Apa Itu Gaji Bruto? Komponen, Contoh, & Cara Menghitungnya!
Gaji bruto adalah total penghasilan karyawan sebelum dikurangi potongan. Pelajari perhitungan, komponen, dan perbedaannya dengan gaji bersih.
Table of Contents
Table of Contents
Dalam pengelolaan payroll perusahaan, istilah gaji bruto kerap muncul, terutama saat menyusun slip gaji maupun melakukan perhitungan pajak karyawan.
Namun, masih banyak tim HR maupun pemilik bisnis yang kurang memahami perbedaan antara gaji bruto dan gaji neto, serta bagaimana perhitungan gaji bruto seharusnya dilakukan dalam praktik payroll.
Memahami konsep gaji bruto sangat penting bagi perusahaan, karena berpengaruh langsung pada kepatuhan perpajakan (PPh 21), struktur kompensasi karyawan, serta transparansi penggajian.
Kesalahan dalam menghitung atau memahami gaji bruto dapat berisiko menimbulkan ketidakakuratan payroll dan masalah kepatuhan pajak.
Dalam artikel ini, Anda akan mendapatkan panduan lengkap mengenai apa itu gaji bruto, hingga cara menghitungnya secara akurat. Yuk, simak pembahasan ini sampai akhir!
Apa Itu Gaji Bruto?

Gaji bruto adalah total penghasilan yang diterima karyawan sebelum dipotong pajak, iuran BPJS, atau potongan lainnya.
Dengan kata lain, ini adalah jumlah keseluruhan pendapatan karyawan dari perusahaan, termasuk gaji pokok, tunjangan tetap dan tidak tetap, bonus, insentif, dan lembur.
Melansir dari UK Indeed, gross salary mencakup seluruh bentuk kompensasi yang diterima sebelum pengurangan wajib.
Artinya, selain gaji pokok, hal-hal seperti tunjangan transportasi, perumahan, asuransi kesehatan, dan pembayaran lembur juga termasuk dalam gaji bruto.
Singkatnya, gaji bruto adalah angka “mentah” dari total penghasilan karyawan sebelum dikurangi potongan apa pun, dan menjadi dasar perhitungan pajak serta gaji neto (penghasilan bersih yang diterima karyawan).
Dasar Hukum Gaji Bruto
Di Indonesia, konsep penghasilan bruto berkaitan erat dengan regulasi perpajakan dan ketenagakerjaan. Secara umum, dasar hukum yang mengatur perhitungan gaji bruto dan pajaknya antara lain:
1. Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 & UU No. 7 Tahun 2021 (UU HPP)
Undang-Undang No. 36 Tahun 2008 dan UU No. 7 Tahun 2021 (UU HPP) menjadi landasan utama pengenaan pajak atas penghasilan bruto di Indonesia.
Kedua regulasi ini mengatur bahwa seluruh penghasilan karyawan, termasuk gaji pokok, tunjangan, bonus, dan insentif, menjadi dasar perhitungan PPh 21.
Dengan pemahaman ini, perusahaan dapat memastikan penghitungan pajak karyawan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan mengurangi risiko ketidakpatuhan perpajakan.
2. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2023
Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2023 mengatur tarif pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan karyawan. PP ini menetapkan penggunaan tarif efektif bulanan atau harian, sehingga perhitungan pajak lebih akurat, terutama untuk karyawan dengan penghasilan variatif atau pekerja harian.
HR dapat memanfaatkan aturan ini untuk menyesuaikan potongan pajak sesuai periode penggajian.
3. Peraturan Menteri Keuangan No. 168 Tahun 2023
Peraturan Menteri Keuangan No. 168 Tahun 2023 memberikan petunjuk teknis pelaksanaan pemotongan pajak penghasilan yang berkaitan dengan pekerjaan atau jasa.
Peraturan ini mempermudah perusahaan dalam melakukan pemotongan tarif PPh 21 secara benar, termasuk untuk tunjangan dan kompensasi tambahan, sehingga perhitungan gaji bruto dan pajak menjadi transparan dan akurat.
4. Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-16/PJ/2016
Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-16/PJ/2016 menjelaskan tata cara perhitungan PPh 21 dan besaran Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
Regulasi ini menjadi acuan bagi HR dalam menghitung pajak karyawan berdasarkan gaji bruto, sehingga penghitungan pajak bersifat tepat dan sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021
Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 mengatur pengupahan dan mendefinisikan komponen upah pokok sebagai bagian dari gaji bruto.
Dengan pemahaman ini, perusahaan dapat menilai struktur penghasilan karyawan dengan lebih jelas dan memastikan seluruh komponen yang termasuk gaji bruto dihitung secara tepat.
Baca Juga: Regulasi Gaji Berdasarkan UU, Cek Ketentuannya di Sini!
Dengan KantorKu HRIS, hitung gaji bruto, pajak PPh 21, hingga slip gaji karyawan otomatis dalam satu sistem terintegrasi
Faktor yang Memengaruhi Gaji Bruto
Besaran gaji bruto setiap karyawan tentunya tidak selalu sama, karena dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut:
1. Jabatan dan Tanggung Jawab
Besaran gaji bruto sering kali ditentukan oleh level jabatan dan tanggung jawab yang dimiliki karyawan.
Semakin tinggi posisi, misalnya manajer atau kepala departemen, semakin besar tanggung jawab yang diemban, dan hal ini biasanya sebanding dengan peningkatan gaji bruto dibandingkan posisi staf atau junior.
2. Pengalaman dan Kualifikasi
Pengalaman kerja, keahlian khusus, dan latar belakang pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan gaji bruto.
Karyawan dengan pengalaman lebih lama atau sertifikasi khusus biasanya memperoleh kompensasi lebih tinggi, karena nilai kontribusinya bagi perusahaan dianggap lebih besar.
3. Jenis Industri dan Skala Perusahaan
Faktor ini berkaitan dengan sektor usaha dan ukuran perusahaan. Industri tertentu, seperti teknologi atau keuangan, dan perusahaan multinasional biasanya menawarkan gaji lebih tinggi daripada perusahaan kecil atau sektor dengan margin keuntungan lebih rendah.
4. Tunjangan dan Insentif
Selain gaji pokok, tunjangan dan insentif turut meningkatkan total gaji bruto. Contohnya adalah tunjangan makan, transportasi, kesehatan, tunjangan hari raya (THR), atau bonus kinerja. Semakin banyak komponen tambahan, semakin besar total penghasilan bruto karyawan.
Baca Juga: 13 Jenis Tunjangan Karyawan, Contoh serta Aturan Perhitungan sesuai UU
5. Kinerja dan Produktivitas
Beberapa perusahaan menggunakan sistem kompensasi berbasis kinerja, di mana bonus atau insentif diberikan jika karyawan mencapai target tertentu. Dengan demikian, kinerja dan produktivitas menjadi faktor langsung yang memengaruhi gaji bruto setiap periode.
6. Kebijakan Perusahaan dan Regulasi
Terakhir, kebijakan internal perusahaan dan regulasi pemerintah juga menentukan besaran gaji bruto. Ini termasuk skala upah internal, standar minimum upah provinsi (UMP/UMK), atau ketentuan pengupahan lainnya.
Misalnya, upah bruto minimal Medan akan mengikuti standar UMK Kota Medan yang ditetapkan pemerintah daerah. Nilainya tentu berbeda dengan daerah lain seperti Jakarta atau Surabaya yang memiliki tingkat biaya hidup dan struktur ekonomi berbeda.
Baca Juga: Gaji di Bawah UMR? Cek Risiko Sanksi & Pidananya!
Komponen Gaji Bruto

Untuk memahami perhitungan gaji bruto, Anda perlu mengetahui komponen apa saja yang termasuk di dalamnya. Berikut penjelasan tiap komponennya:
1. Gaji Pokok
Gaji pokok merupakan imbal dasar yang ditetapkan berdasarkan tingkat atau jenis pekerjaan. Ini adalah komponen utama gaji bruto yang menjadi acuan dasar perhitungan seluruh tunjangan, bonus, dan potongan pajak.
