ODP Adalah: Tugas, Syarat, Tahapan, & Gajinya di Perusahaan

ODP adalah program trainee untuk calon pemimpin perusahaan. Gaji ODP bisa Rp5–10 Juta. Seberapa berat seleksinya? Ketahui fakta di sini!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 18 Maret 2026
Key Takeaways
Officer Development Program (ODP) adalah program pelatihan untuk menyiapkan calon pemimpin di perusahaan.
Peserta ODP biasanya fresh graduate atau karyawan potensial.
Program mencakup pelatihan, rotasi kerja, dan pengembangan skill manajerial.
Tujuannya mencetak talent yang siap mengisi posisi strategis.
ODP umum digunakan di perusahaan besar dan BUMN.

Memahami bahwa ODP adalah salah satu strategi rekrutmen paling krusial bagi perusahaan, Anda tentu menyadari bahwa mencetak pemimpin masa depan membutuhkan sistem manajemen yang sangat rapi.

Program Officer Development Program (ODP) adalah sebuah pelatihan dengan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan bisnis Anda di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Berikut adalah panduan komprehensif untuk Anda para pelaku usaha dan praktisi HR dalam memahami seluk-beluk ODP dan bagaimana mengelolanya secara modern.

Apa Itu ODP?

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda perlu memahami definisi dasarnya secara mendalam. ODP adalah kependekan dari Officer Development Program, sebuah program rekrutmen jalur cepat (fast-track) yang dirancang khusus untuk menyaring talenta muda berbakat guna dipersiapkan mengisi posisi manajerial atau pimpinan di masa depan.

Dalam konteks manajemen SDM, program ini bertujuan menciptakan kemandirian operasional melalui kaderisasi internal. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Management Development menekankan bahwa program pengembangan kepemimpinan internal seperti ODP secara signifikan meningkatkan retensi karyawan karena adanya jalur karier yang jelas dibandingkan dengan rekrutmen eksternal untuk posisi senior.

Banner KantorKu HRIS
HR Masih Ribet Urus Absensi & Payroll Manual?

Pakai KantorKu HRIS! Absensi, payroll, dan cuti jadi otomatis dalam satu sistem.

Tujuan Program ODP

Setiap program yang Anda jalankan di perusahaan tentu memiliki target yang spesifik. Dalam penyelenggaraan ODP, Anda tidak hanya mencari staf baru, tetapi membangun fondasi organisasi yang kokoh.

1. Menciptakan Pemimpin Masa Depan yang Kompeten

Program ini dirancang agar Anda bisa mendapatkan kandidat yang memiliki visi sejalan dengan perusahaan sejak dini. Fokus utamanya adalah membentuk individu yang siap mengambil tanggung jawab besar dalam waktu yang relatif singkat.

2. Memperkuat Standarisasi Budaya Kerja Perusahaan

Dengan mendidik kandidat dari nol, Anda memiliki kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai inti dan etika kerja perusahaan secara mendalam sebelum mereka menduduki jabatan strategis.

3. Meningkatkan Inovasi dan Adaptivitas Bisnis

Lulusan ODP biasanya berasal dari generasi muda yang membawa perspektif baru. Kehadiran mereka membantu Anda dalam melakukan transformasi digital dan inovasi produk yang lebih relevan dengan pasar saat ini.

4. Mengurangi Kesenjangan Keterampilan (Skill Gap)

Melalui kurikulum yang terstruktur, Anda bisa memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi teknis dan manajerial yang merata sesuai dengan standar industri yang Anda geluti.

5. Efisiensi Biaya Rekrutmen Jangka Panjang

Meskipun biaya awal ODP cukup besar, memiliki pemimpin yang siap pakai dari dalam jauh lebih hemat dibandingkan harus terus-menerus menggunakan jasa headhunter untuk posisi manajerial.

Tugas dan Tanggung Jawab ODP

Sebagai HR atau pemilik bisnis, Anda harus menetapkan ekspektasi yang jelas. Peserta ODP memiliki beban tanggung jawab yang lebih berat dibandingkan karyawan staf biasa karena mereka sedang dipersiapkan sebagai pengambil keputusan.

