4 Cara Hitung Gaji Karyawan Part Time berdasarkan Jam, Hari, Bulan

Cara hitung gaji karyawan part time bisa dengan menghitung sesuai total jam, hari, atau bulan bekerja. Cek rumus dan contoh perhitungannya!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 25 Maret 2026
Key Takeaways
Karyawan part time adalah pekerja dengan jam kerja lebih singkat dari full time.
Gaji part time per jam dihitung dengan mengalikan tarif per jam dengan total jam kerja karyawan.
Gaji part time per hari sering digunakan untuk staf event.
Sistem prorata (bulanan) diterapkan jika karyawan part time memiliki jadwal tetap.
Faktor penentu gaji meliputi lokasi kerja, jenis pekerjaan, tingkat keahlian, atau urgensi waktu kerja.

Tenaga part time masih sering dibutuhkan pada saat perusahaan sedang ramai. Namun satu hal yang sering luput dari perhatian adalah sistem penggajiannya.

Meski hanya kerja paruh waktu, Anda tidak bisa sembarangan menetapkan angka gaji yang diberikan kepada pekerja.

Gaji karyawan part time tetap mengacu pada standar penggajian yang ditetapkan oleh pemerintah, hanya saja dihitung berdasarkan total jam kerja yang dikerjakan.

Daripada bingung, mari simak cara hitung gaji karyawan part time sesuai regulasi terbaru dan contoh penerapannya!

Apa Itu Karyawan Part Time?

Karyawan part time adalah jenis pekerja yang memiliki jam kerja lebih sedikit dibandingkan karyawan full time, biasanya kurang dari 30–35 jam per minggu. 

Kerja part time sering diartikan sebagai pekerjaan dengan durasi fleksibel, misalnya hanya 3–5 jam per hari atau beberapa hari dalam seminggu, tergantung kebutuhan operasional perusahaan.

Jenis pekerjaan ini banyak ditemukan di berbagai sektor seperti retail, restoran, layanan pelanggan, hingga event

Berbeda dengan karyawan tetap, pekerja part time umumnya tidak terikat kontrak jangka panjang dan bisa bekerja berdasarkan kesepakatan langsung dengan pemberi kerja, termasuk terkait upah, jadwal kerja, dan fasilitas yang diterima.

Dari sisi penggajian, karyawan part time dibayar dengan gaji per jam atau per hari, lalu diakumulasi sesuai total kehadiran atau jam kerja.

Secara umum, berikut karakteristik karyawan part time:

  • Jam kerja lebih singkat dibanding full time (±3–5 jam per hari)
  • Jadwal kerja fleksibel dan bisa berubah
  • Penggajian berbasis jam, hari, atau prorata bulanan
  • Umumnya tidak mendapatkan tunjangan lengkap seperti karyawan tetap
  • Banyak digunakan untuk kebutuhan operasional tertentu (shift tambahan, peak hours, dll)
Banner KantorKu HRIS
Kelola Gaji Karyawan Part-Time Lebih Mudah!

KantorKu HRIS dirancang untuk mengelola penghasilan tidak tetap. Cukup pantau jam kerja di dashboard dan sistem otomatis menghitung upah secara proporsional.

Sistem Penggajian Karyawan Part Time

Sebelum masuk ke cara hitung gaji karyawan part time, Anda perlu memahami bahwa sistem penggajian part time tidak hanya satu jenis. Setiap metode memiliki pendekatan, acuan, serta contoh penerapan yang berbeda tergantung kebutuhan bisnis.

Berikut penjelasan lengkap tiap sistemnya:

1. Gaji Per Jam

Sistem gaji per jam adalah metode paling umum, khususnya untuk bisnis seperti kafe, restoran, atau retail yang membutuhkan fleksibilitas tinggi.

Dalam sistem ini, gaji dihitung berdasarkan total jam kerja aktual karyawan. Artinya, semakin banyak jam kerja, semakin besar total gaji yang diterima.

