Apa Itu Neraca Ohaus? Ini Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya
Neraca Ohaus adalah alat ukur massa yang penting di laboratorium. Pelajari pengertian, fungsi, jenis, dan cara penggunaannya secara lengkap.
Table of Contents
- Apa Itu Neraca Ohaus?
- Fungsi Neraca Ohaus
- Jenis-Jenis Neraca Ohaus
- Bagian-Bagian Neraca Ohaus dan Fungsinya
- Cara Mengkalibrasi Neraca Ohaus
- Cara Menggunakan Neraca Ohaus
- Cara Membaca Skala Neraca Ohaus
- Kesalahan Umum Saat Menggunakan Neraca Ohaus
- Ukur Performa Tim Kamu Setepat Neraca Ohaus dengan KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa Itu Neraca Ohaus?
- Fungsi Neraca Ohaus
- Jenis-Jenis Neraca Ohaus
- Bagian-Bagian Neraca Ohaus dan Fungsinya
- Cara Mengkalibrasi Neraca Ohaus
- Cara Menggunakan Neraca Ohaus
- Cara Membaca Skala Neraca Ohaus
- Kesalahan Umum Saat Menggunakan Neraca Ohaus
- Ukur Performa Tim Kamu Setepat Neraca Ohaus dengan KantorKu HRIS!
Neraca Ohaus adalah salah satu alat ukur massa yang paling banyak dikenal, terutama di lingkungan laboratorium sekolah maupun industri.
Banyak orang sudah familiar dengan tampilannya, yakni alat dengan beberapa lengan berskala yang digunakan untuk menimbang benda secara akurat.
Tapi tahukah Anda, prinsip kerja neraca Ohaus sebenarnya tidak jauh berbeda dari cara kita mengukur hal-hal penting di dunia kerja?
Sama seperti neraca yang butuh standar, keseimbangan, dan alat yang tepat untuk menghasilkan angka yang akurat, perusahaan pun butuh sistem yang terukur untuk mengelola kinerjanya.
Nah, artikel ini akan membahas tuntas tentang neraca Ohaus, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenisnya, bagian-bagiannya, hingga cara menggunakannya dengan benar.
Mari, simak selengkapnya!
Apa Itu Neraca Ohaus?

Neraca Ohaus adalah alat ukur massa yang bekerja berdasarkan prinsip keseimbangan, menggunakan lengan berskala dan anak timbangan geser (anting) untuk menentukan massa suatu benda secara presisi.
Massa adalah ukuran jumlah materi dalam suatu objek yang tidak bergantung pada gaya gravitasi. Sederhananya, ketika Anda menimbang sesuatu dengan neraca Ohaus dan hasilnya 100 gram, itu adalah massa benda tersebut
Nama “Ohaus” sendiri diambil dari produsennya, yaitu Ohaus Corporation, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai produsen alat ukur laboratorium presisi di dunia.
Alat ini banyak digunakan di laboratorium pendidikan maupun industri karena tingkat akurasinya yang tinggi.
Menurut penjelasan dari NIST (National Institute of Standards and Technology), pengukuran massa yang presisi merupakan bagian penting dalam standardisasi pengukuran ilmiah.
Berikut beberapa karakteristik utama atau ciri-ciri neraca Ohaus:
- Menggunakan prinsip keseimbangan mekanik
- Memiliki tingkat akurasi tinggi (tingkat ketelitian 0,1 gram hingga 0,01 gram)
- Digunakan dalam skala laboratorium
- Tidak membutuhkan listrik (untuk tipe manual)
Baca Juga: Apa Itu Cascading KPI? Cek Cara Kerja & Contohnya
Fungsi Neraca Ohaus
Fungsi utama neraca Ohaus adalah untuk mengukur massa suatu benda dengan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga cocok digunakan di berbagai bidang yang membutuhkan pengukuran yang tepat dan dapat diandalkan.