1. Menjalani Program On-the-Job Training (OJT)

Tugas yang pertama adalah terkait On-the-Job-Training (OJT), yaitu kandidat harus terjun langsung ke berbagai departemen untuk memahami alur bisnis secara menyeluruh. Hal ini penting agar saat menjadi pemimpin, mereka memahami kendala di lapangan.

  • Melakukan rotasi departemen secara berkala.
  • Menyelesaikan tugas operasional harian di setiap unit kerja.

2. Mengembangkan Kemampuan Leadership yang Kuat

Sesuai definisinya, leadership adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi dan mengarahkan anggota tim menuju tujuan bersama. Peserta ODP wajib mengasah kemampuan ini setiap hari.

  • Memimpin proyek skala kecil selama masa pelatihan.
  • Mengkoordinasikan tim lintas divisi dalam tugas tertentu.

3. Menganalisis dan Memberikan Solusi Strategis

Anda menuntut mereka untuk tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga mampu memberikan masukan berupa analisis data yang membantu efisiensi divisi tempat mereka ditempatkan.

  • Membuat laporan analisis performa unit kerja.
  • Mempresentasikan ide perbaikan sistem kepada manajemen.

4. Menjaga Standar Etika dan Disiplin Tinggi

Karena mereka adalah calon wajah perusahaan, disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi perusahaan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar selama masa program.

  • Memenuhi target Key Performance Indicator (KPI) yang ketat.
  • Menjadi contoh penerapan budaya perusahaan bagi staf lain.

5. Membangun Kolaborasi Lintas Fungsi

Dalam bekerja, manfaat teamwork sangat terasa ketika peserta ODP mampu menjembatani komunikasi antar divisi yang berbeda-beda tanpa ego sektoral.

  • Berpartisipasi aktif dalam rapat koordinasi antar departemen.
  • Membangun relasi profesional yang sehat dengan seluruh level karyawan.

Syarat Mengikuti Program ODP

Untuk mendapatkan talenta terbaik, Anda perlu menetapkan kriteria seleksi yang cukup ketat. Hal ini bertujuan agar investasi pelatihan yang Anda berikan tidak terbuang sia-sia pada kandidat yang kurang kompeten.

1. Latar Belakang Pendidikan yang Relevan

Biasanya, Anda mensyaratkan minimal lulusan Sarjana (S1) atau Magister (S2) dari universitas ternama dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi sebagai indikator awal kecerdasan dan ketekunan.

  • Memiliki ijazah dari program studi yang terakreditasi minimal B atau A.
  • Mencapai standar IPK minimum (biasanya 3.00 untuk S1 dan 3.25 untuk S2).
  • Lulusan dari rumpun ilmu yang sesuai dengan kebutuhan industri perusahaan.

2. Kemampuan Komunikasi dan Bahasa Asing

Di era globalisasi, kemampuan berkomunikasi secara efektif, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, adalah syarat mutlak untuk berinteraksi dengan pemangku kepentingan internasional.

  • Memiliki skor TOEFL atau IELTS dengan angka minimum yang ditetapkan.
  • Mampu melakukan presentasi dan negosiasi secara persuasif.
  • Menguasai tata bahasa formal untuk kebutuhan korespondensi bisnis.

3. Batasan Usia Maksimal

Program ODP umumnya ditujukan untuk fresh graduates atau mereka dengan pengalaman kerja maksimal 2 tahun agar lebih mudah dibentuk sesuai dengan budaya perusahaan Anda.

  • Usia maksimal 25 tahun untuk lulusan S1 pada saat pendaftaran.
  • Usia maksimal 27-28 tahun bagi pelamar yang telah menuntaskan jenjang S2.
  • Belum menikah (beberapa perusahaan menetapkan syarat ini selama masa pendidikan).

