10 Template Interview HR Karyawan & Assessment [+Gratis Download]

Kumpulan template interview HR PDF dan Word untuk berbagai kebutuhan. Pahami juga struktur, cara membuat atau unduh templeta gratis siap pakai.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 24 April 2026
Key Takeaways
Wawancara terstruktur mengurangi bias agar kandidat dinilai dengan parameter kompetensi yang sama
Wawancara bisa menggunakan skala penilaian (1–5) agar keputusan diambil berdasarkan data
Fase wawancara harus mencakup pembukaan, pertanyaan inti, hingga pertanyaan logistik
Pertanyaan behavioral berfokus pada perilaku masa lalu kandidat untuk memprediksi kinerja masa depan
Catatan rekomendasi berfungsi mencatat hasil wawancara untuk kebutuhan audit

Template interview HR bisa menjadi alat bantu bagi HRD saat menjalankan proses wawancara kerja dengan kandidat.

Banyak perusahaan masih mengandalkan pertanyaan spontan atau penilaian yang terlalu bergantung pada kesan pertama saat wawancara. 

Padahal, wawancara yang tidak terstruktur sering membuat hasil seleksi rawan bias. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memiliki template interview HR.

Template interview HR adalah dokumen yang digunakan untuk memandu proses wawancara kandidat. 

Jika memang Anda sedang mengelola rekrutmen dan membutuhkan template untuk memastikan setiap kandidat dinilai dengan kerangka yang sama, pastikan simak dulu struktur, cara membuat atau unduh template siap pakai di bawah ini!

Mengapa HRD Wajib Menggunakan Template Interview?

Wawancara adalah tahap yang paling fleksibel. Karena fleksibel, tahap ini juga paling mudah melenceng jika tidak dipandu dengan format yang jelas. 

Itulah mengapa perlu menggunakan template interview HR agar wawancara lebih rapi dan hasilnya bisa untuk mengambil keputusan.

Jika dijelaskan, berikut beberapa alasan mengapa template interview sebaiknya digunakan;

1. Membuat Wawancara Lebih Konsisten

Tanpa template, setiap interviewer cenderung punya gaya dan pertanyaan sendiri. Akibatnya, kandidat A bisa ditanya hal yang berbeda dari kandidat B, padahal mereka melamar posisi yang sama. Dampaknya, hasil wawancara sulit dibandingkan secara adil.

2. Mengurangi Risiko Bias saat Menilai Kandidat

Template interview HR membantu mengarahkan interviewer kembali ke kriteria kerja yang relevan. 

Artinya, fokus penilaian tidak berhenti pada rasa cocok secara personal, tetapi pada kompetensi, pengalaman, dan potensi kandidat untuk menjaga objektivitas.

3. Menghemat Waktu Tim HR dan User

Jika interviewer harus menyusun pertanyaan dari nol setiap kali ada kandidat, waktu akan banyak terbuang di tahap persiapan. 

Dengan template, HR tinggal menyesuaikan beberapa bagian sesuai posisi. User hiring juga lebih mudah mengikuti alur yang sudah disiapkan. 

4. Membantu Mencatat Hasil Interview dengan Lebih Rapi

Template menyediakan ruang khusus untuk mencatat jawaban, kesan, skor, dan rekomendasi. Dengan begitu, seluruh hasil interview terdokumentasi dengan lebih tertib. 

Ini juga memudahkan saat HR perlu memberikan update ke user atau menyusun contoh form hasil interview untuk kebutuhan internal.

5. Mendukung Pengalaman Kandidat yang Lebih Baik

Kandidat juga bisa merasakan perbedaan antara interview yang terstruktur dan yang tidak. Wawancara yang rapi biasanya terasa lebih profesional dan sesuai dengan posisi yang dilamar. 

Namun, interview yang terlalu acak dapat membuat kandidat bingung. Dengan template, interviewer lebih siap dan kandidat mendapat pengalaman yang lebih positif.

