Jika Gajian Jatuh pada Hari Libur lalu Kapan Gajian? Ini Aturannya dari UU

Bingung jika gajian jatuh pada hari libur lalu kapan gajian? Simak aturannya sesuai UU Ketenagakerjaan dan langkah yang bisa Anda ambil.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 02 April 2026
Key Takeaways
Pembayaran upah wajib mengikuti waktu yang telah disepakati dalam perjanjian kerja.
Perusahaan perlu memiliki prosedur jika tanggal gajian bertepatan dengan hari libur.
Jika gajian jatuh pada hari Minggu, pembayaran dapat dilakukan pada Jumat sebelumnya atau Senin setelahnya.
Keterlambatan pembayaran gaji dapat menimbulkan denda administratif dan kewajiban bunga bagi perusahaan.
Dampak gaji terlambat meliputi penurunan kepuasan kerja hingga rusaknya employer branding perusahaan.

Jika gajian jatuh pada hari libur lalu kapan gajian? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan pelaku usaha dan HRD jika tanggal gajian bertepatan dengan akhir pekan atau libur nasional.

Jawabannya bukan sekadar “dimajukan” atau “diundur”, melainkan pembayaran upah wajib mengikuti waktu yang disepakati.

Artinya bila hari atau tanggal tersebut jatuh pada hari libur/istirahat mingguan, cara pelaksanaannya harus diatur dalam dokumen hubungan kerja perusahaan. 

Agar Anda bisa membuat kebijakan yang jelas, mari pahami dulu aturan dan ketentuan jika gajian jatuh pada hari libur!

Dasar Hukum Terkait Gajian di Hari Libur

Dalam praktik penggajian di perusahaan, aturan terkait pembayaran gaji saat hari libur memiliki dasar hukum yang jelas dan wajib dipatuhi oleh pengusaha. 

Berikut dasar hukum terkait pembayaran gaji pada hari libur di Indonesia:

1. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan ini mengatur berbagai aspek hubungan kerja, termasuk kewajiban pengusaha dalam hal waktu kerja dan pembayaran upah. 

Pada Pasal 77, dijelaskan tentang jam kerja maksimal yang harus dipatuhi, serta kewajiban pembayaran gaji pada waktu yang disepakati.

2. Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021

PP No. 35 Tahun 2021 ini mengatur ketentuan tentang pengupahan dan kewajiban membayar gaji pada waktu yang disepakati dalam perjanjian kerja. 

Jika gajian jatuh pada hari libur, pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Perusahaan (PP), Perjanjian Kerja (PK), atau Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

3. Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan

PP No. 36 Tahun 2021 menetapkan bahwa jika gajian jatuh pada hari libur, perusahaan wajib menetapkan prosedur yang jelas, apakah pembayaran dimajukan atau ditunda, sesuai dengan peraturan yang telah disepakati.

Banner KantorKu HRIS
Jadwal Payroll yang Sering Bentrok Tanggal Merah?

KantorKu HRIS bisa hitung gaji otomatis, potong pajak, dan transfer ke ribuan rekening hanya dengan satu klik!

Jadwal Gajian dalam Perusahaan

Jadwal gajian dalam perusahaan bisa berbeda-beda, tergantung pada kebijakan internal perusahaan dan kesepakatan dalam perjanjian kerja. 

Berikut adalah beberapa jenis jadwal gajian yang umum diterapkan:

1. Gajian Tanggal 1

Beberapa perusahaan memilih untuk membayar gaji pada awal bulan, biasanya antara tanggal 1 hingga 5. Ini sering diterapkan di perusahaan yang memiliki sistem administrasi tertentu atau di sektor pemerintahan.

2. Gajian Tanggal 25

Pembayaran gaji pada tanggal 25 adalah salah satu jadwal yang paling umum, karena memberikan waktu yang cukup bagi perusahaan untuk menutup buku dan memproses laporan keuangan.

