20 Contoh KPI Digital Marketer: SEO, Sosmed, Ads, Email Marketing

Ukur keberhasilan tim dengan KPI digital marketer yang terukur, mulai dari KPI Instagram marketing, email, ads, hingga SEO dalam daftar contoh ini!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 02 Februari 2026
Key Takeaways
KPI digital marketer berfungsi sebagai alat ukur objektif kontribusi pemasaran terhadap pendapatan bisnis.
KPI yang efektif harus mencakup seluruh funnel: traffic, lead, konversi, hingga retensi pelanggan.
CPA, ROAS, dan ROI adalah indikator utama efisiensi biaya kampanye digital.
SEO diukur melalui pertumbuhan organic traffic, ranking keyword, dan CTR pencarian.
Engagement rate lebih penting daripada jumlah followers dalam menilai performa media sosial.

Digital marketer adalah garda terdepan yang bertugas membantu meningkatkan penjualan perusahaan melalui presensi digital yang kuat dan strategi konversi yang matang. 

Agar kinerja mereka tetap selaras dengan visi bisnis dan tidak sekadar “asal kerja”, Anda perlu menetapkan metrik evaluasi yang presisi. 

Oleh karena itu, Anda perlu menetapkan KPI digital marketer sebagai alat navigasi HR untuk mengukur kontribusi mereka terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Jika memang berencana demikian, silakan gunakan contoh KPI digital marketer berikut, mulai dari target cost per acquisition hingga social media engagement rate!

Daftar Contoh KPI Digital Marketer 

Pekerjaan digital marketer sangat dinamis, mulai dari mengelola lalu lintas situs web (traffic), mengoptimalkan biaya iklan, hingga merawat engagement audiens di media sosial. 

Anda dapat menggunakan daftar contoh kpi digital marketing berikut untuk memastikan kinerja mereka tetap on-track dan memberikan imbal hasil yang maksimal:

1. Cost Per Acquisition (CPA)

Metrik ini mengukur rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu pelanggan baru dari kampanye digital.

Objective: Menjaga efisiensi anggaran pemasaran agar biaya akuisisi tidak lebih besar dari keuntungan.

  • Nilai CPA rata-rata tetap di bawah Rp100.000 per pelanggan.
  • Penurunan biaya akuisisi sebesar 10% setiap kuartal.
  • Rasio konversi dari klik menjadi pembeli minimal 3%.
  • Alokasi anggaran iklan per kanal (sosial media vs search engine) yang optimal.
  • Sinkronisasi data antara biaya iklan dengan jumlah unit terjual.

Tips Mengukur KPI: Bandingkan total biaya kampanye digital dengan jumlah total pelanggan baru yang melakukan transaksi pada periode yang sama.

Banner KantorKu HRIS
Pantau Progres Target Tim Marketing Lewat Satu Dashboard!

KantorKu HRIS bantu kelola performa tim melalui dashboard visual dan 9-box-matrix untuk menilai kinerja karyawan.

2. Lead Conversion Ratio (Rasio Konversi Prospek)

KPI digital marketer ini melihat seberapa efektif strategi pemasaran dalam mengubah pengunjung biasa menjadi calon pembeli potensial (leads).

Objective: Memastikan traffic yang masuk berkualitas dan berpotensi besar untuk menjadi penjualan.

  • Minimal 200 qualified leads per bulan melalui formulir website.
  • Rasio pengunjung menjadi leads minimal 5%.
  • Kecepatan tim dalam menyerahkan data leads ke tim Sales ≤ 1 jam.
  • Persentase leads yang lolos kualifikasi internal (MQL) sebesar 80%.
  • Penurunan angka pentalan (bounce rate) pada halaman utama sebesar 15%.

Tips Mengukur KPI: Hitung jumlah orang yang mengisi data diri dibagi dengan total pengunjung halaman arahan (landing page) Anda.

Baca Juga: 13 Contoh KPI Marketing dan Cara Mengukurnya! 

3. Return on Ad Spend (ROAS)

Menghitung pendapatan yang dihasilkan untuk setiap rupiah yang dihabiskan pada platform iklan berbayar.

