10 Contoh OKR Tim Engineering yang Realistis & Cara Membuatnya
Lihat contoh OKR untuk tim engineering yang realistis untuk performa aplikasi, keamanan, hingga skalabilitas, lengkap dengan cara membuatnya!
Table of Contents
Tim engineering sering kali terjebak dalam labirin bug fixing harian yang repetitif tanpa memahami korelasi pekerjaan mereka terhadap profitabilitas bisnis.
Menurut data, lebih dari 54% perusahaan mulai melihat dampak terukur dari OKR dalam 3 bulan pertama penerapan.
Namun tanpa kerangka kerja yang jelas, tim IT cenderung bekerja dalam mode reaktif, bukan proaktif untuk menciptakan nilai tambah.
Di sinilah pentingnya implementasi OKR untuk tim engineering. Mari pelajari beberapa contoh OKR yang dapat Anda gunakan sebagai templat untuk mendorong performa teknis di perusahaan Anda!
Cara Membuat OKR Engineering yang Terukur
Menyusun target untuk departemen IT engineering memerlukan pemahaman mendalam mengenai siklus pengembangan agar metrik yang ditetapkan justru tidak mencekik mereka.
Simak beberapa cara membuat OKR engineering supaya tepat sasaran:
- Fokus pada Kapabilitas Teknis: Berbeda dengan OKR general, target engineering harus berpusat pada teknis, seperti skalabilitas infrastruktur hingga performa aplikasi.
- Sinkronisasi dengan Development Cycle: Pastikan penetapan waktu dalam OKR selaras dengan roadmap produk jangka panjang.
- Ukur Perbaikan, Bukan Rutinitas: Hindari metrik yang hanya mencatat tugas harian. Fokuslah pada key results yang menunjukkan peningkatan signifikan, misalnya percepatan frekuensi deployment.
Baca Juga: Cara Membuat OKR yang Efektif untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan
KantorKu HRIS bantu kelola performa tim melalui dashboard visual dan 9-box-matrix untuk menilai kinerja karyawan.
Contoh OKR untuk Tim Engineering

Penyusunan OKR untuk tim engineering harus berorientasi pada hasil teknis yang objektif. Agar memiliki gambaran yang jelas, lihat beberapa template contoh OKR yang bisa diadaptasi:
1. Mengoptimalkan Kecepatan dan Performa Aplikasi
Aplikasi yang lambat adalah penyebab pengguna meninggalkan platform. OKR ini diperlukan untuk memastikan tim fokus pada optimasi kode demi kenyamanan pengguna akhir.
Objective
Meningkatkan waktu respons aplikasi secara signifikan di seluruh platform.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective optimasi performa:
- Mengurangi rata-rata page load time sebesar 30%.
- Optimasi 5 endpoint API paling lambat agar memiliki waktu respons di bawah 200ms.
- Mencapai skor kepuasan pengguna minimal 95% terkait kecepatan aplikasi berdasarkan survei bulanan.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Gunakan alat pemantauan performa aplikasi (APM) untuk membandingkan rata-rata waktu respons sebelum dan sesudah optimasi dilakukan pada akhir kuartal.
2. Meningkatkan Skalabilitas dan Stabilitas Sistem
Perusahaan tidak boleh kehilangan potensi transaksi akibat sistem yang down saat trafik melonjak. OKR ini krusial untuk menjaga ketersediaan layanan stabil saat kondisi beban tinggi.
Objective
Mencapai ketersediaan sistem yang kokoh dan mampu menangani lonjakan trafik ekstrem.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective stabilitas sistem:
- Mempertahankan tingkat uptime sebesar 99.99% di semua layanan.
- Berhasil menangani 3x lipat rata-rata trafik harian melalui implementasi fitur auto-scaling.
- Mengurangi incident recovery time sebesar 40% melalui skrip otomatisasi.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Pantau log uptime server dan lakukan load testing berkala untuk mensimulasikan trafik puncak guna memverifikasi ketangguhan sistem.
3. Memperkuat Keamanan Data dan Aplikasi
Keamanan data adalah aset paling berharga perusahaan. OKR ini diperlukan untuk meminimalisir risiko serangan siber dan memastikan kepatuhan terhadap standar perlindungan data global.
Objective
Membangun postur keamanan aplikasi yang proaktif dan tangguh.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective keamanan sistem:
- Menyelesaikan penetration testing menyeluruh dan memperbaiki semua kerentanan kritis dalam 30 hari.
