Cara Menghitung Labor Cost untuk Perusahaan, Cek Rumus dan Contohnya
Cara menghitung labor cost perlu dilakukan agar besarannya tidak mengganggu finansial perusahaan. Simak cara hitung, rumus dan contohnya!
Table of Contents
Labor cost atau biaya tenaga kerja perlu dikelola dengan baik agar tidak mengganggu arus keuangan perusahaan.
Biaya ini umumnya terdiri dari gaji pokok karyawan, tunjangan, lembur, dan biaya lainnya yang berkaitan dengan tenaga kerja.
Anda perlu memahami cara menghitung labor cost guna bisa mengetahui berapa banyak yang perusahaan habiskan untuk tenaga kerja dan bagaimana hal tersebut memengaruhi profitabilitas.
Namun sebelum itu, mari ketahui dulu apa saja jenis biaya tenaga kerja dan cara mengoptimalkannya!
Apa Itu Labor Cost?

Labor cost adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menggaji dan memberi kompensasi kepada karyawan.
Komponen biaya ini mencakup gaji pokok, tunjangan, lembur, pajak penghasilan, dan berbagai benefit lainnya yang diterima karyawan.
Labor cost merupakan salah satu pengeluaran terbesar dalam biaya operasional perusahaan yang bisa memengaruhi profitabilitas secara langsung.
Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelolanya dengan maksimal untuk memastikan bisnis tetap menguntungkan.
Tanpa pemahaman yang jelas mengenai rumus labor cost, perusahaan bisa saja menghadapi kesulitan dalam menyeimbangkan pengeluaran dan pemasukan.
Jangan sampai salah hitung gaji dan lembur menguras keuntungan. Otomatisasi perhitungan penggajian karyawan dengan KantorKu HRIS!
Jenis-jenis Labor Cost
Setelah memahami apa itu labor cost, pastikan Anda juga mengetahui berbagai jenis labor cost yang ada dalam sebuah perusahaan.
Setiap jenis biaya tenaga kerja memiliki fungsi yang berbeda dalam struktur biaya perusahaan. Mari pahami apa saja jenis labor cost di perusahaan:
1. Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor Cost)
Direct labor cost adalah biaya yang secara langsung terkait dengan produksi barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
Biaya ini mencakup gaji, upah, dan tunjangan yang diberikan kepada karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi atau layanan.
Biaya ini dapat dilacak dengan mudah karena berhubungan langsung dengan barang atau jasa yang diproduksi.
Contoh:
- Gaji operator mesin di pabrik yang bekerja langsung dalam proses produksi
- Upah pekerja produksi yang menangani bahan baku
- Gaji teknisi yang merakit produk jadi
2. Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung (Indirect Labor Cost)
Indirect labor cost adalah biaya tenaga kerja yang tidak langsung terlibat dalam proses produksi, tetapi tetap mendukung operasional perusahaan.
Biaya ini mencakup gaji karyawan yang bekerja di departemen pendukung, seperti manajer, staf HR, atau administrasi yang berperan dalam kelancaran operasional.
Contoh:
- Gaji staf administrasi yang mendukung proses produksi tetapi tidak terlibat langsung dalam pembuatan produk
- Gaji manajer pemasaran yang mengelola strategi dan penjualan produk
- Gaji staf keuangan yang mengelola anggaran dan laporan keuangan perusahaan
3. Biaya Tenaga Kerja Tetap (Fixed Labor Cost)
Fixed labor cost adalah biaya tenaga kerja yang tidak berubah meskipun ada perubahan dalam volume produksi atau kegiatan operasional.
Biaya ini biasanya meliputi gaji tetap yang diterima karyawan setiap bulan, tunjangan dan benefit yang sudah disepakati dalam kontrak kerja.
Biaya tetap memungkinkan perusahaan untuk memprediksi pengeluaran tenaga kerja secara konsisten.
Contoh:
- Gaji bulanan karyawan tetap yang bekerja di kantor dengan jam kerja tetap
- Tunjangan kesehatan, tunjangan pensiun, dan benefit lain yang tidak tergantung pada jumlah produksi
- Gaji manajer yang memiliki kontrak tetap
4. Biaya Tenaga Kerja Variabel (Variable Labor Cost)
Variable labor cost adalah biaya yang berubah seiring dengan tingkat produksi atau aktivitas perusahaan.
Biaya ini bisa meningkat atau menurun berdasarkan kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja ekstra, seperti upah lembur atau penggunaan tenaga kerja kontrak yang hanya diperlukan saat volume produksi meningkat.
