Equal Employment Opportunity Adalah: Prinsip, Contoh & Cara Membuat
Equal employment opportunity adalah konsep yang menjamin kesetaraan setiap individu tanpa diskriminasi SARA. Ini prinsip, contoh & cara membuatnya.
Table of Contents
- Apa itu Equal Employment Opportunity (EEO)?
- Prinsip-prinsip Dasar EEO
- Ruang Lingkup EEO dalam Praktik HR
- Perbedaan EEO dan Diversity & Inclusion (D&I)
- Dasar Regulasi Terkait Kesetaraan Kerja
- Contoh Implementasi EEO di Perusahaan
- Peran HRD dalam Menerapkan Kebijakan EEO
- Risiko Jika Perusahaan Tidak Menerapkan Prinsip EEO
- Cara Membuat Kebijakan EEO di Perusahaan
- Indikator & KPI untuk Mengukur Implementasi EEO
- Monitoring Implementasi EEO dari KPI Dashboard KantorKu HRIS
Table of Contents
- Apa itu Equal Employment Opportunity (EEO)?
- Prinsip-prinsip Dasar EEO
- Ruang Lingkup EEO dalam Praktik HR
- Perbedaan EEO dan Diversity & Inclusion (D&I)
- Dasar Regulasi Terkait Kesetaraan Kerja
- Contoh Implementasi EEO di Perusahaan
- Peran HRD dalam Menerapkan Kebijakan EEO
- Risiko Jika Perusahaan Tidak Menerapkan Prinsip EEO
- Cara Membuat Kebijakan EEO di Perusahaan
- Indikator & KPI untuk Mengukur Implementasi EEO
- Monitoring Implementasi EEO dari KPI Dashboard KantorKu HRIS
Anda tentu memahami bahwa keberhasilan sebuah organisasi bergantung pada kualitas dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya manusianya.
Dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil, tidak bisa jika hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi Anda harus memiliki strategi yang tepat untuk membangun reputasi perusahaan yang positif.
Salah satu yang harus ditegakkan adalah equal employment opportunity atau disingkat EEO. Istilah EEO adalah konsep yang memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa memandang SARA dan jenis kelamin.
Demi mewujudkan lingkungan yang adil di perusahaan Anda, mari pahami dulu prinsip, ruang lingkup, contoh penerapan dan cara membuat kebijakan EEO di perusahaan!
Apa itu Equal Employment Opportunity (EEO)?

Equal employment opportunity atau EEO adalah konsep yang menjamin peluang setara bagi setiap individu di dalam sebuah organisasi untuk mencapai perkembangan pekerjaan secara adil.
Berdasarkan prinsip ini, seluruh karyawan dan pelamar kerja harus diperlakukan sama dalam setiap pengambilan keputusan ketenagakerjaan, mulai dari proses rekrutmen, pemberian kompensasi, promosi jabatan, hingga penghentian hubungan kerja.
Dalam praktiknya, EEO melarang pemberi kerja untuk menggunakan karakteristik personal tertentu sebagai alasan untuk menolak kandidat atau mendiskriminasi karyawan.
Beberapa bentuk penegakannya yaitu:
- Melarang perlakuan tidak adil berdasarkan SARA, jenis kelamin, asal negara, usia (umumnya 40 tahun ke atas), hingga kondisi disabilitas.
- Memberikan perlindungan bagi veteran dan individu berdasarkan karakteristik etnis atau latar belakang imigrasi agar tetap mendapatkan hak bekerja yang sama.
- Menjamin bahwa setiap keputusan terkait gaji, transfer posisi, klasifikasi pekerjaan, hingga iklan lowongan kerja dilakukan secara transparan tanpa bias.
- Melarang diskriminasi berdasarkan orientasi seksual, identitas gender, serta informasi genetik.
Prinsip-prinsip Dasar EEO
Untuk menerapkan EEO, Anda perlu memahami beberapa prinsip dasarnya ke dalam budaya perusahaan. Adapun prinsip-prinsip EEO adalah:
- Keadilan: Memperlakukan semua orang secara sama sesuai keterampilan, pengalaman, dan kinerja, bukan berdasar asumsi subjektif yang tidak berkaitan dengan pekerjaan.
- Keputusan Berbasis Merit (Merit-Based Decisions): Menggunakan kriteria pekerjaan untuk setiap keputusan rekrutmen dan promosi.
