Diklat Adalah: Istilah, Jenis, & 5 Metode yang Umum Dipakai

Diklat adalah kombinasi pelatihan teknis dan kepemimpinan seperti workshop, OJT, dan simulasi. Pastikan karyawan ikut agar siap kerja.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 26 Agustus 2025

Key Takeaways Diklat Adalah
• Diklat adalah kombinasi pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi SDM.
• Diklat mencakup berbagai jenis, mulai dari teknis, fungsional, hingga kepemimpinan.
• Metode diklat bisa berupa OJT, simulasi, demonstrasi, atau online learning.
• Diklat membantu karyawan beradaptasi dengan teknologi dan regulasi baru.
• Implementasi diklat yang tepat meningkatkan produktivitas dan loyalitas karyawan.

Diklat adalah singkatan dari pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi individu, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja. 

Bagi pelaku usaha dan HR, diklat menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan karyawan tidak hanya memenuhi standar pekerjaan, tetapi juga mampu berkembang sesuai kebutuhan organisasi.

Melalui diklat yang terstruktur, perusahaan dapat mengurangi gap keterampilan, meningkatkan produktivitas, dan membangun budaya kerja yang lebih adaptif.

Seperti apa saja jenis diklat yang kerap digunakan oleh perusahaan dan organisasi di luar sana? Yuk, simak penjelasannya sampai akhir!

Apa itu Diklat?

Apa Itu Diklat?
Apa Itu Diklat

Secara definisi, diklat adalah program pembelajaran yang menggabungkan aspek teori dan praktik, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu mengaplikasikannya.

Jika menurut IBM, diklat atau training and development adalah program pelatihan dan pengembangan yang biasanya melibatkan kegiatan pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja serta menumbuhkan motivasi yang lebih besar.

Namun, jika berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS, diklat berfungsi sebagai sarana peningkatan kompetensi kerja untuk menunjang kinerja organisasi.

Jika ditarik lebih luas, diklat saat ini memang tidak hanya berlaku di sektor pemerintahan, tetapi juga di lingkungan swasta. 

Misalnya, perusahaan dapat menyelenggarakan diklat internal untuk pengembangan keterampilan teknis karyawan atau bekerja sama dengan lembaga pelatihan resmi. 

Dengan begitu, investasi pada diklat akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi organisasi.

Mengapa Diklat itu penting?

Investasi pada diklat akan memberi manfaat strategis, baik bagi individu maupun perusahaan. Maka, berikut adalah enam alasan mengapa diklat memegang peran sentral dalam pengembangan SDM:

1. Peningkatan Kompetensi

Diklat memungkinkan karyawan menguasai keterampilan baru atau memperdalam keahlian yang sudah ada, sehingga lebih siap menghadapi perubahan pekerjaan.

2. Meningkatkan Produktivitas

Karyawan yang kompeten akan bekerja lebih efisien, mengurangi risiko kesalahan, dan menghasilkan output berkualitas tinggi.

3. Adaptasi terhadap Perubahan

Perkembangan teknologi menuntut adaptasi cepat. Diklat membantu karyawan mengikuti tren terbaru agar perusahaan tidak tertinggal.

4. Mendorong Loyalitas Karyawan

Program diklat yang konsisten memberi sinyal bahwa perusahaan peduli pada pengembangan karyawan, sehingga menumbuhkan loyalitas dan menekan turnover.

5. Mendukung Regulasi dan Kepatuhan

Di beberapa sektor, seperti kesehatan, energi, dan keuangan, diklat menjadi kewajiban hukum untuk memastikan standar kerja dipenuhi.

6. Membentuk Budaya Belajar

Dengan diklat yang berkesinambungan, perusahaan dapat menumbuhkan budaya belajar sehingga karyawan lebih proaktif dalam meningkatkan diri.

Istilah-Istilah Diklat di Berbagai Sektor

Sebelum memutuskan jenis diklat yang tepat untuk organisasi Anda, penting memahami berbagai istilah yang sering digunakan di dunia diklat. Sebab, istilah-istilah ini dapat mewakili fokus, metode, dan tujuan masing-masing program.

