10 Contoh Surat Perjanjian Sewa Ruko, Kantor, Kendaraan, Rumah

Kumpulan contoh surat perjanjian sewa tanah, gedung, kendaraan dan lainnya. Tersedia template PDF dan Word siap pakai. Unduh gratis!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 27 Maret 2026
Key Takeaways
Surat perjanjian sewa adalah dokumen legal yang mengikat pemilik dan penyewa aset.
Komponen dalam surat meliputi identitas para pihak, objek sewa, durasi, nilai sewa, hingga hak dan kewajiban.
Surat perjanjian dianggap sah secara hukum jika ditandatangani oleh kedua belah pihak di atas materai.
Format dokumen PDF ideal untuk versi final agar tidak dapat diubah.
Objek sewa harus dijelaskan secara detail mencakup alamat lengkap hingga status legalitas.

Surat perjanjian sewa adalah dokumen yang mengikat hubungan antara penyewa aset dan pemilik aset.

Biasanya surat ini dibuat untuk meresmikan kesepakatan, misalnya saat menyewa ruko, gedung kantor, peralatan, dan masih banyak lagi.

Meski bentuknya hanya berupa kertas, dokumen ini memiliki dasar hukum yang kuat guna melindungi kedua belah pihak. 

Jika tidak ada perjanjian sewa yang tertulis, risiko kerugian akibat sewa-menyewa bisa meningkat. 

Untuk itu, mari pahami seperti apa contoh surat perjanjian sewa dan cara membuatnya!

Apa Itu Surat Perjanjian Sewa?

Surat perjanjian sewa adalah dokumen tertulis yang berisi kesepakatan antara pihak penyewa dan pemilik aset terkait penggunaan suatu properti dalam jangka waktu tertentu. 

Dokumen ini bersifat legal dan mengikat, sehingga dapat digunakan sebagai bukti jika terjadi sengketa di kemudian hari.

Surat ini sering digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti saat sewa apartemen bulanan, ruko untuk kebutuhan usaha atau tanah untuk proyek.

Biasanya surat ini dicetak dalam bentuk fisik, tetapi ada juga surat yang berbentuk digital dalam format PDF untuk memudahkan akses kapan saja.

Banner KantorKu HRIS
Fokus Ekspansi Kantor Baru, Biarkan Administrasi HR Berjalan Otomatis.

KantorKu HRIS bisa mengotomatisasi tugas rutin HR sehingga Anda bisa fokus memperluas jangkauan bisnis dengan tenang.

Struktur Surat Perjanjian Sewa

Agar sah, surat perjanjian sewa harus memiliki struktur yang sistematis. Struktur ini membantu memastikan semua poin penting tercantum dan tidak menimbulkan multitafsir.

Adapun struktur umum yang biasanya tercantum dalam surat perjanjian sewa yaitu:

1. Judul Perjanjian

Judul berfungsi untuk menjelaskan jenis dokumen secara spesifik, misalnya “Surat Perjanjian Sewa Rumah” atau “Surat Perjanjian Sewa Ruko”. 

Penulisan biasanya diletakkan di bagian paling atas dan menggunakan huruf kapital agar terlihat formal. 

Contoh:

SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH


2. Identitas Para Pihak

Bagian ini memuat informasi lengkap penyewa dan pemilik, seperti nama, alamat, dan nomor identitas. 

Penulisannya harus detail dan sesuai data resmi agar memiliki kekuatan hukum. Jika tidak lengkap, perjanjian bisa dianggap tidak valid.

Contoh:

Pihak Pertama: Budi Santoso, beralamat di Jakarta…

Pihak Kedua: Andi Wijaya, beralamat di Bandung…

3. Objek Sewa

Objek sewa menjelaskan aset yang disewakan secara detail, baik rumah, apartemen, maupun tanah. 

Informasi seperti alamat, luas, dan kondisi bangunan wajib dicantumkan. Tujuannya untuk menghindari sengketa di kemudian hari.

Contoh:

Objek sewa berupa 1 unit rumah di Jl. Melati No. 10, luas 120 m².