2. Tunjangan Tetap
Tunjangan tetap adalah pembayaran yang diberikan secara rutin dan tidak bergantung pada kehadiran karyawan. Contoh tunjangan tetap antara lain:
- Tunjangan jabatan
- Tunjangan keluarga
- Tunjangan transportasi tetap
- Tunjangan perumahan
- Tunjangan pendidikan
- Tunjangan kesehatan
Tunjangan ini menambah total gaji bruto dan biasanya masuk dalam perhitungan PPh 21.
3. Tunjangan Tidak Tetap
Tunjangan tidak tetap bersifat variatif dan dipengaruhi oleh kehadiran atau kondisi tertentu. Beberapa contohnya:
- Uang makan
- Tunjangan transportasi harian
- Tunjangan shift atau lembur khusus
- Tunjangan kehadiran
- Tunjangan proyek / bonus kerja
Meskipun bersifat tidak tetap, tunjangan ini tetap dihitung sebagai bagian dari gaji bruto.
4. Upah Lembur
Upah lembur diberikan sebagai imbalan untuk kerja di luar jam kerja resmi. Besaran lembur biasanya dihitung berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan termasuk dalam gaji bruto, sehingga memengaruhi total penghasilan dan perhitungan pajak.
5. Bonus dan Insentif
Bonus dan insentif adalah pendapatan tambahan yang diberikan perusahaan, biasanya berdasarkan kinerja, pencapaian target, atau kebijakan khusus. Contohnya:
- Bonus tahunan
- Insentif penjualan
- Komisi kinerja
- Bonus proyek/tim
- Bonus kehadiran/disiplin
Semua pendapatan ini masuk ke gaji bruto sebelum dipotong pajak.
6. Tunjangan Hari Raya (THR)
Tunjangan Hari Raya (THR) adalah pendapatan non-upah yang wajib diberikan setahun sekali menjelang hari raya keagamaan. THR dihitung sebagai bagian dari gaji bruto, sehingga juga memengaruhi besaran PPh 21 karyawan.
Baca Juga: THR Adalah: Besaran, Syarat, Cara Menghitung & Sanksi Jika Terlambat
7. Premi BPJS Dibayar Perusahaan
Iuran BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang dibayarkan perusahaan, dihitung sebagai penambah penghasilan bruto untuk perhitungan pajak. Hal ini penting agar perhitungan gaji bruto dan PPh 21 tetap akurat.
Dengan KantorKu HRIS, seluruh komponen gaji seperti tunjangan, lembur, pajak, dan BPJS dapat dihitung lebih akurat
Cara Menghitung Gaji Bruto
Menghitung gaji bruto karyawan bisa dilakukan dengan pendekatan sistematis agar seluruh komponen penghasilan tercatat dan perhitungan pajak maupun gaji neto lebih akurat. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:
Langkah 1: Tentukan Gaji Pokok
Langkah pertama adalah mencatat gaji pokok karyawan berdasarkan jabatan dan kontrak kerja. Gaji pokok merupakan basis utama penghasilan karyawan dan akan memengaruhi perhitungan tunjangan, bonus, serta PPh 21.
Dalam hal ini, Anda bisa coba untuk menghitung pajak penghasilan karyawan dengan kalkulator PPh 21, sekaligus besaran total gajinya dengan kalkulator gaji karyawan.
Contoh:
Pak Budi bekerja sebagai staf administrasi dengan gaji pokok Rp6.000.000 per bulan.
Langkah 2: Tambahkan Tunjangan Tetap
Selanjutnya, hitung tunjangan tetap yang dibayarkan rutin setiap bulan dan tidak bergantung pada kehadiran karyawan.
Contohnya:
- Tunjangan jabatan: Rp1.000.000
- Tunjangan keluarga: Rp500.000
- Total tunjangan tetap = Rp1.500.000
Menambahkan tunjangan tetap ke gaji pokok membantu HR mengetahui total penghasilan reguler yang pasti diterima karyawan.
Langkah 3: Masukkan Tunjangan Tidak Tetap
Tunjangan tidak tetap adalah pembayaran yang bergantung pada kehadiran atau faktor lain.