Objective: Memaksimalkan profitabilitas dari setiap kampanye iklan (Ads) yang dijalankan.

  • Pencapaian skor ROAS minimal 4x (setiap Rp1 juta iklan menghasilkan Rp4 juta omzet).
  • Peningkatan nilai transaksi rata-rata dari pelanggan hasil iklan.
  • Efektivitas pengujian materi iklan (A/B testing) minimal 2 variasi per minggu.
  • Penurunan biaya per klik (CPC) melalui optimasi konten iklan.
  • Akurasi pelacakan piksel (tracking pixel) pada semua platform iklan 100%.

Tips Mengukur KPI: Gunakan rumus Pendapatan Iklan/Biaya Iklan. Skor yang tinggi menunjukkan strategi penargetan iklan yang sangat tajam.

4. Organic Traffic Growth (Pertumbuhan Lalu Lintas Organik)

KPI performance marketing ini fokus pada performa jangka panjang melalui SEO (Search Engine Optimization) tanpa harus bergantung terus-menerus pada iklan.

Objective: Membangun otoritas merek di mesin pencari agar audiens mudah menemukan perusahaan.

  • Kenaikan traffic organik dari Google minimal 15% setiap bulan.
  • Minimal 10 kata kunci utama perusahaan berada di halaman pertama pencarian.
  • Rasio klik tayang (CTR) pada hasil pencarian minimal 3%.
  • Penambahan minimal 5 artikel blog berkualitas per bulan yang relevan dengan industri.
  • Kecepatan akses situs web (loading time) tetap di bawah 3 detik.

Tips Mengukur KPI: Pantau melalui alat analitik seperti Google Search Console untuk melihat tren kunjungan harian tanpa iklan.

5. Social Media Engagement Rate (Tingkat Keterlibatan Medis Sosial)

Contoh KPI ini Mengukur seberapa aktif audiens berinteraksi dengan konten yang diunggah, bukan sekadar jumlah pengikut saja.

Objective: Memperkuat hubungan antara brand dengan konsumen serta meningkatkan kepercayaan publik.

  • Rata-rata engagement rate (like, comment, share) minimal 5% per unggahan.
  • Penambahan pengikut organik minimal 500 orang per bulan.
  • Respons terhadap komentar atau pesan masuk (DM) pelanggan maksimal 15 menit.
  • Frekuensi unggahan konten kreatif minimal 5 kali per minggu.
  • Skor kepuasan audiens terhadap konten edukasi yang diberikan.

Tips Mengukur KPI: Jumlahkan total interaksi (suka, komen, simpan, bagikan) dibagi dengan total jangkauan konten, lalu kalikan 100.

6. Return on Marketing Investment (ROI)

ROI mengukur profitabilitas dari setiap investasi yang dilakukan dibandingkan dengan biayanya. KPI digital marketer ini menjadi bukti apakah strategi mereka benar-benar menghasilkan uang bagi perusahaan atau hanya sekadar menghabiskan anggaran.

Objective: Menjamin bahwa setiap kampanye pemasaran memberikan keuntungan finansial yang sehat.

  • Pencapaian persentase ROI minimal 200% pada setiap kampanye besar.
  • Perbandingan jelas antara total pendapatan dengan biaya pemasaran yang dikeluarkan.
  • Efisiensi anggaran sebesar 10% melalui pemangkasan proyek yang berkinerja buruk.
  • Konsistensi dalam mencapai target laba bersih dari kanal digital setiap bulan.
  • Kemampuan melakukan prediksi ROI untuk proyeksi anggaran di periode mendatang.

Tips Mengukur KPI: Gunakan rumus: (Pendapatan – Investasi)/Investasi x 100. Jika angkanya positif dan tinggi, berarti strategi pemasaran Anda sangat efektif.

7. Click-Through Rate (CTR) 

Angka CTR yang tinggi adalah indikator utama bahwa pesan dan desain kreatif tim pemasaran Anda mampu menarik minat audiens di tengah padatnya arus informasi digital.

Objective: Menilai daya tarik visual dan relevansi pesan promosi di mata audiens.

