100 Contoh Tes Psikotes Kepribadian & Jawabannya: MBTI, DISC, RIASEC, hingga SSCT

Butuh acuan rekrutmen? Cek 100 contoh soal tes psikotes kepribadian (MBTI, DISC, Big Five, RIASEC) lengkap dengan jawabannya.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 23 April 2026
Key Takeaways
Tes psikotes kepribadian membantu menilai karakter, motivasi, dan gaya kerja karyawan.
Terdapat 13 jenis tes populer, termasuk EPPS, Rorschach, RIASEC, MBTI, dan Big Five.
Contoh soal psikotes membantu HR memahami tipe pertanyaan dan cara interpretasi.
Memahami tes dan interpretasinya membantu persiapan dan evaluasi kandidat menjadi lebih efektif.
KantorKu HRIS mempermudah onboarding karyawan baru secara mandiri dan efisien.

Tes psikotes kepribadian adalah salah satu metode penting yang digunakan HRD untuk memahami karakter calon karyawan. Melalui tes ini, Anda bisa menilai apakah kandidat memiliki kepribadian yang sesuai dengan budaya perusahaan dan kebutuhan posisi.

Pasalnya, kepribadian akan memengaruhi cara seseorang bekerja, berkomunikasi, hingga beradaptasi dalam tim.

Dengan memahami berbagai jenis tes psikotes kepribadian, Anda dapat menyusun proses seleksi yang lebih objektif dan efektif. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan contoh soal yang tepat untuk menggali potensi kandidat secara maksimal.

Nah, artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, tujuan, jenis-jenis tes, hingga contoh soal tes psikotes kepribadian yang bisa Anda gunakan dalam rekrutmen.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Tes Psikotes Kepribadian?

Tes Psikotes Kepribadian | Sumber: SMWOL

Tes psikotes kepribadian adalah alat ukur psikologis yang digunakan untuk menilai karakter, emosi, motivasi, dan pola perilaku seseorang.

Berbeda dengan tes inteligensi (IQ) yang mengukur kemampuan kognitif, psikotes kepribadian lebih fokus pada bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain, menangani stres, serta preferensi kerjanya

Menurut American Psychological Association, psychological testing dapat digunakan untuk mengukur atribut psikologis secara objektif dan sistematis.

Hal ini menjadikan tes psikotes kepribadian sebagai alat yang cukup andal dalam proses seleksi karyawan.

Oleh karena itu, tes ini sering digunakan untuk membantu perusahaan memahami apakah karakter kandidat sesuai dengan budaya kerja dan tuntutan jabatan, sehingga proses rekrutmen menjadi lebih tepat sasaran dan minim risiko mismatch.

Secara umum, hasil tes psikotes kepribadian diperoleh dari beberapa metode berikut:

  • Jawaban kuesioner, seperti pada tes MBTI atau Big Five Personality.
  • Respons terhadap stimulus, misalnya gambar atau studi kasus situasional.
  • Interpretasi jawaban terbuka, seperti pada tes kalimat tidak lengkap.

Saat ini, tes juga banyak tersedia dalam format digital, mulai dari tes MBTI online, psikotes in English, hingga dokumen tes psikotes kepribadian PDF yang praktis digunakan dalam proses rekrutmen.

Baca Juga: 50+ Contoh Soal Psikotes untuk Seleksi Kandidat & Cara Mengerjakannya

Banner KantorKu HRIS
Permudah Rekrutmen dan Tes Psikotes Kandidat

Dengan KantorKu HRIS, Anda bisa mulai mengelola tes psikotes kandidat dan proses rekrutmen secara lebih mudah dan efisien.

Tujuan Tes Psikotes Kepribadian

Tes psikotes kepribadian tidak hanya digunakan sebagai alat seleksi, tetapi juga memiliki berbagai tujuan penting dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Berikut beberapa tujuan utama tes psikotes kepribadian:

1. Menilai Kecocokan Kandidat dengan Posisi dan Budaya Perusahaan

Tes psikotes membantu Anda mengetahui apakah karakter kandidat sesuai dengan tuntutan pekerjaan dan budaya kerja perusahaan. Hal ini penting agar karyawan dapat beradaptasi dengan cepat dan bekerja secara optimal dalam tim.

2. Memahami Potensi dan Karakter Individu

Melalui tes ini, Anda bisa melihat kelebihan, kekurangan, serta motivasi dasar seseorang. Informasi ini membantu dalam memahami bagaimana kandidat akan berkembang di lingkungan kerja.

3. Menganalisis Respons Emosi dan Perilaku

Tes psikotes kepribadian juga digunakan untuk melihat bagaimana seseorang menghadapi tekanan, konflik, atau situasi sulit. Dari sini, Anda bisa menilai stabilitas emosi dan cara kandidat mengambil keputusan.

4. Mendukung Pengembangan Karier Karyawan

Hasil tes dapat digunakan untuk merancang pengembangan karier yang lebih tepat. Dengan memahami karakter karyawan, Anda bisa menempatkan mereka pada peran yang sesuai dengan potensi dan minatnya.

5. Mengoptimalkan Kecocokan dalam Tim Kerja

Tes ini membantu Anda memahami dinamika kepribadian dalam tim. Dengan komposisi tim yang tepat, kolaborasi menjadi lebih efektif dan produktivitas kerja dapat meningkat.

