10 Contoh Key Result Area HR, Marketing, Sales & Cara Membuatnya
Key result area adalah bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian kinerja karyawan. Pahami fungsi, cara menentukan dan contohnya!
Table of Contents
Anda mungkin pernah menghadapi situasi di mana karyawan tampak sibuk setiap hari, tetapi output yang dihasilkan tidak sebanding. Bahkan, Anda kesulitan menilai kinerja karena job desk tidak terdefinisi jelas.
Jika itu terjadi, besar kemungkinan penyebabnya adalah Key Result Area (KRA) yang belum ditetapkan dengan tepat.
Apa yang dimaksud KRA? Key result area adalah area hasil utama yang harus dicapai oleh setiap posisi untuk memastikan tujuan departemen dan organisasi berjalan efektif.
Ketidakjelasan KRA membuat target kinerja kabur, penilaian jadi subjektif, dan proses performance review tidak maksimal.
Untuk itu, mari pahami apa itu KRA, cara menentukan, contoh penerapan dan perbedaannya dengan KPI!
Apa Itu Key Result Area (KRA)?
Key result area adalah area tanggung jawab utama yang harus dicapai seorang karyawan atau tim dalam pekerjaannya.
Sebuah studi dari Gallup menemukan bahwa hanya 1 dari 2 karyawan yang benar-benar memahami apa yang diharapkan dari mereka di tempat kerja.
Artinya, separuh tenaga kerja tidak memiliki kejelasan peran. Inilah alasan mengapa KRA sangat penting, karena dapat memberikan arahan yang jelas tentang tujuan kinerja dan prioritas pekerjaan.
Dengan KRA yang tepat, karyawan dapa menghubungkan perannya ke rencana bisnis yang lebih besar, menyusun prioritas, dan fokus pada aktivitas yang benar-benar menentukan keberhasilan organisasi.
Contoh, seorang HR Manager mungkin memiliki KRA di bidang:
- Rekrutmen berkualitas
- Pengembangan karyawan
- Retensi talenta
Agar lebih memahaminya, mari lihat perbandingan bekerja dengan KRA dan tanpa KRA sebagai berikut:
Komponen KRA
Untuk mencapai hasil yang maksimal dengan implementasi KRA, maka KRA harus disusun secara efektif. Biasanya terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
- Tujuan yang Jelas: Objektif yang spesifik, terukur, dan selaras dengan strategi perusahaan.
- Aktivitas Utama: Identifikasi tugas dan kegiatan yang penting untuk mencapai tujuan.
- Standar Kinerja: Kriteria evaluasi untuk menilai keberhasilan.
- Akuntabilitas: Penetapan tanggung jawab individu atau tim atas pencapaian KRA.
Berdasarkan komponen tersebut, maka berikut contoh KRA yang tepat dan yang salah agar Anda tidak salah menentukannya.
✅ Meningkatkan retensi karyawan sebesar 10% dalam 6 bulan (Tujuan jelas & terukur)
❌ Menjadi lebih produktif (Tidak terukur & terlalu umum)
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Perbedaan KRA dan KPI
KRA dan KPI berbeda, tetapi fungsinya saling berkaitan.
KRA menentukan area tanggung jawab utama yang menjadi prioritas agar karyawan atau tim memberikan hasil nyata, sedangkan KPI mengukur sejauh mana KRA tersebut tercapai.
Mari pahami perbedaannya secara lebih lanjut:
1. Tujuan
- KRA: Menentukan area prioritas untuk memberikan hasil signifikan. Contoh: Fokus pada engagement media sosial dan pertumbuhan komunitas online.
- KPI: Mengukur kinerja dengan indikator kuantitatif untuk menilai pencapaian KRA. Contoh: Engagement rate naik 20% dalam 6 bulan; jumlah follower bertambah 10% per kuartal; lead dari media sosial meningkat.
2. Karakteristik
- KRA: Umum dan luas, menggambarkan bidang tanggung jawab yang penting. Contoh: Pengelolaan konten dan kampanye media sosial.
- KPI: Spesifik, kuantitatif, dan terukur. Contoh: 15 konten kreatif per bulan di-posting sesuai kalender, rata-rata engagement per posting >5%, 3 kampanye paid ads berhasil dijalankan.
Baca Juga: 8 Perbedaan KPI dan OKR yang Wajib Tau, dan Penerapannya!
3. Waktu Pengukuran
- KRA: Berkelanjutan, fokus pada area prioritas tanpa batas waktu yang ketat.
