Gaji Bersih Adalah: Cara Hitung, Komponen & Bedanya dengan Gaji Kotor

Gaji bersih adalah jumlah akhir yang diterima karyawan setelah potongan pajak PPh 21 & BPJS. Simak cara hitung & perbedaannya dengan gaji kotor!

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 07 Januari 2026
Key Takeaways
Gaji bersih adalah jumlah penghasilan akhir yang benar-benar diterima karyawan setelah semua potongan.
Istilah gaji bersih juga dikenal sebagai take home pay (THP) atau gaji neto.
Gaji bersih selalu lebih kecil dari gaji kotor karena sudah dipotong kewajiban bulanan.
Besaran gaji bersih bisa berubah setiap bulan karena lembur, potongan, atau cuti tidak dibayar.
Memahami gaji bersih membantu karyawan lebih cermat saat negosiasi gaji.

Banyak karyawan sering merasa heran saat melihat saldo rekening pada tanggal gajian berbeda dari angka yang tertulis di kontrak kerja. 

Perbedaan ini terjadi karena adanya berbagai potongan, seperti pajak, iuran BPJS, dan potongan lainnya, sebelum gaji benar-benar diterima. 

Gaji bersih adalah jumlah akhir yang diterima karyawan setelah seluruh potongan tersebut diperhitungkan, sehingga menjadi angka yang benar-benar masuk ke rekening. 

Istilah lain yang umum digunakan untuk gaji bersih antara lain take home pay (THP) dan gaji neto. 

Agar Anda tidak bingung nantinya, mari pahami lebih lanjut tentang gaji bersih, dari komponen, cara menghitung hingga perbedaannya dengan gaji kotor!

Apa itu Gaji Bersih?

Gaji bersih adalah jumlah penghasilan yang benar-benar diterima karyawan setelah semua potongan diperhitungkan. 

Potongan ini bisa berupa pajak penghasilan, iuran BPJS, asuransi kesehatan, dan kontribusi pensiun. 

Dalam istilah HR, gaji bersih juga dikenal sebagai take home pay (THP) atau gaji neto. Kedua istilah ini bisa digunakan secara bergantian untuk menunjukkan jumlah akhir yang masuk ke rekening karyawan.

Seringkali Anda melihat angka di slip gaji berbeda dengan jumlah yang tercantum di kontrak kerja karena gaji kotor (gross salary) dikurangi berbagai potongan. 

Baca Juga: 9 Jenis Potongan Gaji Karyawan beserta Aturan, Persentase, & Cara Hitung

Banner KantorKu HRIS
Hitung Gaji Bersih Karyawan Hanya dalam Hitungan Menit!

KantorKu HRIS dapat otomatisasi seluruh proses payroll, mulai dari rekap absensi hingga transfer gaji massal hanya dengan sekali klik.

Mengapa Memahami Gaji Bersih Itu Penting?

Memahami perbedaan gaji kotor dan gaji bersih akan membantu Anda dalam membuat keputusan lebih tepat terkait anggaran, negosiasi gaji, maupun hak-hak lainnya.

Beberapa manfaat memahami gaji bersih antara lain:

  • Perencanaan Keuangan Lebih Tepat: Memudahkan Anda menyusun anggaran bulanan dan mengetahui dana yang benar-benar tersedia.
  • Dasar Negosiasi: Menjadi acuan saat menilai tawaran pekerjaan baru atau meminta kenaikan gaji, karena Anda tahu berapa yang akan diterima setelah potongan.
  • Pengajuan Produk Keuangan: Mengetahui gaji bersih membantu dalam pengajuan pinjaman, KPR, atau produk perbankan lain yang memerlukan data penghasilan riil.
  • Perhitungan Pajak: Gaji kotor digunakan untuk menghitung pajak dan hak-hak seperti pesangon, sedangkan gaji bersih menunjukkan jumlah yang bisa digunakan.
  • Pengelolaan Keuangan Kontraktor atau Freelancer: Memberikan gambaran jelas tentang pendapatan setelah biaya dan pajak, sehingga dapat mengatur tarif, tabungan, dan investasi dengan lebih tepat.

Perbedaan Gaji Bersih vs. Gaji Kotor

Meskipun keduanya merujuk pada kompensasi yang diberikan perusahaan, keduanya sangat berbeda, khususnya pada “potongan” dan “tunjangan”. 

Mari bedah lebih dalam melalui aspek-aspek berikut ini.