Lebih dari sekadar alat timbang biasa, neraca Ohaus memiliki peran penting di banyak sektor. Berikut adalah fungsi-fungsi neraca Ohaus yang perlu Anda ketahui:
1. Mengukur Massa Benda dengan Presisi Tinggi
Fungsi utama neraca Ohaus adalah mengukur massa benda dengan presisi tinggi, bahkan untuk objek berukuran kecil. Alat ini menghasilkan data yang akurat, stabil, dan dapat diulang sehingga banyak digunakan di laboratorium.
Berikut fungsi utamanya:
- Menimbang sampel di laboratorium kimia dan biologi
- Menghasilkan hasil pengukuran yang konsisten (reproducible)
- Menjadi standar pengukuran di pendidikan dan riset
2. Mendukung Kegiatan Praktikum dan Penelitian
Neraca Ohaus juga banyak digunakan dalam dunia pendidikan untuk membantu siswa memahami konsep massa melalui praktik langsung. Menurut NIST, alat ukur yang terkalibrasi penting untuk memastikan validitas data ilmiah
Berikut perannya dalam pendidikan:
- Membantu memahami konsep massa secara langsung
- Digunakan dalam praktikum kimia, fisika, dan biologi
- Menjadi alat demonstrasi pembelajaran yang mudah dipahami
3. Pengendalian Kualitas di Industri Farmasi
Di industri farmasi, neraca Ohaus digunakan untuk memastikan setiap bahan obat ditimbang secara presisi agar sesuai standar keamanan dan dosis.
Standar produksi farmasi sendiri diatur dalam pedoman Good Manufacturing Practices (GMP) oleh World Health Organization (WHO).
Berikut fungsinya di industri farmasi:
- Menimbang bahan baku dan bahan aktif obat sesuai formula
- Menjaga konsistensi dosis dalam setiap batch produksi
- Mendukung kepatuhan terhadap standar GMP internasional
4. Pengukuran di Industri Kimia dan Manufaktur
Dalam industri kimia dan manufaktur, neraca Ohaus membantu memastikan setiap bahan tercampur dengan proporsi yang tepat untuk menjaga kualitas produk.
Berikut penggunaannya:
- Menimbang bahan sebelum proses produksi
- Menjaga kontrol kualitas bahan dan produk jadi
- Mendukung riset dan pengembangan produk baru
5. Pengukuran di Industri Makanan dan Minuman
Ketepatan takaran sangat penting dalam industri makanan dan minuman untuk menjaga konsistensi rasa, tekstur, dan kualitas produk.
Berikut manfaatnya:
- Menimbang bahan baku secara presisi
- Menjaga standar keamanan pangan (food safety)
- Menguji kandungan gizi produk
6. Kegiatan Perdagangan dan Jual Beli
Neraca Ohaus juga digunakan dalam kegiatan perdagangan untuk memastikan hasil timbangan lebih akurat dan mengurangi potensi kesalahan dalam transaksi.
Berikut kegunaannya:
- Memberikan hasil timbangan yang presisi
- Mengurangi potensi kecurangan
- Digunakan untuk berbagai jenis barang, termasuk bahan pangan dan logam
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Jenis-Jenis Neraca Ohaus

Secara umum, jenis Neraca Ohaus dibedakan berdasarkan cara kerjanya (manual/analog dan digital) serta berdasarkan jumlah lengannya. Berikut adalah rincian jenis-jenis neraca Ohaus:
1. Neraca Ohaus 2 Lengan
Neraca Ohaus 2 lengan adalah jenis paling sederhana yang digunakan untuk pengukuran dasar. Alat ini memiliki dua lengan skala untuk menentukan massa benda dengan tingkat ketelitian yang cukup baik.
Berikut karakteristiknya:
- Lengan belakang memiliki anting geser 0–500 gram
- Lengan depan memiliki skala 0–100 gram
- Dilengkapi skala utama dan skala nonius
- Cocok untuk pengukuran sederhana
- Sering digunakan di pasar atau toko material
2. Neraca Ohaus 3 Lengan
Neraca Ohaus 3 lengan adalah jenis yang paling umum digunakan di laboratorium pendidikan. Alat ini menawarkan keseimbangan antara kemudahan penggunaan dan ketelitian yang cukup tinggi untuk praktikum.
