Gaji Barista 2026: Starbucks, Kopi Kenangan, hingga Tomoro Coffee
Berapa gaji barista 2026? Simak kisaran gaji barista Starbucks, Kopi Kenangan, coffee shop lokal, hingga faktor yang memengaruhi.
Table of Contents
- Apa Itu Barista?
- Rata-Rata Gaji Barista di Indonesia
- Gaji Barista Berdasarkan Pengalaman Kerja
- Gaji Barista Berdasarkan Lokasi
- Gaji Barista Berdasarkan Tempat Kerja
- Komponen Gaji Barista
- Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji Barista
- Skill yang Harus Dimiliki Barista
- Cara Menentukan Gaji Barista yang Ideal untuk Bisnis
- Kelola Absensi, Shift, dan Penggajian Barista Lebih Praktis dengan KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa Itu Barista?
- Rata-Rata Gaji Barista di Indonesia
- Gaji Barista Berdasarkan Pengalaman Kerja
- Gaji Barista Berdasarkan Lokasi
- Gaji Barista Berdasarkan Tempat Kerja
- Komponen Gaji Barista
- Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji Barista
- Skill yang Harus Dimiliki Barista
- Cara Menentukan Gaji Barista yang Ideal untuk Bisnis
- Kelola Absensi, Shift, dan Penggajian Barista Lebih Praktis dengan KantorKu HRIS!
Barista menjadi salah satu profesi yang semakin banyak dibutuhkan seiring berkembangnya industri coffee shop di Indonesia.
Tidak hanya bertugas membuat minuman, barista juga berperan dalam menjaga kualitas produk dan memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.
Meningkatnya jumlah bisnis kopi membuat kebutuhan terhadap tenaga barista ikut bertambah, baik untuk coffee shop lokal, franchise, hotel, hingga restoran.
Lantas, berapa gaji barista di Indonesia saat ini? Apa saja faktor yang memengaruhi besar kecilnya penghasilan barista?
Melalui artikel ini, Anda akan mengetahui kisaran gaji barista, perbedaan penghasilan berdasarkan pengalaman, lokasi, dan tempat kerja, hingga cara perusahaan mengelola sistem gaji karyawan F&B dengan lebih efektif.
Apa Itu Barista?

Barista adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam menyiapkan dan menyajikan minuman, terutama berbasis kopi, sesuai standar kualitas yang ditentukan oleh tempat kerja.
Dalam bisnis coffee shop atau industri F&B, barista menjadi salah satu posisi yang berhubungan langsung dengan pelanggan karena mereka tidak hanya membuat produk, tetapi juga memberikan pelayanan selama proses pemesanan.
Beberapa tugas utama seorang barista meliputi:
- Menyiapkan berbagai jenis minuman seperti kopi, teh, dan minuman lainnya.
- Mengoperasikan mesin kopi dan peralatan pendukung.
- Melakukan proses pembuatan kopi sesuai standar resep.
- Melayani pelanggan dan menerima pesanan.
- Menjaga kebersihan area kerja dan peralatan.
- Memastikan kualitas produk tetap konsisten.
Selain kemampuan teknis, barista juga perlu memahami dasar-dasar kopi seperti jenis biji kopi, metode penyeduhan, tingkat roasting, hingga teknik penyajian.
Pada bisnis F&B modern, posisi barista juga sering dikaitkan dengan kemampuan pelayanan pelanggan (customer service) karena pengalaman pelanggan tidak hanya ditentukan oleh rasa minuman, tetapi juga kualitas interaksi yang diberikan.
Baca Juga: Gaji Hotel Staff di Indonesia Berdasarkan Bintang & Semua Posisi
Rata-Rata Gaji Barista di Indonesia
Rata-rata gaji barista di Indonesia dapat berbeda tergantung pengalaman kerja, lokasi, jenis tempat usaha, hingga tanggung jawab yang dimiliki.
Sebagai gambaran, berikut kisaran gaji barista di Indonesia:
- Rp2.000.000–Rp10.000.000+ per bulan
Selain gaji pokok, beberapa perusahaan juga memberikan tambahan penghasilan berupa bonus, service charge, uang makan, tunjangan, maupun insentif berdasarkan performa.
