Gaji Business Development 2026 di Indonesia, Bisa Tembus 30 Juta!
Gaji Business Development berkisar Rp5 juta–Rp30 juta per bulan tergantung pengalaman, industri, dan lokasi kerja. Cek rincian lengkapnya!
Table of Contents
- Apa Itu Business Development?
- Rata-Rata Gaji Business Development di Indonesia
- Gaji Business Development Berdasarkan Pengalaman Kerja
- Gaji Business Development Berdasarkan Lokasi
- Gaji Business Development Berdasarkan Industri
- Tunjangan dan Benefit Business Development
- Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji Business Development
- Skill yang Harus Dimiliki Business Development
- Cara Menentukan Gaji Business Development yang Ideal
- Hitung & Kirim Gaji Business Development Lebih Akurat & Praktis lewat KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa Itu Business Development?
- Rata-Rata Gaji Business Development di Indonesia
- Gaji Business Development Berdasarkan Pengalaman Kerja
- Gaji Business Development Berdasarkan Lokasi
- Gaji Business Development Berdasarkan Industri
- Tunjangan dan Benefit Business Development
- Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji Business Development
- Skill yang Harus Dimiliki Business Development
- Cara Menentukan Gaji Business Development yang Ideal
- Hitung & Kirim Gaji Business Development Lebih Akurat & Praktis lewat KantorKu HRIS!
Gaji Business Development menjadi salah satu informasi yang banyak dicari, baik oleh calon pekerja yang ingin masuk ke bidang ini maupun oleh perusahaan yang sedang menyusun struktur kompensasi.
Posisi Business Development sendiri dikenal sebagai peran yang berhubungan langsung dengan pertumbuhan bisnis, mulai dari mencari peluang baru hingga membangun kerja sama strategis.
Karena tanggung jawabnya cukup luas dan berdampak langsung pada revenue, besaran gajinya pun bisa sangat bervariasi.
Nah, untuk memahami gambaran yang lebih lengkap, artikel ini akan membahas mulai dari kisaran gaji Business Development di Indonesia, faktor yang memengaruhi besaran gaji, hingga perbedaannya berdasarkan pengalaman, lokasi, dan industri.
Apa Itu Business Development?

Business Development adalah seseorang yang bertanggung jawab untuk mengembangkan bisnis agar bisa tumbuh secara berkelanjutan melalui pencarian peluang baru, perluasan pasar, dan pembangunan kerja sama strategis.
Dalam praktiknya, seorang Business Development akan banyak terlibat dalam aktivitas yang berkaitan dengan analisis pasar, negosiasi kerja sama, hingga penyusunan strategi ekspansi bisnis untuk meningkatkan pendapatan dan memperbesar jangkauan bisnis.
Posisi ini juga sering menjadi penghubung antara perusahaan dengan pihak eksternal seperti partner, vendor, atau calon klien strategis.
Beberapa tanggung jawab utama Business Development biasanya meliputi:
- Mencari peluang bisnis baru melalui riset pasar dan analisis tren industri
- Mengidentifikasi potensi kerja sama dengan perusahaan atau mitra strategis
- Melakukan pendekatan dan negosiasi dengan calon partner atau klien
- Mengembangkan strategi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan
- Menganalisis performa pasar dan kompetitor sebagai dasar pengambilan keputusan
- Membangun dan menjaga hubungan jangka panjang dengan partner bisnis
- Berkolaborasi dengan tim sales, marketing, dan product untuk eksekusi strategi
Menurut Investopedia, Business Development mencakup berbagai aktivitas yang bertujuan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan melalui hubungan, pasar, dan pelanggan baru, bukan hanya fokus pada penjualan jangka pendek.
Baca Juga: Gaji Sales Manager Terbaru sesuai Lokasi & Industrinya
Rata-Rata Gaji Business Development di Indonesia
Rata-rata gaji Business Development di Indonesia umumnya berada di kisaran:
- Rp5.000.000–Rp10.000.000 per bulan untuk level staf atau entry level
Namun, besaran gaji tersebut bisa berbeda tergantung pengalaman kerja, lokasi perusahaan, industri, hingga target bisnis yang harus dicapai.
