Gaji Gross Up Adalah: Kelebihan, Rumus, dan Cara Hitung PPh 21 Terbaru

Gaji gross up adalah sistem penggajian di mana perusahaan menanggung PPh 21 karyawan. Simak rumus, cara hitung, kelebihan & kekurangannya

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 21 Januari 2026
Key Takeaways
Gaji gross up adalah metode di mana perusahaan menanggung PPh 21 karyawan.
Gross up umum diterapkan untuk meningkatkan kepuasan karyawan.
Perusahaan menambahkan tunjangan pajak agar take home pay tetap sama.
Sistem ini menjaga gaji bersih karyawan tetap utuh tanpa potongan pajak.
Gaji gross up bisa diterapkan di berbagai level perusahaan menengah hingga besar.

Bagi perusahaan, pemilihan metode penghitungan pajak dapat memengaruhi dan menjaga kepuasan karyawan. 

Salah satu metode yang paling populer adalah metode gross up, yaitu metode di mana perusahaan memberikan tunjangan pajak agar gaji bersih yang diterima karyawan tetap utuh. 

Metode ini biasa diterapkan oleh perusahaan menengah hingga besar, khususnya untuk posisi manajerial dan top talent guna memastikan daya tarik nilai kontrak kerja mereka. 

Dalam sistem ini, pajak tetap ditanggung secara formal oleh karyawan, tetapi seluruh nominalnya disubsidi oleh perusahaan dan dicatat sebagai tunjangan pajak dalam slip gaji.

Untuk itu, mari pahami keuntungan hingga cara kerja gaji gross up!

Cara Kerja Gaji Gross Up

Cara kerja gaji gross up adalah dengan memberikan tunjangan pajak tambahan dari perusahaan kepada karyawan. 

Tujuannya adalah agar take home pay karyawan tetap utuh sesuai kesepakatan awal, meskipun secara administratif PPh 21 tetap terbayar sesuai regulasi. 

Dengan metode ini, perusahaan tetap patuh pajak, tetapi di sisi lain, karyawan tidak merasa dirugikan oleh adanya potongan pajak yang besar.

Jika diuraikan secara teknis, berikut cara kerja gaji gross up:

  • Perusahaan memberikan tunjangan pajak yang besarnya setara dengan estimasi PPh 21 yang akan dipotong dari gaji karyawan.
  • Dengan adanya tunjangan tersebut, otomatis nilai gaji kotor karyawan meningkat. Angka ini yang akan dilaporkan ke kantor pajak.
  • HR akan menggunakan rumus gaji gross up untuk memastikan bahwa setelah dikurangi pajak, hasilnya tetap tepat di angka take home pay yang dijanjikan.
  • Perusahaan tetap memenuhi kewajiban membayar pajak karyawan kepada negara, tetapi sumber dananya dari tunjangan pajak yang merupakan subsidi perusahaan.
  • Hasil akhirnya, karyawan menerima nominal penuh di rekening mereka tanpa ada pengurangan sepeser pun untuk urusan pajak.

Contoh Kasus Perhitungan Gaji Gross Up

Agar lebih mudah memahaminya, mari lihat contoh kasus di mana seorang karyawan mendapatkan gaji gross up:

PT Sinar Jaya ingin memastikan Dina, staf administrasinya, menerima take home pay sebesar Rp10.000.000 per bulan.

  • Jika menggunakan sistem gross: Dina akan dikenai potongan PPh 21 sebesar Rp500.000, sehingga gaji yang masuk ke rekeningnya hanya Rp9.500.000.
  • Jika menggunakan sistem gross up: HR akan menambahkan “tunjangan pajak” sebesar nilai pajak tersebut. Komponen gajinya akan terlihat sebagai berikut:
    1. Gaji Pokok dan tunjangan: Rp10.000.000
    2. Tunjangan Pajak (Gross Up): Rp500.000
    3. Potongan PPh 21: Rp500.000
    4. Total Gaji Bersih (THP): Tetap Rp10.000.000

Dengan mekanisme ini, perusahaan menanggung beban pajak tersebut dengan cara menaikkan penghasilan bruto karyawan melalui tunjangan pajak yang nilainya setara dengan estimasi pajak yang akan dipotong.

