50+ Contoh Soal Psikotes untuk Seleksi Kandidat & Cara Mengerjakannya
Butuh acuan rekrutmen? Temukan 50+ contoh soal psikotes kerja (TPA, MBTI, DISC, Kraepelin, SJT) lengkap dengan jawaban & cara pengerjaannya.
Table of Contents
Mencari contoh soal psikotes untuk screening kandidat di perusahaan Anda? Artikel ini memiliki kumpulan soal siap tempel!
Psikotes sering dipilih sebagai alat screening yang objektif untuk mengukur kemampuan kognitif, kepribadian, dan bakat kandidat dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada sekadar wawancara.
Faktanya, laporan dari Equalture menyebutkan bahwa lebih dari 75% perusahaan yang masuk dalam daftar The Times Best Companies to Work For juga menggunakan psikotes untuk meningkatkan kualitas tim mereka.
Jika Anda ingin menyusun soal psikotes untuk rekrutmen, mari kenali jenis-jenis dan berbagai contohnya!
Jenis-jenis Psikotes
Perlu Anda ketahui bahwa psikotes terbagi menjadi beberapa jenis. Mari pahami mekanisme masing-masing psikotes untuk menemukan mana yang paling tepat dengan kebutuhan rekrutmen Anda:
1. Tes Kemampuan Umum (TPA)
Tes ini adalah standar untuk mengukur inteligensi (IQ), kapasitas logika, dan kemampuan kognitif dasar seseorang.
Fungsinya menilai kapasitas belajar (learning agility) dan kemampuan analisis data dasar. Biasanya, TPA digunakan cocok untuk tahap awal screening kandidat fresh graduate atau posisi administratif.
Sub-Tes & Cara Pengerjaan TPA
TPA terbagi dua sub-tes, yaitu tes numering dan tes verbal. Berikut contoh dan cara pengerjaannya:
- Tes Numerik: Tes ini mengukur ketangkasan dengan angka. Kandidat diberikan tabel, grafik, atau deret angka untuk hitung cepat. Contoh: “Jika 5 mesin dapat memproduksi 5 produk dalam 5 menit, berapa waktu yang dibutuhkan 100 mesin untuk memproduksi 100 produk?”
- Tes Verbal: Mengukur pemahaman bahasa dan logika teks. Kandidat membaca paragraf pendek dan menjawab pilihan ganda (Benar/Salah/Tidak Dapat Disimpulkan). Contoh: Menyelesaikan analogi kata seperti Mobil : Bensin = Manusia : Makan.
2. Tes Kepribadian (Personality Assessments)
Berbeda dengan TPA, di sini tidak ada jawaban benar atau salah. Fungsi psikotes ini adalah memetakan karakter, gaya kerja, dan kecocokan budaya kandidat dalam perusahaan.
Tes ini biasanya digunakan untuk semua level untuk melihat potensi kepemimpinan atau dinamika komunikasi.
Jenis & Cara Pengerjaan Tes Kepribadian
Adapun jenis tes kepribadian yang biasa digunakan yaitu:
- DISC: Kandidat akan diberikan blok berisi 4 kata sifat (misal: Disiplin, Ramah, Teliti, Berani) dan harus memilih satu yang “paling menggambarkan dirinya” dan satu yang “paling tidak menggambarkan dirinya”.
- MBTI: Membagi kepribadian ke dalam 16 tipe. Kandidat mengerjakan kuesioner berisi pernyataan tentang preferensi sehari-hari dengan skala setuju hingga tidak setuju.
- Big Five: Mengukur 5 dimensi utama (Openness, Conscientiousness, Extraversion, Agreeableness, Neuroticism). Kandidat menjawab 70-100 soal skala Likert (1-5) untuk memprediksi performa kerja jangka panjang.
Baca Juga: 55 Contoh Soal Tes Psikotes Kepribadian: MBTI, EPPS, WAIS, hingga DISC
3. Tes Logika dan Penalaran
Tes ini sering disebut tes “bebas” karena fungsinya mengukur kemampuan berpikir metodis kandidat.
Tes ini cocok untuk posisi teknis (seperti engineer atau developer) maupun manajerial yang membutuhkan logika kuat.
