Apa Itu Employee Value Proposition (EVP)? Tujuan & Contohnya di Indonesia

Employee Value Proposition (EVP) adalah strategi menarik & mempertahankan talenta terbaik. Apa manfaat dan contohnya?

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 23 Februari 2026
Key Takeaways
Employee Value Proposition (EVP) adalah nilai dan manfaat yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan atas kontribusi mereka.
EVP mencakup gaji, benefit, budaya kerja, peluang karier, serta pengalaman kerja secara keseluruhan.
EVP yang kuat membantu perusahaan menarik, mempertahankan, dan meningkatkan loyalitas talenta.
Penyusunan EVP perlu disesuaikan dengan kebutuhan karyawan dan positioning brand perusahaan.
EVP yang jelas juga memperkuat employer branding dan meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja.

Pernahkah Anda merasa sudah memberikan gaji yang kompetitif, namun tetap kesulitan mempertahankan talenta terbaik atau menarik kandidat berkualitas? Fenomena ini sering terjadi karena di era modern, karyawan tidak lagi menjadikan nominal di slip gaji hal yang utama.

Namun, apa sebenarnya yang membuat sebuah perusahaan terlihat jauh lebih menarik dibanding kompetitornya? Mari kita bedah lebih dalam bagaimana konsep ini bekerja dan mengapa bisnis Anda sangat membutuhkannya.

Sebagai pelaku usaha atau HRD, Anda tentu menyadari bahwa persaingan mendapatkan SDM unggul semakin ketat. Employee Value Proposition (EVP) merupakan sebuah janji perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan atas keterampilan dan komitmen yang mereka berikan.

Tanpa strategi yang jelas, perusahaan Anda mungkin hanya akan dianggap sebagai tempat singgah sementara, lalu pergi kembali menuju perusahaan yang lebih baik.

Lantas, apa itu pengertian lebih mendalam tentang Employee Value Proposition (EVP)? Bagaimana contoh penerapannya di perusahaan? Silakan simak pembahasan di bawah ini sampai habis!

Apa itu Employee Value Proposition (EVP)?

evp adalah

Employee Value Proposition (EVP) adalah nilai unik dan manfaat menyeluruh yang ditawarkan perusahaan kepada karyawan sebagai imbalan atas kontribusi, kinerja, serta komitmen mereka terhadap organisasi.

EVP menjawab pertanyaan mendasar tentang mengapa seseorang harus bergabung dan bertahan di perusahaan Anda dan  bukan di tempat lain.

Secara sederhana, jika employer branding adalah cara perusahaan membangun citra di mata kandidat, maka EVP adalah substansi nyata di balik citra tersebut.

Dalam praktik manajemen sumber daya manusia (SDM) modern, EVP dipahami sebagai kombinasi dari:

  • Kompensasi dan benefit (gaji, bonus, asuransi, tunjangan)
  • Pengembangan karier (pelatihan, mentoring, jenjang promosi)
  • Lingkungan kerja (budaya, kepemimpinan, work-life balance)
  • Makna dan tujuan kerja (purpose, nilai perusahaan, dampak sosial)

Sebagai praktisi HR atau pemilik bisnis, Anda perlu memahami bahwa EVP bukan hanya daftar fasilitas. EVP adalah janji organisasi yang harus konsisten, relevan, dan benar-benar dirasakan oleh karyawan.

Banner KantorKu HRIS
Sinkronkan EVP dengan KPI & OKR dengan KantorKu HRIS!

KantorKu HRIS bantu kelola KPI/OKR, absensi, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Tujuan dan Fungsi EVP dalam Strategi HR

Dalam strategi Human Resources (HR) modern, Employee Value Proposition (EVP) merupakan fondasi dalam membangun manajemen talenta yang berkelanjutan.

Jika Anda ingin perusahaan tumbuh secara stabil dan kompetitif, memahami tujuan dan fungsi EVP menjadi langkah yang sangat strategis.

Berikut adalah tujuan dan fungsi EVP dalam strategi HR:

1. Menarik Talenta Berkualitas (Talent Attraction)

Salah satu tujuan utama EVP adalah membantu perusahaan Anda menarik kandidat terbaik di pasar tenaga kerja. Di era transparansi digital, kandidat dapat dengan mudah membandingkan:

  • Gaji dan benefit
  • Budaya kerja
  • Work-life balance
  • Reputasi perusahaan

Dengan EVP yang kuat, proses rekrutmen menjadi lebih efektif karena Anda tidak hanya bersaing dari sisi kompensasi, tetapi juga dari sisi pengalaman kerja dan nilai organisasi.

