12 Contoh OKR Marketing Agency berdasarkan TIM & Kuartal (Q1/Q2/Q3/Q4)

Contoh OKR marketing agency lengkap mulai dari perbedaan dengan tim in-house hingga strategi meningkatkan ROI, efisiensi, dan retensi klien.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 06 Februari 2026
Key Takeaways
OKR Marketing Agency membantu menyelaraskan target pemasaran dengan tujuan bisnis klien.
Objective fokus pada pertumbuhan brand awareness, lead, dan konversi.
Key Result diukur melalui traffic, engagement, cost per lead, dan ROI campaign.
OKR mendorong eksekusi berbasis data dan evaluasi performa kampanye secara berkala.
Penerapan OKR yang jelas membantu agency memberikan hasil terukur dan meningkatkan kepuasan klien.

Contoh OKR marketing agency sering dicari saat sebuah agency sibuk eksekusi campaign, report menumpuk tiap bulan, tetapi growth klien stagnan, target revenue meleset, dan antar divisi jalan sendiri-sendiri.

Di fase inilah Objectives and Key Results (OKR) biasanya dibutuhkan. OKR digunakan untuk mengunci fokus tim marketing agency agar setiap strategi dari acquisition, performance ads, sampai account management, punya arah dan ukuran yang jelas.

Masalahnya, saat ini banyak agency yang salah menerapkan OKR. Objective terlalu umum, Key Results tidak terukur, atau malah cuma ganti istilah KPI tanpa perubahan cara kerja.

Dampaknya, membuat OKR jadi formalitas, tim makin bingung, dan manajemen merasa sudah “punya sistem” padahal performa tetap bocor halus.

Di artikel ini, kita akan membahas contoh OKR marketing agency yang realistis dan relevan dengan kondisi lapangan, lengkap dengan konteks penggunaannya.

Jika Anda tidak ingin agency tersebut terus bekerja keras tanpa arah yang jelas, lanjutkan membaca sampai akhir untuk mendapatkan jawabannya. Kesalahan kecil dalam menyusun OKR bisa membuat satu kuartal terbuang sia-sia.

Apa Itu OKR?

contoh okr marketing agency

OKR atau Objectives and Key Results adalah kerangka kerja penetapan tujuan yang dirancang untuk menciptakan kejelasan, fokus, dan transparansi dalam sebuah organisasi.

Sederhananya, Objective menjawab pertanyaan “Ke mana kita ingin pergi?” (bersifat kualitatif dan inspiratif), sementara Key Results menjawab “Bagaimana kita tahu bahwa kita sudah sampai di sana?” (bersifat kuantitatif dan terukur).

Sistem ini pertama kali dipopulerkan oleh Intel dan Google, namun kini telah menjadi standar emas bagi perusahaan yang ingin bergerak lincah.

Dalam dunia agensi yang serba cepat, OKR membantu Anda memastikan bahwa setiap jam kerja yang ditagihkan ke klien benar-benar memberikan dampak nyata.

Mengapa Marketing Agency Perlu Menggunakan OKR?

Marketing agency beroperasi di lingkungan yang sangat dinamis dengan tekanan tinggi untuk memberikan Return on Investment (ROI) yang nyata bagi klien.

Menurut riset dari OKRs Tool, sebanyak 54% perusahaan melaporkan melihat dampak yang terukur dari implementasi OKR hanya dalam 3 bulan setelah penerapan, sementara 68% mengatakan OKR membantu mereka mencapai tonggak pertumbuhan lebih cepat dibanding tanpa OKR.

Temuan ini menunjukkan bahwa framework OKR benar-benar memberikan kontribusi yang nyata terhadap kecepatan eksekusi dan hasil bisnis, termasuk dalam konteks growth dan target yang relevan untuk marketing agency yang bekerja dengan deadline ketat dan permintaan ROI tinggi

Tanpa sistem yang jelas, tim sering kali terjebak dalam siklus kerja reaktif, yaitu hanya mengerjakan apa yang diminta klien tanpa strategi jangka panjang.