4. Keterampilan Analitis dan Problem Solving

Anda membutuhkan kandidat yang memiliki logika berpikir kuat. Dalam hal ini, tes kemampuan kognitif adalah prediktor terbaik untuk keberhasilan kerja dalam program pelatihan manajemen jangka panjang.

  • Mampu mengolah data mentah menjadi informasi yang bermakna bagi bisnis.
  • Memiliki ketajaman logika dalam memecahkan masalah operasional yang kompleks.
  • Cepat dalam mempelajari sistem atau prosedur kerja baru yang diberikan.

5. Kesiapan Penempatan di Seluruh Wilayah Operasional

Program ODP menuntut fleksibilitas tinggi. Kandidat yang Anda pilih harus bersedia ditempatkan di kantor cabang mana pun untuk memahami dinamika bisnis di berbagai lokasi.

  • Menandatangani surat pernyataan kesediaan penempatan di seluruh Indonesia.
  • Memiliki ketahanan mental untuk beradaptasi dengan lingkungan budaya yang berbeda.
  • Bersedia menjalani ikatan dinas dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

Tahapan Seleksi ODP di Perusahaan

Proses seleksi ODP dikenal sangat panjang dan melelahkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa hanya individu dengan mental baja dan kompetensi unggul yang bisa lolos ke tahap akhir.

1. Seleksi Administrasi dan Screening Dokumen

Tahap awal di mana Anda menyaring ribuan pelamar berdasarkan kualifikasi dasar seperti pendidikan, usia, dan pencapaian akademik.

2. Tes Kemampuan Dasar dan Psikotes

Meliputi tes numerik, verbal, dan kepribadian untuk melihat kecocokan karakter kandidat dengan budaya organisasi serta potensi kepemimpinan mereka.

3. Leaderless Group Discussion (LGD) atau FGD

Di sini Anda mengamati bagaimana kandidat berinteraksi dalam tim. Manfaat teamwork terlihat jelas saat mereka berdiskusi mencari solusi atas sebuah studi kasus tanpa ada pemimpin yang ditunjuk secara resmi.

Baca Juga: Apa Itu Leaderless Group Discussion (LGD)? Ini Bedanya dengan FGD

4. Interview User dan Manajemen Senior

Interview user adalah tahap krusial di mana kandidat berhadapan langsung dengan para direksi atau manajer senior untuk menguji visi, ambisi, dan kesiapan mental mereka dalam menghadapi tantangan bisnis.

Baca Juga: 11 Cara Interview Calon Karyawan serta Contoh Pertanyaannya

5. Medical Check-Up (MCU)

Mengingat jadwal pelatihan ODP yang sangat padat, Anda harus memastikan bahwa kandidat memiliki kondisi fisik yang prima agar tidak terhambat selama proses belajar.

Banner KantorKu HRIS
Karyawan Telat? Data Absensi Berantakan?

Pantau absensi real-time & rekap otomatis langsung ke payroll lewat KantorKu HRIS

Perbedaan ODP dan Management Trainee (MT)

Banyak orang sering tertukar antara ODP dan MT. Meskipun keduanya adalah program pengembangan, terdapat perbedaan mendasar pada fokus area dan sektor industrinya.

Pahami kedua perbedaan ODP dan MT berikut ini:

1. Sektor Industri Pengguna

Istilah ODP lebih populer digunakan di sektor perbankan dan lembaga keuangan, sedangkan Management Trainee (MT) lebih umum ditemukan di perusahaan manufaktur, FMCG, atau retail.

2. Fokus Spesialisasi Pekerjaan

ODP biasanya lebih fokus pada pengembangan ahli di bidang perbankan (seperti audit, kredit, atau operasional bank), sementara MT cenderung lebih generalis dan mencakup operasional pabrik, sales, hingga pemasaran.

3. Struktur Kurikulum Pelatihan

Kurikulum ODP sangat kental dengan regulasi keuangan dan manajemen risiko perbankan, sedangkan MT lebih menekankan pada manajemen rantai pasok dan efisiensi produksi.

