Apa Itu Bunga Kartu Kredit? Ini Jenis dan Cara Menghitungnya
Bunga kartu kredit adalah biaya yang dikenakan saat tagihan tidak dibayar penuh. Cek jenis, cara menghitung, dan faktor yang memengaruhi besarannya.
Table of Contents
- Apa Itu Bunga Kredit?
- Bagaimana Cara Kerja Bunga Kartu Kredit?
- Berapa Bunga Kartu Kredit di Indonesia?
- Jenis-Jenis Bunga pada Kartu Kredit
- Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit
- Simulasi Perhitungan Bunga Kartu Kredit
- Faktor yang Memengaruhi Besarnya Bunga Kartu Kredit
- Apa yang Terjadi Jika Terlambat Membayar Kartu Kredit?
- Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Kartu Kredit
- Tips Menghindari Bunga Kartu Kredit yang Tinggi
- Kelola Payroll Karyawan Lebih Tepat Waktu agar Kondisi Finansial Tetap Terjaga dengan KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa Itu Bunga Kredit?
- Bagaimana Cara Kerja Bunga Kartu Kredit?
- Berapa Bunga Kartu Kredit di Indonesia?
- Jenis-Jenis Bunga pada Kartu Kredit
- Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit
- Simulasi Perhitungan Bunga Kartu Kredit
- Faktor yang Memengaruhi Besarnya Bunga Kartu Kredit
- Apa yang Terjadi Jika Terlambat Membayar Kartu Kredit?
- Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Kartu Kredit
- Tips Menghindari Bunga Kartu Kredit yang Tinggi
- Kelola Payroll Karyawan Lebih Tepat Waktu agar Kondisi Finansial Tetap Terjaga dengan KantorKu HRIS!
Bunga kartu kredit menjadi salah satu hal yang perlu dipahami sebelum Anda menggunakan kartu kredit, baik untuk kebutuhan pribadi maupun operasional bisnis.
Dengan memahami cara kerja bunga, Anda dapat menghindari tagihan yang membengkak akibat keterlambatan atau pembayaran yang tidak sesuai ketentuan.
Bagi pelaku usaha maupun HRD, pemahaman ini juga penting ketika perusahaan menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan operasional, seperti perjalanan dinas atau pembelian perlengkapan kerja.
Pengelolaan pembayaran yang tepat dapat membantu mengurangi biaya tambahan sekaligus menjaga arus kas perusahaan.
Nah, melalui artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian bunga kartu kredit, cara kerjanya, besaran bunga yang berlaku di Indonesia, hingga tips mengelolanya agar tidak membebani kondisi keuangan.
Apa Itu Bunga Kredit?

Bunga kredit adalah persentase biaya tambahan yang dikenakan oleh lembaga keuangan atas dana yang dipinjamkan kepada nasabah atau kreditur, termasuk saldo kartu kredit yang belum dilunasi.
Sederhananya, bunga adalah harga yang Anda bayar karena “meminjam” uang dari bank untuk sementara waktu.
Bunga kredit berbeda dengan bunga tabungan. Bunga tabungan bank BRI misalnya, adalah imbal hasil yang Anda terima karena menyimpan dana, sedangkan bunga kredit justru menjadi beban yang harus Anda bayar karena berutang.
Beberapa karakteristik umum bunga kredit yang perlu Anda ketahui:
- Dihitung berdasarkan persentase dari nilai pokok pinjaman atau saldo tagihan.
- Bisa bersifat tetap (fixed) atau mengambang (floating), tergantung jenis produknya.
- Umumnya diatur oleh regulator seperti Bank Indonesia agar tidak memberatkan konsumen.
- Berlaku pada berbagai produk kredit, mulai dari kartu kredit, KTA, hingga kredit usaha.
Baca Juga: 6 Aturan Pinjaman Karyawan di Perusahaan dan Batasan Potong sesuai UU
Bagaimana Cara Kerja Bunga Kartu Kredit?