Berikut spesifikasinya:
- Lengan depan: 0–10 gram (ketelitian 0,1 gram)
- Lengan tengah: 0–500 gram
- Lengan belakang: 0–100 gram
- Kapasitas maksimal sekitar 610 gram
- Hasil pengukuran diperoleh dari penjumlahan seluruh skala
3. Neraca Ohaus 4 Lengan
Neraca Ohaus 4 lengan digunakan untuk kebutuhan pengukuran yang membutuhkan presisi lebih tinggi. Penambahan satu lengan membuat alat ini mampu memberikan hasil yang lebih detail dibandingkan versi sebelumnya.
Berikut karakteristiknya:
- Memiliki 4 lengan dengan skala ratusan, puluhan, satuan, dan pecahan gram
- Ketelitian hingga 0,01 gram
- Cocok untuk laboratorium riset dan farmasi
- Kapasitas maksimal sekitar 311 gram (model 311)
- Pembacaan dilakukan dari kombinasi semua skala
4. Neraca Ohaus Manual / Analog
Neraca Ohaus manual atau analog adalah jenis yang bekerja tanpa sistem elektronik dan mengandalkan keseimbangan mekanik. Jenis ini merupakan bentuk klasik yang masih banyak digunakan terutama di laboratorium pendidikan.
Berikut karakteristiknya:
- Menggunakan sistem mekanik tanpa listrik
- Hasil pengukuran dibaca secara manual melalui skala
- Memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi untuk praktikum
- Lebih tahan lama karena minim komponen elektronik
- Membutuhkan ketelitian saat membaca skala
5. Neraca Ohaus Digital
Neraca Ohaus digital merupakan versi modern yang menggunakan sensor elektronik untuk menampilkan hasil pengukuran secara otomatis pada layar.
Berikut fitur utamanya:
- Menggunakan sensor elektronik presisi tinggi
- Ketelitian bisa mencapai 0,001 gram pada model tertentu
- Dilengkapi fitur tare (nol otomatis)
- Lebih cepat dan mudah digunakan
- Beberapa model dapat terhubung ke komputer
- Membutuhkan listrik atau baterai untuk beroperasi
Untuk memudahkan pemahaman, berikut ringkasan perbedaan setiap jenis:
| Jenis | Jumlah Lengan | Kapasitas Maks | Ketelitian | Kegunaan |
| 2 Lengan | 2 | ±500 gram | 0,1 gram | Pasar, toko |
| 3 Lengan | 3 | ±610 gram | 0,1 gram | Lab sekolah |
| 4 Lengan | 4 | ±311 gram | 0,01 gram | Riset, farmasi |
| Manual/Analog | – | Variatif | 0,01–0,1 gram | Lab pendidikan |
| Digital | – | Variatif | 0,001 gram | Industri modern |
Baca Juga: Apa Itu HRMS Systems? Manfaat, Fitur, & 5 Contohnya
Bagian-Bagian Neraca Ohaus dan Fungsinya

Neraca Ohaus terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja bersama untuk menghasilkan pengukuran massa yang akurat. Setiap bagian memiliki fungsi spesifik yang saling mendukung dalam proses penimbangan.
Berikut bagian-bagian utamanya:
1. Nampan (Tempat Beban)
Nampan adalah bagian tempat benda yang akan ditimbang diletakkan. Komponen ini menjadi titik awal proses pengukuran massa.
Berikut fungsinya:
- Menjadi tempat meletakkan sampel atau benda
- Terbuat dari logam anti karat
- Dirancang untuk benda kecil hingga sedang
- Harus bersih agar tidak memengaruhi hasil
2. Lengan Neraca
Lengan neraca adalah batang berskala tempat anting geser digunakan untuk menentukan massa benda. Komponen ini menjadi inti dari sistem pengukuran.