Baca Juga: Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Tetap Terbaru Pakai TER & Contohnya

Banner KantorKu HRIS
Hitung & Transfer Gaji Karyawan dengan Sekali Klik!

Gunakan KantorKu HRIS untuk otomatisasi seluruh proses penggajian, mulai dari rekap absensi hingga transfer massal ke berbagai bank tepat waktu.

Perbedaan Metode Gross Up, Gross, dan Nett

Sebenarnya, terdapat beberapa metode penghitungan pajak dan gaji karyawan yang umum digunakan di Indonesia, yaitu gross, nett, dan gross up

Mari pahami perbedaan ketiganya agar Anda bisa menentukan kebijakan yang paling tepat untuk perusahaan:

1. Metode Gross Up

Perusahaan memberikan tunjangan pajak yang besarnya sama dengan nilai pajak yang akan dipotong. Pajak dihitung dari total gaji bruto yang sudah ditambah tunjangan pajak tersebut.

Maka misalnya seorang karyawan memiliki gaji sebanyak Rp10 juta, ia bisa mendapat tunjangan pajak Rp1 juta, sehingga THP tetap Rp10 juta.

Kelebihan

  • Memberikan kepuasan maksimal pada karyawan (THP utuh) 
  • Tunjangan pajak dapat menjadi pengurang pajak perusahaan (deductible)
  • Meningkatkan daya saing perusahaan dalam merekrut top talent

Kekurangan

  • Biaya tenaga kerja (labor cost) menjadi lebih tinggi 
  • Penghitungan rumit jika dilakukan manual (karena ada kenaikan berjenjang)
  • Risiko kesalahan pelaporan pajak lebih tinggi

2. Metode Gross

Pada metode ini, perusahaan memberikan gaji kotor sesuai kesepakatan, dan seluruh beban PPh 21 ditanggung sepenuhnya oleh karyawan. 

Gaji yang tertera di kontrak akan dipotong pajak, sehingga nominal yang masuk ke rekening karyawan akan berkurang. 

Contoh, jika gaji kotor Rp10 Juta dan potongan pajak Rp500 Ribu, maka karyawan hanya menerima THP sebesar Rp9,5 Juta.

Kelebihan 

  • Lebih hemat secara bagi finansial perusahaan 
  • Proses penghitungan gaji jauh lebih sederhana
  • Memungkinkan transparansi tentang besaran kontribusi pajak karyawan

Kekurangan

  • Menurunkan motivasi karyawan karena melihat potongan pajak yang besar
  • Karyawan merasa keberatan jika ada kenaikan tarif pajak progresif
  • Kurang kompetitif untuk posisi senior yang biasanya lebih memilih angka gaji bersih

3. Metode Nett

Dengan metode nett, perusahaan menanggung pajak karyawan secara langsung tetapi tidak mencatatnya sebagai komponen tunjangan pajak di dalam slip gaji

Pajak dibayarkan oleh perusahaan sebagai beban pajak, bukan sebagai penghasilan karyawan. Contohnya, jika gaji yang dijanjikan Rp10 juta, perusahaan membayar pajak Rp500 ribu secara terpisah agar karyawan tetap menerima THP Rp10 juta.

Kelebihan

  • Memberikan kepastian angka take home pay bagi karyawan 
  • Mempermudah negosiasi kontrak kerja 
  • Proses administrasi slip gaji terlihat lebih sederhana bagi sisi karyawan

Kekurangan

  • Beban pajak yang dibayarkan perusahaan tidak bisa menjadi pengurang pajak perusahaan secara fiskal.
  • Metode ini lebih mahal bagi perusahaan daripada metode gross.
  • Jika terjadi audit pajak, metode ini memerlukan dokumentasi yang memisahkan beban gaji dan beban pajak.

