Apa Itu Nett Salary? Komponen, Cara Hitung, dan Bedanya dengan Gross
Nett salary adalah jumlah gaji bersih yang diterima karyawan setelah dipotong pajak PPh 21 dan iuran BPJS. Ini komponen dan cara menghitungnya.
Table of Contents
- Apa Itu Nett Salary?
- Perbedaan Gaji Nett, Gross, dan Gross Up
- Komponen yang Memengaruhi Nett Salary
- Cara Menghitung Nett Salary
- Contoh Perhitungan Net Salary Karyawan
- Kalkulator Gaji Karyawan
- Perbedaan Nett Salary dan Take Home Pay
- Kenapa Perusahaan Harus Memahami Nett Salary?
- Hitung Gaji Bersih Karyawan Lebih Cepat lewat KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa Itu Nett Salary?
- Perbedaan Gaji Nett, Gross, dan Gross Up
- Komponen yang Memengaruhi Nett Salary
- Cara Menghitung Nett Salary
- Contoh Perhitungan Net Salary Karyawan
- Kalkulator Gaji Karyawan
- Perbedaan Nett Salary dan Take Home Pay
- Kenapa Perusahaan Harus Memahami Nett Salary?
- Hitung Gaji Bersih Karyawan Lebih Cepat lewat KantorKu HRIS!
Nett salary adalah gaji pokok beserta tunjangan yang diberikan kepada karyawan setelah dipotong dari berbagai komponen pemotong.
Artinya, ini adalah nominal yang diterima oleh karyawan setelah semuanya dikurangi pajak, BPJS, dan potongan lain yang berlaku.
Dengan memahami nett salary, Anda dapat menyusun struktur kompensasi yang lebih tepat sasaran sesuai kebutuhan karyawan.
Untuk itu, mari pahami dulu apa itu struktur gaji nett, cara menghitung dan perbedaannya dengan sistem penggajian gross maupun gross-up!
Apa Itu Nett Salary?

Gaji nett atau nett salary adalah jumlah penghasilan yang diterima karyawan setelah gaji kotor dikurangi berbagai potongan, seperti pajak penghasilan, iuran BPJS, dan potongan lain yang berlaku sesuai kebijakan perusahaan atau kewajiban karyawan.
Dengan kata lain, nett salary adalah nominal akhir yang masuk ke rekening karyawan pada setiap periode penggajian.
Karena itulah, istilah ini juga sering disamakan dengan take home pay, meskipun dalam praktik tertentu take home pay bisa mencerminkan hasil akhir setelah tambahan dan potongan variabel pada bulan berjalan.
Agar lebih mudah mengerti konsepnya, bisa pahami perbandingan gross salary vs net salary, gross salary adalah total penghasilan sebelum potongan, sementara nett salary adalah jumlah bersih setelah potongan tersebut dikurangkan.
Potongan itu dapat meliputi perhitungan pajak gaji karyawan, iuran BPJS Kesehatan, iuran BPJS Ketenagakerjaan, hingga potongan internal seperti absensi, kasbon, atau cicilan pinjaman karyawan.
Dengan KantorKu HRIS, gaji dapat dihitung otomatis, terintegrasi dengan absensi, dan transfer gaji bisa dilakukan sekali klik.
Perbedaan Gaji Nett, Gross, dan Gross Up
Memahami perbedaan gaji nett, gross, dan gross up perlu dilakukan agar perusahaan tidak keliru saat menyusun skema payroll.
Ketiga istilah ini sama-sama berkaitan dengan penghasilan karyawan, tetapi memiliki mekanisme potongan yang berbeda.
Agar tidak tertukar, pahami perbedaan ketiganya dari beberapa aspek berikut:
1. Dasar Nominal Gaji
Gaji gross adalah total penghasilan karyawan sebelum dipotong pajak, BPJS, dan potongan lain, sehingga angka ini masih berupa gaji kotor.