4. Durasi Sewa

Bagian ini menjelaskan jangka waktu sewa, apakah bulanan atau tahunan. Penulisan harus mencantumkan tanggal mulai dan berakhir secara jelas. Biasanya informasi ini dicantumkan dalam surat perjanjian sewa apartemen bulanan.

Contoh:

Masa sewa berlaku mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2026.

5. Nilai dan Metode Pembayaran

Bagian ini menjelaskan jumlah biaya sewa dan cara pembayarannya, yang isinya mencakup ketentuan deposit. Bagian ini perlu dibuat transparan untuk menghindari konflik.

Contoh:

Biaya sewa sebesar Rp50.000.000 per tahun dibayar di muka.

6. Hak dan Kewajiban

Bagian ini menjelaskan tanggung jawab masing-masing pihak selama masa sewa. Isinya bisa mencakup perawatan properti hingga penggunaan fasilitas. Penulisan harus jelas agar tidak menimbulkan multitafsir.

Contoh:

Penyewa wajib menjaga kebersihan dan tidak merusak properti.

7. Sanksi dan Denda

Bagian ini berisi konsekuensi jika terjadi pelanggaran dalam perjanjian. Misalnya keterlambatan pembayaran atau kerusakan bangunan. Bagian ini penting sebagai perlindungan hukum.

Contoh:

Denda keterlambatan pembayaran sebesar 5% per bulan.

8. Penutup dan Tanda Tangan

Bagian akhir yang mengesahkan dokumen secara hukum. Harus ditandatangani kedua pihak di atas materai. Tanpa tanda tangan, perjanjian tidak memiliki kekuatan hukum.

Contoh:

Tanda Tangan Surat Perjanjian Sewa | Sumber: Scribd

Baca Juga: 10 Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama serta Template [+Link Download] 

Komponen dalam Surat Perjanjian Sewa

Selain struktur, terdapat beberapa komponen yang wajib Anda pastikan ada dalam surat perjanjian sewa. 

Komponen ini akan menentukan apakah perjanjian tersebut lengkap dan dapat digunakan secara legal, di antaranya:

1. Identitas Lengkap Pihak

Komponen ini berisi data lengkap pemilik dan penyewa seperti nama, alamat, dan nomor identitas. Penulisan harus sesuai dokumen resmi agar sah secara hukum. 

Contoh:

Contoh Identitas Lengkap Pihak | Sumber: Scribd

2. Alamat Properti

Alamat properti harus ditulis lengkap dan jelas. Hal ini untuk memastikan objek sewa tidak ambigu. Komponen ini wajib dibuat detail, apalagi dalam surat perjanjian sewa tanah maupun bangunan.

Contoh:

Pihak pertama bertindak atas nama sendiri dan atas nama keluarga menyewakan sepetak tanah dengan alamat JI Raya Lateng RT 01 RW 01 Dusun Lateng yaitu di timur jalan raya atau depan KUD Suronggant yang selanjutnya disebut tanah sewa kepada Pihak Kedua

3. Spesifikasi dan Kondisi Bangunan

Komponen ini menjelaskan detail bangunan seperti luas, jumlah lantai, fasilitas, hingga kondisi. Penulisan ini membantu menghindari kesalahpahaman antara kedua pihak. 

Contoh:

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA. Kedua belah pihak telah sepakat mengadakan perjanjian sewa/kontrak gedung yang terletak di JI. Perintis Kemerdekaan No. 18 (delapan belas) A Padang.

4. Legalitas Bangunan

Menunjukkan status hukum properti seperti SHM atau IMB. Hal ini penting untuk memastikan properti legal dan aman disewakan. Komponen ini sering diabaikan padahal sangat krusial.

Contoh:

Bangunan ini dilindungi Sertifikat Hak Milik No. 12345 yang terlampir di belakang surat.

5. Biaya Sewa

Biaya sewa menjelaskan nominal sewa dan sistem pembayaran. Isinya harus mencakup detail, termasuk biaya tambahan seperti listrik atau air jika ada. 