Contohnya:
- Uang makan harian: Rp300.000
- Tunjangan transportasi harian: Rp200.000
- Total tunjangan tidak tetap = Rp500.000.
Dengan memasukkan tunjangan ini, gaji bruto mulai mencerminkan seluruh penghasilan yang bisa diterima karyawan dalam satu bulan, bukan hanya gaji pokok.
Langkah 4: Tambahkan Upah Lembur dan Bonus
Upah lembur dan bonus adalah komponen penghasilan tambahan yang bergantung pada kinerja atau jam kerja ekstra.
Contoh:
- Lembur bulan ini: Rp300.000
- Bonus kinerja: Rp200.000
Menambahkan komponen ini juga memastikan gaji bruto mencakup seluruh kompensasi yang berhak diterima karyawan.
Langkah 5: Sertakan THR dan Premi BPJS Perusahaan
Beberapa komponen non-reguler juga dihitung sebagai gaji bruto, misalnya:
- THR prorata bulan ini: Rp1.000.000
- Premi BPJS Ketenagakerjaan (JKK & JKM) yang dibayar perusahaan: Rp150.000
Kedua komponen ini masuk perhitungan gaji bruto agar penghitungan PPh 21 tetap akurat.
Langkah 6: Jumlahkan Semua Komponen
Terakhir, jumlahkan seluruh komponen di atas untuk mendapatkan total gaji bruto bulan ini.
Contoh:
Gaji Bruto = 6.000.000 (gaji pokok) + 1.500.000 (tunjangan tetap) + 500.000 (tunjangan tidak tetap) + 300.000 (lembur) + 200.000 (bonus) + 1.000.000 (THR) + 150.000 (premi BPJS)
Gaji Bruto = Rp9.650.000
Dengan langkah-langkah ini, HR dapat menghitung gaji bruto secara rinci dan transparan, sehingga memudahkan proses perhitungan pajak, gaji neto, dan penyusunan slip gaji karyawan.
Jika Anda ingin mempermudah proses perhitungan tersebut, Anda juga dapat memanfaatkan kalkulator gaji online dari KantorKu HRIS. Fitur ini membantu HR menghitung komponen gaji, pajak, dan estimasi take home pay karyawan secara lebih cepat dan akurat.
Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan: Prorata, Harian, Bulanan, hingga WFH
Contoh Gaji Bruto di Slip Gaji Karyawan
Pada slip gaji, gaji bruto biasanya ditampilkan sebagai total penghasilan. Oleh karena itu, agar Anda lebih mudah memahami, berikut beberapa contoh gaji bruto yang sering muncul dalam berbagai jenis slip gaji:
1. Contoh Gaji Bruto di Slip Gaji Karyawan Swasta
Pada perusahaan swasta, gaji bruto umumnya terdiri dari gaji pokok ditambah berbagai tunjangan tetap maupun tidak tetap yang diberikan perusahaan.
Contoh:

2. Contoh Gaji Bruto di Slip Gaji PNS
Gaji bruto PNS adalah total seluruh pendapatan yang diterima pegawai dalam satu bulan sebelum dikurangi berbagai potongan, seperti pajak penghasilan (PPh 21), iuran BPJS, dan iuran wajib pegawai lainnya.
Contoh:

3. Contoh Gaji Bruto di Slip Gaji Karyawan Kontrak
Untuk karyawan kontrak, struktur slip gaji biasanya lebih sederhana dibandingkan karyawan tetap. Namun, prinsip perhitungan gaji bruto tetap sama, yaitu menjumlahkan seluruh penghasilan sebelum potongan.
Contoh:

4. Contoh Gaji Bruto di Slip Gaji Karyawan Toko
Pada slip gaji karyawan toko, gaji bruto biasanya terdiri dari gaji pokok serta beberapa tunjangan sederhana yang berkaitan dengan operasional harian.
Contoh:

5. Contoh Gaji Bruto di Slip Gaji Karyawan dengan KantorKu HRIS
Dalam aplikasi slip gaji seperti KantorKu HRIS, perhitungan gaji bruto biasanya ditampilkan berdasarkan komponen penghasilan yang telah diinput oleh HR.