Tabel Perbandingan Metode Gross, Nett, dan Gross Up

Mari lihat perbandingan ketiga metode pembayaran pajak gaji karyawan untuk menemukan yang tepat untuk Anda:

Aspek Gross Nett Gross-Up
Beban Pajak PPh 21 Ditanggung karyawan Ditanggung perusahaan Ditanggung perusahaan (tunjangan pajak)
Take Home Pay (THP) Berkurang (gaji – pajak) Utuh sesuai kontrak Utuh sesuai kontrak
Beban Biaya Perusahaan Rendah Menengah Tinggi
Status Pajak di Perusahaan Deductible (biaya gaji) Non-deductible (pajak) Deductible (tunjangan pajak)
Kompleksitas Perhitungan Sederhana Menengah Tinggi

Baca Juga: Perbedaan PPh 21 Metode Net, Gross, dan Gross Up & Cara Hitungnya! 

Keuntungan Menggunakan Sistem Gross Up

Meski metode ini memiliki kekurangan dari sisi biaya yang lebih besar bagi perusahaan, terdapat berbagai keuntungan dalam menggunakan sistem ini, baik bagi perusahaan maupun karyawan, yaitu:

Keuntungan Sistem Gross Up bagi Perusahaan

Berikut berbagai keuntungan bagi perusahaan dengan menerapkan sistem gross up:

  • Retensi Top Talent: Membantu perusahaan dalam memenangkan persaingan memperebutkan kandidat berkualitas tinggi (executive compensation).
  • Efisiensi Pajak Korporasi: Berbeda dengan metode nett, tunjangan pajak pada metode gross up dapat dibebankan sebagai biaya perusahaan dalam laporan keuangan fiskal.
  • Loyalitas Karyawan: Menunjukkan bahwa perusahaan peduli terhadap kesejahteraan karyawan dengan menjamin pendapatan bersih mereka.
  • Kepatuhan Pajak yang Lebih Baik: Pajak dihitung sebagai tunjangan, pelaporan SPT masa PPh 21 menjadi lebih sesuai dengan prinsip akuntansi perpajakan di Indonesia.
  • Daya Tarik Employer Branding: Perusahaan yang menanggung pajak karyawan seringkali dipandang sebagai perusahaan yang mapan di mata pencari kerja.

Keuntungan Sistem Gross Up bagi Karyawan

Karyawan adalah pihak yang paling diuntungkan dari sistem gaji gross up. Adapun berbagai keuntungannya yaitu:

  • Kepastian Pendapatan: Karyawan menerima nominal bersih yang pasti setiap bulannya tanpa khawatir akan kenaikan tarif pajak progresif.
  • Meningkatkan Kepuasan Kerja: Karyawan merasa dihargai lebih karena perusahaan bersedia menanggung kewajiban pajak mereka.
  • Manfaat Jangka Panjang: Karena gaji bruto dilaporkan lebih tinggi (akibat adanya tunjangan pajak), hal ini terkadang memberikan nilai klaim asuransi yang lebih tinggi.
  • Memudahkan Perencanaan Keuangan: Dengan gaji bersih yang stabil, karyawan dapat melakukan perencanaan keuangan dengan lebih konsisten setiap bulannya.
  • Bebas dari Potongan Pajak Tak Terduga: Bonus atau insentif tidak akan “dimakan” oleh potongan pajak, sehingga nilai bonus yang diterima tetap terasa maksimal.
Banner KantorKu HRIS
Hitung & Transfer Gaji Karyawan dengan Sekali Klik!

Gunakan KantorKu HRIS untuk otomatisasi seluruh proses penggajian, mulai dari rekap absensi hingga transfer massal ke berbagai bank tepat waktu.