Berikut karakteristiknya:
- Memiliki skala berbeda (satuan, puluhan, ratusan gram)
- Jumlah lengan menentukan jenis neraca (2, 3, atau 4 lengan)
- Hasil akhir diperoleh dari penjumlahan setiap skala
3. Anting / Pemberat Geser
Anting adalah pemberat kecil yang digeser di sepanjang lengan neraca untuk mencari titik keseimbangan.
Berikut fungsinya:
- Digeser hingga mencapai keseimbangan
- Setiap lengan memiliki skala berbeda
- Harus dalam posisi stabil sebelum hasil dibaca
4. Titik Tumpu (Poros)
Titik tumpu adalah pusat keseimbangan neraca yang memungkinkan lengan bergerak untuk mencapai kondisi seimbang.
Berikut perannya:
- Menjadi pusat gerak lengan neraca
- Menentukan stabilitas pengukuran
- Harus selalu bersih agar tidak mengganggu keseimbangan
5. Garis Kesetimbangan (Titik Nol)
Garis kesetimbangan adalah indikator visual yang menunjukkan apakah neraca sudah berada dalam posisi seimbang.
Berikut cirinya:
- Terletak pada bagian ujung lengan neraca
- Seimbang jika sejajar dengan garis referensi
- Pembacaan hanya dilakukan saat posisi sudah stabil
6. Baut Kalibrasi
Baut kalibrasi digunakan untuk mengatur posisi nol neraca sebelum digunakan agar hasil pengukuran tetap akurat.
Berikut fungsinya:
- Menyetel posisi awal (nol) neraca
- Diputar untuk menyeimbangkan sistem
- Wajib dilakukan sebelum pengukuran
7. Penopang / Badan Neraca
Badan neraca adalah struktur utama yang menopang seluruh komponen neraca Ohaus.
Berikut perannya:
- Menjadi rangka utama alat
- Dilengkapi kaki penyeimbang agar stabil
- Menjaga alat tetap kokoh saat digunakan
8. Lengan Gantung
Lengan gantung adalah penghubung antara nampan dan sistem lengan neraca yang memungkinkan pergerakan saat penimbangan.
Berikut fungsinya:
- Menghubungkan nampan dengan sistem utama
- Memungkinkan gerakan naik-turun saat menimbang
- Menjaga kestabilan posisi nampan
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Cara Mengkalibrasi Neraca Ohaus
Kalibrasi adalah langkah wajib sebelum menggunakan neraca Ohaus untuk memastikan hasil pengukuran tetap akurat. Tanpa kalibrasi yang benar, hasil bisa meleset meskipun dalam skala kecil.
Menurut NIST Handbook 44, alat ukur yang digunakan dalam kegiatan ilmiah maupun komersial perlu dikalibrasi secara berkala untuk menjaga akurasi dan validitas pengukuran.
Berikut langkah-langkah kalibrasi neraca Ohaus:
- Letakkan neraca di permukaan datar, stabil, dan bebas getaran atau angin.
- Geser semua anting pada setiap lengan ke posisi nol.
- Periksa apakah garis kesetimbangan sudah sejajar dengan garis referensi.
- Putar baut kalibrasi hingga posisi neraca benar-benar seimbang.
- Pastikan tidak ada gangguan seperti getaran atau sentuhan selama proses.
- Jika masih tidak seimbang, lakukan penyetelan lanjutan pada baut di bagian bawah lengan.
Tips penting:
Gunakan ujung pulpen atau penggaris tipis untuk membantu menggeser anting secara presisi agar tidak menimbulkan goyangan berlebih saat kalibrasi.
Kalibrasi perlu diulangi setiap kali neraca dipindahkan ke lokasi baru, setelah terjatuh, atau jika hasil pengukuran terasa tidak konsisten.