Acuan Perhitungan:

Sistem penggajian ini memiliki acuan perhitungan sebagai berikut:

  • Tentukan tarif per jam (misalnya Rp20.000/jam)
  • Hitung total jam kerja dalam periode tertentu
  • Kalikan tarif dengan jumlah jam kerja

Contoh Kasus:

Seorang karyawan bekerja 5 jam dalam satu hari dengan tarif Rp20.000/jam. Artinya, gaji yang didapat oleh karyawan tersebut dihitung dengan 5 jam x Rp20.000 = Rp100.000.

2. Gaji per Hari

Sistem gaji per hari digunakan ketika perusahaan ingin menyederhanakan perhitungan tanpa harus menghitung detail jam kerja.

Dalam metode ini, karyawan dibayar berdasarkan kehadiran harian, terlepas dari variasi jam kerja selama masih dalam batas yang disepakati.

Sistem ini biasanya digunakan untuk staf event atau pekerjaan lapangan atau operasional dengan shift tetap

Acuan Perhitungan:

Untuk mendapatkan angkanya, berikut acuan perhitungan gaji per hari:

  • Tentukan tarif harian (misalnya Rp100.000/hari)
  • Hitung jumlah hari kerja
  • Kalikan jumlah hari dengan tarif harian

Contoh Kasus:

Karyawan bekerja selama 10 hari, maka dikalikan dengan Rp100.000, hasilnya karyawan tersebut mendapatkan Rp1.000.000 setelah 10 hari bekerja.

3. Gaji Bulanan (Prorata)

Sistem prorata adalah sistem yang digunakan jika karyawan part time memiliki jadwal kerja tetap dan ingin disetarakan dengan sistem gaji bulanan. 

Dalam metode ini, gaji dihitung berdasarkan proporsi jam kerja dibandingkan karyawan full time. Sistem ini cocok untuk gaji part time per bulan atau karyawan part time dengan jadwal tetap.

Acuan Perhitungan:

Untuk mendapatkan angka yang tepat dari perhitungan ini, berikut acuan yang digunakan:

  • Tentukan gaji full time (misalnya Rp4.000.000)
  • Tentukan proporsi jam kerja (misalnya 4 jam dari 8 jam = 50%)
  • Kalikan proporsi dengan gaji full time

Contoh Kasus:

Seorang karyawan bekerja selama sebulan di sebuah restoran. Namun ia hanya bekerja 4 jam per hari. Ia hanya masuk selama 5 hari di setiap minggunya. Maka perhitungannya Rp4.000.000 x 50% = Rp2.000.000.

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Per Jam Karyawan sesuai Aturan Upah Terbaru 

Faktor yang Memengaruhi Gaji Part Time

Dalam menentukan gaji part time, ada beberapa faktor penting yang perlu Anda pertimbangkan agar tetap kompetitif dan sesuai regulasi.

Berikut beberapa faktor yang perlu Anda perhatikan:

1. Jam Kerja

Semakin banyak jam kerja, semakin besar total gaji yang diterima meskipun tarif per jam sama. Karyawan dengan jam kerja lebih tinggi juga cenderung lebih berkontribusi terhadap operasional. Hal ini langsung memengaruhi akumulasi gaji part time per jam maupun harian.

2. Lokasi Kerja

Lokasi kerja memengaruhi standar upah yang berlaku. Misalnya, gaji part time Jogja umumnya lebih rendah dibanding kota besar seperti Jakarta. Hal ini dipengaruhi oleh biaya hidup dan UMR setempat.

3. Jenis Pekerjaan

Setiap jenis pekerjaan memiliki standar bayaran yang berbeda. Misalnya, gaji part time kasir bisa berbeda dengan barista atau crew outlet. Kompleksitas tugas dan tanggung jawab menjadi penentu utama.

4. Ketersediaan di Waktu Kritis

Karyawan yang bersedia bekerja di malam hari, akhir pekan, atau hari libur memiliki nilai lebih. Tidak semua orang bersedia mengambil jadwal tersebut. Karena itu, perusahaan bisa memberikan kompensasi yang lebih kompetitif.

