Cara Membuat Absen Barcode Otomatis via Excel & Google Form
Cara membuat absen barcode otomatis via Excel & Google Form: buat QR/Code39, scan pakai USB scanner, dan data langsung masuk ke sheet.
Table of Contents
- Apa Itu Absen Barcode?
- Prinsip Kerja Sistem Absen Barcode
- Kapan Perlu Menggunakan Absen Barcode?
- Komponen yang Dibutuhkan untuk Membuat Absen Barcode
- Cara Membuat Sistem Absen Barcode
- Contoh Implementasi Absen Barcode (Untuk HRD & Pelaku Usaha)
- Cara Menggunakan Sistem Absen Barcode
- Format Data & Kolom yang Harus Ada di Rekap Absensi
- Isu Keamanan & Manipulasi (Risiko) serta Mitigasinya
- Integrasi dengan Payroll/HRIS dan Otomasi
Table of Contents
- Apa Itu Absen Barcode?
- Prinsip Kerja Sistem Absen Barcode
- Kapan Perlu Menggunakan Absen Barcode?
- Komponen yang Dibutuhkan untuk Membuat Absen Barcode
- Cara Membuat Sistem Absen Barcode
- Contoh Implementasi Absen Barcode (Untuk HRD & Pelaku Usaha)
- Cara Menggunakan Sistem Absen Barcode
- Format Data & Kolom yang Harus Ada di Rekap Absensi
- Isu Keamanan & Manipulasi (Risiko) serta Mitigasinya
- Integrasi dengan Payroll/HRIS dan Otomasi
Mengelola kehadiran karyawan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi HRD, terutama ketika metode manual mulai terasa usang dan tidak akurat.
Sebagai solusinya, banyak pelaku usaha mulai melirik teknologi barcode karena dianggap praktis dan modern untuk mendokumentasikan jam kerja secara digital.
Namun, di balik kemudahannya, penggunaan sistem ini tidak jarang mengundang keluhan teknis yang cukup mengganggu produktivitas. Beberapa masalah yang sering muncul di lapangan seperti kesulitan pemindaian barcode yang buram hingga risiko titip absen yang masih tinggi.
Lantas, bagaimana cara mengatasi kendala tersebut agar sistem absensi Anda tetap kredibel dan anti-manipulasi? Benarkah metode gratisan adalah pilihan terbaik untuk jangka panjang?
Simak pembahasan lengkap mengenai cara membuat absen barcode dan mitigasi risikonya di bawah ini.
Apa Itu Absen Barcode?

Absen barcode adalah metode pencatatan kehadiran yang menggunakan kode batang unik (barcode) atau QR code untuk mengidentifikasi identitas karyawan secara digital.
Dibandingkan dengan sistem tanda tangan manual, teknologi ini menawarkan akurasi yang lebih tinggi karena data langsung tersimpan ke dalam sistem tanpa perlu input ulang.
- Digitalisasi Data: Mengubah kehadiran fisik menjadi entri data digital secara otomatis.
- Kecepatan Proses: Memangkas waktu antrean karyawan saat masuk kerja.
- Efisiensi Biaya: Mengurangi penggunaan kertas dan alat tulis kantor (ATK).
Namun, tren teknologi absensi kini menunjukkan pergeseran signifikan dari metode tradisional seperti barcode maupun perangkat biometric on-premises menuju solusi berbasis cloud dan aplikasi mobile.
Menurut data industri terbaru yang dikutip dari Embee Software, sekitar 68% organisasi sudah menerapkan model kerja hybridatau remotepada 2026, yang membuat sistem absensi berbasis hardware fisik (termasuk barcode scan) kurang optimal karena tidak mendukung fleksibilitas real-time dan akses dari berbagai lokasi.
Di tengah tren ini, perusahaan yang masih bergantung pada sistem kuno dilaporkan mengalami 23% lebih tinggi biaya administratif, 18% lebih banyak kesalahan payroll, dan 31% lebih rendah kepuasan karyawan terhadap proses HR, dibandingkan organisasi yang beralih ke sistem absensi modern yang otomatis, berbasis cloud dan terintegrasi dengan payroll serta analitik HR.
Prinsip Kerja Sistem Absen Barcode
Prinsip kerja sistem ini sangat sederhana dan terbilang cukup efektif. Nantinya, setiap karyawan akan membutuhkan kode unik yang dipindai menggunakan alat pemindai atau kamera smartphone.
