Berapa Gaji Ojek Online? Cek Penghasilan Driver Ojol Terbaru

Berapa penghasilan driver ojol per bulan? Simak kisaran gaji ojek online hingga faktor yang memengaruhi penghasilannya.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 18 Juli 2026
Key Takeaways
Gaji ojek online di Indonesia berkisar sekitar Rp1,5 juta–Rp6,8 juta per bulan, tergantung platform, lokasi, dan jumlah order.
Penghasilan driver ojol berbeda berdasarkan platform seperti Gojek, Grab, Maxim, inDrive, ShopeeFood, hingga Lalamove.
Pendapatan driver dipengaruhi oleh tarif order, insentif, rating, jam kerja, serta biaya operasional kendaraan.
Perusahaan yang mengelola driver perlu menghitung gaji dan insentif secara akurat agar pembayaran tetap transparan dan konsisten.
KantorKu HRIS membantu HR mengelola absensi, payroll, KPI, dan administrasi karyawan dalam satu sistem terintegrasi.

Gaji ojek online dapat berbeda-beda tergantung platform, jumlah order, lokasi operasional, hingga sistem insentif yang berlaku.

Bagi perusahaan yang menggunakan tenaga driver atau pekerja lapangan, memahami struktur penghasilan ini penting untuk menentukan kompensasi dan mengelola administrasi karyawan secara lebih akurat

Selain pendapatan utama, driver ojek online juga memiliki komponen lain seperti bonus, insentif, serta biaya operasional yang perlu diperhitungkan.

Nah, di artikel ini, Anda akan mengetahui rata-rata penghasilan ojol, rincian per platform, komponen serta potongan yang berlaku, hingga cara menghitung gaji atau insentif driver untuk kebutuhan bisnis Anda.

Yuk, simak informasi lengkapnya!

Apa Itu Ojek Online (Ojol)?

gaji ojek online

Ojek online (ojol) adalah layanan transportasi berbasis aplikasi yang menghubungkan pengguna dengan pengemudi melalui platform digital. Melalui aplikasi, pelanggan dapat memesan perjalanan, makanan, maupun layanan pengiriman barang secara lebih praktis.

Berbeda dengan ojek konvensional yang biasanya beroperasi secara langsung di lokasi tertentu, ojek online menggunakan sistem teknologi untuk mengatur pemesanan, pembayaran, hingga penilaian layanan.

Dalam dunia bisnis, driver ojek online juga dapat dikategorikan sebagai pekerja lapangan yang mendukung aktivitas operasional, khususnya pada sektor transportasi, logistik, dan layanan berbasis pengantaran.

Beberapa layanan yang umumnya tersedia dalam platform ojek online antara lain:

  • Transportasi penumpang, yaitu layanan antar jemput menggunakan sepeda motor.
  • Pengantaran makanan, yaitu layanan pembelian dan pengiriman makanan dari restoran atau merchant.
  • Pengiriman barang, yaitu layanan antar dokumen atau paket dalam area tertentu.
  • Layanan bisnis, seperti pengiriman kebutuhan operasional perusahaan.

Baca Juga: Gaji Driver Bisa Tembus Berapa? Ini Rata-rata & Faktanya di Indonesia

Rata-Rata Gaji/Penghasilan Ojek Online di Indonesia

Rata-rata gaji ojek online di Indonesia berada di kisaran Rp1.500.000 hingga Rp6.800.000 per bulan, tergantung jumlah order, platform yang digunakan, jam kerja, dan wilayah operasional driver.

Berbeda dengan karyawan tetap yang menerima gaji bulanan, penghasilan driver ojek online bersifat fluktuatif karena dihitung berdasarkan jumlah perjalanan, insentif, dan layanan yang berhasil diselesaikan.

Sebagai gambaran, driver yang bekerja penuh waktu dapat memperoleh pendapatan sekitar Rp150.000–Rp250.000 per hari, terutama jika aktif pada jam ramai dan area dengan permintaan tinggi.

Sementara itu, pendapatan tersebut masih perlu dikurangi biaya operasional seperti bahan bakar, makan, perawatan kendaraan, hingga potongan aplikasi

Baca Juga: Berapa Gaji Kurir 2026? Cek Rinciannya di 15 Ekspedisi Ini!

Banner KantorKu HRIS
Ringankan Administrasi HR dengan KantorKu HRIS!

Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.