5. Skill dan Spesialisasi

Pekerjaan dengan keterampilan khusus cenderung dibayar lebih tinggi. Contohnya seperti barista berpengalaman, desain grafis, atau IT support. Skill ini membuat kontribusi karyawan lebih bernilai bagi bisnis.

6. Peran dalam Operasional

Karyawan part time umumnya berfungsi sebagai pengisi kebutuhan shift tertentu. Perannya sering kali hanya untuk menutup kekosongan jadwal atau jam sibuk. Karena itu, nilai gajinya bisa bergantung pada urgensi kebutuhan tersebut.

7. Kebijakan Bisnis

Setiap perusahaan memiliki kebijakan penggajian yang berbeda. Ada yang memberikan insentif tambahan, bonus, atau sistem shift premium. Strategi ini memengaruhi total gaji yang diterima karyawan part time.

Cara Hitung Gaji Part Time

Perhitungan gaji part time bisa berbeda-beda tergantung pada jenis pekerjaan, sistem kerja, dan kebijakan perusahaan. 

Tidak semua karyawan part time dihitung dengan cara yang sama, karena ada yang berbasis jam, harian, hingga bulanan. 

Untuk itu, mari pahami dulu rumus dan cara hitung gaji karyawan part time:

1. Cara Hitung Gaji Part Time Per Jam

Perhitungan gaji part time per jam adalah metode paling umum dan fleksibel. Sistem ini menggunakan jumlah jam kerja sebagai acuan utama dalam menentukan total gaji.

Rumus

Sebelum masuk ke contoh, Anda perlu memahami dasar perhitungannya. Adapun rumus yang digunakan yaitu:

Gaji Part Time = Tarif per jam × Total jam kerja

Contoh dan Cara Menghitung

Seorang karyawan part time bekerja di kafe dengan tarif Rp20.000 per jam. Dalam satu hari, ia bekerja selama 6 jam.

Cara Menghitung:

Berikut langkah perhitungannya:

  1. Tentukan tarif per jam yaitu Rp20.000
  2. Hitung total jam kerja 6 jam
  3. Kalikan tarif dengan jam kerja Rp20.000 × 6 = Rp120.000

Berdasarkan perhitungan tersebut, karyawan tersebut mendapatkan gaji Rp120.000 per hari.

2. Cara Hitung Gaji Part Time Per Hari

Metode ini digunakan jika perusahaan menetapkan upah berdasarkan kehadiran harian. Biasanya digunakan untuk pekerjaan dengan shift tetap atau operasional lapangan.

Rumus

Untuk menghitung gaji harian, Anda bisa menggunakan rumus sederhana berikut:

Gaji Part Time = Tarif harian × Jumlah hari kerja

Contoh dan Cara Menghitung

Seorang karyawan bekerja sebagai crew event dengan upah Rp100.000 per hari dan bekerja selama 12 hari dalam satu periode.

Cara Menghitung:

Berikut langkah perhitungannya:

  1. Tentukan tarif harian yaitu Rp100.000
  2. Hitung jumlah hari kerja yaitu 12 hari
  3. Kalikan tarif dengan jumlah hari Rp100.000 × 12 = Rp1.200.000

Kesimpulan, total gaji yang diterimanya adalah sebesar Rp1.200.000.

3. Cara Hitung Gaji Part Time 4 Jam Kerja

Perhitungan ini biasanya digunakan untuk karyawan dengan sistem kerja setengah hari. Acuannya tetap menggunakan sistem per jam, tetapi dibatasi pada durasi kerja tertentu seperti 4 jam.

Rumus

Untuk menghitung gaji 4 jam kerja, gunakan rumus berikut:

Gaji Part Time = Tarif per jam × 4 jam kerja

Contoh dan Cara Menghitung

Seorang kasir part time di restoran memiliki tarif Rp25.000 per jam dan bekerja selama 4 jam per hari. 

