Cara Membuat Dashboard HR di Excel (+ Panduan Lengkap)
Simak cara membuat dashboard HR di Excel untuk HRD, mulai dari konsep, data yang dibutuhkan, tools penting, hingga contoh KPI yang digunakan.
Table of Contents
- Apa Itu Dashboard HR di Excel?
- Tujuan Dashboard HR di Excel
- Data yang Dibutuhkan untuk Membuat Dashboard HR
- Tools Excel yang Wajib Dikuasai
- Cara Membuat Dashboard HR di Excel
- Contoh KPI yang Bisa Ditampilkan di Dashboard HR
- Kelemahan Dashboard HR di Excel
- Kapan Harus Beralih ke Software HRIS?
- Pantau Data HR Lebih Praktis Otomatis lewat KantorKu HRIS!
Table of Contents
- Apa Itu Dashboard HR di Excel?
- Tujuan Dashboard HR di Excel
- Data yang Dibutuhkan untuk Membuat Dashboard HR
- Tools Excel yang Wajib Dikuasai
- Cara Membuat Dashboard HR di Excel
- Contoh KPI yang Bisa Ditampilkan di Dashboard HR
- Kelemahan Dashboard HR di Excel
- Kapan Harus Beralih ke Software HRIS?
- Pantau Data HR Lebih Praktis Otomatis lewat KantorKu HRIS!
Cara membuat dashboard HR di Excel banyak dicari HRD untuk memudahkan pengelolaan dan pemantauan data karyawan seperti absensi, turnover, dan KPI dalam satu tampilan yang rapi dan mudah dianalisis.
Bagi Anda yang masih mengelola data SDM secara manual, Excel sering menjadi pilihan awal karena mudah diakses dan gratis. Namun, seiring bertambahnya skala perusahaan, data yang harus dikelola juga menjadi semakin kompleks.
Karena itu, penting untuk memahami cara membuat dashboard HR di Excel dengan benar, sekaligus mengenali batasannya dalam operasional HR sehari-hari.
Mari simak artikel ini hingga tuntas untuk memahami dashboard HR mulai dari konsep, kebutuhan data, langkah pembuatan, hingga kapan Anda sebaiknya mulai beralih ke sistem yang lebih otomatis seperti HRIS.
Apa Itu Dashboard HR di Excel?

Dashboard HR di Excel adalah tampilan visual berbasis spreadsheet yang digunakan untuk merangkum dan menganalisis data sumber daya manusia dalam perusahaan.
Melalui dashboard ini, data seperti absensi, jumlah karyawan, turnover, hingga performa dapat ditampilkan dalam satu tampilan yang ringkas dan mudah dipahami.
Sederhananya, dashboard ini berfungsi sebagai pusat informasi yang membantu HR membaca kondisi SDM perusahaan tanpa harus membuka data mentah satu per satu. Dengan begitu, proses monitoring dan pengambilan keputusan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih efisien.
Konsep ini juga sejalan dengan people analytics, yaitu pendekatan pengelolaan SDM berbasis data yang membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih objektif.
Menurut SHRM (Society for Human Resource Management), penggunaan data HR dapat meningkatkan akurasi dalam pengambilan keputusan terkait tenaga kerja.
Baca Juga: 15 Contoh Dashboard Monitoring KPI, Absensi, & Payroll [+Template]
Tujuan Dashboard HR di Excel
Dashboard HR di Excel dibuat untuk membantu HR mengelola dan memahami data karyawan dengan lebih cepat dan terstruktur. Dengan tampilan visual, data HR menjadi lebih mudah dianalisis untuk kebutuhan operasional maupun pengambilan keputusan.
Berikut beberapa tujuan utama penggunaan dashboard HR di Excel:
1. Mempermudah monitoring data karyawan
Dashboard HR membantu Anda memantau data karyawan seperti absensi, jumlah karyawan, dan status kerja dalam satu tampilan sehingga tidak perlu membuka banyak file atau sheet terpisah.
