10 Contoh Key Result Area HR, Marketing, Sales & Cara Membuatnya

Key result area adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian kinerja karyawan. Pahami fungsi, cara menentukan dan contohnya!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 01 Oktober 2025
Key Takeaways
Key result area adalah area tanggung jawab utama yang harus dicapai karyawan atau tim.
KRA memberikan arahan yang jelas bagi karyawan sehingga peran mereka selaras dengan tujuan besar perusahaan.
KRA perlu ditinjau ulang secara periodik (kuartal atau tahunan) untuk menyesuaikan strategi perusahaan.
KRA berbeda dengan OKR atau KPI, memiliki fokus pada area tanggung jawab inti, bukan sekadar angka atau tujuan jangka pendek.
Contoh KRA untuk HR meliputi rekrutmen, pelatihan & pengembangan, kepuasan karyawan, retensi talenta, dan employer branding.

Anda mungkin pernah menghadapi situasi di mana karyawan tampak sibuk setiap hari, tetapi output yang dihasilkan tidak sebanding. Bahkan, Anda kesulitan menilai kinerja karena job desk tidak terdefinisi jelas.

Jika itu terjadi, besar kemungkinan penyebabnya adalah Key Result Area (KRA) yang belum ditetapkan dengan tepat.

Apa yang dimaksud KRA? Key result area adalah area hasil utama yang harus dicapai oleh setiap posisi untuk memastikan tujuan departemen dan organisasi berjalan efektif. 

Ketidakjelasan KRA membuat target kinerja kabur, penilaian jadi subjektif, dan proses performance review tidak maksimal.

Untuk itu, mari pahami apa itu KRA, cara menentukan, contoh penerapan dan perbedaannya dengan KPI!

Apa Itu Key Result Area (KRA)?

Key result area adalah area tanggung jawab utama yang harus dicapai seorang karyawan atau tim dalam pekerjaannya. 

Sebuah studi dari Gallup menemukan bahwa hanya 1 dari 2 karyawan yang benar-benar memahami apa yang diharapkan dari mereka di tempat kerja. 

Artinya, separuh tenaga kerja tidak memiliki kejelasan peran. Inilah alasan mengapa KRA sangat penting, karena dapat memberikan arahan yang jelas tentang tujuan kinerja dan prioritas pekerjaan.

Dengan KRA yang tepat, karyawan dapa menghubungkan perannya ke rencana bisnis yang lebih besar, menyusun prioritas, dan fokus pada aktivitas yang benar-benar menentukan keberhasilan organisasi.

Contoh, seorang HR Manager mungkin memiliki KRA di bidang:

  • Rekrutmen berkualitas
  • Pengembangan karyawan
  • Retensi talenta

Agar lebih memahaminya, mari lihat perbandingan bekerja dengan KRA dan tanpa KRA sebagai berikut:

Dengan KRA Tanpa KRA
Karyawan tahu prioritas & tanggung jawab utama Karyawan bingung dengan tugas dan ekspektasi
Karyawan bisa fokus pada hal penting Karyawan banyak tugas tetapi kurang berdampak pada bisnis
Pekerjaan objektif & terukur Pekerjaan subjektif & tidak konsisten
Tanggung jawab karyawan jelas Sulit menilai siapa bertanggung jawab atas tugas
Pekerjaan pasti selaras dengan tujuan perusahaan Usaha individu bisa tidak selaras

Komponen KRA

Untuk mencapai hasil yang maksimal dengan implementasi KRA, maka KRA harus disusun secara efektif. Biasanya terdiri dari beberapa komponen, yaitu:

  • Tujuan yang Jelas: Objektif yang spesifik, terukur, dan selaras dengan strategi perusahaan.
  • Aktivitas Utama: Identifikasi tugas dan kegiatan yang penting untuk mencapai tujuan.
  • Standar Kinerja: Kriteria evaluasi untuk menilai keberhasilan.
  • Akuntabilitas: Penetapan tanggung jawab individu atau tim atas pencapaian KRA.

Berdasarkan komponen tersebut, maka berikut contoh KRA yang tepat dan yang salah agar Anda tidak salah menentukannya.