Dengan memahami perbedaan BIMTEK, capacity building, diklat fungsional, hingga diklat kepemimpinan, Anda bisa merancang strategi pengembangan SDM yang lebih tepat sasaran dan efektif.

1. BIMTEK (Bimbingan Teknis)

BIMTEK (Bimbingan Teknis) merupakan kegiatan peningkatan keterampilan yang lebih fokus pada aspek teknis tertentu. Misalnya, BIMTEK khusus perpajakan untuk staf keuangan.

2. Capacity Building

Lebih luas dari sekadar keterampilan teknis, capacity building juga dapat mencakup penguatan kapasitas organisasi melalui peningkatan kemampuan individu dan tim.

3. Diklat Prajabatan

Diklat Prajabatan umumnya wajib dilakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) baru sebelum mereka resmi menduduki jabatan, sebagai bekal nilai dasar profesi.

4. Diklat Fungsional

Diklat fungsional biasanya diitujukan bagi pegawai yang memiliki jabatan fungsional, misalnya auditor atau pustakawan, agar sesuai dengan standar profesi yang berlaku.

5. Diklat Teknis

Diklat teknis lebih difokuskan pada penguasaan keterampilan teknis sesuai bidang kerja, misalnya diklat sistem informasi untuk staf IT.

6. Diklat Kepemimpinan

Sedangkan diklat kepemimpinan terbiasa dirancang untuk membentuk jiwa kepemimpinan pada level supervisor, manajer, hingga eksekutif agar mampu mengelola tim secara efektif.

Jenis-Jenis Diklat

Dalam praktiknya, diklat memiliki banyak jenis yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi maupun regulasi yang berlaku. 

Setiap jenis diklat dirancang untuk tujuan berbeda, mulai dari membentuk dasar kompetensi karyawan baru, memperkuat keterampilan teknis, hingga menyiapkan pemimpin masa depan.

Berikut adalah beberapa jenis diklat yang umum diterapkan baik di instansi pemerintahan maupun di dunia usaha:

1. Diklat Pelatihan Dasar

Diklat pelatihan dasar biasanya ditujukan untuk membekali peserta dengan pengetahuan fundamental terkait pekerjaan yang akan dijalani. 

Pada sektor pemerintahan, pelatihan dasar diwajibkan bagi calon pegawai negeri sebagai syarat sebelum mengemban tugas. 

Di perusahaan swasta, konsep ini diterapkan melalui program orientasi atau onboarding bagi karyawan baru. Tujuannya adalah memastikan mereka memahami budaya organisasi, standar kerja, serta regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Induction Training: Arti, Manfaat, Contoh, & 5 Tipsnya untuk HRD

2. Diklat Lapangan

Diklat lapangan adalah kegiatan yang dilakukan langsung di lokasi kerja nyata. Misalnya, mahasiswa teknik sipil yang magang di proyek pembangunan jembatan atau teknisi baru yang ditempatkan di pabrik untuk mengamati jalannya produksi.

Keunggulan diklat lapangan adalah peserta dapat melihat langsung tantangan nyata pekerjaan, berinteraksi dengan tim lapangan, serta belajar bagaimana mengambil keputusan di bawah tekanan.

3. Diklat Kompetensi

Jenis diklat ini difokuskan pada pencapaian standar kompetensi tertentu yang biasanya dibuktikan dengan sertifikasi. 

Contohnya, sertifikasi ISO 9001 untuk manajemen mutu, sertifikasi HRBP bagi profesional SDM, atau sertifikasi PMP bagi project manager.

Dengan mengikuti diklat kompetensi, karyawan tidak hanya meningkatkan kemampuan individu, tetapi juga menambah nilai jual perusahaan di mata klien maupun regulator. 

Sertifikasi yang diperoleh menjadi bukti konkret bahwa perusahaan memiliki SDM yang memenuhi standar internasional.

4. Diklat Online

Perkembangan teknologi memungkinkan diklat dilakukan secara daring. Diklat online menawarkan fleksibilitas, hemat biaya, dan dapat menjangkau peserta dari berbagai daerah. 