2. Membantu pengambilan keputusan HR
Dengan data yang sudah diringkas, Anda bisa lebih cepat mengambil keputusan terkait rekrutmen, evaluasi kinerja, atau kebijakan internal berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
3. Menghemat waktu dalam pelaporan HR
Proses rekap data menjadi lebih cepat karena informasi sudah otomatis tersusun dalam bentuk tabel dan grafik, sehingga tidak perlu menghitung atau menyusun laporan secara manual.
3. Memantau performa dan KPI karyawan
Dashboard memudahkan Anda melihat pencapaian Key Performance Indicator (KPI) karyawan secara berkala untuk mengetahui apakah target kerja sudah tercapai atau belum.
4. Menyederhanakan data yang kompleks
Data HR yang awalnya tersebar dan kompleks dapat disederhanakan menjadi visual yang lebih mudah dipahami oleh HR maupun manajemen.
Baca Juga: 7 HR Tools yang Wajib Dimiliki oleh Perusahaan, Cek Fitur & Contohnya
Data yang Dibutuhkan untuk Membuat Dashboard HR
Agar cara membuat dashboard HR di Excel berjalan optimal, Anda perlu menyiapkan data yang lengkap, konsisten, dan terstruktur sejak awal. Data ini menjadi fondasi utama agar dashboard dapat menampilkan informasi HR secara akurat dan mudah dianalisis.
Berikut adalah data utama yang perlu Anda siapkan dalam beberapa kategori penting:
1. Data master karyawan (profil dasar)
Data ini menjadi identitas utama setiap karyawan yang akan digunakan di seluruh proses pengolahan dashboard HR. Berikut data yang perlu disiapkan:
- Nama lengkap, NIK, dan informasi identitas dasar
- Jabatan, departemen, dan level posisi
- Status kepegawaian (tetap, kontrak, magang)
- Tanggal masuk kerja dan masa kerja
- Informasi demografi seperti umur, jenis kelamin, dan lokasi kerja
2. Data administrasi dan organisasi
Data ini membantu Anda memahami struktur internal perusahaan dan pembagian kerja antar tim. Berikut komponennya:
- Pembagian departemen atau divisi
- Level jabatan (staff, supervisor, manager, dll.)
- Status kerja karyawan
- Lokasi atau cabang kerja
3. Data absensi dan kehadiran
Data ini digunakan untuk melihat pola kehadiran dan tingkat kedisiplinan karyawan dalam perusahaan. Berikut detail datanya:
- Jumlah kehadiran harian atau bulanan
- Catatan keterlambatan
- Data cuti, izin, dan sakit
- Akumulasi jam kerja atau lembur
4. Data kinerja dan pengembangan
Data ini berfungsi untuk menilai produktivitas sekaligus perkembangan kompetensi karyawan. Berikut yang perlu dikumpulkan:
- Nilai evaluasi kinerja atau performance rating
- Hasil pencapaian KPI
- Riwayat pelatihan atau training
- Data promosi atau mutasi jabatan
5. Data payroll dan kompensasi
Data ini digunakan untuk menganalisis struktur biaya tenaga kerja dalam perusahaan. Berikut data yang diperlukan:
- Gaji pokok dan tunjangan
- Bonus, insentif, atau komisi
- Total biaya tenaga kerja per karyawan
- Komponen penggajian lainnya
6. Data rekrutmen (talent acquisition)
Data ini digunakan untuk memantau proses masuknya karyawan baru dan efektivitas rekrutmen. Berikut data yang perlu disiapkan:
- Jumlah kandidat yang direkrut (hired)
- Waktu pengisian posisi (time to hire)
- Biaya rekrutmen per posisi
- Sumber kandidat (job portal, referral, dll.)
7. Data turnover
Data turnover membantu Anda menganalisis tingkat keluarnya karyawan dan stabilitas tenaga kerja. Berikut komponennya:
- Jumlah karyawan yang keluar
- Tingkat turnover (turnover rate)
- Alasan resign atau PHK
- Masa kerja sebelum keluar
Baca Juga: 7 Contoh Data Karyawan untuk HRD Perusahaan (+Format Excel)
Jangan sampai waktu Anda habis hanya untuk mengurus administrasi manual. KantorKu HRIS dapat mengotomatisasi tugas rutin mulai dari absensi hingga payroll.