Untuk wilayah dengan aktivitas bisnis yang tinggi seperti Jakarta, rata-rata gaji Business Development Jakarta biasanya cenderung lebih besar dibanding kota lain.
Selain itu, perusahaan di sektor teknologi, startup, SaaS, atau perusahaan multinasional juga umumnya menawarkan paket kompensasi yang lebih kompetitif dengan tambahan bonus, komisi, hingga bonus tahunan.
Karena sistem kompensasinya cukup dinamis, banyak perusahaan mulai menggunakan software payroll atau aplikasi perhitungan gaji karyawan agar proses penghitungan bonus, insentif, dan payroll bisa dilakukan lebih akurat dan transparan.
KantorKu HRIS bantu hitung dan kirim gaji lebih cepat dan akurat.
Gaji Business Development Berdasarkan Pengalaman Kerja
Besaran gaji Business Development umumnya akan meningkat seiring bertambahnya pengalaman dan tanggung jawab kerja. Semakin tinggi levelnya, semakin besar pula target bisnis dan relasi yang harus dikelola.
Berikut kisaran gaji Business Development berdasarkan pengalaman kerja:
1. Junior / Entry Level (0–3 tahun pengalaman)
Pada tahap ini, Business Development biasanya masih fokus mempelajari proses bisnis, mencari prospek, dan membantu pengembangan relasi dengan klien atau partner.
- Estimasi gaji: Rp3.000.000 – Rp7.000.000 per bulan
Posisi ini sering ditemui pada level fresh graduate atau Business Development Executive pemula.
Adapun, untuk posisi tertentu seperti gaji Business Development intern, nominalnya tentu lebih rendah karena masih bersifat magang atau trainee.
2. Mid-Level (3–6 tahun pengalaman)
Di level menengah, Business Development umumnya sudah lebih mandiri dalam menangani negosiasi, kerja sama bisnis, dan target pertumbuhan perusahaan.
- Estimasi gaji: Rp5.000.000 – Rp10.000.000 per bulan
Pada tahap ini, bonus dan insentif performa biasanya mulai menjadi tambahan penghasilan yang cukup besar.
3. Senior / Supervisor (6–10 tahun pengalaman)
Pada level senior, Business Development biasanya terlibat dalam penyusunan strategi bisnis, pengembangan pasar, hingga pengelolaan tim atau partner strategis.
- Estimasi gaji: Rp10.000.000 – Rp20.000.000 per bulan
Untuk posisi seperti gaji Business Development Manager di perusahaan besar atau startup teknologi, nominalnya bisa lebih tinggi tergantung skala bisnis dan target revenue perusahaan., yakni Rp12.000.000 – Rp30.000.000+ per bulan.
Baca Juga: Gaji Admin 2026 di Indonesia Berdasarkan Pengalaman, Lokasi, & Industri
Gaji Business Development Berdasarkan Lokasi
Lokasi kerja menjadi salah satu faktor yang cukup memengaruhi besaran gaji Business Development. Kota dengan aktivitas bisnis dan biaya hidup yang lebih tinggi umumnya menawarkan standar gaji yang lebih besar.
Berikut estimasi rata-rata gaji Business Development di beberapa kota besar di Indonesia untuk level staf atau executive:
- Jakarta: Rp5.500.000 – Rp8.000.000 per bulan
- Surabaya: Rp4.500.000 – Rp6.500.000 per bulan
- Bandung: Rp4.000.000 – Rp5.500.000 per bulan
- Semarang: Rp4.000.000 – Rp6.000.000 per bulan
- Medan: Rp4.000.000 – Rp6.000.000 per bulan
- Yogyakarta: Rp3.500.000 – Rp5.500.000 per bulan
- Malang: Rp3.500.000 – Rp5.000.000 per bulan
- Makassar: Rp3.500.000 – Rp5.000.000 per bulan
- Denpasar (Bali): Rp3.500.000 – Rp4.500.000 per bulan
- Batam: Rp4.500.000 – Rp6.500.000 per bulan
Perbedaan nominal tersebut biasanya dipengaruhi oleh biaya hidup, jumlah perusahaan besar di daerah tersebut, hingga tingkat persaingan industri dan kebutuhan tenaga kerja profesional.