Setelah memahami pengertiannya, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana bunga kartu kredit bekerja. Banyak pengguna kartu kredit mengira bunga hanya muncul ketika terlambat membayar, padahal mekanismenya sedikit lebih kompleks.
Secara sederhana, bunga mulai dikenakan ketika Anda tidak melunasi seluruh tagihan sesuai ketentuan bank. Sisa tagihan tersebut kemudian menjadi dasar perhitungan bunga pada periode berikutnya.
Berikut alur cara kerja bunga kartu kredit:
1. Melakukan Transaksi Menggunakan Kartu Kredit
Tahap pertama dimulai ketika Anda menggunakan kartu kredit untuk berbelanja atau melakukan pembayaran.
Misalnya untuk:
- membeli perlengkapan kantor
- membayar tiket perjalanan dinas
- berbelanja kebutuhan pribadi
- melakukan pembayaran layanan digital
Seluruh transaksi tersebut akan tercatat sebagai tagihan.
2. Bank Menerbitkan Tagihan
Pada akhir periode penagihan, bank akan menerbitkan billing statement.
Di dalamnya terdapat informasi seperti:
- total transaksi
- tanggal cetak tagihan
- tanggal jatuh tempo
- pembayaran minimum (minimum payment)
- limit kartu yang tersisa
Tagihan inilah yang menjadi acuan pembayaran pada bulan tersebut.
3. Memilih Cara Membayar Tagihan
Saat menerima tagihan, terdapat beberapa pilihan pembayaran. Misalnya:
- membayar penuh seluruh tagihan
- membayar sebagian tagihan
- hanya membayar minimum payment
Pilihan pembayaran inilah yang menentukan apakah bunga akan dikenakan atau tidak.
4. Jika Tagihan Dilunasi Penuh, Umumnya Tidak Ada Bunga
Apabila seluruh tagihan dibayar penuh sebelum jatuh tempo, umumnya Anda tidak akan dikenakan bunga atas transaksi retail sesuai syarat dan ketentuan kartu kredit.
Artinya, Anda hanya membayar nilai transaksi yang telah digunakan tanpa tambahan biaya bunga.
Namun, ketentuan ini tidak selalu berlaku untuk transaksi tertentu seperti tarik tunai yang biasanya langsung dikenakan bunga sejak tanggal transaksi.
5. Jika Hanya Membayar Sebagian Tagihan, Bunga Mulai Dihitung
Apabila Anda hanya membayar sebagian tagihan atau hanya melakukan minimum payment, maka sisa tagihan akan dikenakan bunga.
Semakin besar saldo yang belum dibayar, semakin besar pula bunga yang akan muncul pada tagihan berikutnya.
Karena itu, pembayaran minimum sebenarnya hanya membantu menghindari status gagal bayar, bukan menghilangkan bunga.
6. Bunga Akan Terus Bertambah Selama Masih Ada Saldo
Selama masih terdapat sisa tagihan yang belum dilunasi, bunga akan terus dihitung sesuai mekanisme bank penerbit.
Akibatnya:
- total utang semakin besar
- periode pelunasan menjadi lebih lama
- biaya yang dikeluarkan menjadi lebih tinggi dibandingkan nilai transaksi awal
Inilah alasan mengapa banyak ahli keuangan menyarankan untuk selalu melunasi tagihan kartu kredit secara penuh apabila memungkinkan.
Menurut Federal Reserve, pembayaran penuh setiap bulan merupakan salah satu cara paling efektif untuk menghindari biaya bunga kartu kredit dan menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
Baca Juga: Settlement Adalah: Jenis, Cara Hitung, & Contoh Penerapannya
Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.
Berapa Bunga Kartu Kredit di Indonesia?

Besaran bunga kartu kredit di Indonesia diatur langsung oleh Bank Indonesia (BI) agar tidak memberatkan konsumen. Meski begitu, setiap bank tetap punya kebijakan tambahan yang bisa sedikit berbeda satu sama lain.