Cara Menggunakan Neraca Ohaus
Setelah proses kalibrasi selesai, neraca Ohaus siap digunakan untuk mengukur massa benda. Agar hasil tetap akurat, setiap langkah penggunaan perlu dilakukan dengan hati-hati.
Berikut panduan cara menggunakan neraca Ohaus:
1. Persiapan Sebelum Digunakan
Tahap awal ini penting untuk memastikan kondisi neraca siap digunakan dan tidak mengganggu hasil pengukuran.
- Letakkan neraca di permukaan datar, stabil, dan bebas getaran
- Pastikan semua anting berada pada posisi nol
- Lakukan kalibrasi sebelum mulai menimbang
- Bersihkan nampan dari sisa bahan atau kotoran
2. Cara Menimbang Benda Padat
Untuk benda padat, proses penimbangan dilakukan langsung di atas nampan dengan pengaturan anting hingga tercapai keseimbangan.
- Letakkan benda secara perlahan di atas nampan
- Pastikan benda tidak bergeser atau melebihi kapasitas
- Geser anting mulai dari skala terbesar ke yang lebih kecil
- Tunggu hingga garis kesetimbangan sejajar
- Baca hasil dengan menjumlahkan seluruh skala
3. Cara Menimbang Serbuk atau Bubuk
Untuk bahan berbentuk serbuk, diperlukan wadah agar bahan tidak tercecer saat proses penimbangan.
- Gunakan kertas timbang atau wadah kecil di atas nampan
- Lakukan tare (nolkan neraca dengan wadah sudah di atasnya)
- Tambahkan serbuk sedikit demi sedikit hingga mencapai massa yang diinginkan
- Hindari serbuk masuk ke celah lengan neraca
4. Cara Menimbang Cairan
Karena cairan tidak bisa ditimbang langsung, diperlukan wadah sebagai media penampung selama proses pengukuran.
- Siapkan wadah seperti gelas ukur atau beaker
- Timbang wadah kosong terlebih dahulu
- Masukkan cairan, lalu timbang kembali
- Hitung massa cairan dengan mengurangi massa wadah kosong
Baca Juga: 20 Rekomendasi HR System Terbaik di Indonesia 2026
Cara Membaca Skala Neraca Ohaus
Membaca skala neraca Ohaus adalah keterampilan penting agar hasil pengukuran benar-benar akurat dan dapat dipercaya. Kesalahan umumnya bukan berasal dari alat, tetapi dari cara membaca skala yang kurang tepat.
Prinsip dasarnya sederhana: massa benda diperoleh dari penjumlahan semua posisi anting pada setiap lengan neraca.
Rumus Perhitungan Massa
Sebelum masuk ke contoh, berikut rumus dasarnya:
Massa = nilai lengan belakang + nilai lengan tengah + nilai lengan depan (+ lengan tambahan jika ada)
Contoh 1: Perhitungan Neraca 3 Lengan
Pada contoh ini, posisi anting menunjukkan nilai pada masing-masing lengan yang kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan massa total.
- Lengan belakang = 200 gram
- Lengan tengah = 70 gram
- Lengan depan = 5,4 gram
Massa = 200 + 70 + 5,4 = 275,4 gram
Contoh 2: Perhitungan Neraca 3 Lengan
Contoh berikut menunjukkan kombinasi posisi anting yang berbeda untuk menghasilkan nilai massa lainnya.
- Lengan belakang = 300 gram
- Lengan tengah = 50 gram
- Lengan depan = 6,5 gram
Massa = 300 + 50 + 6,5 = 356,5 gram
Tips Membaca Skala Neraca Ohaus dengan Benar
Agar hasil pengukuran lebih akurat, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat membaca skala neraca Ohaus.
