10 Contoh Budgeting Perusahaan Excel hingga Word [+Gratis Template]
Kumpulan contoh budgeting perusahaan siap pakai untuk startup, manufaktur, HR, dll. Tersedia template Word dan Excel siap download.
Table of Contents
- Fungsi Budgeting Perusahaan
- Struktur Budgeting Perusahaan
- Komponen dalam Budgeting Perusahaan
- Cara Membuat Budgeting Perusahaan
- Jenis-Jenis Budgeting Perusahaan
- 10 Contoh Budgeting Perusahaan
- Download Contoh Budgeting Perusahaan
- Kelola Operasional SDM & KPI Karyawan Lebih Akurat lewat KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Fungsi Budgeting Perusahaan
- Struktur Budgeting Perusahaan
- Komponen dalam Budgeting Perusahaan
- Cara Membuat Budgeting Perusahaan
- Jenis-Jenis Budgeting Perusahaan
- 10 Contoh Budgeting Perusahaan
- Download Contoh Budgeting Perusahaan
- Kelola Operasional SDM & KPI Karyawan Lebih Akurat lewat KantorKu HRIS!
Anda perlu melakukan budgeting perusahaan agar dapat mengatur anggaran bisnis dengan lebih rapi.
Perusahaan perlu mengetahui berapa banyak uang yang masuk, sekaligus memahami ke mana dana tersebut digunakan.
Tanpa budgeting yang tertara, pengeluaran perusahaan bisa berjalan tanpa kontrol. Akibatnya, biaya operasional hingga gaji karyawan bisa membengkak tanpa disadari.
Bagi Anda yang mengelola bisnis atau bekerja sebagai HRD, budgeting juga membantu melihat apakah biaya yang dikeluarkan sudah sebanding dengan hasil yang diperoleh.
Oleh karena itu, Anda perlu memahami cara membuat, struktur hingga contoh budgeting perusahaan siap unduh untuk membantu Anda menyusun anggaran bisnis.
KantorKu HRIS membantu mengotomatiskan pencatatan biaya SDM melalui fitur Manajemen Payroll, sehingga Anda dapat memperoleh laporan pengeluaran gaji karyawan secara lebih akurat dan transparan.
Fungsi Budgeting Perusahaan
Budgeting perusahaan berfungsi sebagai panduan keuangan agar bisnis dapat berjalan sesuai rencana.
Dengan begitu, perusahaan bisa memperkirakan pemasukan, mengontrol pengeluaran, dan menentukan prioritas penggunaan dana.
Adapun beberapa fungsi budgeting perusahaan yang perlu Anda pahami:
1. Membantu Mengelola Arus Kas Perusahaan
Budgeting membantu perusahaan mengelola arus kas atau cash flow. Arus kas menunjukkan pergerakan uang masuk dan uang keluar dalam periode tertentu.
Dengan budgeting, Anda bisa memperkirakan apakah perusahaan memiliki dana yang cukup untuk membayar kebutuhan operasional, seperti gaji karyawan, sewa kantor dan lainnya.
2. Membantu Mengalokasikan Dana dengan Lebih Tepat
Tidak semua kebutuhan bisnis harus dibiayai dalam jumlah yang sama, karena setiap divisi memiliki tingkat urgensi dan dampak yang berbeda.
Misalnya, perusahaan sedang ingin meningkatkan penjualan. Setelah melihat data budgeting, Anda mungkin menemukan bahwa biaya iklan digital lebih efektif dibandingkan biaya promosi offline. Dari situ, perusahaan bisa mengalihkan dana ke kanal yang hasilnya lebih baik.
3. Membantu Mengukur Kinerja Perusahaan
Budgeting juga berfungsi sebagai alat ukur kinerja. Anda bisa membandingkan antara anggaran yang direncanakan dengan realisasi yang terjadi di lapangan.
Sebagai contoh, perusahaan menargetkan biaya operasional bulanan sebesar Rp100.000.000. Namun, pada akhir bulan realisasinya mencapai Rp130.000.000.
Dari selisih tersebut, Anda bisa mengevaluasi penyebabnya, apakah karena kenaikan harga bahan baku, biaya lembur meningkat, atau ada pengeluaran yang tidak direncanakan.