Bagi perusahaan yang mempekerjakan banyak barista, terutama dengan sistem kerja shift, pengelolaan gaji perlu dilakukan secara terstruktur agar perhitungan payroll tetap akurat dan proses administrasi menjadi lebih efisien.
Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.
Gaji Barista Berdasarkan Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besaran gaji barista.
Semakin tinggi pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, semakin besar pula peluang untuk memperoleh gaji yang lebih tinggi maupun promosi ke posisi seperti head barista atau supervisor.
Berikut gambaran kisaran gaji barista berdasarkan pengalaman kerja:
1. Barista Pemula (Kurang dari 1 Tahun Pengalaman)
Barista pemula umumnya masih mempelajari dasar-dasar pembuatan kopi, penggunaan mesin espresso, serta standar pelayanan kepada pelanggan. Pada tahap ini, gaji biasanya disesuaikan dengan UMP atau UMK di wilayah tempat bekerja.
- Kisaran gaji: Rp2.000.000–Rp3.500.000 per bulan
2. Barista Berpengalaman (2–4 Tahun Pengalaman)
Barista yang telah memiliki pengalaman kerja umumnya lebih menguasai teknik penyeduhan kopi, mampu menangani berbagai jenis pesanan, serta bekerja sesuai standar operasional yang ditetapkan perusahaan.
- Kisaran gaji: Rp4.000.000–Rp6.000.000 per bulan
3. Senior Barista atau Head Barista (Lebih dari 4 Tahun Pengalaman)
Senior barista atau head barista biasanya bertanggung jawab mengawasi operasional bar, menjaga kualitas minuman, melatih barista baru, hingga mengelola stok bahan baku. Sertifikasi di bidang specialty coffee juga dapat menjadi nilai tambah untuk meningkatkan jenjang karier.
- Kisaran gaji: Rp6.500.000–Rp10.000.000+ per bulan
Baca Juga: Berapa Gaji Cleaning Service? Cek Kisaran Lengkapnya!
Gaji Barista Berdasarkan Lokasi
Selain pengalaman kerja, lokasi tempat bekerja juga memengaruhi besaran gaji barista. Kota dengan biaya hidup lebih tinggi dan industri F&B yang berkembang umumnya menawarkan standar gaji yang lebih besar dibandingkan daerah lainnya.
Berikut perkiraan kisaran gaji barista di beberapa kota di Indonesia:
| Lokasi | Kisaran Gaji Barista per Bulan |
| DKI Jakarta | Rp3.500.000–Rp7.500.000 |
| Tangerang | Rp3.000.000–Rp6.000.000 |
| Bekasi | Rp3.000.000–Rp6.000.000 |
| Bandung | Rp2.800.000–Rp5.500.000 |
| Surabaya | Rp3.000.000–Rp6.000.000 |
| Yogyakarta | Rp2.200.000–Rp4.500.000 |
| Semarang | Rp2.500.000–Rp5.000.000 |
| Medan | Rp2.800.000–Rp5.500.000 |
| Denpasar | Rp3.000.000–Rp6.500.000 |
| Makassar | Rp2.700.000–Rp5.000.000 |
Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti biaya hidup, UMK atau UMP setempat, tingkat persaingan industri kopi, serta skala bisnis tempat barista bekerja.
Misalnya, gaji barista Jakarta atau gaji barista di Jakarta Selatan umumnya lebih tinggi karena tingginya permintaan tenaga kerja dan banyaknya coffee shop yang beroperasi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Gaji Housekeeping Hotel di Indonesia Berdasarkan Bintang & Lokasi
Gaji Barista Berdasarkan Tempat Kerja

Selain pengalaman dan lokasi, tempat kerja juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi besaran gaji barista. Setiap jenis usaha memiliki standar operasional, beban kerja, serta struktur kompensasi yang berbeda, sehingga penghasilan barista pun dapat bervariasi.
Berikut gambaran kisaran gaji barista berdasarkan tempat kerjanya:
1. Gaji Barista di Coffee Shop Lokal
Barista yang bekerja di coffee shop lokal umumnya bertanggung jawab mulai dari menyiapkan minuman, melayani pelanggan, hingga menjaga kebersihan area bar.