✅ Meningkatkan retensi karyawan sebesar 10% dalam 6 bulan (Tujuan jelas & terukur)

❌ Menjadi lebih produktif (Tidak terukur & terlalu umum)

Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Perbedaan KRA dan KPI

KRA dan KPI berbeda, tetapi fungsinya saling berkaitan. 

KRA menentukan area tanggung jawab utama yang menjadi prioritas agar karyawan atau tim memberikan hasil nyata, sedangkan KPI mengukur sejauh mana KRA tersebut tercapai.

Mari pahami perbedaannya secara lebih lanjut:

1. Tujuan

  • KRA: Menentukan area prioritas untuk memberikan hasil signifikan. Contoh: Fokus pada engagement media sosial dan pertumbuhan komunitas online.
  • KPI: Mengukur kinerja dengan indikator kuantitatif untuk menilai pencapaian KRA. Contoh: Engagement rate naik 20% dalam 6 bulan; jumlah follower bertambah 10% per kuartal; lead dari media sosial meningkat.

2. Karakteristik

  • KRA: Umum dan luas, menggambarkan bidang tanggung jawab yang penting. Contoh: Pengelolaan konten dan kampanye media sosial.
  • KPI: Spesifik, kuantitatif, dan terukur. Contoh: 15 konten kreatif per bulan di-posting sesuai kalender, rata-rata engagement per posting >5%, 3 kampanye paid ads berhasil dijalankan.

Baca Juga: 8 Perbedaan KPI dan OKR yang Wajib Tau, dan Penerapannya! 

3. Waktu Pengukuran

  • KRA: Berkelanjutan, fokus pada area prioritas tanpa batas waktu yang ketat.
  • KPI: Diukur secara rutin, bisa harian, mingguan, bulanan, atau kuartalan. 

4. Tingkatan dalam Organisasi

  • KRA: Dapat diterapkan di tingkat organisasi, departemen, hingga individu. 
  • KPI: Biasanya untuk divisi atau individu dengan metrik spesifik.

Ringkasan Perbedaan KRA dan KPI

Aspek KRA KPI
Fokus Area utama Ukuran kinerja
Sifat Umum, luas Spesifik, angka
Waktu Berkelanjutan Rutin (periodik)
Level Organisasi/Individu Tiap divisi/Individu

Mengapa KRA Penting bagi Perusahaan dan Karyawan?

Key Result Area (KRA) bukan sekadar istilah HR, melainkan panduan utama yang membantu karyawan dan organisasi mencapai hasil nyata. 

Dengan KRA yang jelas, setiap individu memahami apa yang benar-benar diharapkan dari perannya. Berikut manfaatnya bagi perusahaan dan karyawan:

1. Menjadi Panduan Kinerja

KRA berfungsi sebagai kompas bagi karyawan. Dengan mengetahui KRA mereka, karyawan bisa fokus pada aktivitas yang benar-benar memberikan hasil. 

Tanpa KRA, karyawan sering bekerja tanpa arah jelas, menghabiskan waktu untuk tugas yang kurang berdampak, dan hasil kerja sulit diukur. 

2. Menyelaraskan Peran Karyawan dengan Strategi Bisnis

Setiap KRA dirancang agar mendukung tujuan organisasi secara keseluruhan. Tanpa KRA, pekerjaan bisa berjalan sendiri-sendiri, tidak sesuai prioritas strategis, dan berpotensi membuang sumber daya. 

Misalnya, KRA tim pemasaran bisa fokus pada peningkatan lead dan konversi, yang mendukung target pendapatan tahunan.

3. Dasar Penilaian Kinerja

KRA menjadi landasan dalam menetapkan KPI atau indikator kinerja. Setiap KPI yang dibuat akan mengacu pada KRA agar hasil pengukuran relevan dan objektif. 

Tanpa KRA, penilaian kinerja hanya berdasarkan angka atau target umum, sehingga sulit menilai kontribusi nyata karyawan terhadap tujuan perusahaan.

Baca Juga: 15 Metode Penilaian Kinerja di Perusahaan, Ini Jenis & Contoh Penerapannya! 