  • Rata-rata CTR iklan pencarian (Search Ads) minimal 3%-5%.
  • CTR kampanye email marketing pada bagian Call-to-Action minimal 2%.
  • CTR meningkat 10% melalui optimasi meta deskripsi.
  • Penurunan biaya per klik (CPC) sebagai dampak dari skor kualitas iklan yang tinggi.
  • Pengujian minimal 3 variasi headline per minggu untuk menemukan CTR tertinggi.

Tips Mengukur KPI: Bagi jumlah klik yang didapat dengan jumlah total impresi (berapa kali konten tampil), lalu buat dalam persentase.

8. Marketing Qualified Leads (MQL) 

MQL adalah calon pelanggan yang telah menunjukkan minat lebih dalam dan memenuhi kriteria untuk ditindaklanjuti. Ini adalah jembatan krusial antara tim pemasaran dan tim penjualan.

Objective: Memprioritaskan prospek berkualitas tinggi agar tim penjualan bekerja lebih efektif.

  • Target perolehan minimal 150 MQL per bulan yang valid secara profil bisnis.
  • Persentase konversi dari pengunjung menjadi MQL minimal 5%.
  • Tingkat akurasi data prospek (nomor telepon & email aktif) mencapai 100%.
  • Penurunan biaya per MQL sebesar 10% melalui penargetan audiens yang lebih tajam.
  • Rasio MQL yang berhasil dikonversi menjadi Sales Qualified Leads (SQL) ≥ 50%.

Tips Mengukur KPI: Gunakan sistem penilaian (lead scoring) pada CRM Anda untuk menentukan profil prospek yang masuk dalam kategori MQL.

Baca Juga: 15 Contoh KPI Telesales yang Realistis agar Target Tercapai! 

9. Bounce Rate (Tingkat Pentalan) 

Metrik ini menunjukkan persentase pengunjung yang langsung meninggalkan website setelah hanya membuka satu halaman. 

Objective: Memastikan halaman situs memberikan informasi yang relevan dan nyaman dijelajahi.

  • Angka bounce rate pada halaman utama (homepage) maksimal ≤ 45%.
  • Penurunan bounce rate pada blog sebesar 20% melalui strategi internal linking.
  • Peningkatan durasi rata-rata sesi kunjungan (session duration) menjadi ≥ 2 menit.
  • Optimalisasi kecepatan muat halaman di bawah 2.5 detik.
  • Persentase pengunjung yang melihat lebih dari 2 halaman per sesi minimal 40%.

Tips Mengukur KPI: Lihat data melalui Google Analytics pada bagian Behavior Overview untuk memantau halaman mana yang paling banyak “mengusir” pengunjung.

10. Customer Lifetime Value (CLV) 

Target digital marketing ini memperkirakan total pendapatan yang bisa dihasilkan dari satu pelanggan selama mereka terus bertransaksi dengan Anda. 

Objective: Mengoptimalkan strategi retensi dan memaksimalkan nilai ekonomi tiap pelanggan.

  • Kenaikan nilai CLV rata-rata pelanggan sebesar 12% per tahun.
  • Peningkatan frekuensi pembelian ulang pelanggan lama minimal 1.5x lipat.
  • Penurunan angka kehilangan pelanggan (churn rate) di bawah 3% per bulan.
  • Pertumbuhan nilai rata-rata pesanan (Average Order Value) sebesar 10%.
  • Keberhasilan program up-selling atau cross-selling minimal pada 15% basis pelanggan.

Tips Mengukur KPI: Kalikan rata-rata nilai transaksi dengan frekuensi pembelian tahunan dan rata-rata lama hubungan pelanggan.

11. Cost Per Lead (CPL) 

Contoh KPI digital marketer ini mengukur biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan satu orang yang mengisi formulir minat. 

Objective: Mendapatkan calon pembeli potensial dengan biaya akuisisi yang paling kompetitif.

  • Nilai CPL rata-rata tidak melebihi batas yang ditetapkan perusahaan.
  • Keseimbangan rasio antara CPL rendah dengan kualitas lead yang siap beli.
  • Penurunan CPL sebesar 10% melalui optimasi kata kunci pada iklan berbayar.
  • Peningkatan volume leads sebesar 20% dengan anggaran yang sama.
  • Akurasi pelacakan sumber lead (Google, FB, atau IG) mencapai 100%.