Tools Excel yang Wajib Dikuasai
Dalam membuat dashboard HR di Excel, Anda tidak hanya mengolah data, tetapi juga perlu memahami cara menyusun, menganalisis, dan menampilkan data. Karena itu, ada beberapa tools Excel yang wajib Anda kuasai.
Berikut tools utama yang perlu Anda pahami:
1. Pivot Table dan Pivot Chart
Pivot Table adalah fitur inti dalam Excel yang digunakan untuk merangkum data HR dalam jumlah besar menjadi laporan yang lebih ringkas. Sementara itu, Pivot Chart membantu mengubah hasil tersebut menjadi visual grafik yang lebih mudah dipahami.
Kombinasi keduanya sering menjadi dasar dalam pembuatan contoh simple HR dashboard karena:
- Memudahkan analisis data karyawan dalam skala besar
- Mengubah data mentah menjadi ringkasan otomatis
- Membuat laporan lebih cepat tanpa rumus kompleks
2. Power Query (Get & Transform)
Power Query digunakan untuk mengolah, membersihkan, dan menggabungkan data dari berbagai sumber secara otomatis. Tools ini sangat berguna jika Anda memiliki banyak file HR seperti absensi, payroll, dan data karyawan yang terpisah.
Fungsinya dalam dashboard HRD:
- Menggabungkan data tanpa copy-paste manual
- Membersihkan data duplikat atau kosong
- Mengotomatisasi update data bulanan
3. Excel Table (Ctrl + T)
Excel Table berfungsi untuk mengubah data mentah menjadi format tabel yang lebih terstruktur dan dinamis. Ini penting agar rumus dan grafik dalam aplikasi database karyawan perusahaan tetap berjalan otomatis saat data bertambah.
Manfaat utamanya:
- Data lebih rapi dan mudah dikelola
- Formula otomatis mengikuti penambahan data
- Lebih stabil untuk digunakan dalam dashboard
4. Data Validation
Data Validation digunakan untuk membatasi input data agar tetap konsisten, misalnya dalam aplikasi database karyawan gratis atau sistem Excel sederhana.
Contohnya:
- Dropdown status karyawan (Aktif, Nonaktif, Probation)
- Pilihan departemen agar tidak terjadi typo
- Standarisasi input absensi atau jenis cuti
5. XLOOKUP / VLOOKUP
Fungsi ini digunakan untuk menghubungkan data dari tabel yang berbeda berdasarkan kunci tertentu, seperti ID karyawan.
Dalam praktik cara membuat dashboard HR di Excel download atau template Excel HR:
- Menggabungkan data karyawan dengan absensi
- Menarik informasi dari sheet lain secara otomatis
- Mengurangi kesalahan input manual
6. Fungsi logika (IF, AND, OR)
Fungsi logika digunakan untuk membuat keputusan otomatis berdasarkan kondisi tertentu dalam data HR.
Contoh penggunaannya:
- Menentukan status karyawan aktif atau tidak aktif
- Mengkategorikan performa berdasarkan nilai KPI
- Menghitung kelayakan bonus atau insentif
Baca Juga: Bonus Tahunan Karyawan: Cara Menghitung, Kewajiban, & Dasar Hukumnya
7. Fungsi analisis (COUNTIFS, SUMIFS, AVERAGEIFS)
Fungsi ini sangat penting dalam aplikasi KPI gratis berbasis Excel karena digunakan untuk menghitung data berdasarkan kriteria tertentu.
Manfaatnya:
- Menghitung jumlah karyawan per departemen
- Menghitung total lembur berdasarkan periode
- Menghitung rata-rata gaji atau performa
8. Fungsi tanggal (DATEDIF, YEAR, MONTH)
Fungsi ini digunakan untuk analisis berbasis waktu, yang sangat penting dalam HR analytics.