2. Meningkatkan Retensi Karyawan

Tujuan berikutnya adalah mengurangi turnover dan mempertahankan karyawan berkinerja tinggi. Karyawan cenderung bertahan ketika mereka merasa:

  • Dihargai secara finansial dan non-finansial
  • Memiliki peluang berkembang
  • Bekerja di lingkungan yang sehat
  • Mendapat pengakuan atas kontribusinya

Jika EVP Anda konsisten antara janji dan realita, tingkat loyalitas akan meningkat. Hal ini berdampak langsung pada pengurangan biaya rekrutmen ulang dan pelatihan karyawan baru.

3. Meningkatkan Employee Engagement

EVP juga berfungsi sebagai alat untuk membangun keterlibatan (employee engagement) karyawan. Karyawan yang memahami nilai yang mereka terima dari perusahaan akan lebih:

  • Termotivasi
  • Produktif
  • Proaktif
  • Berkomitmen terhadap target organisasi

Sebagai pemimpin atau HR, Anda perlu memastikan bahwa EVP tidak hanya dikomunikasikan saat rekrutmen, tetapi juga dirasakan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Baca Juga: 4 Contoh Employee Engagement agar Karyawan Produktif & Minim Turnover

4. Menyelaraskan Budaya dan Strategi Bisnis

EVP yang dirancang dengan baik memastikan bahwa kebijakan HR tidak berjalan terpisah dari tujuan bisnis. Dengan demikian, setiap program SDM mulai dari pelatihan hingga reward system, mendukung arah pertumbuhan perusahaan Anda.

Fungsi strategis EVP lainnya adalah membantu menyelaraskan:

  • Nilai perusahaan
  • Budaya kerja
  • Visi jangka panjang
  • Sistem manajemen kinerja

5. Memperkuat Employer Branding

Walaupun berbeda, EVP tetaplah menjadi fondasi dari employer branding. Tanpa EVP yang kuat, employer branding hanya menjadi narasi pemasaran. Namun dengan EVP yang nyata dan terstruktur, reputasi perusahaan Anda akan terbentuk secara organik melalui:

  • Testimoni karyawan
  • Ulasan di platform karier
  • Rekomendasi internal
  • Citra positif di industri

Baca Juga: 10 Cara Membangun Employer Branding, Dijamin Karyawan Betah!

6. Mengoptimalkan Biaya SDM dalam Jangka Panjang

Banyak perusahaan fokus pada gaji tinggi sebagai strategi menarik talenta. Padahal tanpa EVP yang jelas, strategi ini bisa tidak efisien. Dengan pendekatan berbasis EVP, investasi SDM menjadi lebih terukur dan strategis.

EVP membantu Anda:

  • Menentukan benefit yang benar-benar relevan
  • Mengalokasikan anggaran HR secara tepat
  • Menghindari pemborosan program yang tidak berdampak

7. Meningkatkan Daya Saing Perusahaan

Pada akhirnya, tujuan terbesar EVP adalah meningkatkan daya saing organisasi. Talenta yang tepat, loyal, dan engaged akan menghasilkan:

  • Kinerja yang lebih stabil
  • Inovasi berkelanjutan
  • Produktivitas tinggi
  • Kepuasan pelanggan yang lebih baik

Komponen Utama dalam Employee Value Proposition

Untuk membangun EVP yang kokoh, Anda tidak bisa hanya mengandalkan satu aspek saja. Ada beberapa pilar yang harus saling melengkapi agar penawaran Anda terlihat tulus dan profesional.

Berikut adalah rincian komponen utama EVP yang wajib Anda ketahui:

1. Kompensasi (Compensation)

Kompensasi merupakan fondasi paling dasar dalam struktur EVP yang Anda tawarkan. Sebagai pengambil keputusan, Anda harus memastikan bahwa imbalan finansial yang diberikan mencerminkan nilai profesionalisme dan kontribusi nyata karyawan terhadap pertumbuhan perusahaan. 

Penawaran yang kompetitif di pasar akan menjadi daya tarik utama bagi talenta luar untuk melirik perusahaan Anda.

