Gaji DevOps Engineer 2026, Bisa Tembus Rp30 Juta+ per Bulan!

Gaji DevOps Engineer di Indonesia berkisar Rp9,5 juta hingga Rp30 juta+ per bulan. Cek detail gaji berdasarkan pengalaman, lokasi, industri, hingga skill!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 02 Juni 2026
Key Takeaways
Gaji DevOps Engineer di Indonesia berkisar sekitar Rp9,5 juta hingga Rp30 juta+ per bulan, tergantung pengalaman dan perusahaan.
Semakin tinggi pengalaman kerja, semakin besar tanggung jawab teknis sehingga gaji juga meningkat.
Lokasi dan industri seperti IT, fintech, dan telekomunikasi sangat memengaruhi besaran gaji DevOps Engineer.
Skill seperti cloud computing, Kubernetes, CI/CD, dan automation menjadi faktor penting dalam penentuan nilai profesional.
Selain gaji pokok, DevOps Engineer juga mendapat bonus, sertifikasi, tunjangan on-call, dan berbagai benefit tambahan.

Gaji DevOps Engineer menjadi salah satu topik yang banyak dicari perusahaan maupun profesional IT karena posisi ini semakin penting dalam mendukung pengembangan dan operasional sistem digital.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan cloud computing, otomatisasi deployment, dan pengelolaan infrastruktur modern, permintaan terhadap DevOps Engineer terus meningkat di berbagai industri.

Bagi Anda yang sedang menyusun struktur kompensasi, melakukan benchmarking gaji, atau merekrut talenta teknologi, memahami standar gaji DevOps Engineer dapat membantu perusahaan menawarkan paket remunerasi yang kompetitif.

Selain mengetahui kisaran gaji, penting juga memahami faktor yang memengaruhi besaran kompensasi, skill yang dibutuhkan, hingga benefit yang umum diberikan kepada profesi ini.

Mari simak pembahasannya sampai selesai!

Apa Itu DevOps Engineer?

Apa Itu DevOps Engineer

DevOps Engineer adalah profesional IT yang bertugas menjembatani tim pengembang aplikasi (development) dan tim operasional teknologi (operations).

Peran ini berfokus pada otomatisasi proses pengembangan, deployment, monitoring, dan pemeliharaan sistem agar aplikasi dapat berjalan lebih cepat, stabil, dan aman.

Menurut Amazon Web Services (AWS), DevOps menggabungkan budaya kerja, praktik, dan tools yang membantu organisasi mengembangkan serta mengirimkan aplikasi dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan metode tradisional.

Tanggung jawab DevOps Engineer umumnya meliputi:

  • Mengelola infrastruktur cloud.
  • Membuat pipeline CI/CD.
  • Melakukan monitoring sistem.
  • Mengotomatisasi deployment aplikasi.
  • Menjaga keamanan dan stabilitas server.
  • Berkolaborasi dengan tim developer dan QA.

Karena perannya yang strategis, gaji DevOps Engineer cenderung lebih tinggi dibanding beberapa posisi IT lainnya.

Baca Juga: Daftar Gaji Software Engineer di Indonesia 2026, Bisa 30 Juta!

Rata-Rata Gaji DevOps Engineer di Indonesia

Gaji DevOps Engineer di Indonesia umumnya berada pada kisaran:

  • Rp9.500.000 hingga Rp30.000.000+ per bulan

Besaran tersebut dapat berbeda tergantung pengalaman kerja, lokasi perusahaan, industri, serta kemampuan teknis yang dimiliki.

Secara umum, semakin kompleks infrastruktur yang dikelola dan semakin tinggi tanggung jawabnya, maka semakin besar pula kompensasi yang ditawarkan.

Untuk posisi yang lebih berpengalaman, terutama di perusahaan teknologi besar dan pusat bisnis seperti Jakarta, gaji DevOps Engineer Jakarta bahkan dapat mencapai Rp12.000.000 per bulan atau lebih.

Bagi perusahaan, memahami standar gaji pasar dapat membantu menyusun anggaran SDM secara lebih akurat. Proses pengelolaannya pun dapat dipermudah dengan software payroll atau aplikasi gaji karyawan yang terintegrasi.

Banner KantorKu HRIS
Payroll finance masih manual?