Rumus & Cara Menghitung Gaji Gross Up

Metode perhitungan gaji gross up saat ini telah disesuaikan dengan skema Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PMK Nomor 168 Tahun 2023

Metode ini melibatkan proses kenaikan nominal bruto agar angka pajak yang ditambahkan setara dengan potongan pajak akhirnya.

Mari pahami rumus dan cara menghitung gaji gross up berikut:

Rumus Gross Up PPh 21

Untuk menghitung berapa tunjangan pajak yang harus ditambahkan agar gaji bersih tetap utuh, gunakan rumus berikut:

Tunjangan PPh 21 = Penghasilan Bruto Awal x (TER / (100 – TER))

Keterangan:

  • TER: Tarif Efektif Bulanan yang berlaku sesuai kategori (A, B, atau C) dan lapisan penghasilan bruto.
  • 100 – TER: Faktor pembagi untuk mencari proporsi tambahan tunjangan pajak agar hasil akhirnya presisi.

Contoh Cara Menghitung Gaji Gross Up

Berikut adalah simulasi penghitungan langkah demi langkah:

Studi Kasus: 

Budi (Status TK/0) memiliki gaji bersih yang disepakati sebesar Rp10.000.000 per bulan. Perusahaan ingin melakukan gross up agar Budi menerima angka tersebut secara penuh.

Maka berikut langkah-langkah perhitungannya:

1. Tentukan Penghasilan Bruto Awal

Pertama, tentukan total penghasilan bruto dasar karyawan. Penghasilan ini terdiri dari gaji pokok dan tunjangan tetap lainnya. 

Contoh: 

Total penghasilan bruto awal Budi adalah Rp10.000.000.

2. Tentukan Tarif Efektif Bulanan (TER)

Daftar Tabel TER sesuai PMK 168/2023 | Sumber: Pajak.go.id

Cek tabel TER sesuai PMK 168/2023 untuk menentukan kategori tarif berdasarkan status PTKP dan jumlah penghasilan. 

Karena penambahan tunjangan pajak akan meningkatkan jumlah bruto, Anda perlu memproyeksikan apakah tarifnya akan naik ke lapisan persentase yang lebih tinggi atau tidak. 

Contoh:

Untuk penghasilan Rp10.000.000 dengan status TK/0 (Kategori A), tarif awalnya adalah 2%. 

Namun, karena bruto akan naik setelah ditambah tunjangan pajak, maka proyeksikan tarifnya naik ke lapisan berikutnya menjadi 2,25%.

3. Hitung Besarnya Tunjangan PPh 21

Setelah mengetahui tarif TER yang sesuai, gunakan rumus gross up untuk mencari nominal tunjangan pajak yang harus diberikan. Nominal ini yang akan dijadikan sebagai tunjangan pajak di slip gaji. 

Contoh: 

Tunjangan PPh 21 = Penghasilan Bruto Awal x (TER / (100 – TER)) 

= 10.000.000 x (2,25 / (100 – 2,25)) 

= 10.000.000 x (2,25 / 97,75) 

= Rp230.179.

4. Hitung Total Penghasilan Bruto Baru

Tahap ini dilakukan dengan menggabungkan penghasilan bruto awal dengan tunjangan pajak yang baru saja didapatkan. 

Total bruto baru inilah yang dicantumkan dalam slip gaji karyawan yang dilaporkan ke kantor pajak. 

Contoh: 

Hasil = Rp10.000.000 + Rp230.179 = Rp10.230.179.

5. Hitung PPh 21 Akhir dan Cek Take Home Pay

Terakhir, hitung potongan pajak dari total bruto baru untuk memastikan perhitungannya benar. Jika benar, nilai potongan pajak akan sama dengan nilai tunjangan pajak. 

Contoh: 

Hitung pajak dari bruto baru: Rp10.230.179 x 2,25% = Rp230.179. 