Gaji nett adalah jumlah penghasilan bersih yang diterima karyawan setelah seluruh potongan diperhitungkan, sehingga nominalnya lebih pasti di sisi karyawan.
Gaji gross up adalah skema ketika perusahaan memberikan tunjangan pajak agar setelah dipotong PPh 21, jumlah yang diterima karyawan tetap sesuai target.
2. Penanggung Pajak Penghasilan
Pada skema gross, PPh 21 dipotong dari penghasilan karyawan sehingga beban pajak secara langsung mengurangi take home pay.
Namun pada skema nett, perusahaan biasanya merancang penggajian agar karyawan menerima angka bersih yang sudah disepakati, sehingga beban pajak tidak mengurangi nominal akhir yang dijanjikan kepada karyawan.
Untuk skema gross up, perusahaan memberi tunjangan pajak yang menjadi bagian penghasilan bruto, lalu pajak tetap dipotong secara formal dari penghasilan tersebut.
3. Nominal yang Diterima Karyawan
Dalam skema gross, jumlah yang diterima karyawan bisa berubah jika ada perubahan pajak, BPJS, bonus, atau potongan lain.
Untuk skema nett, karyawan cenderung menerima jumlah yang lebih stabil karena perusahaan sudah mengatur agar angka bersih yang disepakati tetap tercapai.
Namun pada skema gross up, nominal akhir juga bisa dibuat stabil karena tunjangan pajak ditambahkan sebelum pemotongan pajak dilakukan.
4. Dampak terhadap Pengelolaan Payroll Perusahaan
Skema gross relatif lebih sederhana karena perusahaan cukup menghitung gaji bruto lalu memotong kewajiban sesuai aturan yang berlaku.
Untuk skema nett menuntut perusahaan melakukan perhitungan balik atau gaji gross ke net agar angka bersih yang dijanjikan benar-benar sesuai saat dibayarkan.
Skema gross up juga memerlukan ketelitian karena tunjangan pajak harus dihitung dengan benar dan dicatat sebagai bagian penghasilan.
5. Transparansi pada Slip Gaji
Pada skema gross, slip gaji biasanya memperlihatkan komponen penghasilan dan potongan secara jelas sehingga karyawan dapat melihat bagaimana gaji bersih terbentuk.
Namun pada skema nett, fokus utama karyawan sering ada pada nominal akhir yang diterima, walaupun perusahaan tetap perlu menjaga rincian payroll tetap terdokumentasi dengan baik.
Pada skema gross up, slip gaji dapat terlihat lebih lengkap karena memuat tunjangan pajak sekaligus potongan pajak yang dikenakan.
Untuk memudahkan pemahaman, Anda juga bisa melihat ringkasan perbedaannya dalam tabel berikut. Tabel ini membantu membedakan ketiga skema penggajian secara lebih cepat.
Komponen yang Memengaruhi Nett Salary
Besaran nett salary tidak ditentukan oleh satu komponen saja, melainkan hasil dari gabungan penghasilan dan potongan.
Karena itu, bisa saja dua karyawan dengan nominal offering yang mirip belum tentu menerima jumlah bersih yang sama setiap bulan.
Agar lebih mudah dipahami, mari simak komponen yang memengaruhi nett salary karyawan:
1. Gaji Pokok
Gaji pokok adalah dasar dalam struktur penghasilan karyawan yang menjadi acuan awal sebelum tunjangan maupun potongan lain dihitung.
Komponen ini biasanya tercantum dalam kontrak kerja dan dipakai sebagai dasar untuk menghitung beberapa iuran atau manfaat tertentu.
Karena posisinya sebagai dasar perhitungan penghasilan, perubahan gaji pokok akan berdampak pada total penghasilan bruto dan akhirnya memengaruhi nett salary.
Misalnya, seorang karyawan memiliki gaji pokok Rp6.000.000. Jika gaji pokok naik, maka penghasilan bruto ikut naik. Kenaikan bruto dapat memengaruhi BPJS dan pajak yang dihitung.