Sub-Tes & Cara Pengerjaan Tes Logika
Adapun sub-tes dan cara pengerjaan tes logika dan penalaran yaitu:
- Induktif: Mencari aturan dari sekumpulan data acak. Cara pengerjaannya, kandidat melihat serangkaian diagram atau bentuk yang berubah pola secara bertahap, lalu mereka harus menebak gambar berikutnya dalam urutan tersebut.
- Deduktif: Menarik kesimpulan dari premis yang ada. Kandidat diberikan beberapa fakta dan harus menarik satu kesimpulan logis yang mutlak benar. Contoh: “Semua manajer mendapat tunjangan. Budi adalah manajer. Maka kesimpulannya: Budi mendapat tunjangan.”
4. Tes Psikometrik untuk Posisi Spesifik
Tes ini dirancang khusus untuk mengukur atribut yang relevan dengan pekerjaan tertentu (job-specific).
Fungsinya memastikan kandidat memiliki sifat “alami” dan keahlian teknis yang mendukung performa di posisi tersebut.
Contoh:
Untuk posisi Developer, pengerjaannya bisa berupa tes error checking di mana kandidat harus mengidentifikasi kesalahan dalam informasi yang padat secara cepat dan teliti. Untuk Sales, soal biasanya mengukur tingkat persistensi dan kemampuan persuasi.
5. Situational Judgment Test (SJT)
Ini adalah tes yang paling mendekati realitas pekerjaan sehari-hari. Fungsinya menilai kedewasaan emosional, etika kerja, dan kemampuan pengambilan keputusan dalam situasi sulit.
Tes ini efektif untuk posisi yang banyak berinteraksi dengan orang seperti manager, CS, atau sales.
Cara Pengerjaan SJT
Anda memberikan narasi konflik atau dilema kantor kepada kandidat. Kemudian, kandidat diberikan 4-5 pilihan tindakan dan diminta untuk memilih satu “Tindakan Paling Efektif” dan satu “Tindakan Paling Tidak Efektif”.
Contoh:
“Tim Anda sedang kelebihan beban kerja dan moral mulai turun. Apa tindakan pertama yang Anda ambil?” (Disertai pilihan tindakan dari yang paling pasif hingga proaktif).
6. Tes Kemampuan Teknis
Berbeda dengan psikotes yang mengukur “potensi”, tes ini mengukur “kemampuan nyata” atau hard skills.
Fungsinya memvalidasi klaim di CV mengenai keahlian teknis kandidat. Untuk cara pengerjaannya berupa ujian praktis atau studi kasus langsung.
Contoh:
Memberikan studi kasus laporan keuangan bagi kandidat Akuntan atau tes menulis cepat/analisis konten bagi kandidat Copywriter.
KantorKu HRIS memiliki fitur ESS agar mereka bisa onboarding mandiri. Mereka bisa isi data pribadi dan unggah dokumen dari ponsel.
Contoh Soal Psikotes
Agar Anda memiliki gambaran yang jelas, mari lihat contoh soal psikotes dan jawabannya berikut sebagai acuan Anda:
a. Tes Psikotes Sinonim-Antonim
Anda dapat menggunakan contoh soal psikotes sinonim-antonim ini untuk melatih kemampuan verbal kandidat dalam memahami instruksi dan komunikasi internal.
- Sinonim dari kata “Iterasi” adalah…
A. Interaksi
B. Perulangan
C. Hubungan
D. Tekanan
Jawaban: B. Perulangan - Antonim dari kata “Kolektif” adalah…
A. Bersama
B. Gabungan
C. Individual
D. Terintegrasi
Jawaban: C. Individual - Sinonim dari kata “Delegasi” adalah…
A. Perwakilan
B. Pimpinan
C. Bawahan
D. Rekan
Jawaban: A. Perwakilan - Antonim dari kata “Konservatif” adalah…
A. Kuno
B. Modern
C. Bertahan
D. Tertutup
Jawaban: B. Modern - Sinonim dari kata “Ambigu” adalah…
A. Jelas
B. Pasti
C. Mendua
D. Terang
Jawaban: C. Mendua - Antonim dari kata “Efimer” adalah…
A. Fana
B. Sementara
C. Abadi
D. Singkat
Jawaban: C. Abadi
b. Tes Psikotes Deret Angka
Gunakan contoh soal psikotes deret angka ini untuk mengukur kemampuan analisis pola dan ketajaman logika numerik kandidat dalam memprediksi data.