Berikut penjelasan rincinya:
1. Ketentuan Umum dari Bank Indonesia
Bank Indonesia menetapkan batas maksimum suku bunga kartu kredit sebesar 1,75% per bulan.
Ketentuan ini berlaku bagi seluruh bank penerbit kartu kredit di Indonesia dan menjadi acuan dalam penetapan bunga transaksi retail maupun tarik tunai.
Meski demikian, Bank Indonesia dapat melakukan penyesuaian terhadap kebijakan tersebut sesuai kondisi ekonomi dan stabilitas sistem keuangan. Oleh karena itu, Anda sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru melalui situs resmi Bank Indonesia.
2. Bunga Kartu Kredit BRI
Bunga kartu kredit BRI pada umumnya mengikuti ketentuan yang ditetapkan Bank Indonesia, yaitu maksimal 1,75% per bulan untuk bunga reguler.
Ketentuan ini berlaku pada berbagai produk kartu kredit BRI, meskipun setiap produk dapat memiliki promo cicilan, cashback, maupun program khusus yang berbeda.
3. Bunga Kartu Kredit BRI Easy Card
Bunga kartu kredit BRI Easy Card juga mengacu pada batas maksimum bunga yang ditetapkan Bank Indonesia. Produk ini dirancang untuk kebutuhan transaksi harian dan menawarkan berbagai promo sesuai kebijakan BRI.
Namun, apabila Anda menggunakan fasilitas cicilan atau program promosi tertentu, besaran bunga maupun biaya administrasi dapat berbeda. Selalu periksa ketentuan terbaru sebelum menggunakan fasilitas tersebut.
4. Bunga Kartu Kredit Mandiri
Bunga kartu kredit Mandiri juga mengikuti ketentuan bunga maksimum dari Bank Indonesia. Selain transaksi reguler, Bank Mandiri menyediakan fasilitas konversi transaksi menjadi cicilan sehingga pembayaran dapat dilakukan secara bertahap sesuai tenor yang dipilih.
Sebelum menggunakan fitur tersebut, perhatikan besaran bunga atau biaya administrasi yang berlaku agar dapat menyesuaikannya dengan kemampuan finansial Anda.
5. Bunga Kartu Kredit BNI
Bunga kartu kredit BNI mengacu pada ketentuan yang berlaku dari Bank Indonesia. Perbedaan antarproduk kartu kredit BNI umumnya terletak pada limit kredit, manfaat kartu, biaya tahunan, maupun program promosi yang ditawarkan.
Selain bunga, Anda juga perlu memperhatikan biaya keterlambatan dan biaya tarik tunai yang dapat menambah total tagihan apabila kartu kredit tidak digunakan secara bijak.
6. Bunga Kartu Kredit BCA
Bunga kartu kredit BCA juga mengikuti batas maksimum suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia.
Perbedaan antara jenis kartu kredit BCA, seperti Everyday Card maupun kartu premium, lebih banyak terdapat pada limit, reward, fasilitas, serta biaya tahunan dibandingkan persentase bunga regulernya.
Baca Juga: 8 Rekomendasi Aplikasi Akuntansi Terbaik untuk Usaha Anda
Jenis-Jenis Bunga pada Kartu Kredit
Tidak semua bunga kartu kredit dikenakan dengan cara yang sama. Besaran bunga yang harus dibayar dapat bergantung pada jenis transaksi, cara pembayaran tagihan, hingga fasilitas yang Anda gunakan.
Dengan memahami setiap jenis bunga berikut, Anda dapat menggunakan kartu kredit dengan lebih bijak sekaligus menghindari biaya tambahan yang sebenarnya bisa dicegah.
1. Bunga Transaksi Retail (Retail Interest)
Bunga transaksi retail merupakan jenis bunga yang paling umum dikenakan kepada pemegang kartu kredit. Bunga ini muncul ketika Anda melakukan transaksi belanja, tetapi tidak melunasi seluruh tagihan hingga melewati tanggal jatuh tempo.