Baca Juga: Panduan Menyusun SOP Rekrutmen Karyawan Baru untuk HRD

Jenis-jenis Tes Psikotes Kepribadian

Tes psikotes kepribadian tersedia dalam berbagai jenis, masing-masing dirancang untuk mengukur aspek tertentu dari karakter, motivasi, dan perilaku seseorang. Berikut penjelasan tiap jenis tes:

1. Tes EPPS (Edward Personal Preference Schedule)

Tes EPPS adalah tes preferensi kepribadian yang dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan psikologis dan preferensi perilaku seseorang dalam kehidupan sehari‑hari.

Tes ini biasanya terdiri dari pasangan pernyataan, dan peserta harus memilih pernyataan yang paling sesuai dengan dirinya.

Hasilnya menunjukkan prioritas kebutuhan individu seperti motivasi berprestasi, keteraturan, hubungan sosial, serta kestabilan emosi.

Tes ini berguna dalam konteks rekrutmen untuk memahami motivasi dan kecenderungan kepribadian kandidat tanpa membandingkan mereka langsung dengan orang lain.

2. Tes Rorschach

Tes Rorschach | Sumber: iStock

Tes Rorschach adalah salah satu tes proyektif klasik yang menggunakan 10 gambar tinta yang ambigu. Peserta diminta menjelaskan gambaran yang mereka lihat pada tiap gambar.

Metode ini membantu menilai:

  • Cara peserta memproses informasi tidak jelas
  • Respons emosional terhadap stimulus ambigu
  • Pola pikir bawah sadar

Tes ini sering digunakan oleh psikolog klinis untuk menggali bagian kepribadian yang tidak mudah diukur lewat kuesioner biasa. Meskipun interpretasinya memerlukan pelatihan khusus, Rorschach tetap menjadi contoh penting dari tes proyektif dalam asesmen psikologis

3. Tes RIASEC

Tes RIASEC dikembangkan oleh John L. Holland sebagai model klasifikasi minat dan kecocokan karier. Tes ini membagi preferensi kepribadian seseorang ke dalam enam tipe utama yang berkaitan dengan aktivitas dan lingkungan kerja:

  • Realistic (praktis dan teknis)
  • Investigative (analitis dan riset)
  • Artistic (kreatif dan ekspresif)
  • Social (kooperatif dan membantu orang lain)
  • Enterprising (berorientasi pada pengaruh dan bisnis)
  • Conventional (teliti dan terstruktur)

Melansir ProProfs, hasil RIASEC membantu HR atau konselor karier menentukan bidang pekerjaan atau peran yang paling sesuai dengan minat dan kepribadian seseorang. 

4. Tes Enneagram

Tes Enneagram adalah model kepribadian yang mengelompokkan individu dalam sembilan tipe kepribadian berbeda. Setiap tipe mencerminkan motivasi dasar, pola perilaku, dan cara individu menghadapi stres atau konflik emosional.

Enneagram sering dipakai dalam pengembangan diri dan dinamika tim karena dapat membantu memahami pola motivasi masing‑masing anggota tim secara lebih mendalam.

5. Tes Big Five Personality

Tes Big Five Personality | Sumber: GeeksforGeeks

Tes Big Five (atau OCEAN) adalah salah satu model kepribadian yang paling ilmiah dan penelitian‑based. Tes ini mengukur lima dimensi utama kepribadian:

  • Openness (kreativitas dan keterbukaan pengalaman)
  • Conscientiousness (ketelitian dan tanggung jawab)
  • Extraversion (keterbukaan sosial dan energi)
  • Agreeableness (keramahan dan sifat kooperatif)
  • Neuroticism (ketahanan emosional atau kecenderungan cemas)

Model ini digunakan secara luas dalam penelitian psikologi dan organisasi karena mampu menangkap perbedaan trait yang stabil antar individu secara kuantitatif.

6. Tes 4 Tipe Kepribadian Manusia

Jenis ini mengelompokkan individu berdasarkan teori temperamen klasik ke dalam empat tipe:

  • Sanguinis (ekspresif dan sosial)
  • Melankolis (analitis dan perfeksionis)
  • Koleris (tegas dan dominan)
  • Plegmatis (tenang dan bersahaja)

Tes ini sederhana dan sering digunakan untuk memahami gaya komunikasi, reaksi terhadap konflik, serta preferensi kerja tim.

Baca Juga: Contoh Tes Pauli: Jawaban, Tujuan, Cara Penilaian, & Tips Analisis

7. Tes DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Compliance)

Tes DISC mengukur gaya perilaku seseorang di lingkungan kerja melalui empat dimensi utama:

  • Dominance (tegas, target‑oriented)
  • Influence (persuasif dan komunikatif)
  • Steadiness (stabil, konsisten, penyabar)
  • Compliance (patuh aturan, teliti)

Model DISC cocok untuk menilai cara bekerja dalam tim, gaya komunikasi, dan preferensi kolaborasi, terutama dalam pengembangan tim dan budaya kerja. 

8. Tes Karakteristik Pribadi/Situational Judgment Test

Jenis ini menggunakan situasi kerja nyata sebagai stimulus. Peserta diberi skenario pekerjaan dan diminta memilih jawaban terbaik yang mereka anggap paling mencerminkan cara mereka bereaksi atau memutuskan. Tes ini menilai:

  • Etika kerja
  • Kemampuan mengambil keputusan
  • Sikap profesional terhadap tantangan kerja

Biasanya digunakan oleh HR untuk melihat kecocokan perilaku kandidat dalam konteks kerja nyata.