3. Gajian pada Tanggal Terakhir Bulan

Banyak perusahaan memilih untuk membayar gaji pada akhir bulan, yakni sekitar tanggal 30 atau 31, karena hal ini sering dianggap sebagai waktu yang efisien untuk menutup siklus penggajian.

4. Gajian Per 2 Minggu

Beberapa perusahaan, terutama yang lebih kecil atau yang menerapkan sistem kerja kontrak, membayar gaji setiap dua minggu sekali.

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan: Prorata, Harian, Bulanan, hingga WFH

Contoh Kasus Gajian Jatuh pada Hari Libur

Ketika gajian jatuh pada hari libur atau tanggal merah, perusahaan memiliki beberapa opsi untuk mematuhi peraturan yang berlaku. 

Adapun beberapa contoh kasus yang sering terjadi:

1. Jika Gajian Tanggal 25 Jatuh pada Hari Minggu

Kasus yang sangat sering ditanyakan adalah gajian tanggal 25 yang jatuh pada hari Minggu. Secara prinsip, regulasi tidak mewajibkan perusahaan untuk membayar gaji pada hari Minggu. 

Namun, perusahaan perlu mematuhi mekanisme yang telah disepakati dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, seperti membayar pada hari kerja sebelumnya (Jumat) atau setelahnya (Senin).

2. Jika Tanggal Gajian Jatuh pada Hari Senin

Ketika gajian jatuh pada hari Senin yang merupakan hari kerja biasa, tetapi jika Senin tersebut adalah hari libur nasional atau cuti bersama, maka perusahaan dapat memilih untuk membayar lebih awal.

Misalnya pada hari Jumat atau menunggu hingga hari kerja berikutnya (Selasa), sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

3. Gaji PNS Jika Tanggal 1 Jatuh pada Hari Libur

Pada sektor pemerintah, meskipun gajian jatuh pada tanggal 1, jika hari tersebut adalah libur, pencairan gaji biasanya diundur ke hari kerja berikutnya. 

Namun, beberapa daerah memiliki kebijakan untuk tetap mentransfer gaji pada tanggal 1 meskipun hari tersebut adalah libur.

4. Jika Gajian Jatuh pada Hari Libur Nasional

Jika gajian bertepatan dengan hari libur nasional, perusahaan umumnya memiliki dua pilihan: memajukan gaji pada hari kerja sebelumnya atau menundanya hingga hari kerja berikutnya setelah libur. Pilihan ini harus tercantum dalam peraturan perusahaan atau perjanjian kerja.

5. Jika Gajian Jatuh pada Cuti Bersama Panjang

Cuti bersama panjang seringkali mengganggu jadwal gajian, terutama jika ada rangkaian hari libur. 

Dalam kasus ini, perusahaan dapat memilih untuk memajukan pembayaran pada hari kerja terakhir sebelum libur atau menyesuaikan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam peraturan perusahaan.

Banner KantorKu HRIS
Jadwal Payroll yang Sering Bentrok Tanggal Merah?

KantorKu HRIS bisa hitung gaji otomatis, potong pajak, dan transfer ke ribuan rekening hanya dengan satu klik!

Dampak Jika Gaji Terlambat Dibayarkan

Keterlambatan upah dapat menyebabkan turunnya kepuasan karyawan, perubahan perilaku kerja, bahkan kecenderungan mencari pekerjaan lain. 

Jika dipecah lebih lanjut, berikut beberapa dampak yang bisa dirasakan:

1. Kepuasan Kerja Menururun

Bekerja dalam kondisi upah menunggak berhubungan dengan penurunan kepuasan. Dalam kacamata HR, ini masuk akal karena gaji adalah “kontrak psikologis” dasar. 

Begitu perusahaan tidak konsisten, kepercayaan yang rusak biasanya sulit pulih hanya dengan permintaan maaf.

2. Risiko Absensi Meningkat

Keterlambatan gaji bisa meningkatkan peluang absensi tidak sah dan kecenderungan untuk mengambil pekerjaan lain di luar untuk menambah pendapatan. 