- Non-Diskriminasi: Menghilangkan praktik diskriminasi langsung maupun tidak langsung, contohnya sebuah aturan terlihat netral tetapi sebenarnya merugikan kelompok tertentu.
- Akses Setara dan Inklusi: Memastikan setiap karyawan memiliki akses yang setara terhadap pelatihan dan pendampingan (mentoring).
- Lingkungan Bebas Pelecehan: Mencegah segala bentuk pelecehan seksual dan perundungan (bullying) demi menjamin keamanan kerja bagi seluruh staf.
- Transparansi dan Akuntabilitas: Mempublikasikan kebijakan kepada seluruh karyawan dan menyediakan jalur pelaporan keluhan yang aman dan rahasia.
Baca Juga: Panduan Respectful Workplace: Arti, Ciri & Cara Wujudkannya
Ruang Lingkup EEO dalam Praktik HR
Berbicara soal EEO sebetulnya memiliki ruang lingkup penerapan yang luas. Penerapannya berlaku sejak karyawan berstatus sebagai pelamar hingga saat mereka meninggalkan perusahaan.
Untuk itu, mari pahami lebih lanjut apa saja ruang lingkup EEO:
- Proses Rekrutmen dan Seleksi: Memastikan iklan lowongan, proses wawancara, dan tes seleksi bebas dari kriteria yang mendiskriminasi latar belakang kandidat.
- Manajemen Kinerja dan Promosi: Memberikan peluang kenaikan jabatan dan evaluasi kinerja berdasarkan pencapaian target dan kompetensi, bukan karena favoritism.
- Sistem Kompensasi dan Benefit: Menjamin kesetaraan upah bagi pekerjaan yang memiliki nilai dan tanggung jawab yang sama tanpa memandang perbedaan jenis kelaim.
- Program Pelatihan dan Pengembangan: Menyediakan akses yang sama bagi seluruh level karyawan untuk meningkatkan kapasitas diri melalui program pengembangan karir.
- Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): Memastikan keputusan PHK dilakukan berdasarkan alasan yang sah, bukan berdasarkan karakteristik personal karyawan tersebut.
Baca Juga: Panduan PHK bagi HR: Jenis, Alasan yang Sah dan Prosedur sesuai UU
Perbedaan EEO dan Diversity & Inclusion (D&I)

Sekilas EEO dan Diversity & Inclusion (D&I) terdengar mirip karena keduanya sama-sama berfokus pada keadilan di tempat kerja dan penghormatan terhadap perbedaan antar individu.
Namun, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya yang perlu Anda pahami, yaitu:
1. Mandat
- EEO: Lebih fokus pada kepatuhan terhadap regulasi dan hukum yang berlaku untuk menghindari tuntutan akibat diskriminasi.
- D&I: Merupakan inisiatif dari perusahaan untuk membangun budaya kerja yang lebih kaya dan nyaman bagi karyawan dengan berbagai latar belakang.
2. Tujuan
- EEO: Memberikan kesempatan yang sama tanpa memandang SARA maupun jenis kelami, serta menghapus diskriminasi saat proses rekrutmen dan pekerjaan.
- D&I: Menjadi representasi berbagai latar belakang (Diversity) dan penciptaan lingkungan di mana semua orang merasa dihargai dan dilibatkan (Inclusion).
3. Sifat Pendekatan
- EEO: Bersifat prosedural, sering kali bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran aturan atau hukum ketenagakerjaan.
- D&I: Bersifat proaktif, karena bertujuan untuk meningkatkan inovasi dan performa bisnis melalui keberagaman.
4. Hasil yang Diharapkan
- EEO: Menciptakan keadilan prosedural dan bebasnya organisasi dari masalah hukum terkait diskriminasi.
- D&I: Mencapai keuntungan finansial yang lebih tinggi, meningkatkan inovasi dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik.
5. Cakupan Pengukuran
- EEO: Diukur melalui angka kepatuhan, statistik pengaduan, dan data demografi pelamar vs karyawan yang diterima.
- D&I: Diukur melalui tingkat keterlibatan (engagement) karyawan dan angka retensi talenta dari berbagai latar belakang.
Dengan fitur ESS KantorKu HRIS, karyawan bisa sama-sama mengajukan cuti hingga reimbursement secara mandiri.