4. Mengurangi Peran Tumpang Tindih

KRA memperjelas batas tanggung jawab antar individu dan tim. Dengan batasan yang jelas, tumpang tindih pekerjaan dapat dihindari, kolaborasi lebih efektif, dan potensi konflik berkurang. 

Tanpa KRA, karyawan mungkin tidak tahu siapa bertanggung jawab atas tugas tertentu, sehingga pekerjaan bisa diabaikan atau digandakan.

5. Meningkatkan Motivasi Karyawan

Karyawan yang paham KRA mereka merasa memiliki tanggung jawab dan tujuan yang jelas, meningkatkan rasa kepemilikan dan motivasi. 

Mereka tahu kontribusi mereka penting bagi keberhasilan organisasi. Jika tidak ada KRA, karyawan bisa kehilangan arah dan motivasi menurun.

Contoh Key Result Area untuk Berbagai Posisi

Key result adalah area tanggung jawab utama yang harus dicapai karyawan agar organisasi meraih hasil optimal. 

Apa saja contoh kra? Berikut contoh KRA untuk beberapa posisi yang biasa ada di perusahaan sebagai template yang bisa Anda gunakan:

1. Sales Manager

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Akuisisi Pelanggan Baru – Riset 5–10 calon klien dengan revenue > $500 juta di sektor retail; sign-up 1 akun dengan $500K annual run rate
– Kembangkan strategi riset pasar dan segmentasi; buat 3 kemitraan baru dengan distributor layanan utama
– Buat dan jalankan strategi lead generation: buka kantor penjualan baru di Chicago, rekrut 3 sales executive, tim SDR 5 orang dengan target 3 qualified leads/minggu dan 50 leads/bulan
– Jalani F2F dengan tiap high-value customer per kuartal, hadir di product review bulanan, dan dapatkan 1 testimonial positif per kuartal
Pengembangan dan Keterlibatan Tim – Coaching tim tentang prinsip ‘value selling’, 2 sesi/bulan
– Implementasikan standar lead generation, 1 sesi training/bulan
– Selesaikan goal setting untuk tiap anggota tim dalam 1 bulan awal FY, identifikasi kebutuhan training

2. Human Resource Manager

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Akuisisi Talenta – Hiring & onboarding Sales team untuk Mid-west region selesai Q1
– Buat program training produk untuk tim sales, kalender training finalisasi dan budget di Januari
Manajemen Biaya & Seleksi Vendor – Negosiasi vendor baru untuk benefit plan selesai Oktober
– Siapkan paket komunikasi implementasi benefit plan
– Selesaikan annual enrollment sebelum 15 Desember
Keterlibatan Karyawan – Kembangkan program feedback karyawan
– Jalankan survey engagement bulanan
– Sertakan karyawan dalam review kinerja
– Desain proses performance management baru & implementasi 360 Review untuk leadership team

3. IT Manager

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Pengadaan dan Pelaksanaan Teknologi – Finalisasi dan pilih sistem CRM baru
– Migrasi data penjualan dan customer ke sistem baru
– Buat program training untuk tim sales, jalankan training di tiap lokasi, diselesaikan Q1 & rutin untuk karyawan baru
Pengembangan & Keterlibatan Tim – Identifikasi & implementasi produk benefit enrollment sebelum 1 Desember
– Pilih/embangkan produk survey engagement baru
– Evaluasi & implementasi produk performance management baru sebelum November
Efisiensi Biaya & Perbaikan Operasional – Standarisasi prosedur operasional IT
– Outsource system maintenance: analisis selesai Februari, implementasi perjanjian Juli
– Buat strategi cloud migration selesai Juli
Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