- 3, 6, 12, 24, …
A. 36
B. 40
C. 48
D. 52
Jawaban: C. 48 - 100, 95, 85, 70, …
A. 60
B. 55
C. 50
D. 45
Jawaban: C. 50 - 1, 1, 2, 3, 5, 8, …
A. 10
B. 11
C. 12
D. 13
Jawaban: D. 13 - 2, 5, 10, 17, …
A. 24
B. 25
C. 26
D. 28
Jawaban: C. 26 - 81, 64, 49, 36, …
A. 30
B. 25
C. 20
D. 16
Jawaban: B. 25 - 2, 4, 7, 11, 16, …
A. 20
B. 21
C. 22
D. 23
Jawaban: C. 22
c. Tes Psikotes Analogi dan Pengelompokkan Kata
Gunakan contoh soal psikotes analogi berikut untuk melihat seberapa cepat kandidat memahami korelasi antar objek dan kategori kerja.
- Gergaji : Kayu = Gunting : …
A. Tajam
B. Kertas
C. Besi
D. Tangan
Jawaban: B. Kertas - Haus : Minum = Lapar : …
A. Nasi
B. Kenyang
C. Makan
D. Haus
Jawaban: C. Makan - Pilihlah yang tidak termasuk kelompoknya:
A. Jakarta
B. Surabaya
C. Bali
D. Medan
Jawaban: C. Bali (Provinsi, lainnya adalah Kota) - Pesawat : Pilot = Kereta Api : …
A. Nahkoda
B. Sopir
C. Masinis
D. Kondektur
Jawaban: C. Masinis - Pilihlah yang tidak termasuk kelompoknya:
A. Laptop
B. Komputer
C. Monitor
D. Televisi
Jawaban: D. Televisi - Beras : Nasi = Kayu : …
A. Pohon
B. Meja
C. Hutan
D. Daun
Jawaban: B. Meja
Baca Juga: 100 Contoh Soal Tes Psikotes Kerja serta Jawaban & Pembahasannya
d. Tes Psikotes Matematika Dasar
Berikut adalah contoh soal psikotes matematika dasar untuk menguji logika praktis kandidat terhadap masalah aritmatika sehari-hari di kantor.
- Jika karyawan menyelesaikan 10 laporan dalam 2 jam, berapa laporan yang selesai dalam 5 jam?
A. 20
B. 22
C. 25
D. 30
Jawaban: C. 25 - Harga baju Rp200.000 dengan diskon 15%, berapa harga yang harus dibayar?
A. Rp185.000
B. Rp175.000
C. Rp170.000
D. Rp160.000
Jawaban: C. Rp170.000 - Perbandingan umur A dan B adalah 4:5. Jika umur A adalah 20 tahun, berapakah umur B?
A. 22
B. 24
C. 25
D. 30
Jawaban: C. 25 - Rata-rata nilai dari data 4, 8, dan 12 adalah…
A. 7
B. 8
C. 9
D. 10
Jawaban: B. 8 - Jika 5 orang pekerja membangun pagar dalam 4 hari, berapa orang untuk menyelesaikannya dalam 2 hari?
A. 8
B. 10
C. 12
D. 15
Jawaban: B. 10 - Sebuah mobil menempuh 120 km dalam 2 jam. Berapa kecepatannya dalam km/jam?
A. 40
B. 50
C. 60
D. 70
Jawaban: C. 60
KantorKu HRIS memiliki fitur ESS agar mereka bisa onboarding mandiri. Mereka bisa isi data pribadi dan unggah dokumen dari ponsel.