Kompensasi adalah fondasi paling dasar dalam EVP. Ini mencakup:

  • Gaji pokok
  • Bonus dan insentif kinerja
  • Tunjangan tetap maupun variabel
  • Program saham atau profit sharing (jika ada)

Sebagai pengambil keputusan, Anda perlu memastikan struktur kompensasi:

  • Kompetitif dibanding industri
  • Transparan
  • Adil berdasarkan kinerja dan kontribusi

Baca Juga: Cara Menghitung Kompensasi Karyawan, Rumus, & Contoh Perhitungan

2. Benefit dan Fasilitas (Benefits & Perks)

Komponen ini mencerminkan sejauh mana perusahaan menaruh perhatian pada kesejahteraan karyawan, baik secara fisik, mental, maupun finansial jangka panjang.

Benefit yang relevan dan menyentuh kebutuhan personal akan meningkatkan rasa aman serta kenyamanan bekerja, yang pada akhirnya memicu loyalitas yang lebih dalam.

Contohnya:

  • Asuransi kesehatan (individu dan keluarga)
  • Program pensiun
  • Cuti tambahan
  • Fasilitas kerja (laptop, transport, makan siang)
  • Program kesejahteraan (wellness program)

Baca Juga: 15 Contoh Benefit Perusahaan yang Bisa Diberikan untuk Karyawan

3. Pengembangan Karier

Karyawan modern, terutama generasi talenta muda, tidak hanya mencari pekerjaan untuk hari ini, tetapi juga mencari tempat untuk bertumbuh.

Jika perusahaan Anda mampu menyediakan roadmap karier yang terstruktur, karyawan akan melihat masa depan jangka panjang mereka di dalam organisasi Anda, bukan di perusahaan kompetitor.

Komponen ini meliputi:

  • Pelatihan dan sertifikasi
  • Mentoring dan coaching
  • Program talent development
  • Jalur promosi yang jelas
  • Rotasi jabatan atau exposure lintas divisi

4. Lingkungan dan Budaya Kerja

Anda perlu memastikan bahwa nilai-nilai budaya yang dikomunikasikan di media sosial benar-benar sesuai dengan praktik nyata di lapangan, karena ketidaksesuaian antara janji EVP dan realita kantor dapat merusak kredibilitas manajemen secara instan.

Aspek yang termasuk dalam komponen ini antara lain:

  • Kepemimpinan yang suportif
  • Komunikasi terbuka dan transparan
  • Budaya kolaboratif
  • Work-life balance
  • Fleksibilitas kerja (remote/hybrid)

5. Pengakuan dan Apresiasi

Setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk merasa dihargai atas jerih payah dan kontribusi yang mereka berikan. 

Budaya apresiasi yang konsisten dan tulus dari pihak manajemen akan secara signifikan meningkatkan motivasi kerja serta tingkat engagement karyawan terhadap visi perusahaan Anda.

Bentuknya bisa berupa:

  • Penghargaan kinerja
  • Program employee of the month
  • Feedback konstruktif dan rutin
  • Ucapan apresiasi dari atasan
  • Sistem reward berbasis pencapaian

6. Makna dan Tujuan Kerja

Jika Anda mampu menunjukkan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan memiliki dampak sosial yang lebih besar atau selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan, maka kebanggaan karyawan terhadap perusahaan akan meningkat drastis.

Komponen ini mencakup:

  • Visi dan misi perusahaan yang jelas
  • Dampak sosial atau kontribusi nyata perusahaan
  • Nilai perusahaan yang dijalankan secara konsisten
  • Keselarasan antara pekerjaan dan tujuan pribadi karyawan

7. Keamanan dan Stabilitas Kerja

Rasa aman merupakan bagian krusial dari EVP, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian.

Karyawan yang merasa posisi mereka aman secara legal dan finansial cenderung akan bekerja dengan lebih fokus, produktif, dan minim rasa cemas.

Hal ini meliputi:

  • Kontrak kerja yang jelas
  • Kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan
  • Stabilitas bisnis perusahaan
  • Kepastian sistem evaluasi dan promosi

Contoh EVP Perusahaan di Indonesia

Banyak perusahaan besar di Indonesia yang sudah menerapkan strategi ini dengan sangat apik. Sebagai contoh, perusahaan teknologi sering menekankan pada budaya inovasi dan lingkungan kerja yang santai namun produktif.

Ada juga perusahaan perbankan yang menonjolkan stabilitas karier dan jaminan kesejahteraan jangka panjang bagi keluarganya.