2. Tunjangan Tetap
Tunjangan tetap adalah tambahan penghasilan yang diberikan secara rutin setiap periode gaji, misalnya tunjangan makan, transportasi, komunikasi, atau tunjangan jabatan.
Mengingat dibayarkan secara tetap setiap bulan, komponen ini umumnya masuk dalam penghasilan bruto. Semakin besar tunjangan tetap yang diberikan, semakin besar pula besaran potongannya.
3. Tunjangan Tidak Tetap
Tunjangan tidak tetap adalah tambahan penghasilan yang tidak selalu dibayarkan setiap bulan dan biasanya tergantung kondisi, seperti uang lembur, uang perjalanan dinas, atau insentif kehadiran.
Mengingat sifatnya variabel, komponen ini membuat nett salary antarbulan bisa berubah walaupun gaji pokok tetap sama. Contoh tunjangan tidak tetap seperti uang lembur dan uang perjalanan dinas.
4. Potongan Pajak (PPh 21)
PPh 21 adalah salah satu faktor paling penting dalam perhitungan pajak gaji karyawan karena pajak ini langsung memengaruhi jumlah gaji bersih yang diterima.
Besarnya PPh 21 bergantung pada penghasilan bruto, status PTKP, dan ketentuan perpajakan yang berlaku.
Itulah sebabnya karyawan dengan pendapatan lebih tinggi atau status pajak berbeda dapat memiliki nett salary yang berbeda pula, meskipun struktur tunjangannya mirip.
5. BPJS Kesehatan
Iuran BPJS Kesehatan juga memengaruhi nett salary karena ada bagian tertentu yang ditanggung oleh karyawan melalui potongan gaji.
Walaupun sebagian iuran ditanggung perusahaan, bagian yang menjadi kewajiban karyawan tetap akan mengurangi jumlah yang diterima di rekening.
6. BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan juga berkontribusi dalam perhitungan nett salary, khususnya pada komponen yang menjadi tanggungan karyawan seperti JHT dan JP.
Besarannya memang terlihat kecil jika dilihat per bulan, tetapi tetap berpengaruh pada hasil akhir gaji bersih.
7. Bonus dan THR
Bonus, insentif, dan THR adalah tambahan penghasilan yang dapat meningkatkan gross salary pada periode tertentu.
Namun, karena komponen ini juga bisa memengaruhi dasar pengenaan pajak, jumlah bersih yang diterima belum tentu sama besar dengan tambahan nominal yang terlihat di atas kertas.
Artinya, saat bonus atau THR dibayarkan, nett salary bulan tersebut bisa naik, tetapi potongan pajaknya juga dapat ikut meningkat.
8. Potongan Lain (Absensi, Kasbon, Pinjaman, dan Lainnya)
Selain pajak dan BPJS, perusahaan juga bisa menerapkan potongan internal yang ikut mengurangi nett salary karyawan.
Potongan ini bisa berasal dari absensi, keterlambatan sesuai kebijakan tertentu, cicilan kasbon, pinjaman karyawan, iuran koperasi, atau potongan sukarela lainnya.
Baca Juga: Cara Hitung Gross Up PPh 21, Rumus, & Contoh Perhitungannya!
Cara Menghitung Nett Salary

Perhitungan nett salary akan menentukan apakah jumlah gaji bersih yang diterima. Proses ini dilakukan saat menyusun offering atau estimasi beban tenaga kerja.
Secara umum, cara menghitung nett salary dimulai dari mengumpulkan penghasilan bruto, lalu dikurangi seluruh komponen potongan yang berlaku. Berikut lebih jelasnya:
1. Tentukan Gaji Bruto atau Gross
Tentukan dulu gaji bruto atau gross salary karyawan. Gaji bruto adalah total penghasilan sebelum potongan, sehingga biasanya mencakup gaji pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, bonus, insentif, atau lembur jika ada.