Banner KantorKu HRIS
Tingkatkan Kualitas Hiring dengan Penilaian Berbasis Data!

KantorKu HRIS dilengkapi fitur AI Screening untuk memilah kandidat terbaik, mengirim undangan interview otomatis, serta menyimpan hasil penilaian dalam database terpusat.

Struktur Template Interview HR

Struktur template interview HR perlu disusun dengan urutan yang logis agar interviewer dapat memandu percakapan. Adapun struktur yang sebaiknya ada dalam template interview HR yaitu:

1. Pembukaan dan Perkenalan

Di tahap ini, interviewer biasanya memperkenalkan diri, menjelaskan peran yang sedang dibuka, hingga memberi gambaran singkat tentang alur interview

Contoh:
“Selamat pagi, saya Rina dari tim HR. Hari ini saya akan memandu sesi wawancara untuk posisi Staff Finance. Interview akan berlangsung sekitar 30–45 menit, dimulai dari pengenalan singkat, pengalaman kerja, lalu sesi tanya jawab.”

2. Informasi Umum Kandidat

Setelah pembukaan, interviewer masuk ke bagian yang memuat ringkasan identitas kandidat. Tujuannya untuk memastikan data dasar kandidat benar dan up to date

Bagian ini juga membantu interviewer menyesuaikan arah pertanyaan dengan latar belakang pelamar.

Contoh:
Nama Kandidat: Andi Saputra
Posisi Dilamar: HR Generalist
Tanggal Interview: 12 Juni 2026
Interviewer: Nadia Putri

3. Pertanyaan Umum atau Pemanasan

Bagian ini biasanya dipakai untuk membuka percakapan sebelum masuk ke pertanyaan inti. Pertanyaan umum membantu HR memahami latar belakang kandidat, motivasi mereka melamar, dan cara mereka menjelaskan diri. 

Contoh:

  • “Ceritakan tentang diri Anda.”
  • “Mengapa Anda tertarik melamar posisi ini?”
  • “Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?”

4. Pertanyaan Inti sesuai Posisi

Ini adalah bagian paling penting dalam template karena berhubungan langsung dengan kebutuhan jabatan yang sedang dicari. 

Pertanyaan inti sebaiknya dirancang untuk menggali pengalaman, kompetensi, cara berpikir, dan kesiapan kandidat menjalankan peran tertentu. 

Contoh:

  • “Bagaimana Anda menangani target kerja yang ketat?”
  • “Pernahkah Anda menyusun laporan HR atau payroll? Jelaskan.”
  • “Ceritakan situasi ketika Anda harus menyelesaikan konflik di tempat kerja.”

5. Penilaian Sikap, Karakter, dan Kecocokan Budaya Kerja

Bukan semua kandidat yang kompeten secara teknis akan cocok dengan budaya perusahaan. Karena itu, template perlu memuat bagian yang membantu interviewer menilai gaya kerja untuk mengurangi risiko salah rekrut dari sisi perilaku.

Contoh:

  • “Lingkungan kerja seperti apa yang membuat Anda paling produktif?”
  • “Bagaimana Anda merespons perubahan prioritas kerja?”
  • “Apa yang biasanya memotivasi Anda dalam bekerja?”

6. Penutup dan Pertanyaan dari Kandidat

Bagian penutup memberi ruang bagi kandidat untuk bertanya sekaligus membantu interviewer menutup sesi. Dari pertanyaan kandidat, HR juga bisa melihat tingkat ketertarikan dan kesiapan mereka.

Contoh:

  • “Apakah Anda memiliki pertanyaan terkait posisi atau perusahaan?”
  • “Kami akan menghubungi Anda dalam 3–5 hari kerja ke depan.”
  • “Apakah nomor dan email Anda masih aktif seperti di CV?”

7. Catatan dan Rekomendasi Interviewer

Setelah sesi selesai, interviewer sebaiknya langsung mengisi bagian catatan dan rekomendasi. Bagian ini membantu merangkum kesan umum, kecocokan kandidat, serta alasan mengapa ia layak lanjut atau tidak. 