Semakin besar sisa tagihan yang belum dibayar, semakin besar pula bunga yang akan dihitung pada periode berikutnya.
Beberapa contoh transaksi yang termasuk transaksi retail meliputi:
- pembelian kebutuhan operasional perusahaan;
- belanja perlengkapan kantor;
- pembayaran hotel atau tiket perjalanan dinas; dan
- transaksi belanja di merchant, baik secara online maupun offline.
2. Bunga Tarik Tunai (Cash Advance Interest)
Tarik tunai menggunakan kartu kredit umumnya dikenakan bunga yang berbeda dengan transaksi belanja biasa. Pada sebagian besar kartu kredit, bunga mulai dihitung sejak tanggal transaksi dilakukan tanpa adanya masa tenggang (grace period).
Selain bunga, bank juga biasanya mengenakan biaya administrasi tarik tunai sehingga total biaya yang harus dibayar menjadi lebih besar.
Karena itu, fasilitas ini sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan yang benar-benar mendesak.
3. Bunga Cicilan (Installment Interest)
Beberapa bank menawarkan fasilitas untuk mengubah transaksi menjadi cicilan dengan tenor tertentu. Bergantung pada program yang dipilih, cicilan tersebut dapat dikenakan bunga tetap atau bahkan bunga 0% selama periode promosi.
Sebelum menggunakan fasilitas ini, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal berikut:
- besaran bunga setelah masa promosi berakhir;
- tenor cicilan yang tersedia;
- biaya administrasi apabila ada; dan
- ketentuan pelunasan lebih awal.
Dengan memahami syarat tersebut, Anda dapat memilih program cicilan yang paling sesuai dengan kemampuan finansial.
4. Bunga Akibat Pembayaran Minimum (Minimum Payment Interest)
Membayar minimum payment memang membuat status pembayaran Anda tetap dianggap memenuhi kewajiban minimum. Namun, sisa tagihan yang belum dilunasi akan tetap dikenakan bunga pada periode berikutnya.
Akibatnya, total utang dapat terus bertambah meskipun Anda rutin melakukan pembayaran minimum setiap bulan.
Inilah alasan mengapa banyak perencana keuangan menyarankan untuk melunasi tagihan kartu kredit secara penuh apabila memungkinkan.
5. Bunga atas Saldo Berjalan (Revolving Balance Interest)
Revolving balance adalah saldo tagihan yang terus dibawa ke periode tagihan berikutnya karena belum dilunasi sepenuhnya.
Selama saldo tersebut masih ada, bunga akan terus dihitung sesuai ketentuan bank. Semakin lama saldo dibiarkan bergulir, semakin besar pula akumulasi bunga yang harus dibayarkan.
Menurut Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), menjaga saldo kartu kredit tetap rendah dan membayar tagihan secara penuh merupakan salah satu cara terbaik untuk menghindari bunga yang terus bertambah.
Baca Juga: Cara Membuat Anggaran & RAB Perusahaan (+ Contoh & Template)
Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit
Setelah memahami cara kerja bunga kartu kredit, langkah berikutnya adalah mengetahui bagaimana bunga tersebut dihitung.
Dengan memahami perhitungannya, Anda dapat memperkirakan besarnya tagihan yang harus dibayar dan menghindari biaya yang tidak terduga.
Perlu diketahui bahwa setiap bank dapat memiliki metode perhitungan yang sedikit berbeda sesuai syarat dan ketentuan produknya. Namun, secara umum perhitungan bunga kartu kredit menggunakan prinsip yang sama.
1. Rumus Menghitung Bunga Transaksi Retail
Bunga transaksi retail (revolving interest) umumnya dihitung berdasarkan saldo tagihan yang belum dibayar, suku bunga yang berlaku, dan jumlah hari saldo tersebut masih terutang.
Rumus sederhananya adalah:
- Bunga = Saldo Tagihan × Suku Bunga Tahunan × Jumlah Hari ÷ 365
Apabila menggunakan bunga bulanan, rumus sederhananya dapat ditulis sebagai berikut.