Dasar Regulasi Terkait Kesetaraan Kerja
EEO diatur secara ketat melalui berbagai undang-undang dan konvensi global yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia, berikut regulasi yang membahas kesetaraan kerja:
1. Konvensi ILO No. 100
Konvensi ini didasari UU No. 80 Tahun 1957 yang mengatur bahwa pengupahan bagi buruh laki-laki dan perempuan harus sama untuk pekerjaan yang sama nilainya.
Regulasi ini mewajibkan perusahaan menetapkan upah berdasarkan beban kerja tanpa memandang jenis kelamin.
2. Konvensi ILO No. 111
Regulasi yang berdasar dari UU No. 21 Tahun 1999 ini berfokus pada penghapusan segala bentuk diskriminasi, baik langsung maupun tidak langsung, dalam pekerjaan dan jabatan berdasarkan ras, warna kulit, agama, suku, hingga status sosial.
3. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Pasal 5 dan 6 dalam UU No. 13 Tahun 2003 menjadi dasar untuk menghapuskan diskriminasi, di mana setiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlakuan yang sama dari pengusaha.
UU ini juga memberikan perlindungan khusus bagi pekerja perempuan terkait fungsi reproduksi (haid, hamil, menyusui) yang tidak boleh dijadikan alasan pembeda dalam kesempatan kerja.
Contoh Implementasi EEO di Perusahaan

Jika Anda ingin mulai menerapkannya di perusahaan, terdapat beberapa contoh implementasi yang sejalan dengan prinsip EEO, yaitu:
1. Hindari Batasan Usia dalam Proses Rekrutmen
HR harus membuka akses loker kepada audiens yang luas, misalnya dengan menghindari batasan usia, bisa juga menghapus aturan atribut fisik yang tidak sesuai dengan kompetensi.
Jadi, perusahaan bisa mendapatkan kandidat terbaik berdasarkan kemampuan, bukan berdasarkan karakteristik personal.
2. Deskripsi Pekerjaan Netral
Penyusunan job description wajib terbuka untuk seluruh karakteristik orang, tanpa merujuk pada gender atau agama tertentu, kecuali untuk pekerjaan dengan kualifikasi jabatan yang sah (Bona Fide Occupational Qualification), deskripsi harus fokus pada persyaratan fungsional.
3. Review Kinerja Berdasarkan KPI
Sistem penilaian kinerja harus dilakukan berdasarkan KPI yang terukur tanpa memandang SARA. Cara ini bertujuan membangun kepercayaan karyawan bahwa promosi dan kenaikan gaji diberikan berdasarkan kinerja.
4. Kesetaraan dalam Kompensasi
Perusahaan wajib memberikan paket insentif dan jaminan sosial, seperti Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), secara adil kepada seluruh karyawan.
Di Indonesia, hal ini termasuk mematuhi hak cuti hamil, melahirkan, dan cuti hari besar keagamaan bagi semua pemeluk agama.
5. Penyediaan Sistem Employee Self-Service (ESS)
Teknologi seperti KantorKu HRIS memungkinkan karyawan melakukan kebutuhan kerja secara mandiri. Sistem employee self-service memungkinkan setiap individu memiliki hak akses yang sama terhadap data pribadi, slip gaji, hingga pengajuan cuti.
6. Kebijakan Anti-Pelecehan yang Tegas
Tunjukkan komitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi dan pelecehan dengan mewajibkan setiap anggota komunitas menjaga martabat sesama. Kebijakan ini harus mencakup mekanisme pelaporan yang jelas agar karyawan merasa aman.
7. Penyesuaian Fasilitas untuk Disabilitas
Contoh EEO yang bisa ditiru adalah melibatkan pemberian akomodasi yang layak bagi karyawan dengan disabilitas, misalnya kemudahan akses ke kantor atau bantuan selama penggunaan aplikasi.
Baca Juga: 20 Contoh Peraturan Perusahaan yang Harus Ada di Setiap Tempat Kerja
Peran HRD dalam Menerapkan Kebijakan EEO
HRD dalam hal ini memiliki peran dan tanggung jawab besar dalam mengawal kebijakan EEO agar tidak sekadar menjadi dokumen formal saja.
Mari simak peran HRD dalam menerapkan kebijakan EEO, yaitu:
- Meninjau Persyaratan Hukum: Pastikan kebijakan perusahaan sudah selaras dengan UU Ketenagakerjaan dan konvensi internasional.
- Mendefinisikan Cakupan Kebijakan: Menjelaskan kelas-kelas yang dilindungi (ras, gender, agama) dan bagaimana diterapkannya dalam setiap siklus hidup karyawan.