Gaji Ojek Online Berdasarkan Platform

Besaran gaji ojek online dapat berbeda-beda tergantung platform yang digunakan. Setiap aplikator memiliki sistem tarif, komisi, bonus, dan program insentif yang berbeda sehingga pendapatan driver tidak selalu sama.

Secara umum, estimasi penghasilan driver ojek online berdasarkan platform adalah sebagai berikut:

PlatformEstimasi Penghasilan per Bulan
Gojek (GoRide)Rp3.500.000–Rp6.000.000
GrabBikeRp3.700.000–Rp6.800.000
MaximRp3.000.000–Rp5.000.000
inDriveRp2.500.000–Rp4.500.000
ZendoRp2.800.000–Rp4.500.000
ShopeeFoodRp3.000.000–Rp4.800.000
LalamoveRp3.500.000–Rp6.000.000

Nominal tersebut merupakan perkiraan dan dapat berubah sesuai jumlah order, wilayah operasional, jam kerja, serta kebijakan masing-masing platform.

1. Penghasilan Driver Gojek (GoRide)

Sebagai salah satu platform ojek online terbesar di Indonesia, Gojek menerapkan sistem pendapatan berdasarkan jumlah perjalanan, tarif layanan, serta insentif tertentu bagi driver aktif.

Driver GoRide yang bekerja penuh waktu umumnya dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp3.500.000–Rp6.000.000 per bulan, tergantung jumlah order yang diselesaikan.

Beberapa faktor yang memengaruhi pendapatan driver Gojek antara lain:

  • Jumlah perjalanan yang diterima setiap hari.
  • Jam operasional, terutama pada waktu permintaan tinggi.
  • Program bonus atau insentif yang tersedia.
  • Lokasi driver menerima order.

2. Penghasilan Driver Grab (GrabBike)

GrabBike menggunakan sistem pendapatan yang dipengaruhi oleh jumlah perjalanan, performa driver, serta program insentif dari platform.

Driver GrabBike aktif dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp3.700.000–Rp6.800.000 per bulan, sedangkan driver paruh waktu biasanya mendapatkan pendapatan lebih rendah karena jumlah order yang diterima lebih sedikit.

Komponen penghasilan driver Grab umumnya berasal dari:

  • Tarif perjalanan.
  • Bonus performa.
  • Insentif berdasarkan target tertentu.
  • Layanan tambahan seperti GrabFood atau GrabExpress.

3. Penghasilan Driver Maxim

Maxim memiliki sistem tarif yang berbeda dibandingkan beberapa platform besar lainnya. Penghasilan driver Maxim dipengaruhi oleh jumlah order, jarak perjalanan, dan wilayah operasional.

Rata-rata penghasilan driver Maxim aktif berada di kisaran Rp3.000.000–Rp5.000.000 per bulan.

Beberapa faktor yang memengaruhi pendapatan driver Maxim yaitu:

  • Tingkat permintaan pelanggan di wilayah tertentu.
  • Jumlah jam aktif menerima pesanan.
  • Banyaknya perjalanan yang diselesaikan.

4. Penghasilan Driver inDrive

inDrive memiliki sistem yang memungkinkan pelanggan dan driver melakukan negosiasi tarif sebelum perjalanan dimulai.

Dengan sistem tersebut, penghasilan driver inDrive lebih bergantung pada kemampuan memilih order yang sesuai dan kondisi permintaan di area tertentu.

Estimasi penghasilan driver inDrive aktif berada di kisaran Rp2.500.000–Rp4.500.000 per bulan.

5. Penghasilan Driver Zendo

Zendo merupakan salah satu platform layanan transportasi online yang berkembang di beberapa wilayah Indonesia.

Penghasilan driver Zendo diperkirakan berada pada kisaran Rp2.800.000–Rp4.500.000 per bulan, tergantung jumlah order dan kepadatan permintaan di wilayah operasional.

Karena masih berkembang di berbagai daerah, peluang pendapatan driver Zendo dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

6. Penghasilan Driver ShopeeFood

ShopeeFood berfokus pada layanan pengantaran makanan sehingga pendapatan driver banyak dipengaruhi oleh jumlah pesanan makanan yang tersedia.

Driver ShopeeFood aktif dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp3.000.000–Rp4.800.000 per bulan.

Faktor yang memengaruhi pendapatan driver ShopeeFood meliputi:

  • Jumlah pesanan pada jam makan.
  • Program promosi di aplikasi.
  • Lokasi restoran atau merchant.
  • Jumlah jam aktif driver.