Tips Mengukur KPI: Bagi total biaya kampanye penangkapan leads dengan jumlah total leads yang masuk secara sah.

12. Conversion Rate Optimization (CRO) 

Fokus pada pengubahan pengunjung menjadi pembeli melalui perbaikan tata letak, teks konten, dan kemudahan proses navigasi. Tanpa CRO yang baik, trafik yang besar hanya akan menjadi angka sia-sia.

Objective: Memperkecil celah pada corong pemasaran agar tidak banyak pengunjung yang terbuang.

  • Kenaikan rasio konversi situs web secara keseluruhan minimal 2% per kuartal.
  • Pengujian A/B Testing pada halaman arahan minimal dilakukan 2 kali sebulan.
  • Peningkatan klik pada tombol utama (CTA) sebesar 15%.
  • Skor kemudahan navigasi situs berdasarkan survei pengguna ≥ 8/10.
  • Penurunan angka pengabaian keranjang belanja (cart abandonment) sebesar 10%.

Tips Mengukur KPI: Gunakan alat bantu rekam layar atau heatmap untuk melihat perilaku pengunjung dan menemukan titik hambatan mereka.

Banner KantorKu HRIS
Pantau Progres Target Tim Marketing Lewat Satu Dashboard!

KantorKu HRIS bantu kelola performa tim melalui dashboard visual dan 9-box-matrix untuk menilai kinerja karyawan.

13. Email Marketing Open & Click Rates 

Menilai sejauh mana audiens merespons email yang dikirimkan. Ini adalah kanal pemasaran dengan tingkat pengembalian investasi yang biasanya sangat tinggi jika dikelola dengan benar.

Objective: Membangun komunikasi personal yang efektif dan mendorong klik ke penawaran.

  • Tingkat buka email (open rate) rata-rata minimal 20% – 25%.
  • Tingkat klik di dalam email (click rate) minimal 2.5% per pengiriman.
  • Angka unsubscribe (berhenti berlangganan) tetap rendah di bawah 0.5%.
  • Pertumbuhan jumlah daftar email (list growth) sebesar 5% setiap bulan.
  • Personalisasi subjek email yang mampu meningkatkan open rate sebesar 15%.

Tips Mengukur KPI: Pantau laporan performa langsung dari platform email marketing yang digunakan tim Anda setiap kali selesai pengiriman.

14. Cost Per Click (CPC) 

KPI marketing ini mewakili biaya yang Anda bayar untuk setiap klik pada iklan digital. Mengelola CPC dengan baik berarti tim pemasaran mampu mendapatkan trafik berkualitas dengan harga yang masuk akal.

Objective: Mengelola efisiensi pengeluaran iklan harian tanpa mengorbankan volume trafik.

  • Nilai CPC rata-rata di bawah standar industri atau kompetitor sejenis.
  • Penurunan CPC sebesar 5-10% melalui peningkatan relevansi iklan.
  • Pencapaian skor kualitas iklan (Quality Score) pada Google Ads minimal 8/10.
  • Optimalisasi struktur kampanye iklan untuk menekan biaya per interaksi.
  • Efektivitas penempatan iklan pada posisi strategis dengan biaya terendah.

Tips Mengukur KPI: Bagi total biaya kampanye iklan dengan jumlah total klik yang dihasilkan.

Baca Juga: Kenali 10 Perbedaan Marketing dan Sales: Definisi dan Peran 

15. Goal Completions (Pencapaian Target Aksi) 

Metrik ini mengukur seberapa sering pengguna melakukan aksi spesifik yang Anda definisikan sebagai penting, seperti mendaftar webinar atau berlangganan trial. Ini adalah bukti bahwa kampanye digital mencapai tujuannya.

Objective: Mengukur keberhasilan kampanye dalam mendorong tindakan spesifik yang bernilai bisnis.