Contohnya:
- Menghitung masa kerja karyawan (tenure)
- Mengelompokkan data berdasarkan bulan atau tahun
- Analisis umur karyawan dalam perusahaan
9. Conditional Formatting
Conditional Formatting membantu memberikan penanda visual otomatis pada data HR agar lebih mudah dianalisis dalam dashboard HRD Excel.
Misalnya:
- Warna merah untuk absensi tinggi atau keterlambatan
- Warna hijau untuk performa di atas target
- Highlight otomatis untuk data penting
10. Slicer dan Timeline
Slicer dan Timeline digunakan untuk membuat dashboard lebih interaktif sehingga pengguna bisa melakukan filter data dengan mudah.
Fungsinya:
- Filter data berdasarkan departemen
- Melihat data per periode tertentu
- Mempermudah analisis tanpa mengubah formula
11. Pivot Chart
Pivot Chart adalah visualisasi dari Pivot Table yang otomatis berubah sesuai filter data. Ini sering digunakan dalam aplikasi absensi karyawan berbasis Excel sederhana.
Manfaatnya:
- Menampilkan tren data secara visual
- Memudahkan presentasi ke manajemen
- Terhubung langsung dengan data dinamis
12. Sparklines
Sparklines adalah grafik kecil dalam satu sel Excel yang digunakan untuk melihat tren data secara cepat tanpa membuat chart besar.
Biasanya digunakan untuk:
- Tren absensi karyawan
- Performa bulanan
- Perubahan KPI dari waktu ke waktu
Cara Membuat Dashboard HR di Excel
Untuk mulai membangun dashboard HR yang efektif di Excel, Anda perlu memahami alur penyusunan data hingga visualisasinya agar hasilnya rapi dan mudah dianalisis oleh HR maupun manajemen.
Berikut langkah-langkah sederhana membuat dashboard HR di Excel yang bisa Anda ikuti secara sistematis:
1. Siapkan data (raw data)

Langkah pertama adalah menyiapkan data karyawan dalam satu tabel Excel yang rapi dan konsisten. Data ini menjadi fondasi utama sebelum masuk ke proses analisis dan visualisasi.
- Susun data seperti nama, divisi, jabatan, status, tanggal masuk, dan gaji
- Pastikan tidak ada sel kosong yang mengganggu analisis
- Gunakan format data yang konsisten (angka, tanggal, dan teks tidak tercampur)
2. Ubah data menjadi Excel Table

Setelah data siap, ubah ke format Excel Table agar lebih dinamis dan mudah dikelola.
- Blok seluruh data yang sudah disiapkan
- Tekan Ctrl + T atau pilih Insert > Table
- Aktifkan format table agar data otomatis ikut terupdate saat ada penambahan baris baru
3. Buat PivotTable untuk analisis data

PivotTable digunakan untuk merangkum data HR agar lebih mudah dianalisis tanpa rumus yang rumit.
- Masuk ke menu Insert > PivotTable
- Gunakan untuk menganalisis data seperti jumlah karyawan per divisi atau rata-rata gaji
- Letakkan PivotTable di sheet terpisah sebagai dasar visualisasi
4. Buat PivotChart untuk visualisasi

PivotChart digunakan untuk mengubah data menjadi grafik agar lebih mudah dipahami secara visual.
- Klik PivotTable lalu pilih Insert > PivotChart
- Gunakan bar chart untuk perbandingan data
- Gunakan pie chart untuk komposisi data seperti status karyawan
5. Tambahkan slicer untuk filter interaktif

Slicer membuat dashboard lebih interaktif karena Anda bisa memfilter data hanya dengan satu klik.
- Klik PivotChart lalu pilih Insert Slicer
- Pilih kategori seperti divisi, lokasi, atau status karyawan
- Hubungkan slicer ke semua pivot agar semua grafik ikut berubah
6. Atur layout dashboard
Tahap terakhir adalah merapikan tampilan agar dashboard mudah dibaca dan terlihat profesional.