7. Penghasilan Driver Lalamove

Berbeda dari layanan ojol penumpang, Lalamove lebih berfokus pada pengiriman barang dan kebutuhan logistik, termasuk pengiriman untuk bisnis.

Penghasilan mitra Lalamove aktif dapat mencapai sekitar Rp3.500.000–Rp6.000.000 per bulan untuk kendaraan roda dua, sedangkan armada yang lebih besar berpotensi memperoleh pendapatan lebih tinggi.

Beberapa faktor yang mendukung pendapatan driver Lalamove antara lain:

  • Nilai order pengiriman yang lebih besar.
  • Adanya kebutuhan pengiriman dari pelanggan bisnis.
  • Jenis kendaraan yang digunakan.

Baca Juga: Cara Bikin Payroll Bulanan yang Rapi – KantorKu HRIS

Gaji Ojek Online Berdasarkan Lokasi

gaji ojek online gojek grab maxim

Selain platform yang digunakan, lokasi operasional juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi gaji ojek online.

Setiap wilayah memiliki tingkat permintaan pelanggan, kepadatan order, jam sibuk, dan biaya hidup yang berbeda sehingga pendapatan driver dapat berbeda meskipun menggunakan platform yang sama.

Berikut estimasi rata-rata penghasilan driver ojek online berdasarkan beberapa wilayah di Indonesia:

LokasiKisaran Penghasilan per Bulan
DKI JakartaRp4.000.000–Rp6.800.000
BekasiRp3.700.000–Rp6.000.000
TangerangRp3.600.000–Rp5.800.000
DepokRp3.500.000–Rp5.500.000
BandungRp3.200.000–Rp5.200.000
SurabayaRp3.300.000–Rp5.400.000
SemarangRp2.900.000–Rp4.500.000
MedanRp3.000.000–Rp4.700.000
MakassarRp3.100.000–Rp4.800.000
DenpasarRp3.400.000–Rp5.000.000
YogyakartaRp2.700.000–Rp4.200.000

Perbedaan ini wajar terjadi karena kota besar seperti Jakarta dan Bali cenderung memiliki volume order lebih tinggi serta jam sibuk yang lebih panjang.

Selain itu, penetapan tarif ojol juga mengikuti sistem zonasi resmi dari pemerintah, sehingga tarif dasar antarwilayah memang sengaja dibedakan.

Banner KantorKu HRIS
Ringankan Administrasi HR dengan KantorKu HRIS!

Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.

Komponen Pendapatan Ojek Online

Penghasilan ojek online tidak hanya berasal dari tarif perjalanan atau biaya layanan per order. Terdapat beberapa komponen lain yang dapat memengaruhi total pendapatan driver setiap bulan, mulai dari insentif, bonus performa, hingga program perlindungan sosial.

Berikut beberapa komponen utama yang membentuk pendapatan ojek online:

1. Tarif Dasar per Order

Tarif dasar merupakan pendapatan utama driver yang diperoleh dari setiap perjalanan atau layanan yang berhasil diselesaikan.

Besaran tarif biasanya dipengaruhi oleh:

  • Jarak tempuh perjalanan.
  • Wilayah operasional.
  • Jenis layanan yang digunakan.
  • Kebijakan tarif dari masing-masing platform.

Penentuan tarif ojek online juga mengikuti aturan zonasi yang ditetapkan pemerintah, sehingga batas tarif dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

2. Insentif Harian dan Mingguan

Selain tarif perjalanan, beberapa platform menyediakan program insentif bagi driver yang mampu mencapai target tertentu.

Insentif biasanya diberikan berdasarkan:

  • Jumlah order yang berhasil diselesaikan.
  • Target pendapatan tertentu.
  • Periode waktu seperti harian atau mingguan.

Adanya insentif ini membuat penghasilan driver dapat meningkat, terutama bagi mereka yang aktif mengambil banyak order.

3. Bonus Performa dan Rating

Performa driver juga dapat memengaruhi peluang mendapatkan tambahan pendapatan. Driver dengan tingkat penyelesaian order yang baik dan rating pelanggan tinggi biasanya memiliki kesempatan memperoleh keuntungan tambahan dari platform.

Beberapa indikator yang dapat memengaruhi performa driver antara lain:

  • Tingkat penyelesaian pesanan.
  • Kualitas pelayanan kepada pelanggan.
  • Konsistensi menerima order.
  • Rating dari pengguna aplikasi.

4. Tip dari Pelanggan

Tip dari pelanggan menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan bagi sebagian driver. Beberapa aplikasi menyediakan fitur pemberian tip secara langsung setelah layanan selesai digunakan.