Setelah dipindai, data tersebut dikirim ke server untuk dicocokkan dengan basis data karyawan yang ada di sistem manajemen SDM Anda.
- Input (Scanning): Karyawan melakukan pemindaian melalui perangkat.
- Verifikasi: Sistem mencocokkan kode dengan ID karyawan yang terdaftar.
- Logging: Waktu kedatangan dan kepulangan dicatat secara real-time ke dalam database.
Kapan Perlu Menggunakan Absen Barcode?
Anda perlu mempertimbangkan transisi ke sistem ini ketika skala bisnis mulai berkembang atau ketika transparansi data menjadi prioritas utama perusahaan.
Jika Anda masih sering menemukan ketidaksesuaian antara absensi dan laporan akhir bulan, maka ini adalah waktu yang tepat.
- Jumlah Karyawan Meningkat: Saat staf sudah lebih dari 10–15 orang, rekap manual menjadi sangat berisiko.
- Kebutuhan Data Cepat: Saat manajemen membutuhkan laporan kehadiran instan untuk pengambilan keputusan.
- Audit Internal: Ketika perusahaan memerlukan bukti kehadiran yang valid dan sulit dimanipulasi untuk kebutuhan audit.
Komponen yang Dibutuhkan untuk Membuat Absen Barcode
Membangun sistem absensi mandiri memerlukan persiapan yang matang agar data yang dihasilkan valid dan tidak berantakan di tengah jalan.
Anda memerlukan beberapa elemen dasar yang berfungsi sebagai perangkat keras dan perangkat lunak yang saling terhubung.
Pastikan semua komponen ini terintegrasi dengan baik agar proses pengambilan data, mulai dari pemindaian hingga menjadi laporan siap pakai, berjalan mulus tanpa kendala teknis yang berarti.
Berikut adalah komponen-komponen utama yang wajib Anda siapkan untuk menciptakan sistem absen barcode yang fungsional:
1. Generator Kode (Pembuat Identitas Digital)
Generator kode adalah perangkat lunak atau situs web yang berfungsi untuk mengubah data teks (seperti NIK atau Nama) menjadi gambar barcode atau QR code.
Anda harus memastikan setiap karyawan memiliki kode yang berbeda agar sistem tidak bingung saat membaca identitas mereka.
2. ID Card atau Media Cetak
Barcode yang sudah dibuat perlu dicetak pada media fisik seperti kartu identitas karyawan, stiker, atau disimpan dalam bentuk gambar di smartphone masing-masing karyawan agar siap dipindai setiap hari.
3. Perangkat Pemindai (Scanner)
Scanner adalah mata dari sistem Anda. Anda memiliki dua pilihan populer yaitu menggunakan alat barcode scanner laser khusus yang dihubungkan ke komputer, atau memanfaatkan kamera smartphone karyawan melalui aplikasi pemindai untuk fleksibilitas yang lebih tinggi.
4. Aplikasi Pengolah Data (Interface)
Anda membutuhkan perantara yang menerima input dari alat pemindai. Jika menggunakan metode manual, ini bisa berupa formulir digital atau kolom input di spreadsheet yang sudah disiapkan untuk menerima data pindaian.
5. Penyimpanan Data (Database)
Databas adalah tempat di mana semua riwayat kehadiran bermuara. Untuk skala kecil, Anda bisa menggunakan spreadsheet seperti Excel atau Google Sheets.
Namun, untuk keamanan dan aksesibilitas yang lebih baik, database berbasis cloud sangat disarankan agar data tidak hilang jika perangkat mengalami kerusakan.
6. Sistem Logika (Rumus/Script)
Agar data mentah menjadi informasi yang berguna, Anda memerlukan rumus (seperti VLOOKUP atau IF) atau script otomatis yang bertugas mencatat jam secara otomatis saat kode dipindai, sehingga HR tidak perlu lagi mengetik jam masuk satu per satu.
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Cara Membuat Sistem Absen Barcode
Membuat sistem absensi sendiri tentu bisa dilakukan dengan berbagai media, mulai dari yang paling sederhana hingga yang melibatkan formulir online.
Berikut adalah beberapa metode yang bisa Anda terapkan sesuai dengan ketersediaan perangkat di kantor Anda.
Cara Membuat Absen Barcode di Excel
Langkah membuat absen barcode di Excel biasanya menjadi pilihan favorit bagi pelaku usaha mikro karena tidak memerlukan biaya tambahan.