KantorKu HRIS bantu hitung dan kirim gaji lebih cepat dan akurat.

Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Pengalaman Kerja

Pengalaman kerja menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi besaran gaji DevOps Engineer. Semakin tinggi tingkat pengalaman dan tanggung jawab yang dimiliki, semakin besar pula kompensasi yang umumnya ditawarkan perusahaan.

Berikut rinciannya:

1. Entry-Level / Junior DevOps Engineer (0–2 Tahun Pengalaman)

Pada tahap awal karier, DevOps Engineer biasanya masih berfokus pada pengelolaan infrastruktur dasar, monitoring sistem, serta membantu proses deployment aplikasi.

Mereka umumnya bekerja di bawah arahan engineer yang lebih senior sambil memperdalam pemahaman mengenai cloud computing, containerization, dan otomatisasi.

  • Kisaran gaji: Rp7.000.000 – Rp12.000.000 per bulan

2. Mid-Level DevOps Engineer (2–5 Tahun Pengalaman)

Pada level ini, DevOps Engineer sudah mampu bekerja secara mandiri dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur yang lebih kompleks.

Mereka juga mulai terlibat dalam perancangan pipeline otomatisasi, peningkatan performa sistem, hingga implementasi praktik keamanan pada lingkungan cloud.

  • Kisaran gaji: Rp12.000.000 – Rp25.000.000 per bulan

3. Senior / Lead DevOps Engineer (5+ Tahun Pengalaman)

Pada level senior, peran DevOps Engineer tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga strategi pengembangan infrastruktur perusahaan.

Mereka biasanya menjadi pengambil keputusan terkait arsitektur sistem, keamanan cloud, efisiensi operasional, hingga pembinaan anggota tim yang lebih junior.

  • Kisaran gaji: Rp25.000.000 – Rp40.000.000+ per bulan

Baca Juga: Panduan Salary Benchmarking: Ini Komponen & Cara Melakukannya!

Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Lokasi

Lokasi kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besaran gaji DevOps Engineer. Kota dengan tingkat aktivitas bisnis dan industri teknologi yang tinggi umumnya menawarkan kompensasi lebih besar karena kebutuhan talenta digital yang juga lebih tinggi.

Berikut kisaran gaji DevOps Engineer di beberapa kota besar di Indonesia:

LokasiKisaran Gaji per Bulan
Jakarta SelatanRp9.500.000 – Rp40.000.000+
Jakarta PusatRp9.000.000 – Rp38.000.000
Jakarta BaratRp8.500.000 – Rp35.000.000
Jakarta UtaraRp8.000.000 – Rp30.000.000
Jakarta TimurRp7.500.000 – Rp28.000.000
BandungRp7.500.000 – Rp32.000.000
Tangerang & Tangerang SelatanRp7.500.000 – Rp30.000.000
SurabayaRp7.000.000 – Rp25.000.000
BekasiRp6.800.000 – Rp23.000.000
DepokRp6.500.000 – Rp22.000.000
YogyakartaRp5.300.000 – Rp20.000.000
SidoarjoRp5.800.000 – Rp18.000.000
SemarangRp5.000.000 – Rp17.000.000
MedanRp4.800.000 – Rp16.000.000
MakassarRp4.500.000 – Rp15.000.000

Secara umum, gaji DevOps Engineer Jakarta masih menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia karena banyaknya perusahaan teknologi, startup, fintech, hingga multinasional yang membutuhkan keahlian DevOps untuk mengelola infrastruktur digital mereka.

Sementara itu, gaji DevOps Engineer di luar negeri umumnya lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Di negara seperti Amerika Serikat, Singapura, Australia, dan Inggris, seorang DevOps Engineer dapat memperoleh penghasilan setara puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Baca Juga: Gaji Pokok Adalah: Pengertian, Aturan Pemerintah, dan Bedanya dengan THP

Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri

Gaji DevOps Engineer

Selain pengalaman dan lokasi kerja, industri tempat perusahaan beroperasi juga dapat memengaruhi besaran gaji DevOps Engineer.

Berikut kisaran gaji DevOps Engineer berdasarkan industri di Indonesia:

1. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri IT

Industri IT menjadi salah satu sektor yang paling banyak membutuhkan DevOps Engineer karena hampir seluruh proses pengembangan aplikasi dan layanan digital bergantung pada infrastruktur yang stabil dan scalable.