Gaji Business Development Berdasarkan Industri

Industri tempat perusahaan beroperasi juga sangat memengaruhi besaran gaji Business Development. Semakin besar skala bisnis dan target revenue perusahaan, biasanya semakin tinggi pula kompensasi yang ditawarkan.
Berikut gambaran gaji Business Development di berbagai industri di Indonesia:
1. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Otomotif
Industri otomotif membutuhkan Business Development untuk memperluas jaringan distribusi, kerja sama dealer, hingga pengembangan pasar baru. Posisi ini banyak ditemukan di perusahaan seperti Astra International, Toyota, Honda, dan Mitsubishi Motors.
- Kisaran gaji: Rp5.000.000–Rp10.000.000 per bulan
2. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Perbankan & Keuangan
Di sektor perbankan dan finansial, Business Development biasanya fokus pada pengembangan partnership, akuisisi klien, dan strategi pertumbuhan bisnis. Posisi ini banyak ditemukan di BCA, Mandiri, BRI, BNI, hingga fintech seperti OVO dan DANA.
- Kisaran gaji: Rp6.500.000–Rp15.000.000 per bulan
3. Gaji Business Development Berdasarkan Industri FMCG
Perusahaan FMCG membutuhkan tim Business Development untuk memperluas distribusi produk dan meningkatkan market penetration. Industri ini banyak diisi oleh perusahaan seperti Unilever, Indofood, Mayora, dan Wings.
- Kisaran gaji: Rp5.500.000–Rp12.000.000 per bulan
4. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Retail
Pada industri retail, Business Development biasanya terlibat dalam ekspansi cabang, kerja sama bisnis, dan pengembangan strategi penjualan. Posisi ini banyak ditemukan di perusahaan seperti Alfamart, Indomaret, MAP Group, dan ACE Hardware.
- Kisaran gaji: Rp5.000.000–Rp10.000.000 per bulan
5. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Properti
Industri properti umumnya menawarkan gaji dan bonus yang cukup besar karena berkaitan dengan penjualan proyek bernilai tinggi. Contohnya terdapat di perusahaan seperti Agung Podomoro, Ciputra Group, dan Sinarmas Land.
- Kisaran gaji: Rp6.000.000–Rp15.000.000 per bulan
6. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Teknologi (IT & SaaS)
Perusahaan teknologi dan SaaS dikenal menawarkan kompensasi yang cukup kompetitif, terutama untuk posisi yang berhubungan dengan ekspansi bisnis dan partnership strategis. Contohnya seperti Gojek, Tokopedia, Shopee, hingga Mekari dan HashMicro.
- Kisaran gaji: Rp8.000.000–Rp20.000.000 per bulan
Pada beberapa startup besar, nominal gaji Business Development manager bahkan bisa jauh lebih tinggi karena adanya bonus dan insentif performa.
7. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Logistik & Supply Chain
Di industri logistik, Business Development biasanya fokus pada pengembangan klien B2B dan kerja sama distribusi. Posisi ini banyak ditemukan di J&T Express, JNE, SiCepat, dan Ninja Xpress.
- Kisaran gaji: Rp5.000.000–Rp11.000.000 per bulan
8. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Kesehatan & Farmasi
Perusahaan kesehatan dan farmasi membutuhkan Business Development untuk memperluas jaringan rumah sakit, klinik, dan distribusi produk kesehatan. Contohnya terdapat di Kalbe Farma, Kimia Farma, Halodoc, dan Siloam Hospitals.
- Kisaran gaji: Rp6.000.000–Rp14.000.000 per bulan
9. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Hospitality & Hotel
Pada industri hospitality, Business Development biasanya berfokus pada kerja sama corporate, event partnership, dan peningkatan okupansi bisnis hotel. Posisi ini banyak ditemukan di Santika, Harris Hotel, dan Marriott, hingga platform hospitality digital seperti RedDoorz..
