Laba Kotor Adalah: Rumus, Cara Hitung & Fungsinya bagi Bisnis

Laba kotor adalah keuntungan perusahaan sebelum dikurangi biaya operasional dan pajak. Simak rumus, cara hitung, contoh, dan fungsinya bagi bisnis.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 18 Maret 2026
Key Takeaways
Laba kotor adalah keuntungan sebelum biaya operasional, pajak, dan bunga dihitung
Angka ini menggambarkan efisiensi bisnis dalam menghasilkan profit dari aktivitas inti
Rumus laba kotor yaitu pendapatan penjualan – HPP
Penurunan margin laba kotor bisa menandakan masalah biaya atau arus kas
Hasil perhitungan digunakan untuk evaluasi strategi harga dan efisiensi produksi

Laba kotor memberikan gambaran seberapa besar keuntungan perusahaan sebelum dipotong oleh biaya operasional dan gaji karyawan. 

Pelaku bisnis wajib memahami konsep ini supaya bisa mengambil keputusan lebih tepat sasaran untuk efisiensi operasional.

Pasalnya, menurut artikel dari Signal Journal (2026), adanya penurunan margin laba kotor adalah pertanda bahwa terjadi kegagalan eksekusi dan masalah arus kas. 

Oleh karena itu, mengetahui angkanya lebih awal bisa membantu manajemen mendeteksi masalah biaya lebih cepat.​

Maka dari itu, artikel ini akan membantu Anda memahami pengertian, fungsi, komponen, rumus, hingga contoh cara menghitung laba kotor!

Pengertian Laba Kotor

Laba kotor adalah indikator awal profitabilitas perusahaan yang menunjukkan seberapa efisien bisnis menghasilkan keuntungan dari kegiatan inti.

Memahami pengertian laba kotor membantu manajemen menilai kesehatan keuangan sebelum biaya operasional, pajak, dan bunga diperhitungkan, sehingga keputusan strategis bisa lebih tepat sasaran.

Laba kotor atau gross profit adalah jumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah mengurangi seluruh biaya langsung produksi atau penyediaan jasa dari total pendapatan penjualan. 

Laba kotor hanya mencerminkan profit dari aktivitas inti bisnis, sehingga belum memperhitungkan biaya operasional, bunga, pajak, atau biaya tidak langsung lainnya.

Selain itu, terdapat beberapa istilah lain yang merujuk pada laba kotor, di antaranya:

  • Laba bruto berarti keuntungan sebelum biaya operasional.
  • Laba rugi kotor adalah Istilah yang muncul dalam laporan keuangan.
  • Laba kotor penjualan adalah laba yang dihasilkan langsung dari penjualan produk atau jasa, sebelum dikurangi biaya tetap dan pajak.
Banner KantorKu HRIS
Laba Kotor Menipis? Waspadai Kebocoran Akibat Overbudget Lembur!

Dengan KantorKu HRIS, pengajuan lembur bisa dilakukan secara digital. HR bisa pantau pengeluaran lembur dari satu dasbor untuk keputusan yang lebih aman bagi margin.

Fungsi Laba Kotor dalam Bisnis

Sekilas memang hanya berupa angka yang menandakan besar keuntungan perusahaan. Namun fungsinya ternyata sebagai alat untuk menganalisis kesehatan operasional bisnis. Berikut fungsinya jika dijelaskan secara lebih lanjut:

1. Mengukur Profitabilitas Bisnis

Laba kotor membantu perusahaan mengetahui berapa keuntungan dari penjualan sebelum biaya lain dikurangkan. Informasi ini bisa mengungkap inefisiensi kegiatan produksi dan penjualan.

2. Membantu Analisis Laba Kotor

Dengan memahami laba kotor, manajemen bisa menilai efektivitas pengelolaan biaya dan menentukan harga jual produk atau jasa yang lebih profit untuk bisnis.

