Apa Itu Gaji Kotor? Komponen, Fungsi, & Cara Menghitungnya!
Gaji kotor adalah total penghasilan sebelum potongan pajak dan BPJS. Pelajari perhitungan, tunjangan, dan perbedaannya dengan gaji bersih.
Table of Contents
- Apa itu Gaji Kotor?
- Fungsi Gaji Kotor
- Komponen-Komponen dalam Gaji Kotor
- Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih (Neto)
- Mengapa Gaji Kotor Berbeda dengan yang Diterima?
- Cara Menghitung Gaji Kotor ke Gaji Bersih
- Pentingnya Mengetahui Gaji Kotor Saat Negosiasi Kerja
- FAQ
- Permudah Perhitungan Gaji Karyawan dengan Software Payroll KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa itu Gaji Kotor?
- Fungsi Gaji Kotor
- Komponen-Komponen dalam Gaji Kotor
- Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih (Neto)
- Mengapa Gaji Kotor Berbeda dengan yang Diterima?
- Cara Menghitung Gaji Kotor ke Gaji Bersih
- Pentingnya Mengetahui Gaji Kotor Saat Negosiasi Kerja
- FAQ
- Permudah Perhitungan Gaji Karyawan dengan Software Payroll KantorKu HRIS!
Gaji kotor adalah angka penghasilan total yang belum dikurangi dengan komponen lain seperti pajak dan asuransi.
Melansir dari Forbes, angka gaji kotor berbeda dengan gaji bersih (net pay). Gaji bersih merupakan jumlah yang benar-benar diterima atau “take home pay” setelah seluruh potongan pajak dan kontribusi lain dilakukan.
Oleh karena itu, meskipun gaji kotor sering digunakan sebagai tolok ukur kompensasi saat negosiasi, gaji bersih biasanya jauh lebih relevan untuk perencanaan keuangan pribadi.
Sebagai pemilik usaha atau praktisi HR, Anda tentu menyadari bahwa ketidakpahaman mengenai selisih angka di gaji sering kali memicu kebingungan bagi karyawan.
Memahami bahwa gaji kotor adalah nominal total yang dijanjikan perusahaan sebelum dikurangi berbagai kewajiban pajak dan asuransi sangatlah krusial.
Lantas, bagaimana perhitungan gaji kotor? Apa perbedaannya dengan gaji bersih secara lebih spesifik? Jika Anda sedang menghitung total gaji kotor seorang karyawan di perusahaan, yuk simak pembahasan ini sampai akhir!
Apa itu Gaji Kotor?

Gaji kotor adalah jumlah kompensasi total yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan sebelum adanya potongan wajib seperti pajak penghasilan (PPh 21), iuran BPJS, atau potongan pinjaman lainnya.
Jika Anda mampu menjelaskan bahwa gaji kotor mencakup seluruh nilai ekonomi yang diberikan perusahaan, maka karyawan akan merasa lebih dihargai secara profesional.
Gaji kotor memiliki dampak signifikan terhadap keterikatan (engagement) karyawan. Ketika karyawan memahami bahwa perusahaan telah mengalokasikan dana yang besar untuk mereka, rasa dihargai secara profesional akan meningkat, meskipun nominal yang mereka terima di rekening (neto) terlihat lebih kecil.
Dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia, gaji kotor menjadi dasar untuk memastikan perusahaan mematuhi UU Nomor 13 Tahun 2003, UU Nomor 6 Tahun 2023, serta PP Nomor 36 Tahun 2021 yang diubah dengan PP Nomor 51 Tahun 2023.
Angka ini dipakai sebagai tolok ukur kepatuhan terhadap UMP/UMK, diverifikasi saat audit Dinas Ketenagakerjaan, dan melindungi perusahaan dari risiko sengketa upah atau iuran wajib.
Fungsi Gaji Kotor
Gaji kotor (gross salary) memiliki fungsi strategis dalam operasional bisnis dan manajemen sumber daya manusia yang cukup krusial.
Oleh karena itu, untuk membantu Anda dalam memahami fungsi gaji kotor, silakan simak penjelasannya di bawah ini:
1. Dasar Perhitungan Pajak
Gaji kotor menjadi acuan utama untuk menghitung PPh 21 yang harus dipotong dan disetorkan oleh perusahaan kepada negara.