- Menggunakan Bahasa yang Mudah Dipahami: Gunakan bahasa yang mudah dipahami, mulai dari penulisan untuk iklan lowongan hingga buku saku karyawan.
- Mempromosikan Transparansi: Mengakui tantangan dalam membangun tempat kerja yang setara dan secara aktif melaporkan progres perbaikan kepada seluruh staf.
- Menyediakan Dukungan Akomodasi: Memastikan lingkungan kerja ramah bagi penyandang disabilitas dan memfasilitasi kebutuhan keagamaan karyawan.
- Menyelaraskan Nilai Perusahaan dengan Kebijakan EEO: Menyelaraskan kebijakan EEO dengan misi besar organisasi sehingga kesetaraan menjadi bagian dari nilai jual perusahaan.
- Mengumpulkan Umpan Balik: Secara rutin meminta masukan dari karyawan mengenai efektivitas kebijakan kesetaraan untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan.
Dengan fitur ESS KantorKu HRIS, karyawan bisa sama-sama mengajukan cuti hingga reimbursement secara mandiri.
Risiko Jika Perusahaan Tidak Menerapkan Prinsip EEO
Jika perusahaan tidak menerapkan prinsip EEO, ada potensi risiko hukum yang harus ditanggung, yaitu:
- Konsekuensi Hukum: Perusahaan berisiko menghadapi tuntutan hukum dari karyawan atau pelamar yang merasa didiskriminasi. Ini bisa berujung pada denda yang besar.
- Reputasi Perusahaan Rusak: Citra perusahaan menjadi tercoreng karena isu diskriminasi akan membuat mitra bisnis hingga talenta potensial enggan menjalin kerja sama atau melamar pekerjaan.
- Penurunan Produktivitas: Lingkungan kerja yang tidak adil menciptakan suasana toksik yang membuat karyawan kehilangan semangat untuk berkontribusi maksimal.
- Kehilangan Talenta Terbaik: Karyawan berkualitas tinggi biasanya memiliki integritas yang kuat, jadi mereka tidak akan ragu meninggalkan perusahaan yang tidak menjunjung nilai keadilan dan kesetaraan.
- Terganggunya Stabilitas Perusahaan: Ketidakmampuan menerapkan EEO menunjukkan lemahnya manajemen risiko operasional. Dampaknya dapat mengganggu stabilitas perusahaan.
Cara Membuat Kebijakan EEO di Perusahaan
Dalam menyusun kebijakan EEO, Anda harus berfokus pada keaslian nilai perusahaan daripada sekadar kepatuhan formal. Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut untuk membuatnya:
1. Hindari Penggunaan Bahasa Hukum yang Kaku
Alih-alih menggunakan bahasa hukum yang kaku, gunakanlah bahasa yang mudah dipahami. Tulislah pernyataan EEO Anda seolah-olah sedang berbicara langsung kepada kandidat agar mereka merasa diterima.
Contoh:
Kami mencari individu dari berbagai latar belakang untuk membantu kami membangun produk yang dicintai oleh pengguna di seluruh dunia.
2. Gunakan Sudut Pandang Orang Pertama
Selalu gunakan kata “Kami” dalam membuat kebijakan supaya terasa lebih manusiawi dan datang dari hati, bukan sekadar dari departemen legal.
Contoh:
Di perusahaan kami, kami merayakan perbedaan karena kami percaya keberagaman adalah kunci inovasi.
3. Fokus pada Budaya
Jangan terlalu menekankan bahwa keberagaman dilakukan hanya untuk meningkatkan keuntungan atau laba perusahaan.
Alih-alih demikian, tekankan bahwa keadilan adalah inti dari budaya kerja yang ingin Anda bangun demi kenyamanan semua staf.
Contoh:
Semakin inklusif tim kami, maka semakin baik pula hasil kerja yang bisa kami hasilkan bersama.
4. Tetapkan Komitmen Terhadap Keadilan
Kebijakan harus dengan jelas menyatakan bahwa prinsip berlaku untuk semua tahap, mulai dari rekrutmen, kompensasi, hingga keputusan penghentian kerja.
Pastikan kandidat memahami bahwa setiap keputusan diambil murni berdasarkan prestasi individu.
Contoh:
Keputusan terkait perekrutan, pelatihan, dan promosi dibuat secara adil berdasarkan kualifikasi yang relevan dengan pekerjaan.
