10 Contoh OKR Tim Product Development di Perusahaan

Contoh OKR tim product development meliputi wawancara pelanggan, uji coba produk, usability score, pelatihan tim, dan review dokumen.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 04 Februari 2026
Key Takeaways
OKR membantu tim product development menyelaraskan tujuan produk dengan strategi bisnis.
Objective bersifat ambisius dan terukur, fokus pada nilai produk bagi pengguna.
Key Result mencakup pengembangan fitur, kualitas produk, dan kecepatan rilis.
OKR mendorong kolaborasi lintas tim antara product, engineering, dan business.
Penerapan OKR yang konsisten membantu meningkatkan inovasi dan daya saing produk.

Di banyak perusahaan, OKR tim product development sering mendapatkan citra positif di level manajemen karena memiliki rapat strategis rapi, target ambisius, hingga dashboard penuh metrik.

Akan tetapi, realita di lapangan tak selalu berjalan mulus. Seorang Product Manager sering kali kebingungan untuk menyelaraskan visi bisnis dengan backlog, Engineer dikejar deadline dan harus tetap jaga kualitas, serta Designer benar-benar harus memastikan solusi design buatannya benar-benar dipahami oleh user.

Oleh karena itu, tanpa OKR yang jelas dan realistis, tim akan mudah kelelahan, prioritas tumpang tindih, dan progres terasa jalan di tempat.

Menurut laporan statistik OKR global yang dikutip dari Mooncamp, sebagian besar perusahaan yang menerapkan OKR menggunakannya untuk mendorong implementasi strategi bisnis yang luas.

Data tersebut menunjukkan sebanyak 83% perusahaan merasa mendapat manfaat dari penggunaan OKR, dan 67% responden mengatakan OKR membantu perusahaan merespons perubahan pasar dengan lebih cepat dibandingkan organisasi yang tidak menggunakan OKR.

OKR yang baik jelas dapat membantu tim fokus pada outcome seperti fitur apa yang benar-benar berdampak, masalah user mana yang paling penting diselesaikan, dan bagaimana setiap peran di dalam tim berkontribusi ke tujuan bisnis.

Artikel ini akan membahas seperti apa realita penerapan OKR di tim product development, serta apa saja contoh OKR yang sering kali diberikan. Mari simak artikel ini sampai akhir!

Mengapa Tim Product Development Memerlukan OKR?

okr tim product development

OKR adalah solusi yang berperan sebagai kompas strategis. Objectives and Key Results (OKR) dapat membantu tim Anda fokus pada hasil (outcome), lebih dari daftar tugas harian atau bulanan saja (output).

Penggunaan OKR dapat memastikan setiap anggota tim memahami apa yang ingin dicapai dan bagaimana keberhasilannya diukur.

Dengan OKR, Anda memberikan kerangka kerja yang jelas agar tim product development tidak kehilangan arah di tengah kompleksitas teknis.

1. Manfaat Utama OKR bagi Produk

Penerapan OKR memberikan struktur yang memungkinkan transparansi dan kolaborasi lintas departemen. Berikut adalah beberapa manfaat yang akan Anda rasakan:

  • Penyelarasan Strategis: Menghubungkan pekerjaan teknis tim produk langsung dengan tujuan besar organisasi.
  • Fokus pada Dampak: Mendorong tim untuk memprioritaskan fitur yang benar-benar memberikan nilai bagi pengguna.
  • Agilitas: Memungkinkan evaluasi berkala (biasanya per kuartal) untuk beradaptasi dengan perubahan pasar.
  • Transparansi: Setiap orang dapat melihat apa yang dikerjakan rekan setimnya, sehingga meminimalisir tumpang tindih pekerjaan.

2. Cara Menetapkan OKR dalam Manajemen Produk

Menetapkan OKR memerlukan keseimbangan antara ambisi dan realitas data. Anda perlu berkolaborasi dengan tim customer success, pemasaran, dan penjualan untuk memastikan produk yang dikembangkan memang dibutuhkan pasar.

3. Fokus OKR dalam Manajemen Produk

Setiap fase pengembangan produk membutuhkan fokus yang berbeda. Anda bisa membagi OKR ke dalam beberapa area spesifik seperti:

  • Peluncuran Produk: Fokus pada eksekusi dan kesiapan pasar.
  • Riset Pengguna: Fokus pada validasi ide dan kebutuhan pelanggan.
  • Pengembangan & Desain: Fokus pada kualitas teknis dan kecepatan pengiriman.
  • Manajemen Rilis: Fokus pada stabilitas dan penurunan angka bug.
  • Kepuasan Pelanggan: Fokus pada retensi dan loyalitas pengguna.

Baca Juga: 6 Cara Membuat OKR, Panduan Lengkap agar KPI Tak Menurun!

