Cara Menghitung Kenaikan Gaji Karyawan serta Rumus & Simulasinya

Butuh panduan menghitung kenaikan gaji? Simak definisi, faktor, jenis, komponen, cara menghitung, hingga studi kasusnya di sini.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 27 Januari 2026
Key Takeaways
Kenaikan gaji dihitung dari persentase tertentu atas gaji pokok karyawan.
Rumus umum kenaikan gaji adalah gaji lama × persentase kenaikan.
Persentase kenaikan biasanya ditentukan oleh kebijakan perusahaan dan performa karyawan.
Kenaikan gaji bisa bersifat tahunan, berkala, atau berbasis promosi jabatan.
Faktor inflasi sering dijadikan acuan dalam menentukan besaran kenaikan gaji.

Kenaikan gaji umumnya dilakukan pada momen tertentu, seperti annual performance review, promosi jabatan, atau ketika terjadi perubahan regulasi pemerintah seperti penetapan UMK. 

Namun, salah satu tantangan yang paling sering muncul adalah bagaimana cara menghitung kenaikan gaji tanpa memicu ketimpangan internal maupun gangguan arus kas. 

Perusahaan perlu menjaga keberlanjutan biaya tenaga kerja, tetapi di sisi lain karyawan juga menuntut apresiasi yang nyata atas kontribusinya.  

Tanpa pendekatan yang tepat, keputusan kenaikan gaji berpotensi justru menyebabkan penurunan engagement yang berdampak pada retensi karyawan.

Untuk itu, mari pahami dulu cara menghitung kenaikan gaji, komponen yang perlu dipertimbangkan dan kenapa ini penting dilakukan!

Apa itu Kenaikan Gaji?

Kenaikan gaji adalah peningkatan nilai kompensasi finansial yang diterima karyawan sebagai bentuk penyesuaian atas kontribusi, tanggung jawab, atau perubahan kondisi eksternal (seperti kenaikan UMP/UMK).

Namun, kenaikan gaji tidak diberikan secara acak, melainkan melalui pertimbangan kinerja, masa kerja, dan kemampuan finansial perusahaan.

Secara teknis, kenaikan gaji dapat diberikan dalam bentuk persentase dari gaji pokok saat ini atau penambahan nominal tetap. Pemilihan metode tersebut bergantung pada kebijakan perusahaan. 

Kenaikan gaji berfungsi sebagai pengakuan atas kontribusi seorang karyawan. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan performa dan kemauan karyawan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Keputusan kenaikan gaji juga menjadi strategi HR untuk menjaga top talent dan mengurangi risiko turnover.

Banner KantorKu HRIS
Kenaikan Gaji Karyawan Berubah, Payroll Otomatis Menyesuaikan!

Dengan KantorKu HRIS satu kali update nominal gaji pokok langsung menyinkronkan perhitungan lembur, pajak PPh 21, hingga BPJS.

Kenapa Kenaikan Gaji dalam Manajemen SDM?

Kenaikan gaji karyawan penting karena berperan dalam menjaga daya saing perusahaan. Berikut alasan utama mengapa kenaikan gaji perlu dilakukan dalam pengelolaan SDM:

  1. Retensi Karyawan dan Pencegahan Turnover: Ketika gaji tidak mengalami penyesuaian, karyawan berpotensi mencari peluang dengan kompensasi lebih baik, sehingga meningkatkan risiko turnover.
  2. Pengakuan Kinerja: Kenaikan gaji menjadi bentuk penghargaan finansial atas pencapaian kerja. Dampaknya, karyawan akan meningkatkan kontribusi signifikan terhadap bisnis.
  3. Meningkatkan Motivasi dan Produktivitas Karyawan: Penyesuaian gaji dapat mendorong karyawan untuk mempertahankan produktivitas dan menjaga motivasi kerja.
  4. Penyesuaian Gaji terhadap Inflasi dan Biaya Hidup: Kenaikan gaji tahunan sering digunakan sebagai mekanisme penyesuaian terhadap inflasi. Tanpa ini, nilai riil gaji karyawan akan menurun.
  5. Menjaga Keadilan Internal Struktur Gaji: Kebijakan kenaikan gaji membantu menjaga keseimbangan antar posisi dan level jabatan. Adanya perbedaan dapat dijelaskan melalui peran dan tanggung jawab.
  6. Menyesuaikan Gaji dengan Standar Pasar Tenaga Kerja: Benchmark gaji pasar terus mengalami perubahan. Kenaikan gaji memungkinkan perusahaan menyesuaikan kompensasi dengan standar industri, sehingga tetap kompetitif.
  7. Efisiensi Biaya SDM dalam Jangka Panjang: Meskipun menambah beban biaya jangka pendek, kenaikan gaji justru membantu perusahaan menghindari biaya tinggi akibat turnover