1. Definisi 

  • Gaji Kotor (Gross Pay): Total upah yang dijanjikan perusahaan kepada karyawan sebelum dikurangi potongan apa pun. Ini adalah angka “mentah” yang biasanya digunakan saat negosiasi gaji.
  • Gaji Bersih (Net Pay/Take Home Pay): Jumlah akhir yang diterima karyawan setelah semua potongan wajib (pajak dan asuransi) serta potongan sukarela dikurangkan dari gaji kotor.

2. Komponen Penyusun

  • Gaji Kotor: Terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap (seperti tunjangan jabatan), tunjangan tidak tetap (makan/transport), uang lembur (overtime), serta bonus atau THR.
  • Gaji Bersih: Hanya menyisakan saldo akhir setelah total gaji kotor dikurangi PPh 21, iuran BPJS, dan potongan lainnya (seperti kasbon atau denda).

3. Potongan Pajak (PPh 21)

  • Gaji Kotor: Menjadi dasar penghitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21). Angka inilah yang diproses menggunakan tarif progresif UU HPP.
  • Gaji Bersih: Sudah tidak mengandung komponen pajak karena pajak telah dipotong langsung oleh perusahaan (sistem withholding tax) atau ditanggung perusahaan (sistem Nett salary).

4. Iuran Jaminan Sosial (BPJS)

  • Gaji Kotor: Belum termasuk potongan iuran.
  • Gaji Bersih: Sudah dikurangi iuran BPJS Kesehatan (1% dari gaji karyawan) dan BPJS Ketenagakerjaan (JHT 2% dan JP 1% dari gaji karyawan).

5. Penulisan dalam Kontrak Kerja

  • Gaji Kotor: Biasanya menjadi angka standar yang dicantumkan dalam kontrak kerja atau iklan lowongan kerja (misal: “Gaji Rp10.000.000/bulan”).
  • Gaji Bersih: Jarang dicantumkan secara eksplisit di kontrak kecuali perusahaan menggunakan sistem gaji Nett.

6. Kegunaan 

  • Gaji Kotor: Digunakan sebagai syarat administrasi saat pengajuan kredit (KPR atau KTA) dan untuk menghitung laporan SPT Tahunan.
  • Gaji Bersih: Digunakan untuk menyusun anggaran rumah tangga harian, membayar cicilan, dan menabung. Inilah daya beli riil yang kamu miliki.

7. Cara Penghitungan

  • Gaji Kotor: Dihitung dengan menjumlahkan seluruh pendapatan tetap dan tidak tetap. Rumusnya Gaji Kotor = Gaji Pokok + Tunjangan + Lembur + Bonus
  • Gaji Bersih: Menggunakan hasil gaji kotor sebagai titik awal pengurangan. Rumusnya Gaji Bersih = Gaji Kotor – (PPh 21 + BPJS + Potongan Lainnya)

Tabel Perbandingan Gaji Kotor vs. Gaji Bersih

Lihat tabel perbandingan berikut agar lebih mudah memahami perbedaan keduanya:

Aspek Perbandingan Gaji Kotor (Gross) Gaji Bersih (Nett / THP)
Status Potongan Sebelum dipotong pajak & BPJS Setelah semua potongan diambil
Nilai Nominal Selalu lebih tinggi Selalu lebih rendah
PPh 21 Nilai acuan perhitungan pajak Nilai setelah pajak dibayarkan
Kegunaan Negosiasi gaji & syarat kredit Budgeting & belanja bulanan
Komponen Gaji pokok + tunjangan + lembur Sisa saldo yang masuk rekening
Penyebutan Sering disebut dalam kontrak kerja Disebut sebagai Take Home Pay (THP)

Komponen yang Mengurangi Gaji

Seringkali gaji yang tertera di kontrak atau slip gaji berbeda dengan jumlah yang diterima di rekening. 

Hal ini terjadi karena beberapa komponen mengurangi gaji kotor sebelum menjadi gaji bersih. Komponen-komponen ini biasa disebut deduction atau potongan.

Jenisnya ada dua, yaitu potongan wajib dan potongan opsional. Berikut penjelasannya:

Potongan Wajib

Potongan wajib dilakukan setiap bulan dan mengacu pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku, seperti:

1. Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21)

PPh 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan karyawan. Besarannya bersifat progresif, tergantung jumlah tanggungan dan total penghasilan karyawan. 

Karyawan yang penghasilannya masih di bawah PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) tidak dikenakan PPh 21. 