Berikut beberapa contoh EVP perusahaan di Indonesia yang bisa Anda pelajari:

1. GoTo Group: “Create Impact at Scale”

goto
GoTo Group | Sumber: Medcom

Dikutip dari HRD Forum, GoTo Group adalah salah satu perusahaan teknologi Indonesia yang lahir dari merger Gojek dan Tokopedia dan dikenal menerapkan EVP mereka bernama Create Impact at Scale.

EVP ini menekankan kesempatan bagi karyawan untuk berkontribusi secara langsung terhadap perubahan besar dalam ekosistem digital Indonesia, termasuk pelatihan teknologi mutakhir dan budaya kerja yang inovatif.

2. PT Bank Central Asia Tbk (BCA): Lingkungan Kerja Ramah & Pertumbuhan Berkelanjutan

Bank Central Asia Tbk (BCA) | Sumber: Ajaib
Bank Central Asia Tbk (BCA) | Sumber: Ajaib

Di situs resmi BCA, perusahaan menyatakan bahwa mereka memiliki Employer Value Proposition (EVP) yang terdiri dari dua pilar utama:

  • Friendly Environment (lingkungan kerja yang ramah)
  • Continuous Improvement (perkembangan karier yang berkelanjutan)

Ini berarti BCA berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif, serta menyediakan berbagai fasilitas pengembangan kompetensi dan kesejahteraan karyawan, seperti pelatihan di BCA Learning Institute, komunitas hobi, layanan konseling, dan program keseimbangan kehidupan kerja.

Anda dapat membaca penjelasan lengkapnya di situs resmi BCA: BCA: Kembangkan Budaya Kerja yang Positif

3. Bank Indonesia

Bank Indonesia | Sumber: Rankia
Bank Indonesia | Sumber: Rankia

Bank Indonesia mempublikasikan EVP secara resmi di situs resminya, di mana mereka menyatakan nilai-nilai proposisi bagi karyawan mereka, antara lain:

  • Pusat Pembelajaran: kesempatan belajar di dalam maupun luar negeri, termasuk program S2/S3.
  • Total Reward: imbalan kompetitif berupa gaji, tunjangan, fasilitas kesehatan, serta apresiasi karier.
  • Pengembangan Karier: peluang profesional yang luas di berbagai bidang.
  • Work-life Balance: ruang apresiasi kreativitas, bakat, serta keseimbangan antara kerja dan kehidupan pribadi.

Silakan baca penjelasan EVP Bank Indonesia secara lebih lengkap di Employee Value Proposition Bank Indonesia

Manfaat EVP bagi Perusahaan

Menerapkan EVP yang solid memberikan keuntungan jangka panjang yang sangat signifikan bagi kesehatan organisasi dan produktivitas tim.

Berikut adalah manfaat nyata EVP yang akan Anda rasakan:

1. Meningkatkan Keterlibatan Karyawan (Employee Engagement)

Karyawan yang merasa bahwa nilai-nilai pribadi mereka diakui dan dihargai oleh perusahaan cenderung memiliki tingkat keterlibatan yang jauh lebih tinggi.

Mereka tidak hanya akan bekerja untuk menggugurkan kewajiban, tetapi memberikan performa terbaik yang seringkali melampaui deskripsi pekerjaan formal mereka demi kemajuan bersama.

  • Proaktif: Karyawan lebih berani memberikan ide inovatif.
  • Dedikasi: Meningkatnya rasa kepemilikan (sense of belonging) terhadap proyek perusahaan.
  • Produktivitas: Alur kerja menjadi lebih efektif karena motivasi internal yang kuat.

2. Memperkuat Brand Employer

Dengan EVP yang jelas, perusahaan Anda akan dikenal sebagai tempat kerja impian (employer of choice).

Hal ini secara otomatis menaikkan prestise bisnis di mata publik dan para profesional di industri Anda, sehingga memudahkan Anda mendapatkan talenta terbaik tanpa harus berebut secara agresif.

  • Daya Tarik: Menarik kandidat berkualitas tinggi bahkan sebelum lowongan dibuka.
  • Reputasi Digital: Ulasan positif di platform pencarian kerja seperti Glassdoor atau LinkedIn.
  • Diferensiasi: Membedakan perusahaan Anda dari kompetitor dengan nilai yang unik.

3. Mengurangi Tingkat Turnover

Kecocokan antara nilai individu dan organisasi berkorelasi positif dengan kepuasan kerja dan keinginan untuk tetap bertahan dalam jangka waktu lama.