Pada bisnis berskala kecil, seperti kedai kopi independen, gaji barista cafe kecil biasanya mengikuti UMP atau UMK di daerah setempat.
- Kisaran gaji: Rp2.000.000–Rp4.000.000 per bulan
2. Gaji Barista di Coffee Shop Franchise
Coffee shop franchise umumnya memiliki standar operasional yang lebih terstruktur serta peluang pengembangan karier yang lebih jelas.
Barista di jaringan seperti Kopi Kenangan, Fore Coffee, Janji Jiwa, Point Coffee, Tomoro Coffee, atau Starbucks biasanya juga berkesempatan memperoleh bonus maupun insentif sesuai kebijakan perusahaan.
- Kisaran gaji: Rp3.000.000–Rp6.000.000 per bulan
Sebagai contoh, gaji barista Starbucks, gaji barista Kopi Kenangan, dan gaji barista Point Coffee kerap menjadi acuan karena perusahaan-perusahaan tersebut merupakan salah satu jaringan coffee shop terbesar di Indonesia.
3. Gaji Barista di Hotel
Barista yang bekerja di hotel umumnya melayani tamu dengan standar pelayanan yang lebih tinggi dibanding coffee shop biasa. Selain kemampuan membuat kopi, mereka juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi dan pelayanan (hospitality) yang baik.
- Kisaran gaji: Rp3.500.000–Rp7.000.000 per bulan
4. Gaji Barista di Restoran dan Industri F&B
Banyak restoran, bakery, maupun perusahaan F&B yang mempekerjakan barista untuk melayani kebutuhan minuman pelanggan. Selain menyiapkan kopi, barista juga dapat bekerja sama dengan tim dapur dan pelayanan untuk menjaga kualitas operasional.
- Kisaran gaji: Rp3.000.000–Rp5.500.000 per bulan
5. Gaji Head Barista atau Supervisor Bar
Head barista atau supervisor bar memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding barista biasa.
Selain memastikan kualitas minuman tetap konsisten, mereka juga bertugas mengatur operasional bar, melatih anggota tim, mengelola stok bahan baku, hingga melakukan evaluasi kinerja barista.
- Kisaran gaji: Rp6.500.000–Rp10.000.000+ per bulan
Baca Juga: Berapa Gaji Front Office Hotel? Cek Kisaran per Bintang Hotel & Lokasi
Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.
Komponen Gaji Barista
Gaji barista tidak hanya terdiri dari gaji pokok, tetapi juga dapat mencakup berbagai komponen tambahan sesuai kebijakan perusahaan. Memahami setiap komponen ini penting agar perusahaan dapat menyusun sistem kompensasi yang adil dan kompetitif.
Berikut beberapa komponen yang umumnya membentuk gaji barista:
1. Gaji Pokok
Gaji pokok merupakan komponen utama yang diterima barista setiap bulan. Besarannya biasanya disesuaikan dengan UMP atau UMK, pengalaman kerja, serta posisi yang dijabat.
2. Tunjangan Makan atau Transportasi
Sebagian perusahaan memberikan tunjangan makan atau transportasi untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional karyawan selama bekerja.
3. Upah Lembur
Jika barista bekerja melebihi jam kerja yang telah ditentukan, perusahaan wajib memberikan upah lembur sesuai ketentuan yang berlaku.
Perhitungan upah lembur di Indonesia mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, serta Pemutusan Hubungan Kerja.
4. Service Charge
Pada hotel, restoran, atau kafe tertentu, barista dapat menerima service charge yang berasal dari biaya layanan yang dibayarkan pelanggan dan dibagikan sesuai kebijakan perusahaan.
5. Bonus atau Insentif Performa
Perusahaan juga dapat memberikan bonus berdasarkan pencapaian target penjualan, penilaian kinerja, atau performa tim sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi karyawan.
6. Tips dari Pelanggan
Beberapa coffee shop atau restoran memperbolehkan barista menerima tip dari pelanggan. Meskipun jumlahnya tidak tetap, tip dapat menjadi tambahan penghasilan di luar gaji pokok.