- KPI: Diukur secara rutin, bisa harian, mingguan, bulanan, atau kuartalan.
4. Tingkatan dalam Organisasi
- KRA: Dapat diterapkan di tingkat organisasi, departemen, hingga individu.
- KPI: Biasanya untuk divisi atau individu dengan metrik spesifik.
Ringkasan Perbedaan KRA dan KPI
Mengapa KRA Penting bagi Perusahaan dan Karyawan?
Key Result Area (KRA) bukan sekadar istilah HR, melainkan panduan utama yang membantu karyawan dan organisasi mencapai hasil nyata.
Dengan KRA yang jelas, setiap individu memahami apa yang benar-benar diharapkan dari perannya. Berikut manfaatnya bagi perusahaan dan karyawan:
1. Menjadi Panduan Kinerja
KRA berfungsi sebagai kompas bagi karyawan. Dengan mengetahui KRA mereka, karyawan bisa fokus pada aktivitas yang benar-benar memberikan hasil.
Tanpa KRA, karyawan sering bekerja tanpa arah jelas, menghabiskan waktu untuk tugas yang kurang berdampak, dan hasil kerja sulit diukur.
2. Menyelaraskan Peran Karyawan dengan Strategi Bisnis
Setiap KRA dirancang agar mendukung tujuan organisasi secara keseluruhan. Tanpa KRA, pekerjaan bisa berjalan sendiri-sendiri, tidak sesuai prioritas strategis, dan berpotensi membuang sumber daya.
Misalnya, KRA tim pemasaran bisa fokus pada peningkatan lead dan konversi, yang mendukung target pendapatan tahunan.
3. Dasar Penilaian Kinerja
KRA menjadi landasan dalam menetapkan KPI atau indikator kinerja. Setiap KPI yang dibuat akan mengacu pada KRA agar hasil pengukuran relevan dan objektif.
Tanpa KRA, penilaian kinerja hanya berdasarkan angka atau target umum, sehingga sulit menilai kontribusi nyata karyawan terhadap tujuan perusahaan.
Baca Juga: 15 Metode Penilaian Kinerja di Perusahaan, Ini Jenis & Contoh Penerapannya!
4. Mengurangi Peran Tumpang Tindih
KRA memperjelas batas tanggung jawab antar individu dan tim. Dengan batasan yang jelas, tumpang tindih pekerjaan dapat dihindari, kolaborasi lebih efektif, dan potensi konflik berkurang.
Tanpa KRA, karyawan mungkin tidak tahu siapa bertanggung jawab atas tugas tertentu, sehingga pekerjaan bisa diabaikan atau digandakan.
5. Meningkatkan Motivasi Karyawan
Karyawan yang paham KRA mereka merasa memiliki tanggung jawab dan tujuan yang jelas, meningkatkan rasa kepemilikan dan motivasi.
Mereka tahu kontribusi mereka penting bagi keberhasilan organisasi. Jika tidak ada KRA, karyawan bisa kehilangan arah dan motivasi menurun.
Contoh Key Result Area untuk Berbagai Posisi
Key result adalah area tanggung jawab utama yang harus dicapai karyawan agar organisasi meraih hasil optimal.
Apa saja contoh kra? Berikut contoh KRA untuk beberapa posisi yang biasa ada di perusahaan sebagai template yang bisa Anda gunakan:
1. Sales Manager
2. Human Resource Manager
3. IT Manager
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
4. Social Media Specialist
5. Marketing Manager
6. Finance Manager
7. Customer Service Manager
8. Product Manager
9. Digital Marketing Specialist
10. Software Engineer
Cara Menentukan dan Menyusun KRA yang Efektif

Menentukan KRA yang tepat penting agar karyawan memahami prioritas pekerjaan mereka dan perusahaan bisa mengukur kinerja dengan jelas.
Berikut langkah-langkah menyusun KRA yang efektif untuk karyawan:
1. Evaluasi Peran dan Tanggung Jawab
Langkah pertama adalah meninjau peran dan tanggung jawab karyawan. HR atau manajer bisa menulis semua aktivitas yang dilakukan untuk posisi tersebut.
Cata juga frekuensi dan waktu yang dihabiskan setiap minggu atau bulan. Identifikasi tugas yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang lain atau bisa didelegasikan.
Contoh:
2. Diskusikan KRA dengan Manajer
HR dan manajer harus mendiskusikan KRA dengan karyawan agar tujuan yang ditetapkan selaras dengan strategi perusahaan.
Dalam menentukan kRA, ada baiknya merenungkan pertanyaan berikut:
- Apa tanggung jawab utama Anda?