4. Membantu Perusahaan Mencapai Target Bisnis
Tanpa budgeting, target bisnis bisa terlihat menarik tetapi sulit dijalankan. Misalnya, perusahaan ingin membuka cabang baru, tetapi belum menghitung biaya sewa tempat, gaji tim baru, perangkat kerja, dan biaya operasional awal.
Dengan budgeting, Anda bisa melihat apakah target tersebut memungkinkan untuk dijalankan sekarang atau perlu ditunda.
5. Membantu Mengurangi Risiko Keuangan
Budgeting membantu perusahaan melihat potensi risiko sebelum masalah benar-benar terjadi. Risiko keuangan bisa muncul dari banyak hal, seperti pendapatan menurun, biaya operasional naik, hingga proyek tidak sesuai anggaran.
Dengan membuat budget, Anda bisa menyiapkan rencana cadangan. Misalnya, perusahaan dapat menyediakan dana darurat untuk kebutuhan tidak terduga.
Struktur Budgeting Perusahaan
Struktur budgeting perusahaan adalah susunan anggaran yang digunakan untuk mencatat, mengelompokkan, dan menganalisis rencana keuangan perusahaan.
Adapun struktur yang umum digunakan dalam format budgeting perusahaan yaitu:
1. Master Budget
Master budget adalah anggaran utama yang merangkum seluruh rencana keuangan perusahaan.
Di dalamnya terdapat gabungan dari berbagai budget divisi, seperti sales, operasional, produksi, HR, administrasi, marketing, dan finance.
Contoh:
| Komponen | Anggaran |
| Target Pendapatan Tahunan | Rp5.000.000.000 |
| Total Biaya Operasional | Rp2.500.000.000 |
| Total Budget SDM | Rp1.200.000.000 |
| Total Budget Marketing | Rp500.000.000 |
| Proyeksi Laba Bersih | Rp800.000.000 |
2. Operating Budget
Operating budget adalah anggaran yang digunakan untuk aktivitas operasional harian perusahaan.
Budget ini mencatat estimasi pendapatan dan biaya yang berkaitan langsung dengan kegiatan bisnis sehari-hari.
Jika biaya operasional terlalu besar dibandingkan pendapatan, perusahaan perlu mencari cara untuk melakukan efisiensi.
Contoh:
| Komponen | Anggaran Bulanan |
| Pendapatan Penjualan | Rp500.000.000 |
| Gaji Karyawan | Rp150.000.000 |
| Sewa Kantor | Rp30.000.000 |
| Biaya Internet & Listrik | Rp10.000.000 |
| Biaya Operasional Lainnya | Rp40.000.000 |
| Estimasi Laba Operasional | Rp270.000.000 |
3. Revenue Budget
Revenue budget adalah anggaran yang berisi proyeksi pendapatan perusahaan dalam periode tertentu.
Proyeksi ini biasanya dibuat berdasarkan data penjualan sebelumnya, target sales, jumlah pelanggan, harga produk, dan tren pasar.
Revenue budget menjadi dasar penting dalam cara menentukan budget perusahaan, karena pengeluaran sebaiknya disesuaikan dengan potensi pendapatan.
Contoh:
| Produk/Layanan | Target Penjualan | Harga Satuan | Estimasi Pendapatan |
| Produk A | 500 unit | Rp500.000 | Rp250.000.000 |
| Produk B | 300 unit | Rp750.000 | Rp225.000.000 |
| Layanan Konsultasi | 20 klien | Rp5.000.000 | Rp100.000.000 |
| Total | Rp575.000.000 | ||
4. Expense Budget
Expense budget adalah anggaran yang mencatat seluruh biaya perusahaan. Biaya ini bisa berupa biaya tetap, biaya variabel, maupun biaya tidak terduga.
Expense budget membantu Anda mengetahui area pengeluaran terbesar dalam perusahaan. Dengan begitu, manajemen bisa mengevaluasi biaya mana yang masih wajar dan biaya mana yang perlu dikurangi.
Contoh:
| Jenis Biaya | Estimasi Biaya |
| Gaji dan Tunjangan | Rp180.000.000 |
| Sewa Kantor | Rp35.000.000 |