Contoh:
Seorang karyawan memiliki gaji pokok Rp7.000.000, tunjangan tetap Rp1.000.000, dan uang lembur Rp500.000. Maka total gaji bruto karyawan tersebut adalah Rp8.500.000.
2. Hitung Pajak Penghasilan (PPh)
Setelah mengetahui gaji bruto, berikutnya hitung potongan PPh 21. Besaran PPh 21 ditentukan oleh penghasilan karyawan, status PTKP, dan ketentuan pajak yang berlaku, sehingga nominalnya bisa berbeda pada setiap orang.
Contoh:
Jika dari penghasilan bruto Rp8.500.000 diperoleh estimasi PPh 21 bulanan sebesar Rp200.000, maka angka ini menjadi salah satu pengurang dalam penghitungan gaji bersih.
3. Hitung Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan
Setelah pajak, perusahaan juga perlu menghitung iuran BPJS yang menjadi tanggungan karyawan. Umumnya, potongan ini terdiri dari BPJS Kesehatan, JHT, dan JP.
Contoh:
Dari dasar upah Rp8.500.000, potongan BPJS Kesehatan karyawan 1% sebesar Rp85.000, JHT 2% sebesar Rp170.000, dan JP 1% sebesar Rp85.000. Total potongan BPJS karyawan menjadi Rp340.000.
4. Hitung Hasil Akhir Gaji Nett
Terakhir kurangi seluruh potongan dari gaji bruto untuk mendapatkan nett salary. Potongan tersebut bisa berupa PPh 21, BPJS, dan potongan internal lain seperti kasbon atau absensi bila ada.
Setelah semua komponen dihitung, hasil akhirnya adalah nominal bersih yang akan tercantum pada slip gaji dan diterima karyawan.
Contoh:
Gaji bruto Rp8.500.000 dikurangi PPh 21 Rp200.000 dan total BPJS Rp340.000. Maka nett salary yang diterima karyawan adalah Rp7.960.000.
Dengan KantorKu HRIS, gaji dapat dihitung otomatis, terintegrasi dengan absensi, dan transfer gaji bisa dilakukan sekali klik.
Contoh Perhitungan Net Salary Karyawan
Setelah memahami langkah dasarnya, Anda perlu melihat contoh perhitungan agar prosesnya lebih mudah dipahami.
Mari lihat beberapa simulasi kasus yang dapat Anda gunakan sebagai gambaran:
1. Contoh Perhitungan Nett Salary Staf Administrasi
Kasus perhitungan ini dapat dipakai pada berbagai jenis posisi, tidak harus seorang staf administrasi. Adapun perhitungannya yaitu:
Contoh:
Seorang staf administrasi memiliki gaji pokok Rp5.500.000 dan tunjangan tetap Rp500.000. Ia tidak menerima bonus maupun lembur pada bulan tersebut. Perusahaan menghitung potongan PPh 21, BPJS Kesehatan, JHT, dan JP sesuai ketentuan yang berlaku.
Cara Menghitung:
Berikut ini contoh perhitungannya:
- Hitung gaji bruto: Rp5.500.000 + Rp500.000 = Rp6.000.000
- Hitung estimasi PPh 21: misalnya Rp75.000
- Hitung BPJS Kesehatan karyawan 1%: Rp60.000
- Hitung JHT karyawan 2%: Rp120.000
- Hitung JP karyawan 1%: Rp60.000
- Jumlahkan seluruh potongan: Rp75.000 + Rp60.000 + Rp120.000 + Rp60.000 = Rp315.000
- Hitung nett salary: Rp6.000.000 – Rp315.000 = Rp5.685.000
2. Contoh Perhitungan Nett Salary dengan Insentif
Karyawan dengan komponen insentif biasanya memiliki nominal gaji bersih yang lebih fluktuatif dari bulan ke bulan, karena insentif akan menambah gross salary dan bisa memengaruhi pajak.