Artinya, karyawan dengan penghasilan Rp5.000.000 dan tanggungan 1 orang akan dikenakan PPh 21 berbeda dibandingkan karyawan dengan penghasilan Rp15.000.000 dan tanggungan 3 orang.

2. BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan merupakan potongan bulanan wajib berdasarkan Perpres No. 75 Tahun 2019 sebesar 5% dari gaji bulanan. 

Namun, karyawan hanya membayar 1% dari gaji, sedangkan sisanya 4% ditanggung perusahaan. 

3. Jaminan Hari Tua (JHT)

Program JHT adalah bagian dari BPJS Ketenagakerjaan, diwajibkan oleh PP No. 46 Tahun 2015

Potongan JHT bulanan adalah 5,7% dari gaji, dengan rincian 2% dibebankan ke karyawan dan 3,7% ditanggung perusahaan. 

Dana JHT ini akan menjadi tabungan pensiun karyawan saat pensiun atau keluar dari perusahaan.

4. Jaminan Pensiun

Jaminan Pensiun berbeda dari JHT karena tidak semua perusahaan mewajibkannya. Jika diterapkan, potongan sebesar 3% dari gaji bulanan, dengan 1% ditanggung karyawan dan 2% dibayar perusahaan

5. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)

Potongan ini termasuk dalam BPJS Ketenagakerjaan dan sepenuhnya dibebankan pada karyawan, yaitu 0,24% untuk JKK dan 0,3% untuk JKM

Perusahaan wajib mendaftarkan seluruh pekerja ke program ini untuk menjamin perlindungan atas risiko kecelakaan dan kematian.

Potongan Opsional

Potongan opsional diterapkan berdasarkan kesepakatan tambahan atau kebutuhan khusus perusahaan dan karyawan. Contohnya:

1. Ganti Rugi Kerusakan atau Denda Pelanggaran

Diterapkan jika karyawan merusak atau kehilangan barang milik perusahaan, atau melanggar peraturan perusahaan. 

Besaran potongan harus diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan, dan tidak boleh melebihi 50% dari gaji bulanan.

2. Cicilan

Berlaku untuk karyawan yang memanfaatkan fasilitas pinjaman atau kredit internal perusahaan. Besaran dan jadwal cicilan harus disepakati secara tertulis sebelum dipotong dari gaji bulanan.

3. Cuti Tidak Dibayar (Unpaid Leave)

Jika karyawan mengambil cuti melebihi jatah tahunan, gaji akan dikurangi sesuai jumlah hari yang diambil tanpa gaji. Hal ini memastikan sistem penggajian tetap adil dan transparan.

4. Kelebihan Pembayaran Gaji

Jika terjadi kesalahan pengiriman gaji, HR dapat melakukan pemotongan pada bulan berikutnya. 

Pemotongan ini harus dicantumkan di slip gaji agar karyawan memahami alasan dan jumlah pengurangan.

Baca Juga: Panduan Pajak Gaji Karyawan (PPh 21): Jenis, Besaran, & Cara Hitung

Banner KantorKu HRIS
Hitung Gaji Bersih Karyawan Hanya dalam Hitungan Menit!

KantorKu HRIS dapat otomatisasi seluruh proses payroll, mulai dari rekap absensi hingga transfer gaji massal hanya dengan sekali klik.

Cara Menghitung Gaji Bersih (Rumus Sederhana)

Mari pahami terlebih dahulu rumus sederhana untuk menghitung gaji bersih beserta simulasi perhitungannya, khususnya bagi HR. 

Berikut penjelasannya:

Rumus Menghitung Gaji Bersih

Untuk menghitung gaji bersih, Anda cukup menggunakan rumus sederhana sebagai berikut:

Gaji Bersih = Gaji Kotor – Total Potongan

Di sini, gaji kotor mencakup gaji pokok, tunjangan, bonus, dan lembur, sementara total potongan mencakup PPh 21, BPJS, iuran JHT, serta potongan opsional lain yang disepakati.

Contoh Cara Menghitung Gaji Bersih Karyawan

Bayangkan Anda baru saja diterima bekerja di perusahaan impian dengan gaji kotor sebesar Rp10.000.000 per bulan. 