4. Jenjang Karier Setelah Lulus

Lulusan ODP dipersiapkan untuk mengisi posisi pejabat bank (Officer), sedangkan lulusan MT diarahkan untuk menjadi supervisor atau manajer di lini operasional atau pemasaran.

5. Durasi Program

Meskipun keduanya berkisar antara 6 bulan hingga 2 tahun, ODP seringkali memiliki ikatan dinas yang lebih ketat dengan sanksi pinalti yang lebih spesifik terkait regulasi perbankan.

Baca Juga: 20 Cara Merekrut Karyawan yang Berkualitas & Efektif

Berapa Gaji ODP di Indonesia?

Sebagai HR, Anda tentu menyadari bahwa kompensasi adalah daya tarik utama dalam memenangkan talenta terbaik di pasar kerja

 Gaji ODP di Indonesia tergolong sangat kompetitif dan biasanya berada di atas rata-rata fresh graduate untuk posisi staf administratif biasa karena tanggung jawabnya yang dipersiapkan sebagai pemimpin.

1. Gaji Pokok Selama Masa Pendidikan

Selama menjalani kelas teori atau in-class training, peserta biasanya menerima uang saku atau gaji pokok yang berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp8.000.000, tergantung pada skala dan profitabilitas perusahaan Anda.

  • Pemberian allowance tetap setiap bulan berkisar Rp5.000.000–Rp6.000.000 tanpa potongan biaya pelatihan.
  • Penyesuaian nominal berdasarkan tingkat pendidikan, biasanya lulusan S2 menerima Rp1.000.000–Rp2.000.000 lebih tinggi dari lulusan S1.
  • Pembayaran gaji tetap dihitung penuh sebesar 100% meskipun peserta masih dalam status siswa pelatihan.

2. Tunjangan dan Fasilitas Kesehatan

Selain gaji pokok, Anda juga memberikan fasilitas pendukung yang komprehensif untuk menjamin kesejahteraan peserta selama masa program, terutama bagi mereka yang ditempatkan jauh dari domisili asal.

  • Asuransi kesehatan komersial dengan plafon minimal Rp15.000.000–Rp 30.000.000 per tahun untuk proteksi rawat inap dan jalan.
  • Tunjangan transportasi harian senilai Rp30.000–Rp50.000 atau fasilitas shuttle jemputan selama orientasi lapangan.
  • Penyediaan mess perusahaan atau subsidi tunjangan kost sebesar Rp1.500.000–Rp2.500.000 bagi peserta yang dilatih di luar area domisili.

3. Kenaikan Gaji Setelah Pengangkatan

Setelah lulus dan resmi diangkat menjadi karyawan tetap dengan jabatan setingkat Assistant Manager atau Officer, gaji mereka bisa melonjak signifikan, seringkali mencapai angka dua digit atau di atas Rp10.000.000.

  • Kenaikan gaji pokok berkisar antara 20% hingga 50% (setara Rp2.000.000–Rp4.000.000) dari total uang saku masa pendidikan.
  • Pemberian tunjangan jabatan mulai dari Rp1.500.000–Rp3.000.000 sesuai dengan kompleksitas divisi penempatan.
  • Penyesuaian gaji bruto hingga mencapai rentang Rp10.000.000–Rp15.000.000 untuk level pimpinan pemula di industri perbankan.

4. Bonus Performa dan Insentif

Peserta ODP yang menunjukkan prestasi gemilang selama masa On-the-Job Training (OJT) seringkali berhak mendapatkan bonus kinerja atau insentif tambahan sesuai dengan kebijakan yang Anda tetapkan.

  • Bonus tahunan atau tantiem yang bisa mencapai 3 hingga 6 kali lipat gaji (estimasi Rp30.000.000–Rp60.000.000) dalam satu tahun fiskal.
  • Insentif proyek sebesar Rp2.000.000–Rp5.000.000 jika peserta berhasil mencapai target efisiensi di unit penempatan.
  • Penghargaan uang tunai senilai Rp5.000.000–Rp10.000.000 bagi lulusan terbaik (best trainee) pada seremoni kelulusan.