Banner KantorKu HRIS
Lebih Mudah Buat OKR Pakai KantorKu HRIS!

KantorKu HRIS bantu kelola OKR, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

10 Contoh OKR di Tim Product Development

Setelah memahami konteksnya, berikut adalah rincian contoh okr di tim product development yang bisa Anda jadikan referensi untuk tim Anda.

Namun, sebelum melangkah lebih jauh, jika Anda merasa pengelolaan performa dan KPI tim masih berantakan, Anda bisa mencoba aplikasi kpi untuk memantau pencapaian target secara otomatis dan rapi.

Berikut adalah beberapa contoh OKR di tim product development yang bisa Anda terapkan di perusahaan:

1. Berhasil Meluncurkan Produk Baru ke Pasar

Meluncurkan produk baru tentunya tak hanya untuk merilis fitur, tetapi juga memastikan produk benar-benar diterima oleh target audiens.

Validasi, wawancara, dan uji coba adalah kunci agar peluncuran tidak sekadar formalitas, tapi berdampak nyata bagi pertumbuhan perusahaan.

Key Result Target Timeline Owner Status
Melakukan 30 wawancara pengembangan pelanggan 30 wawancara terekam & dianalisis Q1 Tim Research On Progress
Meninjau 10 video penggunaan produk dari uji coba 10 video dianalisis & insight diringkas Q1 Tim UX On Progress
Melakukan 2 sesi pelatihan produk untuk tim marketing & sales 2 sesi selesai & peserta ≥ 90% Q2 Tim Product Planned
Meninjau 15 dokumen persyaratan pelanggan dari tim product marketing 15 dokumen disetujui & divalidasi Q2 Tim Product Marketing Planned

2. Membangun Visi Produk yang Kuat

Setelah peluncuran awal, tim harus memiliki arah yang jelas agar tidak kehilangan momentum. Visi produk yang kuat memastikan setiap inovasi selaras dengan strategi bisnis jangka panjang.

Key Result Target Timeline Owner Status
Wawancara 50 calon pelanggan untuk insight awal 50 wawancara & dokumentasi Q1 Tim Research On Progress
Mencapai usability score ≥ 8/10 pada mockup UX Skor ≥ 8/10 dari 20 responden Q1 Tim UX On Progress
Menentukan 5 elemen kunci dalam desain UX 5 elemen ditetapkan Q2 Tim UX & Product Planned
Mendapatkan skor feedback internal 10/10 dari sales 10/10 dari tim sales Q2 Tim Product Planned

3. Menemukan Product Market Fit (PMF)

Visi yang kuat harus dibuktikan dengan kecocokan produk di pasar (PMF). Ketika produk sesuai dengan kebutuhan, adopsi akan meningkat secara alami. Fokus di sini adalah validasi melalui design sprint dan wawancara masalah yang lebih mendalam dengan profil pelanggan ideal (ICP).

  • Menjalankan 1 design sprint untuk menghasilkan dan menguji solusi baru secara cepat.
  • Memvalidasi pola desain baru dengan 15 pelanggan yang sudah ada untuk mendapatkan data nyata.
  • Melakukan 15 wawancara masalah dengan target ICP untuk memastikan solusi benar-benar relevan.

4. Implementasi Pengujian Pengguna yang Menyeluruh

Setelah PMF ditemukan, tim harus menjamin bahwa produk tersebut benar-benar mudah digunakan (user-friendly).

Sebelum rilis besar berikutnya, pengujian kegunaan dengan prototipe dan platform pihak ketiga menjadi krusial untuk memitigasi risiko pengalaman pengguna yang buruk yang bisa memicu churn.

  • Menyelenggarakan 15 wawancara pengujian kegunaan dengan prototipe kertas atau digital.
  • Mendapatkan 10 video wawancara dari platform pengujian pihak ketiga untuk melihat perilaku pengguna secara objektif.
  • Mengintegrasikan seluruh rencana pengujian pengguna ke dalam jadwal pra-peluncuran secara sistematis.

5. Meningkatkan Kecepatan Pengiriman Fitur Baru

Dengan pasar yang sudah tervalidasi, kecepatan adalah keunggulan kompetitif. Efisiensi proses development ditingkatkan melalui pemantauan velocity tim dan pengurangan hambatan teknis agar inovasi bisa sampai ke tangan pengguna lebih cepat tanpa menunggu berminggu-minggu.