Materi biasanya disampaikan melalui Learning Management System (LMS) yang mendukung modul interaktif, video, hingga ujian berbasis digital.

Keunggulan diklat online adalah efisiensi waktu dan biaya, terutama bagi perusahaan dengan cabang di banyak lokasi. 

Namun, kelemahannya terletak pada keterbatasan praktik langsung. Karena itu, beberapa perusahaan mengkombinasikan diklat online dengan sesi tatap muka untuk hasil yang lebih optimal.

Metode Diklat

Selain jenisnya, metode pelaksanaan diklat juga beragam. Pemilihan metode yang tepat sangat menentukan efektivitas pembelajaran. 

Beberapa metode lebih cocok untuk keterampilan teknis, sementara yang lain lebih sesuai untuk melatih soft skill atau kepemimpinan. 

Berikut adalah beberapa metode diklat yang sering digunakan oleh perusahaan maupun lembaga pelatihan:

1. Metode Demonstrasi dan Contoh

Metode ini menekankan pada peragaan langsung oleh instruktur. Peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga melihat bagaimana suatu keterampilan dilakukan dengan benar. 

Misalnya, instruktur memperagakan cara mengoperasikan alat kesehatan tertentu sebelum peserta mencoba sendiri.

2. Metode Simulasi

Metode simulasi menggunakan skenario buatan yang menyerupai situasi nyata. Contohnya, simulasi pelayanan pelanggan, latihan menghadapi bencana, atau simulasi audit internal.

Keunggulan metode ini adalah memberikan ruang aman untuk berlatih. Karyawan bisa mengasah kemampuan problem solving, komunikasi, hingga kepemimpinan dalam situasi yang mendekati kenyataan.

3. Metode On The Job Training (OJT)

Metode ini dilakukan langsung di tempat kerja sehari-hari dengan pendampingan mentor atau supervisor. Peserta belajar sambil bekerja, sehingga tidak perlu meninggalkan tanggung jawab utama.

On the job training sangat efektif untuk mempercepat adaptasi karyawan baru. Selain itu, biaya pelatihan relatif rendah karena memanfaatkan lingkungan kerja yang sudah ada. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas mentor yang membimbing.

Baca Juga: On The Job Training: Tahapan, Tujuan, & 5 Metodenya

4. Metode Vestibule atau Balai

Berbeda dengan on the job training, metode vestibule dilakukan di fasilitas khusus yang menyerupai lingkungan kerja asli. 

Misalnya, perusahaan manufaktur memiliki laboratorium untuk melatih operator baru sebelum benar-benar terjun ke pabrik.

Metode ini berguna untuk melatih keterampilan berisiko tinggi, sehingga peserta bisa berlatih tanpa membahayakan keselamatan atau mengganggu produksi. 

Kekurangannya, metode ini memerlukan investasi besar untuk menyediakan fasilitas pelatihan.

5. Metode Apprenticeship

Apprenticeship atau magang adalah metode yang menggabungkan teori dengan praktik langsung dalam jangka waktu tertentu. Peserta ditempatkan di bawah bimbingan pekerja senior yang sudah berpengalaman.

Metode ini efektif untuk membentuk keterampilan mendalam pada bidang tertentu, misalnya kerajinan tangan, teknik mesin, atau kuliner.

Apa Bedanya Diklat dan Pelatihan?

Apa bedanya diklat dan pelatihan? Biasanya, perbedaannya terletak pada cakupan, tujuan, dan struktur. 

Diklat biasanya lebih formal, memiliki dasar hukum, serta menekankan pembentukan kompetensi secara menyeluruh. Pelatihan, sebaliknya, lebih fleksibel, praktis, dan berfokus pada keterampilan tertentu.