3. Dasar Perencanaan HR

Laba kotor menjadi indikator apakah biaya SDM sejalan dengan margin laba yang sehat. Informasi ini bisa menjadi dasar untuk keputusan seperti rekrutmen dan alokasi sumber daya.

4. Mendukung Strategi Operasional

Informasi laba kotor juga membantu perusahaan menemukan bidang yang membutuhkan efisiensi, misalnya pada lini produksi maupun distribusi produk.

5. Evaluasi Penetapan Harga

Margin laba kotor mengindikasikan apakah harga jual sudah cukup menutup biaya pokok, sehingga meminimalkan risiko underpricing.

6. Monitoring Kesehatan Finansial

Perusahaan dapat memprediksi potensi kesulitan finansial lebih awal jika margin laba kotor menunjukkan tren penurunan.

7. Alat Pengambilan Keputusan Investasi

Tujuan lain analisis laba kotor adalah membantu manajemen dalam merencanakan ekspansi atau investasi berdasarkan profitabilitas dari kegiatan inti.

Baca Juga: Mengenal Pentingnya Laporan Laba Rugi bagi Bisnis dan Contohnya 

Komponen Laba Kotor

Sebelum menghitung laba kotor, perusahaan perlu memahami komponen penyusunnya agar perhitungan lebih tepat sasaran. Adapun beberapa komponen penyusunnya yaitu:

1. Pendapatan Penjualan (Revenue)

Pendapatan penjualan adalah total uang yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa. Ini menjadi basis utama perhitungan laba kotor.

Contohnya seperti penjualan tunai atau kredit, termasuk penjualan bersih setelah diskon dan retur.

2. Harga Pokok Penjualan (HPP)

HPP mencakup seluruh biaya langsung produksi barang atau jasa, seperti bahan baku, upah tenaga kerja produksi, dan biaya operasional variabel (seperti listrik, transportasi).

Contohnya biaya pembelian bahan baku untuk pembuatan produk, upah karyawan produksi, atau ongkos pengiriman.

Rumus Laba Kotor

Untuk memanfaatkan laba kotor sebagai alat analisis, perusahaan perlu memahami rumus perhitungannya. 

Rumus laba kotor menjadi dasar laporan keuangan yang membantu manajemen menilai keselarasan biaya langsung produksi dengan target profitabilitas.

Laba Kotor = Pendapatan Penjualan – Harga Pokok Penjualan

Dengan rumus ini, perusahaan bisa menilai apakah biaya langsung produksi sejalan dengan target laba.

Cara Menghitung Laba Kotor

Jika ingin tahu cara menghitung laba kotor secara sistematis, Anda perlu menyiapkan terlebih dulu data komponen penyusunnya. Selanjutnya, bisa ikuti langkah berikut untuk menyusunnya:

1. Ambil Data Pendapatan Penjualan

Kumpulkan total pendapatan dari semua penjualan produk atau jasa bisnis Anda dalam periode tertentu.

Contoh: 

Total penjualan bulan Maret = Rp100.000.000

2. Kumpulkan Harga Pokok Penjualan

Identifikasi semua biaya langsung produksi, termasuk bahan baku, upah tenaga kerja langsung, dan biaya variabel.

Contoh: 

Total HPP bulan Maret = Rp60.000.000

3. Kurangkan HPP dari Pendapatan

Selanjutnya, hitung selisih antara pendapatan penjualan dan HPP untuk mendapatkan laba kotor.

Contoh:

Laba Kotor = Rp100.000.000 – Rp60.000.000 = Rp40.000.000

4. Analisis Laba Kotor

Hasil laba kotor dapat digunakan untuk menilai efisiensi produksi, profitabilitas, dan dasar perencanaan operasional atau HR.

Contoh:

Maka berdasarkan perhitungan tersebut, jumlah total laba kotor adalah Rp40.000.000.

Banner KantorKu HRIS
Laba Kotor Menipis? Waspadai Kebocoran Akibat Overbudget Lembur!