Besarnya tip bergantung pada kepuasan pelanggan terhadap layanan yang diberikan, seperti ketepatan waktu, komunikasi, dan kualitas pelayanan.

5. Program Loyalitas Platform

Beberapa platform memiliki program loyalitas bagi mitra aktif yang memberikan manfaat tambahan.

Program tersebut dapat berupa:

  • Prioritas mendapatkan order tertentu.
  • Bonus khusus bagi mitra aktif.
  • Penawaran atau diskon layanan tertentu.

Program loyalitas biasanya diberikan untuk menjaga keterlibatan driver dan meningkatkan kualitas layanan platform.

6. Bantuan Asuransi Kecelakaan Kerja

Selain pendapatan berupa uang, driver ojek online juga dapat memperoleh perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori Bukan Penerima Upah (BPU).

Menurut BPJS Ketenagakerjaan – Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), pekerja mandiri seperti pengemudi online dapat mengikuti program perlindungan yang mencakup:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk perlindungan ketika mengalami risiko kecelakaan saat melakukan aktivitas kerja.
  • Jaminan Kematian (JKM) sebagai perlindungan bagi peserta dan keluarga.

Dengan adanya perlindungan tersebut, status driver sebagai mitra platform tetap dapat memperoleh akses perlindungan sosial sesuai program yang tersedia.

Baca Juga: 10 Rekomendasi HRIS dengan Payroll PPh 21 dan BPJS Terbaik

Potongan dan Biaya Operasional Driver Ojek Online

Penghasilan kotor ojek online tidak sepenuhnya menjadi pendapatan bersih driver karena terdapat beberapa potongan dan biaya operasional yang perlu dikeluarkan selama bekerja.

Berikut beberapa komponen yang dapat mengurangi penghasilan driver ojek online:

1. Komisi atau Potongan Aplikator

Setiap platform ojek online menerapkan potongan tertentu dari nilai layanan yang diterima driver. Besarannya dapat berbeda tergantung kebijakan platform dan aturan pemerintah yang berlaku.

Pemerintah mengatur pedoman biaya jasa ojek online melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 yang menjadi acuan perhitungan tarif berdasarkan sistem zonasi.

2. Biaya Bensin

Bensin menjadi salah satu biaya operasional utama bagi driver. Semakin banyak order yang diselesaikan, semakin besar pula kebutuhan bahan bakar yang harus dikeluarkan.

3. Pulsa dan Paket Data Internet

Driver membutuhkan koneksi internet untuk menerima order, berkomunikasi dengan pelanggan, dan menggunakan navigasi selama bekerja.

4. Perawatan dan Servis Kendaraan

Penggunaan kendaraan secara intensif membuat driver perlu mengeluarkan biaya rutin untuk servis, ganti oli, perbaikan, hingga penggantian suku cadang.

5. Iuran BPJS Ketenagakerjaan Mandiri

Sebagai pekerja mandiri atau kategori Bukan Penerima Upah (BPU), driver dapat mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan untuk memperoleh perlindungan seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Menurut BPJS Ketenagakerjaan, peserta BPU membayar iuran secara mandiri sesuai program perlindungan yang dipilih.

Baca Juga: Gaji di Bawah UMR? Cek Risiko Sanksi & Pidananya!

Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji Ojek Online

penghasilan ojek online berapa

Besaran gaji ojek online dapat berbeda antara satu driver dan lainnya karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain platform yang digunakan, pola kerja, lokasi, hingga jumlah order yang diterima juga berperan dalam menentukan total penghasilan.

Berikut beberapa faktor yang memengaruhi pendapatan driver ojek online:

1. Platform Aplikator

Setiap platform memiliki sistem tarif, komisi, dan program insentif yang berbeda. Hal ini membuat potensi penghasilan driver tidak selalu sama meskipun jumlah order yang diterima serupa.

2. Lokasi Operasional

Lokasi kerja sangat memengaruhi peluang mendapatkan order. Wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi seperti Jakarta, Bali, atau kota besar lainnya biasanya memiliki permintaan pelanggan yang lebih tinggi.

3. Jam Kerja dan Status Kemitraan

Durasi kerja juga berpengaruh terhadap pendapatan driver. Driver penuh waktu yang aktif menerima order selama beberapa jam setiap hari umumnya memiliki peluang penghasilan lebih besar dibandingkan driver paruh waktu.

4. Jumlah dan Jenis Order

Semakin banyak order yang berhasil diselesaikan, semakin besar potensi pendapatan yang diperoleh driver.

