Neraca Saldo Setelah Penutupan: Format, Contoh & Cara Menyusun

Neraca saldo setelah penutupan adalah daftar saldo akun riil setelah jurnal penutup diposting. Pahami format, cara menyusun, dan contohnya.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 10 Juli 2026
Key Takeaways
Neraca saldo setelah penutupan adalah daftar saldo akun buku besar yang dibuat setelah jurnal penutup diposting.
Laporan ini digunakan untuk memastikan total debit dan kredit tetap seimbang setelah akun nominal ditutup.
Akun yang muncul hanya akun riil seperti aset, kewajiban, ekuitas, dan akun kontra aset.
Akun nominal seperti pendapatan, beban, prive, dan dividen tidak muncul karena sudah ditutup pada akhir periode.
Neraca saldo setelah penutupan menjadi pengecekan akhir sebelum perusahaan memulai periode akuntansi baru.

Neraca saldo setelah penutupan adalah bagian akhir dari proses penutupan buku dalam siklus akuntansi. 

Laporan ini digunakan untuk memastikan seluruh akun nominal, seperti pendapatan dan beban, sudah ditutup dengan benar. 

Setelah proses tersebut, hanya akun riil seperti aset, kewajiban, dan ekuitas yang tersisa dalam daftar saldo. 

Jika total debit dan kredit sudah sama, pembukuan dapat dianggap siap untuk memasuki periode berikutnya. 

Namun jika ini pertama kalinya Anda membuat neraca saldo setelah penutupan, mari pahami dulu fungsi, format, hingga cara menyusunnya!

Apa itu Neraca Saldo Penutupan?

Neraca saldo setelah penutupan adalah daftar saldo akun buku besar yang disusun setelah jurnal penutup diposting. 

Laporan ini digunakan untuk memastikan bahwa total saldo debit dan kredit tetap seimbang setelah akun nominal ditutup.

Dalam neraca saldo setelah penutupan, akun yang ditampilkan hanya akun riil atau akun permanen, seperti aset, kewajiban, dan ekuitas. 

Di sisi lain, akun nominal seperti pendapatan, beban, prive, atau dividen sudah ditutup sehingga tidak muncul lagi dalam laporan ini.

Sederhananya, neraca saldo setelah penutupan dapat dipahami sebagai pengecekan akhir sebelum perusahaan memulai periode akuntansi baru. Oleh karena itu, laporan ini berfungsi sebagai titik awal saldo akun riil pada periode berikutnya.

Banner KantorKu HRIS
Buat Payroll Lebih Siap untuk Pembukuan!

Otomatiskan perhitungan gaji, lembur, PPh 21, BPJS, THR, bonus, dan slip gaji online dengan KantorKu HRIS.

Mengapa Neraca Saldo Setelah Penutupan Perlu Dibuat?

Setelah mengetahui bahwa neraca saldo setelah penutupan dibuat pada akhir proses penutupan buku, pertanyaan berikutnya adalah mengapa laporan ini tetap diperlukan. 

Secara umum, laporan ini berperan sebagai alat pengecekan agar pembukuan tidak langsung berpindah ke periode baru dengan saldo yang keliru. 

Beberapa alasannya yaitu:

1. Memastikan Saldo Debit dan Kredit Tetap Seimbang

Neraca saldo setelah penutupan dibuat untuk memastikan total debit dan kredit masih sama setelah jurnal penutup diposting. 

Jika kedua sisi tidak seimbang, kemungkinan ada kesalahan dalam pencatatan, pemindahan saldo, atau proses posting ke buku besar.

2. Memastikan Akun Nominal Sudah Ditutup

Akun nominal seperti pendapatan dan beban hanya berlaku untuk satu periode akuntansi. Melalui neraca saldo setelah penutupan, perusahaan dapat mengecek apakah akun-akun tersebut sudah benar-benar bernilai nol dan tidak terbawa ke periode berikutnya.

3. Menyiapkan Saldo Awal Periode Berikutnya

Saldo akun riil yang tersisa dalam neraca saldo setelah penutupan akan menjadi dasar pembukuan periode baru. 

Dengan begitu, perusahaan memulai periode berikutnya dari saldo aset, kewajiban, dan ekuitas yang sudah diperiksa.

4. Membantu Mendeteksi Kesalahan Setelah Jurnal Penutup

Jika masih ada akun pendapatan atau beban yang muncul, berarti jurnal penutup belum dibuat atau belum diposting dengan benar. 