Contoh:
Seorang staf marketing memiliki gaji pokok Rp6.000.000, tunjangan tetap Rp750.000, dan insentif penjualan Rp1.250.000 pada bulan ini.
Cara Menghitung:
Adapun contoh perhitungannya yaitu:
- Hitung gaji bruto: Rp6.000.000 + Rp750.000 + Rp1.250.000 = Rp8.000.000
- Hitung estimasi PPh 21: misalnya Rp180.000
- Hitung BPJS Kesehatan karyawan 1%: Rp80.000
- Hitung JHT karyawan 2%: Rp160.000
- Hitung JP karyawan 1%: Rp80.000
- Jumlahkan seluruh potongan: Rp180.000 + Rp80.000 + Rp160.000 + Rp80.000 = Rp500.000
- Hitung nett salary: Rp8.000.000 – Rp500.000 = Rp7.500.000
3. Contoh Perhitungan Nett Salary dengan Lembur
Pada posisi tertentu, karyawan bisa memperoleh tambahan lembur yang membuat penghasilan bulanannya meningkat.
Namun, tambahan ini tidak selalu berarti nominal bersih naik sebesar nilai lemburnya, karena ada dampak pada potongan yang juga harus dihitung.
Contoh:
Seorang supervisor memiliki gaji pokok Rp8.000.000, tunjangan jabatan Rp1.000.000, dan uang lembur Rp750.000. Ia juga dikenakan potongan pajak dan BPJS karyawan seperti biasa.Karena ada tambahan lembur, perusahaan perlu menghitung ulang total gaji bruto dan potongan bulan tersebut.
Cara Menghitung:
Berikut ini contoh perhitungannya:
- Hitung gaji bruto: Rp8.000.000 + Rp1.000.000 + Rp750.000 = Rp9.750.000
- Hitung estimasi PPh 21: misalnya Rp260.000
- Hitung BPJS Kesehatan karyawan 1%: Rp97.500
- Hitung JHT karyawan 2%: Rp195.000
- Hitung JP karyawan 1%: Rp97.500
- Jumlahkan seluruh potongan: Rp260.000 + Rp97.500 + Rp195.000 + Rp97.500 = Rp650.000
- Hitung nett salary: Rp9.750.000 – Rp650.000 = Rp9.100.000
4. Contoh Perhitungan Nett Salary dengan Kasbon
Dalam beberapa kasus, gaji bersih bisa dipengaruhi oleh potongan internal perusahaan, seperti kasbon yang membuat nominal akhir yang diterima menjadi lebih kecil dari perkiraan awal.
Contoh:
Seorang karyawan memiliki gaji pokok Rp7.000.000 dan tunjangan tetap Rp1.000.000. Pada bulan ini, ia memiliki cicilan kasbon sebesar Rp500.000 yang dipotong langsung dari gaji.
Cara Menghitung:
Contoh perhitungannya yaitu sebagai berikut:
- Hitung gaji bruto: Rp7.000.000 + Rp1.000.000 = Rp8.000.000
- Hitung estimasi PPh 21: misalnya Rp175.000
- Hitung BPJS Kesehatan karyawan 1%: Rp80.000
- Hitung JHT karyawan 2%: Rp160.000
- Hitung JP karyawan 1%: Rp80.000
- Tambahkan potongan kasbon: Rp500.000
- Jumlahkan seluruh potongan: Rp175.000 + Rp80.000 + Rp160.000 + Rp80.000 + Rp500.000 = Rp995.000
- Hitung nett salary: Rp8.000.000 – Rp995.000 = Rp7.005.000
5. Contoh Perhitungan Nett Salary dengan Bonus Bulanan
Bonus bulanan sering membuat karyawan merasa penghasilannya naik, tetapi nominal bersihnya tetap perlu dihitung dengan hati-hati.
Contoh ini dapat membantu perusahaan menjelaskan kepada karyawan kenapa bonus tidak selalu diterima utuh.
