6 Contoh Laporan Laba Rugi Word, PDF, Excel (+ Template Gratis)

Temukan berbagai contoh laporan laba rugi, mulai dari bulanan, sederhana, hingga tabel. Dapatkan template Word, PDF, & Excel secara gratis!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 31 Maret 2026
Key Takeaways
Contoh laporan laba rugi adalah gambaran pencatatan pendapatan dan beban dalam suatu periode.
Laporan ini digunakan untuk mengetahui apakah perusahaan mengalami laba atau rugi.
Komponen utama meliputi pendapatan, biaya, dan laba bersih.
Contoh laporan membantu memahami format dan cara penyusunannya.
Laporan laba rugi penting untuk analisis keuangan dan pengambilan keputusan bisnis.

Contoh laporan laba rugi merupakan salah satu dokumen keuangan penting yang membantu pemilik bisnis, HRD, maupun tim operasional memahami apakah perusahaan sedang memperoleh keuntungan atau mengalami kerugian dalam periode tertentu.

Laporan ini juga sering menjadi dasar dalam pengambilan keputusan bisnis, mulai dari evaluasi biaya operasional hingga perencanaan pengeluaran seperti gaji karyawan, tunjangan, dan biaya administrasi lainnya.

Bagi banyak pelaku usaha dan tim HR, laporan laba rugi tidak hanya berkaitan dengan penjualan dan biaya produksi. Komponen seperti biaya tenaga kerja, payroll, dan tunjangan karyawan juga memiliki pengaruh besar terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, memahami contoh laporan laba rugi lengkap dapat membantu Anda mengelola keuangan bisnis secara lebih terstruktur dan transparan.

Lantas, seperti apa contoh laporan laba rugi yang benar dan bagaimana cara membuatnya? Mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Laporan Laba Rugi?

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan, biaya, serta keuntungan atau kerugian perusahaan dalam periode tertentu.

Melansir dari laman Goering & Granatino Accounting, biasanya laporan ini dibuat secara bulanan, triwulanan, atau tahunan untuk memantau performa bisnis.

Secara sederhana, laporan ini menjawab beberapa pertanyaan penting:

  • Apakah bisnis Anda menghasilkan keuntungan?
  • Berapa total biaya operasional yang dikeluarkan?
  • Seberapa besar kontribusi penjualan terhadap profit perusahaan?

Dalam praktiknya, laporan laba rugi juga menjadi dokumen yang sangat penting bagi berbagai pihak, seperti:

  • Pemilik bisnis, untuk mengetahui kesehatan keuangan perusahaan
  • Tim HR dan finance, untuk memantau biaya tenaga kerja
  • Investor atau stakeholder, untuk mengevaluasi performa bisnis

Dengan laporan yang terstruktur, perusahaan bisa mengidentifikasi area pengeluaran yang tinggi, merencanakan anggaran, dan memastikan bahwa biaya tenaga kerja serta operasional sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan.

Banner KantorKu HRIS
Cegah Payroll Error dengan KantorKu HRIS!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Struktur Laporan Laba Rugi

Penulisan laporan laba rugi yang terstruktur memudahkan pembaca untuk memahami kondisi keuangan perusahaan dengan cepat. Struktur yang jelas juga membuat laporan terlihat profesional dan mudah dianalisis.

Berikut tiga bagian utama laporan laba rugi yang perlu Anda ketahui:

1. Header (Judul Laporan)

Bagian header berada di posisi paling atas laporan dan berisi informasi dasar agar pembaca langsung mengetahui identitas laporan dan periode yang dicakup. Header biasanya mencakup:

  • Nama perusahaan
  • Judul laporan (misalnya: “Laporan Laba Rugi”)
  • Periode laporan (misalnya: “Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2024”)

Contoh:

PT Cakrawala Mandiri

Laporan Laba Rugi

Untuk Periode yang Berakhir pada 31 Desember 2024

2. Isi Laporan (Body)

Body merupakan bagian inti dari laporan laba rugi. Di sinilah pendapatan, biaya, dan perhitungan laba disusun secara berurutan.