Contoh:
- Upah lembur untuk karyawan yang bekerja melebihi jam kerja normal
- Gaji pekerja paruh waktu yang dipekerjakan sesuai kebutuhan proyek
- Biaya tenaga kerja tambahan yang digunakan saat musim puncak permintaan produk
Baca Juga: 13 Jenis Tunjangan Karyawan, Contoh serta Aturan Perhitungan sesuai UU
Komponen Perhitungan Labor Cost
Dalam menghitung labor cost, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhitungkan untuk mendapatkan angka yang lebih valid.
Adapun beberapa komponen dalam perhitungan labor cost yang wajib Anda ketahui yaitu:
1. Gaji Pokok
Gaji pokok adalah jumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan setiap bulan tanpa tambahan lainnya.
Ini menjadi komponen labor cost yang paling dasar dan dihitung berdasarkan kontrak kerja atau kesepakatan antara perusahaan dan karyawan.
2. Tunjangan
Komponen berikutnya yaitu tunjangan. Ini adalah sejumlah uang atau fasilitas tambahan yang diberikan perusahaan kepada karyawan di luar gaji pokok.
Beberapa tunjangan yang umum diberikan adalah tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, dan tunjangan makan.
3. Biaya Lembur
Biaya lembur adalah biaya tambahan yang dikeluarkan perusahaan ketika karyawan bekerja lebih dari jam kerja yang telah ditentukan.
Setiap perusahaan memiliki kebijakan lembur yang berbeda, tetapi biasanya biaya ini dihitung berdasarkan jam tambahan yang dikerjakan.
4. Asuransi
Perusahaan sering kali menanggung sebagian atau seluruh biaya asuransi kesehatan, pensiun, atau jaminan sosial lainnya untuk karyawan.
Komponen ini perlu diperhitungkan dalam labor cost, karena sudah menjadi pengeluaran tambahan yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan karyawan.
5. Pendidikan dan Pelatihan
Biaya ini dikeluarkan oleh perusahaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan karyawan.
Biasanya digunakan untuk biaya mengikuti seminar, kursus, atau pelatihan lainnya guna memperbaiki kinerja dan produktivitas.
6. Peralatan dan Alat Kerja
Beberapa perusahaan mengeluarkan biaya untuk menyediakan peralatan atau alat kerja yang diperlukan oleh karyawan, misalnya, untuk biaya pembelian laptop.
Biaya ini tidak selalu terhitung sebagai bagian dari gaji langsung, tetapi turut memengaruhi biaya keseluruhan untuk mempekerjakan tenaga kerja.
7. Biaya Perekrutan Karyawan
Biaya ini termasuk biaya iklan lowongan pekerjaan, proses wawancara, pengujian, hingga biaya administrasi perekrutan lainnya.
Dalam beberapa kasus, biaya ini juga mencakup biaya konsultan rekrutmen atau biaya program orientasi bagi karyawan baru.
Cara Menghitung Labor Cost

Untuk menghitung labor cost, Anda perlu memahami apa saja pengeluaran terkait tenaga kerja dan bagaimana hal tersebut memengaruhi profitabilitas.
Mari simak berbagai rumus perhitungan labor cost yang bisa digunakan dan cara menghitungnya.
Rumus Labor Cost
Tergantung pada kebutuhan perhitungan, ada beberapa rumus yang digunakan untuk menghitung labor cost, di antaranya:
1. Rumus Labor Cost Total
Rumus ini mencakup seluruh biaya yang dikeluarkan untuk karyawan, mulai dari gaji pokok hingga tunjangan dan kontribusi lainnya.
Labor Cost = Total Biaya Upah + Total Kontribusi Kesejahteraan
2. Rumus Labor Cost per Jam
Rumus ini digunakan untuk menghitung biaya tenaga kerja berdasarkan jam kerja yang dilakukan oleh karyawan.
Labor Cost per Jam = Total Biaya Tenaga Kerja / Total Jam Kerja Produktif
3. Rumus Labor Cost per Unit
Rumus ini digunakan untuk menghitung biaya tenaga kerja untuk menghasilkan satu unit produk, yang sering digunakan dalam industri manufaktur.
Labor Cost per Unit = Labor Cost per Jam x Jumlah Jam untuk Satu Unit
4. Rumus Labor Cost per Karyawan
Untuk menghitung biaya tenaga kerja untuk setiap karyawan berdasarkan gaji, tunjangan, dan lembur yang diterima, bisa gunakan rumus berikut:
Labor Cost per Karyawan = Gaji Pokok + Tunjangan + Lembur
Cara Menghitung Labor Cost
Berikut adalah langkah-langkah untuk menghitung labor cost secara lebih mendalam, tergantung pada rumus yang ingin Anda gunakan:
1. Identifikasi Tenaga Kerja Langsung
Tentukan karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi atau layanan. Ini perlu dilakukan karena biaya tenaga kerja langsung menjadi bagian dari perhitungan labor cost.