- Implementasi autentikasi dua faktor (2FA) untuk 100% pengguna dengan akses administratif.
- Mencapai target nol insiden kebocoran data atau pelanggaran keamanan selama satu tahun berjalan.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Periksa laporan berkala dari sistem pendeteksi ancaman dan pastikan seluruh sertifikasi keamanan (seperti ISO 27001) tetap valid dan teraudit.
Baca Juga: 40 Contoh OKR Berbagai Divisi Marketing, HR, Sales & Lainnya
4. Mengakselerasi Siklus Rilis Produk
Kecepatan rilis fitur baru sangat menentukan keunggulan kompetitif di pasar. OKR ini membantu tim mempercepat proses dari penulisan kode hingga dapat dinikmati pengguna.
Objective
Mempercepat waktu distribusi fitur (Time to Market) melalui otomatisasi rilis.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective kecepatan rilis:
- Implementasi jalur CI/CD (Continuous Integration/Deployment) pada 3 proyek utama perusahaan.
- Mengurangi rata-rata waktu dari code commit hingga deployment produksi sebesar 50%.
- Mencapai tingkat keberhasilan rilis sebesar 95% tanpa perlu melakukan penarikan kembali (rollback).
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Hitung durasi rata-rata siklus pengembangan di setiap akhir bulan untuk melihat tren penurunan waktu rilis fitur.
5. Meningkatkan Kualitas Kode dan Efisiensi Testing
Kode yang berantakan menyebabkan technical debt yang menghambat inovasi di masa depan. OKR ini diperlukan untuk menjaga standar kualitas pengerjaan tim tetap tinggi.
Objective
Menjamin standar kualitas pengerjaan teknis yang tinggi untuk meminimalisir kesalahan produksi.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective kualitas kode:
- Mencapai cakupan pengujian otomatis (unit testing) minimal 85% untuk setiap modul baru yang dirilis.
- Mengurangi jumlah Critical Bugs yang dilaporkan di lingkungan produksi hingga 50%.
- Menjalankan audit kode (code review) mingguan dengan tingkat kepatuhan standar mencapai 100%.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Gunakan alat bantu code coverage dan sistem pelacak bug (tiket) untuk menghitung rasio kesalahan per rilis fitur.
6. Meningkatkan Usability dan User Experience
Engineering tidak hanya soal fungsi, tetapi juga soal kemudahan penggunaan. OKR ini menyelaraskan pengerjaan teknis dengan kebutuhan nyata pengguna akhir.
Objective
Meningkatkan kemudahan navigasi dan pengalaman pengguna secara teknis.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective peningkatan kegunaan:
- Mendesain ulang 5 alur perjalanan pengguna (user journey) utama yang paling sering dikeluhkan.
- Mengurangi jumlah laporan masalah UX teknis dari pelanggan sebesar 20%.
- Meningkatkan tingkat aktivasi pengguna baru sebesar 15% melalui perbaikan alur pendaftaran.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Bandingkan data user retention dan jumlah tiket komplain terkait tampilan atau navigasi aplikasi setiap kuartal.
Baca Juga: 10 Aplikasi Performance Appraisal Terbaik untuk KPI & OKR
KantorKu HRIS bantu kelola performa tim melalui dashboard visual dan 9-box-matrix untuk menilai kinerja karyawan.
7. Mengoptimalkan Lingkungan Kerja Pengembang
Produktivitas engineering sering terhambat oleh proses administrasi atau alat kerja yang lambat. OKR ini fokus pada efisiensi operasional tim internal.
Objective
Menciptakan ekosistem kerja internal yang efisien untuk meningkatkan produktivitas pengembang.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective lingkungan kerja:
- Mengurangi waktu pengaturan lingkungan (setup time) bagi pengembang baru sebesar 70%.
- Melakukan standarisasi alat pengembangan dan platform di seluruh departemen IT.
- Mencapai tingkat kepuasan pengembang sebesar 90% terhadap alat kerja yang disediakan oleh perusahaan.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Lakukan survei kepuasan internal pengembang dan hitung rata-rata waktu yang dibutuhkan karyawan baru untuk melakukan commit pertama mereka.
8. Inovasi Produk dengan Integrasi AI
Agar tetap relevan di industri, tim engineering harus mampu mengadopsi teknologi terbaru. OKR ini mendorong tim untuk bereksperimen dengan solusi kecerdasan buatan.