Struktur body juga dapat menggunakan format Multiple Step (lebih detail) atau Single Step (lebih ringkas). Keduanya memuat rincian utama sebagai berikut:

  • Pendapatan Operasional: Jumlah uang yang diterima dari penjualan produk atau jasa, setelah dikurangi pengembalian barang atau potongan harga.
  • Perhitungan Laba Kotor: Pendapatan bersih dikurangi biaya langsung untuk membuat produk atau layanan (misalnya bahan baku, upah produksi).
  • Beban Operasional: Semua biaya untuk menjalankan bisnis sehari-hari, seperti gaji staf, sewa kantor, dan biaya marketing. Hasilnya menghasilkan Laba Operasional.
  • Pendapatan dan Beban Non-Operasional: Penghasilan atau pengeluaran yang bukan bagian dari aktivitas utama bisnis, misalnya bunga bank atau penjualan aset.
  • Pajak Penghasilan: Pajak yang harus dibayarkan negara, dikurangi dari laba operasional untuk mendapatkan Laba Bersih (Net Income), yaitu keuntungan akhir perusahaan.

Contoh:

Pendapatan Operasional:

  Penjualan Kotor        Rp200.000.000

  Retur & Potongan     Rp10.000.000

  Penjualan Bersih      Rp190.000.000

Harga Pokok Penjualan:

  HPP                        Rp80.000.000

Laba Kotor               Rp110.000.000

Beban Operasional:

  Beban Penjualan        Rp20.000.000

  Beban Administrasi     Rp15.000.000

Laba Operasional         Rp75.000.000

Pendapatan/Beban Non-Operasional:

  Pendapatan Bunga       Rp5.000.000

  Beban Bunga             Rp2.000.000

Laba Sebelum Pajak      Rp78.000.000

Pajak:

  Beban Pajak            Rp18.000.000

Laba Bersih               Rp60.000.000

Footer adalah bagian penutup laporan, menandakan laporan telah selesai dan diverifikasi. Informasi yang biasanya dicantumkan:

  • Tanda tangan pimpinan atau manajer keuangan
  • Tanggal penyusunan laporan

Contoh:

Disusun oleh:

Manajer Keuangan PT Cakrawala Mandiri

Tanggal: 31 Desember 2024

Baca Juga: Mengenal Pentingnya Laporan Laba Rugi bagi Bisnis dan Contohnya

Komponen dalam Laporan Laba Rugi

Komponen laporan laba rugi menunjukkan bagaimana pendapatan perusahaan dikurangi berbagai biaya hingga menghasilkan keuntungan bersih. Memahami tiap komponen membantu pemilik bisnis, HR, dan tim finance menilai performa keuangan dan merencanakan strategi operasional.

Secara umum, komponen laporan laba rugi terdiri dari beberapa bagian utama berikut:

1. Pendapatan (Revenue/Sales)

Pendapatan adalah seluruh pemasukan yang diperoleh perusahaan dari aktivitas bisnis utama. Beberapa contoh pendapatan meliputi:

  • Penjualan produk
  • Penjualan jasa
  • Pendapatan langganan
  • Pendapatan dari layanan tambahan

Pendapatan biasanya menjadi baris pertama dalam laporan laba rugi karena menjadi dasar perhitungan keuntungan perusahaan.

2. Harga Pokok Penjualan (HPP / Cost of Goods Sold)

HPP adalah biaya yang secara langsung berkaitan dengan produksi barang atau jasa yang dijual. Beberapa contoh biaya yang termasuk HPP:

  • Biaya bahan baku
  • Biaya produksi
  • Upah tenaga kerja langsung
  • Biaya distribusi awal

Pengurangan pendapatan dengan HPP menghasilkan Laba Kotor (Gross Profit).

3. Laba Kotor (Gross Profit)

Laba Kotor menunjukkan keuntungan perusahaan setelah dikurangi HPP, sebelum memperhitungkan biaya operasional.

Rumus sederhana:

Laba Kotor = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan (HPP)

Nilai ini membantu perusahaan memahami seberapa efisien proses produksi atau penyediaan layanan mereka.