Karena itu, neraca saldo setelah penutupan dapat menjadi checkpoint terakhir sebelum pembukuan periode baru dimulai.

Baca Juga: 6 Contoh Laporan Laba Rugi Word, PDF, Excel (+ Template Gratis)

Fungsi Neraca Saldo setelah Penutupan

Selain dibuat karena kebutuhan teknis dalam siklus akuntansi, neraca saldo setelah penutupan juga memiliki beberapa fungsi praktis, di antaranya:

1. Sebagai Alat Pemeriksa Keseimbangan Buku Besar

Fungsi utama neraca saldo setelah penutupan adalah memeriksa apakah saldo akun di buku besar masih seimbang. 

Total saldo debit harus sama dengan total saldo kredit agar pembukuan dapat dianggap balance.

2. Sebagai Bukti Bahwa Proses Penutupan Sudah Selesai

Neraca saldo setelah penutupan menunjukkan bahwa akun nominal sudah ditutup dan tidak lagi memiliki saldo. 

Jika akun pendapatan atau beban masih muncul, berarti proses penutupan belum selesai sepenuhnya.

3. Sebagai Dasar Saldo Awal Periode Baru

Akun riil dalam neraca saldo setelah penutupan akan diteruskan ke periode akuntansi berikutnya. 

Inilah mengapa laporan ini bisa disebut sebagai jembatan antara pembukuan periode lama dan periode baru.

4. Sebagai Kontrol Internal dalam Pembukuan

Laporan ini membantu bagian akuntansi mengecek kesalahan sebelum proses pencatatan baru dimulai. 

Dengan adanya kontrol ini, risiko membawa kesalahan dari periode lama ke periode berikutnya dapat dikurangi.

Akun yang Masuk dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan

Salah satu ciri paling penting dari neraca saldo setelah penutupan adalah jenis akun yang ditampilkan. 

Tidak semua akun dalam buku besar masuk ke laporan ini, karena akun nominal sudah ditutup melalui jurnal penutup. Adapun akun yang masuk yaitu:

1. Akun yang Masuk

Akun yang masuk dalam neraca saldo setelah penutupan adalah akun riil atau akun permanen. Contohnya meliputi:

  • Kas
  • Piutang usaha
  • Persediaan
  • Peralatan
  • Akumulasi penyusutan
  • Utang usaha
  • Utang bank
  • Modal

2. Akun yang Tidak Masuk

Lalu, akun yang tidak masuk adalah akun nominal atau akun sementara. Jenisnya ada beberapa, termasuk:

  • Pendapatan
  • Beban gaji
  • Beban sewa
  • Beban listrik
  • Prive
  • Dividen
  • Ikhtisar laba rugi setelah proses penutupan selesai

3. Alasan Akun Nominal Tidak Ditampilkan

Akun nominal tidak ditampilkan karena saldo akun tersebut hanya digunakan untuk mengukur kinerja satu periode. 

Setelah laba atau rugi dipindahkan ke modal atau saldo laba, akun-akun tersebut harus kembali nol agar periode baru tidak tercampur dengan periode sebelumnya.

KategoriContoh AkunMasuk ke Neraca Saldo Setelah Penutupan?Alasan
AsetKas, piutang, persediaan, peralatanYaTermasuk akun riil yang dibawa ke periode berikutnya
Kontra asetAkumulasi penyusutanYaMengurangi nilai aset dan tetap dibawa ke periode berikutnya
KewajibanUtang usaha, utang bankYaTermasuk akun permanen
EkuitasModal, saldo labaYaMenunjukkan hak pemilik setelah penutupan
PendapatanPenjualan, pendapatan jasaTidakSudah ditutup ke ikhtisar laba rugi
BebanBeban gaji, sewa, listrikTidakSudah ditutup pada akhir periode
Prive/dividenPrive pemilik, dividenTidakSudah ditutup ke modal atau saldo laba

Kapan Neraca Saldo Setelah Penutupan Dibuat dalam Siklus Akuntansi?

Neraca saldo setelah penutupan dibuat pada tahap akhir siklus akuntansi, tepatnya setelah laporan keuangan selesai disusun dan jurnal penutup sudah diposting ke buku besar. 

Pada tahap ini, akun-akun nominal seperti pendapatan dan beban sudah ditutup, sehingga saldo yang tersisa hanya akun riil seperti aset, kewajiban, dan ekuitas.