Dengan KantorKu HRIS, pengajuan lembur bisa dilakukan secara digital. HR bisa pantau pengeluaran lembur dari satu dasbor untuk keputusan yang lebih aman bagi margin.

Contoh Perhitungan Laba Kotor

Untuk memahami laba kotor dengan lebih mudah, terdapat beberapa contoh yang bisa Anda ikuti sesuai kebutuhan bisnis Anda. 

Mari lihat detail contoh perhitungannya pada bisnis retail, manufaktur, maupun perusahaan jasa:

1. Contoh Laba Kotor pada Bisnis Retail

Dalam bisnis retail, laba kotor dipengaruhi oleh harga pokok barang yang dijual dan volume penjualan. 

Mari pahami contoh perhitungan laba kotor ini jika Anda ingin menilai margin keuntungan setiap produk:

Contoh Kasus:

Seorang pemilik toko menjual produk fashion dan meraup pendapatan Rp100.000.000 dalam sebulan, sementara biaya pokok barang yang dibeli mencapai Rp60.000.000. Ini menunjukkan seberapa besar margin keuntungan sebelum biaya lain dihitung.

Cara Menghitung:

Untuk menghitung laba kotor, cukup kurangkan HPP dari pendapatan penjualan:

  1. Laba Kotor = Rp100.000.000 – Rp60.000.000
  2. Laba Kotor = Rp40.000.000

2. Contoh Laba Kotor pada Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur biasanya memiliki biaya langsung lebih tinggi karena bahan baku dan tenaga kerja produksi. Perhitungan laba kotor memungkinkan manajemen menilai efisiensi proses produksi sebelum biaya operasional lainnya.

Contoh Kasus:

Sebuah pabrik membuat mainan anak dengan pendapatan Rp500.000.000 dan biaya langsung produksi Rp300.000.000. Soal cerita ini membantu manajemen menilai efisiensi proses produksi.

Cara Menghitung:

Kurangkan biaya langsung produksi dari total penjualan untuk mendapatkan laba kotor:

  1. Laba Kotor = Rp500.000.000 – Rp300.000.000
  2. Laba Kotor = Rp200.000.000

3. Contoh Laba Kotor pada Perusahaan Jasa

Pada perusahaan jasa, biaya langsung biasanya berupa tenaga kerja yang menangani layanan. Perhitungan laba kotor membantu menentukan apakah tarif jasa cukup menutupi biaya tenaga kerja.

Contoh Kasus:

Perusahaan jasa konsultasi menerima pendapatan Rp80.000.000 dengan biaya tenaga kerja langsung Rp30.000.000 untuk melayani klien. Contoh ini menunjukkan apakah tarif jasa cukup menutupi biaya langsung.

Cara Menghitung:

Kurangi biaya langsung tenaga kerja dari pendapatan untuk memperoleh laba kotor:

  1. Laba Kotor = Rp80.000.000 – Rp30.000.000
  2. Laba Kotor = Rp50.000.000

Perbedaan Laba Kotor, Laba Operasional, dan Laba Bersih

Berbicara soal laba, sebetulnya jenisnya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu laba kotor, operasional, dan bersih.

Masing-masing menunjukkan perspektif profitabilitas dari level yang berbeda. Untuk itu, mari pahami perbedaan ketiganya:

1. Aspek Perhitungan

Laba kotor adalah laba bruto atau jumlah pendapatan yang tersisa setelah dikurangi HPP, menunjukkan margin dari aktivitas inti produksi. 

Laba kotor operasional adalah laba kotor yang dikurangi biaya operasional seperti gaji, marketing, dan sewa, sehingga mencerminkan efisiensi seluruh operasi.

Laba bersih adalah keuntungan akhir setelah semua biaya, termasuk pajak dan bunga, diperhitungkan, dan menunjukkan profitabilitas sebenarnya.