Key Result Target Timeline Owner Status
Meningkatkan velocity tim Dari 27 → 35 poin per sprint Q2 Scrum Master Planned
Menurunkan bugs-per-feature Dari 1.4 → 0.8 Q2 QA Team Planned
Mengurangi lead time fitur Rata-rata 7 mgg → 0 mgg (ideal) Q2 Tim Product & Dev Planned

6. Meningkatkan Kualitas Teknis Internal Tim

Kecepatan rilis tidak boleh mengorbankan kualitas. Standar koding yang tinggi, peningkatan cakupan unit-test, dan otomatisasi CI/CD adalah fondasi teknis yang harus diperkuat agar sistem tetap stabil dan skalabel meski fitur terus bertambah banyak.

  • Mengembangkan dan menerapkan KPI khusus untuk tim pengembang guna memantau kualitas kode.
  • Meningkatkan cakupan unit-test dari 40% menjadi 50% untuk mengurangi risiko sistem down.
  • Mengurangi waktu deployment dari 20 menit menjadi 2 menit melalui otomatisasi sistem CI/CD.

7. Memperbaiki Proses Rilis Produk

Kualitas teknis yang baik akan bermuara pada proses rilis yang mulus. Fokusnya adalah mengurangi jumlah kesalahan yang ditemukan pengguna setelah rilis, memperbaiki rating di toko aplikasi, dan memastikan kepuasan pengguna (NPS) berada di angka yang optimal.

Key Result Target Timeline Owner Status
Mengurangi jumlah bug pasca-rilis 30% berkurang dibanding sebelumnya Q2 QA Team Planned
Menurunkan churn di alur sign-up Dari 35% → 10% Q2 Tim Product & UX Planned
Meningkatkan rating App Store 4.0 → 4.5 Q3 Tim Product Planned
Meningkatkan NPS 8.0 → 9.5 Q3 Tim Product Planned

8. Meningkatkan Keterlibatan Pengguna (User Engagement)

Rilis yang sukses harus diikuti dengan penggunaan yang intensif. Strategi produk di tahap ini berfokus pada peningkatan retensi pengguna baru dan durasi penggunaan aplikasi agar produk Anda menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian mereka.

  • Meningkatkan retensi bulan pertama dari 20% menjadi 40% melalui program onboarding yang lebih baik.
  • Meningkatkan rata-rata waktu penggunaan produk dari 15 menjadi 25 menit per minggu.
  • Meningkatkan rata-rata jumlah halaman yang dilihat pengguna dari 8 menjadi 10 per minggu.

9. Mempercepat Profit per Pelanggan

Produk yang dicintai pengguna harus mampu memberikan keuntungan bagi perusahaan. Di sinilah tim produk berkolaborasi dengan tim finansial dan growth untuk mengoptimalkan nilai umur pelanggan (LTV) serta meningkatkan margin laba kotor melalui efisiensi operasional.

Key Result Target Timeline Owner Status
Meningkatkan LTV pelanggan Rp4.000.000 → Rp5.000.000 Q3 Tim Growth Planned
Pendapatan dari upsell / cross-sell 14% → 18% Q3 Tim Sales & Growth Planned
Margin laba kotor 65% → 75% Q3 Tim Finance & Product Planned

10. Membangun Budaya Berbagi Pengetahuan di Tim Produk

Inovasi berkelanjutan lahir dari tim yang belajar bersama. Knowledge sharing, pelatihan manajemen produk, dan sesi ulasan rutin akan memperkuat kemampuan teknis serta mentalitas tim agar selalu siap menghadapi tantangan pasar yang semakin kompleks.

  • Menyelenggarakan sesi klub buku dan review materi manajemen produk setiap 6 minggu sekali.
  • Mengadakan pelatihan manajemen produk dengan tingkat partisipasi minimal 95% anggota tim.
  • Menyelesaikan 8 sesi berbagi pengetahuan yang dipresentasikan langsung oleh anggota tim secara bergantian.

Baca Juga: 10 Contoh OKR Tim Engineering yang Realistis & Cara Membuatnya

Banner KantorKu HRIS
Buat OKR Jauh Lebih Mudah dengan KantorKu HRIS!

KantorKu HRIS bantu kelola OKR, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Memahami Perbedaan KPI dan OKR dalam Manajemen SDM

Dalam praktik manajemen SDM modern, sering kali tim atau manajer kebingungan membedakan antara Key Performance Indicators (KPI) dan Objectives and Key Results (OKR).

Memahami perbedaan ini penting agar strategi pengelolaan kinerja lebih efektif dan berdampak langsung pada pencapaian bisnis.

Berikut adalah perbedaan KPI dan OKR dalam manajemen SDM:

1. Apa Itu KPI

KPI adalah indikator kinerja yang mengukur performa operasional atau proses yang sedang berjalan. KPI biasanya bersifat kuantitatif, konsisten, dan digunakan untuk memantau pencapaian standar kerja yang telah ditetapkan.