Tahap ini penting karena memastikan pencatatan biaya dan pendapatan periode berjalan sudah selesai sebelum perusahaan masuk ke periode berikutnya. 

Dengan begitu, data keuangan yang digunakan untuk evaluasi bisnis, penyusunan anggaran, atau pengambilan keputusan tidak tercampur dengan transaksi periode sebelumnya.

Secara umum, posisi neraca saldo setelah penutupan dalam siklus akuntansi adalah sebagai berikut:

  1. Mencatat transaksi ke jurnal.
  2. Memposting transaksi ke buku besar.
  3. Menyusun neraca saldo sebelum penyesuaian.
  4. Membuat jurnal penyesuaian.
  5. Menyusun neraca saldo setelah penyesuaian.
  6. Menyusun laporan keuangan.
  7. Membuat jurnal penutup.
  8. Memposting jurnal penutup ke buku besar.
  9. Menyusun neraca saldo setelah penutupan.
  10. Membuat jurnal pembalik jika diperlukan.

Dari urutan tersebut, dapat dipahami bahwa neraca saldo setelah penutupan bukan digunakan untuk menyusun laporan keuangan.

Sebaliknya, laporan ini dibuat setelah laporan keuangan selesai sebagai alat pengecekan akhir sebelum periode akuntansi baru dimulai.

Format Neraca Saldo Setelah Penutupan

Format neraca saldo setelah penutupan tidak jauh berbeda dari neraca saldo pada umumnya. Perbedaannya terletak pada jenis akun yang ditampilkan. 

Dalam laporan ini, akun yang dicantumkan hanya akun riil, sedangkan akun pendapatan dan beban tidak lagi muncul karena sudah ditutup.

Agar tidak salah, mari lihat format berikut:

1. Nama Perusahaan

Nama perusahaan ditulis di bagian paling atas laporan. Bagian ini menunjukkan entitas bisnis yang sedang menyusun neraca saldo setelah penutupan. 

Penulisannya cukup menggunakan nama resmi perusahaan atau nama usaha yang digunakan dalam pembukuan.

Contoh:

PT Maju Sejahtera

2. Judul Laporan

Judul laporan sebaiknya ditulis lengkap sebagai Neraca Saldo Setelah Penutupan. Penulisan ini penting agar laporan tidak tertukar dengan neraca saldo sebelum penyesuaian atau neraca saldo setelah penyesuaian. 

Contoh:

Neraca Saldo Setelah Penutupan

3. Tanggal atau Periode Laporan

Tanggal atau periode laporan menunjukkan kapan saldo tersebut disajikan. Biasanya, tanggal yang digunakan adalah akhir periode akuntansi, seperti akhir bulan atau akhir tahun. 

Contoh:

Per 31 Desember 2026

4. Nomor Akun

Nomor akun digunakan untuk memudahkan penelusuran saldo ke buku besar. Bagian ini biasanya mengikuti daftar akun atau chart of accounts yang digunakan perusahaan. 

Jika bisnis masih sederhana, nomor akun tetap bisa dicantumkan agar laporan lebih rapi dan mudah dibaca.

Contoh:

101 — Kas
201 — Utang Usaha
301 — Modal

5. Nama Akun

Nama akun menunjukkan akun yang saldonya dicantumkan dalam laporan. Pada neraca saldo setelah penutupan, akun yang muncul seharusnya hanya akun riil seperti kas, piutang, aset, utang, dan modal. Akun pendapatan dan beban tidak perlu dicantumkan karena sudah ditutup.

Contoh:

Kas
Piutang Usaha
Utang Usaha
Modal

6. Kolom Debit

Kolom debit digunakan untuk mencatat akun yang memiliki saldo debit. Umumnya, akun aset seperti kas, piutang, persediaan, atau peralatan berada di kolom ini. 

Namun, penempatannya tetap mengikuti saldo akhir yang ada di buku besar setelah jurnal penutup diposting.

Contoh:

Kas — Rp25.000.000

7. Kolom Kredit

Kolom kredit digunakan untuk mencatat akun yang memiliki saldo kredit. Biasanya, akun seperti utang, modal, dan akun kontra aset berada di kolom ini. Total kredit nantinya harus sama dengan total debit agar laporan dianggap seimbang.

Contoh:

Modal — Rp25.000.000

8. Total Debit dan Kredit

Bagian total digunakan untuk memastikan jumlah saldo debit dan kredit sudah sama. Jika totalnya berbeda, berarti masih ada kesalahan yang perlu diperiksa kembali. 