Beberapa alasan di bawah ini menjadi landasan mengapa marketing agency perlu menggunakan OKR yang jelas dan terukur:

1. Penyelarasan Visi dan Fokus Antar Tim

Dalam satu marketing agency, terdapat banyak peran dengan prioritas yang berbeda seperti tim kreatif fokus pada ide dan visual, tim SEO pada traffic dan ranking, tim performance pada cost dan conversion, sementara account manager menjaga hubungan dengan klien.

Tanpa OKR, masing-masing tim cenderung bergerak berdasarkan kepentingannya sendiri. OKR berfungsi sebagai single source of truth yang menyatukan arah kerja seluruh divisi.

  • Menyelaraskan tujuan strategis antara manajemen dan tim eksekutor
  • Menghindari konflik prioritas antar divisi (ego sektoral)
  • Memastikan semua aktivitas berkontribusi pada objective yang sama

2. Akuntabilitas Kinerja Berbasis Data, Bukan Asumsi

Salah satu masalah klasik di marketing agency adalah penilaian kinerja yang subjektif. Tanpa metrik yang jelas, performa sering diukur dari hal-hal yang tidak berdasar.

Oleh karena itu, OKR mengubah pola ini dengan menekankan key results yang terukur.

  • Setiap target memiliki indikator angka yang jelas
  • HR dan manajemen dapat mengevaluasi performa secara objektif
  • Tim memahami ekspektasi hasil sejak awal, bukan di akhir kuartal

3. Ketangkasan Bisnis di Tengah Perubahan Pasar

Dunia digital marketing berubah sangat cepat, algoritma mesin pencari, platform iklan, hingga perilaku audiens bisa bergeser dalam hitungan bulan. Agency yang kaku dalam perencanaan akan tertinggal.

OKR dirancang secara kuartalan, sehingga memungkinkan agency untuk tetap adaptif tanpa kehilangan arah.

  • Mudah menyesuaikan target berdasarkan tren terbaru
  • Mencegah agency terjebak pada strategi yang sudah tidak relevan
  • Memberikan ruang evaluasi dan perbaikan rutin setiap kuartal

4. Mendorong Peningkatan Kinerja Secara Berkelanjutan

Berbeda dengan target umum seperti meningkatkan performa atau bekerja lebih baik, OKR menekankan tujuan yang spesifik, menantang, namun realistis. Prinsip ini terbukti mendorong performa yang lebih tinggi secara konsisten.

  • Objective yang jelas membantu tim fokus pada hasil
  • Key results yang menantang memacu growth mindset
  • Evaluasi berkala menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan
Banner KantorKu HRIS
Kelola OKR Lebih Mudah dengan KantorKu HRIS!

KantorKu HRIS bantu kelola OKR, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Perbedaan OKR Marketing Agency dan OKR Tim In-House

Secara konsep, OKR baik di marketing agency maupun tim in-house sama-sama digunakan untuk mengarahkan fokus kerja dan mengukur hasil. Namun, konteks bisnis yang berbeda membuat cara penerapannya tidak bisa disamakan.

Marketing agency bekerja untuk banyak klien dengan model bisnis berbasis layanan, sementara tim in-house hanya bertanggung jawab pada satu brand dengan tujuan jangka panjang perusahaan. Perbedaan inilah yang membentuk karakter OKR yang sangat berbeda di kedua sisi.

Untuk memahaminya dengan lebih jelas, berikut pembagian perbedaan utama antara OKR marketing agency dan OKR tim in-house.

1. Skala Operasional dan Kompleksitas Target

Perbedaan pertama terletak pada fokus entitas bisnis yang dikelola. Tim internal memiliki keleluasaan untuk mendalami satu merek secara konsisten, sementara agensi harus memiliki ketangkasan untuk berpindah fokus antar industri dalam waktu singkat.

a. Tim In-House

Tim marketing in-house bekerja fokus pada satu brand, satu produk, dan satu visi bisnis utama. OKR yang disusun cenderung lebih stabil dan mendalam karena seluruh strategi diarahkan pada pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.