- Bunga = Saldo Tagihan × Suku Bunga Bulanan
Perhitungan sebenarnya dapat berbeda pada setiap bank karena mempertimbangkan tanggal transaksi, tanggal cetak tagihan, serta metode penghitungan harian yang digunakan.
2. Rumus Menghitung Bunga Cicilan Kartu Kredit
Jika Anda mengubah transaksi menjadi cicilan, bunga biasanya dihitung berdasarkan nilai transaksi, tenor, dan suku bunga yang disepakati saat pengajuan cicilan.
Secara sederhana, estimasi cicilan per bulan dapat dihitung menggunakan rumus berikut.
- Cicilan Pokok = Total Transaksi ÷ Tenor
Kemudian apabila dikenakan bunga tetap (flat), maka:
- Bunga per Bulan = Total Transaksi × Suku Bunga Bulanan
Sehingga estimasi cicilan yang dibayarkan setiap bulan menjadi:
- Total Cicilan = Cicilan Pokok + Bunga per Bulan
Perlu diingat bahwa beberapa bank juga menawarkan program cicilan 0% atau mengenakan biaya administrasi tambahan. Oleh karena itu, hasil perhitungan dapat berbeda pada setiap produk kartu kredit.
Meskipun menggunakan rumus yang sama, besarnya bunga yang dibayarkan belum tentu sama pada setiap pengguna kartu kredit.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
- jumlah saldo yang belum dilunasi;
- besaran suku bunga yang berlaku;
- lamanya saldo belum dibayar;
- tanggal transaksi dan tanggal jatuh tempo; serta
- jenis transaksi yang dilakukan, misalnya transaksi retail, cicilan, atau tarik tunai.
Setiap bank juga memiliki ketentuan yang berbeda mengenai cara menghitung bunga, periode penagihan, hingga program cicilan yang ditawarkan.
Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.
Simulasi Perhitungan Bunga Kartu Kredit

Setelah memahami rumusnya, Anda dapat melihat contoh sederhana bagaimana bunga kartu kredit dihitung dalam beberapa kondisi.
Simulasi berikut hanya sebagai gambaran karena perhitungan sebenarnya dapat berbeda tergantung bank penerbit, jenis kartu, dan ketentuan yang berlaku.
1. Simulasi Transaksi Retail
Misalnya Anda melakukan transaksi belanja sebesar Rp3.000.000 dan hanya membayar minimum payment sebesar 5% atau Rp150.000.
Artinya, masih terdapat sisa tagihan sebesar Rp2.850.000 yang akan dikenakan bunga.
Dengan ilustrasi bunga 1,75% per bulan:
- Sisa tagihan: Rp2.850.000
- Perkiraan bunga: Rp2.850.000 × 1,75%
- Estimasi bunga: sekitar Rp49.875
Semakin lama sisa tagihan tidak dilunasi, semakin besar bunga yang akan terakumulasi.
2. Simulasi Cicilan Kartu Kredit
Misalnya Anda mengubah transaksi sebesar Rp6.000.000 menjadi cicilan selama 6 bulan dengan bunga tetap 1,5% per bulan.
Perhitungannya:
- Cicilan pokok: Rp6.000.000 ÷ 6 = Rp1.000.000 per bulan
- Bunga: Rp6.000.000 × 1,5% = Rp90.000 per bulan
Sehingga perkiraan cicilan yang harus dibayar adalah sekitar Rp1.090.000 per bulan.
3. Simulasi Tarik Tunai
Misalnya Anda menarik uang tunai menggunakan kartu kredit sebesar Rp1.000.000.
Berbeda dengan transaksi belanja biasa, bunga tarik tunai umumnya mulai dihitung sejak tanggal transaksi dilakukan dan dapat disertai biaya administrasi tambahan.
Karena itu, total biaya yang harus dibayar dapat lebih besar dibandingkan nominal uang yang ditarik.