Besaran pajak penghasilan karyawan bergantung pada total pendapatan bruto sebelum dikurangi potongan lain, sehingga penetapan gaji kotor yang jelas sangat penting untuk kepatuhan perpajakan.
2. Acuan Iuran BPJS
Gaji kotor digunakan sebagai dasar perhitungan iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Baik iuran pekerja maupun perusahaan dihitung dari angka bruto ini, termasuk penentuan batas minimal dan maksimal iuran, sehingga mempengaruhi perlindungan sosial dan hak karyawan.
Baca Juga: Besaran Premi BPJS Ketenagakerjaan 2025 Program JHT, JKK, JKM & JP
3. Indikator Skalabilitas Perusahaan
Dengan mengetahui total gaji kotor karyawan, perusahaan dapat menghitung total cost of labor secara akurat.
Hal ini penting untuk perencanaan anggaran tahunan, evaluasi profitabilitas, dan strategi ekspansi perusahaan, karena gaji kotor mencerminkan beban finansial aktual terhadap tenaga kerja.
4. Alat Negosiasi dan Benchmark Industri
Gaji kotor juga berfungsi sebagai standar pasar (market value) bagi suatu posisi. Angka ini membantu perusahaan melakukan negosiasi gaji yang adil dan kompetitif, sekaligus memberi panduan bagi pekerja dalam memahami kompensasi yang sebanding dengan industri.
5. Perlindungan Hukum dan Kepatuhan Regulasi
Menetapkan gaji kotor secara jelas melindungi perusahaan dari risiko sengketa ketenagakerjaan, seperti klaim kekurangan upah, lembur, atau kontribusi iuran wajib.
Komponen-Komponen dalam Gaji Kotor
Untuk mendapatkan angka gaji kotor yang akurat, Anda perlu menggabungkan beberapa elemen yang membentuk total kompensasi karyawan. Berikut adalah detail komponen gaji kotor yang umum berlaku di perusahaan:
1. Gaji Pokok
Gaji pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada karyawan menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan. Hal ini merupakan komponen tetap yang tidak dipengaruhi oleh fluktuasi kinerja jangka pendek atau kehadiran harian.
Ciri-ciri gaji pokok:
- Komponen tetap, dibayarkan setiap bulan tanpa bergantung pada kinerja atau kehadiran harian.
- Menjadi dasar perhitungan tunjangan dan bonus tertentu.
Contoh: Gaji pokok seorang staff administrasi Rp5.000.000 per bulan.
2. Tunjangan Tetap
Tunjangan tetap sering kali diberikan secara rutin dan besarnya tetap setiap bulan, tidak bergantung pada kehadiran atau performa. Contohnya adalah tunjangan jabatan atau tunjangan keluarga yang diberikan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Contoh tunjangan tetap di antaranya yaitu:
Baca Juga: 15 Contoh Tunjangan Tetap & Aturannya di Indonesia
3. Tunjangan Tidak Tetap
Berbeda dengan tunjangan tetap, maka tunjangan tidak tetap diberikan berdasarkan kehadiran atau aktivitas tertentu. Misalnya tunjangan makan atau tunjangan transportasi yang hanya dibayarkan jika karyawan hadir di kantor secara fisik.
Berikut adalah contoh tunjangan tidak tetap:
Baca Juga: 13 Jenis Tunjangan Karyawan, Contoh serta Aturan Perhitungan sesuai UU
4. Upah Lembur (Overtime)
Jika karyawan Anda bekerja melebihi waktu kerja normal (overtime), kompensasi tambahan ini akan masuk ke dalam perhitungan gaji kotor. Perhitungan kerja lembur harus mengikuti regulasi pemerintah agar perusahaan terhindar dari sanksi hukum.