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan: Bulanan, Harian, atau Per Jam

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Gaji

Sebelum menentukan besaran kenaikan gaji, HR perlu memahami faktor apa saja yang memengaruhi keputusan tersebut, berikut di antaranya:

1. Performa Individu Karyawan

Karyawan yang konsisten mencapai atau melampaui target, memberikan dampak nyata pada hasil bisnis. Ini menunjukkan tanggung jawab tinggi, sehingga layak mendapatkan penyesuaian gaji. Penilaian ini umumnya mengacu pada KPI dan hasil evaluasi kinerja.

2. Kualifikasi dan Penguasaan Keterampilan

Tingkat pendidikan dan penguasaan keterampilan dapat memengaruhi peluang kenaikan gaji. Karyawan yang memiliki keahlian yang dibutuhkan organisasi cenderung memiliki nilai kompensasi yang lebih tinggi. 

3. Kemampuan Beradaptasi terhadap Perubahan

Karyawan yang terbuka terhadap perubahan akan memiliki cara kerja baru untuk tetap berkontribusi kepada perusahaan. Kesediaan untuk mempelajari fungsi tambahan sering menjadi dasar pemberian kenaikan gaji. 

4. Kontribusi Nyata bagi Bisnis

Selain performa dasar, HR juga mempertimbangkan sejauh mana karyawan menciptakan nilai tambah. Inisiatif akan berdampak langsung pada efisiensi, sehingga menjadi indikator dalam peninjauan gaji. 

5. Kondisi Keuangan Perusahaan

Kemampuan finansial perusahaan tidak dapat diabaikan. Meskipun karyawan menunjukkan kinerja tinggi, kenaikan gaji tetap harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia agar tidak mengganggu stabilitas operasional. 

6. Kenaikan Biaya Hidup

Perubahan kondisi ekonomi akibat inflasi, memengaruhi daya beli karyawan. Banyak perusahaan menggunakan penyesuaian gaji sebagai mekanisme untuk menjaga nilai riil pendapatan. 

7. Posisi Gaji terhadap Pasar 

Benchmark gaji pasar turut memengaruhi keputusan kenaikan gaji. Jika gaji internal berada di bawah standar pasar, HR dapat mengusulkan penyesuaian. 

Baca juga: Regulasi Gaji Berdasarkan UU, Cek Ketentuannya di Sini! 

Jenis Kenaikan Gaji yang Umum di Perusahaan

Dalam praktiknya, kenaikan gaji tidak hanya terdiri dari satu bentuk. HR perlu memahami berbagai jenis kenaikan gaji agar dapat menerapkannya sesuai kebutuhan, di antaranya:

1. Kenaikan Gaji Tahunan (Annual Raise)

Kenaikan gaji tahunan diberikan secara rutin sebagai bagian dari siklus evaluasi kinerja. Besarannya umumnya bersifat moderat dan disesuaikan dengan kebijakan perusahaan serta kondisi keuangan.

2. Kenaikan Berdasarkan Kinerja (Merit Increase)

Jenis kenaikan ini diberikan kepada karyawan dengan performa di atas rata-rata. Tujuannya adalah mengaitkan hasil kerja langsung dengan peningkatan kompensasi untuk memperkuat budaya berbasis kinerja.

3. Kenaikan karena Promosi Jabatan

Promosi jabatan biasanya diikuti dengan kenaikan gaji karena adanya peningkatan tanggung jawab dan ruang lingkup kerja. Tanpa penyesuaian gaji yang memadai, promosi justru berpotensi menurunkan motivasi.

4. Penyesuaian Gaji Pasar (Market Adjustment)

Kenaikan ini dilakukan ketika gaji karyawan berada di bawah standar pasar untuk posisi yang sama. HR menggunakan data benchmarking untuk memastikan perusahaan tetap kompetitif dalam mempertahankan talenta.