9. Tes Kepribadian MBTI

Tes Kepribadian MBTI | Sumber: Meet My Job

MBTI adalah tes kepribadian yang membagi individu menjadi 16 tipe berdasarkan empat dimensi preferensi:

  • Extraversion vs Introversion
  • Sensing vs Intuition
  • Thinking vs Feeling
  • Judging vs Perceiving

Meski populer di dunia kerja dan pengembangan tim, model ini lebih bersifat deskriptif daripada prediktif performa kerja dan beberapa penelitian modern menganggapnya kurang kuat secara ilmiah dibanding model trait‑based seperti Big Five.

10. Tes SSCT (Sack’s Sentence Completion Test)

SSCT adalah tes proyektif yang meminta peserta melengkapi kalimat yang belum selesai. Jawaban spontan dipakai untuk melihat nilai internal, pandangan hidup, serta tema emosional yang kuat pada diri individu.

Tes ini sering dipakai dalam seleksi kerja, konseling, dan asesmen psikologis klinis.

11. Tes Kepribadian Gambar

Dalam tes ini, peserta diminta menggambar objek tertentu seperti rumah, pohon, atau orang. Analisis gambar mengungkapkan sisi kreativitas, hubungan sosial, serta kecenderungan emosional yang tidak mudah diukur lewat kuesioner tradisional.

12. Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)

Tes RMIB mengevaluasi minat bidang profesi seseorang dengan meminta peserta memilih pekerjaan yang paling dan tidak disukai dari daftar.

Hasil tes memberi gambaran tentang kecocokan individu dengan bidang profesi atau jurusan yang relevan.

13. Tes WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale)

Walaupun fokus utamanya pada kecerdasan umum (IQ), WAIS juga menilai aspek‑aspek yang berkaitan dengan kepribadian kerja seperti kemampuan berpikir logis, pemahaman verbal, dan memori kerja.

Tes ini sering dipakai bersama alat kepribadian lain untuk memberikan profil komprehensif seseorang.

Baca Juga: Tes Kraepelin: Pengertian, Fungsi dan Contohnya dalam Rekrutmen HRD

Banner KantorKu HRIS
ngin Proses Rekrutmen Lebih Cepat dan Objektif?

Gunakan KantorKu HRIS untuk menyiapkan tes psikotes, mengelola data kandidat, dan memantau hasil asesmen secara real-time.

100 Contoh Soal Tes Kepribadian 

Berikut ini contoh-contoh soal yang umum digunakan dalam tes psikotes kepribadian untuk kebutuhan rekrutmen karyawan. Anda dapat memanfaatkannya sebagai referensi dalam menyusun proses seleksi atau menggali karakter kandidat secara lebih mendalam.

1. Tes EPPS (Edward Personal Preference Schedule)

Tes EPPS digunakan untuk melihat kebutuhan psikologis kandidat melalui pilihan dua pernyataan.

Contohnya:

  1. Saya senang menyelesaikan pekerjaan dengan standar tinggi. (Ach)
    Saya merasa nyaman bekerja dalam tim yang solid. (Aff)
  2. Saya suka membuat rencana kerja yang terstruktur. (Ord)
    Saya lebih suka bekerja tanpa aturan yang terlalu ketat. (Aut)
  3. Saya senang membantu rekan kerja yang kesulitan. (Nur)
    Saya ingin mendapatkan pengakuan atas hasil kerja saya. (Ach)
  4. Saya nyaman mengikuti arahan atasan. (Def)
    Saya lebih suka mengambil keputusan sendiri. (Aut)
  5. Saya menyukai rutinitas kerja yang stabil. (End)
    Saya menyukai perubahan dan tantangan baru. (Chg)
  6. Saya ingin menjadi pusat perhatian dalam tim. (Exh)
    Saya lebih nyaman bekerja di balik layar. (Aut)
  7. Saya mengutamakan kerja sama tim. (Aff)
    Saya fokus pada pencapaian pribadi. (Ach)
  8. Saya mudah meminta bantuan saat kesulitan. (Suc)
    Saya berusaha menyelesaikan masalah sendiri. (Aut)
  9. Saya suka memimpin tim dalam proyek. (Dom)
    Saya lebih suka menjadi anggota tim. (Aff)
  10. Saya tertarik mencoba cara kerja baru. (Chg)
    Saya lebih nyaman dengan cara kerja lama. (End) 

2. Tes Rorschach

Tes Rorschach digunakan untuk melihat bagaimana kandidat memproyeksikan persepsi dan imajinasi mereka pada bentuk visual abstrak.

  1. Gambar 1

Arti gambar:

Kartu ini didominasi warna hitam keabu-abuan dengan 4 area “white-space“.

Area percikan keabu-abuan terbagi menjadi 3 bagian: satu di tengah, dua di sisi kiri dan kanan. Kartu ini menilai kemampuan subjek menyesuaikan diri dengan situasi baru, karena kecepatan dan cara merespon menunjukkan daya adaptasi.

Respon kandidat:

  • Kandidat yang memperhatikan keseluruhan bentuk (whole blot) biasanya melihat binatang bersayap, seperti ngengat atau kelelawar.
  • Kandidat yang lebih imajinatif dapat melihat berbagai sisi, termasuk figur manusia yang sedang bergerak. Bagian tengah sering diproyeksikan sebagai orang dalam keadaan gerak, misal seorang wanita sedang bergerak.
  1. Gambar 2

Arti gambar:

Kartu ini merupakan kartu berwarna pertama yang biasanya ditemui. Terlihat terbagi menjadi area hitam keabu-abuan di atas, bercak-bercak merah di bawah, dan white space di antara keduanya.