Contoh overtime di perusahaan: Karyawan dengan gaji pokok bulanan tetap
- Gaji pokok: Rp5.000.000/bulan
- Jam kerja normal: 40 jam/minggu (8 jam/hari)
- Ketentuan lembur: 1,5x tarif per jam untuk hari kerja, 2x tarif per jam untuk hari libur
Langkah perhitungan:
- Hitung tarif per jam:
Rp5.000.000 ÷ 173 jam/bulan ≈ Rp28.900/jam
(Catatan: 173 jam = standar kerja per bulan menurut perhitungan umum di Indonesia) - Hitung tarif lembur:
- Hari kerja: 1,5 × Rp28.900 ≈ Rp43.350/jam
- Hari libur: 2 × Rp28.900 ≈ Rp57.800/jam
- Jika karyawan lembur 5 jam di hari kerja:
5 × Rp43.350 ≈ Rp216.750 tambahan ke gaji kotor
5. Bonus dan Insentif
Bonus dan insentif biasanya bersifat performatif, yang diberikan ketika karyawan mencapai target tertentu atau perusahaan mendapatkan laba lebih. Bonus ini menambah nilai total gaji kotor di bulan tersebut.
Ciri-ciri:
- Tidak rutin setiap bulan, berbeda dengan gaji pokok atau tunjangan tetap.
- Bisa diberikan per individu, tim, atau perusahaan secara keseluruhan.
- Masuk dalam perhitungan gaji kotor karena menambah total kompensasi.
Jenis bonus yang umum di perusahaan:
Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih (Neto)
Memahami perbedaan gaji kotor dan bersih sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi saat proses rekrutmen.
Perlu Anda ketahui bahwa gaji bersih adalah jumlah uang yang benar-benar diterima karyawan (take-home pay) setelah semua potongan dilakukan.
Berikut adalah 5 poin utama yang membedakan gaji kotor dan bersih:
1. Waktu Penerimaan
Penting bagi karyawan untuk memahami kapan mereka mengetahui nominal gaji yang akan diterima dan kapan uang tersebut benar-benar masuk ke rekening.
Gaji Kotor:
Yaitu berupa nominal yang disepakati di awal pada surat penawaran kerja (Offering Letter).
- Muncul di kontrak kerja.
- Belum dipotong kewajiban apapun.
Gaji Bersih:
Merupakan nominal yang akhirnya ditransfer ke rekening bank karyawan pada tanggal gajian.
- Sering disebut sebagai Take Home Pay.
- Sudah bersih dari segala potongan.
2. Dasar Perhitungan Iuran
Gaji karyawan digunakan sebagai basis perhitungan pajak dan iuran sosial, sedangkan gaji bersih menunjukkan hak milik riil karyawan.
Gaji Kotor:
Menjadi variabel dasar untuk menentukan persentase potongan asuransi dan pajak.
- Digunakan sebagai basis PPh 21.
- Menjadi angka rujukan iuran BPJS.
Contoh Perhitungan:
Gaji Kotor = Gaji yang diperjanjikan + Tunjangan Pajak
= Rp5.550.000 + Rp50.000
= Rp5.600.000
Gaji Bersih:
Hasil akhir dari pengurangan gaji kotor dengan total potongan yang diwajibkan.
- Tidak digunakan untuk menghitung pajak lagi.
- Murni hak milik karyawan untuk belanja/tabungan.
Contoh perhitungan:
Gaji Bersih = Gaji Kotor – Potongan Pajak
= Rp5.600.000 – Rp50.000
= Rp5.550.000
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
3. Komponen Pengurang
Penting untuk membedakan elemen penghasilan yang masih utuh (gaji kotor) dengan yang sudah dikurangi potongan (gaji bersih).
Gaji Kotor:
Nilainya masih utuh dan mencakup seluruh tunjangan yang dapat dikenakan pajak.
- Termasuk tunjangan pajak (jika ada).
- Mencakup seluruh penghasilan bruto.
Gaji Bersih:
Nilainya telah dikurangi oleh elemen-elemen pengurang penghasilan.
- Sudah dikurangi iuran pensiun.
- Sudah dikurangi potongan absen (jika ada).
4. Nilai Nominal
Memahami perbedaan nilai nominal membantu karyawan mengetahui besaran gaji yang sebenarnya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Gaji Kotor:
Selalu memiliki angka yang lebih besar dibandingkan dengan gaji bersih.
- Memberikan gambaran nilai pasar seorang profesional.
- Angka yang sering disebut saat melakukan survei gaji industri.