5. Dana Pensiun dan Investasi Jangka Panjang

Banyak perusahaan besar yang sudah menyertakan program jaminan masa depan bagi peserta ODP sejak dini sebagai bentuk komitmen jangka panjang perusahaan terhadap kesejahteraan mereka.

  • Iuran BPJS Ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT) dan Jaminan Pensiun senilai 5.7%–8% dari upah yang dibayarkan penuh oleh perusahaan.
  • Kepesertaan DPLK dengan iuran subsidi perusahaan sebesar Rp500.000–Rp1.000.000 per bulan sebagai tabungan masa tua.
  • Fasilitas pinjaman karyawan dengan bunga rendah, seperti KPR dengan plafon hingga Rp500.000.000+ setelah masa ikatan dinas tertentu selesai.

Contoh Perusahaan yang Membuka Program ODP

Hampir semua bank besar di Indonesia menggunakan jalur ODP untuk mencari pemimpin masa depan mereka. Program ini telah terbukti sukses mencetak banyak direksi bank ternama karena kurikulumnya yang sangat komprehensif dan berstandar internasional.

1. Bank Mandiri (Officer Development Program)

Salah satu tolok ukur ODP di Indonesia yang memiliki berbagai spesialisasi seperti General, IT, dan Risk Management untuk mendukung operasional bank dengan aset terbesar di tanah air.

  • Menawarkan jalur spesifik seperti ODP Wholesale Banking dan ODP Retail Banking.
  • Memberikan pelatihan intensif selama 1 tahun yang mencakup teori di kelas dan OJT.
  • Kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pendidikan lanjutan bagi lulusan dengan performa terbaik.

Baca Juga: Mengenal Payroll Mandiri, Ini Fitur, Keuntungan, dan Cara Kelolanya

2. Bank BNI (Officer Development Program)

BNI secara rutin membuka lowongan ODP untuk mencari kandidat yang siap ditempatkan di berbagai divisi strategis, baik di kantor pusat maupun kantor cabang seluruh Indonesia, bahkan kantor cabang luar negeri.

  • Memiliki cakupan penempatan yang luas hingga ke kantor cabang luar negeri seperti London, New York, dan Seoul.
  • Kurikulum pengembangan mencakup aspek perbankan global dan transaksi internasional.
  • Menyediakan mentor dari kalangan manajemen senior untuk membimbing perkembangan karier peserta secara langsung.

3. Bank BTN (Officer Development Program)

Fokus pada pengembangan tenaga profesional di bidang pembiayaan perumahan dan perbankan konsumen, BTN menawarkan jalur karier yang menjanjikan bagi para lulusan muda yang ingin mendalami industri properti.

  • Fokus utama pada keahlian analisis kredit properti dan manajemen aset perumahan.
  • Menjalin kerjasama dengan lembaga perumahan internasional untuk memperkaya wawasan peserta.
  • Jenjang karier yang sangat terukur dengan peluang menjadi pimpinan cabang dalam waktu relatif singkat.

4. Bank BRI (BRILian Future Leader Program)

Walaupun menggunakan nama yang sedikit berbeda, konsepnya tetap sama yaitu menjaring talenta terbaik untuk menjadi pemimpin di bank dengan jaringan terluas di Indonesia hingga ke pelosok daerah.

  • Mengandalkan kekuatan pada sektor Micro Finance dan pemberdayaan UMKM di Indonesia.
  • Peserta akan mendapatkan pengalaman unik mengelola portofolio nasabah kecil hingga skala menengah.
  • Fasilitas pengembangan berbasis digital yang sangat kuat untuk mendukung transformasi perbankan modern.

Baca Juga: Apa Itu Payroll BRI? Ini Fitur, Cara Kerja, Biaya, dan Kelebihannya

5. Bank BCA (Management Development Program)

BCA memiliki standar seleksi yang sangat tinggi dalam program pengembangan mereka untuk memastikan layanan nasabah tetap berada di level tertinggi melalui kepemimpinan yang solid.