Kartu ini dikenal sebagai kartu agresi karena dapat memunculkan potensi agresivitas dalam respon kandidat.

Respon kandidat:

  • Kandidat biasanya merespons area hitam dan merah secara terpisah.
  • Kandidat yang mampu mengintegrasikan warna hitam dan merah akan melihat keseluruhan area sebagai satu konsep.
  • Area merah sering dikaitkan dengan respon emosional atau seksual, sedangkan area hitam biasanya diproyeksikan sebagai figur manusia atau hewan, sering dalam bentuk bergerak.

3. Tes RIASEC

Mintalah kandidat memilih satu aktivitas yang paling mereka sukai di tiap kelompok. Jawaban menunjukkan tipe RIASEC dominan kandidat.

  1. Aktivitas mana yang paling menarik untuk kandidat?
  1. Memperbaiki sepeda motor atau alat rumah tangga (Realistic)
  2. Mengobservasi dan meneliti fenomena alam (Investigative)
  3. Menulis cerita atau puisi kreatif (Artistic)
  4. Membimbing teman atau adik belajar (Social)
  5. Mengatur acara atau memimpin tim proyek (Enterprising)
  6. Menyusun arsip dan dokumen penting (Conventional)
  7. Pilihan pekerjaan yang paling sesuai dengan minat kandidat:
  1. Teknisi komputer (Realistic)
  2. Analis data atau statistik (Investigative)
  3. Illustrator atau desainer interior (Artistic)
  4. Konselor pendidikan (Social)
  5. Pengusaha atau manajer penjualan (Enterprising)
  6. Staf administrasi atau sekretaris (Conventional)
  7. Aktivitas sehari-hari yang paling disukai:
  1. Memasang peralatan elektronik (Realistic)
  2. Membuat percobaan ilmiah di laboratorium (Investigative)
  3. Membuat musik atau lukisan (Artistic)
  4. Menjadi relawan untuk membantu masyarakat (Social)
  5. Menyusun strategi untuk kampanye atau promosi (Enterprising)
  6. Mengorganisir jadwal dan dokumen kerja (Conventional)
  7. Aktivitas favorit di waktu luang:
  1. Memperbaiki motor atau alat listrik (Realistic)
  2. Menyelesaikan teka-teki atau masalah logika (Investigative)
  3. Menulis blog atau membuat konten kreatif (Artistic)
  4. Mengajar anak-anak atau membimbing teman (Social)
  5. Memimpin kelompok dalam proyek atau permainan (Enterprising)
  6. Menyusun koleksi data atau inventaris (Conventional)
  7. Pilihan pekerjaan yang paling menarik menurut kandidat:
  1. Insinyur atau teknisi lapangan (Realistic)
  2. Peneliti ilmiah atau analis laboratorium (Investigative)
  3. Seniman, penulis, atau desainer (Artistic)
  4. Guru, konselor, atau pekerja sosial (Social)
  5. Manajer proyek atau supervisor tim (Enterprising)
  6. Akuntan, pustakawan, atau staf administrasi (Conventional)
  7. Aktivitas yang paling memotivasi:
  1. Memperbaiki peralatan rumah tangga yang rusak (Realistic)
  2. Menganalisis data untuk menemukan pola (Investigative)
  3. Menghasilkan karya seni atau musik baru (Artistic)
  4. Membantu teman memecahkan masalah pribadi (Social)
  5. Memimpin proyek atau kegiatan komunitas (Enterprising)
  6. Mengorganisir file, jadwal, atau dokumen (Conventional)
  7. Aktivitas pekerjaan yang paling memuaskan:
  1. Memasang atau membangun sesuatu dengan tangan sendiri (Realistic)
  2. Meneliti masalah atau fenomena baru (Investigative)
  3. Menggambar, menulis, atau berkreasi (Artistic)
  4. Menjadi mentor atau pelatih (Social)
  5. Mengatur strategi dan mengambil keputusan tim (Enterprising)
  6. Menyusun laporan atau dokumentasi proyek (Conventional)
  7. Aktivitas yang lebih disukai saat bekerja dalam tim:
  1. Menyelesaikan tugas teknis (Realistic)
  2. Meneliti informasi dan mempresentasikannya (Investigative)
  3. Membuat ide kreatif untuk tim (Artistic)
  4. Memberi dukungan dan membimbing anggota tim (Social)
  5. Mengatur dan memimpin jalannya proyek (Enterprising)
  6. Menyusun catatan dan prosedur kerja tim (Conventional)
  7. Aktivitas yang kandidat lebih suka lakukan di pekerjaan:
  1. Memperbaiki atau merakit alat-alat (Realistic)
  2. Mengumpulkan dan menganalisis data (Investigative)
  3. Menciptakan desain, musik, atau karya seni (Artistic)
  4. Mengajar, melatih, atau membimbing (Social)
  5. Memimpin tim, membuat rencana, atau presentasi (Enterprising)
  6. Mengatur dokumen, catatan, dan jadwal (Conventional)
  7. Aktivitas yang paling membuat kandidat merasa puas:
  1. Memperbaiki sesuatu yang rusak (Realistic)
  2. Meneliti masalah dan menemukan solusi (Investigative)
  3. Membuat karya kreatif atau dekorasi (Artistic)
  4. Membantu orang lain mencapai tujuan mereka (Social)
  5. Mengorganisir acara atau memimpin kelompok (Enterprising)
  6. Menyelesaikan tugas administratif secara rapi (Conventional)

4. Tes Enneagram

Mintalah kandidat memilih satu jawaban yang paling sesuai dengan diri mereka. Setiap jawaban merepresentasikan tipe Enneagram tertentu.