5. Cost-of-Living Adjustment (COLA)

COLA diberikan untuk menyesuaikan gaji dengan kenaikan biaya hidup atau inflasi. Jenis ini bertujuan menjaga daya beli karyawan dan biasanya diterapkan secara merata.

6. Kenaikan Gaji Seragam

Kenaikan gaji seragam diberikan dengan persentase atau nominal yang sama kepada kelompok tertentu atau seluruh karyawan. Pendekatan ini menekankan kesetaraan, meskipun kurang membedakan tingkat kinerja.

7. Kenaikan Gaji Berbasis Keadilan Internal (Equity Increase)

Equity increase digunakan untuk menutup kesenjangan gaji antar karyawan dengan peran dan level yang setara. Jenis ini membantu HR mengurangi risiko ketidakpuasan akibat disparitas kompensasi.

Komponen yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menghitung Kenaikan Gaji

Sebelum masuk ke perhitungan teknis, HR perlu memastikan bahwa seluruh komponen penentu sudah dipertimbangkan dengan matang. Berikut beberapa komponennya:

1. Struktur dan Kebijakan Gaji Perusahaan

HR perlu memahami skala gaji, salary range, serta aturan internal terkait kenaikan gaji. Struktur ini menjadi batasan utama agar penyesuaian gaji tetap konsisten dan tidak menimbulkan ketimpangan.

2. Hasil Evaluasi Kinerja

Data penilaian kinerja menjadi dasar utama dalam menentukan kelayakan kenaikan gaji. Penilaian berbasis KPI dan pencapaian kerja membantu HR mengambil keputusan secara objektif.

3. Anggaran Kenaikan Gaji

Setiap perusahaan memiliki batas anggaran untuk kenaikan gaji. HR perlu memastikan total kenaikan tetap berada dalam kapasitas finansial perusahaan.

4. Kondisi Ekonomi dan Inflasi

Faktor ekonomi eksternal memengaruhi daya beli karyawan. Penyesuaian terhadap inflasi membantu menjaga keseimbangan antara kesejahteraan karyawan dan keberlanjutan bisnis.

5. Benchmark Gaji Pasar

Perbandingan dengan standar gaji industri membantu HR menilai daya saing kompensasi perusahaan. Data ini penting untuk mencegah kehilangan talenta ke kompetitor.

6. Masa Kerja dan Loyalitas

Kontribusi jangka panjang dan pemahaman mendalam terhadap bisnis menjadi nilai tambah dalam penentuan kenaikan gaji. Faktor ini sering dipadukan dengan penilaian kinerja.

7. Potensi dan Pengembangan Karyawan

Karyawan dengan potensi tinggi dan komitmen pengembangan diri layak dipertimbangkan untuk kenaikan gaji. Dari sudut pandang HR, ini merupakan investasi jangka panjang bagi pertumbuhan perusahaan.

Komponen yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Menghitung Kenaikan Gaji

Sebelum masuk ke cara menghitung kenaikan gaji, Anda perlu memastikan bahwa seluruh komponen penentu kenaikan gaji telah dipertimbangkan dengan matang. Berikut komponen yang perlu diperhatikan.

1. Struktur dan Kebijakan Gaji Perusahaan

HR perlu memahami salary range, jenjang jabatan, midpoint gaji, dan batas maksimum kenaikan yang diperbolehkan dalam kebijakan perusahaan. 

Tanpa mengacu pada struktur ini, penyesuaian gaji berisiko merusak konsistensi sistem kompensasi. Kebijakan gaji juga biasanya mengatur frekuensi kenaikan dan syarat kelayakan.

2. Hasil Evaluasi Kinerja Karyawan

HR perlu menggunakan data penilaian yang objektif, seperti pencapaian KPI, kualitas hasil kerja, konsistensi performa, dan kontribusi terhadap perusahaan. 

Penilaian yang terdokumentasi akan membantu memastikan bahwa kenaikan gaji diberikan berdasarkan capaian nyata, bukan persepsi subjektif. 

3. Anggaran Kenaikan Gaji Perusahaan

Besaran total kenaikan gaji biasanya sudah dialokasikan dalam perencanaan keuangan tahunan, sehingga distribusinya perlu dirancang dengan cermat. 

HR perlu memastikan bahwa akumulasi kenaikan gaji tidak melampaui kemampuan finansial perusahaan dan tetap menjaga stabilitas operasional. 