Contoh:
Komunikasi: 4/5
Pengalaman Relevan: 4/5
Cultural Fit: 3/5
Rekomendasi: Lanjut ke user interview

Baca Juga: 11 Cara Interview Calon Karyawan serta Contoh Pertanyaannya

Komponen dalam Template Interview HR

Selain struktur, template interview yang baik juga harus memuat sejumlah komponen. Bagian ini memastikan tidak ada informasi yang terlewat saat interview berlangsung. 

Jika Anda ingin membuat form pertanyaan interview, maka bisa mulai masukkan beberapa komponen berikut:

1. Data Kandidat

Data ini bertujuan untuk memastikan dokumen interview tidak tertukar, terutama saat perusahaan sedang merekrut banyak orang sekaligus. Informasi dasar ini juga membantu saat hasil interview perlu dibagikan ke user hiring.

Contoh:
Nama: Dita Lestari
Posisi: Recruitment Staff
Tanggal Interview: 20 Juni 2026
Interviewer: HR Manager

2. Pembukaan dan Tujuan Interview

Komponen ini berisi pengantar singkat yang membantu interviewer memulai sesi secara profesional. 

Walau sederhana, bagian ini berguna untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman kepada kandidat tentang apa yang akan dibahas.

Contoh:
“Interview ini bertujuan untuk memahami pengalaman, motivasi, dan kecocokan kandidat terhadap posisi yang dilamar.”

3. Pertanyaan Motivasi dan Latar Belakang

Bagian ini menggali alasan kandidat melamar, pandangan mereka terhadap perusahaan, dan latar pengalaman. Pasalnya HR tidak hanya menilai kemampuan, tetapi juga motivasi dan kejelasan arah kandidat.

Contoh:

  • “Mengapa Anda melamar posisi ini?”
  • “Mengapa Anda tertarik bekerja di perusahaan kami?”
  • “Apa alasan Anda ingin pindah kerja?”

4. Pertanyaan Kompetensi dan Perilaku

Bagian ini biasanya menjadi inti interview. Di sini, HR menggali pengalaman nyata kandidat dan menilai bagaimana mereka bertindak dalam situasi kerja tertentu. Jawaban di bagian ini sering menjadi dasar terkuat dalam evaluasi.

Contoh:

  • “Ceritakan pengalaman bekerja dalam tim.”
  • “Bagaimana Anda menghadapi deadline yang mendesak?”
  • “Apa pencapaian kerja yang paling Anda banggakan?”

5. Pertanyaan Logistik dan Ekspektasi

Komponen ini berkaitan dengan hal-hal praktis yang memengaruhi keputusan hiring. Misalnya ekspektasi gaji, masa notice, atau kesiapan relokasi. 

Walaupun sering diletakkan di akhir, bagian ini sangat penting agar perusahaan tidak terlambat mengetahui kendala administratif.

Contoh:

  • “Berapa ekspektasi gaji Anda?”
  • “Kapan Anda bisa mulai bekerja?”
  • “Apakah Anda bersedia bekerja hybrid atau shift?”

6. Scorecard dan Rekomendasi Akhir

Komponen terakhir adalah lembar evaluasi. Inilah bagian yang membedakan interview biasa dengan interview yang benar-benar bisa dipakai untuk pengambilan keputusan. 

Scorecard membuat hasil penilaian lebih objektif dan mudah dibandingkan, terutama jika interview dilakukan oleh lebih dari satu orang.

Contoh:
Komunikasi: 1–5
Sikap profesional: 1–5
Kesesuaian pengalaman: 1–5
Rekomendasi: Ya / Pertimbangkan / Tidak

Cara Membuat Template Interview yang Efektif

Untuk membuat template interview, tidak cukup hanya menyalin daftar pertanyaan dari internet. Anda perlu menyusunnya berdasarkan posisi yang dibuka dan kebutuhan perusahaan. 

