Reksa Dana Adalah: Jenis, Kelebihan, Cara Kerja & Risikonya

Reksa dana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana investor & dikelola manajer investasi. Simak jenis, keunggulan, risiko & cara investasinya.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 18 Maret 2026
Key Takeaways
Reksa dana adalah wadah pengumpulan dana investor yang dikelola profesional oleh manajer investasi.
Pihak yang terlibat mencakup pemilik dana, manajer investasi, dan bank sebagai penyimpan.
Reksa dana pasar uang paling aman dan mudah dicairkan untuk jangka pendek.
Modal awal tergolong terjangkau dan mudah diakses oleh investor pemula.
Diversifikasi aset membantu meminimalkan risiko kerugian pada satu instrumen saja.

Reksa dana semakin sering menjadi topik pembahasan dalam literasi finansial, termasuk di lingkungan perusahaan. 

Banyak HRD dan pelaku usaha mulai menyadari bahwa pemahaman investasi dasar dapat membantu karyawan mengelola keuangan secara lebih sehat. 

Bagi Anda yang mengelola SDM atau bisnis, memahami konsep investasi seperti reksa dana dapat memberikan nilai tambah. Dengan begitu, Anda bisa memberikan edukasi yang tepat kepada karyawan.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang konsep reksa dana itu apa, jenis-jenisnya, cara memulai, keunggulan, hingga risikonya, mari simak artikel ini sampai tuntas!

Apa Itu Reksa Dana?

Reksa dana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari banyak investor untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen keuangan seperti saham, obligasi, atau pasar uang. 

Dana tersebut akan dikelola oleh manajer investasi yang bertugas menentukan strategi investasi sesuai tujuan produk reksa dana.

Setiap investor yang membeli reksa dana akan memiliki sebagian kepemilikan dari portofolio investasi tersebut. 

Artinya, keuntungan maupun kerugian yang terjadi pada portofolio akan dibagi secara proporsional kepada seluruh investor.

Jadi, jika Anda membeli unit reksa dana, misalnya reksa dana BCA, Anda sebenarnya membeli bagian kepemilikan dari seluruh aset yang dimiliki oleh reksa dana tersebut. Aset tersebut bisa terdiri dari saham, obligasi, maupun instrumen pasar uang.

Mekanisme reksa dana melibatkan beberapa pihak, yaitu:

  • Investor: Pihak yang menanamkan dana investasi
  • Manajer investasi: Pihak yang mengelola dana tersebut
  • Bank kustodian: Bank yang menyimpan dan mengadministrasikan aset investasi
  • Instrumen investasi: Jenis produk investasi, seperti saham, obligasi, dan pasar uang
Banner KantorKu HRIS
Dari Rekrutmen Hingga Payroll, Semua Satu Sistem

KantorKu HRIS mengintegrasikan ATS, absensi GPS, hingga perhitungan pajak dalam satu platform untuk sederhanakan administrasi SDM.

Jenis-jenis Reksa Dana

Tidak ada reksa dana terbaik, karena masing-masing memiliki kelebihan dan risikonya tersendiri. Jenis reksa dana sebetulnya beragam, mulai dari reksa dana saham, pasar uang, hingga pendapatan tetap (obligasi). 

Mari pahami masing-masing karakteristiknya beserta risiko dan potensi keuntungannya:

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang menempatkan seluruh dana investasinya pada instrumen pasar uang. 

Instrumen tersebut biasanya berupa deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sertifikat deposito, maupun surat berharga pasar uang lainnya. 

Mengingat instrumen ini memiliki risiko yang paling rendah, potensi keuntungannya pun relatif stabil.

Kelebihan:

  • Risiko investasi lebih rendah
  • Likuiditas tinggi dan mudah dicairkan
  • Cocok untuk investor pemula
  • Stabil untuk tujuan investasi jangka pendek

Kekurangan:

  • Potensi keuntungan lebih kecil
  • Kurang optimal untuk investasi jangka panjang
  • Return dapat tergerus inflasi

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang mengalokasikan minimal 80% dana investasinya pada instrumen efek utang seperti obligasi. 

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan dengan imbal hasil tertentu. 

Jenis reksa dana ini bertujuan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dari RDPU. Namun risiko investasi jenis ini lebih tinggi daripada RDPU, tetapi lebih rendah dari reksa dana saham.

Kelebihan:

  • Return stabil
  • Risiko moderat
  • Cocok untuk investasi jangka menengah
  • Pendapatan investasi lebih konsisten

Kekurangan:

  • Sensitif terhadap perubahan suku bunga
  • Potensi keuntungan terbatas dibanding saham
  • Nilai investasi bisa turun saat pasar obligasi melemah

3. Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan dana pada kombinasi beberapa instrumen sekaligus, seperti saham, obligasi, dan pasar uang. 