- Pindahkan semua chart ke satu sheet khusus dashboard
- Atur posisi grafik agar tidak saling bertumpuk
- Sembunyikan tombol field pada chart agar tampilan lebih bersih dan rapi
Contoh KPI yang Bisa Ditampilkan di Dashboard HR
Dalam dashboard HR di Excel, KPI tentu berperan penting untuk membantu HR dan manajemen melihat kondisi SDM secara lebih terukur. Ini dia beberapa contoh KPI yang umum digunakan dalam dashboard HR:
1. Employee Turnover Rate
Employee Turnover Rate digunakan untuk mengukur tingkat keluar masuk karyawan dalam periode tertentu. KPI ini membantu Anda memahami seberapa stabil kondisi tenaga kerja dalam perusahaan.
Secara sederhana, semakin tinggi turnover, semakin besar potensi masalah pada retensi karyawan, seperti kepuasan kerja atau manajemen SDM.
Baca Juga: Cara Menghitung Turnover Karyawan, Ini Rumus & Contoh Analisisnya
2. Absenteeism Rate
Absenteeism Rate mengukur tingkat ketidakhadiran karyawan di tempat kerja, baik karena izin, sakit, maupun tanpa keterangan.
KPI ini penting dalam aplikasi absensi karyawan atau dashboard HR karena dapat menunjukkan:
- Tingkat kedisiplinan karyawan
- Pola ketidakhadiran dalam periode tertentu
- Potensi gangguan produktivitas tim
3. Time to Hire
Time to Hire adalah KPI yang mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi satu posisi kosong sejak proses rekrutmen dimulai.
KPI ini membantu HR mengevaluasi efektivitas proses rekrutmen, terutama jika perusahaan menggunakan aplikasi database karyawan perusahaan atau sistem tracking kandidat.
Semakin cepat proses ini, semakin efisien proses rekrutmen perusahaan.
4. Employee Productivity
Employee Productivity digunakan untuk mengukur tingkat output atau hasil kerja karyawan dibandingkan dengan target yang ditentukan.
KPI ini sering digunakan dalam aplikasi penilaian kinerja pegawai karena membantu HR menilai:
- Kinerja individu atau tim
- Efektivitas pencapaian target
- Kesesuaian beban kerja
5. Headcount Growth
Headcount Growth mengukur pertumbuhan jumlah karyawan dalam periode tertentu, baik dari sisi rekrutmen maupun ekspansi perusahaan.
KPI ini biasanya digunakan dalam perencanaan SDM untuk melihat:
- Apakah perusahaan sedang berkembang atau stagnan
- Kebutuhan rekrutmen di masa depan
- Distribusi tenaga kerja per divisi
Jangan sampai waktu Anda habis hanya untuk mengurus administrasi manual. KantorKu HRIS dapat mengotomatisasi tugas rutin mulai dari absensi hingga payroll.
Kelemahan Dashboard HR di Excel
Meskipun dashboard HR di Excel cukup membantu untuk tahap awal pengelolaan data SDM, ada beberapa keterbatasan yang perlu Anda pahami, antara lain:
1. Tidak real-time
Dashboard HR di Excel tidak bisa memperbarui data secara otomatis karena masih bergantung pada input manual. Hal ini membuat informasi yang ditampilkan bisa tertunda dan kurang akurat jika tidak rutin diperbarui.
2. Rentan human error
Penggunaan Excel sangat bergantung pada ketelitian pengguna, sehingga kesalahan input data atau formula bisa dengan mudah terjadi. Kesalahan kecil ini dapat mempengaruhi hasil analisis HR secara keseluruhan.
3. Kurang efektif untuk data besar
Ketika jumlah data karyawan semakin banyak, file Excel biasanya menjadi berat dan sulit dikelola. Kondisi ini membuat proses analisis menjadi lebih lambat dan kurang efisien.