Jenis layanan yang dipilih juga dapat memengaruhi penghasilan, seperti:

  • Antar penumpang.
  • Pengiriman makanan.
  • Pengiriman barang.

5. Rating dan Tingkat Penyelesaian Order

Rating pelanggan dan tingkat penyelesaian pesanan dapat memengaruhi performa driver dalam sistem platform. Driver dengan performa baik berpotensi mendapatkan lebih banyak peluang order.

6. Jam Sibuk dan Momen Tertentu

Permintaan layanan ojek online biasanya meningkat pada waktu tertentu, seperti jam berangkat kerja, jam pulang kerja, akhir pekan, atau saat kondisi cuaca tertentu.

Pada periode dengan permintaan tinggi, beberapa platform dapat menerapkan penyesuaian tarif dinamis sesuai kondisi pasar.

7. Sistem Algoritma Penugasan Platform

Platform ojek online menggunakan sistem algoritma untuk membantu menentukan distribusi order kepada driver. Faktor seperti lokasi driver, performa akun, ketersediaan, dan pola aktivitas dapat memengaruhi peluang mendapatkan pesanan.

Baca Juga: Berapa Gaji Cleaning Service? Cek Kisaran Lengkapnya!

Skill yang Harus Dimiliki Driver Ojek Online

Selain kemampuan mengendarai kendaraan, driver ojek online juga membutuhkan beberapa keterampilan pendukung agar dapat bekerja secara efektif, memberikan pelayanan yang baik, dan menjaga produktivitas selama bekerja.

Berikut beberapa skill penting yang perlu dimiliki driver ojek online:

1. Manajemen Rute dan Waktu

Driver perlu memahami cara memilih rute yang efisien agar dapat menyelesaikan perjalanan dengan cepat dan menerima lebih banyak order dalam satu hari.

2. Ketahanan Fisik dan Mental

Pekerjaan ojek online membutuhkan kondisi fisik yang baik karena driver harus bekerja dengan mobilitas tinggi serta menghadapi berbagai kondisi jalan dan cuaca.

3. Komunikasi dengan Pelanggan

Kemampuan berkomunikasi dengan sopan dan jelas membantu driver memberikan pelayanan yang lebih baik, terutama ketika terjadi kendala terkait lokasi atau pesanan.

4. Kemampuan Menggunakan Aplikasi Digital

Driver harus mampu menggunakan aplikasi untuk menerima order, membaca navigasi, memperbarui status perjalanan, dan berkomunikasi dengan pelanggan.

5. Kedisiplinan dan Keselamatan Berkendara

Kedisiplinan dalam mengikuti aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan berkendara menjadi hal penting untuk mengurangi risiko selama bekerja.

6. Manajemen Keuangan Pribadi

Karena pendapatan driver ojek online dapat berubah setiap hari, kemampuan mengatur pemasukan dan biaya operasional penting agar keuangan tetap stabil.

Cara Menghitung Gaji atau Insentif Driver untuk Perusahaan

Jika perusahaan Anda mengelola driver atau tenaga lapangan sendiri, menentukan sistem kompensasi yang tepat menjadi hal penting agar pembayaran tetap adil dan sesuai kebutuhan operasional.

Berbeda dengan driver ojol yang penghasilannya bergantung pada jumlah order, perusahaan dapat menyusun skema gaji berdasarkan tanggung jawab kerja, target, serta performa driver.

Berikut beberapa cara menghitung gaji atau insentif driver secara lebih terstruktur:

1. Tentukan Struktur Dasar Kompensasi

Perusahaan perlu menentukan sistem pembayaran yang akan digunakan, apakah berupa gaji tetap bulanan, pembayaran berdasarkan jumlah order, atau kombinasi keduanya.

Pemilihan skema dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan jenis pekerjaan driver.

2. Gunakan UMK sebagai Acuan Minimum

Jika driver berstatus sebagai karyawan, perusahaan perlu memastikan pemberian upah mengikuti ketentuan minimum yang berlaku di wilayah operasional.

Hal ini sesuai dengan aturan pengupahan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan yang mengatur ketentuan terkait pengupahan pekerja.

3. Rancang Insentif Berbasis Performa

Selain gaji utama, perusahaan dapat memberikan insentif berdasarkan pencapaian tertentu untuk meningkatkan produktivitas driver.

Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:

  • Jumlah pengantaran yang berhasil diselesaikan.
  • Ketepatan waktu pengiriman.
  • Tingkat kepuasan pelanggan.
  • Kepatuhan terhadap standar operasional perusahaan.