Posisi ini banyak ditemukan di perusahaan seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, hingga berbagai startup teknologi lainnya.

  • Kisaran gaji: Rp15.000.000–Rp50.000.000+ per bulan

2. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Perbankan & Keuangan

Perusahaan perbankan dan fintech membutuhkan DevOps Engineer untuk menjaga keamanan, ketersediaan sistem, serta performa aplikasi yang digunakan jutaan nasabah setiap hari.

Posisi ini banyak ditemukan di perusahaan seperti BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, Jenius, dan DANA.

  • Kisaran gaji: Rp18.000.000–Rp55.000.000+ per bulan

3. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Manufaktur

Seiring berkembangnya konsep Industry 4.0, banyak perusahaan manufaktur mulai mengandalkan cloud computing, IoT, dan sistem otomatisasi yang membutuhkan dukungan DevOps Engineer.

Contohnya terdapat di perusahaan seperti Astra International, Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Panasonic, dan Yamaha.

  • Kisaran gaji: Rp12.000.000–Rp30.000.000 per bulan

4. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Retail

Perusahaan retail modern memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung operasional bisnis, mulai dari sistem inventaris hingga aplikasi pelanggan. Posisi ini banyak ditemukan di perusahaan seperti Alfamart, Indomaret, MAP Group, Blibli, dan ACE Hardware.

  • Kisaran gaji: Rp12.000.000–Rp35.000.000 per bulan

5. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Pemerintahan & Sektor Publik

Program transformasi digital yang dijalankan berbagai instansi pemerintah turut meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga DevOps Engineer. Mereka membantu memastikan sistem layanan publik dapat berjalan dengan aman dan stabil dalam skala besar.

  • Kisaran gaji: Rp10.000.000–Rp25.000.000 per bulan

6. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri FMCG

Perusahaan FMCG memanfaatkan teknologi untuk mendukung distribusi, produksi, hingga pengelolaan data konsumen. DevOps Engineer banyak dibutuhkan untuk memastikan sistem tersebut dapat berjalan secara efisien.

Industri ini banyak diisi oleh perusahaan seperti Unilever Indonesia, Indofood, Wings Group, dan Mayora.

  • Kisaran gaji: Rp12.000.000–Rp30.000.000 per bulan

7. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Logistik & Supply Chain

Perusahaan logistik mengandalkan sistem digital untuk mendukung pelacakan pengiriman dan pengelolaan rantai pasok secara real-time. Posisi ini banyak ditemukan di perusahaan seperti J&T Express, JNE, SiCepat, Ninja Xpress, dan SAP Express.

  • Kisaran gaji: Rp12.000.000–Rp35.000.000 per bulan

8. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Kesehatan

Sektor kesehatan semakin bergantung pada sistem digital untuk mengelola data pasien, layanan telemedicine, hingga operasional rumah sakit. Contohnya terdapat di perusahaan seperti Halodoc, Alodokter, Siloam Hospitals, dan Mitra Keluarga.

  • Kisaran gaji: Rp12.000.000–Rp35.000.000 per bulan

9. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Hiburan & Media Streaming

Platform streaming dan media digital membutuhkan infrastruktur yang mampu menangani jutaan pengguna secara bersamaan. Oleh karena itu, DevOps Engineer memiliki peran penting dalam menjaga performa layanan.

Contohnya dapat ditemukan pada perusahaan seperti Vidio, Vision+, Netflix, dan Disney+ Hotstar.

  • Kisaran gaji: Rp15.000.000–Rp45.000.000 per bulan

10. Gaji DevOps Engineer Berdasarkan Industri Telekomunikasi

Perusahaan telekomunikasi mengelola jaringan dan layanan digital dalam skala besar sehingga membutuhkan DevOps Engineer yang mampu menjaga stabilitas dan efisiensi infrastruktur teknologi.

Posisi ini banyak ditemukan di perusahaan seperti Telkom Indonesia, Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata.

  • Kisaran gaji: Rp18.000.000–Rp50.000.000+ per bulan
Banner KantorKu HRIS
Masih takut salah hitung payroll?