  1. Bagaimana cara kamu membuat keputusan?
  1. Berdasarkan logika, aturan, dan apa yang benar secara moral. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Berdasarkan perasaan dan bagaimana hal itu mempengaruhi orang lain. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Berdasarkan efektivitas dan hasil terbaik untuk mencapai tujuan. (Tipe 3 – Pencapai)
  4. Apa dorongan terbesarmu saat bekerja?
  1. Memastikan segala sesuatu terorganisir, rapi, dan sesuai standar. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Membantu rekan kerja dan membangun hubungan yang harmonis. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Ingin diakui atas prestasi dan produktivitas saya. (Tipe 3 – Pencapai)
  4. Ketika menghadapi konflik, reaksi kamu biasanya:
  1. Menegakkan aturan atau prinsip yang diyakini benar. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Mencari cara untuk menyenangkan orang lain atau menghindari ketegangan. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Fokus mencari solusi yang cepat dan efisien agar masalah selesai. (Tipe 3 – Pencapai)
  4. Apa yang membuatmu merasa puas di akhir hari kerja?
  1. Semua pekerjaan selesai sesuai rencana dan standar. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Membantu orang lain dan membangun hubungan positif. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Mencapai target atau mendapatkan pengakuan atas kerja keras. (Tipe 3 – Pencapai)
  4. Dalam proyek kelompok, peran yang biasanya kamu ambil:
  1. Mengawasi agar semua berjalan sesuai aturan dan prosedur. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Memastikan semua anggota merasa didukung dan dihargai. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Memimpin atau mengambil tanggung jawab untuk mencapai hasil terbaik. (Tipe 3 – Pencapai)
  4. Apa yang biasanya membuatmu merasa stres atau tertekan?
  1. Ketidakrapian atau ketidakteraturan dalam pekerjaan. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Tidak bisa membantu orang yang membutuhkan. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Tidak diakui atau gagal mencapai tujuan. (Tipe 3 – Pencapai)
  4. Dalam mengambil keputusan penting, kamu biasanya:
  1. Mempertimbangkan prinsip dan standar moral terlebih dahulu. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Memikirkan bagaimana keputusan itu mempengaruhi orang lain. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Fokus pada hasil dan keberhasilan yang dapat dicapai. (Tipe 3 – Pencapai)
  4. Apa motivasi terbesarmu dalam mencapai tujuan pribadi?
  1. Menjadi orang yang konsisten, disiplin, dan terhormat. (Tipe 1 – Perfeksionis)
  2. Membantu dan didukung oleh orang lain, membangun hubungan. (Tipe 2 – Penolong)
  3. Mencapai prestasi yang diakui dan membanggakan. (Tipe 3 – Pencapai)

5. Tes Big Five Personality

Di bawah ini adalah contoh soal yang bisa digunakan HRD untuk menilai karakter kandidat. Peserta diminta memilih tingkat persetujuan dari “Sangat Tidak Setuju” hingga “Sangat Setuju”.

NoPernyataanSangat Tidak SetujuTidak SetujuNetralSetujuSangat Setuju
31Saya senang mencoba hal-hal baru dan berbeda dari biasanya. (O)
32Saya cenderung merencanakan semua kegiatan dengan detail sebelum melaksanakannya. (C)
33Saya merasa nyaman berada di tengah-tengah keramaian dan bersosialisasi dengan banyak orang. (E)
34Saya mudah berempati dan peduli terhadap perasaan orang lain. (A)
35Saya mudah berempati dan peduli terhadap perasaan orang lain. (A)
36Saya memiliki imajinasi yang aktif dan sering memikirkan kemungkinan baru. (O)
37Saya selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan sesuai standar. (C)
38Saya senang memimpin diskusi atau menjadi pusat perhatian dalam kelompok. (E)
39Saya biasanya bersikap ramah dan mudah bergaul dengan orang baru. (A)
40Saya cepat merasa frustrasi atau tersinggung ketika menghadapi masalah. (N)

6. Tes 4 Tipe Kepribadian Manusia

Berikut contoh soal yang bisa digunakan untuk menilai kecenderungan tipe kepribadian:

  1. Saat bekerja dalam tim, kamu cenderung:
  1. Menjadi pusat perhatian dan menghidupkan suasana. (Sanguinis)
  2. Memperhatikan detail dan memastikan semua pekerjaan rapi. (Melankolis)
  3. Mengambil keputusan cepat dan memimpin arah tim. (Koleris)
  4. Bekerja dengan tenang dan mengikuti alur kelompok. (Plegmatis)
  5. Dalam menghadapi masalah baru, kamu biasanya:
  1. Mengajak orang lain berdiskusi dan mencari ide bersama. (Sanguinis)
  2. Menganalisis masalah secara mendalam sebelum bertindak. (Melankolis)
  3. Langsung mengambil tindakan untuk menyelesaikan masalah. (Koleris)
  4. Menunggu situasi lebih jelas sebelum bertindak. (Plegmatis)
  5. Saat diberi tugas tambahan, reaksi pertamamu adalah:
  1. Merasa antusias dan bersemangat untuk mencobanya. (Sanguinis)
  2. Membuat rencana rinci agar bisa selesai dengan baik. (Melankolis)
  3. Menyusun strategi untuk menyelesaikan secepat mungkin. (Koleris)
  4. Menyesuaikan diri dengan cara tim mengerjakannya. (Plegmatis)
  5. Dalam berkomunikasi dengan rekan kerja, kamu lebih suka:
  1. Bersikap ramah, ceria, dan interaktif. (Sanguinis)
  2. Menyampaikan fakta dan informasi dengan detail. (Melankolis)
  3. Tegas, jelas, dan fokus pada tujuan. (Koleris)
  4. Mendengarkan lebih banyak dan menjaga ketenangan. (Plegmatis)
  5. Saat menghadapi kritik, kamu biasanya:
  1. Menanggapinya dengan santai dan bercanda. (Sanguinis)
  2. Memikirkan kritik tersebut secara mendalam dan memperbaiki diri. (Melankolis)
  3. Menjawab secara langsung dan mempertahankan pendapat. (Koleris)
  4. Menerima kritik tanpa menimbulkan konflik. (Plegmatis)
  5. Dalam proyek baru, gaya kerjamu cenderung:
  1. Kreatif, spontan, dan penuh ide baru. (Sanguinis)
  2. Sistematis, teliti, dan berorientasi kualitas. (Melankolis)
  3. Berorientasi hasil, cepat, dan tegas. (Koleris)
  4. Menyesuaikan diri dengan alur dan ritme kelompok. (Plegmatis)
  5. Saat menghadiri acara sosial di luar pekerjaan, kamu biasanya:
  1. Mudah bergaul dan menjadi pusat perhatian. (Sanguinis)
  2. Memperhatikan setiap detail dan memilih tempat nyaman. (Melankolis)
  3. Mengarahkan kegiatan agar berjalan tertib. (Koleris)
  4. Mengamati lingkungan terlebih dahulu, baru berinteraksi. (Plegmatis) 

7. Tes DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Compliance)

Peserta diminta memilih satu yang Paling/Most (M) dan satu yang Paling Tidak/Least (L) menggambarkan dirinya. Kode dalam kurung menunjukkan dimensi DISC: D = Dominance, I = Influence, S = Steadiness, C = Compliance.

NoPernyataanM (Most)L (Least)
Berani mengambil keputusan penting (D)
Mudah bergaul dan memotivasi orang lain (I)
Sabar dan menenangkan suasana (S)
Memperhatikan aturan dan prosedur (C)
Suka menghadapi tantangan baru (D)
Pandai berkomunikasi dan meyakinkan orang lain (I)
Stabil, tidak mudah terpengaruh emosi (S)
Teliti dan cermat dalam pekerjaan (C)
Cepat mengambil inisiatif (D)
Ramah, ekspresif, dan memotivasi tim (I)
Konsisten dalam rutinitas pekerjaan (S)
Mengikuti prosedur dan standar kerja (C)
Menyukai kontrol dan pengaruh terhadap orang lain (D)
Suka berinteraksi dan berjejaring (I)
Mengutamakan kerjasama dan harmoni (S)
Fokus pada kualitas dan akurasi (C)
Fokus pada kualitas dan akurasi (C)
Kreatif dan penuh ide baru (I)
Suka rutinitas dan lingkungan stabil (S)
Memeriksa detail dan mematuhi aturan (C)
Berorientasi pada hasil dan pencapaian target (D)
Ramah, ceria, dan memengaruhi orang lain (I)
Tenang, sabar, dan suportif (S)
Disiplin dan patuh terhadap prosedur (C)
Suka memimpin tim dan memegang kendali (D)
Senang membangun relasi dan persuasif (I)
Senang membangun relasi dan persuasif (I)
Memastikan setiap tugas sesuai aturan (C)
Berani mengambil risiko untuk hasil maksimal (D)
Bersemangat dan ramah kepada orang baru (I)
Tetap tenang dan tidak terburu-buru (S)
Mengutamakan kepatuhan dan standar (C)

8. Tes Karakteristik Pribadi/Situational Judgment Test

Tes ini digunakan HRD untuk menilai bagaimana kandidat merespon situasi kerja nyata. Peserta memilih jawaban yang paling efektif.