Mari simak langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:

1. Tulis Bagian Pembukaan

Bagian ini menjelaskan alur interview agar kandidat lebih tenang. Jika suasana awal sudah nyaman, kandidat biasanya lebih mudah menjawab dengan jujur dan runtut.

2. Siapkan Pertanyaan Umum

Setelah pembukaan, buat daftar pertanyaan umum yang akan ditanyakan ke semua kandidat. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran dasar yang bisa dibandingkan secara seimbang. 

Pertanyaan umum juga membantu membangun ritme sebelum masuk ke bagian yang lebih teknis.

3. Susun Pertanyaan Inti yang Sesuai dengan Jabatan

Bagian ini perlu disesuaikan dengan posisi yang sedang dicari. Hindari pertanyaan yang bagus di atas kertas tetapi tidak membantu mengevaluasi kemampuan nyata kandidat. 

Utamakan pertanyaan yang memang bisa menunjukkan apakah kandidat mampu menjalankan tugas di posisi tersebut.

4. Rancang Penutup

Penutup interview sering dianggap sepele, padahal bagian ini memengaruhi pengalaman kandidat. 

Pada tahap ini, interviewer perlu memberi kesempatan kandidat bertanya dan menjelaskan langkah selanjutnya. 

5. Sisakan Ruang Catatan yang Cukup

Template yang terlalu padat kadang justru menyulitkan interviewer menulis observasi. Karena itu, selalu sediakan ruang catatan yang cukup agar interviewer bisa menuliskan kesan, poin penting, dan hal yang perlu ditindaklanjuti. 

6. Tambahkan Sistem Penilaian Sederhana

Agar hasil interview tidak hanya berupa kesan subjektif, tambahkan skala penilaian yang mudah dipakai. 

Misalnya 1 sampai 5 untuk komunikasi, pengalaman relevan, kecocokan budaya, dan kesiapan kerja. Ini membuat hasil evaluasi lebih konsisten dan lebih mudah dibaca ulang.

10 Contoh Template Interview HR

Setiap perusahaan punya kebutuhan interview yang berbeda. Karena itu, template yang dipakai juga tidak harus selalu sama persis. 

Mari lihat kumpulan contoh template interview HR yang bisa menjadi bahan referensi Anda:

1. Template Interview HR untuk Karyawan Baru

Template ini bisa digunakan untuk proses wawancara kandidat yang baru pertama kali masuk ke tahap seleksi formal di perusahaan. Isinya hanya data dasar agar HR lebih mudah melakukan screening awal.

Template Interview HR untuk Karyawan Baru | Sumber: Scribd

2. Template Interview HR Assessment Kerja 

Format ini dipakai ketika perusahaan ingin menggali lebih dalam kemampuan kerja kandidat. Pertanyaannya diarahkan pada pengalaman dan kecocokan kandidat dengan tuntutan jabatan.

Template Interview HR Assessment Kerja | Sumber: Scribd

3. Template Interview HR PreInterview

Template pre-interview biasanya digunakan sebelum kandidat masuk ke tahap wawancara utama. 

Fungsinya menyaring kandidat secara awal agar HR dapat memastikan bahwa pelamar memang memenuhi syarat dasar sebelum lanjut ke proses yang lebih mendalam.

Template Interview HR Pre-Interview | Sumber: Scribd

4. Template Interview untuk Penilaian Wawancara

Template ini lebih menekankan pada aspek evaluasi setelah sesi wawancara berlangsung. Di sini terdapat kolom penilaian dan catatan interviewer yang membantu HR membandingkan kandidat secara lebih objektif.

Template Interview untuk Penilaian Karyawan | Sumber: Slideshare

5. Template Interview dengan HRD

Format ini dipakai untuk sesi wawancara yang dipandu langsung oleh HRD sebagai pihak yang menilai kecocokan awal kandidat dengan perusahaan.