2. Aspek Profitabilitas Inti

Laba kotor hanya menilai seberapa efisien proses produksi, sedangkan laba operasional mencerminkan efektivitas pengelolaan seluruh aktivitas perusahaan. 

Laba bersih menunjukkan seberapa sehat kondisi finansial perusahaan setelah seluruh biaya diperhitungkan dan kemampuan mendistribusikan dividen atau reinvestasi.

3. Aspek Penetapan Harga

Laba kotor digunakan untuk menilai apakah harga jual produk sudah menutupi biaya pokok dan memberi margin sehat. 

Laba operasional membantu manajemen melihat apakah strategi biaya dan overhead sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan. 

Laba bersih menjadi tolok ukur akhir dalam menentukan kemampuan perusahaan membayar dividen atau menanamkan kembali keuntungan ke bisnis.

4. Aspek Analisis Biaya

Laba kotor menyoroti biaya langsung yang terkait produksi, sehingga manajemen dapat memutuskan efisiensi bahan atau tenaga kerja. 

Laba operasional memperhitungkan biaya tidak langsung untuk menilai kinerja seluruh departemen. 

Laba bersih memperlihatkan dampak semua biaya termasuk pajak dan bunga terhadap keuntungan akhir perusahaan.

5. Aspek Keputusan Manajerial

Laba kotor membantu manajemen produksi membuat keputusan terkait volume produksi dan penetapan harga. 

Laba operasional mendukung pengambilan keputusan strategis terkait pengeluaran operasional dan efisiensi tim. 

Laba bersih menjadi indikator utama kesehatan finansial jangka panjang dan panduan untuk ekspansi atau investasi.

Jika ingin lebih mudah memahami, Anda bisa melihat tabel perbandingan berikut:

Aspek Laba Kotor Laba Operasional Laba Bersih
Perhitungan Pendapatan – HPP Laba kotor – biaya operasional Laba operasional – pajak & bunga
Profitabilitas Efisiensi produksi Efisiensi operasi Profitabilitas akhir
Penetapan Harga Dasar margin produk Dasar efisiensi biaya Dasar dividen & reinvestasi
Analisis Biaya Fokus biaya langsung Termasuk biaya tidak langsung Semua biaya termasuk pajak
Keputusan Manajerial Manajemen produksi Penggunaan sumber daya Kesehatan finansial

Peran HR dan Manajemen SDM dalam Menjaga Profitabilitas

HR ternyata turut berperan dalam menjaga profitabilitas bisnis dengan menghemat anggaran untuk pengelolaan sumber daya manusia, seperti menekan turnover dan mengurangi pengeluaran lembur.

Mari simak lebih lanjut peran HR dalam menjaga profitabilitas bisnis, di antaranya:

1. Mengontrol Lembur Karyawan

Lembur yang tidak terkontrol dapat menekan margin laba kotor. Untuk itu, HR biasanya melakukan manajemen absensi dan monitoring jam kerja supaya lembur diberikan sesuai dengan kebutuhan operasional.

2. Optimalkan Jadwal Kerja

Penjadwalan yang efisien meminimalkan biaya idle atau waktu karyawan yang terbuang karena tidak ada tugas produktif. 

HR bisa membuat jadwal kerja yang lebih optimal untuk mencegah biaya berlebih. Untuk itu, Anda bisa gunakan aplikasi pembuat jadwal kerja agar manajemen jadwal lebih tertata.

3. Pantau Kehadiran & Absensi

Jika daftar kehadiran tertata dengan rapi, HR dapat melakukan perhitungan gaji secara lebih akurat dan cepat. 

Agar Anda tidak perlu merekap manual dari Excel, sebaiknya mulai gunakan software attendance management yang terintegrasi dengan payroll.

Baca Juga: 7 Aplikasi Absensi dengan Integrasi Payroll Terbaik 

4. Integrasikan Software Payroll

Alih-alih HR menghabiskan waktu untuk menghitung gaji secara manual, Anda bisa menghitung secara otomatis dengan software payroll.