Kelola gaji Customer Service lebih praktis dengan KantorKu HRIS otomatis

Tunjangan dan Benefit DevOps Engineer

Selain gaji pokok, banyak perusahaan juga menawarkan berbagai tunjangan dan benefit tambahan untuk menarik serta mempertahankan talenta DevOps Engineer.

Beberapa benefit yang umum diberikan kepada DevOps Engineer antara lain sebagai berikut.

1. Asuransi Kesehatan dan BPJS

Sebagai bagian dari kesejahteraan karyawan, perusahaan biasanya menyediakan perlindungan kesehatan melalui BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, maupun asuransi swasta tambahan.

Benefit ini membantu karyawan memperoleh perlindungan finansial ketika membutuhkan layanan kesehatan.

2. Bonus Kinerja

Banyak perusahaan memberikan bonus berdasarkan pencapaian target individu maupun performa perusahaan secara keseluruhan.

Bonus biasanya diberikan ketika tim berhasil meningkatkan stabilitas sistem, efisiensi operasional, atau menyelesaikan proyek strategis tertentu.

3. Tunjangan Sertifikasi dan Pelatihan

Dunia DevOps berkembang sangat cepat sehingga perusahaan sering memberikan dukungan untuk pengembangan kompetensi karyawan.

Beberapa bentuk benefit yang umum diberikan meliputi:

  • Biaya sertifikasi AWS.
  • Biaya sertifikasi Microsoft Azure.
  • Biaya sertifikasi Google Cloud.
  • Akses kursus dan pelatihan profesional.
  • Dukungan mengikuti seminar atau konferensi teknologi.

4. Tunjangan Perangkat Kerja

Karena pekerjaan DevOps Engineer sangat bergantung pada perangkat teknologi, perusahaan biasanya menyediakan fasilitas kerja yang memadai.

Contohnya meliputi:

  • Laptop kerja dengan spesifikasi tinggi.
  • Monitor tambahan.
  • Perangkat pendukung produktivitas.
  • Akses software dan tools berlisensi.

5. Tunjangan Internet dan Kerja Remote

Banyak DevOps Engineer bekerja dengan sistem hybrid maupun remote sehingga perusahaan sering memberikan tunjangan untuk mendukung produktivitas kerja.

Benefit yang diberikan dapat berupa:

  • Uang internet bulanan.
  • Tunjangan work from home (WFH).
  • Fasilitas coworking space.
  • Dukungan komunikasi kerja.

6. On-Call Allowance

Pada beberapa perusahaan, DevOps Engineer memiliki jadwal on-call untuk menangani gangguan sistem di luar jam kerja normal.

Karena adanya tanggung jawab tambahan tersebut, perusahaan biasanya memberikan kompensasi khusus berupa on-call allowance atau insentif standby.

7. Bonus Saham atau Employee Stock Option (ESOP)

Perusahaan teknologi dan startup tertentu terkadang menawarkan program kepemilikan saham kepada karyawan sebagai bagian dari paket kompensasi.

Benefit ini memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memperoleh keuntungan tambahan seiring pertumbuhan bisnis perusahaan.

8. Fleksibilitas Kerja

Selain kompensasi finansial, banyak DevOps Engineer juga mempertimbangkan fleksibilitas kerja sebagai benefit yang bernilai tinggi.

Beberapa fasilitas yang sering ditawarkan antara lain:

  • Flexible working hours.
  • Hybrid working.
  • Remote working.
  • Unlimited learning access.

Bagi perusahaan, pengelolaan berbagai komponen kompensasi dan benefit tersebut perlu dilakukan secara akurat agar tidak menimbulkan kesalahan administrasi.

Karena itu, banyak HR menggunakan aplikasi gaji karyawan atau software payroll Indonesia yang terintegrasi untuk mengelola payroll, tunjangan, bonus, dan benefit karyawan secara lebih efisien.

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan: Prorata, Harian, Bulanan, hingga WFH

Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji DevOps Engineer

Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji DevOps Engineer

Setiap perusahaan memiliki standar yang berbeda dalam menentukan gaji DevOps Engineer. Hal ini karena peran DevOps sangat bergantung pada kompleksitas infrastruktur, teknologi yang digunakan, serta tingkat tanggung jawab terhadap sistem yang berjalan.

Akibatnya, gaji DevOps Engineer bisa sangat bervariasi meskipun berada pada level pengalaman yang sama.

Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi besaran gajinya:

1. Pengalaman Kerja

Pengalaman menjadi faktor paling dasar dalam menentukan gaji DevOps Engineer.

Semakin lama pengalaman yang dimiliki, semakin besar tanggung jawab yang dapat dipegang, terutama dalam pengelolaan sistem berskala besar.

  • Entry-level biasanya fokus pada task operasional dasar.
  • Mid-level sudah menangani infrastruktur secara mandiri.
  • Senior biasanya terlibat dalam arsitektur sistem dan pengambilan keputusan teknis.

2. Penguasaan Tools dan Teknologi

Skill teknis sangat berpengaruh terhadap nilai seorang DevOps Engineer di pasar kerja.

Beberapa teknologi yang sangat berpengaruh antara lain:

  • AWS, Google Cloud, Microsoft Azure.
  • Docker dan Kubernetes.
  • Terraform dan Ansible.
  • CI/CD tools seperti Jenkins atau GitLab CI.

Semakin kompleks tech stack yang dikuasai, semakin tinggi pula potensi gajinya.

3. Skala dan Kompleksitas Infrastruktur Perusahaan

Perusahaan dengan sistem berskala besar biasanya membutuhkan DevOps Engineer dengan kemampuan lebih tinggi.

Contohnya:

  • Sistem dengan jutaan pengguna aktif.
  • Infrastruktur multi-cloud atau hybrid cloud.
  • Sistem yang membutuhkan high availability 24/7.

Semakin kompleks sistem yang dikelola, semakin tinggi kompensasi yang diberikan.

4. Industri Perusahaan

Industri juga sangat memengaruhi standar gaji DevOps Engineer.

Sektor seperti fintech, banking, dan teknologi biasanya menawarkan gaji lebih tinggi karena:

  • Tingkat risiko sistem lebih besar.
  • Kebutuhan keamanan data lebih ketat.
  • Ketergantungan terhadap sistem digital sangat tinggi.

5. Lokasi Kerja

Lokasi perusahaan masih menjadi faktor penting dalam menentukan standar gaji.

Kota besar seperti Jakarta umumnya menawarkan gaji lebih tinggi dibanding kota lain karena:

  • Biaya hidup lebih tinggi.
  • Persaingan talenta lebih ketat.
  • Konsentrasi perusahaan teknologi lebih banyak.

6. Tanggung Jawab On-Call dan Jam Kerja

DevOps Engineer sering memiliki tanggung jawab on-call untuk menangani insiden sistem di luar jam kerja.

Semakin tinggi ekspektasi respons terhadap downtime atau incident, semakin besar pula kompensasi yang biasanya diberikan.

7. Sertifikasi Profesional

Sertifikasi juga dapat meningkatkan nilai seorang DevOps Engineer di mata perusahaan.

Contohnya:

  • AWS Certified Solutions Architect.
  • Google Professional Cloud Engineer.
  • Microsoft Azure Administrator.

Sertifikasi menunjukkan validasi kemampuan teknis yang diakui secara global.

Jika disimpulkan, gaji DevOps Engineer tidak hanya ditentukan oleh pengalaman, tetapi juga kombinasi antara kemampuan teknis, kompleksitas sistem, dan tanggung jawab operasional yang diemban.

Baca Juga: 10 Jenis Bonus Tahunan Karyawan: THR, Gaji ke-13, Tantiem, & Performance Bonus

Skill yang Harus Dimiliki DevOps Engineer

Untuk menjadi DevOps Engineer yang kompeten, seseorang tidak hanya perlu memahami sisi development, tetapi juga mampu mengelola infrastruktur, otomasi sistem, hingga menjaga stabilitas layanan.

Skill yang dibutuhkan terbagi menjadi hard skill dan soft skill yang saling melengkapi dalam pekerjaan sehari-hari.

Hard Skill

Hard skill menjadi fondasi utama dalam pekerjaan DevOps Engineer karena berkaitan langsung dengan teknis pengelolaan sistem dan infrastruktur.