Cara Menghitung:

Berikut langkah perhitungannya:

  1. Tentukan tarif per jam yaitu Rp25.000
  2. Tentukan durasi kerja 4 jam
  3. Kalikan tarif dengan jam kerja yaitu Rp25.000 × 4 = Rp100.000

Maka, dapat disimpulkan bahwa gaji per hari karyawan tersebut sebesar Rp100.000 untuk 4 jam kerja.

4. Cara Hitung Gaji Part Time per Bulan

Metode ini digunakan jika karyawan part time memiliki jadwal tetap dan ingin dihitung secara bulanan. Biasanya menggunakan sistem prorata berdasarkan jam kerja.

Rumus

Perhitungan dilakukan dengan pendekatan proporsional seperti berikut:

Gaji Part Time = (Jam kerja part time ÷ Jam kerja full time) × Gaji full time

Contoh dan Cara Menghitung

Seorang karyawan bekerja 4 jam per hari, sementara standar full time adalah 8 jam per hari. Gaji full time di perusahaan tersebut adalah Rp4.000.000 per bulan.

Cara Menghitung:

Berikut langkah perhitungannya:

  1. Hitung proporsi jam kerja yaitu 4 ÷ 8 = 50%
  2. Tentukan gaji full time yang mana di perusahaan tersebut adalah Rp4.000.000
  3. Kalikan proporsi dengan gaji full time Rp4.000.000 × 50% = Rp2.000.000

Maka, gaji part time per bulan yang dibayarkan adalah sebesar Rp2.000.000.

Banner KantorKu HRIS
Kelola Gaji Karyawan Part-Time Lebih Mudah!

KantorKu HRIS dirancang untuk mengelola penghasilan tidak tetap. Cukup pantau jam kerja di dashboard dan sistem otomatis menghitung upah secara proporsional.

Standar Gaji Part Time di Berbagai Industri

Besaran gaji part time tidak hanya dipengaruhi oleh sistem perhitungan, tetapi juga oleh industri tempat karyawan bekerja. Setiap industri memiliki standar upah yang berbeda. Untuk itu, mari pahami estimasi gaji di tiap sektor agar Anda bisa menentukan kebijakan yang lebih kompetitif:

1. Gaji Part Time di F&B

Industri F&B termasuk sektor yang paling banyak menggunakan tenaga part time, terutama untuk posisi seperti barista, waiter, dan kitchen crew

Gaji di sektor ini cenderung bervariasi tergantung skala bisnis, mulai dari warung kecil hingga restoran besar atau kafe. 

Berapa gaji part time di kafe? Besarannya tergantung, karena biasanya sistem gaji part time di industri ini dihitung per jam.

  • Estimasi gaji part time per jam di F&B: Rp15.000–Rp30.000
  • Estimasi gaji part time per hari di F&B: Rp80.000–Rp150.000
  • Estimasi gaji part time per bulan di F&B: Rp1.200.000–Rp3.000.000 per bulan

Baca Juga: Gaji Barista Part Time, Full Time, Starbucks, dan 4 Brand Lainnya 2026 

2. Gaji Part Time di Retail

Di sektor retail, posisi part time biasanya mencakup kasir, pramuniaga, atau stock keeper. Gaji di industri ini cenderung stabil karena sistem kerja lebih terstruktur dibanding F&B. Besarannya juga dipengaruhi oleh brand atau skala toko, baik itu UMKM maupun retail besar.

  • Estimasi gaji part time per jam di retail: Rp18.000–Rp28.000
  • Estimasi gaji part time per hari di retail: Rp90.000–Rp140.000
  • Estimasi gaji part time per bulan di retail: Rp1.500.000–Rp2.800.000 per bulan

3. Gaji Part Time di Event

Pekerjaan part time di event biasanya bersifat sementara dengan durasi kerja intens. Posisi yang umum antara lain crew event, usher, hingga SPG/brand ambassador. Karena sifatnya proyek, gaji harian di sektor ini cenderung lebih tinggi dibanding industri lain.