  • Pencapaian jumlah pendaftaran/registrasi sesuai target bulanan (100%).
  • Persentase pengunjung yang menyelesaikan proses pendaftaran tanpa kendala teknis.
  • Penurunan angka kegagalan dalam pengisian formulir sebesar 15%.
  • Peningkatan nilai konversi dari setiap tujuan yang telah diselesaikan.
  • Keselarasan antara jenis “Goal” yang dibuat dengan strategi besar perusahaan.

Tips Mengukur KPI: Tentukan target aksi di Google Analytics dan pantau berapa banyak pengguna yang berhasil mencapai “Thank You Page” setelah melakukan aksi tersebut.

16. Instagram Marketing Performance

KPI Instagram marketing ini fokus pada bagaimana platform ini berfungsi sebagai kanal penemuan dan pertimbangan produk. 

Objective: Memperkuat branding visual dan meningkatkan konversi melalui fitur-fitur Instagram.

  • Peningkatan klik pada tautan di bio (link in bio) sebesar 20% setiap bulan.
  • Rata-rata jangkauan (reach) dari fitur Reels minimal mencapai 30% dari total pengikut.
  • Jumlah konversi langsung dari fitur Instagram Shopping atau DM yang terukur.
  • Pertumbuhan jumlah pengikut organik yang sesuai dengan persona target pasar.
  • Konsistensi interaksi pada Instagram Story minimal 5% dari total penonton harian.

Tips Mengukur KPI: Gunakan fitur Instagram Insights khusus akun bisnis untuk membedakan antara interaksi dari pengikut lama dan jangkauan dari calon pengikut baru.

17. TikTok Marketing Viralitas & Trend

TikTok membutuhkan pendekatan yang lebih organik dan cepat. KPI di sini lebih ditekankan pada kemampuan tim dalam mengadaptasi tren sebelum tren tersebut basi di mata audiens.

Objective: Menciptakan kesadaran merek secara massal melalui konten video pendek yang autentik.

  • Minimal 1 konten video masuk ke dalam FYP (For You Page) setiap minggu.
  • Rasio antara penonton video dengan jumlah klik ke landing page minimal 2%.
  • Peningkatan jumlah penggunaan suara atau tagar brand oleh pengguna lain.
  • Kecepatan produksi konten terhadap tren yang sedang viral maksimal ≤ 24 jam.
  • Persentase retensi penonton (menonton video hingga selesai) minimal sebesar 60%.

Tips Mengukur KPI: Pantau melalui TikTok Analytics pada tab Content untuk melihat rata-rata waktu tonton (average watch time) sebagai indikator kualitas konten.

18. Marketing Manager Strategy Alignment (Penyelarasan Strategi Manajer Pemasaran)

Ini adalah KPI untuk marketing manager yang tidak lagi hanya soal teknis postingan, melainkan efisiensi anggaran dan koordinasi antar divisi agar target besar perusahaan tercapai.

Objective: Menjamin seluruh strategi pemasaran digital selaras dengan target pendapatan perusahaan.

  • Realisasi penggunaan anggaran pemasaran maksimal 100% (tidak overbudget).
  • Skor kepuasan koordinasi antar divisi (Sales, Product, dan CS) ≥ 4.0/5.0.
  • Keberhasilan peluncuran kampanye besar tepat waktu.
  • Menurunkan CAC total perusahaan sebesar 5-10%.
  • Kualitas laporan analisis bulanan yang memberikan saran strategis bagi direksi.

Tips Mengukur KPI: Gunakan penilaian 360 derajat dan tinjauan laporan bulanan untuk melihat kedalaman analisis yang diberikan manajer kepada manajemen.

19. Trade Marketing Effectiveness (Efektivitas Trade Marketing)

KPI trade marketing ini fokus pada aktivitas pemasaran di titik penjualan (Point of Sale), baik itu di e-commerce (Shopee/Tokopedia) maupun toko fisik.

Objective: Meningkatkan visibilitas produk dan mendorong konversi di level distributor atau retailer.

  • Peningkatan angka sell-out sebesar 15% per kuartal.
  • Efektivitas promo bundling atau diskon dalam meningkatkan volume transaksi.
  • Keberhasilan penempatan spanduk digital di e-commerce.
  • Tingkat ketersediaan stok barang di kanal penjualan minimal 98%.
  • Pertumbuhan jumlah reseller atau mitra aktif yang berkontribusi pada omzet.