Dengan sistem ini, perhitungan gaji menjadi lebih praktis dan akurat, karena semua komponen gaji bruto dihitung otomatis.
Contoh:

Perbedaan Gaji Bruto dan Gaji Bersih
Meskipun sering digunakan dalam konteks penggajian, gaji bruto dan gaji bersih memiliki arti yang berbeda. Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa perbedaan utama antara gaji bruto dan gaji bersih:
1. Pengertian
Perbedaan paling dasar terletak pada makna dari kedua istilah tersebut dalam sistem penggajian.
Gaji Bruto:
- Total seluruh penghasilan karyawan sebelum potongan apa pun.
- Menjadi dasar perhitungan pajak dan iuran lainnya.
Gaji Bersih:
- Penghasilan yang diterima karyawan setelah seluruh potongan dikurangi.
- Merupakan jumlah yang benar-benar masuk ke rekening karyawan.
2. Komponen Penghasilan
Perbedaan berikutnya terlihat dari komponen yang termasuk dalam perhitungannya.
Gaji Bruto:
- Gaji pokok
- Tunjangan tetap dan tidak tetap
- Bonus atau insentif
- Upah lembur
- Komponen tambahan lainnya
Gaji Bersih:
- Hasil akhir setelah gaji bruto dikurangi berbagai potongan.
3. Potongan Penghasilan
Kedua istilah ini juga dibedakan dari ada atau tidaknya potongan yang dikenakan.
Gaji Bruto:
- Belum dikurangi pajak penghasilan (PPh 21)
- Belum dikurangi iuran BPJS
- Belum termasuk potongan lain dari perusahaan
Gaji Bersih:
- Sudah dikurangi pajak penghasilan
- Sudah dipotong iuran BPJS atau iuran lainnya
- Sudah termasuk potongan perusahaan jika ada
4. Nilai yang Diterima Karyawan
Perbedaan lainnya dapat dilihat dari jumlah nominal yang diterima oleh karyawan.
Gaji Bruto:
- Nilainya lebih besar karena masih berupa total penghasilan kotor.
Gaji Bersih:
- Nilainya lebih kecil karena merupakan jumlah yang benar-benar diterima karyawan.
Secara ringkas, gaji bruto adalah total penghasilan karyawan sebelum potongan, sedangkan gaji neto adalah jumlah pendapatan yang diterima karyawan setelah seluruh potongan seperti pajak dan iuran lainnya dikurangi dari gaji bruto.
Kesalahan Umum Terkait Gaji Bruto
Meskipun konsep gaji bruto terlihat sederhana, dalam praktik payroll masih banyak perusahaan yang keliru dalam memahami atau menghitungnya.
Beberapa kesalahan berikut perlu Anda perhatikan agar proses penggajian tetap akurat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku:
1. Menganggap Gaji Bruto Sama dengan Gaji Bersih (Take Home Pay)
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah menganggap gaji bruto sama dengan jumlah gaji yang diterima karyawan di rekening setiap bulan.
Padahal, gaji bruto merupakan total penghasilan sebelum dikurangi berbagai potongan seperti pajak penghasilan (PPh 21), iuran BPJS, iuran pensiun, atau potongan lainnya.
Jika konsep ini tidak dipahami dengan benar, baik HR maupun karyawan dapat keliru dalam membaca slip gaji dan menghitung kewajiban pajak.
2. Tidak Memasukkan Seluruh Komponen Penghasilan ke dalam Gaji Bruto
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah tidak memasukkan seluruh komponen penghasilan ke dalam perhitungan gaji bruto.
Misalnya, bonus, upah lembur, tunjangan makan, tunjangan transportasi, atau tunjangan tidak tetap lainnya tidak dimasukkan ke dalam total penghasilan.
Padahal, komponen tersebut tetap termasuk bagian dari penghasilan bruto yang menjadi dasar perhitungan pajak karyawan.
3. Salah Mengklasifikasikan Jenis Penghasilan
Dalam praktik payroll, penghasilan karyawan umumnya dibagi menjadi penghasilan teratur dan tidak teratur. Kesalahan sering terjadi ketika perusahaan mencampuradukkan kedua jenis penghasilan ini dalam perhitungan pajak.