  • Kurikulum pelatihan selama satu tahun yang dikenal sangat disiplin dan berorientasi pada kualitas layanan.
  • Fokus pada inovasi perbankan digital dan keamanan siber sebagai respon terhadap tren pasar.
  • Budaya kerja yang inklusif dan dinamis, menjadikannya salah satu tempat kerja paling diminati oleh generasi muda.

Peran HRIS dalam Mendukung Program ODP di Perusahaan

Mengelola puluhan hingga ratusan peserta ODP secara manual akan membuat tim HR Anda kewalahan.

Di sinilah teknologi memainkan peran penting dalam memastikan program berjalan efektif dan transparan. Dengan sistem yang tepat, Anda bisa memantau perkembangan setiap kandidat secara real-time.

Mengutip dari Paychex, Penggunaan sistem manajemen SDM berbasis teknologi mampu memangkas waktu pengerjaan administrasi manual sebesar 40%. Selain itu, perusahaan yang beralih ke HRIS melaporkan peningkatan akurasi data karyawan hingga 90% dibandingkan sistem manual.

Mengelola program rekrutmen tingkat tinggi seperti ODP memang menantang, namun dengan dukungan teknologi yang tepat, beban administrasi Anda akan berkurang drastis.

Jika Anda membutuhkan HRIS yang mempermudah pekerjaan HR mulai dari absensi hingga payroll, maka adalah KantorKu HRIS solusinya:

  • Pemantauan KPI yang Akurat: Menggunakan aplikasi kpi memudahkan Anda dalam melacak target harian dan capaian kompetensi peserta ODP secara otomatis. Jika Anda ingin mencoba, tersedia juga pilihan aplikasi kpi gratis untuk memulai digitalisasi performa.
  • Manajemen Data yang Terorganisir: Semua dokumen, sertifikat pelatihan, dan kontrak ikatan dinas tersimpan rapi dalam aplikasi database karyawan perusahaan sehingga risiko data hilang atau terselip bisa dihindari. Bagi UMKM, Anda bisa memanfaatkan aplikasi database karyawan gratis sebagai langkah awal.
  • Kemandirian Administrasi: Melalui aplikasi employee self service, peserta ODP dapat mengelola absensi, mengajukan izin, hingga melihat slip gaji mereka sendiri tanpa harus terus-menerus bertanya pada tim HR.
  • Otomatisasi Payroll: Perhitungan gaji, tunjangan OJT, dan pinalti ikatan dinas menjadi lebih praktis dan minim kesalahan (human error).

Sudah saatnya Anda meninggalkan cara-cara lama yang tidak efisien. Jangan ragu untuk klik Aplikasi HRIS ketika terbesit untuk beralih ke sistem HRIS dari manual demi efektivitas bisnis Anda di masa depan. Kunjungi KantorKu HRIS sekarang dan rasakan kemudahannya!

Banner KantorKu HRIS
Rekrutmen Lama & HR Kewalahan?

Percepat hiring dengan sistem terintegrasi dalam satu platform di KantorKu HRIS

Sumber:

Paychex. Benefits of HR automation: How it improves efficiency and accuracy. Paychex.https://www.paychex.com/articles/human-resources/benefits-of-hr-automation

Bagikan

Related Articles

20 Contoh Company Profile Perusahaan Terbaik & Cara Membuatnya

Temukan contoh company profile terbaik dari perusahaan besar, seperti Paragon, Google, Garudafood dan lainnya. Cek cara membuatnya!
18 Maret 2026

Fraud Adalah: Jenis, Contoh & Cara Mencegahnya di Perusahaan

Fraud adalah kecurangan yang merugikan perusahaan hingga 7,7% pendapatan. Kenali jenis, contoh kasus, dan tanda awalnya di perusahaan!
18 Maret 2026

Reksa Dana Adalah: Jenis, Kelebihan, Cara Kerja & Risikonya

Reksa dana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana investor & dikelola manajer investasi. Simak jenis, keunggulan, risiko & cara investasinya.
18 Maret 2026