Contoh:

Harga sewa yang disepakati adalah Rp.5.000.000,- (lima juta rupiah) selama 10 (sepuluh) tahun dibayar lunas pada saat perjanjian ini ditandatangani.

6. Jangka Waktu Sewa

Bagian ini menentukan durasi sewa secara detail. Harus mencantumkan tanggal mulai dan berakhir. Ini mempengaruhi hak penggunaan properti.

Contoh:

Periode sewa tanah sewa tersebut adalah 10 (sepuluh) tahun terhitung mulai perjanjian ini ditandatangani dengan opsi bisa diperpanjang sesuai kesepakatan di kemudian hari.

7. Ketentuan Tambahan

Berisi aturan tambahan seperti renovasi atau perubahan bangunan. Biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pihak. Hal ini membuat perjanjian lebih fleksibel.

Contoh:

Segala bentuk perubahan yang akan dilakukan Pihak Kedua baik berupa pembangunan gedung, pemasangan listrik PLN dan segala sesuatu yang berada di bangunan tersebut adalah hak milik Pihak Kedua.

Banner KantorKu HRIS
Fokus Ekspansi Kantor Baru, Biarkan Administrasi HR Berjalan Otomatis.

KantorKu HRIS bisa mengotomatisasi tugas rutin HR sehingga Anda bisa fokus memperluas jangkauan bisnis dengan tenang.

Cara Membuat Surat Perjanjian Sewa

Membuat surat perjanjian sewa tidak harus rumit, tetapi harus detail dan sistematis. Anda bisa mengikuti langkah berikut agar hasilnya sah secara hukum:

1. Tentukan Jenis Sewa

Tentukan terlebih dahulu jenis properti yang akan disewakan, apakah rumah, ruko, apartemen, atau tanah, karena masing-masing memiliki karakteristik dan kebutuhan klausul yang berbeda. 

Jenis sewa ini akan memengaruhi struktur isi dokumen, termasuk detail penggunaan, durasi, hingga tanggung jawab penyewa. 

Misalnya, surat perjanjian sewa ruko biasanya memuat klausul aktivitas bisnis yang tidak ditemukan dalam sewa hunian.

2. Kumpulkan Data Lengkap

Siapkan seluruh data penyewa dan pemilik secara lengkap, mulai dari nama, alamat, nomor identitas, hingga kontak yang bisa dihubungi. 

Pastikan data tersebut sesuai dengan dokumen resmi seperti KTP agar memiliki kekuatan hukum. Kelengkapan data ini menjadi dasar legalitas jika terjadi sengketa di kemudian hari.

3. Susun Draft Dokumen

Setelah semua data terkumpul, Anda bisa mulai menyusun draft ke template yang sudah tersedia.

Pastikan draft sudah mencakup struktur seperti identitas, objek sewa, durasi, hingga pembayaran. 

Dengan draft yang rapi, Anda tinggal menyesuaikan isi sesuai kebutuhan tanpa mengulang dari awal.

4. Tambahkan Klausul Penting

Pastikan Anda memasukkan seluruh klausul yang diperlukan, seperti nilai sewa, metode pembayaran, sanksi, hak dan kewajiban, hingga ketentuan tambahan lainnya. 

Gunakan bahasa yang jelas dan tidak ambigu agar tidak menimbulkan multi tafsir antara kedua pihak. Semakin detail isi klausul, semakin kecil risiko konflik selama masa sewa berlangsung.

5. Review dan Legalisasi

Periksa kembali seluruh isi dokumen secara menyeluruh sebelum ditandatangani, termasuk data, nominal, dan ketentuan yang tercantum. 

Pastikan tidak ada kesalahan penulisan atau poin yang terlewat agar perjanjian tetap kuat secara hukum. 

Setelah itu, lakukan penandatanganan di atas materai agar dokumen memiliki kekuatan hukum yang sah dan mengikat kedua belah pihak.