e. Tes Psikotes Logika Penalaran
Anda juga bisa mengasah ketajaman berpikir kandidat dengan contoh soal psikotes logika penalaran/silogisme berikut:
- Semua bunga butuh air. Mawar adalah bunga. Maka…
A. Mawar mungkin butuh air
B. Mawar butuh air
C. Semua yang butuh air adalah mawar
D. Tidak dapat disimpulkan
Jawaban: B. Mawar butuh air - Sebagian pegawai memakai kacamata. Semua yang memakai kacamata terlihat pintar. Maka…
A. Semua pegawai terlihat pintar
B. Sebagian pegawai terlihat pintar
C. Pegawai tidak ada yang pintar
D. Kacamata membuat pegawai pintar
Jawaban: B. Sebagian pegawai terlihat pintar - Semua mamalia menyusui. Paus adalah mamalia. Maka…
A. Paus tidak menyusui
B. Semua yang menyusui adalah paus
C. Paus menyusui
D. Paus adalah ikan
Jawaban: C. Paus menyusui - Jika lampu merah menyala, kendaraan berhenti. Kendaraan tidak berhenti. Maka…
A. Lampu merah tidak menyala
B. Lampu merah menyala
C. Lampu berwarna kuning
D. Kendaraan rusak
Jawaban: A. Lampu merah tidak menyala - Semua karyawan disiplin. Andi adalah karyawan. Maka…
A. Andi tidak disiplin
B. Andi disiplin
C. Andi mungkin disiplin
D. Karyawan lain tidak disiplin
Jawaban: B. Andi disiplin - Semua atlet sehat. Sebagian atlet merokok. Maka…
A. Semua yang merokok adalah atlet
B. Sebagian yang merokok adalah sehat
C. Atlet yang merokok tidak sehat
D. Tidak ada atlet yang sehat
Jawaban: B. Sebagian yang merokok adalah sehat
f. Tes Psikotes Aritmatika
Contoh soal psikotes aritmatika ini bisa Anda gunakan untuk melihat akurasi dan kecepatan kandidat dalam mengolah angka secara manual.
- 15 x 4 + 20 = …
A. 70
B. 75
C. 80
D. 85
Jawaban: C. 80 - Berapakah 25% dari 800?
A. 150
B. 200
C. 250
D. 300
Jawaban: B. 200 - (10 + 5)^2 = …
A. 125
B. 150
C. 200
D. 225
Jawaban: D. 225 - 0,75 + 1,25 – 0,5 = …
A. 1,0
B. 1,25
C. 1,5
D. 1,75
Jawaban: C. 1,5 - Jika x = 12 dan y = 3, maka x^2/y = …
A. 36
B. 44
C. 48
D. 52
Jawaban: C. 48 - Berapakah nilai dari akar dari 144 + 13?
A. 23
B. 25
C. 27
D. 30
Jawaban: B. 25
g. Tes Penalaran Analitik
Kalau Anda ingin menyeleksi kandidat untuk level manajerial, gunakan contoh soal psikotes penalaran analitik ini mengukur kemampuan menyusun informasi acak secara logis.
- A lebih tinggi dari B. C lebih pendek dari B. Siapa yang paling tinggi?
A. A
B. B
C. C
D. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: A - P, Q, R, S ikut lomba. P bukan juara 1. R finis tepat setelah S. Q juara terakhir. Siapa juara 1?
A. P
B. Q
C. R
D. S
Jawaban: D. S - Buku Merah lebih tebal dari Biru. Buku Hijau paling tipis. Maka…
A. Biru lebih tebal dari Merah
B. Merah paling tebal
C. Hijau lebih tebal dari Biru
D. Merah lebih tipis dari Biru
Jawaban: B. Merah paling tebal - Jika Ani lulus, dia akan liburan. Ani tidak liburan. Maka…
A. Ani mungkin lulus
B. Ani lulus tapi sibuk
C. Ani tidak lulus
D. Ani lupa liburan
Jawaban: C. Ani tidak lulus - Di meja bundar, Andi berseberangan dengan Budi. Cici di sebelah kanan Andi. Maka posisi Dedi adalah…
A. Di sebelah kanan Budi
B. Di sebelah kiri Andi
C. Di sebelah kanan Andi
D. Di samping Cici
Jawaban: B. Di sebelah kiri Andi - Jika hari Senin adalah besok, maka hari ini adalah…
A. Minggu
B. Sabtu
C. Selasa
D. Rabu
Jawaban: A. Minggu
h. Tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

Tes ini berbentuk kuesioner yang memetakan preferensi psikologis. Anda bisa menggunakannya untuk memetakan preferensi kepribadian kandidat sesuai 16 kepribadian MBTI.
Di sini, tidak ada jawaban benar atau salah, tetapi kandidat dihimbau menjawab secara spontan tanpa terlalu banyak berpikir.