THP Akhir: Rp10.230.179 (Bruto Baru) – Rp230.179 (Pajak) = Rp10.000.000 (Utuh sesuai kesepakatan).

Baca Juga: Cara Hitung Gross Up PPh 21, Rumus, & Contoh Perhitungannya! 

Siapa yang Cocok Menggunakan Metode Ini?

Metode gaji gross up sangat efektif jika diterapkan pada kondisi atau pihak-pihak berikut ini:

  1. Eksekutif dan Posisi Manajerial: Membantu menjaga nilai kontrak “gaji bersih” bagi posisi senior yang memiliki tarif pajak progresif tinggi.
  2. Karyawan Ekspatriat: Tenaga kerja asing sering kali menegosiasikan gaji dalam angka neto agar tidak terbebani kerumitan pajak lokal.
  3. Kandidat dalam Skema Relokasi: Digunakan saat memberikan bonus pindah rumah atau tunjangan relokasi agar dana yang diterima karyawan tidak berkurang untuk biaya pindah.
  4. Penerima Bonus atau Severance Pay: Memastikan apresiasi bonus tahunan atau pesangon yang diterima karyawan tetap maksimal tanpa kekecewaan karena potongan pajak yang besar.

Tips Menerapkan Sistem Gross Up di Perusahaan

Supaya penerapan gross up tidak membebani keuangan maupun beban administrasi perusahaan, berikut tips yang bisa Anda terapkan:

1. Gunakan Software Payroll Otomatis

Menghitung gross up secara manual sangat berisiko salah hitung karena sifatnya yang berjenjang. 

Gunakan software payroll seperti KantorKu HRIS agar penghitungan tunjangan pajak dilakukan otomatis, cepat, dan akurat setiap bulannya.

2. Cantumkan dalam Perjanjian Kerja 

Pastikan kontrak kerja menyebutkan bahwa perusahaan memberikan “Tunjangan Pajak” untuk mencapai angka THP tertentu. Hal ini penting sebagai landasan hukum dan transparansi saat audit pembukuan perusahaan.

3. Lakukan Simulasi Labor Cost secara Berkala

Karena gross up meningkatkan biaya perusahaan, tim HR dan finance wajib melakukan simulasi anggaran secara rutin. Pastikan ketersediaan kas mencukupi untuk menanggung kenaikan beban pajak akibat metode ini.

4. Pastikan Pencatatan sebagai Biaya (Deductible)

Tunjangan pajak dalam gaji gross up harus dicatat sebagai penghasilan karyawan agar dapat dibebankan secara fiskal. Hal ini menguntungkan perusahaan karena bisa menjadi pengurang Pajak Penghasilan Badan.

5. Sosialisasikan kepada Karyawan

Berikan edukasi bahwa angka bruto di slip gaji akan terlihat lebih tinggi dari yang diterima di rekening. 

Karyawan harus paham bahwa selisih tersebut adalah bentuk tunjangan pajak yang ditanggung oleh perusahaan.

6. Tinjau Kembali Kebijakan Bonus

Saat memberikan bonus besar, hitung kembali dampak pajak gross up-nya terhadap arus kas perusahaan. 

Perusahaan bisa menerapkan kebijakan batas atas (cap) untuk tunjangan pajak pada komponen bonus jika diperlukan.

7. Pantau Pembaruan Regulasi Pajak Terbaru

Aturan pajak seperti TER PMK 168/2023 dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. 

Selalu perbarui sistem penggajian Anda agar tetap patuh dan terhindar dari denda akibat salah lapor.

FAQ 

Terdapat beberapa pertanyaan yang muncul seputar gaji gross up, mari simak jawabannya agar Anda tidak bingung, yaitu:

Apakah tunjangan pajak dalam gross up terkena pajak kembali?

Ya, itulah mengapa disebut sebagai metode “gross up” karena nominal gaji dinaikkan agar hasil akhirnya tetap presisi. Tunjangan pajak tersebut dianggap sebagai penghasilan tambahan yang kembali dikenakan pajak hingga menyentuh angka bersih yang dijanjikan.