Tips Mengukur KPI: Bandingkan data penjualan dari distributor atau laporan seller center e-commerce sebelum dan sesudah kampanye trade marketing dijalankan.

20. Net Promoter Score (NPS) 

Meskipun sering dianggap metrik layanan pelanggan, NPS adalah KPI digital marketer penting untuk mengukur loyalitas audiens terhadap brand setelah terpapar kampanye digital.

Objective: Mengukur tingkat kepuasan dan kemungkinan audiens merekomendasikan produk Anda.

  • Pencapaian skor NPS di atas 50 (kategori “Excellent“).
  • Rasio antara pendukung (promoters) vs pengkritik (detractors) minimal 3:1.
  • Tingkat respons audiens terhadap survei kepuasan pelanggan minimal 20%.
  • Penurunan sentimen negatif di kolom komentar media sosial sebesar 15%.
  • Keberhasilan mengubah detractors menjadi passives.

Tips Mengukur KPI: Kirimkan survei singkat satu pertanyaan melalui email atau pop-up website yang menanyakan seberapa besar skala (0-10) mereka akan merekomendasikan brand Anda.

Tracking KPI Digital Marketer dari Satu Dashboard Sekaligus dengan KantorKu HRIS

Memantau perkembangan target karyawan satu per satu sangatlah tidak efisien, terutama jika tim pemasaran Anda besar. 

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan aplikasi penilaian kinerja karyawan seperti KantorKu HRIS yang memudahkan tracking KPI digital marketer per individu atau per tim dalam satu dashboard.

Dashboard Tracking KPI KantoKu HRIS

Dengan sistem yang terpusat, Anda bisa melihat dengan cepat mana anggota tim yang menunjukkan performa terbaik dan siapa yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Modul penilaian kinerja karyawan KantorKu HRIS juga memiliki beberapa fitur unggulan lainnya, seperti:

  1. Dashboard Performance Real-Time: Tracking progres pencapaian target harian hingga bulanan tanpa harus menunggu laporan di akhir periode.
  2. Employee Self Service (ESS): Karyawan bisa meng-input bukti pencapaian kerja mereka secara mandiri melalui aplikasi ponsel.
  3. Automated Reminders: Notifikasi otomatis yang mengingatkan staf untuk memperbarui laporan kerja.
  4. Analisis Kinerja Visual: Sajian data dalam bentuk grafik yang memudahkan HR untuk melakukan evaluasi.
  5. Flexible Target Setting: Manajer bisa menyesuaikan parameter KPI sewaktu-waktu sesuai strategi pemasaran perusahaan.

Ingin coba sendiri bagaimana cara kerja fitur-fitur pengelolaan KPI ini dalam mengelola tim Anda? Langsung saja book demo gratis sekarang untuk uji coba sendiri fiturnya!

Banner KantorKu HRIS
Pantau Progres Target Tim Marketing Lewat Satu Dashboard!

KantorKu HRIS bantu kelola performa tim melalui dashboard visual dan 9-box-matrix untuk menilai kinerja karyawan.

Referensi:

Digital Marketing KPIs and Metrics: The Ultimate Guide | DashThis

7 Marketing KPIs You Should Know & How to Measure Them | HBS Online

Bagikan

Related Articles

okr tim product development

10 Contoh OKR Tim Product Development di Perusahaan

Contoh OKR tim product development meliputi wawancara pelanggan, uji coba produk, usability score, pelatihan tim, dan review dokumen.
04 Februari 2026

10 Contoh OKR Perusahaan SME: Tim Sales, Marketing, HR & IT

Tingkatkan performa bisnis dengan OKR yang tepat. Gunakan 10 contoh OKR perusahaan SME ini, untuk tim sales, marketing, hingga HR agar bisnis cepat scale-up!
04 Februari 2026

10 Contoh OKR Tim Engineering yang Realistis & Cara Membuatnya

Lihat contoh OKR untuk tim engineering yang realistis untuk performa aplikasi, keamanan, hingga skalabilitas, lengkap dengan cara membuatnya!
02 Februari 2026