4. Kondisi Ekonomi dan Tingkat Inflasi

Faktor ekonomi eksternal, terutama inflasi, memiliki dampak langsung terhadap daya beli karyawan. 

Jika gaji tidak disesuaikan, nilai riil pendapatan karyawan akan menurun meskipun secara nominal tetap. HR perlu mempertimbangkan apakah perusahaan akan memberikan penyesuaian gaji berbasis biaya hidup sebagai bagian dari kebijakan tahunan. 

Baca Juga: Gaji di Bawah UMR? Cek Risiko Sanksi & Pidananya! 

5. Benchmark Gaji Pasar

Benchmarking gaji pasar membantu HR menilai posisi kompensasi perusahaan dibandingkan standar industri. 

Jika ditemukan bahwa gaji internal berada di bawah rata-rata pasar untuk peran yang sama, kenaikan gaji dapat menjadi langkah strategis untuk menjaga daya saing. 

6. Masa Kerja dan Loyalitas Karyawan

Masa kerja mencerminkan tingkat pengalaman dan pemahaman terhadap proses internal. Faktor ini sering menjadi pertimbangan tambahan di luar kinerja. 

Karyawan dengan kontribusi jangka panjang sering kali memiliki peran dalam menjaga stabilitas tim. Oleh karena itu, HR dapat menjadikannya untuk menentukan besaran kenaikan gaji.

7. Potensi dan Pengembangan Karyawan

HR juga perlu mempertimbangkan potensi karyawan untuk berkembang di masa depan. Karyawan dengan learning agility tinggi akan memiliki nilai strategis bagi perusahaan.

Memberikan kenaikan gaji kepada kelompok ini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan talenta internal di masa depan.

Banner KantorKu HRIS
Kenaikan Gaji Karyawan Berubah, Payroll Otomatis Menyesuaikan!

Dengan KantorKu HRIS satu kali update nominal gaji pokok langsung menyinkronkan perhitungan lembur, pajak PPh 21, hingga BPJS.

Rumus Dasar Menghitung Kenaikan Gaji

Secara umum, terdapat dua pendekatan yang bisa digunakan untuk menghitung kenaikan gaji, yaitu berdasarkan persentase dan berdasarkan nominal kenaikan. Berikut rumusnya:

1. Menghitung Kenaikan Gaji Berdasarkan Persentase (%)

Metode ini digunakan ketika perusahaan telah menetapkan persentase kenaikan gaji tertentu, misalnya 5%, 10%, atau 15% per tahun. 

Pendekatan ini umum diterapkan pada kebijakan kenaikan gaji tahunan berbasis inflasi atau merit increase.

Rumus:

Kenaikan Gaji = Gaji Lama × Persentase Kenaikan

Gaji Baru = Gaji Lama + Kenaikan Gaji

Proses perhitungannya melibatkan tiga tahap. Pertama, tentukan selisih antara gaji baru dan gaji lama. 

Kedua, bagi selisih tersebut dengan gaji lama untuk mendapatkan angka desimal. Ketiga, kalikan angka desimal tersebut dengan 100 agar berubah menjadi persentase.

Sebagai contoh, jika hasil perhitungan menunjukkan angka desimal 0,2, maka Anda harus mengalikan 0,2 × 100 sehingga diperoleh persentase kenaikan gaji sebesar 20%. 

2. Menghitung Persentase dari Nominal Kenaikan Gaji

Metode ini sering dipakai dalam penyesuaian gaji individual, promosi jabatan, atau penyesuaian berbasis retensi karyawan.

Rumus:

Persentase Kenaikan Gaji = (Nominal Kenaikan ÷ Gaji Lama) × 100%

Cara Menghitung Persentase Kenaikan Gaji Karyawan

Setelah memahami rumus dasar di atas, berikutnya mari pahami cara menerapkannya agar perhitungan persentase kenaikan gaji tidak keliru. 

Berikut langkah-langkahnya:

1. Memastikan Data Gaji Lama sebagai Dasar Perhitungan

HR perlu menetapkan dulu apakah gaji yang dimaksud hanya gaji pokok atau sudah termasuk tunjangan tetap, sesuai dengan kebijakan kompensasi perusahaan.

Contoh:

Seorang karyawan menerima gaji pokok sebesar Rp5.000.000 dan tunjangan tetap Rp1.000.000. 