Agar lebih jelas, berikut perbedaan keduanya:

  • Cakupan
    • Diklat: mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara menyeluruh.
    • Pelatihan: lebih terfokus pada keterampilan teknis tertentu.
  • Tujuan
    • Diklat: membentuk kompetensi secara komprehensif sesuai standar tertentu, sering kali terkait jabatan atau profesi.
    • Pelatihan: meningkatkan keahlian spesifik yang dibutuhkan untuk pekerjaan harian.
  • Struktur dan Durasi
    • Diklat: berlangsung lebih lama (minggu hingga bulan), dengan kurikulum baku dan modul pembelajaran resmi.
    • Pelatihan: biasanya singkat (jam hingga beberapa hari), dalam bentuk workshop atau praktik langsung.
  • Konteks Penyelenggara
    • Diklat: umumnya diadakan oleh lembaga resmi, instansi pemerintah, atau institusi pendidikan dengan dasar hukum tertentu.
    • Pelatihan: bisa diselenggarakan perusahaan, lembaga swasta, atau trainer independen sesuai kebutuhan.
  • Contoh
    • Diklat: program diklat kepemimpinan bagi pejabat pemerintah yang wajib ditempuh untuk kenaikan jabatan.
    • Pelatihan: workshop public speaking selama dua hari untuk meningkatkan kemampuan presentasi karyawan.

Kegiatan Diklat Apa Saja?

Kegiatan diklat bisa sangat beragam mulai dari sesi kelas tatap muka, diskusi kelompok, praktik lapangan, hingga simulasi berbasis teknologi. 

Bahkan, dengan perkembangan digital, kegiatan diklat kini bisa dilakukan secara daring melalui LMS (Learning Management System).

Bagi perusahaan, kegiatan diklat dapat dirancang sesuai kebutuhan bisnis. Misalnya, diklat teknis penggunaan perangkat lunak ERP, diklat kompetensi untuk persiapan sertifikasi profesi, atau capacity building untuk memperkuat kolaborasi tim lintas divisi. 

Semua kegiatan tersebut dirancang untuk menghasilkan karyawan yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap menghadapi tantangan strategis perusahaan.

Baca Juga: 12 Jenis Training Karyawan yang Efektif dan Cara Menyusunnya

Hindari Risiko Kesalahan Manual, Kelola Lebih Otomatis Pakai HRIS KantorKu Sekarang!

Bayangkan jika perusahaan Anda masih mengandalkan cara manual untuk mengelola data karyawan. Risiko kehilangan data penting, salah input penilaian kinerja, hingga keterlambatan administrasi bisa menjadi bom waktu yang merugikan bisnis. 

Selain bisa menurunkan produktivitas, hal ini juga bisa membuat karyawan kehilangan kepercayaan pada manajemen.

Tampilan Dashboard Database Karyawan Pakai HRIS KantorKu
Tampilan Dashboard Database Karyawan Pakai HRIS KantorKu

Inilah sebabnya mengapa HRIS KantorKu hadir sebagai solusi. Dengan sistem yang terintegrasi langsung dengan penilaian kinerja, perusahaan Anda tidak hanya lebih efisien, tetapi juga aman dari risiko human error yang bisa berujung fatal. 

Yuk, jangan tunggu sampai masalah datang dan menimbulkan kerugian besar, kini saatnya gunakan HRIS KantorKu sekarang untuk memastikan manajemen karyawan berjalan lancar dan profesional!

Sumber:

IBM. What is Training and Development?

Pemerintah Indonesia. (2000). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. Jakarta: Sekretariat Negara.

Bagikan

Related Articles

Panduan SIPP BPJS: Fitur, Manfaat, Syarat dan Cara Daftar!

SIPP BPJS Ketenagakerjaan adalah sistem online untuk memudahkan perusahaan dalam mengelola data kepesertaan karyawan. Simak cara daftarnya!

16 Tugas HRD di Perusahaan, Bukan Hanya Interview Kandidat!

Pahami berbagai tugas HRD di perusahaan, dari rekrut kandidat, proses gaji, mengadakan pelatihan, hingga exit interview! HR wajib tau!

360 Feedback Degree Appraisal: Kelebihan, Komponen & Tahapan

Apa itu 360 Feedback Degree Appraisal? Ketahui cara kerja, kelebihan, kekurangan, dan waktu terbaik menggunakannya untuk penilaian karyawan!