  • Objective biasanya berfokus pada brand growth, market share, atau revenue.
  • Key results relatif konsisten antar kuartal.
  • Prioritas jarang saling bertabrakan karena hanya melayani satu kepentingan bisnis.

b. Marketing Agency

Sebaliknya, marketing agency harus mengelola banyak klien dengan kebutuhan, industri, dan target yang berbeda-beda. OKR agency harus cukup fleksibel untuk mengakomodasi variasi tersebut tanpa kehilangan kontrol.

  • Objective harus mampu mewakili performa lintas klien.
  • Key results bersifat agregat (misalnya rata-rata performa atau SLA).
  • Risiko overload target jauh lebih tinggi jika OKR tidak dirancang dengan matang.

2. Orientasi Efisiensi vs Pertumbuhan Internal

Model bisnis agensi sangat bergantung pada manajemen waktu karena jam kerja adalah komoditas utama yang dijual kepada klien. Hal ini membuat struktur OKR agensi jauh lebih sensitif terhadap isu produktivitas dibandingkan tim internal.

a. Tim In-House

Bagi tim internal perusahaan, efisiensi penting namun bukan faktor utama profit. Fokus OKR lebih diarahkan pada hasil bisnis, bukan jam kerja atau cost per task.

  • Keberhasilan diukur dari dampak jangka panjang.
  • Beban kerja tidak selalu dikaitkan langsung dengan margin.
  • Lebih toleran terhadap eksperimen jangka panjang.

b. Marketing Agency

Di agency, waktu secara langsung berhubungan dengan profitabilitas. Setiap jam kerja yang tidak efisien bisa menggerus margin. Karena itu, OKR agency hampir selalu menyertakan aspek efisiensi operasional.

  • Mengukur utilisasi tim dan produktivitas jam kerja.
  • Menjaga keseimbangan antara kualitas hasil dan biaya layanan.
  • Mencegah scope creep yang merugikan agency.

3. Fokus Stakeholder

Siapa yang menilai hasil kerja tim akan menentukan metrik apa yang dimasukkan ke dalam key results. Dalam ekosistem agensi, penilaian subjektif dan kepuasan klien memegang peranan yang hampir setara dengan angka performa teknis.

a. Tim In-House

Keberhasilan OKR tim in-house umumnya diukur dari pertumbuhan pasar, brand equity, dan revenue perusahaan. Stakeholder utama adalah manajemen internal dan pemegang saham.

  • Tidak ada risiko kehilangan “klien” jika satu campaign gagal.
  • Fokus pada perbaikan berkelanjutan untuk satu entitas bisnis.
  • Kepuasan pelanggan bersifat tidak langsung.

b. Marketing Agency

Agency memiliki variabel tambahan yang krusial: kepuasan dan retensi klien. OKR tidak hanya berbicara soal performa campaign, tetapi juga kualitas layanan.

  • Retensi klien menjadi indikator keberhasilan utama.
  • Hubungan jangka panjang lebih penting daripada satu campaign sukses.
  • Kepuasan klien bisa menentukan keberlangsungan bisnis.

4. Kecepatan Iterasi dan Fleksibilitas Strategi

Kebutuhan untuk beradaptasi adalah harga mati bagi agensi. Kejelasan tujuan dalam organisasi, terutama yang memiliki tingkat perubahan tinggi, secara signifikan mampu mengurangi tingkat stres kerja karyawan karena mereka memahami prioritas meski situasi berubah cepat.

a. Tim In-House

Tim internal biasanya memiliki ruang untuk membangun strategi secara bertahap dan sistematis. Perubahan target tidak dilakukan terlalu sering agar konsistensi brand tetap terjaga.