Selisih dapat terjadi karena kesalahan posting, salah menempatkan saldo, atau jurnal penutup yang belum lengkap.

Contoh:

Total Debit: Rp25.000.000
Total Kredit: Rp25.000.000

Berikut contoh format sederhananya:

No. AkunNama AkunDebitKredit
101KasRp25.000.000
201Utang UsahaRp10.000.000
301ModalRp15.000.000
TotalRp25.000.000Rp25.000.000
Banner KantorKu HRIS
Buat Payroll Lebih Siap untuk Pembukuan!

Otomatiskan perhitungan gaji, lembur, PPh 21, BPJS, THR, bonus, dan slip gaji online dengan KantorKu HRIS.

Cara Menyusun Neraca Saldo setelah Penutupan

Setelah memahami formatnya, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menyusun neraca saldo setelah penutupan. 

Pastikan proses sebelumnya sudah selesai agar saldo yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi akhir periode. Secara umum, berikut cara penyusunannya:

1. Selesaikan Laporan Keuangan Periode Berjalan

Sebelum menyusun neraca saldo setelah penutupan, perusahaan perlu menyelesaikan laporan keuangan terlebih dahulu. 

Pasalnya jurnal penutup dibuat setelah akun pendapatan dan beban digunakan dalam laporan keuangan. Dengan begitu, proses penutupan dilakukan berdasarkan data yang sudah final.

2. Buat dan Posting Jurnal Penutup

Langkah berikutnya adalah membuat jurnal penutup untuk menutup akun nominal, seperti pendapatan dan beban. 

Setelah dibuat, jurnal penutup harus diposting ke buku besar. Jika belum diposting, saldo akun di buku besar belum berubah dan neraca saldo setelah penutupan belum bisa disusun.

3. Ambil Saldo Akun Riil dari Buku Besar

Setelah jurnal penutup diposting, ambil saldo akun riil dari buku besar. Akun riil adalah akun yang tetap dibawa ke periode berikutnya, seperti aset, kewajiban, dan ekuitas. Akun pendapatan dan beban tidak perlu diambil karena seharusnya sudah bernilai nol.

4. Susun Akun ke Dalam Kolom Debit dan Kredit

Masukkan saldo akun ke dalam kolom debit atau kredit sesuai posisi saldonya. Akun aset umumnya berada di debit, sedangkan kewajiban dan ekuitas umumnya berada di kredit. Pastikan setiap saldo ditempatkan dengan benar agar total akhirnya tidak selisih.

5. Jumlahkan Total Debit dan Kredit

Setelah semua akun dimasukkan, jumlahkan kolom debit dan kredit. Total keduanya harus sama. 

Jika tidak sama, perusahaan perlu memeriksa kembali saldo akun, jurnal penutup, atau proses posting ke buku besar.

6. Periksa Kembali Akun Nominal yang Masih Muncul

Langkah terakhir adalah memastikan tidak ada akun nominal yang masih muncul dalam neraca saldo setelah penutupan. 

Jika masih ada akun pendapatan atau beban, berarti proses penutupan belum selesai dengan benar. Neraca saldo setelah penutupan seharusnya hanya memuat akun riil.

Laporan ini membantu memastikan saldo sudah seimbang, akun nominal sudah ditutup, dan data keuangan siap digunakan untuk periode berikutnya.

Baca Juga: 5 Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan & Contoh Mudah Perhitungannya

Contoh Neraca Saldo setelah Penutupan

Setelah memahami format dan cara menyusunnya, Anda mungkin ingin membuatnya dari awal. Mari simak contoh neraca saldo setelah penutupan berikut supaya Anda dapat memahami seperti apa bentuk laporan ini dalam praktik. 

Contoh Kasus

Misalnya, setelah PT Maju Sejahtera menyusun laporan keuangan dan memposting jurnal penutup, saldo akun nominal seperti pendapatan dan beban sudah menjadi nol. 

Saldo yang tersisa di buku besar hanya akun riil, seperti kas, piutang, peralatan, akumulasi penyusutan, utang, dan modal.