Gaji Bersih:
Angkanya lebih kecil karena sudah melewati tahap filtrasi kewajiban.
- Mencerminkan daya beli riil karyawan.
- Angka yang paling dipedulikan karyawan untuk membayar cicilan atau kebutuhan hidup.
5. Perspektif Akuntansi Perusahaan
Dari sisi perusahaan, gaji kotor dan bersih dicatat berbeda dalam laporan keuangan dan arus kas.
Gaji Kotor:
Dicatat sebagai beban gaji total dalam laporan laba rugi perusahaan.
- Menjadi acuan biaya operasional SDM.
- Dasar perencanaan anggaran rekrutmen.
Gaji Bersih:
Merupakan kewajiban kas yang keluar dari rekening perusahaan untuk karyawan secara langsung.
- Pencatatan sisa setelah utang pajak/asuransi dipisahkan.
- Fokus pada aliran arus kas keluar bulanan.
Mengapa Gaji Kotor Berbeda dengan yang Diterima?
Mungkin Anda sering mendapati karyawan bertanya mengapa uang yang mereka terima tidak utuh. Hal ini dikarenakan adanya “pemotongan paksa” yang diatur oleh undang-undang maupun kebijakan internal.
Berikut adalah daftar potongan yang menyebabkan perbedaan antara gaji kotor dengan gaji bersih tersebut:
1. Pajak Penghasilan (PPh 21)
Setiap warga negara yang memiliki penghasilan di atas ambang batas tertentu wajib membayar pajak. Sebagai perusahaan, Anda berkewajiban memotong langsung dari gaji kotor mereka dan menyetorkannya ke kas negara.
Baca Juga: Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Terbaru [+ Contoh & Rumusnya]
2. Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Potongan BPJS Ketenagakerjaan meliputi Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP). Karyawan berkontribusi sekian persen dari gaji mereka untuk menjamin masa tua yang lebih layak.
Baca Juga: 6 Program BPJS Ketenagakerjaan & Manfaatnya untuk Karyawan, Wajib Tahu!
3. Iuran BPJS Kesehatan
Selain perusahaan yang membayar sebagian, karyawan juga memiliki porsi iuran BPJS Kesehatan yang dipotong langsung dari gaji bulanan untuk mendapatkan akses layanan kesehatan nasional.
4. Potongan Kehadiran atau Sanksi
Jika perusahaan Anda menerapkan sistem potong gaji untuk keterlambatan atau ketidakhadiran tanpa keterangan, maka poin ini akan menjadi pengurang signifikan terhadap total gaji kotor.
5. Pinjaman Karyawan atau Kasbon
Jika karyawan memiliki utang kepada perusahaan, cicilan tersebut akan langsung didebit dari gaji kotor sebelum sisa uangnya dikirimkan sebagai gaji bersih.
Cara Menghitung Gaji Kotor ke Gaji Bersih
Bagi Anda yang masih mengelola administrasi gaji secara manual, memahami cara menghitung gaji karyawan dari gaji kotor hingga menjadi gaji bersih secara akurat sangat penting.
Kesalahan perhitungan tidak hanya dapat menimbulkan ketidakpuasan karyawan, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah hukum atau sengketa terkait pajak dan iuran sosial.
Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan ketika ingin menghitung gaji kotor:
1. Tentukan Gaji Kotor
Langkah pertama adalah menghitung gaji kotor. Gaji kotor merupakan total penghasilan sebelum dipotong pajak atau iuran. Untuk mendapatkannya, jumlahkan semua komponen penghasilan karyawan, yaitu:
- Gaji Pokok: Imbalan dasar sesuai jabatan dan kesepakatan kerja.
- Tunjangan Tetap: Seperti tunjangan jabatan, tunjangan keluarga, atau transportasi tetap.
- Tunjangan Tidak Tetap: Contohnya tunjangan makan, transport harian, atau tunjangan kehadiran.
- Lembur: Upah tambahan jika karyawan bekerja melebihi jam kerja normal.
- Bonus / Insentif: Tambahan performatif yang diberikan sesuai pencapaian individu, tim, atau perusahaan.
Setelah semua komponen dijumlahkan, hasilnya adalah gaji kotor bulanan yang menjadi dasar perhitungan selanjutnya.