  • Linux Administration: Kemampuan mengelola sistem operasi Linux karena sebagian besar server berbasis Linux.
  • Cloud Computing: Pemahaman AWS, Google Cloud, atau Azure untuk mengelola infrastruktur berbasis cloud.
  • Containerization (Docker & Kubernetes): Kemampuan menjalankan dan mengelola aplikasi dalam container agar lebih scalable dan stabil.
  • CI/CD Pipeline: Kemampuan membangun otomatisasi deployment agar proses rilis aplikasi lebih cepat dan efisien.
  • Infrastructure as Code (IaC): Penggunaan tools seperti Terraform atau Ansible untuk mengelola infrastruktur secara otomatis.
  • Scripting & Programming: Kemampuan menggunakan Bash, Python, atau Go untuk otomasi tugas-tugas operasional.
  • Monitoring & Logging: Kemampuan memantau performa sistem menggunakan tools seperti Prometheus, Grafana, atau ELK Stack.
  • Security Fundamentals: Pemahaman dasar keamanan sistem untuk menjaga data dan infrastruktur dari risiko serangan.

Soft Skill

Selain kemampuan teknis, DevOps Engineer juga membutuhkan soft skill untuk mendukung kolaborasi lintas tim dan pengambilan keputusan dalam kondisi kritis.

  • Problem Solving: Kemampuan menyelesaikan masalah sistem dengan cepat terutama saat terjadi downtime.
  • Communication Skill: Kemampuan berkomunikasi dengan developer, QA, dan tim lain secara efektif.
  • Collaboration: Kemampuan bekerja sama lintas tim karena DevOps berperan sebagai penghubung development dan operations.
  • Time Management: Kemampuan mengatur prioritas pekerjaan terutama saat menangani incident atau deployment.
  • Critical Thinking: Kemampuan menganalisis masalah sistem secara mendalam sebelum mengambil keputusan teknis.

Cara Menentukan Gaji DevOps Engineer yang Ideal

Menentukan gaji DevOps Engineer yang ideal tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena posisi ini memiliki peran teknis yang cukup kompleks dalam menjaga infrastruktur dan sistem perusahaan.

Agar lebih tepat, perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

1. Lakukan Benchmark Gaji di Pasar

Langkah pertama adalah membandingkan standar gaji DevOps Engineer di industri yang sama agar perusahaan tidak menetapkan angka yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Benchmark ini bisa membantu perusahaan memahami kisaran gaji devops engineer di Indonesia berdasarkan tren pasar yang berlaku saat ini.

2. Sesuaikan dengan Pengalaman dan Level Kandidat

Setiap level pengalaman memiliki standar gaji yang berbeda, mulai dari junior hingga senior atau lead. Semakin tinggi pengalaman dan tanggung jawab yang dimiliki, semakin besar pula kompensasi yang layak diberikan.

3. Pertimbangkan Kompleksitas Sistem Perusahaan

Perusahaan dengan sistem berbasis cloud yang kompleks atau memiliki traffic pengguna besar biasanya membutuhkan DevOps Engineer dengan kemampuan lebih tinggi. Hal ini secara langsung akan memengaruhi besaran gaji yang ditawarkan.

4. Perhatikan Lokasi dan Sistem Kerja

Lokasi perusahaan juga berpengaruh terhadap standar gaji, terutama di kota besar seperti Jakarta yang memiliki gaji devops engineer Jakarta lebih tinggi dibanding daerah lain. Selain itu, sistem kerja remote atau hybrid juga dapat memengaruhi struktur kompensasi.

5. Hitung Total Compensation Package

Gaji pokok saja tidak cukup untuk menilai kompensasi secara keseluruhan karena DevOps Engineer juga sering mendapatkan bonus, tunjangan, hingga fasilitas tambahan.

Perusahaan dapat mempertimbangkan penggunaan software payroll Indonesia atau aplikasi perhitungan gaji karyawan untuk menghitung total kompensasi secara lebih akurat.

6. Sesuaikan dengan Industri Perusahaan

Industri tempat perusahaan beroperasi juga sangat memengaruhi standar gaji, terutama sektor seperti fintech, banking, dan teknologi yang umumnya menawarkan kompensasi lebih tinggi. Oleh karena itu, struktur gaji perlu disesuaikan dengan kondisi industri masing-masing.

7. Evaluasi Skill dan Sertifikasi Kandidat

Kemampuan teknis seperti cloud computing, Kubernetes, serta sertifikasi profesional juga menjadi faktor penting dalam menentukan nilai seorang DevOps Engineer. Semakin tinggi skill yang dimiliki, semakin besar pula nilai yang bisa diberikan perusahaan.