Bagi perusahaan, ini berarti satu keterlambatan gaji dapat memicu efek domino, mulai dari produktivitas turun, jadwal kerja terganggu, dan beban koordinasi atasan meningkat.

3. Risiko Karyawan Mulai Mencari Pekerjaan Baru

Turunnya kepuasan kerja akan mendorong pekerja lebih mungkin mencari pekerjaan lain, meskipun tidak selalu langsung pindah kerja dalam periode pengamatan. 

Artinya, meski perusahaan merasa hanya mundur beberapa hari, di sisi karyawan penilaian jangka panjang bisa terbentuk bahwa perusahaan dianggap tidak stabil, dan karyawan mulai berpikir untuk pindah ketika ada peluang lebih aman.

4. Risiko Denda bagi Perusahaan

Jika perusahaan terlambat membayar upah, regulasi mengatur adanya denda dengan skema tertentu, bahkan dapat ditambah bunga setelah lewat satu bulan. 

Bagi HRD dan pemilik usaha, ini menegaskan bahwa menata jadwal gaji bukan hanya urusan operasional, tetapi juga mitigasi risiko kepatuhan.

5. Reputasi Perusahaan Terdampak

Di era media sosial sekarang, informasi keterlambatan gaji sering menyebar cepat. Dampaknya employer branding menurun dan hubungan industrial mengeras karena isu gaji termasuk isu yang paling sensitif.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Payroll Gaji Karyawan untuk Multi Cabang

Tips Mengatur Jadwal Gajian agar Tidak Terganggu Hari Libur

Kabar baiknya, masalah tanggal gajian ketemu libur bisa Anda jadikan rutinitas yang mudah, asalkan perusahaan punya aturan yang rapi. 

Untuk itu, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut:

1. Pastikan Klausul Tanggal Gajian Tertulis

Karena regulasi menyebut pelaksanaan pembayaran saat tanggal jatuh libur diatur dalam perjanjian kerja/peraturan perusahaan/PKB, maka Anda sebaiknya menulis klausul yang eksplisit, apa yang terjadi jika tanggal gajian jatuh pada hari libur atau hari istirahat mingguan. 

2. Tetapkan Kebijakan yang Konsisten

Daripada setiap bulan rapat lagi, pilih satu kebijakan default (contohnya: selalu dimajukan ke hari kerja terakhir sebelum libur, atau selalu dibayar pada hari kerja pertama setelah libur) lalu jalankan konsisten. 

3. Mundurkan Timeline Proses Internal

Masalah terbesar payroll sering bukan karena tanggal gajian, melainkan timeline prosesnya, karena HR perlu melakukan cut-off data, approval lembur, validasi potongan, finalisasi THP, dan instruksi transfer ke bank. 

Ketika Anda membuat kalender payroll tahunan, Anda bisa menandai bulan-bulan yang berisiko (misalnya banyak libur nasional atau cuti bersama) lalu memundurkan timeline proses internal.

4. Antisipasi Kebutuhan Akhir Pekan

Pertanyaan ini sering muncul terkait gajian hari sabtu apakah bisa. Namun yang perlu dipikirkan bukan Sabtu bisa atau tidak, melainkan apakah perusahaan sanggup memastikan upah dapat diuangkan pada tanggal pembayaran yang disepakati jika bayar melalui bank. 

Jika perusahaan memilih tanggal gajian yang berpotensi jatuh Sabtu/Minggu, biasanya keputusan paling aman adalah mengeksekusi proses payroll lebih awal, sehingga dana masuk sebelum weekend

5. Pastikan Transparansi Slip Gaji

Pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian upah yang diterima pekerja pada saat upah dibayarkan. 

Daripada membuat manual, Anda bisa membuat otomatis dengan aplikasi slip gaji karyawan yang akan langsung terkirim bersamaan dengan pencairan dana.

Ketika slip gaji rapi, banyak pertanyaan seperti “kenapa berbeda”, “kenapa belum masuk”, “kenapa dipotong” jadi lebih cepat selesai karena HR dan karyawan melihat data yang sama.