- Bagaimana peran ini mendukung tujuan perusahaan?
- Tugas mana yang bisa didelegasikan?
- Bagaimana kinerja akan diukur (misal: KPI, metrik engagement, konversi)?
3. Rinci Tugas Spesifik
Setelah mengetahui tanggung jawab utama, HR/manajer perlu merinci tugas spesifik yang benar-benar penting untuk setiap area tanggung jawab.
Pastikan setiap tugas memiliki prioritas jelas dan berdampak langsung pada tujuan perusahaan, seperti meningkatkan engagement, brand awareness, atau konversi penjualan.
Contoh:
KRA social media specialist:
- Membuat 15 konten kreatif per bulan (foto, video, carousel)
Hasil: Konten berkualitas yang konsisten meningkatkan reach hingga 25% per bulan dan mendukung pertumbuhan followers.- Menjalankan kampanye paid ads untuk produk baru
Hasil: Kampanye mencapai target klik dan konversi yang ditetapkan, misalnya meningkatkan penjualan online sebesar 10% selama kampanye.- Menyusun laporan analytics bulanan
Hasil: Laporan menampilkan pertumbuhan engagement, impresi, dan interaksi audiens sehingga manajemen bisa mengambil keputusan berbasis data untuk strategi konten berikutnya.
4. Tentukan KPI untuk Mengukur KRA
Setelah KRA ditetapkan, langkah berikutnya adalah menentukan KPI, yaitu metrik spesifik yang digunakan untuk menilai sejauh mana KRA tercapai.
Walaupun KRA adalah area tanggung jawab utama, KPI berfungsi sebagai pengukuran konkret hasil dari tanggung jawab tersebut. Keduanya saling berkaitan.
Dengan adanya KPI, HR dan manajer dapat mengevaluasi kinerja karyawan secara objektif.
Contoh:
KRA social media specialist:
- KRA: Meningkatkan engagement media sosial
KPI: Engagement rate naik 20% dalam 6 bulan
- KRA: Menambah jumlah followers baru
KPI: Pertumbuhan followers minimal 10% per kuartal
- KRA: Menghasilkan prospek dari media sosial
KPI: Jumlah lead/klik yang berasal dari konten dan kampanye social ads
5. Catat KRA Karyawan
Setelah KRA dan KPI disepakati, langkah berikutnya adalah mencatat KRA karyawan secara resmi dalam sebuah dokumen.
Dokumen ini yang menjadi acuan HR dan manajer saat melakukan review kinerja dan memastikan karyawan bekerja selaras dengan tujuan perusahaan.
Dokumentasi sebaiknya mencakup:
- Nama karyawan
- Departemen
- Supervisor langsung
- Deskripsi peran
- KRA utama
- KPI terkait
- Metode pengukuran dan target
Contoh:
- Nama: Rina Dewi
- Departemen: Marketing
- Supervisor: Marketing Manager
- Role: Social Media Specialist
- KRA Utama: Meningkatkan engagement media sosial 20% dalam 6 bulan
- KPI: Engagement rate, pertumbuhan followers, jumlah lead dari media sosial
- Aktivitas Pendukung: Membuat 15 konten kreatif per bulan, menjalankan kampanye paid ads, menyusun laporan analytics bulanan
Anda bisa membuatnya lebih baik seperti contoh key result area sebagai berikut:

6. Review dan Revisi KRA Secara Berkala
KRA perlu diperbarui sesuai perubahan peran, strategi perusahaan, atau KPI baru. HR/manager harus menentukan frekuensi review agar KRA tetap relevan dan memotivasi karyawan.
Tanpa review, KRA bisa menjadi usang dan tidak lagi relevan dengan strategi perusahaan, membuat karyawan kehilangan fokus.
Contoh:
Setelah 6 bulan, review KRA menunjukkan bahwa engagement sosial media sudah tercapai, jadi fokus bisa pindah ke kampanye video kreatif untuk meningkatkan brand awareness.
Kesalahan Umum dalam Menentukan KRA
Menentukan KRA yang tepat penting untuk memastikan karyawan fokus pada hal-hal yang benar-benar berdampak pada tujuan organisasi.
Namun, banyak HR atau manajer masih membuat kesalahan dalam menetapkannya. Berikut kesalahan umum dan cara menghindarinya:
1. Tidak Selaras dengan Tujuan Organisasi
KRA yang tidak terkait langsung dengan strategi perusahaan membuat karyawan fokus pada aktivitas yang tidak mendukung keberhasilan organisasi.