Sebagai contoh, bonus tahunan atau Tunjangan Hari Raya (THR) seharusnya diperlakukan sebagai penghasilan tidak teratur. Jika klasifikasinya keliru, maka perhitungan pajak PPh 21 juga berpotensi menjadi tidak akurat.
4. Mengabaikan Komponen Pengurang Penghasilan Bruto
Dalam perhitungan pajak penghasilan, penghasilan bruto biasanya masih dikurangi beberapa komponen tertentu, seperti biaya jabatan dan iuran pensiun yang dibayar oleh karyawan.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah lupa menghitung biaya jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto (maksimal Rp500.000 per bulan atau Rp6.000.000 per tahun).
Jika komponen ini tidak diperhitungkan, maka nilai penghasilan kena pajak dapat menjadi lebih besar dari yang seharusnya.
5. Kesalahan Menentukan Status PTKP
Status Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) juga memengaruhi perhitungan pajak dari penghasilan bruto karyawan. Kesalahan dapat terjadi ketika perusahaan tidak memperbarui status karyawan, misalnya terkait status pernikahan atau jumlah tanggungan.
Akibatnya, nilai PTKP yang digunakan dalam perhitungan pajak menjadi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga besaran pajak yang dipotong juga bisa keliru.
Baca Juga: 3 Contoh Cara Menghitung PTKP beserta Aturan & Besaran Saat Ini!
6. Tidak Memperbarui Aturan Perpajakan Terbaru
Regulasi perpajakan di Indonesia dapat berubah dari waktu ke waktu, termasuk terkait tarif dan mekanisme pemotongan pajak karyawan.
Jika perusahaan masih menggunakan aturan lama atau tidak mengikuti pembaruan kebijakan terbaru, maka perhitungan gaji bruto dan pajak karyawan berpotensi tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Yuk, Jadikan Sistem HR Anda Lebih Pintar dengan KantorKu HRIS!
Mengelola gaji bruto, tunjangan, lembur, hingga potongan pajak dan iuran BPJS secara manual tentu memakan waktu dan rawan kesalahan.
Jika Anda saat ini merasa terbebani dengan administrasi payroll yang rumit, sudah saatnya beralih ke software payroll dari KantorKu HRIS yang lebih efisien dan akurat.
Dengan sistem HRIS terintegrasi, seluruh proses perhitungan gaji karyawan bisa otomatis, mulai dari menghitung gaji pokok, tunjangan, lembur, hingga pajak dan BPJS, tanpa perlu input manual yang memakan waktu.

Berikut beberapa fitur unggulan yang bisa Anda manfaatkan:
- Hitung gaji otomatis beserta tunjangan, lembur, cuti, pajak, BPJS, dan komponen penghasilan lain.
- Perhitungan sesuai regulasi terbaru, termasuk PPh 21 dan iuran BPJS.
- Sinkronisasi absensi dengan payroll, sehingga kehadiran langsung terhubung ke perhitungan gaji akhir.
- Transfer gaji massal ke berbagai bank hanya dengan satu klik.
- Slip gaji digital otomatis, siap dikirim ke karyawan tanpa perlu input manual.
Dengan KantorKu HRIS, Anda juga tidak perlu khawatir mengikuti setiap perubahan aturan pajak atau regulasi ketenagakerjaan, karena sistem diperbarui secara berkala untuk memudahkan HR.
Tertarik mencoba kemudahan ini? Segera book demo gratis sekarang dan konsultasikan kebutuhan HR Anda dengan tim ahli KantorKu HRIS!
Dengan KantorKu HRIS otomatisasi perhitungan gaji bruto, pajak PPh 21, hingga pembuatan slip gaji karyawan dalam satu sistem payroll terintegrasi.
Referensi
Gross Pay vs. Net Pay: Definitions and Examples
Undang-Undang No. 36 Tahun 2008
Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2023
Peraturan Menteri Keuangan No. 168 Tahun 2023
Related Articles
PCare BPJS: Cara Login, Daftar, dan Eclaim Terbaru 2026
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Terbaru Online & Offline