Contoh:
Operator mesin di pabrik, teknisi di lapangan, atau pekerja produksi lainnya.
2. Kumpulkan Data Upah, Tunjangan, dan Bonus
Ambil data terkait pembayaran gaji pokok, tunjangan, bonus, hingga lembur yang diterima oleh karyawan yang terlibat langsung dalam produksi.
Contoh:
Gaji pokok Rp5.000.000
Tunjangan transportasi Rp300.000
Bonus kinerja Rp500.000
3. Hitung Total Biaya Upah
Jumlahkan semua biaya upah yang diterima oleh karyawan. Anda bisa menggunakan aplikasi payroll untuk mencatat dan mempermudah proses ini.
Contoh:
Total biaya upah = Rp5.000.000 (upah pokok) + Rp300.000 (tunjangan) + Rp500.000 (bonus) = Rp5.800.000.
4. Hitung Kontribusi Kesejahteraan
Hitung kontribusi tambahan yang dikeluarkan perusahaan untuk kesejahteraan karyawan seperti BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, dan asuransi lainnya.
Contoh:
Kontribusi BPJS Ketenagakerjaan 3,7% dari upah pokok = Rp185.000, BPJS Kesehatan 4% dari upah pokok = Rp200.000.
5. Hitung Total Labor Cost
Jumlahkan total biaya upah dan kontribusi kesejahteraan untuk menghitung total labor cost.
Contoh:
Total labor cost = Rp5.800.000 (biaya upah) + Rp385.000 (kontribusi kesejahteraan) = Rp6.185.000.
Jangan sampai salah hitung gaji dan lembur menguras keuntungan. Otomatisasi perhitungan penggajian karyawan dengan KantorKu HRIS!
Contoh Perhitungan Labor Cost
Untuk memahami lebih lanjut bagaimana cara menghitung labor cost untuk satu karyawan, Anda bisa mengikuti contoh perhitungan sebagai berikut:
Data Upah
- Upah Pokok: Rp5.000.000
- Tunjangan Makan: Rp400.000
- Tunjangan Transportasi: Rp300.000
- Bonus Kinerja: Rp500.000
- Upah Lembur: Rp600.000
- Kontribusi BPJS Ketenagakerjaan (3,7% dari upah pokok): Rp185.000
- Kontribusi BPJS Kesehatan (4% dari upah pokok): Rp200.000
- Asuransi Kesehatan Pribadi: Rp100.000
Dengan data di atas, berikut adalah perhitungan labor cost untuk karyawan tersebut:
1. Total Biaya Upah
Total biaya upah mencakup semua komponen gaji pokok, tunjangan, bonus, dan lembur yang diterima karyawan. Dari data di atas berikut yang perlu dijumlahkan:
- Upah Pokok: Rp5.000.000
- Tunjangan Makan: Rp400.000
- Tunjangan Transportasi: Rp300.000
- Bonus Kinerja: Rp500.000
- Upah Lembur: Rp600.000
Jika dijumlahkan, maka total biaya upah karyawan tersebut adalah Rp6.800.000
2. Total Kontribusi Kesejahteraan
Total kontribusi kesejahteraan mencakup biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk jaminan sosial dan asuransi karyawan.
- Kontribusi BPJS Ketenagakerjaan (3,7%): Rp185.000
- Kontribusi BPJS Kesehatan (4%): Rp200.000
- Asuransi Kesehatan Pribadi: Rp100.000
Adapun total kontribusi kesejahteraan karyawan adalah Rp485.000
3. Total Labor Cost
Labor cost adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk gaji karyawan dan kontribusi kesejahteraan mereka.
Maka jumlahkan total biaya upah dan total kontribusi kesejahteraan menjadi:
Total Labor Cost = Rp6.800.000 + Rp485.000 = Rp7.285.000
Jadi, labor cost untuk karyawan tersebut adalah Rp7.285.000.
Baca Juga: 10 Perbedaan Gaji Karyawan Tetap dan Kontrak: Gaji, Bonus, hingga Tunjangan
Cara Mengoptimalkan Labor Cost

Setelah mengetahui cara menghitung labor cost, langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan biaya tenaga kerja untuk meningkatkan efisiensi biaya.
Adapun beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengoptimalkan labor cost yaitu:
1. Pastikan Karyawan Bekerja sesuai Jadwal
Pastikan bahwa setiap karyawan bekerja sesuai dengan jam yang telah ditentukan, dan tidak ada waktu yang terbuang untuk kegiatan yang tidak produktif.