Dengan strategi diversifikasi ini, manajer investasi berusaha menyeimbangkan potensi keuntungan dan tingkat risiko. 

Komposisi investasi dapat disesuaikan tergantung kondisi pasar dan strategi pengelolaan dana. Bagi yang ingin mendapatkan keseimbangan antara keuntungan investasi dan stabilitas biasanya memilih jenis reksa dana ini.

Kelebihan:

  • Diversifikasi portofolio lebih luas
  • Potensi keuntungan lebih besar dari obligasi
  • Risiko lebih seimbang
  • Fleksibel mengikuti kondisi pasar

Kekurangan:

  • Return tidak setinggi reksa dana saham
  • Risiko lebih tinggi dibanding reksa dana pendapatan tetap
  • Bergantung pada strategi manajer investasi

4. Reksa Dana Saham

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang menginvestasikan minimal 80% asetnya pada saham perusahaan. 

Mengingat mayoritas portofolionya berada di pasar saham, jenis reksa dana ini memiliki potensi keuntungan paling tinggi sekaligus risiko terbesar. 

Fluktuasi harga saham dapat menyebabkan nilai investasi naik atau turun dalam jangka pendek. Oleh karena itu, reksa dana saham biasanya direkomendasikan untuk investasi jangka panjang.

Kelebihan:

  • Potensi keuntungan paling besar
  • Cocok untuk investasi jangka panjang
  • Diversifikasi saham yang lebih luas
  • Dikelola oleh manajer investasi profesional

Kekurangan:

  • Risiko fluktuasi pasar tinggi
  • Nilai investasi bisa turun tajam
  • Tidak cocok untuk tujuan jangka pendek

5. Reksa Dana Syariah

Reksa dana syariah adalah jenis reksa dana yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam. 

Dalam praktiknya, reksa dana ini hanya berinvestasi pada instrumen yang sesuai dengan ketentuan syariah dan tidak melibatkan sektor yang dilarang seperti perjudian atau riba. 

Selain itu, pengelolaan dana diawasi oleh dewan pengawas syariah untuk memastikan kepatuhan terhadap prinsip syariah. 

Jenis reksa dana ini menjadi pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi sekaligus menjaga kesesuaian dengan nilai-nilai syariah.

Kelebihan:

  • Mengikuti prinsip investasi syariah
  • Diawasi oleh dewan pengawas syariah
  • Investasi lebih etis 
  • Cocok untuk investor yang menghindari riba

Kekurangan:

  • Pilihan instrumen investasi lebih terbatas
  • Potensi return bisa lebih terbatas dibanding reksa dana konvensional tertentu
  • Bergantung pada ketersediaan saham syariah di pasar

Baca Juga: Cara Hitung ROI & Contoh Perhitungannya di Perusahaan 

Cara Memulai Investasi Reksa Dana

Bagi banyak orang, memulai investasi bisa terasa membingungkan. Namun sebenarnya proses investasi reksa dana cukup sederhana.

Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut untuk memulai agar lebih percaya diri:

1. Menentukan Tujuan Investasi

Sebelum mulai berinvestasi, Anda perlu mengetahui tujuan finansial yang ingin dicapai. Tujuan ini membantu menentukan jenis reksa dana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Contohnya, berinvestasi untuk dana pendidikan anak dalam 10 tahun, sementara yang lain berinvestasi untuk dana pensiun dalam 20 tahun.

2. Memahami Kebutuhan Keuangan

Setiap investor memiliki kebutuhan keuangan yang berbeda sehingga strategi investasi juga harus disesuaikan. 

Anda perlu memahami berapa dana yang dapat dialokasikan untuk investasi tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Misalnya, jika penghasilan di angka Rp10 juta per bulan, maka yang bisa disisihkan sekitar 10–20% untuk investasi reksa dana.

3. Memperluas Pengetahuan Investasi

Sebelum berinvestasi, pastikan pahami dulu dasar-dasar investasi seperti risiko, potensi return, hingga jenis produk reksa dana. Pengetahuan ini membantu Anda membuat keputusan investasi yang lebih bijak.

4. Memilih Produk yang Dipahami

Investor sebaiknya memilih produk investasi yang mudah dipahami agar dapat memantau perkembangan investasinya dengan lebih baik. 

Saat ini banyak platform digital yang menyediakan layanan investasi reksa dana, seperti Bibit, Ajaib, Bareksa, IPOT dan lainnya.

Bahkan, beberapa layanan bank juga menyediakan seperti reksa dana BCA atau reksa dana DBS.