- Pastikan garis kesetimbangan sudah benar-benar sejajar sebelum membaca
- Baca mulai dari lengan dengan skala terbesar ke yang terkecil
- Pastikan posisi mata sejajar dengan skala untuk menghindari kesalahan paralaks
- Untuk neraca 4 lengan, jumlahkan seluruh nilai dari semua lengan
Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Sensor Fingerprint Mesin Absensi Tidak Berfungsi
Kesalahan Umum Saat Menggunakan Neraca Ohaus
Bahkan dalam penggunaan yang tampak sederhana, neraca Ohaus tetap rentan terhadap kesalahan teknis. Mengenali kesalahan umum ini penting untuk memastikan hasil pengukuran tetap akurat dan konsisten.
Berikut kesalahan yang sering terjadi:
- Tidak melakukan kalibrasi sebelum penggunaan: Neraca yang tidak dikalibrasi dapat menghasilkan data yang tidak akurat meskipun perbedaannya kecil.
- Membaca hasil sebelum neraca stabil: Pengukuran yang dilakukan saat lengan masih bergerak akan menghasilkan nilai yang tidak tepat.
- Meletakkan neraca di permukaan tidak rata: Permukaan yang miring dapat mengganggu keseimbangan dan memengaruhi hasil pengukuran.
- Menaruh benda secara tidak tepat di nampan: Penempatan yang tidak hati-hati dapat mengganggu keseimbangan dan merusak hasil timbangan.
- Mengabaikan kesalahan paralaks saat membaca skala: Posisi mata yang tidak sejajar dapat menyebabkan pembacaan nilai yang salah.
- Tidak membersihkan nampan setelah penggunaan: Sisa bahan yang tertinggal dapat memengaruhi hasil pengukuran berikutnya.
Ukur Performa Tim Kamu Setepat Neraca Ohaus dengan KantorKu HRIS!
Setelah memahami cara kerja neraca Ohaus, ada satu hal penting yang bisa kita tarik: pengukuran yang akurat selalu membutuhkan standar yang jelas, alat yang tepat, dan sistem yang terstruktur.
Prinsip yang sama juga berlaku dalam pengelolaan perusahaan.
Banyak perusahaan masih menilai performa karyawan secara manual dan subjektif, bukan berdasarkan data yang terukur. Akibatnya, keputusan seperti promosi, evaluasi, hingga pemberian bonus sering kali tidak konsisten dan sulit dipertanggungjawabkan.
Sama seperti neraca Ohaus yang membutuhkan kalibrasi dan lengan skala untuk menghasilkan angka yang presisi, perusahaan juga membutuhkan sistem KPI yang jelas agar penilaian kinerja lebih objektif dan transparan.

Dengan KantorKu HRIS, Anda dapat mengelola berbagai proses HR secara lebih terstruktur dan berbasis data:
- Menetapkan KPI yang jelas untuk individu maupun tim melalui aplikasi KPI
- Melakukan penilaian kinerja karyawan secara objektif melalui aplikasi penilaian kinerja pegawai
- Mengelola database karyawan perusahaan secara terpusat melalui aplikasi database karyawan
- Menggunakan aplikasi employee self service agar karyawan dapat mengakses data mereka secara mandiri
- Mengintegrasikan absensi, payroll, hingga evaluasi kinerja dalam satu sistem aplikasi HRIS
Dengan sistem yang tepat, proses HR tidak lagi bergantung pada perkiraan, tetapi pada data yang terukur dan konsisten, seperti neraca Ohaus yang sudah dikalibrasi dengan benar.
Jika Anda masih mengelola proses HR secara manual dan mulai menghadapi tantangan dalam pengelolaan data karyawan, sudah saatnya beralih ke sistem yang lebih modern.
Book demo gratis KantorKu HRIS sekarang dan kelola seluruh proses HR dalam satu sistem yang lebih rapi, cepat, dan terintegrasi!
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Referensi
Office of Weights and Measures | NIST (National Institute of Standards and Technology)
Health Products Policy and Standards | World Health Organization (WHO)
Related Articles
Neraca Analitik: Pengertian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contohnya
10 Penyebab Kecelakaan Kerja yang Sering Terjadi, Wajib Antisipasi