Cara Pengerjaan:
Kandidat diminta memilih satu dari dua pernyataan yang paling mencerminkan kecenderungan alaminya.
j. Tes Situational Judgment Test (SJT)
Mengukur kompetensi perilaku berdasarkan situasi kerja yang realistis. Tes ini menguji perilaku kandidat menghadapi dilema nyata di tempat kerja.
Biasanya disajikan dalam bentuk narasi kasus. Kandidat akan diberikan narasi singkat mengenai konflik atau dilema profesional, lalu diminta memilih satu tindakan terbaik dari beberapa opsi yang tersedia.
Contoh:
Anda sedang mengerjakan proyek dengan tenggat waktu yang sangat ketat. Tiba-tiba, seorang rekan kerja senior meminta bantuan Anda untuk menyelesaikan tugasnya yang mendesak, padahal itu bukan bagian dari tanggung jawab Anda. Apa yang akan Anda lakukan?
A. Langsung menghentikan pekerjaan Anda dan membantu rekan senior tersebut demi menjaga hubungan baik.
B. Menolak dengan tegas karena Anda sendiri sedang sibuk dan tidak ingin terganggu.
C. Menjelaskan bahwa Anda sedang mengejar deadline, namun menawarkan bantuan setelah pekerjaan Anda selesai atau menyarankan rekan lain yang mungkin bisa membantu.
D. Melaporkan rekan tersebut ke atasan karena dianggap mengganggu produktivitas kerja Anda.
Jawaban: C. Menjelaskan kondisi pekerjaan Anda dan menawarkan solusi yang seimbang.
k. Tes Psikotes Kraepelin
Tes ini dikenal juga sebagai “tes koran”. Fungsi tes ini adalah mengukur stabilitas dan kecepatan kerja.
Cara Pengerjaan:
Kandidat menjumlahkan dua angka yang berdekatan dari bawah ke atas di setiap kolom. Hasil penjumlahan hanya ditulis angka satuannya saja.
Contoh: 8 + 7 = 15, maka tulis angka 5 di antara kedua angka tersebut). Setiap beberapa menit, instruktur akan berkata “Pindah!”, dan kandidat harus segera pindah ke kolom berikutnya.

l. Tes Psikotes Pauli
Tes pauli sering disamakan dengan tes Kraepelin, hanya saja tes ini dilakukan dalam durasi yang jauh lebih lama (sekitar 60 menit).
Cara Pengerjaan:
Berbeda dengan Kraepelin, Pauli dikerjakan dari atas ke bawah. Kandidat menjumlahkan angka secara terus-menerus.
Saat instruktur berkata “Garis!”, kandidat harus membuat garis horizontal di tempat terakhir mereka mengerjakan, lalu lanjut berhitung.
m. Tes Psikotes Wartegg
Tes Wartegg adalah tes proyektif di mana kandidat harus melengkapi 8 kotak simbol kecil menjadi gambar yang bermakna untuk mengukur kreativitas dan kontrol diri.
Cara Pengerjaan:
Kandidat diminta melengkapi 8 pola kecil yang sudah ada di dalam kotak menjadi sebuah gambar utuh.
Setelah selesai, kandidat harus memberi nomor urut gambar mana yang dibuat duluan, memberi judul gambar, serta menentukan gambar mana yang paling disukai dan paling sulit.

Baca Juga: Tes Wartegg: Interpretasi, Cara Mengerjakan, Contoh, & Penilaian
n. Tes Psikotes Spasial
Ini adalah contoh soal psikotes kerja gambar yang bertujuan mengukur kemampuan visualisasi objek 3D, seperti rotasi kubus atau jaring-jaring bangun ruang.
Tes psikotes ini perlu diberikan kepada kandidat yang mengisi posisi teknis seperti desainer, insinyur, atau arsitek.
Cara Pengerjaan:
Kandidat diberikan gambar jaring-jaring bangun ruang atau gambar 3D, lalu harus menentukan posisi gambar tersebut setelah diputar (rotasi), dicerminkan, atau dilipat.

o. Tes Psikotes Gambar Orang (Draw-A-Person)
Gambar orang psikotes ini adalah tes proyektif untuk melihat citra diri kandidat. Tujuannya untuk mengetahui profil kepribadian melalui detail gambar (ukuran, tekanan pensil, kelengkapan anggota tubuh).