Contoh KPI dalam manajemen SDM:

  • Tingkat kehadiran karyawan: Menilai seberapa konsisten tim hadir sesuai jadwal.
  • Waktu rata-rata penyelesaian tugas (TAT): Mengukur efisiensi proses kerja.
  • Tingkat kepuasan karyawan: Menilai kualitas lingkungan kerja melalui survey rutin.

Karakteristik KPI:

  • Fokus pada kinerja masa lalu dan saat ini.
  • Memastikan proses tetap stabil dan konsisten.
  • Memberikan data yang terukur dan objektif.

Dengan kata lain, KPI adalah alat pengukur “apa yang sudah terjadi” dan menjaga agar standar kualitas tim tetap terjaga.

2. Apa Itu OKR

Sementara KPI fokus pada kinerja yang sudah berjalan, OKR digunakan untuk menetapkan tujuan strategis yang ambisius dan bersifat transformatif.

OKR mendorong tim untuk keluar dari zona nyaman, mencoba inisiatif baru, dan mencapai hasil yang berdampak besar bagi perusahaan.

Laporan yang dibuat OKR International mengungkapkan bahwa lebih dari 80% perusahaan menjalankan siklus OKR secara kuartalan.

Hal ini menunjukkan bahwa tim, termasuk tim product development, menggunakan OKR dalam siklus waktu yang pendek untuk mendorong alignment, fleksibilitas, dan adaptasi terhadap dinamika pasar.

Contoh OKR dalam tim product development:

  • Objective: Meluncurkan produk baru yang berhasil diterima oleh pasar dalam 6 bulan.
  • Key Results:
    • Melakukan 30 wawancara pelanggan untuk memvalidasi kebutuhan pasar.
    • Menurunkan waktu development dari 8 minggu menjadi 5 minggu.
    • Mencapai skor usability ≥ 8/10 pada prototipe UX.

Karakteristik OKR:

  • Fokus pada tujuan masa depan dan hasil yang ingin dicapai.
  • Bersifat ambisius dan mendorong inovasi.
  • Dapat memotivasi tim untuk melampaui batasan performa saat ini.

Baca Juga: 8 Perbedaan KPI dan OKR yang Wajib Tau, dan Penerapannya!

Kelola Administrasi HR dan OKR Lebih Mudah dengan KantorKu HRIS!

aplikasi penilaian kinerja pegawai
Tampilan Dashboard KPI/OKR di KantorKu HRIS

Mengelola target, absensi, dan penggajian secara manual bisa melelahkan dan rawan kesalahan.

Jika Anda ingin meninggalkan cara-cara lama yang tidak efisien, aplikasi KPI KantorKu HRIS adalah solusi tepat untuk mempermudah pekerjaan HR Anda.

Keunggulan Aplikasi KPI KantorKu HRIS:

  • Manajemen KPI dan OKR yang terintegrasi: Pantau kinerja tim secara real-time dan pastikan target tercapai dengan mudah.
  • Absensi dan cuti otomatis: Catat kehadiran karyawan tanpa repot, termasuk integrasi shift dan lembur.
  • Penggajian (Payroll) transparan: Hitung gaji, tunjangan, dan pajak secara otomatis, akurat, dan cepat.
  • Semua administrasi dalam satu platform: Tidak perlu pindah-pindah sistem; semua data HR ada di satu tempat.
  • Meningkatkan efisiensi tim HR:  Kurangi pekerjaan manual sehingga tim HR bisa fokus pada strategi dan pengembangan karyawan.

Jangan biarkan tim Anda terhambat oleh urusan administratif yang rumit. Jika saat ini Anda ingin beralih dari sistem manual, gunakan KantorKu HRIS sekarang!

Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola OKR, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Sumber:

Mooncamp. 33 OKR Statistics: Facts and Figures on The Impact of OKRs on Companies.

OKR International. OKR’s State of The Industry, Connecting Research to Performance.

Bagikan

Related Articles

10 Contoh OKR Perusahaan SME: Tim Sales, Marketing, HR & IT

Tingkatkan performa bisnis dengan OKR yang tepat. Gunakan 10 contoh OKR perusahaan SME ini, untuk tim sales, marketing, hingga HR agar bisnis cepat scale-up!
04 Februari 2026

10 Contoh OKR Tim Engineering yang Realistis & Cara Membuatnya

Lihat contoh OKR untuk tim engineering yang realistis untuk performa aplikasi, keamanan, hingga skalabilitas, lengkap dengan cara membuatnya!
02 Februari 2026

20 Contoh KPI Digital Marketer: SEO, Sosmed, Ads, Email Marketing

Ukur keberhasilan tim dengan KPI digital marketer yang terukur, mulai dari KPI Instagram marketing, email, ads, hingga SEO dalam daftar contoh ini!
02 Februari 2026