Anda hanya perlu memanfaatkan font barcode khusus dan fungsi logika sederhana di dalam spreadsheet.
Langkah-langkah:
- Unduh dan instal font barcode
- Gunakan font seperti Code 39 atau QR Font.
- Instal font di komputer, lalu restart Excel.
- Buat database karyawan
- Kolom A: ID Karyawan
- Kolom B: Nama
- Kolom C: Divisi
- Ubah ID menjadi barcode
- Blok kolom ID.
- Ubah font menjadi font barcode yang sudah diinstal.
- Siapkan sheet absensi
- Buat kolom input (misalnya di A2) untuk hasil scan.
- Gunakan rumus seperti: =VLOOKUP(A2,Sheet1!A:C,2,FALSE)
Cara Membuat Absensi Barcode Excel Otomatis
Agar waktu kehadiran tercatat otomatis dan tidak bisa diubah manual, Anda bisa menggunakan Macro/VBA.
Langkah-langkah:
- Aktifkan tab Developer
- File → Options → Customize Ribbon → centang Developer.
- File → Options → Customize Ribbon → centang Developer.
- Buka Visual Basic (Alt + F11)
- Masukkan script sederhana berikut di worksheet:
Fungsi Kode VBA Timestamp Otomatis
Kode VBA berikut akan otomatis mengisi tanggal dan waktu (timestamp) di kolom sebelah kanan ketika ada perubahan data pada range A2:A100.
Artinya, setiap kali data di kolom A baris 2–100 diubah, maka kolom B pada baris yang sama akan otomatis terisi waktu saat perubahan dilakukan.
Fungsi script:
- Saat ID dipindai di kolom A,
- Kolom B otomatis terisi waktu scan (timestamp).
- Simpan file sebagai .xlsm (Macro-Enabled Workbook).
Baca Juga: 8 Cara Membuat Absensi Online yang Gratis & Mudah!
Cara Membuat Absen Barcode di Google Form
Metode ini berbasis cloud dan cocok untuk perusahaan dengan sistem kerja fleksibel atau multi-cabang.
Langkah-langkah:
- Buka Google Form.
- Tambahkan pertanyaan:
- ID Karyawan (Short Answer)
- Nama (opsional jika tidak auto-fill)
- Aktifkan:
- “Collect email address”
- “Limit to 1 response”
- Buat QR Code dari link form:
- Gunakan fitur bawaan Chrome (klik kanan → Create QR Code)
- Atau gunakan add-on QR generator.
Karyawan cukup memindai QR untuk membuka form dan mengisi kehadiran.
Baca Juga: 10 Cara Buat Absen di Google Form, Mudah & Cepat
Cara Membuat Absensi QR Code Google Form (Lebih Modern)
Berbeda dengan barcode garis (1D), QR code (2D) lebih fleksibel karena bisa menyimpan link lengkap.
Optimasi sistem:
- Gunakan fitur Pre-filled link
- Isi ID karyawan otomatis di link.
- Isi ID karyawan otomatis di link.
- Batasi respons berdasarkan akun perusahaan.
- Hubungkan ke Google Sheets untuk rekap otomatis.
Kelebihan:
- Real-time monitoring
- Tidak perlu instal software
- Bisa diakses dari mana saja
Cara Membuat Absen dengan Barcode Generator
Jika ingin mencetak barcode untuk banyak karyawan sekaligus:
Langkah-langkah:
- Siapkan file CSV berisi:
- ID
- Nama
- Gunakan website barcode generator massal.
- Upload file CSV.
- Unduh barcode yang dihasilkan.
- Cetak pada ID Card atau kartu absensi.
Untuk keamanan lebih tinggi, gunakan Code 128 karena lebih kompleks dibanding Code 39.
Cara Membuat Absen di HP
Untuk perusahaan dengan mobilitas tinggi (sales, teknisi, proyek lapangan), sistem berbasis HP lebih efisien.
Opsi:
- Aplikasi absensi berbasis QR
- Sistem dengan GPS & geofencing
- Fitur selfie verification (anti titip absen)
Pengaturan penting:
- Aktifkan GPS validation
- Batasi radius lokasi (misalnya 100 meter dari kantor)
- Gunakan login akun masing-masing karyawan
Baca Juga: Cara Membuat Absensi di WhatsApp (Format Chat & Poll) untuk Karyawan
Cara Absensi Barcode Gratis
Dalam hal ini, ada juga beberapa platform yang menyediakan versi gratis dengan fitur terbatas.