| Software dan Tools | Rp15.000.000 |
| Marketing | Rp50.000.000 |
| Transportasi Operasional | Rp10.000.000 |
| Training Karyawan | Rp20.000.000 |
| Total | Rp310.000.000 |
5. Cash Budget
Cash budget adalah anggaran yang digunakan untuk memantau arus kas masuk dan keluar. Fokus cash budget adalah memastikan perusahaan memiliki uang tunai yang cukup untuk membayar kewajiban dalam periode tertentu.
Budget ini berbeda dari laporan laba rugi karena perusahaan bisa saja mencatat profit, tetapi kasnya belum tersedia karena pembayaran pelanggan belum masuk.
Contoh:
| Komponen | Nominal |
| Saldo Kas Awal | Rp100.000.000 |
| Kas Masuk dari Penjualan | Rp250.000.000 |
| Pembayaran Vendor | Rp80.000.000 |
| Pembayaran Gaji | Rp120.000.000 |
| Biaya Operasional | Rp40.000.000 |
| Saldo Kas Akhir | Rp110.000.000 |
6. Capital Budget
Capital budget adalah anggaran untuk investasi jangka panjang. Biasanya digunakan saat perusahaan ingin membeli aset besar.
Karena nilainya besar, capital budget perlu dihitung dengan cermat agar tidak mengganggu cash flow perusahaan.
Contohnya adalah pembelian mesin produksi, kendaraan operasional, perangkat teknologi, renovasi kantor, atau pengembangan sistem digital.
Contoh:
| Rencana Investasi | Estimasi Biaya | Tujuan |
| Pembelian Mesin Produksi | Rp300.000.000 | Meningkatkan kapasitas produksi |
| Upgrade Sistem HR | Rp75.000.000 | Mengurangi pekerjaan administrasi manual |
| Renovasi Kantor | Rp150.000.000 | Menambah ruang kerja karyawan |
| Pembelian Laptop Tim Baru | Rp100.000.000 | Mendukung ekspansi tim |
Baca Juga: Cara Menghitung Labor Cost untuk Perusahaan, Cek Rumus dan Contohnya
Komponen dalam Budgeting Perusahaan
Komponen budgeting perusahaan adalah bagian-bagian yang harus masuk dalam proses penyusunan anggaran.
Adapun komponen dalam budgeting perusahaan di antaranya:
1. Proyeksi Pendapatan
Proyeksi pendapatan adalah perkiraan jumlah uang yang akan diterima perusahaan dalam periode tertentu.
Pendapatan bisa berasal dari penjualan produk, layanan, langganan, investasi, atau sumber pemasukan lain.
Jika proyeksi pendapatan terlalu tinggi, perusahaan bisa membuat budget pengeluaran yang tidak realistis. Namun, jika terlalu rendah, perusahaan kehilangan peluang untuk berkembang.
2. Alokasi Biaya Operasional
Alokasi biaya operasional adalah pembagian anggaran untuk kebutuhan rutin perusahaan. Biaya ini mencakup pengeluaran yang diperlukan agar kegiatan bisnis tetap berjalan.
Contohnya gaji karyawan, listrik, internet, sewa kantor, biaya transportasi, dan lainnya. Untuk HRD, biaya operasional juga dapat mencakup absensi, payroll, rekrutmen, onboarding, dan pelatihan.
3. Perencanaan Belanja Modal
Belanja modal atau capital expenditure adalah pengeluaran untuk aset jangka panjang. Aset ini biasanya digunakan lebih dari satu periode dan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan.
Contohnya adalah pembelian mesin, kendaraan, komputer, sistem teknologi, atau pembangunan fasilitas baru.
4. Manajemen Arus Kas
Manajemen arus kas memastikan perusahaan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.
Komponen ini penting karena bisnis tidak hanya membutuhkan profit, tetapi juga kas yang tersedia tepat waktu.
5. Target Keuangan
Target keuangan adalah tujuan yang ingin dicapai perusahaan melalui budgeting. Tanpa target yang jelas, budget hanya menjadi daftar angka tanpa arah.