Contoh:
Seorang karyawan memiliki gaji pokok Rp6.500.000, tunjangan tetap Rp500.000, dan bonus bulanan Rp1.500.000.
Cara Menghitung:
Berikut ini contoh perhitungannya:
- Hitung gaji bruto: Rp6.500.000 + Rp500.000 + Rp1.500.000 = Rp8.500.000
- Hitung estimasi PPh 21: misalnya Rp220.000
- Hitung BPJS Kesehatan karyawan 1%: Rp85.000
- Hitung JHT karyawan 2%: Rp170.000
- Hitung JP karyawan 1%: Rp85.000
- Jumlahkan seluruh potongan: Rp220.000 + Rp85.000 + Rp170.000 + Rp85.000 = Rp560.000
- Hitung nett salary: Rp8.500.000 – Rp560.000 = Rp7.940.000
Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Per Jam Karyawan sesuai Aturan Upah Terbaru
Kalkulator Gaji Karyawan
Untuk memudahkan perhitungan gaji nett, perusahaan dapat menggunakan tools kalkulator gaji gratis dari KantorKu HRIS yang bisa menghitung gaji karyawan dengan lebih mudah.
Dengan menggunakan net salary calculator Indonesia seperti ini, Anda dapat memperkirakan hasil gaji bersih tanpa harus menghitung semuanya secara manual.
Tool ini juga membantu saat ingin membandingkan gross salary vs net salary, membuat simulasi gross up gaji, atau memahami proses gaji gross ke net.
Langsung saja masukkan angka Anda ke kalkulator berikut:
💰 Simulasi Perhitungan Gaji
Masukkan nilai gaji di bawah untuk melihat breakdown gaji dan potongan.
Total Take Home Pay: Rp 0
Catatan: Perhitungan ini hanya estimasi dan bisa berbeda dengan hasil sebenarnya. Faktor seperti PTKP, status kawin/tanggungan, aturan pajak terbaru, dan kebijakan perusahaan dapat memengaruhi hasil perhitungan.
Perbedaan Nett Salary dan Take Home Pay
Nett salary dan take home pay memang sama-sama merujuk pada nominal penghasilan yang sudah bersih setelah potongan.
Namun, dalam praktik payroll, ada beberapa perbedaan penggunaan istilah ini, yaitu.
1. Istilah
Nett salary adalah istilah yang lebih sering digunakan untuk menjelaskan gaji bersih dalam konteks struktur penggajian atau payroll.
Take home pay adalah istilah yang umum dipakai untuk menggambarkan jumlah uang yang dibawa pulang atau masuk ke rekening karyawan.
2. Konteks Penggunaan
Nett salary biasanya dipakai saat membahas sistem gaji, offering, slip gaji, atau administrasi HR.
Untuk take home pay lebih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari ketika seseorang ingin mengetahui berapa uang bersih yang dapat dipakai untuk kebutuhan bulanan.
3. Cakupan Komponen
Nett salary umumnya merujuk pada hasil akhir setelah gaji bruto dikurangi pajak dan potongan wajib yang berlaku dalam payroll.
Take home pay bisa dipahami sebagai jumlah uang yang diterima setelah seluruh potongan pada bulan tersebut, termasuk potongan internal seperti kasbon, absensi, atau cicilan lain.
4. Fungsi dalam Perencanaan
Nett salary lebih sering digunakan perusahaan untuk menjelaskan struktur penggajian dan membantu perhitungan administratif.
Namun take home pay lebih sering digunakan karyawan untuk membuat anggaran, menghitung pengeluaran bulanan, atau menilai kemampuan finansial pribadi.
5. Cara Penyampaian kepada Karyawan
Saat perusahaan menyampaikan angka dalam offering atau kontrak, istilah nett salary biasanya dipilih agar lebih formal.
Di sisi lain, ketika menjelaskan kepada karyawan berapa nominal yang akan benar-benar diterima, istilah take home pay sering lebih mudah dipahami.