5. Mengikuti Perkembangan Ekonomi

Pergerakan pasar investasi sering dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global maupun domestik. Dengan mengikuti berita ekonomi, Anda dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi nilai investasi.

Misalnya, ketika suku bunga naik, harga obligasi biasanya mengalami penurunan sehingga dapat mempengaruhi kinerja reksa dana pendapatan tetap.

6. Berinvestasi dalam Jangka Panjang

Investasi jangka panjang biasanya memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan investasi jangka pendek. 

Fluktuasi pasar yang terjadi dalam jangka pendek biasanya akan stabil dalam periode yang lebih panjang.

7. Disiplin dalam Strategi Investasi

Kunci keberhasilan investasi adalah disiplin dalam menjalankan strategi investasi. Investor yang rutin menambah dana investasi biasanya dapat membangun portofolio yang lebih kuat.

Sebagai contoh, kebiasaan menabung reksa dana Rp500.000 setiap bulan saja dalam dalam satu tahun bisa menghasilkan sebesar Rp6 juta.

Baca Juga: 15 Perbedaan Kompensasi Langsung dan Tidak Langsung dalam Perusahaan

Banner KantorKu HRIS
Dari Rekrutmen Hingga Payroll, Semua Satu Sistem

KantorKu HRIS mengintegrasikan ATS, absensi GPS, hingga perhitungan pajak dalam satu platform untuk sederhanakan administrasi SDM.

Keunggulan Reksa Dana

Reksa dana termasuk salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih karena kemudahannya dibanding investasi langsung pada saham atau obligasi. 

Hal initentu bukan tanpa alasan, melainkan terdapat beberapa keunggulan lainnya, yaitu:

1. Dikelola oleh Manajer Investasi 

Reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang memiliki keahlian dalam menganalisis pasar dan mengelola portofolio investasi. 

Mereka melakukan riset terhadap berbagai instrumen seperti saham, obligasi, maupun pasar uang sebelum mengambil keputusan investasi. 

2. Diversifikasi Portofolio Investasi

Reksa dana memungkinkan investor memiliki portofolio investasi yang terdiversifikasi. Dana investor akan dialokasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, dan pasar uang sehingga risiko tidak terfokus pada satu aset saja. 

3. Modal Investasi Relatif Terjangkau

Keunggulan reksa dana lainnya adalah modal awal relatif kecil dibanding investasi lainnya. Banyak platform investasi reksa dana bahkan memungkinkan investor memulai dengan nominal mulai dari Rp10.000. Ini yang membuat reksa dana mudah diakses oleh investor pemula.

4. Likuiditas Investasi Tinggi

Reksa dana memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi karena investor dapat mencairkan unit penyertaannya kapan saja. 

Proses pencairan biasanya membutuhkan waktu beberapa hari kerja tergantung jenis reksa dana yang dimiliki. 

5. Informasi Investasi Transparan

Investor dapat memantau perkembangan investasinya melalui laporan yang diterbitkan secara berkala. 

Informasi seperti Nilai Aktiva Bersih (NAB), komposisi portofolio, dan kinerja historis investasi tersedia di platform penyedia. 

6. Ramah untuk Investor Pemula

Reksa dana lebih sering direkomendasikan sebagai instrumen investasi awal bagi investor baru, karena proses pembelian dan pemantauan investasinya dapat dilakukan dengan mudah melalui dashboard digital.

7. Akses Investasi yang Mudah

Saat ini investasi reksa dana dapat dilakukan melalui berbagai platform digital seperti aplikasi investasi maupun layanan perbankan. 

Investor dapat membeli produk investasi, memantau portofolio, hingga melakukan pencairan dana secara online

Risiko Investasi Reksa Dana

Meskipun memiliki banyak keunggulan, investasi reksa dana tetap memiliki beberapa risiko yang perlu dipahami oleh investor. 

Mari pahami beberapa risiko dan cara mengatasinya:

1. Risiko Pasar

Risiko pasar terjadi ketika nilai investasi naik atau turun karena perubahan kondisi pasar. Faktornya bisa karena kondisi ekonomi global hingga kebijakan pemerintah. Ketika pasar mengalami penurunan, nilai reksa dana juga bisa ikut turun.

Cara Mengatasi:

  • Diversifikasi portofolio investasi
  • Memilih jenis reksa dana sesuai profil risiko
  • Berinvestasi dalam jangka panjang

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas muncul ketika instrumen investasi dalam portofolio sulit dijual dalam waktu singkat. 

Hal ini dapat mempengaruhi proses pencairan dana investor. Kondisi ini biasanya terjadi saat pasar sedang tidak stabil.