4. Sulit untuk kolaborasi
Excel kurang ideal digunakan oleh banyak orang secara bersamaan karena berisiko terjadi konflik data atau perubahan yang tidak sinkron. Hal ini dapat menghambat alur kerja tim HR.
5. Tidak terintegrasi dengan sistem lain
Dashboard HR di Excel berdiri sendiri dan tidak terhubung langsung dengan sistem lain seperti absensi atau payroll. Akibatnya, data harus diolah secara terpisah dan memakan lebih banyak waktu.
Kapan Harus Beralih ke Software HRIS?
Seiring pertumbuhan perusahaan, kebutuhan pengelolaan data HR juga akan semakin kompleks dan tidak lagi ideal jika hanya mengandalkan Excel. Anda perlu mempertimbangkan penggunaan aplikasi HRIS agar proses HR menjadi lebih efisien dan terintegrasi.
Berikut beberapa kondisi yang menjadi tanda waktunya beralih:
- Jumlah karyawan semakin besar sehingga data sulit dikelola secara manual di Excel
- Proses HR mulai kompleks seperti absensi, payroll, dan KPI sudah saling terhubung tetapi masih dikelola terpisah
- Sering terjadi kesalahan data akibat input manual atau file yang tidak sinkron
- Membutuhkan data real-time tanpa harus menunggu update file secara manual
- Perlu kolaborasi tim HR yang lebih fleksibel tanpa risiko konflik versi file
- Mulai menggunakan sistem terintegrasi seperti aplikasi absensi karyawan, aplikasi KPI, hingga aplikasi database karyawan perusahaan dalam satu platform
Dengan kondisi tersebut, penggunaan HRIS akan membantu Anda mengelola data SDM dengan lebih cepat, akurat, dan terstruktur dibandingkan sistem berbasis Excel.
Pantau Data HR Lebih Praktis Otomatis lewat KantorKu HRIS!
Mengelola data HR menggunakan Excel memang bisa membantu di tahap awal, namun seiring bertambahnya jumlah karyawan dan kompleksitas data, proses ini menjadi semakin memakan waktu dan rawan kesalahan.
Jika Anda membutuhkan cara yang lebih rapi, cepat, dan terintegrasi, beralih ke sistem digital adalah langkah yang lebih efektif.
Anda bisa mempertimbangkan penggunaan KantorKu HRIS sebagai software HRIS modern yang membantu Anda mengelola seluruh data karyawan dalam satu sistem yang terpusat.

Kenapa KantorKu HRIS menjadi solusi untuk pengelolaan HR Anda?
- Database karyawan terpusat: Seluruh data karyawan tersimpan dalam satu sistem sehingga lebih mudah dicari, diperbarui, dan dikelola tanpa file terpisah.
- Absensi online dan manajemen cuti otomatis: Proses absensi dan pengajuan cuti menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipantau secara real-time.
- Payroll otomatis dan minim error: Perhitungan gaji, tunjangan, PPh 21, hingga BPJS dilakukan secara otomatis sehingga mengurangi risiko kesalahan manual.
- Monitoring KPI dan kinerja karyawan: Evaluasi performa dapat dilakukan langsung melalui dashboard yang lebih jelas dan mudah dipahami.
- Sistem HR terintegrasi dalam satu platform: Semua proses HR mulai dari administrasi hingga evaluasi kinerja saling terhubung dalam satu sistem yang efisien.
Dengan sistem yang terintegrasi, Anda tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan akurasi dan kualitas pengambilan keputusan HR di perusahaan.
Yuk book demo gratis sekarang dan rasakan langsung kemudahan mengelola HR dengan lebih cepat, rapi, dan otomatis bersama KantorKu HRIS!
Jangan sampai waktu Anda habis hanya untuk mengurus administrasi manual. KantorKu HRIS dapat mengotomatisasi tugas rutin mulai dari absensi hingga payroll.
Referensi
Related Articles
Tukar Shift: Pengertian, Aturan, Cara Mengajukan, & Contohnya
10 Template Broadcast WhatsApp untuk HRD, Bisa Langsung Copas!