4. Social Media Specialist

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Peningkatan Engagement – Meningkatkan engagement rate media sosial sebesar 20% dalam 6 bulan
– Menanggapi komentar dan pesan pengguna minimal 90% dalam 24 jam
– Menyusun laporan analytics bulanan untuk menunjukkan pertumbuhan engagement
Pertumbuhan Audiens – Menambah jumlah followers Instagram, LinkedIn, dan TikTok +10% per kuartal
– Melakukan kolaborasi dengan 3 influencer atau brand ambassador dalam 3 bulan
– Menjalankan kampanye paid ads untuk produk baru sesuai target KPI
Konten Kreatif & Branding – Membuat 15 konten kreatif per bulan (foto, video, carousel)
– Menyusun kalender posting mingguan yang sesuai strategi marketing
– Mengembangkan konsep konten untuk meningkatkan awareness brand
Analisis & Optimalisasi – Mengukur performa konten menggunakan KPI (impressions, clicks, CTR, engagement)
– Memberikan rekomendasi perbaikan konten berdasarkan data analytics
– Uji A/B untuk 3 jenis postingan per bulan dan laporkan hasilnya

5. Marketing Manager

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Kampanye Pemasaran – Meluncurkan 3 kampanye digital baru dalam 6 bulan
– Capai ROI minimal 150% dari setiap kampanye
– Koordinasi dengan tim kreatif untuk produksi konten tepat waktu
Brand Awareness – Meningkatkan mention brand di media sosial +25% dalam 3 bulan
– Menyusun strategi PR dengan minimal 5 publikasi per kuartal
Generasi Lead – Menghasilkan 500 lead berkualitas per bulan
– Mengimplementasikan marketing automation untuk 2 channel utama
Analisis & Pelaporan – Menyusun laporan bulanan KPI marketing (CTR, conversion rate, engagement)
– Memberikan rekomendasi strategi berdasarkan data analytics

6. Finance Manager

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Pengelolaan Anggaran – Menyusun anggaran tahunan departemen sebelum 31 Desember
– Menjaga realisasi pengeluaran maksimal ±5% dari anggaran
Laporan Keuangan – Menyusun laporan keuangan bulanan tepat waktu
– Memastikan akurasi laporan ≥ 99%
Kepatuhan & Audit – Memastikan semua transaksi sesuai standar akuntansi dan peraturan pajak
– Menyiapkan dokumen audit internal & eksternal tepat waktu
Pengendalian Biaya – Mengidentifikasi minimal 3 peluang efisiensi biaya per kuartal
– Implementasi cost-saving plan dengan target penghematan 4% per tahun

7. Customer Service Manager

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Kepuasan Pelanggan – Meningkatkan NPS minimal 70 dalam 6 bulan
– Menangani keluhan pelanggan maksimal 24 jam
Pelatihan Tim – Menyusun modul pelatihan CS baru untuk 20 karyawan per kuartal
– Melakukan 2 sesi coaching bulanan
Proses & SOP – Meninjau dan memperbarui SOP layanan pelanggan setiap 6 bulan
– Menyederhanakan alur proses agar rata-rata penyelesaian tiket ≤ 48 jam
Analisis & Laporan – Menyusun laporan bulanan CS dengan data eskalasi, feedback, dan trend keluhan
– Memberikan rekomendasi perbaikan layanan berdasarkan laporan

8. Product Manager

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Pengembangan Produk – Meluncurkan minimal 1 fitur baru setiap kuartal
– Menyelesaikan roadmap produk sesuai jadwal
Kualitas & UX – Meningkatkan rating UX minimal 4,5/5 dalam 6 bulan
– Mengurangi bug kritikal <5% dari total release
Kolaborasi Tim – Mengkoordinasi tim dev, desain, dan marketing untuk 100% roadmap
– Melakukan 2 review sprint mingguan
Analisis & Insight – Melakukan riset pasar dan kompetitor minimal 2 kali per kuartal
– Memberikan laporan insight untuk pengambilan keputusan

9. Digital Marketing Specialist

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Kampanye Digital – Membuat 12 kampanye digital per kuartal (Google Ads, FB Ads, LinkedIn)
– Mencapai CTR minimal 3% per kampanye
SEO & Konten – Meningkatkan trafik organik +20% dalam 6 bulan
– Menulis minimal 8 artikel blog berkualitas per bulan
Analisis & Pelaporan – Menyusun laporan mingguan dan bulanan KPI digital marketing (CTR, conversion, lead)
– Memberikan rekomendasi optimasi berdasarkan data analytics
Email & Automation – Mengelola email marketing dengan open rate ≥ 25%
– Mengotomasi minimal 2 workflow untuk lead nurturing setiap kuartal