10 Contoh Surat Perjanjian Sewa

Agar Anda lebih mudah memahami penerapannya, mari lihat beberapa contoh surat perjanjian sewa berdasarkan berbagai kebutuhan, mulai dari sewa ruko, kantor, tanah, dan lainnya:

1. Contoh Surat Perjanjian Sewa Ruko

Contoh ini digunakan untuk kebutuhan usaha yang membutuhkan tempat operasional seperti toko atau kantor kecil. 

Isi perjanjiannya biasanya lebih kompleks karena mencakup aktivitas bisnis dan tanggung jawab penggunaan properti. 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Ruko | Sumber: Scribd

2. Contoh Surat Perjanjian Sewa Kantor

Perjanjian ini umumnya digunakan oleh perusahaan untuk menyewa ruang kerja dalam jangka waktu tertentu. Isinya mencakup ketentuan fasilitas, penggunaan ruang, hingga aturan lingkungan kerja.

Contoh Surat Perjanjian Sewa Kantor | Sumber: Scribd

3. Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah

Jenis ini digunakan untuk kebutuhan hunian, baik jangka pendek maupun panjang. Isi perjanjian biasanya lebih sederhana, tetapi tetap harus jelas mengenai pembayaran dan penggunaan rumah. 

Contoh:

SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH

Pada hari ini, Senin, 1 Januari 2026, telah disepakati perjanjian sewa rumah antara:

PIHAK PERTAMA (Pemilik Rumah):

  • Nama: Siti Rahmawati
  • Alamat: Jl. Melati No. 12, Bandung
  • No. KTP: 320xxxxxxxxxxxxx

PIHAK KEDUA (Penyewa):

  • Nama: Andi Saputra
  • Alamat: Jl. Anggrek No. 5, Bandung
  • No. KTP: 327xxxxxxxxxxxxx

Kedua pihak sepakat dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Objek sewa berupa 1 unit rumah tinggal di Jl. Melati No. 12, Bandung, dengan luas bangunan ± 90 m² dan terdiri dari 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan listrik 2200 watt.
  • Rumah disewakan untuk keperluan hunian pribadi dan tidak diperbolehkan digunakan untuk kegiatan usaha tanpa izin tertulis dari pemilik.
  • Masa sewa berlaku selama 1 (satu) tahun, terhitung mulai 1 Januari 2026 sampai dengan 31 Desember 2026.
  • Biaya sewa sebesar Rp30.000.000 (tiga puluh juta rupiah) per tahun dan dibayarkan di muka.
  • Penyewa memberikan deposit sebesar Rp5.000.000 yang akan dikembalikan di akhir masa sewa jika tidak terdapat kerusakan.
  • Biaya listrik, air, dan iuran lingkungan menjadi tanggung jawab penyewa selama masa sewa berlangsung.
  • Penyewa wajib menjaga kondisi rumah dan tidak melakukan perubahan permanen tanpa izin pemilik.
  • Jika terjadi kerusakan akibat kelalaian penyewa, maka biaya perbaikan menjadi tanggung jawab penyewa.
  • Penyewa tidak diperbolehkan mengalihkan atau menyewakan kembali rumah kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari pemilik.
  • Apabila penyewa terlambat melakukan pembayaran, maka dikenakan denda sebesar 5% dari nilai sewa.
  • Perjanjian ini dibuat atas kesepakatan bersama tanpa paksaan dari pihak manapun.

Demikian perjanjian ini dibuat untuk dipatuhi oleh kedua belah pihak.

Bandung, 1 Januari 2026

PIHAK PERTAMA         PIHAK KEDUA

(tanda tangan)                (tanda tangan)

4. Contoh Surat Perjanjian Sewa Bangunan

Contoh berikutnya bisa Anda pakai untuk menyewa bangunan secara umum, baik untuk usaha maupun keperluan lainnya. Biasanya mencakup detail kondisi bangunan dan aturan penggunaannya. 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Bangunan | Sumber: Scribd

5. Contoh Surat Perjanjian Sewa Tanah

Surat ini digunakan untuk penyewaan lahan kosong yang biasanya dimanfaatkan untuk bisnis atau proyek tertentu. 