  1. Rekan kerja meminta bantuan saat Anda sedang dikejar deadline. Pilih tindakan yang paling tepat:
  1. Selesaikan tugas sendiri dulu, baru bantu jika ada waktu.
  2. Jelaskan sibuk, tapi tawarkan solusi alternatif.
  3. Langsung bantu karena membantu prioritas.
  4. Minta atasan putuskan siapa yang diprioritaskan.
  5. Tim gagal mencapai target proyek. Pilih respons Anda:
  1. Cari kambing hitam agar tim tidak disalahkan.
  2. Analisis penyebab dan buat rencana perbaikan.
  3. Merasa kecewa dan mencoba melupakan kegagalan.
  4. Salahkan prosedur atau sistem yang tidak efektif.
  5. Menemukan prosedur kerja lebih efisien tapi menyimpang dari aturan.
  1. Terapkan sendiri tanpa memberitahu siapa pun.
  2. Tetap ikuti aturan, meski kurang efisien.
  3. Usulkan perubahan resmi ke atasan.
  4. Gunakan hanya saat deadline mendesak.
  5. Rekan kerja lambat menyelesaikan tugas dan mempengaruhi hasil tim.
  1. Membantu menyelesaikan tugas mereka.
  2. Memberi saran agar mereka lebih efektif.
  3. Biarkan mereka belajar dari konsekuensi sendiri.
  4. Laporkan masalah ke atasan.
  5. Mendapat kritik langsung dari atasan.
  1. Terima dan gunakan sebagai motivasi.
  2. Abaikan kritik karena tidak relevan.
  3. Balas kritik secara defensif.
  4. Diskusikan kritik dengan rekan kerja.
  5. Memimpin rapat penting tapi beberapa anggota tidak setuju.
  1. Tegaskan keputusan sendiri.
  2. Dengarkan dan kompromikan.
  3. Tunda rapat sampai semua setuju.
  4. Biarkan anggota lain memutuskan.
  5. Mendapat proyek baru dengan deadline ketat.
  1. Bagi pekerjaan dengan tim dan fokus pada prioritas.
  2. Kerjakan sendiri agar cepat selesai.
  3. Minta perpanjangan waktu.
  4. Fokus pada kualitas dan abaikan waktu.
  5. Rekan kerja mengalami konflik pribadi.
  1. Mediasi dan bantu mencari solusi.
  2. Tidak ikut campur agar netral.
  3. Pilih pihak yang “benar”.
  4. Laporkan masalah ke manajemen HR.
  5. Anda melihat ide inovatif tapi berisiko gagal.
  1. Terapkan ide tanpa izin.
  2. Laporkan ke atasan sebelum mencoba.
  3. Abaikan ide karena risikonya tinggi.
  4. Diskusikan risiko dan manfaat dengan tim.
  5. Tim menghadapi tekanan tinggi karena klien mendesak.
  1. Memberikan arahan tegas agar fokus.
  2. Memberikan dukungan emosional ke tim.
  3. Biarkan tim bekerja sendiri.
  4. Laporkan masalah ke manajemen.

9. Tes Kepribadian MBTI

Tes MBTI menilai preferensi kandidat dalam empat dimensi: E/I, S/N, T/F, J/P. Pilih jawaban yang paling menggambarkan diri kandidat

  1. Dalam pekerjaan, Anda lebih suka:
  1. Bekerja dalam tim besar (E)
  2. Bekerja dengan beberapa orang dekat (I)
  3. Saat menerima instruksi baru, Anda lebih:
  1. Fokus pada fakta dan detail (S)
  2. Menyukai ide dan kemungkinan baru (N)
  3. Dalam mengambil keputusan, Anda lebih mengutamakan:
  1. Logika dan objektivitas (T)
  2. Dampak pada orang lain (F)
  3. Anda merasa lebih nyaman ketika:
  1. Punya jadwal dan rencana jelas (J)
  2. Fleksibel dan spontan (P)
  3. Dalam proyek tim, Anda lebih suka:
  1. Memimpin diskusi (E)
  2. Mendengarkan dulu, baru memberi masukan (I)
  3. Anda menilai suatu ide berdasarkan:
  1. Bukti dan data (S)
  2. Potensi dan konsep besar (N)
  3. Dalam konflik, Anda biasanya:
  1. Mencari solusi logis (T)
  2. Mempertimbangkan perasaan orang lain (F)
  3. Menghadapi jadwal yang ketat, Anda:
  1. Mengikuti rencana dan deadline (J)
  2. Menyesuaikan fleksibel dengan situasi (P)
  3. Di lingkungan baru, Anda:
  1. Mudah beradaptasi dengan orang baru (E)
  2. Memilih mengamati dulu (I)
  3. Dalam pekerjaan, Anda lebih suka:
  1. Mengikuti prosedur dan fakta yang ada (S)
  2. Bereksperimen dan mencoba pendekatan baru (N)

10. Tes SSCT (Sack’s Sentence Completion Test)

Tes ini meminta kandidat melengkapi kalimat dengan kata atau frasa yang paling sesuai dengan pikiran atau perasaan mereka.

  1. Saya merasa lebih percaya diri ketika …
  2. Hal yang paling membuat saya frustrasi di tempat kerja adalah …
  3. Rekan kerja yang ideal bagi saya adalah …
  4. Jika saya diberi kesempatan untuk memimpin proyek, saya akan …
  5. Kesalahan terbesar yang pernah saya buat adalah …
  6. Saya merasa bangga ketika …
  7. Dalam mengambil keputusan sulit, saya biasanya …
  8. Saat menghadapi tekanan atau deadline ketat, saya …
  9. Keluarga saya memperlakukan saya …
  10. Dibandingkan keluarga lain, keluarga saya 

11. Tes Kepribadian Gambar

Tes kepribadian gambar, atau tes grafis proyektif, meminta kandidat untuk mengekspresikan diri melalui gambar. Anda bisa menggunakan respons ini untuk memahami citra diri, cara berpikir, hubungan sosial, serta kestabilan emosi kandidat.

  1. Tes BAUM: Buatlah gambar pohon berkayu secara utuh (hindari pohon kelapa, pisang, atau semak), sertakan akar jika ada, lalu tambahkan judul dan keterangan di sampingnya.
Contoh Hasil Tes BAUM | Sumber: X
  1. Tes DAP: Buatlah gambar seorang manusia secara lengkap, mulai dari kepala hingga kaki.
Contoh Hasil Tes DAp | Sumber: Visimedia Pustaka

12. Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank)

Tes RMIB bertujuan untuk mengenali minat dan kecenderungan karier seseorang berdasarkan pekerjaan yang disukai atau tidak disukai.