Baca Juga: Berapa Gaji Kurir 2026? Cek Rinciannya di 15 Ekspedisi Ini!
Faktor yang Memengaruhi Besaran Gaji Barista

Besaran gaji barista dapat berbeda antara satu karyawan dengan yang lainnya. Selain pengalaman kerja, terdapat beberapa faktor lain yang turut memengaruhi standar penghasilan di industri coffee shop dan F&B.
Berikut beberapa faktor yang memengaruhi besaran gaji barista:
1. Pengalaman Kerja
Semakin lama pengalaman yang dimiliki, semakin besar peluang barista memperoleh gaji yang lebih tinggi karena telah menguasai keterampilan dan operasional kerja.
2. Lokasi Tempat Kerja
Barista yang bekerja di kota besar, seperti Jakarta atau Bali, umumnya menerima gaji lebih tinggi karena menyesuaikan biaya hidup dan tingginya permintaan tenaga kerja.
3. Jenis Tempat Kerja
Standar gaji di coffee shop lokal, franchise, hotel, maupun restoran dapat berbeda karena masing-masing memiliki skala bisnis dan struktur kompensasi yang tidak sama.
4. Posisi dan Tanggung Jawab
Head barista atau supervisor bar biasanya menerima gaji lebih besar karena memiliki tanggung jawab tambahan, seperti mengawasi tim, menjaga kualitas produk, dan mengelola operasional bar.
5. Skill dan Sertifikasi
Kemampuan seperti latte art, manual brewing, pengetahuan tentang kopi, hingga sertifikasi profesi dapat menjadi nilai tambah yang memengaruhi besaran gaji.
6. Sistem Kerja dan Jam Operasional
Barista yang bekerja dengan sistem shift, lembur, atau pada jam operasional yang lebih panjang berpotensi memperoleh tambahan penghasilan dari upah lembur maupun insentif sesuai kebijakan perusahaan.
Baca Juga: Apa itu Employee Flexible Benefits? Ini Manfaat, Jenis & Contohnya
Skill yang Harus Dimiliki Barista
Selain mampu membuat kopi, seorang barista juga perlu memiliki berbagai keterampilan yang mendukung kualitas pelayanan dan operasional bisnis.
Skill ini tidak hanya membantu meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga menjadi nilai tambah yang dapat memengaruhi perkembangan karier.
Berikut beberapa skill yang perlu dimiliki seorang barista:
1. Pengetahuan tentang Kopi
Barista perlu memahami jenis biji kopi, tingkat roasting, karakter rasa, hingga berbagai metode penyeduhan agar dapat menghasilkan minuman yang berkualitas.
2. Kemampuan Mengoperasikan Mesin Kopi
Barista harus mampu menggunakan mesin espresso, grinder, dan peralatan pendukung lainnya dengan benar untuk menjaga konsistensi hasil minuman.
3. Customer Service
Kemampuan melayani pelanggan dengan ramah, sopan, dan responsif sangat penting untuk menciptakan pengalaman yang positif serta meningkatkan loyalitas pelanggan.
4. Komunikasi yang Baik
Barista perlu berkomunikasi secara efektif dengan pelanggan maupun rekan kerja agar proses pelayanan dan operasional berjalan lancar.
5. Manajemen Waktu
Kemampuan mengatur waktu membantu barista menyelesaikan pesanan dengan cepat, terutama saat jam operasional sedang ramai tanpa mengurangi kualitas produk.
6. Kedisiplinan dan Kebersihan
Barista harus menjaga kebersihan area kerja, mematuhi standar keamanan pangan, serta menerapkan SOP yang berlaku agar kualitas produk dan pelayanan tetap terjaga.
Baca Juga: Berapa Gaji Ojek Online? Cek Penghasilan Driver Ojol Terbaru
Cara Menentukan Gaji Barista yang Ideal untuk Bisnis
Menentukan gaji barista yang ideal tidak hanya mempertimbangkan kemampuan finansial perusahaan, tetapi juga perlu disesuaikan dengan standar industri agar tetap kompetitif.
Dengan sistem kompensasi yang tepat, perusahaan dapat menarik dan mempertahankan barista berkualitas.