Berikut contoh neraca saldo setelah penutupan:

PT Maju Sejahtera
Neraca Saldo Setelah Penutupan
Per 31 Desember 2026

No. AkunNama AkunDebitKredit
101KasRp25.000.000
102Piutang UsahaRp10.000.000
121PeralatanRp20.000.000
122Akumulasi Penyusutan PeralatanRp5.000.000
201Utang UsahaRp15.000.000
301ModalRp35.000.000
TotalRp55.000.000Rp55.000.000

Dari contoh tersebut, total saldo debit dan kredit sama-sama berjumlah Rp55.000.000. Artinya, pencatatan saldo setelah penutupan sudah seimbang secara matematis.

Akun yang muncul juga hanya akun riil. Kas, piutang, dan peralatan masuk ke sisi debit karena termasuk aset. 

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak adanya akun pendapatan dan beban dalam tabel tersebut. 

Ini menunjukkan bahwa akun nominal sudah ditutup melalui jurnal penutup dan tidak lagi terbawa ke periode berikutnya.

Perbedaan Neraca Saldo Setelah Penutupan dan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Neraca saldo setelah penutupan sering disamakan dengan neraca saldo setelah penyesuaian. Padahal, keduanya dibuat pada tahap yang berbeda dan memiliki fungsi yang tidak sama. 

Perbedaan paling utamanya terletak pada waktu penyusunan dan jenis akun yang masih muncul di dalam laporan.

Neraca saldo setelah penyesuaian dibuat sebelum laporan keuangan disusun, sedangkan neraca saldo setelah penutupan dibuat setelah laporan keuangan selesai dan jurnal penutup sudah diposting. 

Karena itu, neraca saldo setelah penutupan hanya berisi akun riil, sedangkan neraca saldo setelah penyesuaian masih memuat akun riil dan akun nominal.

Adapun perbandingannya agar lebih mudah dipahami yaitu:

AspekNeraca Saldo Setelah PenyesuaianNeraca Saldo Setelah Penutupan
Waktu dibuatSetelah jurnal penyesuaianSetelah jurnal penutup
Posisi dalam Siklus AkuntansiSebelum laporan keuanganSetelah laporan keuangan
TujuanMenyiapkan saldo untuk laporan keuanganMengecek saldo akhir setelah penutupan
Akun yang MunculAkun riil dan akun nominalHanya akun riil
Pendapatan dan BebanMasih munculTidak muncul
Fungsi untuk Periode BerikutnyaBelum menjadi saldo awal finalMenjadi dasar saldo awal periode berikutnya

Dengan melihat perbedaan tersebut, neraca saldo setelah penutupan dapat dipahami sebagai tahap pengecekan akhir. 

Jika laporan ini sudah seimbang dan tidak ada akun nominal yang muncul, perusahaan bisa memulai periode akuntansi baru dengan saldo yang lebih rapi.

Kesalahan Umum Saat Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Meskipun formatnya sederhana, neraca saldo setelah penutupan tetap bisa keliru jika proses sebelumnya belum dilakukan dengan benar. 

Kesalahan biasanya terjadi karena jurnal penutup belum lengkap atau akun yang dimasukkan belum sesuai. 

Agar laporan lebih akurat, berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

  • Masih memasukkan akun pendapatan atau beban ke dalam neraca saldo setelah penutupan.
  • Membuat jurnal penutup, tetapi belum mempostingnya ke buku besar.
  • Mengambil saldo dari neraca saldo setelah penyesuaian, bukan dari buku besar setelah penutupan.
  • Salah menempatkan akun ke kolom debit atau kredit.
  • Tidak memasukkan akun kontra aset, seperti akumulasi penyusutan.
  • Menganggap total debit dan kredit yang sama berarti semua transaksi pasti benar.
  • Mengira neraca saldo setelah penutupan sama dengan laporan posisi keuangan atau neraca.
  • Tidak mengecek ulang apakah akun nominal sudah benar-benar bernilai nol.

Untuk pebisnis, kesalahan seperti ini bisa membuat saldo awal periode berikutnya menjadi kurang akurat. 

Bagi HR, dampaknya juga bisa terasa jika akun beban terkait karyawan, seperti gaji, belum tercatat di periode yang tepat sebelum proses penutupan dilakukan.

FAQ tentang Neraca Saldo Setelah Penutupan

Agar lebih mudah dipahami, mari simak jawaban singkat untuk beberapa pertanyaan umum tentang neraca saldo setelah penutupan:

1. Apa Isi Neraca Saldo setelah Penutupan?

Neraca saldo setelah penutupan berisi akun riil atau akun permanen yang saldonya dibawa ke periode berikutnya. Contohnya adalah aset, kewajiban, ekuitas, dan akun kontra aset seperti akumulasi penyusutan.