Cara Mengatasi:

  • Memilih reksa dana dengan likuiditas tinggi
  • Tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen
  • Menyediakan dana darurat di luar investasi

3. Risiko Kinerja Manajer Investasi

Kinerja reksa dana bergantung pada keputusan manajer investasi yang mengelola dana tersebut. 

Jika strategi investasi yang digunakan kurang tepat, maka performa reksa dana dapat menurun. Hal ini dapat mempengaruhi keuntungan investor.

Cara Mengatasi:

  • Memilih manajer investasi dengan reputasi baik
  • Memeriksa kinerja historis produk reksa dana
  • Melakukan evaluasi portofolio secara berkala

4. Risiko Inflasi

Inflasi dapat mengurangi nilai keuntungan investasi dalam jangka panjang. Jika tingkat inflasi lebih tinggi dari return investasi, maka nilai riil investasi bisa menurun. Oleh karena itu, pilihlah produk investasi yang mampu mengimbangi inflasi.

Cara Mengatasi:

  • Pilih produk investasi dengan potensi return lebih tinggi
  • Menggabungkan beberapa jenis investasi
  • Menyesuaikan strategi investasi secara berkala

5. Risiko Perubahan Regulasi

Perubahan kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi pasar keuangan. Regulasi baru dapat berdampak pada kinerja investasi. Oleh karena itu investor perlu mengikuti perkembangan regulasi investasi.

Cara Mengatasi:

  • Mengikuti informasi regulasi pasar keuangan
  • Memilih produk investasi yang diawasi regulator
  • Berkonsultasi dengan advisor atau manajer investasi

Baca Juga: 5 Contoh Kompensasi: Tunjangan, Komisi, Insentif, hingga THR! 

Mengelola Keuangan Karyawan Lebih Mudah dengan Sistem HRIS

Bagi perusahaan, literasi finansial seperti pemahaman tentang reksa dana dapat menjadi bagian dari program kesejahteraan karyawan. 

Namun selain memberikan edukasi finansial, HR juga tetap harus memastikan proses administrasi SDM seperti keuangan dan penggajian berjalan secara efisien.

Jika semua proses tersebut masih dilakukan secara manual, risiko kesalahan nominal gaji bisa meningkat dan pekerjaan HR menjadi jauh lebih rumit.

Dashboard Payroll KantorKu HRIS

Untuk itu, Anda bisa menggunakan software payroll seperti KantorKu HRIS yang dapat mengelola seluruh kebutuhan HR dalam satu sistem.

Dengan sistem ini, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai fitur berikut:

  • ATS/Recruitment: Membantu rekrutmen melalui fitur seperti LinkedIn integration, multi-filter screening, advanced search, hingga komunikasi melalui WhatsApp/email.
  • Organization & Employee Self Service: Memudahkan pengelolaan struktur organisasi, database karyawan, hingga memberikan akses self service.
  • Shift & Attendance Management: Mengatur jadwal kerja karyawan, memantau absensi berbasis GPS atau fingerprint, dan memonitor kehadiran karyawan.
  • Payroll, Tax, dan BPJS Integration: Membantu penggajian karyawan dengan perhitungan pajak, BPJS, dan pembuatan slip gaji.
  • Reimbursement Management: Klaim biaya karyawan melalui sistem self service dengan alur persetujuan digital dan pemantauan anggaran.

Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk beralih dari sistem manual ke sistem digital, menggunakan aplikasi HRIS akan mempermudah proses pengelolaan SDM hingga payroll.

Segera book demo gratis hari ini untuk mulai mengelola anggaran operasional SDM secara lebih efisien!

Banner KantorKu HRIS
Dari Rekrutmen Hingga Payroll, Semua Satu Sistem

KantorKu HRIS mengintegrasikan ATS, absensi GPS, hingga perhitungan pajak dalam satu platform untuk sederhanakan administrasi SDM.

Referensi:

Mutual Funds | Investor

Investing in Mutual Funds: What They Are and How They Work | Investopedia

Bagikan

Related Articles

ODP Adalah: Tugas, Syarat, Tahapan, & Gajinya di Perusahaan

ODP adalah program trainee untuk calon pemimpin perusahaan. Gaji ODP bisa Rp5–10 Juta. Seberapa berat seleksinya? Ketahui fakta di sini!
18 Maret 2026

20 Contoh Company Profile Perusahaan Terbaik & Cara Membuatnya

Temukan contoh company profile terbaik dari perusahaan besar, seperti Paragon, Google, Garudafood dan lainnya. Cek cara membuatnya!
18 Maret 2026

Fraud Adalah: Jenis, Contoh & Cara Mencegahnya di Perusahaan

Fraud adalah kecurangan yang merugikan perusahaan hingga 7,7% pendapatan. Kenali jenis, contoh kasus, dan tanda awalnya di perusahaan!
18 Maret 2026