  • Estimasi gaji part time per jam di event: Rp25.000–Rp50.000
  • Estimasi gaji part time per hari di event: Rp150.000–Rp300.000
  • Estimasi gaji part time per bulan di event: Rp2.000.000–Rp4.500.000 per bulan

4. Gaji Part Time Crew Outlet

Crew outlet biasanya bekerja di bisnis franchise atau jaringan F&B dan retail. Posisi ini mencakup kasir, server, hingga operasional outlet dengan sistem shift. Besaran gaji dipengaruhi oleh performa, target penjualan, dan kebijakan perusahaan.

  • Estimasi gaji part time crew outlet per jam: Rp25.000–Rp50.000
  • Estimasi gaji part time crew outlet per hari: Rp150.000–Rp300.000
  • Estimasi gaji part time crew outlet per bulan: Rp1.500.000–Rp3.200.000 per bulan

Cegah Kesalahan Hitung Gaji Karyawan lewat KantorKu HRIS!

Menghitung gaji part time secara manual memang terlihat sederhana, tetapi dalam praktiknya sering terjadi kesalahan, mulai dari salah hitung jam kerja hingga ketidaksesuaian data absensi.

Kini, banyak perusahaan mulai menggunakan software payroll Indonesia seperti KantorKu HRIS yang sudah dirancang sesuai regulasi di Indonesia sehingga perhitungan gaji selalu akurat.

Dashboard Payroll KantorKu HRIS

Dengan sistem perhitungan yang terintegrasi ini, Anda bisa merasakan fitur seperti:

  1. Payroll Otomatis sesuai Regulasi: Hitung gaji, tunjangan, bonus, hingga potongan otomatis sesuai regulasi terbaru dengan aplikasi gaji karyawan.
  2. Sinkronisasi Data Absensi: Absensi langsung terhubung ke payroll untuk perhitungan tanpa rekap ulang.
  3. Transfer Gaji Sekali Klik: Aplikasi pembayaran gaji karyawan langsung memproses pembayaran ke banyak karyawan sekaligus ke berbagai bank hanya dengan 1x klik.
  4. Slip Gaji Digital Instan: Slip gaji otomatis dibuat dan bisa diakses kapan saja oleh karyawan.
  5. Pengelolaan Penghasilan Tidak Tetap: Perhitungan fleksibel bisa memfasilitasi perhitungan gaji pekerja part time maupun freelance.

Jika Anda mulai merasa perhitungan manual sudah tidak efektif, ini saatnya beralih ke aplikasi perhitungan gaji karyawan yang lebih terotomatisasi.

Book demo gratis KantorKu HRIS untuk mulai menghitung gaji karyawan part time secara otomatis atau gunakan kalkulator gaji gratis untuk simulasi perhitungannya!

Banner KantorKu HRIS
Kelola Gaji Karyawan Part-Time Lebih Mudah!

KantorKu HRIS dirancang untuk mengelola penghasilan tidak tetap. Cukup pantau jam kerja di dashboard dan sistem otomatis menghitung upah secara proporsional.

Referensi:

What You Need to Know About Part-Time Employees | BrioHR

Part Time Work: Advantages and Disadvantages for Employers | Tellent

Bagikan

Related Articles

Cara Hitung Gaji Harian Karyawan, Ini Rumus & Contohnya

Cara hitung gaji harian karyawan menggunakan upah bulanan yang dibagi total hari kerja. Ini rumus dan cara hitungnya agar tidak bingung.
25 Maret 2026

Gaji HR Generalist berbagai Level Pengalaman, Cek Faktor Penentunya!

Gaji HR Generalist di Indonesia berkisar Rp4–14 juta per bulan. Mari pahami apa saja tugas dan faktor yang memengaruhi gaji HR Generalist.
25 Maret 2026

PCare BPJS: Cara Login, Daftar, dan Eclaim Terbaru 2026

PCare BPJS adalah sistem layanan kesehatan untuk faskes. Ketahui fungsi, fitur, cara login, dan syarat penggunaan PCare BPJS di sini.
18 Maret 2026