Perjanjian ini perlu menjelaskan secara detail penggunaan tanah dan batasannya. Dengan begitu, kedua pihak memiliki kejelasan hak dan kewajiban.

Contoh:

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH

Pada hari ini, Senin, 1 Januari 2026, telah disepakati perjanjian antara:

A. IDENTITAS PIHAK

  • Pihak Pertama (Pemilik Tanah)
    • Nama: Hendra Gunawan
    • Alamat: Jl. Raya Cibubur No. 45, Jakarta Timur
    • No. KTP: 317xxxxxxxxxxxxx
  • Pihak Kedua (Penyewa)
    • Nama Perusahaan: PT Maju Jaya Properti
    • Alamat: Jl. Sudirman No. 88, Jakarta Selatan
    • NPWP: 01.xxx.xxx.x-xxx.xxx

B. DETAIL OBJEK SEWA

  • Lokasi tanah: Jl. Raya Cibubur No. 45, Jakarta Timur
  • Luas tanah: ± 1.500 m²
  • Status kepemilikan: Sertifikat Hak Milik (SHM)
  • Kondisi tanah: Kosong dan siap digunakan
  • Batas tanah:
    • Utara: Jalan umum
    • Selatan: Tanah warga
    • Timur: Sungai kecil
    • Barat: Lahan kosong

C. TUJUAN PENGGUNAAN

  • Digunakan untuk pembangunan gudang penyimpanan barang
  • Tidak diperbolehkan digunakan untuk kegiatan yang melanggar hukum
  • Harus sesuai dengan perizinan yang berlaku

D. JANGKA WAKTU SEWA

  • Masa sewa: 3 (tiga) tahun
  • Periode: 1 Januari 2026 – 31 Desember 2028
  • Perpanjangan dapat dilakukan dengan persetujuan tertulis

E. BIAYA SEWA DAN PEMBAYARAN

  • Biaya sewa: Rp150.000.000 per tahun
  • Sistem pembayaran: Dibayar di muka setiap tahun
  • Metode pembayaran: Transfer ke rekening pemilik
  • Deposit: Rp30.000.000 (dikembalikan jika tidak ada kerusakan)

F. HAK DAN KEWAJIBAN

  • Pihak Pertama:
    • Menjamin tanah tidak dalam sengketa
    • Memberikan akses penggunaan sesuai perjanjian
  • Pihak Kedua:
    • Menggunakan tanah sesuai tujuan
    • Menjaga kondisi tanah dan lingkungan
    • Mengurus seluruh perizinan

G. KETENTUAN PEMBANGUNAN

  • Penyewa diperbolehkan membangun sesuai kebutuhan proyek
  • Perubahan permanen harus mendapat izin tertulis pemilik
  • Bangunan setelah masa sewa berakhir akan disepakati bersama

H. LARANGAN

  • Tidak boleh mengalihkan hak sewa ke pihak lain
  • Tidak boleh mengubah fungsi tanah tanpa izin
  • Tidak boleh digunakan untuk kegiatan ilegal

I. SANKSI

  • Denda keterlambatan pembayaran: 5% per bulan
  • Pelanggaran perjanjian dapat menyebabkan pemutusan kontrak
  • Kerugian akibat pelanggaran menjadi tanggung jawab pihak terkait

J. PENUTUP

  • Perjanjian dibuat secara sadar tanpa paksaan
  • Berlaku sebagai dokumen sah setelah ditandatangani

Jakarta, 1 Januari 2026

PIHAK PERTAMA       PIHAK KEDUA

(tanda tangan)          (tanda tangan)

6. Contoh Surat Perjanjian Sewa Apartemen Bulanan

Jenis ini lebih banyak digunakan untuk hunian sementara dengan sistem pembayaran bulanan. Perjanjian biasanya mencakup fasilitas yang disediakan dan aturan penggunaan unit. 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Apartemen Bulanan | Sumber: Scribd

7. Contoh Surat Perjanjian Sewa Tempat Usaha

Surat perjanjian ini biasa untuk berbagai jenis usaha selain ruko, seperti kios atau booth. Isi perjanjian biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan operasional bisnis yang dijalankan. 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Tempat Usaha | Sumber: Scribd

8. Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil

Perjanjian ini digunakan untuk penyewaan kendaraan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya isinya mencakup kondisi kendaraan, durasi sewa, dan tanggung jawab pengguna. 

Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil | Sumber: Scribd

9. Contoh Surat Perjanjian Sewa PDF

Format PDF biasanya untuk dokumen yang sudah final dan siap dicetak. File ini tidak mudah diubah sehingga lebih aman untuk keperluan legal. 

10. Contoh Surat Perjanjian Sewa Word

Format Word bisa dipilih untuk dokumen yang masih perlu diedit. Anda bisa dengan mudah mengubah isi sesuai kebutuhan sebelum dicetak. Format ini fleksibel untuk berbagai jenis perjanjian sewa.

Baca Juga: 6 Contoh MoU Kerja Sama Sederhana Bisnis, Ada Template PDF & Word! 

Download Template Contoh Surat Perjanjian Sewa

Untuk mempermudah, Anda bisa menggunakan template yang sudah tersedia di artikel ini. Template ini membantu Anda menghemat waktu dan memastikan struktur dokumen sudah benar.

Jika ingin mengunduh, bisa langsung isi nama Anda di formulir berikut agar bisa mendapatkan akses ke Google Drive:

Selagi Fokus Ekspansi Bisnis, Biarkan KantorKu HRIS Urus Administrasi SDM Anda!

Dokumen seperti surat perjanjian sewa selalu dibutuhkan untuk kebutuhan legalitas. Namun tidak jarang HR tidak punya waktu untuk membuatnya karena terlalu disibukkan dengan administrasi bisnis.

Solusinya, lebih baik otomatisasi pengerjaan administrasi bisnis seperti rekap absensi, perhitungan gaji, hingga manajemen data karyawan dengan KantorKu HRIS.

KantorKu HRIS adalah aplikasi HRIS yang memungkinkan perhitungan gaji otomatis dan penyimpanan data karyawan secara digital.

Dashboard KantorKu HRIS

Beberapa fitur unggulan dari KantorKu HRIS di antaranya:

  • Payroll Otomatis: Hitung gaji, pajak, dan BPJS secara otomatis sesuai regulasi.
  • Absensi Terintegrasi: Data kehadiran langsung masuk ke sistem payroll.
  • Slip Gaji Digital: Karyawan bisa mengakses slip gaji kapan saja dari ponsel masing-masing.
  • Manajemen Karyawan: Data karyawan tersimpan rapi dan mudah diakses.
  • KPI & Performance: Pantau performa karyawan dan tim secara objektif melalui satu dashboard.

Dengan KantorKu HRIS, Anda tidak perlu lagi repot mengurus administrasi secara manual. Ingin melihat langsung bagaimana sistem ini bekerja? 

Anda bisa langsung book demo gratis untuk merasakan kemudahan mengelola administrasi bisnis tanpa ribet.

Banner KantorKu HRIS
Fokus Ekspansi Kantor Baru, Biarkan Administrasi HR Berjalan Otomatis.

KantorKu HRIS bisa mengotomatisasi tugas rutin HR sehingga Anda bisa fokus memperluas jangkauan bisnis dengan tenang.

Bagikan

Related Articles

Cara Membuat NPWP secara Online & Offline. Siapkan Syaratnya

Cara membuat NPWP bisa secara online dan offline. Ikuti langkah-langkah dan syarat pendaftaran NPWP untuk pribadi dan perusahaan di sini.

Cara Menghitung Absensi Karyawan dengan Excel, Ini Rumus & Contohnya!

Cara menghitung absensi karyawan dengan Excel lengkap dengan rumus, contoh, dan template. Hitung kehadiran, jam kerja, hingga payroll lebih akurat.

15 Contoh Surat Perintah Tugas, Dinas, Lembur (+Template Word/PDF)

Kumpulan contoh surat perintah untuk berbagai kebutuhan, dari lembur, dinas, audit, pelatihan, dll. Pahami cara membuat atau unduh template-nya!