Oleh karena itu, setiap anggaran sebaiknya dikaitkan dengan tujuan bisnis. Bagi HRD, target keuangan juga bisa dikaitkan dengan produktivitas karyawan.
Misalnya, perusahaan ingin memastikan biaya SDM sebanding dengan hasil kerja tim melalui penggunaan aplikasi KPI agar performa karyawan dapat dipantau secara lebih objektif.
6. Data Historis dan Analisis Keuangan
Data historis penting dalam budgeting karena membantu Anda membuat estimasi berdasarkan pengalaman sebelumnya.
Dengan melihat data masa lalu, perusahaan bisa memahami pola pengeluaran dan pendapatan.
Misalnya, biaya listrik meningkat pada bulan tertentu, biaya marketing lebih tinggi saat kampanye besar, atau biaya lembur naik saat peak season.
7. Forecast Pendapatan dan Biaya
Forecast adalah perkiraan kondisi keuangan ke depan berdasarkan data yang tersedia. Dalam budgeting, forecast membantu perusahaan memprediksi potensi pendapatan dan biaya yang akan muncul.
Forecast berbeda dari target. Target adalah tujuan yang ingin dicapai, sedangkan forecast adalah estimasi realistis berdasarkan kondisi saat ini.
8. Review dan Penyesuaian Budget
Budget tidak boleh dianggap sebagai dokumen yang selesai setelah dibuat. Dalam praktiknya, kondisi bisnis bisa berubah, sehingga budget perlu dievaluasi secara berkala.
Misalnya, pendapatan bulan ini lebih rendah dari target, biaya operasional meningkat, atau ada kebutuhan mendadak untuk merekrut karyawan baru.
9. Persetujuan dan Implementasi Budget
Setelah budget disusun, dokumen tersebut perlu disetujui oleh pihak yang berwenang. Dalam perusahaan kecil, persetujuan bisa dilakukan langsung oleh pemilik bisnis.
Dalam perusahaan yang lebih besar, persetujuan biasanya melibatkan manajemen, finance, HRD, atau direksi.
Cara Membuat Budgeting Perusahaan
Membuat budgeting perusahaan perlu dilakukan secara bertahap agar hasilnya mudah digunakan. Mari simak cara membuat budgeting perusahaan yang bisa Anda ikuti sebagai berikut:
1. Pahami Tujuan Perusahaan
Pahami dulu tujuan perusahaan. Budget harus disusun berdasarkan arah bisnis, bukan hanya menyalin angka dari periode sebelumnya.
Misalnya, jika perusahaan ingin ekspansi, maka budget perlu memasukkan biaya rekrutmen, training, perangkat kerja, pemasaran, dan operasional tambahan.
Namun, jika perusahaan sedang fokus efisiensi, maka budget perlu menyoroti biaya yang bisa dikurangi tanpa mengganggu produktivitas.
2. Estimasi Pendapatan dalam Periode Budget
Setelah tujuan ditentukan, langkah berikutnya adalah memperkirakan pendapatan. Estimasi pendapatan menjadi dasar untuk menentukan seberapa besar pengeluaran yang aman bagi perusahaan.
Pendapatan bisa dihitung berdasarkan data penjualan sebelumnya atau target pertumbuhan. Untuk bisnis yang belum stabil, gunakan estimasi konservatif agar budget tidak terlalu berisiko.
3. Identifikasi Semua Jenis Pengeluaran
Berikutnya catat semua pengeluaran perusahaan. Pengeluaran sebaiknya dibagi menjadi biaya tetap, biaya variabel, dan biaya satu kali.
Biaya tetap adalah biaya yang relatif sama setiap bulan, seperti gaji, sewa kantor, internet, dan langganan software.
Biaya variabel adalah biaya yang berubah mengikuti aktivitas bisnis, seperti bahan baku, komisi sales, transportasi, atau biaya marketing.
Perusahaan juga dapat mencatat biaya sistem pendukung seperti aplikasi employee self service untuk mempermudah karyawan menginput pengeluaran mereka agar bisa di-reimburse.