Jika kebijakan perusahaan menetapkan bahwa dasar perhitungan kenaikan gaji adalah gaji pokok ditambah tunjangan tetap, maka gaji lama yang digunakan adalah Rp6.000.000.

2. Menentukan Gaji Baru atau Nominal Kenaikan Gaji

Berikutnya, tentukan gaji baru karyawan atau besaran nominal kenaikan gaji yang diberikan. Jika perusahaan telah menetapkan gaji baru, HR perlu menghitung selisih antara gaji baru dan gaji lama untuk mengetahui nilai kenaikan secara nominal.

Contoh:

Jika gaji lama karyawan adalah Rp6.000.000 dan setelah kenaikan gaji menjadi Rp6.600.000, maka selisih gajinya adalah:

Rp6.600.000 – Rp6.000.000 = Rp600.000

Nilai Rp600.000 inilah yang merupakan nominal kenaikan gaji karyawan.

3. Membagi Selisih Gaji dengan Gaji Lama

Setelah memperoleh nominal kenaikan gaji, langkah selanjutnya adalah membagi selisih gaji tersebut dengan gaji lama. 

Contoh:

Rp600.000 ÷ Rp6.000.000 = 0,1

Angka 0,1 menunjukkan bahwa kenaikan gaji tersebut setara dengan 0,1 kali dari gaji lama karyawan.

4. Mengalikan Angka Desimal dengan 100 untuk Mendapatkan Persentase

Terakhir adalah mengonversi angka desimal ke dalam bentuk persentase dengan cara mengalikan hasil pembagian tadi dengan 100. Tujuannya untuk mengetahui besaran kenaikan gaji.

Contoh:

0,1 × 100 = 10%

Artinya, karyawan tersebut memperoleh kenaikan gaji sebesar 10% dari gaji sebelumnya.

Cara Menghitung Selisih Gaji Baru dengan Gaji Lama

Cara paling sederhana untuk mengetahui besaran kenaikan gaji adalah dengan menghitung selisih antara gaji baru dan gaji lama. 

Rumusnya sangat sederhana, yaitu:

Selisih Gaji = Gaji baru – Gaji Lama

Hasil pengurangan tersebut menunjukkan nilai kenaikan gaji yang diterima karyawan dalam bentuk rupiah.

Contoh:

Seorang karyawan sebelumnya menerima gaji Rp5.000.000 dan kemudian naik menjadi Rp5.500.000, maka selisih gajinya adalah Rp500.000. Nilai ini disebut nominal kenaikan gaji.

Untuk mengetahui persentasenya, nominal kenaikan tersebut bisa dibagi dengan gaji lama. Dari contoh tadi, Rp500.000 dibagi Rp5.000.000 menghasilkan angka 0,1. Setelah dikalikan 100, diperoleh persentase kenaikan gaji sebesar 10%.

Studi Kasus Simulasi Cara Menghitung Kenaikan Gaji

Sebagai gambaran penerapan di dunia kerja, berikut simulasi sederhana cara menghitung kenaikan gaji karyawan.

Studi Kasus:

Seorang karyawan memiliki gaji lama sebesar Rp6.000.000 per bulan. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja tahunan, perusahaan memutuskan memberikan kenaikan gaji sebesar 8%.

Maka, HR akan melakukan perhitungan kenaikan gaji berikut:

  1. Mengalikan Gaji Lama dengan Persentase Kenaikan: Hasilnya, 8% dari Rp6.000.000 adalah Rp480.000.
  2. Menambahkan Nominal Kenaikan ke Gaji Lama: Gaji baru karyawan tersebut menjadi Rp6.480.000 per bulan.

Jika perusahaan ingin melihat kembali persentasenya, selisih Rp480.000 dibagi Rp6.000.000 menghasilkan angka 0,08 yang setelah dikalikan 100 menjadi 8%.

Baca Juga: 10 Cara Minta Naik Gaji dengan Sopan ke Atasan dan Alasannya 

Langkah-Langkah Praktis Menghitung Kenaikan Gaji

HR perlu memastikan bahwa proses perhitungan kenaikan gaji tidak hanya akurat secara angka, tetapi juga dapat diterima oleh karyawan. Berikut lima langkah praktis yang dapat Anda terapkan:

1. Tetapkan Kebijakan Kenaikan Gaji Sejak Awal

HR perlu menentukan sejak awal apakah kenaikan gaji dilakukan melalui annual review, berbasis kinerja, penyesuaian biaya hidup, atau kombinasi dari ketiganya. 