EVP yang jujur mencegah karyawan merasa “terjebak” dan membuat mereka merasa nyaman menetap di perusahaan Anda.

  • Retensi Tinggi: Karyawan kunci bertahan lebih lama dalam organisasi.
  • Penghematan Biaya: Mengurangi biaya rekrutmen dan pelatihan ulang untuk karyawan baru.
  • Stabilitas Tim: Menjaga ritme kerja tim agar tidak terganggu oleh pergantian personel yang terlalu sering.

Cara Menyusun EVP yang Efektif

Kemudian, proses penyusunan EVP juga harus dilakukan secara jujur dan berdasarkan data lapangan, bukan sekadar asumsi dari pihak manajemen semata.

Berikut adalah langkah-langkah menyusun EVP secara sistematis yang bisa Anda coba:

1. Melakukan Audit Internal secara Menyeluruh

Langkah pertama adalah mendengarkan suara dari dalam. Lakukan survei atau wawancara mendalam kepada karyawan Anda saat ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka sukai dan apa yang menurut mereka perlu diperbaiki dari budaya kerja saat ini.

  • Survei Anonim: Agar karyawan berani jujur mengenai kelebihan dan kekurangan perusahaan.
  • Focus Group Discussion (FGD): Berdiskusi dengan perwakilan tiap divisi.
  • Analisis Data: Menemukan pola nilai apa yang paling dihargai oleh karyawan berprestasi.

2. Menentukan Target Kandidat yang Tepat

Anda tidak bisa menyenangkan semua orang. Pahami dengan detail siapa profil kandidat yang ingin Anda rekrut, apakah mereka tenaga ahli senior yang mencari stabilitas, atau talenta muda yang mencari tantangan dan fleksibilitas.

  • Persona Karyawan: Membuat profil ideal kandidat untuk posisi tertentu.
  • Riset Kompetitor: Melihat apa yang ditawarkan perusahaan lain di industri serupa.
  • Penyelarasan Kebutuhan: Menyesuaikan benefit dengan gaya hidup target kandidat.

3. Menulis Pernyataan EVP yang Unik dan Autentik

Buatlah sebuah pernyataan atau kalimat narasi yang merangkum nilai-nilai inti perusahaan Anda. Pastikan bahasanya tetap terdengar manusiawi, menarik, dan tidak kaku, sehingga calon karyawan bisa membayangkan diri mereka bekerja di sana.

  • Unik: Hindari kata-kata klise yang digunakan semua perusahaan.
  • Singkat & Jelas: Mudah diingat oleh seluruh anggota organisasi.
  • Janji yang Realistis: Pastikan apa yang tertulis bisa benar-benar dirasakan saat mereka masuk kerja.

4. Melakukan Sosialisasi EVP secara Luas

EVP yang bagus akan sia-sia jika tidak ada yang mengetahuinya. Pastikan nilai-nilai ini tercermin secara konsisten dalam setiap iklan lowongan kerja, halaman karier di website resmi, hingga konten media sosial harian perusahaan Anda.

  • Konten Employer Branding: Membagikan testimoni karyawan atau suasana kantor di media sosial.
  • Update Job Description: Menyertakan nilai EVP di setiap pengumuman rekrutmen.
  • Internal Branding: Memastikan seluruh manajemen juga memahami dan menghidupi nilai tersebut.
Banner KantorKu HRIS
Kelola EVP Terukur dengan Analytics & KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola KPI/OKR, absensi, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Cara Mengukur Keberhasilan EVP

Setelah diimplementasikan, Anda perlu memantau apakah strategi ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi administrasi dan operasional HR melalui beberapa indikator berikut:

1. Memantau Tingkat Retensi Karyawan

Salah satu indikator paling nyata adalah angka pengunduran diri. Pantau apakah jumlah karyawan yang mengundurkan diri (attrition rate) berkurang secara signifikan setelah strategi EVP diperkuat dan dijalankan secara konsisten.

  • Exit Interview: Menganalisis alasan karyawan keluar, apakah karena ketidakcocokan nilai atau hal lain.
  • Lama Masa Kerja: Melihat apakah rata-rata masa kerja karyawan meningkat.

2. Meninjau Kualitas Pelamar yang Masuk

Perhatikan apakah kandidat yang melamar di perusahaan Anda kini memiliki kualifikasi yang lebih mendekati kriteria ideal atau “dream candidate” Anda.

EVP yang sukses akan menyaring orang-orang yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga cocok secara budaya.