2. Hitung Potongan Pajak (PPh 21)
Selanjutnya, tentukan jumlah pajak penghasilan yang harus dipotong dari gaji karyawan, prosesnya dimulai dengan menghitung penghasilan neto setahun.
Langkah:
- Hitung penghasilan neto setahun = gaji kotor × 12 bulan
- Kurangi PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) sesuai status karyawan
- Terapkan tarif pajak progresif sesuai lapisan penghasilan
Jumlah ini adalah potongan PPh 21 bulanan yang wajib dikurangi dari gaji kotor sebelum transfer ke karyawan.
3. Hitung Iuran Wajib
Selain pajak, perusahaan juga wajib memotong iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan dari gaji karyawan. Besarnya biasanya berupa persentase tertentu dari gaji pokok atau total penghasilan tertentu.
Pastikan penghitungan iuran mengikuti aturan resmi pemerintah agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan potongan. Iuran ini langsung mengurangi jumlah gaji karyawan yang akan diterima.
Langkah:
- Hitung persentase iuran yang dibebankan karyawan dari gaji pokok atau total penghasilan tertentu
- Pastikan sesuai ketentuan resmi agar tidak ada kekurangan atau kelebihan potongan
4. Kurangi Potongan Lainnya
Jika ada potongan tambahan seperti absen, cicilan pinjaman, koperasi, atau hutang perusahaan, jumlah ini juga harus dikurangkan dari gaji kotor setelah pajak dan iuran wajib. Hal ini memastikan gaji bersih yang diterima benar-benar sesuai hak karyawan.
Langkah: Kurangi semua potongan lain seperti:
- Absen atau keterlambatan
- Cicilan pinjaman/koperasi
- Hutang perusahaan atau potongan lain yang disepakati
5. Hasil Akhir: Gaji Bersih
Setelah semua potongan dihitung dan dikurangi dari gaji kotor, sisa yang diperoleh adalah gaji bersih. Nominal ini adalah jumlah yang akan ditransfer ke rekening karyawan pada tanggal gajian, atau yang sering disebut juga sebagai Take Home Pay.
Gaji bersih mencerminkan daya beli riil karyawan, dan menjadi angka yang paling penting untuk perencanaan kebutuhan hidup sehari-hari.
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Pentingnya Mengetahui Gaji Kotor Saat Negosiasi Kerja
Dalam dunia rekrutmen, angka yang muncul di meja negosiasi hampir selalu merupakan gaji kotor (bruto). Gaji kotor adalah jumlah penghasilan sebelum dipotong pajak, BPJS, atau potongan lainnya.
Individu yang memahami perbedaan antara gaji bruto (kotor) dan gaji neto (take-home pay) cenderung lebih puas dengan kesepakatan kerja mereka karena mereka tahu jumlah sebenarnya yang akan diterima setiap bulan dan tidak merasa “tertipu” oleh nominal besar yang terlihat di awal.
Bagi HR, memberikan penjelasan transparan mengenai gaji kotor sangat penting, karena membantu dalam beberapa hal berikut:
1. Memberikan ekspektasi yang jujur mengenai take-home pay
Calon karyawan dapat mengetahui berapa jumlah gaji bersih yang akan diterima setiap bulan, sehingga dapat merencanakan keuangan pribadi dengan realistis.
2. Membangun citra perusahaan yang profesional dan taat regulasi
Transparansi mengenai struktur gaji menunjukkan bahwa perusahaan menghargai karyawan dan mematuhi aturan ketenagakerjaan serta peraturan pajak yang berlaku.
3. Memastikan anggaran gaji perusahaan tetap dalam koridor yang sehat
Dengan mengetahui gaji kotor, HR dapat merencanakan total biaya gaji, tunjangan, dan bonus secara akurat sehingga anggaran perusahaan tidak bocor.
4. Mempermudah perhitungan tunjangan, bonus, dan lembur
Gaji kotor menjadi dasar perhitungan semua tunjangan, bonus, dan lembur, sehingga tidak ada kesalahan perhitungan yang bisa merugikan karyawan atau perusahaan.