  • Strategi cenderung lebih stabil.
  • Iterasi dilakukan berdasarkan roadmap jangka panjang.
  • Risiko perubahan arah lebih terkendali.

b. Marketing Agency

Agency dituntut untuk bergerak cepat karena setiap klien bisa berada di fase bisnis yang berbeda. OKR harus memungkinkan perubahan taktik tanpa mengorbankan objective utama.

  • Iterasi strategi bisa terjadi setiap bulan.
  • Adaptasi cepat terhadap industri klien yang beragam.
  • OKR harus cukup luwes agar tetap relevan.

Baca Juga: 8 Perbedaan KPI dan OKR yang Wajib Tau, dan Penerapannya!

Struktur OKR yang Ideal untuk Marketing Agency

Struktur OKR yang efektif bagi agensi tidak boleh kaku. Struktur ini harus memungkinkan kolaborasi lintas departemen agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab. Berikut adalah elemen-elemen kunci dalam membangun struktur OKR yang solid:

1. Objective

Objective adalah pernyataan kualitatif tentang apa yang ingin dicapai. Gunakan kalimat yang memotivasi tim tanpa mencantumkan angka terlebih dahulu. Fokuslah pada dampak dan arah besar yang ingin dituju oleh agensi Anda.

  • Berorientasi pada tindakan (action-oriented).
  • Singkat, jelas, dan mudah diingat oleh semua anggota tim.
  • Memberikan inspirasi bagi tim kreatif maupun analis data.

2. Key Results

Key results adalah metrik yang digunakan untuk mengukur pencapaian objective. Pastikan setiap poin mengandung angka yang bisa diverifikasi di akhir periode. Tanpa angka, Anda hanya memiliki daftar tugas (to-do list), bukan OKR.

  • Menggunakan formula: “Meningkatkan [metrik] dari [X] ke [Y]“.
  • Harus bersifat agresif namun tetap realistis (achievable).
  • Dapat dilacak secara mingguan menggunakan data yang valid.

3. Cadence (Siklus Waktu)

Waktu adalah variabel penting dalam digital marketing. Biasanya diterapkan per kuartal (3 bulan) agar evaluasi tetap relevan dengan tren digital marketing yang sangat dinamis.

  • Memberikan waktu yang cukup untuk melihat dampak dari sebuah strategi.
  • Memungkinkan tim untuk melakukan reset target jika terjadi perubahan market yang drastis.
  • Membagi target besar tahunan menjadi porsi kecil yang lebih mudah dicapai.

4. Check-in Mingguan

Jangan menunggu hingga akhir kuartal untuk melihat hasil. Melakukan evaluasi singkat setiap minggu sangat krusial untuk memastikan tidak ada hambatan (blockers) dalam mencapai key results.

  • Menjaga momentum dan fokus tim agar tidak terdistraksi pekerjaan rutin.
  • Mendeteksi dini jika ada key results yang berisiko tidak tercapai.
  • Mendorong transparansi dan komunikasi aktif antar departemen.

Baca Juga: 6 Cara Membuat OKR, Panduan Lengkap agar KPI Tak Menurun!

Banner KantorKu HRIS
Kirim OKR untuk TIM lewat Aplikasi KantorKu HRIS!

KantorKu HRIS bantu kelola OKR, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Contoh OKR Marketing Agency Berdasarkan Fungsi Tim

Untuk mengimplementasikan strategi ini, Anda perlu membedah target berdasarkan peran spesifik tiap departemen.

Berikut adalah rincian contoh OKR marketing agency yang disusun untuk memastikan setiap fungsi tim memberikan kontribusi maksimal terhadap kesuksesan klien dan agensi.

1. Contoh OKR Tim Performance Marketing

Tim ini memegang kendali atas efisiensi budget iklan. Fokus utamanya adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan klien menghasilkan konversi yang optimal.