- Kisaran gaji: Rp4.500.000–Rp9.000.000 per bulan
Besaran gaji Business Development RedDoorz sendiri dapat berbeda tergantung level jabatan, pengalaman kerja, dan target bisnis yang ditangani.
10. Gaji Business Development Berdasarkan Industri Telekomunikasi
Industri telekomunikasi membutuhkan Business Development untuk memperluas layanan, menjalin partnership, dan meningkatkan pertumbuhan pelanggan. Contohnya terdapat di Telkom Indonesia, Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata.
- Kisaran gaji: Rp6.000.000–Rp15.000.000 per bulan
Baca Juga: Gaji HR Generalist berbagai Level Pengalaman, Cek Faktor Penentunya!
Kelola gaji Customer Service lebih praktis dengan KantorKu HRIS otomatis
Tunjangan dan Benefit Business Development
Selain gaji pokok, perusahaan biasanya juga memberikan berbagai tunjangan dan benefit tambahan untuk posisi Business Development. Hal ini karena pekerjaan BD umumnya memiliki target bisnis, mobilitas kerja, dan tanggung jawab yang cukup dinamis.
Beberapa benefit yang umum diberikan antara lain:
1. Bonus dan Insentif Performa
Business Development biasanya mendapatkan bonus berdasarkan pencapaian target bisnis, kerja sama, atau revenue perusahaan.
Semakin besar kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis, semakin besar pula insentif yang bisa diperoleh.
2. Komisi Closing atau Partnership
Di beberapa perusahaan, terutama startup dan sektor B2B, Business Development juga mendapatkan komisi dari hasil kerja sama atau deal yang berhasil dicapai.
3. Tunjangan Transportasi
Karena cukup sering menghadiri meeting atau bertemu klien dan partner bisnis, perusahaan biasanya memberikan:
- Uang transport
- Reimbursement perjalanan dinas
- Kendaraan operasional tertentu
4. Tunjangan Komunikasi
Untuk mendukung aktivitas kerja, perusahaan juga sering menyediakan:
- Pulsa atau paket data
- Laptop kerja
- Handphone operasional
5. Asuransi dan BPJS
Perusahaan umumnya memberikan perlindungan berupa:
- BPJS Kesehatan
- BPJS Ketenagakerjaan
- Asuransi kesehatan tambahan
Pemberian BPJS sendiri telah diatur dalam regulasi pemerintah bagi pekerja di Indonesia, yakni Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
6. Bonus Tahunan
Beberapa perusahaan memberikan bonus tahunan berdasarkan performa individu maupun pencapaian bisnis perusahaan secara keseluruhan.
7. Flexible Working dan Work Benefit
Di perusahaan teknologi atau startup, Business Development juga sering mendapatkan benefit tambahan seperti:
- Hybrid working
- Flexible working hour
- Budget entertainment klien
- Training dan sertifikasi profesional
Benefit seperti ini cukup umum ditemukan pada posisi seperti Business Development Executive maupun level manajerial di perusahaan modern.
Baca Juga: Bonus Akhir Tahun: Aturan, Rumus, dan Cara Hitungnya
Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji Business Development

Pada dasarnya, besaran gaji Business Development di setiap perusahaan bisa berbeda-beda. Hal ini karena posisi BD sangat berkaitan dengan pertumbuhan bisnis, target perusahaan, dan kemampuan membangun relasi strategis.
Beberapa faktor yang paling memengaruhi gaji Business Development antara lain:
1. Pengalaman Kerja
Semakin banyak pengalaman yang dimiliki, biasanya semakin besar pula tanggung jawab dan target bisnis yang ditangani.
Business Development dengan pengalaman negosiasi dan pengembangan partnership yang kuat umumnya memiliki nilai gaji lebih tinggi.
2. Industri Perusahaan
Industri seperti teknologi, SaaS, perbankan, dan startup digital biasanya menawarkan gaji yang lebih kompetitif dibanding beberapa sektor lainnya.
Hal ini karena target pertumbuhan bisnis di industri tersebut cenderung lebih agresif.
3. Lokasi Kerja
Kota dengan aktivitas bisnis tinggi seperti Jakarta umumnya memiliki standar gaji lebih besar dibanding daerah lainnya.