10. Software Engineer

Area Hasil Utama (KRA) Contoh Goal
Pengembangan Fitur – Menyelesaikan 3 fitur baru sesuai roadmap per kuartal
– Menjaga kualitas kode dengan bug <2% pada release
Code Review & Quality – Melakukan code review untuk tim minimal 5 PR per minggu
– Menjaga coverage unit test ≥ 80%
Kolaborasi Tim – Berpartisipasi aktif dalam daily stand-up dan sprint planning
– Menyelesaikan task sesuai estimasi sprint
Optimasi & Performance – Mengurangi waktu loading aplikasi minimal 20% dalam 6 bulan
– Mengidentifikasi dan memperbaiki bottleneck pada sistem

Cara Menentukan dan Menyusun KRA yang Efektif

Cara Menentukan Key Result Area | Sumber: Collidu.com

Menentukan KRA yang tepat penting agar karyawan memahami prioritas pekerjaan mereka dan perusahaan bisa mengukur kinerja dengan jelas. 

Berikut langkah-langkah menyusun KRA yang efektif untuk karyawan:

1. Evaluasi Peran dan Tanggung Jawab

Langkah pertama adalah meninjau peran dan tanggung jawab karyawan. HR atau manajer bisa menulis semua aktivitas yang dilakukan untuk posisi tersebut.

Cata juga frekuensi dan waktu yang dihabiskan setiap minggu atau bulan. Identifikasi tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang lain atau bisa didelegasikan.

Contoh:

Tugas Frekuensi Durasi per Tugas Bisa Didelegasikan Keterangan
Membuat konten harian untuk Instagram, LinkedIn, TikTok Harian 1–2 jam per platform
Mengelola kalender posting mingguan Mingguan 1–2 jam Bisa didelegasikan ke junior social media, tetap supervisor review
Memantau engagement dan menanggapi komentar/pesan Harian 30–60 menit Bisa didelegasikan ke community manager atau admin, tetapi laporan mingguan tetap dikontrol Social Media Specialist
Analisis laporan media sosial Bulanan 2–3 jam
Brainstorm ide kampanye kreatif Bulanan 2–3 jam

2. Diskusikan KRA dengan Manajer

HR dan manajer harus mendiskusikan KRA dengan karyawan agar tujuan yang ditetapkan selaras dengan strategi perusahaan. 

Dalam menentukan kRA, ada baiknya merenungkan pertanyaan berikut:

  • Apa tanggung jawab utama Anda?
  • Bagaimana peran ini mendukung tujuan perusahaan?
  • Tugas mana yang bisa didelegasikan?
  • Bagaimana kinerja akan diukur (misal: KPI, metrik engagement, konversi)?

3. Rinci Tugas Spesifik

Setelah mengetahui tanggung jawab utama, HR/manajer perlu merinci tugas spesifik yang benar-benar penting untuk setiap area tanggung jawab. 

Pastikan setiap tugas memiliki prioritas jelas dan berdampak langsung pada tujuan perusahaan, seperti meningkatkan engagement, brand awareness, atau konversi penjualan.

Contoh:

KRA social media specialist:

  • Membuat 15 konten kreatif per bulan (foto, video, carousel)
    Hasil: Konten berkualitas yang konsisten meningkatkan reach hingga 25% per bulan dan mendukung pertumbuhan followers.
  • Menjalankan kampanye paid ads untuk produk baru
    Hasil: Kampanye mencapai target klik dan konversi yang ditetapkan, misalnya meningkatkan penjualan online sebesar 10% selama kampanye.
  • Menyusun laporan analytics bulanan
    Hasil: Laporan menampilkan pertumbuhan engagement, impresi, dan interaksi audiens sehingga manajemen bisa mengambil keputusan berbasis data untuk strategi konten berikutnya.

4. Tentukan KPI untuk Mengukur KRA

Setelah KRA ditetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan KPI, yaitu metrik spesifik yang digunakan untuk menilai sejauh mana KRA tercapai.

Walaupun KRA adalah area tanggung jawab utama, KPI berfungsi sebagai pengukuran konkret hasil dari tanggung jawab tersebut. Keduanya saling berkaitan.