2. Apakah Pendapatan Masuk ke Neraca Saldo setelah Penutupan?

Tidak, pendapatan tidak masuk ke neraca saldo setelah penutupan. Akun pendapatan termasuk akun nominal yang sudah ditutup melalui jurnal penutup pada akhir periode.

3. Mengapa Akun Beban Tidak Muncul dalam Neraca Saldo setelah Penutupan?

Akun beban tidak muncul karena hanya digunakan untuk mencatat biaya pada satu periode akuntansi. 

Setelah periode berakhir, akun beban ditutup agar saldonya kembali nol dan tidak terbawa ke periode berikutnya.

4. Kapan Neraca Saldo setelah Penutupan Dibuat?

Neraca saldo setelah penutupan dibuat setelah laporan keuangan selesai disusun dan jurnal penutup sudah diposting ke buku besar. 

Laporan ini menjadi tahap pengecekan akhir sebelum perusahaan memulai periode akuntansi baru.

5. Apa Bedanya Neraca Saldo setelah Penutupan dan Neraca?

Neraca saldo setelah penutupan adalah alat pemeriksaan internal untuk memastikan saldo debit dan kredit tetap seimbang setelah penutupan buku. 

Adapun, neraca atau laporan posisi keuangan adalah laporan keuangan yang menunjukkan posisi aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada periode tertentu.

Kelola Payroll dan Data Penggajian Lebih Rapi Bersama KantorKu HRIS!

Jika perusahaan masih menghitung payroll manual, proses penutupan buku bisa lebih rumit. Data seperti gaji karyawan perlu dicatat agar laporan keuangan tidak mengalami selisih.

Dalam kondisi seperti ini, kamu bisa menggunakan software payroll seperti KantorKu HRIS yang dapat menyederhanakan proses penggajian dalam satu sistem yang praktis dan terintegrasi.

Dashboard Payroll KantorKu HRIS

Dengan KantorKu HRIS, Anda dapat mengelola berbagai kebutuhan payroll perusahaan dalam satu platform, seperti:

  • Payroll Engine Otomatis: Perhitungan gaji, tunjangan, potongan, bonus, THR, dan komponen payroll lainnya dapat diproses melalui satu sistem.
  • Aplikasi Penghitung Gaji Karyawan: Bisa menghitung gaji karyawan bulanan, mingguan, harian, hingga prorate untuk karyawan baru atau resign.
  • Perhitungan Lembur Otomatis: Data lembur dapat dihitung dari absensi atau jadwal shift, termasuk lembur hari kerja, hari istirahat, dan hari libur nasional.
  • PPh 21 dan BPJS: Perhitungan pajak karyawan serta iuran BPJS dapat dikelola sesuai regulasi terbaru.
  • Aplikasi Slip Gaji Online: Slip gaji dapat dibuat otomatis dan diakses secara lebih aman oleh masing-masing karyawan.

Dengan sistem yang terintegrasi, perusahaan tidak perlu lagi mengelola data payroll dan slip gaji secara terpisah. Proses penggajian pun lebih siap pakai sebagai data pendukung dalam pencatatan akuntansi.

Tertarik membuat proses payroll perusahaan jadi lebih otomatis? Book demo gratis KantorKu HRIS sekarang agar bisa mencoba sendiri sistemnya!

Banner KantorKu HRIS
Buat Payroll Lebih Siap untuk Pembukuan!

Otomatiskan perhitungan gaji, lembur, PPh 21, BPJS, THR, bonus, dan slip gaji online dengan KantorKu HRIS.

Bagikan

Related Articles

bunga kartu kredit di indonesia

Apa Itu Bunga Kartu Kredit? Ini Jenis dan Cara Menghitungnya

Bunga kartu kredit adalah biaya yang dikenakan saat tagihan tidak dibayar penuh. Cek jenis, cara menghitung, dan faktor yang memengaruhi besarannya.
tax invoice

Apa Itu Tax Invoice? Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya

Tax invoice adalah bukti pemungutan PPN yang wajib dipahami pelaku usaha. Simak pengertian, fungsi, cara membuat, dan contohnya di sini.
apa itu laba bersih

Laba Bersih Adalah: Rumus, Cara Hitung, dan Dampaknya ke Bisnis

Laba bersih adalah keuntungan akhir perusahaan setelah semua biaya dipotong. Pelajari rumus, cara menghitung, contoh, hingga perannya dalam bisnis.