Selain biaya hidup, tingkat persaingan tenaga kerja juga memengaruhi nominal gaji.
4. Target dan Key Performance Indicators (KPI) Perusahaan
Perusahaan dengan target pertumbuhan atau revenue yang tinggi biasanya memberikan bonus dan insentif yang lebih besar untuk tim Business Development.
Karena itu, total penghasilan posisi ini sering kali tidak hanya berasal dari gaji pokok.
5. Skill dan Kemampuan Negosiasi
Kemampuan komunikasi, negosiasi, presentasi, dan membangun relasi bisnis menjadi faktor penting dalam menentukan performa Business Development.
Semakin baik kemampuan tersebut, semakin besar peluang mendapatkan kompensasi yang lebih tinggi.
6. Skala dan Reputasi Perusahaan
Perusahaan besar atau multinasional umumnya memiliki struktur kompensasi yang lebih tinggi dibanding perusahaan kecil atau baru berkembang.
Contohnya termasuk perusahaan teknologi besar, startup unicorn, hingga perusahaan internasional dengan target ekspansi yang luas.
Baca Juga: 13 Jenis Tunjangan Karyawan, Contoh serta Aturan Perhitungan sesuai UU
Skill yang Harus Dimiliki Business Development
Seorang Business Development tidak hanya dituntut mampu mencari peluang bisnis, tetapi juga harus memiliki kombinasi kemampuan teknis dan interpersonal yang baik.
Hal ini karena pekerjaan BD cukup erat dengan strategi bisnis, komunikasi, negosiasi, hingga pengembangan relasi jangka panjang dengan klien atau partner perusahaan.
Hard Skill
Berikut beberapa hard skill yang penting dimiliki oleh Business Development:
- Market Research: Kemampuan menganalisis pasar dan melihat peluang bisnis baru berdasarkan data dan tren industri.
- Data Analysis: Membantu Business Development memahami performa bisnis dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
- Sales & Business Strategy: Dibutuhkan untuk menyusun strategi pertumbuhan bisnis dan meningkatkan revenue perusahaan.
- CRM Tools: Kemampuan menggunakan tools seperti HubSpot atau Salesforce untuk mengelola pipeline dan relasi klien.
- Presentation Skill: Membantu menyampaikan proposal bisnis atau penawaran kerja sama secara profesional.
- Negotiation Technique: Penting untuk mencapai kesepakatan bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak.
Soft Skill
Selain kemampuan teknis, Business Development juga membutuhkan soft skill yang kuat untuk mendukung pekerjaannya sehari-hari.
- Communication Skill: Membantu membangun relasi dan menjelaskan ide bisnis dengan lebih efektif.
- Relationship Building: Dibutuhkan untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan partner atau klien perusahaan.
- Problem Solving: Membantu mencari solusi ketika menghadapi tantangan bisnis atau proses negosiasi.
- Adaptability: Penting karena dunia bisnis dan kebutuhan pasar bisa berubah dengan cepat.
- Critical Thinking: Membantu menganalisis peluang bisnis dan mengambil keputusan strategis.
- Time Management: Dibutuhkan untuk mengatur meeting, target kerja, dan berbagai aktivitas bisnis secara bersamaan.
Cara Menentukan Gaji Business Development yang Ideal
Menentukan gaji Business Development yang ideal perlu dilakukan dengan pertimbangan yang objektif agar sesuai dengan standar industri sekaligus kemampuan perusahaan.
Posisi ini memiliki kontribusi langsung terhadap pertumbuhan bisnis, sehingga struktur gajinya tidak bisa ditentukan secara sembarangan.
1. Analisis Standar Gaji di Industri yang Sama
Langkah pertama adalah melihat kisaran gaji Business Development di industri yang serupa agar perusahaan memiliki benchmark yang jelas. Hal ini penting supaya penawaran gaji tetap kompetitif dan tidak terlalu jauh dari pasar tenaga kerja.