4. Terapkan Sistem Komisi yang Transparan

Jika perusahaan menggunakan sistem komisi atau pembayaran berdasarkan hasil kerja, pastikan perhitungannya dibuat secara jelas sejak awal.

Transparansi mengenai tarif per perjalanan, bonus, maupun potongan akan membantu menghindari kesalahpahaman antara perusahaan dan driver.

5. Daftarkan Driver ke BPJS Ketenagakerjaan

Perusahaan juga perlu memperhatikan perlindungan kerja bagi driver melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sesuai status hubungan kerjanya.

Perlindungan ini dapat membantu memberikan jaminan ketika terjadi risiko yang berkaitan dengan aktivitas kerja.

6. Gunakan Sistem Payroll Modern

Menghitung gaji driver secara manual dapat menjadi tantangan ketika perusahaan harus mengelola banyak komponen, seperti gaji pokok, insentif, bonus, dan potongan.

Penggunaan software payroll Indonesia atau aplikasi perhitungan gaji karyawan dapat membantu HR menghitung pembayaran secara lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi.

Kelola Absensi dan Penggajian Driver Lapangan Lebih Praktis dengan KantorKu HRIS!

Mengelola gaji driver lapangan tidak hanya berkaitan dengan menentukan nominal pembayaran, tetapi juga memastikan berbagai komponen seperti absensi, insentif, lembur, tunjangan, hingga potongan dapat dihitung secara akurat setiap periode payroll.

Terlebih jika perusahaan memiliki banyak driver dengan sistem kerja yang berbeda, proses administrasi secara manual dapat memakan waktu dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan.

Jika Anda membutuhkan aplikasi HRIS yang mempermudah pekerjaan HR, KantorKu HRIS dapat membantu perusahaan mengelola absensi, payroll, KPI, dan administrasi SDM dalam satu sistem yang lebih terintegrasi.

Berikut beberapa fitur yang dapat Anda manfaatkan:

Dashboard Payroll KantorKu HRIS

  • Perhitungan gaji otomatis: Menghitung gaji driver, lembur, insentif trip, BPJS, dan komponen lainnya secara otomatis dan akurat.
  • Terintegrasi dengan absensi dan perjalanan kerja: Data kehadiran dan aktivitas driver langsung masuk ke sistem tanpa input manual.
  • Slip gaji digital: Driver dapat mengakses rincian gaji dengan lebih transparan dan mudah kapan saja.
  • Sistem sesuai regulasi ketenagakerjaan: Perhitungan mengikuti aturan yang berlaku sehingga lebih aman dan compliant.
  • Manajemen payroll lebih cepat: Proses pembayaran gaji dapat dilakukan hanya dalam beberapa klik tanpa proses administrasi yang rumit.

Dengan bantuan aplikasi gaji karyawan, aplikasi pembayaran gaji karyawan, hingga aplikasi perhitungan gaji karyawan yang terintegrasi, pengelolaan gaji kurir dapat berjalan lebih efisien, akurat, dan scalable untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.

Jika Anda ingin proses pengelolaan kurir dan payroll menjadi lebih sederhana dan modern, Anda bisa mulai menggunakan KantorKu HRIS sebagai solusi HR terintegrasi untuk perusahaan Anda.

Yuk, book demo gratis KantorKu HRIS sekarang juga!

Banner KantorKu HRIS
Ringankan Administrasi HR dengan KantorKu HRIS!

Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.

Referensi

Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022

Bagikan

Related Articles

gaji kurir

Berapa Gaji Kurir 2026? Cek Rinciannya di 15 Ekspedisi Ini!

Simak kisaran gaji kurir Anteraja, J&T, SPX, JNE, hingga DHL Express, plus komponen gaji dan tips menentukan kompensasi kurir yang ideal.
gaji front office hotel bintang 5 4 3 2 1

Berapa Gaji Front Office Hotel? Cek Kisaran per Bintang Hotel & Lokasi

Simak rincian gaji front office hotel bintang 1 sampai bintang 5, tunjangan yang didapat, hingga tips menyusun struktur gaji yang kompetitif.
gaji housekeeping hotel

Gaji Housekeeping Hotel di Indonesia Berdasarkan Bintang & Lokasi

Gaji housekeeping hotel di Indonesia berkisar Rp2,8-Rp25 juta per bulan, tergantung posisi, bintang hotel, dan lokasi kerja. Simak rincian lengkapnya.