Dengan adanya KPI, HR dan manajer dapat mengevaluasi kinerja karyawan secara objektif.

Contoh:

KRA social media specialist:

  • KRA: Meningkatkan engagement media sosial

KPI: Engagement rate naik 20% dalam 6 bulan

  • KRA: Menambah jumlah followers baru

KPI: Pertumbuhan followers minimal 10% per kuartal

  • KRA: Menghasilkan prospek dari media sosial

KPI: Jumlah lead/klik yang berasal dari konten dan kampanye social ads

5. Catat KRA Karyawan

Setelah KRA dan KPI disepakati, langkah berikutnya adalah mencatat KRA karyawan secara resmi dalam sebuah dokumen. 

Dokumen ini yang menjadi acuan HR dan manajer saat melakukan review kinerja dan memastikan karyawan bekerja selaras dengan tujuan perusahaan.

Dokumentasi sebaiknya mencakup:

  • Nama karyawan
  • Departemen
  • Supervisor langsung
  • Deskripsi peran
  • KRA utama
  • KPI terkait
  • Metode pengukuran dan target

Contoh:

  • Nama: Rina Dewi
  • Departemen: Marketing
  • Supervisor: Marketing Manager
  • Role: Social Media Specialist
  • KRA Utama: Meningkatkan engagement media sosial 20% dalam 6 bulan
  • KPI: Engagement rate, pertumbuhan followers, jumlah lead dari media sosial
  • Aktivitas Pendukung: Membuat 15 konten kreatif per bulan, menjalankan kampanye paid ads, menyusun laporan analytics bulanan

Anda bisa membuatnya lebih baik seperti contoh key result area sebagai berikut:

Contoh KRA | Sumber: Template.net

6. Review dan Revisi KRA Secara Berkala

KRA perlu diperbarui sesuai perubahan peran, strategi perusahaan, atau KPI baru. HR/manager harus menentukan frekuensi review agar KRA tetap relevan dan memotivasi karyawan.

Tanpa review, KRA bisa menjadi usang dan tidak lagi relevan dengan strategi perusahaan, membuat karyawan kehilangan fokus.

Contoh:

Setelah 6 bulan, review KRA menunjukkan bahwa engagement sosial media sudah tercapai, jadi fokus bisa pindah ke kampanye video kreatif untuk meningkatkan brand awareness.

Kesalahan Umum dalam Menentukan KRA

Menentukan KRA yang tepat penting untuk memastikan karyawan fokus pada hal-hal yang benar-benar berdampak pada tujuan organisasi. 

Namun, banyak HR atau manajer masih membuat kesalahan dalam menetapkannya. Berikut kesalahan umum dan cara menghindarinya:

1. Tidak Selaras dengan Tujuan Organisasi

KRA yang tidak terkait langsung dengan strategi perusahaan membuat karyawan fokus pada aktivitas yang tidak mendukung keberhasilan organisasi.

Cara Menghindari: Pastikan setiap KRA mendukung visi, misi, dan tujuan strategis perusahaan.

Contoh:

❌ Membuat konten media sosial

✅ Meningkatkan engagement media sosial 20% dalam 6 bulan untuk mendukung kampanye branding perusahaan

2. KRA Terlalu Umum atau Kabur

KRA yang tidak jelas membuat karyawan bingung prioritas mana yang harus dikerjakan dan menurunkan produktivitas.

Cara Menghindari: Gunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Contoh:

❌ Meningkatkan kepuasan pelanggan

✅ Menanggapi keluhan pelanggan dalam 24 jam dan menyelesaikan 90% keluhan dalam 72 jam

3. Memberi Terlalu Banyak KRA

Memberikan terlalu banyak KRA bisa membuat karyawan kewalahan, kehilangan fokus, dan sulit mengukur kinerja.

Cara Menghindari: Batasi 4–6 KRA yang paling kritis per peran.

Contoh:

Untuk posisi social media specialist, maka fokus pada: 

  • Engagement
  • Pertumbuhan followers
  • Kampanye iklan
  • Laporan analytics

4. Menetapkan KRA Tanpa Masukan Karyawan

KRA yang dipaksakan tanpa melibatkan karyawan menurunkan motivasi dan rasa memiliki terhadap pekerjaan.