Template Interview dengan HRD | Sumber: Scribd

6. Template Interview User

Template user interview digunakan saat kandidat sudah masuk ke tahap penilaian oleh atasan langsung atau user dari divisi terkait. 

Isinya cenderung lebih teknis karena bertujuan melihat apakah kandidat mampu menjalankan pekerjaan sesuai kebutuhan tim.

Template Interview User | Sumber: Scribd

7. Template Interview HR Bahasa Inggris

Template ini dipakai untuk perusahaan yang membutuhkan kandidat dengan kemampuan komunikasi bahasa Inggris, baik aktif maupun pasif. 

Format ini juga menjadi alat awal untuk melihat sejauh mana kandidat mampu memahami pertanyaan dalam bahasa Inggris.

Template Interview HR Bahasa Inggris | Sumber: Scribd

8. Template Interview HR Sederhana

Template sederhana dipakai untuk perusahaan yang ingin menjalankan interview secara ringkas. Pas untuk rekrutmen awal yang tidak memerlukan terlalu banyak pertanyaan teknis.

Template Interview HR Sederhana | Sumber: Scribd

9. Template Interview HR dengan Scorecard

Format ini membantu jika perusahaan ingin membuat hasil interview lebih terukur dan mudah dibandingkan. 

Template Interview HR dengan Scorecard | Sumber: Scribd

10. Template Exit Interview HR

Berbeda dari template interview kandidat, format ini digunakan saat perusahaan mewawancarai karyawan yang akan keluar. Tujuannya untuk memahami alasan resign dan menangkap masukan untuk perusahaan.

Template Exit Interview HR | Sumber: Scribd

Baca Juga: Menilai Jawaban “Mengapa Kami Harus Menerima Anda” Saat Interview: Tips Praktis untuk HRD

Banner KantorKu HRIS
Tingkatkan Kualitas Hiring dengan Penilaian Berbasis Data!

KantorKu HRIS dilengkapi fitur AI Screening untuk memilah kandidat terbaik, mengirim undangan interview otomatis, serta menyimpan hasil penilaian dalam database terpusat.

Download Form Template Interview HR Gratis!

Template Interview HR

Memiliki template interview yang rapi akan membuat proses wawancara jauh lebih terarah. Interviewer pun tidak perlu lagi memulai dari nol setiap kali ada kandidat baru. 

Jika saat ini Anda sedang menyusun sistem interview internal, menyediakan template dasar adalah langkah awal yang tepat. 

Daripada menyusun semuanya dari awal setiap kali membuka lowongan, lebih praktis jika Anda mulai dari template yang sudah jadi berikut. 

Silakan isi formulir unduhan berikut untuk mendapatkannya!

Peran HRIS dalam Mengelola Interview Karyawan

Setelah template interview tersusun dengan baik, tantangan berikutnya adalah pengelolaannya. Masalah biasanya muncul ketika kandidat sudah banyak. 

Pada tahap ini, HRIS berperan untuk mengubah proses yang tadinya tersebar di banyak file menjadi lebih terpusat.

HRIS menjadi penghubung antara proses interview, onboarding, hingga administrasi karyawan setelah kandidat diterima. Jika dipecah, maka berikut berbagai perannya:

1. Menyatukan Data Kandidat dalam Satu Dashboard

Saat rekrutmen masih manual, data kandidat sering tersebar di folder yang berbeda-beda. Akibatnya, HR menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari dokumen. 

Dengan HRIS, seluruh data kandidat bisa dikumpulkan dalam satu dashboard sehingga lebih mudah dipantau dari tahap apply hingga interview.

2. Mempermudah Tracking Jadwal dan Tahapan Interview

Ketika interview dilakukan dalam beberapa tahap, koordinasinya bisa cukup rumit. HR perlu mengatur jadwal, memastikan kandidat hadir, dan menyimpan hasil evaluasi dari tiap sesi. 

HRIS membantu membuat alur ini lebih tertib karena setiap tahap bisa dilacak dari sistem yang sama.