  • Kesesuaian Skill: Pelamar lebih memenuhi syarat spesifik yang dibutuhkan.
  • Kesesuaian Budaya: Kandidat memiliki visi yang sejalan sejak tahap wawancara awal.

3. Survei Kepuasan Karyawan (eNPS)

Employee Net Promoter Score (eNPS) adalah metode untuk mengukur seberapa besar kemungkinan karyawan Anda merekomendasikan perusahaan mereka kepada rekan atau keluarga sebagai tempat kerja yang baik.

  • Skor Loyalitas: Semakin tinggi skor eNPS, semakin kuat EVP Anda di mata internal.
  • Feedback Rutin: Mengidentifikasi area yang masih butuh perbaikan secara berkala.

4. Waktu Pengisian Posisi (Time-to-Hire)

Jika EVP perusahaan Anda efektif dan memiliki daya tarik yang tinggi di pasar tenaga kerja, biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mengisi posisi kosong akan menjadi jauh lebih singkat.

Hal ini terjadi karena kandidat sudah memiliki persepsi positif terhadap perusahaan Anda sebelum mereka melamar.

  • Efisiensi Rekrutmen: Mempercepat proses pemenuhan kebutuhan SDM di tiap divisi.
  • Antrean Bakat: Memiliki database kandidat potensial yang siap dipanggil kapan saja.

Baca Juga: 20 Rekomendasi HR System Terbaik di Indonesia 2026

Beralih ke Sistem HR Modern Hari Ini!

Setelah Anda berhasil membangun identitas perusahaan yang kuat melalui strategi EVP langkah awal, tantangan nyata berikutnya adalah bagaimana menjaga janji tersebut tetap hidup melalui manajemen yang profesional.

Bayangkan betapa kontradiktifnya jika Anda menjanjikan “budaya kerja modern” namun pengelolaan absensi, klaim lembur, hingga perhitungan gaji masih dilakukan secara manual menggunakan kertas atau spreadsheet yang rawan kesalahan.

Jangan biarkan reputasi perusahaan Anda hancur hanya karena proses administrasi yang lambat dan berantakan.

Inilah saatnya Anda memberikan pengalaman kerja terbaik bagi karyawan sekaligus mempermudah hidup Anda sebagai HRD atau pemilik usaha. Jika Anda mulai merasa kewalahan dengan kerumitan data, sudah saatnya Anda beralih ke solusi digital yang cerdas.

absensi kantorku hris
Tampilan Dashboard Absensi KantorKu HRIS

Gunakan KantorKu HRIS untuk mengintegrasikan seluruh ekosistem HR Anda dalam satu platform yang intuitif. Berikut adalah alasan mengapa sebanyak 5.000+ perusahaan di Indonesia telah beralih menggunakan KantorKu HRIS:

  • Absensi Online & GPS: Pantau kehadiran real-time tanpa kecurangan.
  • Payroll Otomatis: Hitung gaji, PPh 21, dan BPJS dalam hitungan menit.
  • Manajemen KPI: Pantau performa karyawan secara objektif dan transparan.
  • Pengajuan Mandiri (ESS): Karyawan bisa urus cuti dan klaim lewat smartphone.
  • Penyimpanan Cloud Aman: Data SDM tersusun rapi dan terenkripsi.
  • Laporan HR Instan: Buat laporan bulanan hanya dengan satu klik.

Jangan tunda lagi transformasi digital perusahaan Anda. Jadikan pengelolaan SDM lebih strategis, modern, dan tanpa drama bersama KantorKu HRIS!

Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola KPI/OKR, absensi, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Bagikan

Related Articles

No Image

Performance Improvement Plan (PIP): Arti, Komponen, & Contoh [Gratis Template!]

Performance Improvement Plan (PIP) adalah strategi pembinaan kinerja karyawan berisi target, timeline, dan evaluasi. Download contohnya!
23 Februari 2026

Apa itu Employee Flexible Benefits? Ini Manfaat, Jenis & Contohnya

Employee flexible benefits adalah sistem tunjangan yang bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan karyawan. Simak manfaat, jenis, contoh & cara membuatnya!
23 Februari 2026
hr consultant

Apa Itu HR Consultant? Tugas, Biaya, & Tantangannya di Perusahaan

HR Consultant adalah konsultan SDM yang bantu audit, rekrutmen, KPI, dan strategi HR. Biaya umumnya sekitar Rp10–100 juta per proyek.
23 Februari 2026