2. Sesuaikan dengan Level Pengalaman dan Tanggung Jawab
Gaji harus disesuaikan dengan pengalaman kerja serta kompleksitas tugas yang akan ditangani oleh Business Development tersebut. Semakin tinggi tanggung jawabnya, maka semakin besar pula kompensasi yang layak diberikan.
3. Pertimbangkan Lokasi dan Biaya Hidup
Lokasi kerja sangat memengaruhi standar gaji karena biaya hidup dan tingkat persaingan tenaga kerja berbeda di setiap daerah. Misalnya, gaji Business Development Jakarta umumnya lebih tinggi dibanding kota lain karena dinamika bisnisnya lebih besar.
4. Hitung Total Kompensasi, Bukan Hanya Gaji Pokok
Selain gaji pokok, perusahaan perlu menghitung komponen lain seperti bonus, komisi, dan insentif. Banyak perusahaan juga sudah menggunakan software payroll atau aplikasi perhitungan gaji karyawan agar perhitungan total kompensasi lebih akurat dan transparan.
5. Sesuaikan dengan Target dan KPI Perusahaan
Gaji ideal juga harus mempertimbangkan target bisnis yang diberikan kepada posisi Business Development. Jika targetnya agresif, maka struktur insentif biasanya perlu dibuat lebih kompetitif agar tetap seimbang.
6. Evaluasi Secara Berkala Berdasarkan Performa
Perusahaan perlu melakukan evaluasi gaji secara berkala berdasarkan performa individu dan perkembangan bisnis. Dengan begitu, sistem kompensasi tetap relevan dan mampu mempertahankan talenta terbaik di perusahaan.
Hitung & Kirim Gaji Business Development Lebih Akurat & Praktis lewat KantorKu HRIS!
Mengelola gaji Business Development tidak hanya sebatas menghitung gaji pokok, tetapi juga memastikan seluruh komponen seperti bonus target, komisi deal, insentif partnership, hingga tunjangan dapat dihitung secara akurat dan konsisten sesuai performa kerja.
Untuk membantu proses tersebut, Anda dapat menggunakan KantorKu HRIS sebagai solusi software payroll Indonesia yang membantu perusahaan mengelola payroll, absensi, KPI, dan administrasi SDM dalam satu sistem yang terintegrasi.
Dengan bantuan aplikasi HRIS ini, proses penggajian Business Development menjadi lebih praktis, cepat, dan transparan tanpa perlu perhitungan manual yang berulang setiap periode payroll.

Berikut beberapa fitur unggulan yang dapat membantu perusahaan Anda dalam mengelola gaji Business Development secara lebih efisien:
- Perhitungan gaji otomatis: Menghitung gaji pokok, bonus, komisi, insentif, BPJS, hingga pajak secara otomatis tanpa proses manual yang rumit.
- Integrasi KPI dan performa: Data target dan pencapaian Business Development langsung terhubung ke sistem payroll secara real-time.
- Slip gaji digital: Karyawan dapat melihat rincian gaji, bonus, dan komisi secara transparan kapan saja melalui sistem.
- Manajemen insentif lebih mudah: Komisi dari deal atau partnership dapat dihitung berdasarkan skema yang sudah ditentukan perusahaan.
- Proses payroll lebih cepat: Pembayaran gaji dapat dilakukan hanya dalam beberapa klik tanpa proses administratif yang panjang.
Dengan dukungan aplikasi gaji karyawan, aplikasi perhitungan gaji karyawan, hingga sistem payroll terintegrasi, pengelolaan gaji Business Development dapat berjalan lebih rapi, efisien, dan scalable mengikuti pertumbuhan bisnis perusahaan.
Tertarik untuk membuat pengelolaan gaji Business Development di perusahaan Anda jadi lebih praktis dan akurat? Yuk, kelola payroll dan HR perusahaan Anda sekarang bersama KantorKu HRIS!
KantorKu HRIS mudahkan payroll dalam satu sistem terintegrasi dan efisien.
Referensi
Business Development: Strategies, Steps, and Essential Skills
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
Related Articles
Sistem Penggajian Multicabang: Tantangan, Cara Kerja, & Solusinya
Payroll Fraud Adalah: Jenis, Dampak, & Cara Mencegah Kecurangan Payroll