Cara Pengerjaan:
Kandidat diberikan kertas HVS kosong dan diminta menggambar satu sosok manusia lengkap. Setelah selesai, kandidat biasanya diminta menuliskan jenis kelamin, usia, profesi, serta kelebihan dan kekurangan dari orang yang digambarnya tersebut.

p. Tes Psikotes HTP (House-Tree-Person)
Jika Anda ingin menggali interaksi kandidat dengan lingkungan dan keluarga, bisa coba berikan tes psikotes HTP.
Tes ini menggabungkan objek rumah, pohon, dan orang dalam satu gambar untuk melihat interaksi sosial dan keluarga. Tujuannya melihat ego kandidat dan bagaimana mereka menempatkan diri dalam kehidupan sosial.
Cara Pengerjaan:
Kandidat diminta menggambar rumah, pohon, dan orang dalam satu kesatuan gambar. Letak, ukuran, dan proporsi antara ketiga objek tersebut akan menjadi bahan analisis psikolog.

q. Tes Psikotes EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
Tes EPPS adalah tes yang digunakan untuk mengukur kebutuhan dasar individu. Bentuknya berupa kuesioner yang terdiri dari ratusan pasang pernyataan (A dan B).
Berikut contoh soal psikotes EPPS:
Cara Pengerjaan:
Kandidat dihadapkan pada 225 pasang pernyataan. Dari setiap pasang, kandidat wajib memilih salah satu (A atau B) yang paling mendekati dirinya, meskipun terkadang kedua pilihan tersebut terasa tidak ideal.

r. Tes DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Compliance)
Anda bisa menggunakan contoh soal psikotes DISC ini untuk memahami profil kepribadian, gaya kerja, dan cara kandidat berkomunikasi dalam tim. Di tes DISC, tidak ada jawaban benar atau salah, melainkan pemetaan kecenderungan perilaku.
Cara Pengerjaan:
Kandidat diberikan satu blok berisi 4 pernyataan. Dari 4 pernyataan tersebut, kandidat harus memilih satu yang paling menggambarkan dirinya (Most) dan satu yang paling tidak menggambarkan dirinya (Least).
Contoh Soal:
Pilihlah satu pernyataan yang paling mendekati diri Anda (M) dan satu yang paling tidak mendekati diri Anda (L):
- Saya suka mengambil kendali dan memberikan hasil yang cepat.
- Saya suka meyakinkan orang lain melalui pendekatan yang antusias.
- Saya suka menjaga suasana kerja yang harmonis dan stabil.
- Saya suka bekerja dengan data yang akurat dan mengikuti prosedur.
Jawaban: (Disesuaikan dengan profil kepribadian kandidat).

Berhasil Dapat Kandidat? Siapkan Onboarding secara Mandiri dengan KantorKu HRIS
Setelah melewati proses screening yang panjang dan akhirnya menemukan kandidat terbaik, tugas Anda berikutnya menyiapkan onboarding mereka.

Kini, onboarding bisa dilakukan secara mandiri dengan KantorKu HRIS. Dengan fitur Employee Self Service (ESS), karyawan baru Anda bisa:
- Isi Data Mandiri: Karyawan menginput data pribadi langsung dari aplikasi mobile tanpa perlu proses manual yang memakan waktu.
- Akses Dokumen Cepat: Semua dokumen tersimpan di cloud, memudahkan HR melakukan verifikasi.
- Informasi Transparan: Karyawan bisa langsung mengecek jadwal kerja, kalender perusahaan, hingga kebijakan cuti sejak hari pertama bergabung.
Saatnya sederhanakan administrasi HR Anda dan berikan pengalaman onboarding yang menyenangkan bagi talenta terbaik Anda.
Ingin mencoba kemudahannya sekarang? Book demo gratis untuk melihat cara kerja onboarding dan modul HR KantorKu HRIS lainnya!
KantorKu HRIS memiliki fitur ESS agar mereka bisa onboarding mandiri. Mereka bisa isi data pribadi dan unggah dokumen dari ponsel.
Related Articles
Cara Screening CV Manual & ATS [+Template Screening]
25 Contoh Lowongan Pekerjaan yang Menarik & Strukturnya, Siap Copas!