Mari hitung langkah demi langkah untuk mendapatkan nominal riil yang akan diterima:

1. Ketahui Potongan Pajak Penghasilan (PPh 21)

  • Status Anda lajang tanpa tanggungan.
  • Berdasarkan peraturan pajak, tarif PPh 21 sekitar 5% dari gaji kotor.
  • Jadi potongannya = 5% × Rp10.000.000 = Rp500.000

2. Hitung Potongan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

  • BPJS Kesehatan: 1% × Rp10.000.000 = Rp100.000
  • BPJS Ketenagakerjaan (JHT + Jaminan Pensiun): 2% × Rp10.000.000 = Rp200.000

3. Hitung Potongan Opsional 

Misalnya, terdapat cuti tidak dibayar 1 hari sebulan. Maka, gaji harian Anda ikut terpotong.

Gaji harian = Rp10.000.000 ÷ 22 hari kerja = Rp454.545

Jika cuti tanpa gaji 1 hari, potongannya menjadi Rp454.545.

4. Jumlahkan Total Potongan

Selanjutnya, jumlahkan seluruh potongan:

Total potongan = Rp500.000 (PPh 21) + Rp100.000 (BPJS Kesehatan) + Rp200.000 (BPJS Ketenagakerjaan) + Rp454.545 (cuti tidak dibayar) = Rp1.254.545

5. Hitung Gaji Bersih

Terakhir, hitung gaji bersih dengan mengurangi gaji kotor dengan total potongan.

Gaji bersih = Rp10.000.000 (Gaji kotor) – Rp1.254.545 (Total potongan) = Rp8.745.455

Kesimpulannya, gaji bersih yang benar-benar masuk ke rekening karyawan adalah Rp8.745.455 setelah dikurangi potongan yang berlaku.

Apakah Gaji Bersih Sama dengan Gaji Pokok?

Tidak, gaji bersih dan gaji pokok tidak sama. Agar tidak tertukar, mari pahami kedua perbedaannya, yaitu:

1. Gaji Pokok 

Gaji pokok adalah penghasilan dasar yang diterima karyawan, biasanya 70–75% dari total penghasilan. 

Gaji pokok tidak termasuk tunjangan, bonus, reimbursement, atau komponen lainnya. Contohnya, jika kontrak menyebut gaji Rp5.000.000 dan tunjangan Rp1.000.000, maka gaji pokoknya tetap Rp5.000.000.

2. Gaji Bersih 

Gaji bersih adalah jumlah akhir yang diterima karyawan setelah seluruh potongan wajib dan opsional, termasuk pajak, BPJS, JHT, dan lain-lain. Gaji bersih merupakan nilai yang benar-benar masuk ke rekening karyawan setiap bulan.

Singkatnya, gaji pokok adalah penghasilan dasar tanpa tunjangan, sedangkan gaji bersih adalah jumlah yang diterima karyawan setelah potongan wajib dan opsional.

Gaji pokok dijadikan sebagai dasar perhitungan tunjangan dan potongan wajib, sementara gaji bersih adalah nilai final yang harus dibayarkan perusahaan.

Baca Juga: Gaji Gross Up: Kelebihan, Rumus, Cara Hitung + Kalkulatornya 

Tips Saat Menerima Gaji Bersih

Setelah mengetahui cara menghitung gaji bersih, penting juga bagi karyawan untuk mengelola gaji yang diterima secara cerdas. Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

1. Cek Slip Gaji

Selalu periksa detail potongan setiap bulan. Pastikan jumlah potongan sesuai dengan ketentuan dan tercantum secara transparan di slip gaji.

2. Gunakan Aturan 50/30/20

Bagi gaji bersih Anda untuk kebutuhan dasar (50%), keinginan/hobi (30%), dan tabungan/investasi (20%). Metode ini membantu menjaga kesehatan finansial dan merencanakan masa depan.

3. Simpan Bukti Potong Pajak

Dokumen potong PPh 21 penting untuk pelaporan SPT Tahunan dan menjadi bukti kepatuhan pajak karyawan.

4. Buat Anggaran Bulanan

Catat pengeluaran rutin seperti transportasi, makanan, dan kebutuhan rumah tangga. Anggaran membantu menghindari pengeluaran berlebihan dan memastikan tabungan tetap terjaga.

5. Kelola Cicilan dan Utang dengan Bijak

Bayar cicilan tepat waktu untuk menghindari bunga dan denda. Jangan gunakan gaji bersih sebagai tambahan untuk belanja impulsif.

6. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat setara 2–3 bulan pengeluaran bulanan penting untuk menghadapi situasi tak terduga seperti sakit atau kehilangan pekerjaan.

7. Alokasikan Sebagian Gaji untuk Investasi

Sisihkan sebagian gaji bersih setiap bulan untuk investasi, seperti reksa dana, saham, atau instrumen aman lainnya. 