Cara Menghindari: Libatkan karyawan saat menentukan KRA agar mereka merasa memiliki dan realistis.

Contoh: 

Diskusikan target engagement atau jumlah konten per bulan dengan karyawan, bukan hanya ditetapkan sepihak oleh manajer.

5. Fokus pada Tugas, Bukan Tanggung Jawab

KRA seharusnya menggambarkan area tanggung jawab utama, bukan sekadar daftar tugas rutin.

Cara Menghindari: KRA harus outcome-oriented, fokus pada hasil yang memberikan dampak signifikan.

Contoh:

Posting 10 konten per minggu

✅ Meningkatkan engagement followers media sosial 20% dalam 6 bulan

6. Tidak Ada Hasil yang Terukur

KRA tanpa indikator terukur membuat penilaian kinerja subjektif dan membingungkan karyawan.

Cara Menghindari: Tetapkan KPI atau metrik kuantitatif untuk setiap KRA.

Contoh:

❌ Mengelola akun media sosial

✅ Meningkatkan jumlah lead dari media sosial 15% per kuartal

7. KRA Tidak Fleksibel

KRA yang kaku tidak menyesuaikan perubahan bisnis atau peran karyawan sehingga menjadi tidak relevan.

Cara Menghindari: Tinjau dan sesuaikan KRA secara berkala berdasarkan perubahan pasar, strategi, atau tanggung jawab karyawan.

Contoh: 

Menyesuaikan target engagement jika strategi marketing berubah dari Instagram menjadi fokus ke TikTok.

Kelola KRA Lebih Mudah dengan KantorKu HRIS

Key result area adalah elemen krusial dalam penilaian kinerja karyawan. Tanpa sistem yang jelas, HR sering kesulitan memantau pencapaian secara objektif dan real-time.

Solusinya, gunakan aplikasi penilaian kinerja karyawan dari KantorKu HRIS yang membuat proses lebih efisien, ringkas, dan tetap akurat.

Fitur KantorKu HRIS untuk Bantu Kelola KRA:

  • OKR/KPI berbasis ESS: karyawan dapat mengisi target dan pencapaian langsung lewat HP.
  • Dashboard interaktif: memantau performa per tim maupun individu secara real-time.
  • Manajemen target fleksibel: manajer bisa menetapkan dan memperbarui KRA/KPI langsung dari dashboard.
  • 9-Box Matrix: mempermudah HR mengambil keputusan berbasis data kinerja.
  • Pengingat otomatis: memastikan karyawan mengisi OKR/KPI sesuai periode yang ditentukan.

Jika Anda membutuhkan rekomendasi aplikasi performance appraisal, maka KantorKu HRIS jawabannya karena sudah mendapatkan fitur-fitur penilaian kinerja yang lengkap untuk bantu kelola KRA.

Coba sendiri kemudahandengan book demo gratis untuk melihat langsung manfaatnya!

Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Referensi:

How To Create a Key Result Area and Why They Are Important | Indeed

Bagikan

Related Articles

Tips Atasi Burnout Syndrome Karyawan Manufaktur

Tips Atasi Burnout Syndrome Karyawan Manufaktur yang Wajib Diketahui HR!

Tips atasi burnout syndrome karyawan nanufaktur: audit beban kerja, atur shift adil, micro-break, EAP, HRIS digital, dan apresiasi karyawan.
07 Januari 2026
Hak Karyawan Saat Terkena Layoff

5 Hak Karyawan Saat Terkena Layoff: Pesangon, UPMK, hingga Uang Penggantian Hak

Hak karyawan saat terkena layoff yaitu pesangon, uang penghargaan masa kerja, penggantian hak, JKP, paklaring, dan prosedur PHK sesuai hukum.
07 Januari 2026

Panduan Klaim JKP Lengkap: Syarat, Manfaat & Cara Klaim secara Online

Simak panduan klaim JKP lengkap ini, mulai dari syarat, dokumen, tahapan klaim online di SIAPKerja, hingga rincian manfaat JKP.
05 Januari 2026