Anda dapat mengklik satu kali dan penggajian akan berjalan otomatis, mulai dari gaji pokok, tunjangan, lembur, hingga potongan. 

Selain itu, aplikasi pembayaran gaji karyawan memungkinkan transfer sekali klik ke berbagai bank ke semua karyawan.

5. Analisis KPI Karyawan

Monitoring kinerja melalui KPI memastikan kinerja tim tercapai sesuai beban kerja, sehingga perusahaan bisa mencapai laba kotor yang ditargetkan. Dashboard HRIS dapat mempermudah pemantauan kinerja tim dalam satu dashboard.

6. Analisis Tren Absensi

Analisis tren absensi dan produktivitas membantu HR mengambil keputusan operasional yang lebih efisien demi tercapainya target laba kotor perusahaan.

7. Optimalkan Retensi Karyawan

HR perlu mengadakan program employee engagement secara berkala untuk menurunkan angka turnover dan menjaga produktivitas. Pasalnya, karyawan yang termotivasi berkontribusi pada profitabilitas jangka panjang.

Laba Kotor Tipis Akibat Lembur Tak Terkontrol? Amankan Margin Anda dengan KantorKu HRIS!

Banyak faktor yang menyebabkan laba kotor tipis. Tidak banyak yang menyadari, padahal pengelolaan SDM dapat menyebabkan kebocoran margin, seperti akibat lembur tidak terkontrol.

Untuk itu, Anda bisa menggunakan bantuan HRIS dengan integrasi aplikasi absensi karyawan supaya bisa melakukan manajemen lembur yang lebih efisien sesuai kebutuhan operasional.

Anda bisa menggunakan KantorKu HRIS yang dilengkapi dashboard untuk melihat pengeluaran lembur. 

Dashboard Pengelolaan Lembur KantorKu HRIS

Selain itu, karyawan bisa mengajukan lembur secara digital tanpa form cetak dan HR tinggal menyetujui atau menolak sekali klik.

Adapun fitur unggulan KantorKu HRIS lainnya yang bisa langsung Anda manfaatkan yaitu:

Jika administrasi HR manual di perusahaan Anda menggerus laba kotor dan laba bersih, saatnya beralihlah ke KantorKu HRIS. 

Segera book demo gratis untuk mulai meningkatkan efisiensi operasional tim HR Anda atau mulai dengan salah satu tools kalkulator gaji gratis kami.

Banner KantorKu HRIS
Laba Kotor Menipis? Waspadai Kebocoran Akibat Overbudget Lembur!

Dengan KantorKu HRIS, pengajuan lembur bisa dilakukan secara digital. HR bisa pantau pengeluaran lembur dari satu dasbor untuk keputusan yang lebih aman bagi margin.

Referensi:

How Better HR Processes Improve Profitability | Emplova

Gross Profit: What It Is and How to Calculate It | Investopedia

Gross Profit vs. Net Profit Explained Simply | Salesforce AP

Bagikan

Related Articles

Personalia: Pengertian, Tugas, Gaji, & Bedanya dengan HRD

Personalia adalah bagian penting dalam pengelolaan karyawan di perusahaan. Pelajari pengertian personalia, fungsi, tugas, & perbedaannya dengan HRD.
24 Maret 2026

OPEX Adalah: Rumus, Contoh OPEX & Perbedaan CAPEX

Key Takeaways OpEx adalah biaya rutin yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan operasional harian. Perbedaan OpEx...
24 Maret 2026

Apa Perbedaan Direksi dan Direktur? Cek Tugas & Tanggung Jawabnya

Apa perbedaan direksi dan direktur? Direksi adalah jajaran pimpinan perusahaan, sedangkan direktur adalah individu yang menjadi anggota direksi dengan tugas tertentu.
23 Maret 2026