Berikut beberapa cara yang dapat Anda terapkan:
1. Sesuaikan dengan UMP atau UMK
Pastikan gaji pokok barista memenuhi ketentuan UMP atau UMK yang berlaku di wilayah operasional perusahaan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan.
2. Pertimbangkan Pengalaman dan Posisi
Barista pemula, barista berpengalaman, hingga head barista sebaiknya memiliki rentang gaji yang berbeda sesuai tingkat keahlian dan tanggung jawabnya.
3. Tambahkan Insentif Berdasarkan Performa
Perusahaan dapat memberikan bonus berdasarkan target penjualan, kualitas pelayanan, atau pencapaian KPI agar karyawan lebih termotivasi meningkatkan kinerjanya.
4. Perhitungkan Sistem Shift dan Lembur
Jika barista bekerja dengan sistem shift atau melebihi jam kerja normal, pastikan perusahaan menghitung upah lembur dan tunjangan sesuai kebijakan serta peraturan yang berlaku.
5. Berikan Tunjangan dan Benefit yang Kompetitif
Selain gaji pokok, pertimbangkan pemberian tunjangan makan, transportasi, BPJS, maupun benefit lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan dan loyalitas karyawan.
6. Gunakan Sistem Payroll yang Terintegrasi
Menggunakan software payroll Indonesia atau aplikasi perhitungan gaji karyawan dapat membantu perusahaan menghitung gaji, lembur, insentif, hingga potongan secara lebih cepat, akurat, dan meminimalkan risiko human error.
Kelola Absensi, Shift, dan Penggajian Barista Lebih Praktis dengan KantorKu HRIS!
Mengelola gaji barista tidak hanya berkaitan dengan menentukan nominal pembayaran, tetapi juga memastikan berbagai komponen seperti absensi, jadwal shift, lembur, tunjangan, insentif, hingga potongan dapat dihitung secara akurat setiap periode payroll.
Terlebih jika bisnis Anda memiliki banyak barista dengan sistem kerja shift, proses administrasi yang masih dilakukan secara manual dapat memakan waktu dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan.
Jika Anda membutuhkan aplikasi HRIS yang mempermudah pekerjaan HR, KantorKu HRIS dapat membantu perusahaan mengelola absensi, payroll, KPI, dan administrasi SDM dalam satu sistem yang lebih terintegrasi.

Dashboard Payroll KantorKu HRIS
Berikut beberapa fitur yang dapat Anda manfaatkan:
- Perhitungan gaji otomatis: Menghitung gaji driver, lembur, insentif trip, BPJS, dan komponen lainnya secara otomatis dan akurat.
- Terintegrasi dengan absensi dan perjalanan kerja: Data kehadiran dan aktivitas driver langsung masuk ke sistem tanpa input manual.
- Slip gaji digital: Driver dapat mengakses rincian gaji dengan lebih transparan dan mudah kapan saja.
- Sistem sesuai regulasi ketenagakerjaan: Perhitungan mengikuti aturan yang berlaku sehingga lebih aman dan compliant.
- Manajemen payroll lebih cepat: Proses pembayaran gaji dapat dilakukan hanya dalam beberapa klik tanpa proses administrasi yang rumit.
Dengan bantuan aplikasi gaji karyawan, aplikasi pembayaran gaji karyawan, hingga aplikasi perhitungan gaji karyawan yang terintegrasi, pengelolaan gaji kurir dapat berjalan lebih efisien, akurat, dan scalable untuk mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Jika Anda ingin proses pengelolaan kurir dan payroll menjadi lebih sederhana dan modern, Anda bisa mulai menggunakan KantorKu HRIS sebagai solusi HR terintegrasi untuk perusahaan Anda.
Yuk, book demo gratis KantorKu HRIS sekarang juga!
Kelola data karyawan, approval, absensi, payroll, hingga kebutuhan administrasi HR dalam satu software HRIS.
Related Articles
Apa itu Three Way Matching? Cara Kerja, Contoh & Template PDF
Apa Itu Town Hall Meeting? Pengertian, Tujuan, & Cara Melaksanakannya