  • Objective: Meningkatkan efisiensi belanja iklan di seluruh akun klien tier-1 untuk memaksimalkan ROI.
  • Key Results 1: Menurunkan rata-rata Cost Per Acquisition (CPA) sebesar 15% melalui optimasi audiens.
  • Key Results 2: Mencapai nilai Return on Ad Spend (ROAS) minimal 4.0x pada kampanye utama.
  • Key Results 3: Mengimplementasikan A/B testing pada minimal 10 variasi creative ads setiap bulan.

2. Contoh OKR Tim SEO

Tim SEO bekerja pada ranah visibilitas organik. Keberhasilan mereka diukur dari seberapa dominan website klien muncul di mesin pencari tanpa biaya iklan langsung.

  • Objective: Menjadikan website klien sebagai otoritas utama di niche industri masing-masing.
  • Key Results 1: Meningkatkan trafik organik bulanan sebesar 30% dari kuartal sebelumnya.
  • Key Results 2: Memperoleh 20 backlink berkualitas tinggi dari domain dengan otoritas (DR) di atas 50.
  • Key Results 3: Mengoptimalkan 50 artikel lama untuk menempati posisi 3 besar di halaman pencarian Google.

Baca Juga: Apa itu SEO Specialist? Ini Jobdesc, Gaji, & Skill yang Dibutuhkan

3. Contoh OKR Tim Content & Creative

Tim kreatif adalah wajah utama dari kampanye. Mereka bertanggung jawab atas estetika dan pesan yang mampu menggerakkan audiens untuk berinteraksi.

  • Objective: Memproduksi aset kreatif berkualitas tinggi yang mendorong interaksi audiens secara masif.
  • Key Results 1: Meningkatkan rata-rata engagement rate konten visual sebesar 5% di semua platform.
  • Key Results 2: Memproduksi 12 video pendek (Reels/TikTok) dengan tingkat retensi penonton minimal 60%.
  • Key Results 3: Mengurangi waktu pengerjaan desain tanpa menurunkan kualitas, dari 3 hari menjadi 2 hari kerja.

4. Contoh OKR Tim Social Media

Fokus tim social media adalah menjaga denyut nadi komunikasi brand di platform sosial dan memastikan komunitas tetap bertumbuh secara sehat.

  • Objective: Membangun ekosistem komunitas digital yang aktif dan loyal terhadap brand klien.
  • Key Results 1: Meningkatkan jumlah pengikut organik sebanyak 10.000 pengguna baru secara total.
  • Key Results 2: Mencapai response rate komentar dan pesan masuk sebesar 100% dalam waktu di bawah 1 jam.
  • Key Results 3: Mengadakan 4 kampanye kolaborasi dengan micro-influencer yang memiliki engagement tinggi.

5. Contoh OKR Tim Account/Client Success

Sebagai jembatan komunikasi, tim account atau client success akan memastikan hubungan agensi dengan klien tetap harmonis dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

  • Objective: Memberikan layanan konsultasi strategis yang membuat klien merasa agensi adalah mitra tak tergantikan.
  • Key Results 1: Mencapai skor kepuasan pelanggan (NPS) minimal 9 dari skala 10.
  • Key Results 2: Melakukan sesi strategic review tatap muka dengan seluruh klien aktif minimal sekali sebulan.
  • Key Results 3: Berhasil meyakinkan 20% klien yang ada untuk meningkatkan paket layanan (upsell).

Baca Juga: 20 Contoh KPI Digital Marketer: SEO, Sosmed, Ads, Email Marketing

Contoh OKR Marketing Agency Berdasarkan Tujuan Bisnis

Selain fokus pada operasional harian tim, Anda sebagai pimpinan atau HRD perlu menetapkan OKR yang berorientasi pada keberlangsungan agensi secara makro. Dalam hal ini, kejelasan tujuan dalam organisasi secara signifikan mampu mengurangi stres kerja karyawan karena mereka memahami prioritas dengan jelas.