Biasanya tersedia fitur:
- Scan QR
- Rekap kehadiran dasar
- Ekspor Excel
Namun, versi gratis umumnya memiliki:
- Batas jumlah karyawan
- Tidak ada fitur payroll integration
- Tidak ada laporan lanjutan
Cocok untuk:
- Startup
- Bisnis < 20 karyawan
- Uji coba sistem sebelum upgrade berbayar
Absen via KantorKu HRIS

Untuk perusahaan yang menginginkan kepraktisan tingkat tinggi tanpa repot mencetak barcode, menggunakan KantorKu HRIS adalah solusi paling mudah dan cepat saat ini.
Berbeda dengan barcode fisik, KantorKu HRIS dapat memungkinkan karyawan Anda untuk melakukan absensi hanya dengan melakukan selfie melalui aplikasi di smartphone mereka sendiri. Metode ini sangat mendukung kerja Remote, Hybrid, maupun Work From Anywhere (WFA).
Langkah-langkahnya meliputi:
- Karyawan mengunduh aplikasi KantorKu HRIS di smartphone masing-masing.
- Saat jam masuk, karyawan cukup membuka menu absensi dan melakukan foto selfie.
- Sistem akan secara otomatis mencatat wajah karyawan serta koordinat GPS mereka secara akurat.
- Data kehadiran langsung terkirim ke dashboard HRD untuk diproses ke laporan bulanan.

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Contoh Implementasi Absen Barcode (Untuk HRD & Pelaku Usaha)
Dalam praktik industri, terutama sektor manufaktur dan pergudangan, sistem absensi barcode digunakan untuk mencatat clock in, clock out, perpindahan shift, hingga jam lembur secara presisi.
Setiap karyawan memiliki ID unik dalam bentuk barcode (umumnya Code 39 atau Code 128) yang ditempel pada ID Card. Saat memasuki area kerja atau berganti shift, karyawan cukup melakukan scan. Sistem akan langsung mencatat:
- Identitas karyawan
- Divisi
- Waktu masuk (clock in)
- Waktu keluar (clock out)
- Durasi kerja (bisa dikembangkan untuk hitung lembur otomatis)
Penggunaan barcode dalam sistem manajemen kehadiran mampu menekan tingkat kecurangan absensi hingga 65%, karena:
- Setiap kode bersifat unik
- Sulit diduplikasi tanpa akses sistem
- Scanner mencatat waktu hingga hitungan detik
- Mengurangi praktik titip absen
Bagi HRD, manfaat utamanya adalah:
- Data presensi lebih akurat
- Rekap lembur otomatis
- Mudah audit
- Mengurangi konflik payroll
- Siap integrasi ke sistem penggajian
Bagi pelaku usaha:
- Hemat biaya dibanding fingerprint system
- Implementasi cepat
- Cocok untuk 20–200 karyawan
- Bisa dikembangkan bertahap
Berikut sudah kami siapkan contoh data implementasi absensi barcode lengkap dengan:
- 50 data karyawan
- ID unik + barcode format Code 39 (EMP001)
- Sheet Database Karyawan
- Sheet Absensi
- Auto VLOOKUP Nama & Divisi
- Clock In otomatis
- Kolom Clock Out
- Sheet Petunjuk penggunaan
Silakan download di sini:

Cara Menggunakan Sistem Absen Barcode
Agar sistem absensi barcode berjalan efektif dan tidak membingungkan tim HR maupun karyawan, penting untuk memahami dua hal utama:
- Perangkat scanner apa yang digunakan
- Bagaimana cara setting agar hasil scan otomatis masuk ke Excel
1. Perangkat Scanner yang Disarankan

Untuk sistem absensi berbasis Excel, HR tidak perlu mesin besar seperti kasir swalayan. Cukup gunakan USB Barcode Scanner (Plug & Play)
Jenis yang direkomendasikan:
- Handheld USB Scanner (model kecil/gun type)
- Atau Hands-free desktop scanner (tinggal lewatkan kartu)
Kriteria yang harus dipastikan:
- Support format barcode yang digunakan (Code 39 atau Code 128)
- Bisa terhubung via USB
- Mendukung fitur auto-enter
Perangkat ini bekerja seperti keyboard tambahan. Saat barcode dipindai, scanner akan “mengetikkan” ID karyawan ke sel Excel yang sedang aktif.