Instruksi: Pilih satu pekerjaan yang paling kamu suka dan satu yang paling tidak kamu suka dari setiap kelompok.

  1. Bidang Teknis
  • Operator mesin
  • Insinyur sipil
  • Mekanik kendaraan
  1. Bidang Sosial
  • Guru SD
  • Konselor remaja
  • Pekerja sosial
  1. Bidang Seni dan Kreatif
  • Desainer grafis
  • Penulis naskah
  • Seniman lukis
  1. Bidang Administrasi dan Organisasi
  • Staff administrasi
  • Asisten manajer
  • Pengelola arsip
  1. Bidang Penjualan dan Bisnis
  • Sales produk
  • Manajer penjualan
  • Konsultan bisnis
  1. Bidang Penelitian dan Analisis
  • Analis data
  • Peneliti laboratorium
  • Spesialis riset pasar
  1. Bidang Teknis Lanjutan
  • Teknisi IT
  • Programmer perangkat lunak
  • Desainer produk

13. Tes WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale)

Tes WAIS mengukur kemampuan kognitif dan intelektual. Berikut contoh soal yang bisa digunakan:

  1. Logika Matematika

Jika 6 pekerja dapat menyelesaikan 6 meja dalam 6 jam, berapa banyak meja yang bisa diselesaikan 12 pekerja dalam 6 jam?

  1. 6
  2. 12
  3. 18
  4. 24
  5. Pola Bilangan

Lanjutkan pola: 2, 4, 8, 16, …

  1. 18
  2. 20
  3. 32
  4. 24
  5. Pemahaman Verbal

“Semut : Koloni = Lebah : …”

  1. Sarang
  2. Ratu
  3. Nektar
  4. Terbang
  5. Memori Kerja

Ingat urutan ini: 7 – 2 – 9 – 4 – 6. Ketik urutannya terbalik.

  1. Analogi

Kucing : Anak Kucing = Anjing : …

  1. Anak anjing
  2. Anak sapi
  3. Anak harimau
  4. Anak kelinci
  5. Penalaran Ruang

Gambarkan bentuk balok yang terlihat dari sudut kanan atas, jika sisi depan dan samping memiliki pola berbeda.

  1. Pemahaman Umum

Apa yang paling penting dilakukan pertama kali saat menghadapi kebakaran kecil di kantor?

  1. Menyimpan dokumen penting
  2. Menelpon teman
  3. Memadamkan api atau evakuasi
  4. Mengambil barang berharga
  5. Kecepatan Perhitungan

Hitung cepat: 45 × 12 – 180 ÷ 3 = …

  1. 510
  2. 528
  3. 540
  4. 552

Lebih Mudah Kelola Rekrutmen & Onboarding Karyawan lewat KantorKu HRIS Sekarang!

Setelah melewati proses seleksi dan psikotes, menemukan kandidat terbaik hanyalah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka bisa beradaptasi dengan cepat dan nyaman di perusahaan Anda.

Dashboard Onboarding Karyawan Baru KantorKu HRIS

Dengan KantorKu HRIS, proses onboarding kini bisa dilakukan lebih efisien dan mandiri. Beberapa keunggulannya antara lain:

  • Isi Data Mandiri: Karyawan baru mengisi data pribadi langsung melalui aplikasi mobile, tanpa perlu input manual yang memakan waktu.
  • Akses Dokumen Cepat: Semua dokumen tersimpan di cloud, memudahkan HR melakukan verifikasi dengan lebih cepat.
  • Informasi Transparan: Karyawan bisa mengecek jadwal kerja, kalender perusahaan, dan kebijakan cuti sejak hari pertama bergabung.
  • Pengalaman Onboarding yang Menyenangkan: Proses terstruktur dan transparan membuat karyawan baru lebih cepat beradaptasi dan merasa dihargai.

Sederhanakan administrasi HR Anda dan berikan pengalaman onboarding yang profesional bagi talenta terbaik.

Ingin mencoba kemudahannya sekarang? Book demo gratis untuk melihat cara kerja onboarding dan modul HR KantorKu HRIS lainnya secara langsung!

Banner KantorKu HRIS
Sederhanakan Seleksi dan Onboarding Karyawan Sekarang!

Dengan KantorKu HRIS, Anda bisa melakukan proses seleksi, mengelola hasil psikotes, dan memulai onboarding karyawan baru.

Referensi

Testing and assessment

What Are the Different Types of Personality Tests?

Bagikan

Related Articles

interview bias

Apa Itu Interview Bias? Kenali Jenis, dan Cara Menghindarinya

Jangan biarkan perasaan mengalahkan data! Kenali 7 jenis interview bias seperti Halo Effect & Affinity Bias yang sering merusak objektif HR.
recruitment funnel

7 Tahapan Recruitment Funnel, Contoh, & Cara Mengukurnya

Kenali tahapan recruitment funnel: sourcing, screening, interview, hingga offering. Pelajari cara optimasinya agar hiring lebih efektif.

8 Contoh Employee Onboarding Checklist [+ Template Siap Download!]

Contoh employee onboarding checklist lengkap untuk hari pertama, minggu pertama, dan lainnya. Tersedia juga template onboarding gratis.