Baca Juga: 7 Contoh SOP Reimbursement, Boleh Langsung Copas!
4. Tentukan Surplus
Surplus terjadi jika pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Defisit terjadi jika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
Jika surplus, perusahaan bisa mengalokasikan dana tambahan untuk investasi, dana darurat, pengembangan karyawan, atau ekspansi.
Jika defisit, perusahaan perlu mencari cara untuk menutup selisihnya, misalnya dengan meningkatkan penjualan atau mengurangi biaya tertentu.
5. Lakukan Monitoring dan Evaluasi Berkala
Budgeting tidak berhenti setelah dokumen dibuat. Anda perlu membandingkan budget dengan realisasi agar bisa mengetahui apakah rencana berjalan sesuai target.
Monitoring bisa dilakukan setiap bulan agar perusahaan cepat mengetahui jika ada biaya yang membengkak.
Untuk evaluasi kinerja SDM, HRD juga dapat menggunakan aplikasi penilaian kinerja pegawai agar hasil kerja karyawan lebih mudah dianalisis.
Jenis-Jenis Budgeting Perusahaan
Setiap perusahaan memiliki kebutuhan anggaran yang berbeda. Karena itu, jenis budgeting yang digunakan juga bisa berbeda tergantung tujuan, ukuran bisnis, dan aktivitas operasional.
Mari kenali jenis-jenis budgeting perusahaan yang umum digunakan:
1. Budget Operasional
Budget operasional adalah anggaran untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari. Jenis budget ini biasa digunakan untuk mencatat pendapatan, biaya rutin, dan kebutuhan operasional yang muncul setiap bulan.
Budget operasional penting karena menjadi dasar untuk menjaga kegiatan perusahaan tetap berjalan.
Jika budget ini tidak dirancang dengan baik, perusahaan bisa mengalami pemborosan pada biaya rutin.
2. Budget Keuangan
Budget keuangan membantu manajemen melihat apakah perusahaan berada dalam kondisi sehat.
Dengan budget ini, perusahaan bisa mengetahui apakah dana cukup untuk mendukung operasional, membayar kewajiban, dan menjalankan rencana pertumbuhan.
3. Budget SDM (HR Budget)
Budget SDM atau HR budget adalah anggaran yang berkaitan dengan seluruh kebutuhan karyawan.
Jenis budget ini berguna karena biaya tenaga kerja biasanya menjadi salah satu komponen terbesar dalam perusahaan.
HR budget mencakup gaji, biaya rekrutmen, onboarding, training, benefit, lembur, payroll, penilaian kinerja, dan program pengembangan karyawan.
Untuk mempermudah pengelolaannya, Anda bisa menggunakan aplikasi database karyawan gratis agar data karyawan lebih rapi sebelum proses HR menjadi lebih kompleks.
4. Budget Proyek
Budget proyek adalah anggaran khusus untuk menjalankan proyek tertentu. Jenis budget ini memiliki periode, tujuan, tim, dan output yang spesifik.
Misalnya, perusahaan ingin menjalankan proyek implementasi sistem baru, kampanye marketing besar, pembangunan cabang, atau pelatihan massal karyawan. Setiap proyek perlu budget agar biaya tidak melebar dari rencana awal.
10 Contoh Budgeting Perusahaan
Setelah memahami fungsinya, Anda perlu mengetahui beberapa bentuk budgeting yang bisa digunakan sesuai kebutuhan bisnis.
Langsung saja lihat beberapa contoh budgeting perusahaan yang bisa Anda jadikan acuan sebelum membuat template sendiri:
1. Contoh Budgeting Perusahaan Sederhana
Contoh budgeting perusahaan sederhana bisa digunakan oleh bisnis kecil atau perusahaan yang baru mulai menyusun anggaran. Template ini berfungsi untuk mencatat pemasukan, pengeluaran, dan sisa anggaran.