4. Biaya Operasional (Operating Expenses)

Biaya operasional adalah seluruh pengeluaran untuk menjalankan kegiatan sehari-hari perusahaan. Beberapa contoh biaya operasional antara lain:

  • Gaji karyawan
  • Biaya marketing
  • Biaya sewa kantor
  • Biaya administrasi

Dalam banyak perusahaan modern, biaya operasional sering dipantau menggunakan aplikasi gaji karyawan atau sistem HRIS agar pengeluaran lebih transparan dan mudah diaudit.

5. Laba Operasional (Operating Income)

Laba Operasional adalah keuntungan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan setelah semua biaya rutin dikurangi.

Angka ini menunjukkan seberapa efektif perusahaan menjalankan bisnis utamanya, misalnya penjualan produk atau jasa, sebelum menambahkan pendapatan atau beban tambahan lainnya.

6. Pendapatan & Beban Non-Operasional (Non-Operating)

Pendapatan atau beban non-operasional mencakup transaksi yang tidak berasal dari operasi utama, seperti:

  • Pendapatan bunga
  • Keuntungan atau kerugian penjualan aset
  • Kerugian atau keuntungan kurs

7. Pajak Penghasilan (Income Tax)

Pajak Penghasilan adalah jumlah pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah dari keuntungan perusahaan.

Pajak ini mempengaruhi berapa banyak keuntungan bersih yang akhirnya bisa digunakan atau disimpan perusahaan.

Baca Juga: PPh 21 Adalah: Tarif, Rumus, Cara Menghitung & Kesalahan Umum

8. Laba Bersih (Net Income / Profit)

Laba Bersih adalah angka terakhir yang menunjukkan keuntungan atau kerugian perusahaan setelah semua pendapatan dikurangi semua biaya, termasuk pajak.

Komponen ini biasanya disebut sebagai “bottom line” dan menjadi indikator utama kesehatan keuangan perusahaan.

Banner KantorKu HRIS
Hitung Gaji Karyawan Otomatis dari Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Cara Membuat Laporan Laba Rugi

Membuat laporan laba rugi sebenarnya tidak terlalu rumit jika Anda memahami langkah-langkahnya. Proses ini bisa dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet, atau lebih efisien menggunakan sistem digital. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Tentukan Periode Laporan

Langkah pertama adalah menentukan periode laporan. Periode ini akan menjadi acuan seluruh pencatatan pendapatan dan biaya.

Beberapa periode yang umum digunakan:

  • Bulanan
  • Triwulanan
  • Tahunan

Banyak perusahaan membuat laporan laba rugi bulanan untuk memantau performa bisnis secara rutin dan lebih cepat mendeteksi perubahan pengeluaran atau pendapatan.

2. Catat Seluruh Pendapatan

Setelah menentukan periode, langkah berikutnya adalah mencatat semua pendapatan yang diperoleh perusahaan. Pendapatan ini menjadi dasar perhitungan keuntungan.

Data yang perlu dicatat meliputi:

  • Penjualan produk
  • Penjualan jasa
  • Pendapatan tambahan atau layanan lainnya

Pastikan semua transaksi tercatat agar laporan akurat dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan bisnis.

3. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Langkah selanjutnya adalah menghitung HPP, yaitu semua biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi produk atau jasa yang dijual.

Komponen HPP biasanya mencakup:

  • Biaya bahan baku
  • Biaya produksi
  • Upah tenaga kerja langsung

Pendapatan dikurangi HPP akan menghasilkan Laba Kotor, yang menunjukkan seberapa efisien biaya produksi dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan.

4. Hitung Biaya Operasional

Biaya operasional adalah seluruh biaya rutin untuk menjalankan bisnis sehari-hari. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, beberapa contoh biaya operasional meliputi:

  • Gaji karyawan
  • Biaya HR dan administrasi
  • Biaya marketing
  • Biaya sewa kantor dan utilitas

Untuk mempermudah proses ini, banyak perusahaan modern menggunakan kalkulator gaji atau software payroll.

Dengan bantuan aplikasi HRIS, perhitungan biaya tenaga kerja dan pengeluaran operasional bisa lebih cepat, akurat, dan mudah diaudit.

5. Hitung Laba Operasional

Laba Operasional adalah keuntungan dari aktivitas inti perusahaan setelah semua biaya operasional dikurangi. Angka ini menunjukkan seberapa efektif bisnis utama dijalankan, sebelum menambahkan pendapatan atau beban non-operasional.