Objective
Memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan nilai guna dan daya saing produk.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective inovasi AI:
- Riset dan identifikasi 3 area fungsional aplikasi yang dapat dioptimalkan dengan AI.
- Mengembangkan prototipe fitur rekomendasi cerdas yang meningkatkan keterlibatan pengguna sebesar 15%.
- Meluncurkan minimal satu fitur berbasis AI dengan tingkat adopsi pengguna mencapai 25%.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Evaluasi kemajuan riset melalui laporan mingguan dan pantau statistik penggunaan fitur AI setelah resmi diluncurkan.
9. Efisiensi Biaya Infrastruktur Cloud
Seiring berkembangnya sistem, biaya infrastruktur sering membengkak. OKR ini mendidik tim untuk melakukan optimasi sumber daya demi kesehatan finansial perusahaan.
Objective
Mengoptimalkan penggunaan sumber daya teknologi untuk efisiensi biaya operasional.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective efisiensi biaya:
- Mengurangi tagihan bulanan penggunaan cloud server sebesar 15% melalui optimasi sumber daya.
- Menghapus 100% sumber daya infrastruktur yang tidak terpakai atau redundan di lingkungan pengujian.
- Implementasi dasbor pemantauan biaya cloud yang memberikan laporan otomatis setiap minggu.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Periksa laporan tagihan cloud provider di akhir bulan dan bandingkan penghematan yang dihasilkan dengan periode sebelumnya.
10. Memperkuat Budaya Kolaborasi DevOps
Kerja sama yang buruk antar tim dapat menyebabkan insiden produksi. OKR ini fokus pada penguatan komunikasi dan keselarasan alur kerja lintas tim.
Objective
Membangun budaya kolaborasi yang harmonis antara tim Development dan Operations.
Key Results
Ini adalah indikator keberhasilan dari objective budaya DevOps:
- Menurunkan jumlah insiden yang disebabkan oleh kesalahan konfigurasi deployment sebesar 30%.
- Melaksanakan sesi retrospeksi bersama lintas tim secara rutin satu bulan sekali.
- Melibatkan tim QA sejak tahap awal perencanaan di 100% proyek pengembangan baru.
Tips Mengukur OKR Terpenuhi: Hitung jumlah insiden produksi yang berhasil dikurangi dan evaluasi tingkat partisipasi dalam sesi kolaborasi antar-divisi.
Tracking OKR Tim Engineering dengan KantorKu HRIS, Bebas Micromanage!
Memberikan otonomi kepada tim engineering memang penting untuk menjaga produktivitas, tetapi HR dan manajer tetap membutuhkan visibilitas terhadap progres target.
Supaya bebas micromanage, Anda bisa menggunakan aplikasi penilaian kinerja karyawan seperti KantorKu HRIS.
Dengan sistem ini, karyawan bisa melaporkan progres target mereka melalui ponsel dan Anda bisa memantau performa tim dari satu dashboard.

Berikut fitur penilaian kinerja KantorKu HRIS untuk mengelola OKR:
- Monitoring KPI/OKR secara Real-time: Pantau progres key results tim engineering melalui data yang diperbarui sesuai pencapaian di lapangan.
- Dashboard Monitoring Semua Tim: Dapatkan pandangan menyeluruh mengenai performa tim engineering dalam satu layar.
- 360° Feedback: Dapatkan gambaran performa yang lebih adil melalui masukan dari manajer, rekan sejawat, hingga self-assessment yang objektif.
- Real-Time Feedback Didukung AI: Karyawan bisa meminta dan memberikan umpan balik kapan saja.
- 9-Box Matrix: Permudah mengukur kinerja karyawan dengan analisis matriks 9-box untuk mengidentifikasi talenta terbaik di tim engineering.
Saatnya kelola OKR dan KPI tim engineering lebih mudah dengan satu aplikasi penilaian kinerja karyawan.
Book demo gratis sekarang untuk melihat cara kerja sistem pengelolaan OKR dan KPI KantorKu HRIS!
KantorKu HRIS bantu kelola performa tim melalui dashboard visual dan 9-box-matrix untuk menilai kinerja karyawan.
Referensi:
Engineering OKRs: Guide and 25 Examples | Moon Camp
Engineering OKRs: Top Strategies to Drive Team Alignment | Milestone
Related Articles
10 Contoh OKR Tim Product Development di Perusahaan
10 Contoh OKR Perusahaan SME: Tim Sales, Marketing, HR & IT