8. Gunakan Data HR dan Sistem yang Terintegrasi

Agar proses penentuan gaji lebih akurat dan efisien, perusahaan dapat menggunakan sistem HR modern yang membantu mengelola data karyawan, payroll, dan kompensasi secara terpusat.

Pendekatan ini juga mengurangi risiko kesalahan perhitungan dalam skala perusahaan yang lebih besar.

Hitung & Kirim Gaji DevOps Engineer Lebih Akurat & Praktis lewat KantorKu HRIS!

Mengelola gaji DevOps Engineer bukan hanya soal menentukan nominal gaji pokok, tetapi juga memastikan seluruh komponen kompensasi seperti tunjangan, bonus, lembur, hingga insentif on-call dapat dihitung dengan tepat dan konsisten setiap periode penggajian.

Apalagi jika perusahaan memiliki banyak karyawan dengan level teknis berbeda-beda, proses administrasi payroll secara manual tentu akan memakan waktu dan meningkatkan risiko human error, terutama dalam perhitungan insentif dan benefit tambahan.

Nah, untuk membantu proses tersebut, Anda dapat menggunakan KantorKu HRIS sebagai solusi software payroll Indonesia yang membantu pengelolaan payroll, absensi, KPI, hingga administrasi SDM dalam satu sistem terintegrasi.

Dengan bantuan aplikasi HRIS, proses penggajian karyawan dapat berjalan lebih praktis, cepat, dan minim kesalahan tanpa perlu pengolahan manual yang berulang.

Berikut beberapa fitur unggulan yang bisa Anda manfaatkan:

  • Perhitungan gaji otomatis: Menghitung gaji pokok, tunjangan, bonus, hingga insentif on-call DevOps Engineer secara otomatis tanpa proses manual.
  • Terintegrasi dengan absensi: Data kehadiran, lembur, dan work log karyawan langsung masuk ke sistem payroll secara real-time.
  • Slip gaji digital: Karyawan dapat mengakses rincian gaji dan komponen kompensasi dengan lebih transparan kapan saja.
  • Sistem sesuai regulasi: Perhitungan payroll mengikuti aturan ketenagakerjaan yang berlaku sehingga lebih aman dan compliant.
  • Manajemen KPI dan performa: Memudahkan perusahaan mengaitkan performa DevOps Engineer dengan bonus atau insentif yang diterima.
  • Proses transfer gaji lebih cepat: Pembayaran gaji dapat dilakukan hanya dalam beberapa klik tanpa proses administratif yang rumit.

Dengan bantuan aplikasi gaji karyawan, aplikasi pembayaran gaji karyawan, hingga aplikasi perhitungan gaji karyawan yang terintegrasi, proses administrasi HR dapat berjalan lebih rapi, efisien, dan scalable untuk kebutuhan bisnis yang terus berkembang.

Tertarik mencoba sistem HR yang lebih praktis untuk perusahaan Anda? Yuk, kelola payroll dan sistem HR perusahaan Anda melalui KantorKu HRIS! Book demo gratis sekarang! 

Banner KantorKu HRIS
Slip gaji masih ribet dibagikan?

KantorKu HRIS mudahkan payroll dalam satu sistem terintegrasi dan efisien.

Referensi

What is DevOps? | Amazon Web Services (AWS)

Bagikan

Related Articles

Gaji Frontend Developer di Indonesia 2026, Bisa Tembus 40 Juta!

Gaji frontend developer di Indonesia mulai Rp6.000.000 hingga Rp40.000.000+ per bulan. Cek berdasarkan pengalaman, lokasi, industri, dan skill!

Gaji Tax Consultant 2026, Bisa Tembus Rp40 Juta per Bulan!

Cari tahu gaji tax consultant berdasarkan pengalaman, lokasi, dan industri. Lengkap dari fresh graduate hingga senior, termasuk di Big 4.
gaji finance staff

Gaji Finance Staff 2026, Ini Kisaran Lengkapnya!

Berapa gaji finance staff? Simak kisaran gaji terbaru 2026, mulai dari fresh graduate hingga senior, lengkap berdasarkan pengalaman, lokasi, dan industri.