2. Contoh Budgeting Perusahaan Manufaktur
Contoh budgeting perusahaan manufaktur digunakan untuk mencatat kebutuhan biaya guna membantu perusahaan melihat apakah biaya produksi masih sesuai dengan target keuntungan yang ingin dicapai.

3. Contoh Budgeting Perusahaan Jasa
Template ini berguna karena perusahaan jasa biasanya tidak memiliki biaya produksi barang, tetapi tetap perlu mengontrol biaya tenaga kerja dan kualitas layanan.

KantorKu HRIS membantu mengotomatiskan pencatatan biaya SDM melalui fitur Manajemen Payroll, sehingga Anda dapat memperoleh laporan pengeluaran gaji karyawan secara lebih akurat dan transparan.
4. Contoh Budgeting Perusahaan Startup
Contoh budgeting perusahaan startup cocok untuk bisnis yang sedang bertumbuh dan perlu mengatur dana secara efisien.

5. Contoh Budgeting HR
Template ini berfungsi membantu HRD merencanakan anggaran gaji, rekrutmen, training, benefit, lembur, hingga program pengembangan karyawan.

6. Contoh Budgeting Proyek
Contoh budgeting proyek digunakan untuk mengatur biaya pada proyek tertentu dengan periode dan target yang spesifik.

7. Contoh Budgeting Operasional Perusahaan
Template ini biasanya digunakan untuk memantau biaya sewa, listrik, internet, transportasi, administrasi, dan kebutuhan operasional lainnya.

8. Contoh Budgeting Keuangan Tahunan
Contoh budgeting keuangan tahunan digunakan untuk menyusun rencana keuangan perusahaan dalam satu tahun penuh.

9. Contoh Budgeting Perusahaan Word
Template ini berfungsi membantu perusahaan menjelaskan latar belakang, tujuan, asumsi anggaran, dan evaluasi budget.

10. Contoh Budgeting Perusahaan Excel
Contoh budgeting bulanan perusahaan ini memiliki format yang paling praktis untuk menghitung anggaran secara otomatis.

Download Contoh Budgeting Perusahaan

Setelah memahami fungsi, struktur, komponen, dan jenis budgeting, langkah berikutnya adalah mulai menerapkannya dalam bisnis Anda.
Agar lebih mudah, Anda dapat menggunakan template siap pakai yang sudah tersedia ini agar tidak perlu menyusun semuanya dari awal.
Jika Anda sedang mencari contoh budgeting plan siap pakai, silakan isi formulir yang tersedia di bawah ini!
Kelola Operasional SDM & KPI Karyawan Lebih Akurat lewat KantorKu HRIS!
Membuat budgeting perusahaan memang krusial, tetapi mengelola data HR secara manual tetap bisa membuat pekerjaan menjadi lambat.
Di sinilah KantorKu HRIS hadir sebagai solusi. Jika Anda membutuhkan sistem yang mempermudah operasional SDM dalam satu ekosistem, aplikasi ini adalah jawabannya.
Agar tata kelola SDM di perusahaan Anda berjalan lebih efektif, mari simak fitur unggulannya:
- Manajemen Database Terpusat: Simpan seluruh informasi karyawan, mulai dari identitas hingga dokumen legal, dalam satu dashboard.
- Otomatisasi Payroll & Absensi: Hubungkan data kehadiran langsung dengan sistem penggajian.
- Penilaian KPI & OKR Objektif: Kelola review kinerja dan feedback agar tim dapat mencapai target dengan indikator yang terukur.
- Rekrutmen Berbasis AI: Temukan talenta terbaik lebih cepat dengan screening CV otomatis dan integrasi loker ke berbagai portal seperti LinkedIn.
- Employee Self Service (ESS): Berikan kenyamanan bagi karyawan untuk mengajukan cuti, lembur, dan melihat slip gaji secara mandiri melalui aplikasi ponsel.
- Laporan HR: Dapatkan analisis mendalam mengenai produktivitas dan biaya karyawan untuk mendukung strategi pengembangan bisnis ke depan.
Efisiensi operasional dimulai dari sistem yang mampu menyederhanakan kerumitan administrasi.
Saatnya gunakan KantorKu HRIS untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang lebih solid. Langsung saja book demo gratis sekarang juga untuk melihat bagaimana cara kerja KantorKu HRIS!
KantorKu HRIS membantu mengotomatiskan pencatatan biaya SDM melalui fitur Manajemen Payroll, sehingga Anda dapat memperoleh laporan pengeluaran gaji karyawan secara lebih akurat dan transparan.
Referensi:
8-Step Roadmap to Corporate Budget Planning | Abacum
10 Straightforward Steps to the Corporate Budget Planning Process | Onestream
Related Articles
10 Template Biaya Rekrutmen Sederhana, PDF, Word, Excel [+Gratis Download]
10 Template Checklist Maintenance Mesin, Gedung, & Alat [Gratis Download]