Mana yang lebih besar biayanya bagi perusahaan, gross atau gross up?

Gross up memberikan beban biaya yang lebih tinggi bagi perusahaan karena harus menanggung seluruh nilai pajak karyawan. Meski biayanya lebih besar, metode ini dapat menjaga retensi dan memberikan kepuasan lebih pada karyawan.

Apa perbedaan utama metode gross up dengan metode netto?

Secara hasil akhir (THP) mungkin sama, tetapi pada gross up pajak dicatat sebagai tunjangan sehingga bisa menjadi pengurang pajak perusahaan. Namun pada metode netto, pajak yang ditanggung perusahaan biasanya tidak dapat dijadikan pengurang biaya fiskal bagi perusahaan.

Apakah metode gross up bisa digabungkan dengan insentif atau bonus?

Bisa, tetapi perhitungan akan menjadi lebih kompleks karena bonus juga harus di-gross up agar tidak mengurangi THP bulanan karyawan. Disarankan menggunakan aplikasi pembayaran gaji karyawan seperti KantorKu HRIS untuk menjaga akurasi penghitungan.

Kalkulasikan Gaji dan Pajak Karyawan secara Praktis dengan Software Payroll dari KantorKu HRIS

Proses penghitungan gaji karyawan bisa sangat rumit karena melibatkan banyak komponen. Apalagi jika semakin bertambahnya jumlah karyawan. 

Untuk mengurangi risiko kesalahan, Anda dapat mengotomatisasi proses perhitungan gaji dengan software payroll dari KantorKu HRIS.

Dashboard Payroll KantorKu HRIS

Berikut fitur-fitur unggulan yang bisa Anda manfaatkan:

  1. Hitung gaji karyawan otomatis beserta tunjangan, lembur, cuti, pajak, BPJS, dan lainnya.
  2. Perhitungan mengikuti regulasi pajak dan BPJS terbaru.
  3. Sinkronisasi absensi dengan payroll, data kehadiran terhubung untuk perhitungan gaji akhir.
  4. Transfer gaji ke berbagai bank dengan sekali klik tanpa input satu per satu ke portal bank.
  5. Slip gaji digital yang otomatis dibuat dan dikirim ke karyawan.

Dengan KantorKu HRIS, Anda tidak perlu lagi pusing mengikuti setiap perubahan aturan pajak karena sistem akan diperbarui berkala untuk Anda.

Tertarik menghitung gaji karyawan Anda dengan sistem ini? Segera book demo gratis sekarang dan konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim ahli KantorKu HRIS!

Banner KantorKu HRIS
Hitung & Transfer Gaji Karyawan dengan Sekali Klik!

Gunakan KantorKu HRIS untuk otomatisasi seluruh proses penggajian, mulai dari rekap absensi hingga transfer massal ke berbagai bank tepat waktu.

kantorku hris
Bagikan

Related Articles

surat pernyataan pemotongan gaji

5+ Contoh Surat Pernyataan Pemotongan Gaji Karyawan (+Template)

Cek kumpulan contoh surat pernyataan pemotongan gaji untuk karyawan, PNS, BPJS, hingga cicilan bank. Lengkap dengan format dan templatenya!
25 Februari 2026
rapel gaji

Apa Itu Rapel Gaji? Kenali Risiko & Cara Menghitungnya

Rapel gaji adalah pembayaran selisih upah yang tertunda, salah hitung bisa memicu sengketa hingga denda pajak. Sudahkah kelola dengan benar?
25 Februari 2026

Apa itu Payroll BCA? Ini Fitur, Kelebihan, Biaya & Cara Kerjanya

Payroll BCA adalah layanan dari BCA untuk mengirim gaji secara massal ke karyawan. Pahami fitur, biaya, kelebihan & cara kerjanya.
25 Februari 2026