emotional Intelligence (EQ)
EQ membantu talent acquisition menangani negosiasi, penolakan, feedback, dan komunikasi sensitif dengan lebih baik. Hasilnya, hubungan dengan kandidat maupun hiring manager jadi lebih sehat dan profesional.
7. Collaboration
Talent acquisition jarang berhasil jika bekerja sendiri. Kolaborasi dibutuhkan agar proses rekrutmen berjalan lancar, mulai dari penyusunan kebutuhan hingga onboarding kandidat terpilih.
Gaji Talent Acquisition di Indonesia

Gaji talent acquisition di Indonesia bervariasi berdasarkan pengalaman, rata-rata berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp12.000.000 per bulan.
Posisi fresh graduate atau staf awal umumnya mulai dari Rp5 juta, sementara senior talent acquisition bisa mencapai di atas Rp10-12 juta per bulan, terutama di Jakarta.
Karena itu, saat Anda mencari informasi talent acquisition specialist salary, jangan terpaku pada satu angka saja.
Mari simak estimasi rentang gaji TA berdasarkan pengalaman berikut:
1. Gaji Fresh Graduate (Junior Talent Acquisition)
Untuk level awal, gaji talent acquisition berada pada kisaran entry-level, yaitu sekitar Rp3,5 juta–Rp5 juta per bulan.
Di sisi lain, talent acquisition officer berkisar antara Rp5,5 juta–Rp6,5 juta per bulan. Untuk fresh graduate atau junior, kisaran gaji yang realistis adalah sekitar angka tersebut,
2. Gaji Talent Acquisition Officer
Pada level officer, tanggung jawab mulai mencakup screening kandidat, administrasi rekrutmen, penjadwalan interview, hingga koordinasi awal dengan hiring manager.
Estimasi gaji talent acquisition officer adalah sekitar Rp5,5 juta–Rp6,5 juta per bulan, meskipun bisa bervariasi antar industri.
3. Gaji Talent Acquisition Staff
Pada level staf, talent acquisition diharapkan lebih mandiri dalam proses sourcing, screening, dan koordinasi dengan user. Estimasi gaji talent acquisition staff berkisar antara Rp7 juta–Rp9 juta per bulan.
4. Gaji Talent Acquisition Specialist
Untuk level talent acquisition specialist, kisaran gaji bervariasi lebih lebar karena dipengaruhi oleh industri.
Estimasi gaji talent acquisition specialist yaitu sekitar Rp6 juta–Rp9 juta per bulan. Beberapa perusahaan besar bahkan menawarkan gaji Rp10 juta–Rp13 juta per bulan untuk posisi ini.
5. Gaji Talent Acquisition Manager
Pada level talent acquisition manager, tanggung jawabnya lebih strategis karena mencakup target hiring, koordinasi tim, employer branding, dan evaluasi efektivitas proses rekrutmen. Estimasi gaji untuk talent acquisition manager sekitar Rp12 juta–Rp17 juta per bulan.
Baca Juga: Berapa Biaya Pelatihan Karyawan? Cek Cara Hitung & Contoh RAB
Kelola Rekrutmen & Onboarding Karyawan Baru Lebih Cepat & Rapi lewat KantorKu HRIS!
Memahami talent acquisition saja belum cukup jika operasional HR di perusahaan Anda masih manual.
Saat kebutuhan hiring semakin banyak, tantangannya harus menjaga data karyawan tetap rapi hingga mempercepat onboarding.
Tantangan tersebut bisa Anda atasi dengan menggunakan aplikasi rekrutmen karyawan dari KantorKu HRIS.
KantorKu menawarkan sistem HRIS all-in-one untuk mengelola rekrutmen hingga persiapan untuk siklus hidup berikutnya.

Agar proses rekrutmen hingga masa orientasi karyawan di perusahaan Anda berjalan lebih optimal, mari lihat fitur unggulannya berikut:
- Loker Terintegrasi: Mengunggah lowongan sekali klik dan otomatis tersebar di Google Job Posting dan berbagai job portal tanpa biaya tambahan.
- Screening CV Otomatis dengan AI: Memangkas waktu seleksi dengan teknologi AI yang menyaring kandidat sesuai kualifikasi spesifik perusahaan.
- Email & Tes Otomatis: Mengirim undangan interview, tes kompetensi, hingga komunikasi massal kepada kandidat langsung dari satu dashboard.
- Employee Self Service (ESS): Memberikan keleluasaan bagi karyawan baru untuk mengelola data pribadi, absensi, hingga cek slip gaji secara mandiri via aplikasi mobile.
- Laporan Rekrutmen: Menyediakan analisis mendalam mengenai progres hiring untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih akurat dan berbasis data.
Langsung saja book demo gratis sekarang juga untuk mencoba sendiri bagaimana KantorKu HRIS mengoptimalkan proses rekrutmen karyawan di perusahaan Anda!
KantorKu HRIS membantu Anda melakukan screening CV berbasis AI hingga onboarding digital. Proses rekrutmen jadi lebih praktis dan otomatis.
Referensi:
Recruiting vs. Talent Acquisition: What’s the Difference? | Indeed
Related Articles
10 Contoh Form Data Diri Pelamar Kerja Lengkap [+ Download Gratis]
15 Template Form Lamaran Kerja Kosong untuk Rekrut Kandidat, Gratis Download!