5. Mendukung negosiasi gaji yang adil dan realistis
Calon karyawan dapat menilai apakah tawaran perusahaan sesuai dengan standar industri dan pengalaman mereka, sehingga negosiasi menjadi lebih objektif.
6. Mengurangi risiko miskomunikasi dan perselisihan internal
Dengan struktur gaji yang jelas dan transparan, kemungkinan timbulnya salah paham atau konflik terkait kompensasi bisa diminimalkan.
7. Mempermudah audit internal dan kepatuhan pajak
Gaji kotor yang terdokumentasi rapi membantu perusahaan saat pemeriksaan pajak, audit internal, atau pelaporan ke pemerintah.
8. Meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan
Karyawan yang memahami nilai total kompensasi mereka merasa lebih dihargai, termotivasi, dan cenderung lebih loyal kepada perusahaan.
9. Menjadi dasar perencanaan karier jangka panjang
Dengan mengetahui gaji kotor, karyawan dapat merencanakan kenaikan gaji, promosi, atau peluang pindah pekerjaan dengan lebih strategis.
10. Mendukung strategi retensi karyawan
Transparansi gaji membantu perusahaan mempertahankan karyawan terbaik karena mereka merasa diperlakukan adil dan tidak dirugikan oleh ketidakjelasan kompensasi.
FAQ
Dalam proses rekrutmen dan perencanaan kompensasi, sering muncul kebingungan mengenai istilah gaji kotor (bruto), gaji bersih (neto), dan komponen pendapatan lain seperti THR atau BPJS.
Berikut FAQ untuk membantu menjawab pertanyaan umum seputar gaji karyawan dan negosiasi gaji:
1. Apakah THR termasuk gaji kotor?
Ya, Tunjangan Hari Raya (THR) termasuk dalam komponen pendapatan bruto atau gaji kotor dalam satu tahun berjalan, dan tetap akan dikenakan potongan pajak PPh 21 sesuai ketentuan.
2. Apakah gaji kotor sudah termasuk potongan BPJS dari perusahaan?
Tidak. Gaji kotor adalah nominal sebelum potongan karyawan. Namun, perlu dicatat bahwa ada bagian BPJS yang dibayar perusahaan (pemberi kerja) dan ada yang dipotong dari gaji karyawan. Yang mengurangi gaji karyawan adalah porsi karyawan itu sendiri.
3. Mana yang lebih baik, negosiasi gaji kotor atau gaji bersih?
Bagi perusahaan, negosiasi gaji kotor jauh lebih aman dan standar secara akuntansi. Hal ini memudahkan Anda dalam menghitung beban pajak dan iuran tanpa harus menanggung fluktuasi perubahan tarif pajak pribadi karyawan.
Baca Juga: Panduan Sistem Penggajian Karyawan untuk HR yang Efisien
Permudah Perhitungan Gaji Karyawan dengan Software Payroll KantorKu HRIS!
Mengelola perhitungan gaji kotor, potongan pajak, hingga iuran BPJS secara manual tentu sangat berisiko dan memakan waktu. Jika saat ini Anda merasa terbebani dengan administrasi HR yang rumit, sudah saatnya Anda beralih ke solusi digital yang lebih efisien.
Gunakan aplikasi pembayaran gaji karyawan untuk mengotomatisasi seluruh proses administrasi SDM Anda. Jika Anda mulai merasa lelah dengan sistem pencatatan manual dan ingin akurasi yang lebih tinggi, segera pertimbangkan untuk menggunakan aplikasi HRIS yang terintegrasi.

Dengan fitur software payroll KantorKu HRIS, Anda bisa menghitung gaji ribuan karyawan hanya dengan satu klik, lengkap dengan slip gaji otomatis yang transparan.
Apakah Anda ingin mencoba kemudahan mengelola absensi, KPI, hingga payroll dalam satu platform? Mari jadwalkan demo gratis bersama tim kami sekarang juga!
KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.
Sumber:
Forbes. Gross Pay Vs. Net Pay: What’s The Difference?
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor XX.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2023. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor XX; Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor XX.
Related Articles
Cara Menghitung Gaji Lembur dengan Mudah & Contoh Perhitungannya
10 Perbedaan Gaji Karyawan Tetap dan Kontrak: Gaji, Bonus, hingga Tunjangan