Untuk melihat perbandingannya dengan lebih ringkas, Anda bisa melihat tabel berikut.
Kenapa Perusahaan Harus Memahami Nett Salary?
Memahami nett salary dapat membantu HRD dan pemilik usaha menyusun struktur gaji yang sesuai regulasi.
Terdapat beberapa alasan mengapa perusahaan perlu memahaminya, di antaranya:
1. Menghindari Miskomunikasi soal Gaji
Banyak kebingungan muncul karena karyawan mengira angka di offering letter adalah uang yang akan diterima utuh.
Dengan memahami nett salary, perusahaan dapat menjelaskan sejak awal perbedaan antara angka bruto, potongan, dan nominal akhir yang masuk ke rekening.
2. Membantu Perhitungan Payroll Lebih Akurat
Nett salary membantu HR menghitung gaji bersih dengan lebih teliti karena semua komponen penghasilan dan potongan diperhitungkan sejak awal.
3. Memudahkan Penyusunan Budget Perusahaan
Perusahaan perlu memahami apakah angka yang dibahas dalam offering merupakan gross, nett, atau gross up karena dampaknya berbeda terhadap total biaya tenaga kerja.
4. Mendukung Transparansi kepada Karyawan
Pemahaman yang baik tentang nett salary membuat perusahaan lebih mudah menjelaskan isi slip gaji dan potongan. Transparansi ini dapat mengurangi pertanyaan berulang dari karyawan setiap periode gajian.
5. Membantu Kepatuhan terhadap Regulasi
Penghitungan gaji bersih berkaitan langsung dengan pajak, BPJS, dan administrasi ketenagakerjaan.
Jika perusahaan memahami nett salary, risiko salah hitung atau kesalahan administrasi juga bisa ditekan.
Hitung Gaji Bersih Karyawan Lebih Cepat lewat KantorKu HRIS!
Untuk menghitung gaji bersih karyawan, sebaiknya Anda menggunakan software payroll seperti KantorKu HRIS karena mampu melakukan kalkulasi gaji bersih secara otomatis untuk semua karyawan.
Tenang, Anda tidak perlu lagi khawatir tentang kepatuhan regulasi karena sistem ini selalu diperbarui mengikuti aturan pajak TER dan BPJS pemerintah yang berlaku.
Jika Anda tertarik untuk mengalihkan perhitungan manual ke aplikasi dengan fitur kalkulasi yang lebih cepat, sebaiknya gunakan KantorKu HRIS!

Terdapat beberapa fitur payroll dari KantorKu HRIS, yaitu:
- Kalkulasi Pajak PPh 21 Otomatis: Hitung seluruh komponen penggajian dan laporan pajak sesuai dengan regulasi pemerintah terbaru.
- Perhitungan BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan: Mengotomasi iuran JHT, JP, JKK, dan JKM.
- Integrasi Absensi ke Payroll: Menghubungkan data kehadiran, lembur, dan potongan absen secara langsung.
- Transfer Gaji Sekali Klik: Mendistribusikan pembayaran upah ke ribuan rekening bank karyawan secara serentak.
- Notifikasi & Slip Gaji Digital: Mengirimkan rincian gaji secara otomatis ke ponsel karyawan.
Tidak perlu lagi terjebak dalam tumpukan spreadsheet yang membingungkan. Dengan dukungan KantorKu HRIS, Anda dapat menciptakan operasional perusahaan yang bebas repot.
Book demo gratis sekarang untuk mencoba sendiri bagaimana KantorKu HRIS mengotomasi perhitungan gaji Anda tanpa biaya apa pun!
[card button demo gratis]
Referensi:
What Is Net Pay and How Is It Calculated? | Coursera
Net Salary: Meaning, Components, and Calculation Formula | Zoho
Related Articles
Gaji Digital Marketing 2026 di Indonesia, Bisa 15 Juta!
Gaji Talent Acquisition 2026 di Indonesia, Tembus 15 Juta!