Cara Menghindari: Pastikan setiap KRA mendukung visi, misi, dan tujuan strategis perusahaan.
Contoh:
❌ Membuat konten media sosial
✅ Meningkatkan engagement media sosial 20% dalam 6 bulan untuk mendukung kampanye branding perusahaan
2. KRA Terlalu Umum atau Kabur
KRA yang tidak jelas membuat karyawan bingung prioritas mana yang harus dikerjakan dan menurunkan produktivitas.
Cara Menghindari: Gunakan prinsip SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).
Contoh:
❌ Meningkatkan kepuasan pelanggan
✅ Menanggapi keluhan pelanggan dalam 24 jam dan menyelesaikan 90% keluhan dalam 72 jam
3. Memberi Terlalu Banyak KRA
Memberikan terlalu banyak KRA bisa membuat karyawan kewalahan, kehilangan fokus, dan sulit mengukur kinerja.
Cara Menghindari: Batasi 4–6 KRA yang paling kritis per peran.
Contoh:
Untuk posisi social media specialist, maka fokus pada:
- Engagement
- Pertumbuhan followers
- Kampanye iklan
- Laporan analytics
4. Menetapkan KRA Tanpa Masukan Karyawan
KRA yang dipaksakan tanpa melibatkan karyawan menurunkan motivasi dan rasa memiliki terhadap pekerjaan.
Cara Menghindari: Libatkan karyawan saat menentukan KRA agar mereka merasa memiliki dan realistis.
Contoh:
Diskusikan target engagement atau jumlah konten per bulan dengan karyawan, bukan hanya ditetapkan sepihak oleh manajer.
5. Fokus pada Tugas, Bukan Tanggung Jawab
KRA seharusnya menggambarkan area tanggung jawab utama, bukan sekadar daftar tugas rutin.
Cara Menghindari: KRA harus outcome-oriented, fokus pada hasil yang memberikan dampak signifikan.
Contoh:
❌ Posting 10 konten per minggu
✅ Meningkatkan engagement followers media sosial 20% dalam 6 bulan
6. Tidak Ada Hasil yang Terukur
KRA tanpa indikator terukur membuat penilaian kinerja subjektif dan membingungkan karyawan.
Cara Menghindari: Tetapkan KPI atau metrik kuantitatif untuk setiap KRA.
Contoh:
❌ Mengelola akun media sosial
✅ Meningkatkan jumlah lead dari media sosial 15% per kuartal
7. KRA Tidak Fleksibel
KRA yang kaku tidak menyesuaikan perubahan bisnis atau peran karyawan sehingga menjadi tidak relevan.
Cara Menghindari: Tinjau dan sesuaikan KRA secara berkala berdasarkan perubahan pasar, strategi, atau tanggung jawab karyawan.
Contoh:
Menyesuaikan target engagement jika strategi marketing berubah dari Instagram menjadi fokus ke TikTok.
Kelola KRA Lebih Mudah dengan KantorKu HRIS
Key result area adalah elemen krusial dalam penilaian kinerja karyawan. Tanpa sistem yang jelas, HR sering kesulitan memantau pencapaian secara objektif dan real-time.
Solusinya, gunakan aplikasi penilaian kinerja karyawan dari KantorKu HRIS yang membuat proses lebih efisien, ringkas, dan tetap akurat.

Fitur KantorKu HRIS untuk Bantu Kelola KRA:
- OKR/KPI berbasis ESS: karyawan dapat mengisi target dan pencapaian langsung lewat HP.
- Dashboard interaktif: memantau performa per tim maupun individu secara real-time.
- Manajemen target fleksibel: manajer bisa menetapkan dan memperbarui KRA/KPI langsung dari dashboard.
- 9-Box Matrix: mempermudah HR mengambil keputusan berbasis data kinerja.
- Pengingat otomatis: memastikan karyawan mengisi OKR/KPI sesuai periode yang ditentukan.
Jika Anda membutuhkan rekomendasi aplikasi performance appraisal, maka KantorKu HRIS jawabannya karena sudah mendapatkan fitur-fitur penilaian kinerja yang lengkap untuk bantu kelola KRA.
Coba sendiri kemudahandengan book demo gratis untuk melihat langsung manfaatnya!
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Referensi:
How To Create a Key Result Area and Why They Are Important | Indeed
Related Articles
Tips Atasi Burnout Syndrome Karyawan Manufaktur yang Wajib Diketahui HR!
5 Hak Karyawan Saat Terkena Layoff: Pesangon, UPMK, hingga Uang Penggantian Hak