6. Catat Pendapatan & Beban Non-Operasional

Selain aktivitas utama, perusahaan mungkin memiliki pendapatan atau beban dari sumber lain yang tidak berkaitan langsung dengan operasi inti, misalnya:

  • Pendapatan bunga
  • Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset
  • Kerugian atau keuntungan kurs

Angka ini akan memengaruhi Laba Sebelum Pajak (EBT).

7. Hitung Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan adalah jumlah pajak yang harus dibayarkan pemerintah berdasarkan laba sebelum pajak. Pajak ini mempengaruhi berapa banyak keuntungan bersih yang akhirnya bisa digunakan atau disimpan perusahaan.

8. Hitung Laba Bersih

Langkah terakhir adalah menghitung Laba Bersih, yaitu keuntungan atau kerugian akhir perusahaan setelah seluruh pendapatan dikurangi HPP, biaya operasional, pendapatan/beban non-operasional, dan pajak.

Laba bersih menjadi indikator utama kesehatan keuangan perusahaan. Rinciannya:

  • Jika hasilnya positif, perusahaan memperoleh keuntungan
  • Jika negatif, perusahaan mengalami kerugian.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda bisa membuat laporan laba rugi lengkap, bulanan, atau sederhana sesuai kebutuhan bisnis.

Untuk mempermudah pencatatan biaya tenaga kerja, payroll, dan operasional, pertimbangkan juga menggunakan KantorKu HRIS.

Dengan aplikasi HRIS, semua perhitungan gaji karyawan, biaya operasional, dan laporan keuangan bisa lebih cepat, akurat, dan mudah diaudit.

Contoh Laporan Laba

Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh laporan laba rugi lengkap yang dapat Anda gunakan sebagai referensi dalam menyusun laporan keuangan bisnis:

1. Contoh Laporan Laba Rugi Bulanan

Contoh laporan laba rugi bulanan biasanya digunakan untuk memantau performa bisnis setiap bulan. Format ini sering digunakan oleh usaha kecil hingga menengah karena mudah dipahami.

Contoh:

2. Contoh Laporan Laba Rugi Lengkap

Contoh laporan laba rugi lengkap biasanya menggunakan format Multi Step, yang memisahkan setiap tahap perhitungan dari pendapatan hingga laba bersih. Format ini lebih detail dibanding laporan sederhana.

Contoh:

3. Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana

Contoh laporan laba rugi sederhana biasanya digunakan oleh UMKM atau bisnis baru. Namun, walaupun sederhana, laporan ini tetap memberikan gambaran mengenai kondisi keuangan bisnis dengan jelas.

Contoh:

4. Contoh Laporan Laba Rugi PDF

Banyak perusahaan menyimpan laporan keuangan dalam format digital agar mudah dibagikan dan diarsipkan. Format ini juga sering digunakan saat laporan harus dikirim ke investor atau auditor.

Contoh:

5. Contoh Laporan Laba Rugi dalam Bahasa Inggris

Dalam bisnis internasional, laporan laba rugi sering dibuat dalam bahasa Inggris dengan istilah seperti Revenue, Cost of Goods Sold, Gross Profit, Operating Expenses, dan Net Profit.

Contoh laporan laba rugi dalam bahasa Inggris biasanya digunakan oleh perusahaan yang bekerja sama dengan investor global.

Contoh:

6. Contoh Laporan Laba Rugi dalam Bentuk Tabel

Format tabel membuat laporan laba rugi lebih mudah dibaca dan memudahkan analisis keuangan secara cepat. Contoh laporan laba rugi dalam bentuk ini biasanya memiliki kolom seperti berikut:

LAPORAN LABA RUGI

PT KANTORKU JAYA

Periode Maret 2026

Pendapatan
Penjualan Barang DagangRp10.000.000
Pendapatan BungaRp2.000.000
Retur Penjualan-Rp1.000.000
Potongan Penjualan-Rp500.000
Jumlah PendapatanRp10.500.000
Persediaan AwalRp2.000.000
Pembelian Barang DagangRp7.000.000
Retur Pembelian-Rp500.000
Total Pembelian BersihRp6.500.000
Stok Pembelian BersihRp8.500.000
Persediaan AkhirRp1.800.000
Jumlah HPPRp6.700.000
Laba KotorRp3.800.000
Beban/KewajibanRp2.000.000
Beban Iklan/PemasaranRp500.000
Beban BungaRp150.000
Total BebanRp2.650.000
Laba Bersih Sebelum PajakRp1.150.000
Pajak0
Laba/Rugi BersihRp1.150.000