Cara ini dapat meminimalkan pengeluaran yang berhubungan dengan overtime atau biaya kerja lembur.
Jika tetap mengharuskan lembur, Anda bisa mengelolanya dengan aplikasi lembur karyawan agar pengeluaran lebih terkendali.
2. Manfaatkan Aplikasi HRIS
Menggunakan aplikasi HRIS seperti KantorKu HRIS untuk otomatisasi administrasi HR dapat membantu mengoptimalkan labor cost.
Salah satu fiturnya adalah aplikasi gaji yang dapat mengotomatisasi perhitungan gaji. Dengan sistem otomatis, Anda bisa mengurangi memastikan perhitungan gaji tetap terkendali
3. Buat Pelatihan untuk Meningkatkan Produktivitas
Investasikan biaya untuk pelatihan karyawan guna meningkatkan produktivitas. Pasalnya karyawan yang terlatih dengan baik cenderung bekerja lebih cepat, sehingga turut mengurangi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas.
4. Evaluasi Penggunaan Sumber Daya
Evaluasi penggunaan sumber daya perusahaan untuk memastikan bahwa setiap karyawan bekerja dengan efektif.
Pastikan bahwa karyawan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap produksi atau tugas yang ada.
5. Pertimbangkan Tenaga Kerja Paruh Waktu
Pertimbangkan untuk memanfaatkan pekerja paruh waktu atau kontrak ketika volume pekerjaan sedang fluktuatif.
Dengan menggunakan tenaga kerja fleksibel, perusahaan dapat mengurangi biaya tetap dan menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan kebutuhan.
6. Mainkan Paket Penggajian
Jika biaya tunjangan meningkat, misalnya karena ada kenaikan biaya asuransi kesehatan, cobalah alternatif yang lebih hemat biaya, seperti memberikan bonus kinerja alih-alih kenaikan gaji tahunan.
Selain itu, memberikan fleksibilitas jam kerja atau mengurangi hari kerja bagi karyawan juga bisa menjadi cara untuk mengoptimalkan labor cost tanpa menambah biaya.
7. Cari Saran Keuangan Profesional
Apabila biaya tenaga kerja mulai menjadi beban, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan untuk menemukan cara mengurangi pengeluaran.
Penasihat keuangan bisa memberikan strategi untuk meningkatkan profitabilitas tanpa menambah jumlah karyawan.
Kenapa KantorKu HRIS Penting untuk Mengelola Labor Cost?
Mengelola labor cost memerlukan sistem yang terintegrasi agar mudah memantau pengeluaran.
Salah satu aplikasi yang bisa Anda gunakan adalah KantorKu HRIS. Aplikasi ini hadir dengan fitur HRIS all-in-one untuk mengoptimalkan labor cost melalui fitur seperti absensi digital tanpa mesin mahal hingga kalkulator gaji otomatis yang menghemat waktu.

Mari simak lebih dalam beberapa fitur unggulan KantorKu HRIS:
- Hitung Gaji & Tunjangan Otomatis: Hitung gaji pokok, lembur, tunjangan, BPJS, dan PPh 21 secara otomatis sesuai regulasi.
- Minim Risiko Kesalahan: Kurangi risiko kesalahan manual yang sering terjadi saat menggunakan spreadsheet.
- Slip Gaji Digital: Karyawan dapat mengakses slip gaji kapan saja yang dibuat otomatis oleh sistem.
- Integrasi dengan Absensi & Cuti: Data kehadiran, keterlambatan, lembur, dan cuti langsung masuk ke aplikasi database karyawan.
- Mendukung Berbagai Sistem Kerja: Cocok untuk karyawan tetap, kontrak, harian, part-time, freelancer, hingga WFH.
Jika Anda ingin menyederhanakan pengelolaan labor cost, langsung saja book demo gratis KantorKu HRIS sekarang juga!
Dengan sistem yang serba otomatis, Anda bisa memantau seluruh pengeluaran terkait tenaga kerja dengan lebih mudah.
Jangan sampai salah hitung gaji dan lembur menguras keuntungan. Otomatisasi perhitungan penggajian karyawan dengan KantorKu HRIS!
Referensi:
Understanding Labor Costs: Definitions, Categories & Their Impact | Investopedia
What is a labour cost? (Types and tips to mitigate it) | Indeed
Methods for Managing Labor Costs and Benefits Expenses | Preferred
Related Articles
Bea Cukai Adalah: Jenis, Tarif, & Cara Mengurusnya bagi Perusahaan
16 Contoh Surat Undangan Rapat dan Cara Membuatnya