6. Komunikasikan sebelum Tanggal Gajian

Jika perusahaan memutuskan pembayaran dimajukan atau diundur karena libur panjang, komunikasi jangan menunggu hari H. 

Buat pengumuman yang berisikan tanggal bayar, alasan (libur), dan referensi aturan internal perusahaan.

7. Gunakan Software Payroll

Semakin manual proses payroll Anda, semakin besar risiko payroll mepet atau salah hitung. Karena itu, sebaiknya Anda menggunakan software payroll Indonesia agar pembayaran lebih mudah dan otomatis ketika menghadapi tanggal merah.

Baca Juga:30 Rekomendasi Software Payroll Terbaik di Indonesia

Atur Gajian Tepat Waktu Tanpa Ribet lewat KantorKu HRIS Sekarang!

Menentukan waktu gajian yang tepat saat terbentur hari libur sering menjadi dilema. Ketidakpastian jadwal ini mengindikasikan bahwa sistem Anda memerlukan pembaruan. 

Untuk mengatasi kerumitan tersebut, Anda dapat mengandalkan KantorKu HRIS sebagai software payroll Indonesia yang lengkap. 

Aplikasi ini dirancang khusus untuk menangani berbagai skenario pembayaran gaji, termasuk penyesuaian jadwal otomatis agar hak karyawan tetap terpenuhi tepat waktu. 

Agar lebih paham cara kerjanya, mari lihat fitur KantorKu HRIS berikut:

  • Kalkulasi Gaji Otomatis: Menghitung gaji pokok, tunjangan, hingga bonus secara instan sesuai regulasi terbaru.
  • Perhitungan Pajak & BPJS: Mengotomasi pemotongan PPh 21, BPJS Kesehatan, dan Ketenagakerjaan.
  • Transfer Gaji Sekali Klik: Mendukung pengiriman gaji ke ribuan rekening bank berbeda sekaligus tanpa batasan transaksi.
  • Slip Gaji Digital: Mendistribusikan bukti potong gaji secara otomatis ke ponsel karyawan yang dilengkapi dengan sandi keamanan pribadi.
  • Sinkronisasi Data: Menghubungkan data kehadiran dan lembur langsung ke sistem payroll untuk memastikan pemotongan atau penambahan upah yang valid.

Sekarang Anda sudah mengetahui betapa praktisnya mengelola manajemen penggajian perusahaan jika didukung oleh aplikasi pembayaran gaji karyawan seperti KantorKu HRIS. 

Tidak perlu lagi pusing menghadapi perubahan kalender yang berbelit-belit setiap bulannya. Segera book demo gratis sekarang juga untuk mencoba sendiri bagaimana KantorKu HRIS mempermudah operasional bisnis Anda tanpa biaya apa pun!

Banner KantorKu HRIS
Jadwal Payroll yang Sering Bentrok Tanggal Merah?

KantorKu HRIS bisa hitung gaji otomatis, potong pajak, dan transfer ke ribuan rekening hanya dengan satu klik!

Referensi:

UU No. 13 Tahun 2003

PP No. 35 Tahun 2021

PP No. 36 Tahun 2021

Bagikan

Related Articles

Cara Mudah Cek BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak Lewat HP

Pelajari cara cek BPJS kesehatan aktif atau tidak dengan mudah lewat WhatsApp, Mobile JKN, hingga call center. Praktis dan tanpa ribet!

Contoh Slip Gaji 3 Bulan Terakhir & Cara Membuatnya [+Template]

Temukan contoh slip gaji 3 bulan terakhir beserta panduan membuatnya. Download juga template Word, Excel, dan PDF gratis untuk mempermudah pekerjaan HR Anda!
perbedaan gaji kotor dan bersih

Perbedaan Gaji Bersih dan Kotor, Cek Cara Menghiutngnya!

Perbedaan gaji bersih dan kotor terletak pada gaji sebelum potongan dan gaji setelah potongan, seperti pajak dan BPJS yang diterima karyawan.