Dengan cara ini, uang Anda tidak hanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tapi juga bisa bertumbuh seiring waktu. 

FAQ

Simak juga jawaban atas beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar gaji bersih, antara lain:

Kenapa gaji bersih saya berubah-ubah setiap bulan?

Perubahan gaji bersih biasanya karena faktor jumlah lembur, potongan pajak, atau denda keterlambatan. 

Variasi juga bisa muncul jika ada perubahan iuran BPJS atau tunjangan tertentu yang dihitung prorata. 

Apakah bonus tahunan termasuk dalam gaji bersih bulanan?

Bonus tahunan biasanya tidak termasuk gaji bersih bulanan, karena dibayarkan terpisah sebagai penghargaan atau insentif. 

Namun, saat diterima, bonus ini akan dihitung setelah potongan yang berlaku sehingga menjadi gaji bersih tambahan. 

Lebih baik pilih sistem gaji Gross atau Nett saat negosiasi?

Memilih sistem gross memberi gambaran total penghasilan sebelum potongan, sedangkan nett menunjukkan uang yang benar-benar diterima. Untuk negosiasi gaji, kedua angka ini patut Anda ketahui agar lebih mudah mengetahui hak dan kewajiban pajak. 

Apakah iuran BPJS yang memotong gaji saya bisa diambil kembali?

Tidak, iuran BPJS yang dipotong dari gaji tidak dapat dikembalikan, karena sudah menjadi kewajiban pemerintah dan kontribusi jaminan sosial. 

Namun, BPJS Ketenagakerjaan (JHT) bisa dicairkan saat kamu berhenti bekerja, terkena PHK, atau memasuki masa pensiun.

Hitung Gaji Bersih Karyawan dengan Mudah Pakai Aplikasi Pembayaran Gaji dari KantorKu HRIS

Menghitung gaji bersih karyawan secara manual tidak hanya memakan waktu, tetapi juga rawan kesalahan, terutama bagi perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak. 

Untungnya, kini HR dapat memanfaatkan Aplikasi Pembayaran Gaji Karyawan dari KantorKu HRIS untuk menghitung gaji bersih secara otomatis.

Dengan aplikasi ini, Anda bisa:

  • Menghitung gaji pokok, tunjangan, lembur, BPJS, dan PPh 21 sesuai regulasi terbaru
  • Notifikasi gajian & slip gaji digital langsung ke HP karyawan, jelas dan transparan
  • Mengelola skema payroll dengan dashboard fleksibel yang bisa disesuaikan kebijakan perusahaan
  • Terintegrasi langsung dengan absensi dan lembur
  • Transfer gaji sekali klik ke berbagai bank tanpa biaya tambahan

Semua urusan payroll kini bisa Anda kelola dalam satu aplikasi, tanpa repot berpindah spreadsheet

Ingin coba sendiri fiturnya? Book demo gratis sekarang untuk mencoba semua fitur payroll demi kemudahan pengelolaan gaji bersih karyawan!

Banner KantorKu HRIS
Hitung Gaji Bersih Karyawan Hanya dalam Hitungan Menit!

KantorKu HRIS dapat otomatisasi seluruh proses payroll, mulai dari rekap absensi hingga transfer gaji massal hanya dengan sekali klik.

kantorku hris

Referensi:

Net Salary: HR Terms Explained | Pelago

What are gross and net salary? | Santander

Gross Pay vs. Net Pay: What’s the Difference? | ADP

Bagikan

Related Articles

perbedaan gaji karyawan tetap dan kontrak

10 Perbedaan Gaji Karyawan Tetap dan Kontrak: Gaji, Bonus, hingga Tunjangan

Perbedaan gaji karyawan tetap dan kontrak meliputi sistem penggajian, tunjangan, THR, bonus, jaminan sosial, dan kompensasi.
09 Januari 2026

7 Perbedaan Karyawan Kontrak dan Tetap, Mana yang Lebih Baik?

Mari pahami perbedaan karyawan kontrak dan tetap sesuai aturan terbaru, mulai dari hak, durasi kerja, jenjang karier, hingga benefit yang didapat.
09 Januari 2026
cara menghitung take home pay

Cara Menghitung Take Home Pay & Rumusnya!

Cara menghitung take home pay yaitu hitung gaji bruto lalu kurangi potongan BPJS dan PPh 21 agar tahu gaji bersih yang diterima karyawan.
09 Januari 2026