3. Membantu Screening Lebih Cepat

Template interview yang rapi akan jauh lebih bermanfaat jika hasilnya bisa langsung disimpan dan dianalisis dalam sistem. 

Dengan pendekatan ini, HR bisa langsung memiliki data yang lebih mudah dibaca untuk pengambilan keputusan. 

4. Menyambungkan Interview ke Proses Onboarding

Banyak perusahaan masih memisahkan data interview dan data onboarding. Akibatnya, saat kandidat diterima, HR harus input ulang berbagai informasi dari awal. 

HRIS membantu mengurangi pekerjaan ganda ini karena data kandidat yang lolos dapat diteruskan ke proses onboarding.

5. Menghubungkan Rekrutmen dengan Administrasi HR Lainnya

Setelah kandidat resmi bergabung, data mereka bisa terhubung ke modul lain seperti absensi, payroll, database karyawan, KPI, dan administrasi HR secara umum. 

Artinya, interview bukan lagi proses yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari alur manajemen SDM yang lebih utuh.

Siapkan Take Home Test, Interview, & Onboarding dalam Satu Dashboard KantorKu HRIS!

Ketika kebutuhan hiring mulai meningkat, cara kerja manual akan sulit dipertahankan. Oleh karena itu, akan lebih maksimal jika Anda menggunakan aplikasi rekrutmen karyawan dari KantorKu HRIS.

Dengan KantorKu HRIS, Anda dapat mengelola proses HR dalam satu dashboard terpusat, mulai dari rekrutmen, penyimpanan data kandidat, hingga kebutuhan HR lain seperti absensi, payroll, KPI, dan database SDM. 

Dashboard Rekrutmen KantorKu HRIS

KantorKu HRIS dapat membantu Anda mengurangi beban administratif dan mempercepat proses kerja melalui fitur:

  • Kirim Tes & Email Otomatis: Mengirim undangan interview, tes kompetensi, atau take home test kepada banyak kandidat sekaligus hanya dengan satu klik.
  • Screening CV Berbasis AI: Memangkas waktu seleksi dengan teknologi AI yang otomatis menyaring pelamar sesuai kualifikasi spesifik perusahaan.
  • Integrasi Loker LinkedIn: Mengunggah lowongan kerja sekali klik dan otomatis tersebar ke LinkedIn serta berbagai job portal secara gratis.
  • Database Kandidat Tanpa Batas: Menyimpan seluruh histori pelamar dan hasil tes, memudahkan pencarian talenta di masa mendatang (talent pool).
  • Onboarding Terintegrasi: Mengonversi data kandidat yang lolos langsung menjadi database karyawan aktif tanpa perlu melakukan input ulang data.

Jika Anda mulai merasa proses manual sudah terlalu menyita waktu, saatnya book demo gratis KantorKu HRIS untuk mulai mengubah cara kerja Anda agar lebih serba otomatis dan praktis!

Banner KantorKu HRIS
Tingkatkan Kualitas Hiring dengan Penilaian Berbasis Data!

KantorKu HRIS dilengkapi fitur AI Screening untuk memilah kandidat terbaik, mengirim undangan interview otomatis, serta menyimpan hasil penilaian dalam database terpusat.

Referensi:

Free Interview Template and Comprehensive Guide To Using It | AIHR

Bagikan

Related Articles

10 Template Penilaian Kandidat Wawancara Sederhana [+Gratis Template]

Kumpulan template penilaian kandidat agar hasil interview karyawan baru lebih objektif. Pahami juga komponen dan kesalahan yang perlu dihindari.

10 Contoh Template Interview User Word & Excel [+Gratis Download]

Pelajari template interview user lengkap mulai dari struktur, komponen, tips penggunaan, hingga 10 contoh siap pakai.

10 Contoh Template Screening Kandidat HRD [+ Download Gratis]

Cek template screening kandidat mulai dari struktur, komponen, cara membuat, hingga 10 contoh siap pakai. Bisa download gratis!