Kejelasan ini membantu karyawan memahami apa yang diharapkan dari mereka untuk memperoleh kenaikan gaji.

2. Tentukan Kisaran Persentase Kenaikan Gaji yang Realistis

HR perlu menetapkan kisaran yang masuk akal dengan kondisi perusahaan. Kenaikan gaji tahunan biasanya berada pada rentang moderat untuk menjaga daya beli karyawan, sedangkan kenaikan berbasis kinerja cenderung lebih tinggi karena mencerminkan kontribusi. 

3. Jadikan Kinerja Karyawan sebagai Dasar Perhitungan Utama

Langkah berikutnya adalah mengaitkan kenaikan gaji dengan performa kerja. HR perlu menggunakan data evaluasi kinerja yang terukur, seperti pencapaian target. 

Pendekatan ini memastikan bahwa perhitungan kenaikan gaji tidak bersifat subjektif dan benar-benar mencerminkan nilai yang diberikan karyawan kepada perusahaan.

4. Sesuaikan Perhitungan dengan Kondisi dan Kesehatan Bisnis

Kenaikan gaji yang ideal harus mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan. HR perlu mengevaluasi pertumbuhan pendapatan dan alokasi anggaran penggajian. 

Dengan cara ini, penyesuaian gaji tetap mendukung retensi karyawan tanpa mengorbankan keberlanjutan bisnis.

5. Perhitungkan Faktor Eksternal seperti Inflasi dan Standar Industri

Langkah terakhir adalah memasukkan faktor eksternal ke dalam perhitungan, seperti inflasi, kenaikan biaya hidup dan standar gaji industri. 

Dengan mempertimbangkan hal tersebut, HR dapat memastikan bahwa hasil perhitungan kenaikan gaji tetap kompetitif secara eksternal.

Kelola Kenaikan Gaji Karyawan Lebih Praktis dengan KantorKu HRIS

Setelah menghitung kenaikan gaji karyawan, tantangan berikutnya adalah memastikan perubahan tersebut langsung menjadi acuan penggajian terbaru. 

Dengan menggunakan aplikasi pembayaran gaji karyawan dari KantorKu HRIS, Anda cukup memperbarui nominal gaji di sistem dan payroll periode berikutnya otomatis mengacu pada angka tersebut.

Seluruh komponen turunan seperti tunjangan tetap, lembur, hingga perhitungan pajak akan tersinkronisasi berdasarkan gaji terbaru tersebut.

Dashboard Payroll KantorKu HRIS

Selain itu, KantorKu HRIS membantu Anda menentukan karyawan yang paling layak mendapatkan kenaikan gaji dengan 9 Box Matrix dari modul penilaian kinerja untuk memetakan karyawan berdasarkan kinerja.

Jika Anda ingin mencoba sendiri kalkulasi gaji dengan mudah dan otomatis, bisa book demo gratis hari ini!

Banner KantorKu HRIS
Kenaikan Gaji Karyawan Berubah, Payroll Otomatis Menyesuaikan!

Dengan KantorKu HRIS satu kali update nominal gaji pokok langsung menyinkronkan perhitungan lembur, pajak PPh 21, hingga BPJS.

kantorku hris

Referensi: 

A Manager’s Guide to Employee Eaises | Recruitee

Pay Raise Small Business Guide: When and How to Reward Your Employees | Xero UK

Bagikan

Related Articles

Cara Lapor SPT Tahunan 2026 di Coretax untuk WP Pribadi, Mudah!

Pahami cara lapor SPT Tahunan Nihil di Coretax 2026. Panduan ini membahas dari login, tarik data bukti potong, hingga aktivasi Passphrase!
05 Maret 2026

30+ Cara Nego Gaji via WA, Email & Langsung, Ini Contoh Kalimatnya!

Panduan cara nego gaji yang sopan setelah offering letter melalui WhatsApp, email atau langsung. Lengkap dengan draf email dan contoh kalimatnya.
05 Maret 2026

Berapa Jumlah Tanggungan Pajak yang Bisa Diklaim? Cek Aturannya!

Jumlah tanggungan adalah penentu besarnya potongan PPh 21. Pahami aturan, batasan tanggungan, pihak yang termasuk dan cara validasi datanya!
05 Maret 2026