6. Contoh OKR untuk Meningkatkan Retensi Klien

Dalam bisnis jasa, menjaga klien lama jauh lebih efisien daripada mencari klien baru. Oleh karena itu, Anda perlu menyusun contoh OKR untuk meningkatkan retensi klien yang berfokus pada kualitas hubungan dan nilai tambah jangka panjang bagi mitra bisnis Anda.

  • Objective: Mengurangi kehilangan klien (churn) dengan memberikan hasil kerja yang melampaui ekspektasi.
  • Key Results 1: Mempertahankan 90% klien aktif untuk memperpanjang kontrak di kuartal berikutnya.
  • Key Results 2: Menyelesaikan semua komplain klien dalam waktu maksimal 24 jam.
  • Key Results 3: Memberikan laporan analisis kompetitor eksklusif setiap bulan sebagai nilai tambah layanan.

7. Contoh OKR untuk Meningkatkan Revenue Agency

Pertumbuhan finansial adalah indikator vital kesehatan agensi. Melalui OKR untuk meningkatkan revenue agency, Anda dapat mengarahkan tim sales dan pimpinan untuk fokus pada akuisisi profil klien yang lebih menguntungkan serta memaksimalkan potensi pendapatan dari layanan yang sudah ada.

  • Objective: Mempercepat pertumbuhan pendapatan agensi melalui akuisisi klien bernilai tinggi.
  • Key Results 1: Mendapatkan 5 klien baru dengan nilai kontrak tahunan di atas Rp200 juta.
  • Key Results 2: Meningkatkan margin keuntungan bersih dari 20% menjadi 25% melalui efisiensi operasional.
  • Key Results 3: Meluncurkan satu paket layanan baru (misal: Influencer Marketing) yang menghasilkan revenue pertama dalam 3 bulan.

8. Contoh OKR untuk Efisiensi Operasional Tim

Seringkali margin keuntungan agensi tergerus oleh proses internal yang berbelit-belit. Dengan menerapkan OKR untuk efisiensi operasional tim, Anda bisa menciptakan alur kerja yang lebih ramping sehingga tim memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada strategi kreatif daripada urusan administratif.

  • Objective: Menciptakan lingkungan kerja yang produktif dengan alur kerja yang terotomatisasi.
  • Key Results 1: Mengurangi waktu yang dihabiskan untuk rapat internal sebesar 30% menggunakan sistem manajemen tugas.
  • Key Results 2: Mengimplementasikan tools pelaporan otomatis yang menghemat 5 jam kerja per karyawan setiap minggu.
  • Key Results 3: Memastikan 100% data absensi dan kinerja tim tercatat secara real-time tanpa input manual.

Contoh OKR Marketing Agency per Kuartal (Q1/Q2/Q3/Q4)

Pembagian OKR berdasarkan periode waktu sangat krusial untuk menjaga ritme kerja agar tidak terjadi burnout di akhir tahun, sekaligus memastikan target tahunan tercapai secara bertahap.

Oleh karena itu, para marketing agency juga kerap membagi OKR sesuai kuartal, sama seperti yang dilakukan perusahaan pada umumnya.

9. Contoh OKR Q1: Pertumbuhan dan Penetrasi Pasar

Contoh OKR Marketing Agency Q1
Contoh OKR Marketing Agency Q1

Kuartal 1 (Q1) akan berfokus pada pencarian klien baru dan penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih segar untuk memulai tahun dengan kuat.

Dalam hal ini, standarisasi proses berbasis data dapat meningkatkan produktivitas tim hingga 6% karena berkurangnya waktu untuk menebak-nebak alur kerja.

10. Contoh OKR Q2: Optimalisasi dan Kualitas

Contoh OKR Marketing Agency Q2
Contoh OKR Marketing Agency Q2

Bentuk OKR Q2 biasanya akan mengevaluasi hasil Q1, memperbaiki performa kampanye yang kurang maksimal, dan mengasah efektivitas kerja tim kreatif.