2. Alur Penggunaan di Perusahaan

Berikut contoh implementasi sederhana yang mudah dipahami HR:
a. Persiapan Awal
- Cetak barcode (misalnya EMP001) pada ID Card karyawan
- Hubungkan scanner USB ke laptop/PC
- Buka file Excel absensi
- Masuk ke sheet Absensi
- Klik kolom “Scan ID” pada baris kosong terakhir
b. Proses Clock In (Masuk Kerja)
- Karyawan datang
- Karyawan scan ID Card ke scanner
- ID otomatis masuk ke Excel
- Sistem otomatis:
- Menampilkan Nama & Divisi
- Mengisi Tanggal
- Mengisi Clock In
HR tidak perlu mengetik apa pun.
c. Proses Clock Out (Pulang Kerja)
- Karyawan scan ID yang sama saat pulang
- Sistem membaca bahwa itu scan kedua hari itu
- Kolom Clock Out otomatis terisi
Format Data & Kolom yang Harus Ada di Rekap Absensi
Agar data absensi bisa diproses oleh bagian penggajian, pastikan laporan yang dihasilkan memiliki struktur yang rapi. Tanpa kolom yang jelas, HRD akan kesulitan melakukan verifikasi di akhir bulan.
Agar data absensi dapat langsung diproses oleh bagian payroll tanpa perlu rekap ulang manual, laporan kehadiran harus memiliki struktur yang jelas, konsisten, dan siap audit.
Dalam sistem absensi barcode berbasis Excel, setiap kolom memiliki fungsi penting untuk memastikan perhitungan gaji, lembur, dan kedisiplinan berjalan akurat. Tanpa format yang rapi, HRD akan kesulitan melakukan verifikasi di akhir bulan dan berisiko terjadi kesalahan perhitungan.
Berikut kolom yang wajib ada dalam rekap absensi:
- Periode Absensi
- ID Karyawan
- Nama Lengkap
- Divisi/Departemen
- Tanggal
- Clock In (Jam Masuk)
- Clock Out (Jam Pulang)
- Total Jam Kerja
- Keterangan
Isu Keamanan & Manipulasi (Risiko) serta Mitigasinya
Meskipun canggih, sistem barcode sederhana memiliki risiko, salah satunya adalah “titip absen” di mana karyawan bisa mengirimkan foto barcode mereka kepada teman sekantor. Hal ini perlu diantisipasi dengan langkah-langkah keamanan tambahan.
- Risiko Manipulasi: Fotokopi atau foto barcode yang bisa dipindai dari jarak jauh.
- Mitigasi GPS: Menambahkan verifikasi lokasi sehingga pemindaian hanya sah jika dilakukan di titik koordinat kantor.
- Mitigasi Face Recognition: Menggabungkan scan barcode dengan verifikasi wajah untuk memastikan orang yang benar yang melakukan absensi.
Integrasi dengan Payroll/HRIS dan Otomasi
Tahap akhir yang paling krusial adalah menyambungkan data absensi ke perhitungan gaji. Jika data masih harus dipindahkan secara manual dari Excel ke sistem penggajian, maka risiko kesalahan input tetap ada.
Jika Anda mulai merasa bahwa mengelola cara membuat absen barcode secara mandiri melalui Excel atau Google Form terasa melelahkan dan rentan error, ini adalah saatnya beralih ke solusi yang lebih profesional.
Menggunakan aplikasi absensi online tentu akan memberikan Anda kemudahan dalam mengelola seluruh administrasi karyawan dalam satu platform yang terintegrasi.
Lupakan kerumitan rekap manual yang membosankan! KantorKu HRIS dapat mempermudah pekerjaan HR Anda, mulai dari absensi berbasis GPS, manajemen KPI, hingga perhitungan payroll otomatis yang akurat hanya dalam satu aplikasi!
Jika Anda membutuhkan KantorKu HRIS yang mempermudah pekerjaan HR, ini solusinya! Segera klik coba demo gratis dan rasakan kemudahan mengelola perusahaan dalam genggaman Anda.
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Sumber:
Embee Software. Biometric vs Cloud Attendance: What Wins in 2026?
Related Articles
10 Aplikasi Absensi Guru Terbaik 2026, Cek Kelebihan & Fiturnya
5 Kelemahan Absen Wajah & Cara Mengatasinya agar Tidak Dimanipulasi