4. Simulasi Cicilan Kartu Kredit BRI
Sebagai contoh, Anda menggunakan fasilitas cicilan kartu kredit BRI untuk transaksi sebesar Rp4.000.000 dengan tenor 4 bulan dan bunga ilustrasi 1,75% per bulan.
Perhitungannya:
- Cicilan pokok: Rp4.000.000 ÷ 4 = Rp1.000.000 per bulan
- Bunga: Rp4.000.000 × 1,75% = Rp70.000 per bulan
Maka estimasi cicilan yang perlu dibayar sekitar Rp1.070.000 per bulan.
Namun, nominal sebenarnya dapat berbeda tergantung program cicilan dan ketentuan terbaru dari bank penerbit.
5. Simulasi Keterlambatan Pembayaran
Misalnya Anda memiliki tagihan kartu kredit sebesar Rp5.000.000, tetapi melewati tanggal jatuh tempo.
Dalam kondisi tersebut, total tagihan berikutnya dapat meningkat karena:
- bunga tetap berjalan pada saldo yang belum dibayar;
- terdapat kemungkinan denda keterlambatan; dan
- saldo yang belum lunas dapat kembali dikenakan bunga pada periode berikutnya.
Karena itu, membayar tagihan tepat waktu menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghindari biaya tambahan akibat kartu kredit.
Baca Juga: Apa itu Rekening Koran? Ini Fungsi, Contoh, & Cara Cetaknya!
Faktor yang Memengaruhi Besarnya Bunga Kartu Kredit
Besaran bunga kartu kredit yang harus Anda bayarkan dapat berbeda-beda tergantung beberapa kondisi. Selain nominal transaksi, cara penggunaan dan pembayaran kartu kredit juga sangat menentukan jumlah bunga yang muncul pada tagihan berikutnya.
Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi besarnya bunga kartu kredit.
1. Besaran Suku Bunga yang Berlaku
Setiap kartu kredit memiliki ketentuan bunga yang mengikuti aturan regulator dan kebijakan bank penerbit.
Bank Indonesia menetapkan batas maksimum bunga kartu kredit sebagai acuan bagi seluruh penerbit kartu kredit di Indonesia. Namun, setiap produk tetap dapat memiliki ketentuan biaya tambahan yang berbeda.
2. Jenis Transaksi yang Dilakukan
Jenis transaksi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perhitungan bunga.
Beberapa transaksi memiliki mekanisme berbeda, seperti:
- transaksi retail atau belanja biasa;
- tarik tunai menggunakan kartu kredit; dan
- transaksi yang diubah menjadi cicilan.
Misalnya, bunga tarik tunai biasanya mulai berjalan sejak transaksi dilakukan, sedangkan transaksi retail dapat memiliki ketentuan berbeda apabila tagihan dibayar penuh sebelum jatuh tempo.
3. Jumlah Saldo yang Belum Dilunasi
Semakin besar saldo tagihan yang dibawa ke bulan berikutnya, semakin besar pula bunga yang berpotensi dikenakan.
Karena itu, membayar sebagian kecil dari total tagihan setiap bulan dapat membuat saldo terus bergulir dan meningkatkan total biaya yang harus dibayar.
4. Ketepatan Waktu Pembayaran
Tanggal pembayaran sangat berpengaruh terhadap muncul atau tidaknya bunga tambahan.
Pembayaran yang dilakukan tepat waktu membantu Anda:
- menghindari denda keterlambatan;
- menjaga riwayat kredit tetap baik; dan
- mengurangi risiko tagihan bertambah akibat bunga berjalan.
Bagi perusahaan yang menggunakan kartu kredit untuk operasional, pengaturan jadwal pembayaran juga penting agar biaya tambahan tidak mengganggu arus kas bisnis.
5. Kebijakan Bank Penerbit
Setiap bank memiliki ketentuan masing-masing terkait biaya administrasi, program cicilan, biaya tarik tunai, maupun fasilitas kartu kredit lainnya.