5. Sertakan Opsi Akomodasi bagi Disabilitas
Tunjukkan dukungan dengan mencantumkan cara bagi kandidat dengan disabilitas untuk meminta penyesuaian selama proses aplikasi.
Hal ini membuktikan bahwa kebijakan EEO Anda memberikan solusi bagi kelompok yang membutuhkan bantuan khusus.
Contoh:
Jika Anda memerlukan bantuan atau penyesuaian selama proses rekrutmen, silakan hubungi tim kami melalui email berikut.
Baca Juga: Apa itu Code of Conduct? 5 Contoh, Komponen & Cara Membuat
Indikator & KPI untuk Mengukur Implementasi EEO
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan di lapangan, Anda membutuhkan instrumen pengukuran melalui data demografi dan pipeline rekrutmen.
Indikator dan KPI tersebut terdapat beberapa poin untuk mengukur implementasi EEO, yaitu:
- Current Pipeline Composition: Mengukur komposisi keberagaman di setiap tahap rekrutmen untuk melihat apakah ada bias, misalnya jika kandidat perempuan banyak yang gugur hanya di tahap wawancara teknis.
- Opportunities vs Hires Ratio: Membandingkan jumlah kandidat dari kelompok tertentu yang masuk ke sistem dengan jumlah yang akhirnya berhasil diterima bekerja (hired). Rasio yang seimbang menunjukkan proses seleksi yang adil.
- Hired Response Percentage Over Time: Melacak tren perekrutan kelompok yang dilindungi (seperti ras, gender, atau disabilitas) dalam jangka waktu tertentu. KPI ini berguna untuk melihat konsistensi perusahaan dalam menjaga keberagaman.
- Archive Reasons Analysis: Menganalisis alasan mengapa kandidat dari latar belakang tertentu atau diarsipkan (rejected). Jika kelompok tertentu ditolak dengan alasan “tidak cocok” tanpa penjelasan jelas, bisa jadi ini indikasi diskriminasi tanpa sadar.
- Origin of Opportunities: Pastikan sumber rekrutmen berasal dari referensi, aplikasi mandiri, atau agensi. KPI ini memastikan bahwa saluran pencarian bakat tidak hanya pada satu lingkaran saja, sehingga memberikan akses yang sama bagi semua orang.
Monitoring Implementasi EEO dari KPI Dashboard KantorKu HRIS
Untuk memastikan implementasi EEO berjalan secara objektif, Anda memerlukan alat monitoring KPI.
Anda bisa mendapatkannya dari menggunakan aplikasi penilaian kinerja karyawan dari KantorKu HRIS yang memungkinkan evaluasi dilakukan berdasarkan data.
Selain itu, KantorKu HRIS juga memiliki fitur Employee Self-Service (ESS) yang memungkinkan karyawan mengakses sendiri kebutuhan kerja mereka, seperti mengajukan reimburse, cuti, hingga akses slip gaji secara mandiri.
KantorKu HRIS memiliki beberapa fitur yang mendukung penegakan prinsip EEO, yaitu:
- KPI dan OKR: Manajemen dapat menentukan target kerja secara jelas sehingga evaluasi dilakukan berdasarkan pencapaian target.
- 360° Feedback dan Self-Assessment: Melibatkan karyawan dalam proses penilaian agar evaluasi lebih partisipatif dan adil.
- Manajemen Data Karyawan Cloud: Seluruh dokumen dan riwayat performa tersimpan secara digital untuk menghindari hilangnya data atau manipulasi informasi.
- Fitur ESS: Sistem yang memberikan hak akses yang sama bagi seluruh karyawan untuk mengelola pengajuan reimbursement dan cuti secara mandiri.
- Dashboard Analisis Kinerja: Menyediakan dashboard hasil review KPI individu maupun tim untuk membantu HR mengidentifikasi kesenjangan promosi atau pelatihan.
Ingin mewujudkan lingkungan kerja yang lebih adil, silakan book demo gratis sekarang untuk mulai monitoring implementasi EEO di perusahaan Anda!
Dengan fitur ESS KantorKu HRIS, karyawan bisa sama-sama mengajukan cuti hingga reimbursement secara mandiri.
Sumber:
Related Articles
Employee of the Month Program: Manfaat, Kriteria, & Ide Reward
Employee Assistance Program: Manfaat, Layanan & Cara Implementasi