Evaluasi pada tahap ini sangat penting untuk menyesuaikan target yang terlalu ambisius agar tetap menantang namun tetap bisa dicapai (achievable).

11. Contoh OKR Q3: Inovasi dan Ekspansi

Contoh OKR Marketing Agency Q3
Contoh OKR Marketing Agency Q3

Kemudian, OKR marketing agency pada kuartal 3 (Q3) akan mencoba teknologi baru (seperti integrasi AI marketing) atau memperluas jangkauan layanan ke ceruk industri yang lebih spesifik.

Sebab, ini adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk melakukan eksperimen strategi sebelum memasuki periode sibuk di akhir tahun.

12. Contoh OKR Q4: Retensi dan Profitabilitas

Contoh OKR Marketing Agency Q4
Contoh OKR Marketing Agency Q4

Pada kuartal 4 (Q4), marketing agency Anda akan lebih berfokus pada penyelesaian target tahunan klien dan memastikan kontrak kerja diperpanjang untuk tahun berikutnya.

Dengan begitu, kejelasan target retensi di akhir tahun secara signifikan mengurangi stres karyawan karena prioritas kerja menjadi sangat terfokus.

Proyeksi Tren Performa Agensi

Untuk memudahkan Anda dalam presentasi atau dokumentasi di Google Docs/Slides, Anda bisa membuat grafik garis berdasarkan data pertumbuhan berikut. Grafik ini akan menunjukkan bagaimana agensi bergerak dari fase akuisisi (Q1) menuju profitabilitas maksimal (Q4).

Berikut adalah data tabel untuk grafik garis tersebut:

Proyeksi Pertumbuhan OKR Marketing Agency Q1–Q4
Proyeksi Pertumbuhan OKR Marketing Agency Q1–Q4

Baca Juga: 40 Contoh OKR Berbagai Divisi Marketing, HR, Sales & Lainnya

Mengelola OKR dan KPI tim agensi yang padat mobilitas tentu tidak mudah jika masih menggunakan cara manual atau spreadsheet yang rumit. Untuk memastikan semua target di atas tercapai dengan pemantauan yang akurat, Anda membutuhkan alat pendukung yang tepat.

aplikasi penilaian kinerja pegawai
Tampilan Dashboard OKR KantorKu HRIS

Jika Anda butuh software OKR yang mempermudah pekerjaan HR dalam memantau performa tim, mengelola administrasi SDM, hingga memantau pencapaian KPI dan OKR secara transparan, maka software OKR KantorKu HRIS adalah solusinya!

Jangan biarkan pertumbuhan agensi Anda terhambat oleh urusan administratif yang berbelit. Segera gunakan aplikasi HRIS KantorKu saat Anda terbesit untuk beralih ke sistem HRIS dari manual, agar pengelolaan absensi, payroll, dan pengembangan SDM berjalan otomatis dan profesional.

Apakah Anda ingin kami bantu jadwalkan demo untuk integrasi menggunakan software OKR secara gratis?

Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola OKR, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Sumber:

OKRs Tool. 35+ OKR Statistics for 2026 (Backed by Unique Data).

Bagikan

Related Articles

okr tim product development

10 Contoh OKR Tim Product Development di Perusahaan

Contoh OKR tim product development meliputi wawancara pelanggan, uji coba produk, usability score, pelatihan tim, dan review dokumen.
04 Februari 2026

10 Contoh OKR Perusahaan SME: Tim Sales, Marketing, HR & IT

Tingkatkan performa bisnis dengan OKR yang tepat. Gunakan 10 contoh OKR perusahaan SME ini, untuk tim sales, marketing, hingga HR agar bisnis cepat scale-up!
04 Februari 2026

10 Contoh OKR Tim Engineering yang Realistis & Cara Membuatnya

Lihat contoh OKR untuk tim engineering yang realistis untuk performa aplikasi, keamanan, hingga skalabilitas, lengkap dengan cara membuatnya!
02 Februari 2026