Karena itu, total biaya yang harus dibayar pengguna kartu kredit tidak hanya dipengaruhi oleh bunga, tetapi juga biaya tambahan yang berlaku pada produk tersebut.
Baca Juga: 10 Software Payroll Indonesia Terbaik, Lengkap dengan Cara Kerja Payroll
Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.
Apa yang Terjadi Jika Terlambat Membayar Kartu Kredit?
Terlambat membayar kartu kredit bukan hanya menyebabkan tagihan bertambah, tetapi juga dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kondisi keuangan Anda.
Jika keterlambatan terjadi, beberapa hal berikut dapat dialami oleh pengguna kartu kredit.
1. Dikenakan Denda Keterlambatan
Bank dapat mengenakan biaya keterlambatan apabila pembayaran melewati tanggal jatuh tempo.
Selain denda, saldo yang belum dibayar juga tetap dapat dikenakan bunga sesuai ketentuan kartu kredit yang digunakan.
2. Tagihan Bulan Berikutnya Menjadi Lebih Besar
Ketika tagihan tidak dilunasi tepat waktu, sisa saldo akan terus terbawa ke periode berikutnya.
Akibatnya:
- jumlah utang meningkat;
- bunga terus bertambah; dan
- waktu pelunasan menjadi lebih panjang.
3. Berpotensi Memengaruhi Riwayat Kredit
Riwayat pembayaran kartu kredit dapat menjadi salah satu informasi yang dipertimbangkan ketika Anda mengajukan produk keuangan lainnya.
Pembayaran yang sering terlambat dapat membuat lembaga keuangan menilai Anda memiliki risiko kredit yang lebih tinggi.
4. Kartu Kredit Dapat Dibatasi atau Dinonaktifkan
Dalam kondisi tertentu, bank dapat membatasi penggunaan kartu kredit apabila terdapat tunggakan yang belum diselesaikan.
Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi risiko semakin besarnya tagihan.
5. Berisiko Mengganggu Pengelolaan Keuangan
Bunga dan biaya tambahan yang terus bertambah dapat mengganggu perencanaan keuangan pribadi maupun bisnis.
Bagi perusahaan, penggunaan kartu kredit operasional tanpa pengawasan juga dapat membuat biaya pengeluaran menjadi sulit dikontrol.
Baca Juga: Cara Transfer Gaji Karyawan Sekaligus di Perusahaan dengan Cepat dan Aman
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengguna Kartu Kredit
Banyak pengguna kartu kredit mengalami tagihan membengkak bukan karena nominal transaksi yang besar, tetapi karena kebiasaan penggunaan yang kurang tepat.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Hanya membayar minimum payment: Pembayaran minimum memang dapat menjaga status pembayaran tetap berjalan, tetapi sisa saldo tetap dikenakan bunga sehingga total tagihan dapat semakin besar.
- Tidak mencatat tanggal jatuh tempo: Lupa membayar tepat waktu dapat menyebabkan munculnya denda dan bunga tambahan yang sebenarnya bisa dihindari.
- Terlalu sering menggunakan fitur tarik tunai: Tarik tunai kartu kredit biasanya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan transaksi belanja biasa karena bunga dapat langsung berjalan.
- Tidak memahami detail program cicilan: Sebelum mengambil cicilan, pastikan memahami tenor, bunga, biaya administrasi, dan ketentuan lainnya.
- Menggunakan limit kartu kredit secara berlebihan: Penggunaan kartu kredit sebaiknya tetap disesuaikan dengan kemampuan membayar agar tagihan dapat dilunasi tepat waktu.
- Jarang mengecek rincian tagihan: Tidak memeriksa tagihan secara rutin dapat membuat Anda melewatkan biaya tambahan atau transaksi yang tidak sesuai.
Baca Juga: Mengenal Payroll Mandiri, Ini Fitur, Keuntungan, dan Cara Kelolanya
Tips Menghindari Bunga Kartu Kredit yang Tinggi
Menggunakan kartu kredit secara bijak dapat membantu Anda mendapatkan manfaatnya tanpa terbebani bunga yang besar.