Download Contoh Laporan Laba Rugi

Membuat laporan laba rugi dari awal terkadang memerlukan waktu, terutama jika Anda ingin mengikuti struktur yang benar dan lengkap. Untuk mempermudah proses tersebut, Anda dapat menggunakan template laporan laba rugi yang sudah terstruktur dan tinggal menyesuaikan angka sesuai kondisi bisnis Anda.

Di artikel ini, Anda dapat mengunduh contoh laporan laba rugi dalam format yang umum digunakan, yaitu Word, PDF, dan Excel.

Format ini memudahkan Anda untuk menyesuaikan data perusahaan, mulai dari pendapatan, HPP, biaya operasional, hingga laba bersih.

Silakan isi form di bawah ini untuk mengunduh contoh laporan laba rugi secara gratis dan mulai membuat laporan keuangan bisnis Anda dengan lebih cepat dan praktis.

Laba Rugi Tidak Akurat karena Data Payroll Berantakan? Saatnya Kelola Payroll Pakai KantorKu HRIS!

Kesalahan pencatatan gaji karyawan, tunjangan, atau biaya operasional sedikit saja bisa menyebabkan laporan laba rugi tidak akurat, mempersulit analisis keuangan, dan berpotensi mengganggu pengambilan keputusan bisnis.

Bagi HR atau pemilik bisnis, inilah saat yang tepat untuk mempertimbangkan sistem HRIS yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Software payroll dari KantorKu HRIS membantu mengotomatisasi seluruh kebutuhan administrasi HR dan payroll, sehingga laporan laba rugi dan biaya tenaga kerja bisa selalu akurat. Fitur utamanya meliputi:

  • Absensi dan Pencatatan Kehadiran: Data karyawan tercatat secara akurat dan real-time, memudahkan pengelolaan jam kerja.
  • Manajemen SDM Terpusat: Semua data karyawan tersimpan rapi dan mudah diakses kapan saja.
  • Perhitungan KPI: Mempermudah evaluasi kinerja karyawan dan kontribusi terhadap laba perusahaan.
  • Payroll Otomatis: Menghitung gaji, tunjangan, potongan BPJS, dan PPh Pasal 21 secara tepat, sehingga biaya tenaga kerja tercermin dengan akurat dalam laporan laba rugi.
  • Kalkulator Gaji & Pajak Karyawan: Memastikan perhitungan gaji dan pajak lebih cepat, tepat, dan sesuai regulasi terbaru.

Dengan aplikasi HRIS ini, seluruh data gaji dan biaya operasional dapat terkelola dengan rapi, mempermudah pembuatan laporan laba rugi, dan mendukung keputusan bisnis yang lebih tepat.

Tingkatkan akurasi laporan keuangan dan efisiensi pengelolaan SDM dengan solusi digital HR dari KantorKu HRIS. Book demo gratis sekarang untuk memulai!

Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Referensi

Mastering Your Business Finances: A Deep Dive into the Profit & Loss Report

Bagikan

Related Articles

Apa itu Loyalitas Karyawan? Ini Ciri, Contoh & Cara Meningkatkannya

Loyalitas adalah sikap setia dan komitmen karyawan pada perusahaan. Ini ciri, contoh, faktor, dampak, dan cara meningkatkannya.
Piutang wesel

Apa Itu Piutang Wesel? Ciri-ciri, Jenis, & Contohnya

Piutang wesel adalah janji bayar tertulis (formal) pada tanggal tertentu. Pahami ciri, jenis, dan cara kelola data karyawannya di sini.
mrp adalah

Material Requirements Planning (MRP): Arti, Komponen, & Cara Kerjanya

MRP adalah sistem perencanaan produksi untuk mengatur jadwal, stok bahan baku, dan kebutuhan komponen agar operasional jauh lebih efisien.