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Bayar tagihan secara penuh sebelum jatuh tempo: Ini menjadi cara paling efektif untuk menghindari bunga karena saldo tidak terbawa ke periode berikutnya.
- Gunakan fitur tarik tunai hanya saat diperlukan: Hindari menggunakan kartu kredit sebagai sumber dana tunai utama karena biaya yang dikenakan biasanya lebih tinggi.
- Aktifkan pengingat pembayaran: Gunakan kalender, notifikasi aplikasi bank, atau fitur pengingat agar pembayaran tidak terlewat.
- Pantau transaksi secara rutin: Periksa tagihan setiap bulan untuk memastikan seluruh transaksi sesuai dan tidak ada biaya tambahan yang tidak diketahui.
- Gunakan cicilan untuk transaksi besar secara terencana: Jika belum mampu membayar penuh, fasilitas cicilan dapat membantu mengatur pembayaran agar lebih terkontrol.
- Sesuaikan penggunaan kartu dengan kemampuan finansial: Jangan menggunakan seluruh limit kartu kredit apabila berpotensi membuat Anda kesulitan melunasi tagihan.
Kelola Payroll Karyawan Lebih Tepat Waktu agar Kondisi Finansial Tetap Terjaga dengan KantorKu HRIS!
Memahami cara kerja bunga kartu kredit memang penting agar karyawan maupun perusahaan dapat mengelola keuangan dengan lebih bijak.
Namun, dari sisi perusahaan, menjaga kondisi finansial karyawan juga dapat dimulai dengan memastikan proses pembayaran gaji berjalan tepat waktu, akurat, dan transparan.
Pengelolaan payroll yang terlambat dapat menyebabkan berbagai kendala, mulai dari kesalahan perhitungan gaji, keterlambatan pembayaran, hingga kesulitan HR dalam memastikan komponen seperti tunjangan, BPJS, dan PPh 21 sudah dihitung dengan benar.
Jika Anda butuh aplikasi HRIS yang mempermudah pekerjaan HR, KantorKu HRIS bisa menjadi solusinya karena membantu mengelola payroll, absensi, hingga administrasi SDM dalam satu sistem yang terintegrasi.

Berikut beberapa fitur unggulan yang bisa Anda manfaatkan:
- Perhitungan gaji otomatis: Menghitung gaji cleaning service, lembur, insentif trip, BPJS, dan komponen lainnya secara otomatis dan akurat.
- Terintegrasi dengan absensi dan perjalanan kerja: Data kehadiran dan aktivitas cleaning service langsung masuk ke sistem tanpa input manual.
- Slip gaji digital: cleaning service dapat mengakses rincian gaji dengan lebih transparan dan mudah kapan saja.
- Sistem sesuai regulasi ketenagakerjaan: Perhitungan mengikuti aturan yang berlaku sehingga lebih aman dan compliant.
- Manajemen payroll lebih cepat: Proses pembayaran gaji dapat dilakukan hanya dalam beberapa klik tanpa proses administrasi yang rumit.
Dengan bantuan aplikasi gaji karyawan, aplikasi pembayaran gaji karyawan, hingga aplikasi perhitungan gaji karyawan yang terintegrasi, pengelolaan gaji driver dapat berjalan lebih efisien, akurat, dan scalable untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Jika Anda ingin proses pengelolaan driver dan payroll menjadi lebih sederhana dan modern, Anda bisa mulai menggunakan KantorKu HRIS sebagai solusi HR terintegrasi untuk perusahaan Anda.
Yuk, book demo gratis KantorKu HRIS sekarang juga!
Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.
Referensi
Board of Governors of the Federal Reserve System | Federal Reserve
Related Articles
Neraca Saldo Setelah Penutupan: Format, Contoh & Cara Menyusun
Apa Itu Tax Invoice? Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya