Apa Itu Payroll Staff? Tugas, Skill, & Tools yang Sering Dipakai

Payroll staff adalah peran penting yang mengelola penggajian, pajak, dan BPJS secara akurat agar gaji karyawan tepat waktu dan patuh regulasi.

KantorKu HRIS
Ditulis oleh
KantorKu HRIS • 04 Februari 2026
Key Takeaways
Payroll staff
Tugasnya mencakup input data absensi, perhitungan gaji, tunjangan, potongan pajak, dan iuran BPJS.
Payroll staff memastikan gaji dibayarkan tepat waktu dan sesuai regulasi ketenagakerjaan.
Pekerjaan ini menuntut akurasi tinggi, perhatian terhadap detail, dan kerahasiaan data.
Payroll staff adalah tulang punggung pengelolaan gaji dan kesejahteraan karyawan di perusahaan.

Payroll staff memegang peran krusial dalam memastikan gaji karyawan dihitung secara akurat, dibayarkan tepat waktu, dan patuh pada regulasi ketenagakerjaan serta perpajakan.

Tugasnya berupa input angka sekaligus mencakup pengelolaan komponen gaji, potongan pajak dan BPJS, hingga menjaga kerahasiaan data karyawan. Sebab, kesalahan kecil saja bisa berdampak besar pada kepercayaan dan kepatuhan hukum perusahaan.

Di artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan ringkas dan praktis tentang apa itu payroll staff, tanggung jawab utamanya, skill yang wajib dikuasai, hingga tips menjalankan payroll yang rapi dan minim risiko.

Silakan baca sampai akhir agar Anda memiliki gambaran utuh dan siap menerapkan praktik payroll yang profesional.

Apa Itu Payroll Staff?

payroll staff

Payroll staff adalah tenaga profesional yang bertanggung jawab mengelola seluruh proses administrasi penggajian karyawan secara menyeluruh (end-to-end).

Payroll sendiri merupakan sistem yang mencakup perhitungan gaji pokok, tunjangan tetap dan tidak tetap, lembur, potongan pajak (PPh 21), hingga iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Karena melibatkan banyak variabel dan regulasi, peranpayroll staff menuntut tingkat ketelitian yang tinggi agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam pembayaran gaji.

Kesalahan dalam proses payroll tidak hanya berdampak pada angka di slip gaji, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kepercayaan karyawan, kepatuhan hukum perusahaan, dan stabilitas operasional bisnis.

Sebuah survei yang dilakukan oleh HiBob pada 2025 menemukan bahwa meskipun banyak karyawan awalnya merasa yakin bahwa slip gajinya akurat, kenyataannya hampir setengah responden melaporkan pernah menemukan kesalahan payroll setidaknya sekali, termasuk jumlah jam kerja atau potongan pajak yang keliru.

Kesalahan ini tidak hanya berdampak pada angka di slip gaji, tetapi juga pada tingkat kepercayaan dan kepuasan kerja, dengan 21% melaporkan kehilangan kepercayaan pada perusahaan setelah mengalami kesalahan payroll, dan lebih dari setengahnya mengatakan bahwa kesalahan berulang bisa membuat mereka mempertimbangkan untuk pindah kerja.

Oleh karena itu, payroll staff memegang peranan strategis sebagai penghubung antara kebijakan perusahaan, data karyawan, dan kewajiban terhadap negara.

Bagi pemilik bisnis yang baru merintis usaha maupun perusahaan yang sedang merapikan sistem HR, memahami peran payroll staff merupakan langkah krusial.

Secara praktis, mereka adalah “jantung” kesejahteraan karyawan, memastikan setiap hak finansial dibayarkan tepat waktu, tepat jumlah, dan sesuai aturan.

  • Definisi Utama: Staf khusus yang mengelola siklus penggajian end-to-end.
  • Fokus Kerja: Akurasi data kehadiran dan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.
  • Dampak Bisnis: Menjaga stabilitas arus kas dan kepuasan SDM.
Banner KantorKu HRIS
Kalkulasi Payroll Otoamatis dengan Pakai KantorKu HRIS!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Tugas dan Tanggung Jawab Payroll Staff

Dalam praktik sehari-hari, tugas payroll staff jauh melampaui dari hanya untuk mentransfer gaji ke rekening karyawan saja.

Mereka bertanggung jawab memastikan setiap komponen penghasilan dan potongan dihitung berdasarkan data yang valid, kebijakan internal perusahaan, serta regulasi pemerintah yang berlaku. Setiap angka dalam slip gaji harus memiliki dasar perhitungan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Laporan riset oleh Chartered Institute of Payroll Professionals (CIPP) menunjukkan bahwa fungsi payroll semakin dipandang sebagai bagian strategis dalam organisasi, bukan hanya aktivitas administratif rutin.

Menurut responden riset ini, payroll jelas bertanggung jawab atas penghitungan gaji, sekaligus juga terlibat dalam kualitas kepatuhan terhadap regulasi dan keputusan teknologi operasional.

Mayoritas profesional payroll percaya bahwa teknologi baru seperti otomatisasi dan kecerdasan buatan akan mengubah peran payroll menjadi lebih kompleks dan strategis di masa depan.

Oleh karena itu, payroll staff memegang peran strategis dalam menjaga kepatuhan (compliance) dan kredibilitas perusahaan.

Berikut adalah rincian tugas dan tanggung jawab utama payroll staff:

1. Menghitung Gaji dan Tunjangan Karyawan

Payroll staff bertanggung jawab melakukan perhitungan gaji karyawan secara menyeluruh berdasarkan struktur upah yang telah ditetapkan perusahaan.

Proses ini mencakup berbagai komponen yang saling berkaitan dan harus dihitung secara konsisten agar hasil akhirnya adil dan transparan.

Ruang lingkup perhitungan meliputi:

  • Gaji pokok dan tunjangan
  • Lembur, bonus, dan insentif
  • Potongan absensi dan keterlambatan
  • Konsistensi struktur penggajian

Baca Juga: Cara Menghitung Gaji Karyawan: Prorata, Harian, Bulanan, hingga WFH

2. Mengelola Administrasi Pajak (PPh 21)

Pengelolaan pajak penghasilan karyawan merupakan bagian krusial dalam proses payroll. Payroll staff memastikan setiap pemotongan PPh 21 dihitung dengan metode yang tepat dan mengikuti ketentuan perpajakan terbaru.

Cakupan tanggung jawab pajak antara lain:

  • Perhitungan PPh 21 karyawan
  • Penyesuaian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)
  • Pembaruan regulasi perpajakan
  • Pencegahan sanksi dan denda pajak

3. Memproses Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Selain pajak, payroll staff juga bertanggung jawab atas pengelolaan iuran jaminan sosial. Setiap periode penggajian, mereka memastikan perhitungan dan penyetoran iuran BPJS dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Aspek yang dikelola meliputi:

  • BPJS Kesehatan
  • BPJS Ketenagakerjaan
  • Proporsi iuran perusahaan dan karyawan
  • Ketepatan waktu penyetoran

4. Mencatat dan Memvalidasi Kehadiran serta Cuti

Data kehadiran menjadi fondasi utama dalam perhitungan payroll. Payroll staff bertugas mengumpulkan dan memverifikasi data absensi sebelum diproses ke sistem penggajian.

Data yang divalidasi meliputi:

  • Kehadiran harian karyawan
  • Lembur dan pola shift kerja
  • Cuti dan izin
  • Validasi sebelum proses payroll

5. Menyusun Laporan Penggajian Bulanan

Payroll staff juga menyusun laporan penggajian secara berkala sebagai bahan evaluasi dan kontrol manajemen.

Laporan ini biasanya mencakup:

  • Rekap biaya tenaga kerja
  • Laporan payroll bulanan
  • Data pendukung audit
  • Analisis efisiensi SDM

6. Menangani Pertanyaan dan Keluhan Terkait Gaji

Dalam operasional sehari-hari, payroll staff menjadi pihak pertama yang dihubungi karyawan ketika muncul pertanyaan atau ketidaksesuaian terkait gaji.

Peran ini mencakup:

  • Klarifikasi slip gaji
  • Penjelasan komponen potongan
  • Penyelesaian selisih pembayaran
  • Menjaga kepercayaan karyawan

Skill yang Wajib Dimiliki Payroll Staff

Menangani proses penggajian sebagai payroll staff membutuhkan kombinasi antara kemampuan teknis, pemahaman regulasi, serta etika kerja yang tinggi.

Peran ini bersinggungan langsung dengan data finansial dan informasi pribadi karyawan, sehingga kesalahan kecil atau kelalaian prosedur dapat berdampak besar pada keuangan perusahaan, kepatuhan hukum, hingga kepercayaan karyawan.

Dalam praktik profesional, keamanan data (data security) menjadi salah satu kompetensi paling krusial bagi payroll staff.

Mereka harus mampu mengelola informasi sensitif secara aman, akurat, dan sesuai standar, sekaligus memastikan proses penggajian berjalan tepat waktu dan bebas kesalahan.

Berikut adalah skill utama yang wajib dimiliki payroll staff agar dapat menjalankan perannya secara optimal:

1. Ketelitian Tinggi (Attention to Detail)

Payroll staff bekerja dengan angka, tanggal, dan variabel yang saling berkaitan. Satu kesalahan kecil, seperti kelebihan atau kekurangan satu digit, dapat memicu selisih gaji dan menurunkan kepercayaan karyawan.

Fokus kemampuan ini meliputi:

  • Akurasi perhitungan gaji
  • Konsistensi input data
  • Minim kesalahan administrasi
  • Validasi sebelum pembayaran

2. Literasi Numerasi yang Kuat

Kemampuan numerasi menjadi fondasi utama dalam pengelolaan payroll. Payroll staff harus memahami logika perhitungan dan mampu mengelola formula secara sistematis.

Kompetensi numerik yang dibutuhkan antara lain:

  • Perhitungan matematika dasar
  • Logika rumus penggajian
  • Pengolahan data numerik
  • Pemahaman struktur gaji

3. Pemahaman Regulasi Ketenagakerjaan dan Pajak

Payroll staff dituntut selalu mengikuti perkembangan regulasi ketenagakerjaan dan perpajakan di Indonesia. Kesalahan interpretasi aturan dapat berujung pada sanksi hukum dan denda.

Area regulasi yang wajib dikuasai:

  • Undang-Undang Ketenagakerjaan
  • Aturan PPh 21 terbaru
  • Ketentuan BPJS
  • Kebijakan internal perusahaan

Baca Juga: Update Aturan Payroll dan Pajak Terbaru 2026: Coretax, PPh 21 DTP, BPJS & UMP

4. Integritas dan Etika Kerja yang Tinggi

Payroll staff juga memegang akses terhadap data gaji (payroll staff salary) seluruh karyawan yang bersifat rahasia. Oleh karena itu, integritas menjadi aspek non-negosiasi dalam peran ini.

Nilai profesional yang harus dijaga:

  • Kerahasiaan data karyawan
  • Kepatuhan terhadap SOP
  • Netralitas dan objektivitas
  • Kepercayaan manajemen

Baca Juga: 10 Contoh Integritas dalam Bekerja, Ciri, & Cara Menumbuhkannya

5. Manajemen Waktu yang Baik

Siklus penggajian memiliki tenggat waktu yang ketat. Seorang payroll staff harus mampu mengatur waktu dan prioritas kerja agar proses payroll tidak pernah terlambat.

Kemampuan manajemen waktu mencakup:

  • Penjadwalan proses payroll
  • Koordinasi dengan HR dan Finance
  • Antisipasi revisi data
  • Ketepatan waktu pembayaran gaji

Baca juga: Manajemen Absensi Karyawan: Cegah Kebocoran & Manipulasi!

Tools dan Software yang Digunakan Payroll Staff

Pada masa lalu, proses penggajian karyawan dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet sederhana.

Metode ini tidak hanya memakan waktu berhari-hari, tetapi juga rentan terhadap kesalahan input, duplikasi data, dan inkonsistensi perhitungan. Seiring meningkatnya jumlah karyawan dan kompleksitas regulasi, cara manual menjadi semakin tidak efektif bagi operasional perusahaan.

Di era digital, penggunaan tools dan software payroll kini sudah menjadi sebuah kebutuhan di perusahaan. Teknologi seperti HRIS dapat membantu payroll staff bekerja lebih cepat, akurat, dan patuh regulasi.

Berikut adalah tools dan software utama yang umum digunakan oleh payroll staff:

1. Spreadsheet (Excel/Google Sheets)

Spreadsheet
Spreadsheet | Sumber: DewaBiz

Spreadsheet masih menjadi alat dasar yang banyak digunakan dalam pengelolaan payroll, terutama pada perusahaan skala kecil atau sebagai data pendukung.

Fungsi utamanya meliputi:

  • Perhitungan gaji sederhana
  • Rekap absensi dan lembur
  • Penyimpanan data mentah payroll
  • Cadangan data sebelum input ke sistem utama

Meski fleksibel, penggunaan spreadsheet memiliki keterbatasan dari sisi otomatisasi dan keamanan data.

Baca Juga: 7 Risiko Fatal Mengelola Payroll Menggunakan Excel dan Cara Menghindarinya

2. Perangkat Lunak Akuntansi

Software akuntansi membantu payroll staff dan tim keuangan mengintegrasikan biaya gaji langsung ke laporan keuangan perusahaan.

Manfaat utama software ini:

  • Pencatatan biaya gaji secara otomatis
  • Integrasi dengan laporan laba rugi
  • Sinkronisasi payroll dan keuangan
  • Memudahkan proses audit

Dengan integrasi ini, perusahaan dapat memantau arus kas dan beban tenaga kerja secara real-time.

3. Sistem E-Faktur dan DJP Online

DJP Online
DJP Online | Sumber: Flazztax

Untuk memenuhi kewajiban perpajakan, payroll staff juga sering kali menggunakan sistem resmi pemerintah seperti DJP Online.

Sistem ini digunakan untuk:

  • Pelaporan PPh 21 karyawan
  • Pembuatan bukti potong pajak
  • Pelaporan pajak bulanan dan tahunan
  • Kepatuhan terhadap regulasi perpajakan

Penggunaan sistem digital ini membantu perusahaan terhindar dari keterlambatan dan sanksi administrasi.

Baca Juga: Cara Lapor Online 1770 SS via DJP Online dan Syarat Dokumennya

4. Aplikasi Human Resource Information System (HRIS)

Software Payroll
Tampilan Dashboard Payroll Pakai KantorKu HRIS

HRIS merupakan solusi modern yang mengintegrasikan seluruh proses HR, termasuk payroll, dalam satu sistem terpusat. Tools ini dirancang untuk mengurangi pekerjaan manual payroll staff secara signifikan.

Fungsi utama HRIS antara lain:

  • Otomatisasi absensi dan cuti
  • Perhitungan gaji dan pajak otomatis
  • Pengelolaan BPJS
  • Distribusi slip gaji digital
  • Penyimpanan data karyawan terpusat

Salah satu contoh solusi HRIS adalah KantorKu HRIS. Bagi perusahaan yang merasa kewalahan dengan proses payroll manual, beralih ke sistem HRIS dapat menjadi langkah strategis.

Software payroll KantorKu HRIS membantu mengotomatisasi absensi, perhitungan pajak, hingga pengiriman slip gaji secara digital, sehingga payroll staff dapat fokus pada validasi data dan kepatuhan regulasi.

Banner KantorKu HRIS
Cegah Hitung Payroll Manual Sejak Hari Ini!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Perbedaan Payroll Staff, HR Admin, dan Finance Staff

Dalam praktik sehari-hari, banyak pelaku usaha, terutama di perusahaan kecil hingga menengah, masih mencampuradukkan peran payroll staff, HR admin, dan finance staff.

Padahal, meskipun ketiganya saling terhubung dalam ekosistem operasional perusahaan, masing-masing memiliki fokus kerja, tanggung jawab, dan indikator kinerja yang berbeda.

Memahami perbedaan ketiga peran ini penting agar pembagian tugas lebih jelas, risiko kesalahan administrasi dapat diminimalkan, dan proses operasional berjalan lebih efisien.

Berikut penjelasan perbedaannya secara terstruktur:

1. Payroll Staff

Payroll staff berfokus penuh pada pengelolaan siklus penggajian karyawan secara akurat, tepat waktu, dan patuh regulasi. Peran ini bersifat sangat teknis dan sensitif karena berkaitan langsung dengan hak finansial karyawan.

Fokus utama:

  • Proses penggajian end-to-end
  • Perhitungan gaji, tunjangan, dan potongan
  • Pengelolaan PPh 21 dan BPJS
  • Validasi absensi, lembur, dan cuti

Output utama:

  • Slip gaji karyawan
  • Laporan payroll
  • Data kepatuhan pajak individu

2. HR Admin

HR admin memiliki cakupan kerja yang lebih luas di bidang sumber daya manusia. Perannya tidak hanya administratif, tetapi juga mendukung pengelolaan karyawan dari awal hingga masa kerja berjalan.

Fokus utama:

  • Administrasi karyawan
  • Rekrutmen dan onboarding
  • Pengelolaan kontrak kerja
  • Data kepegawaian dan dokumen HR

Output utama:

  • Data karyawan terstruktur
  • Dokumen kontrak dan administrasi HR
  • Dukungan kesejahteraan dan budaya kerja

3. Finance Staff

Finance staff bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan perusahaan secara keseluruhan. Gaji karyawan hanyalah salah satu komponen dari arus kas yang mereka kelola.

Fokus utama:

  • Arus kas masuk dan keluar
  • Pembukuan dan laporan keuangan
  • Pengelolaan hutang dan piutang
  • Perencanaan dan kontrol keuangan

Output utama:

  • Laporan keuangan perusahaan
  • Rekap biaya operasional
  • Analisis keuangan dan anggaran

Ringkasan Perbedaan Utama:

Aspek Payroll Staff HR Admin Finance Staff
Fokus Kerja Penggajian & kepatuhan Administrasi SDM Keuangan perusahaan
Cakupan Tugas Spesifik & teknis Luas & administratif Strategis & finansial
Dampak Langsung Hak gaji karyawan Pengelolaan SDM Stabilitas keuangan
Risiko Kesalahan Selisih gaji & sanksi pajak Masalah administrasi HR Ketidakseimbangan kas

Jenjang Karier Payroll Staff

Posisi Fokus Utama Kisaran Gaji
Payroll Clerk Administrasi & input data Rp4–6 juta
Payroll Specialist Payroll & kepatuhan Rp6,5–10 juta
Payroll Supervisor Pengawasan & kontrol Rp10–15 juta
HR / C&B Manager Strategi kompensasi Rp15–30 juta+

Profesi payroll staff memiliki jalur karier yang jelas dan menjanjikan, terutama di perusahaan yang memiliki struktur HR dan keuangan yang matang.

Seiring bertambahnya pengalaman, kompleksitas tugas, serta tanggung jawab yang diemban, posisi payroll dapat berkembang dari peran administratif hingga strategis dalam pengelolaan kompensasi dan kesejahteraan karyawan.

Kenaikan jenjang karier biasanya ditentukan oleh penguasaan regulasi, ketelitian kerja, kemampuan analisis, serta pengalaman menangani skala karyawan yang lebih besar.

Berikut adalah tahapan umum jenjang karier payroll staff beserta kisaran gajinya di Indonesia:

1. Payroll Clerk

Payroll clerk merupakan posisi entry-level dalam dunia payroll. Fokus utamanya adalah menjalankan tugas administratif dan operasional dasar di bawah supervisi senior.

Tanggung jawab utama:

  • Input data absensi dan lembur
  • Rekap gaji dasar dan tunjangan
  • Administrasi dokumen payroll
  • Dukungan proses penggajian rutin

Kisaran gaji:

  • ± Rp4.000.000–Rp6.000.000 per bulan (Tergantung lokasi dan skala perusahaan).

Posisi ini cocok bagi fresh graduate atau karyawan yang baru masuk ke dunia HR dan payroll.

2. Payroll Specialist

Pada level ini, seorang payroll staff sudah memiliki pemahaman teknis yang lebih mendalam dan mampu menangani proses payroll secara mandiri.

Tanggung jawab utama:

  • Perhitungan gaji end-to-end
  • Pengelolaan PPh 21 dan BPJS
  • Audit internal penggajian
  • Penanganan isu payroll yang kompleks

Kisaran gaji:

  • ± Rp6.500.000–Rp10.000.000 per bulan

Payroll specialist biasanya menjadi tulang punggung sistem penggajian perusahaan, terutama di organisasi menengah hingga besar.

3. Payroll Supervisor

Payroll supervisor berperan sebagai pengawas dan pengendali kualitas proses payroll. Posisi ini tidak hanya teknis, tetapi juga manajerial.

Tanggung jawab utama:

  • Mengawasi tim payroll
  • Memastikan kepatuhan SOP dan regulasi
  • Koordinasi dengan HR dan Finance
  • Review dan approval payroll

Kisaran gaji:

  • ± Rp10.000.000–Rp15.000.000 per bulan

Peran ini umum ditemui di perusahaan dengan jumlah karyawan besar dan struktur organisasi yang kompleks.

Baca Juga: Gaji Supervisor 2026 di FMCG, Startup, & Perbankan, Bisa 10 Juta!

4. HR Manager/Compensation & Benefit (C&B) Manager

HR Manager merupakan level strategis tertinggi yang masih berkaitan erat dengan payroll. Fokusnya bukan lagi pada proses harian, melainkan pada perancangan kebijakan kompensasi jangka panjang.

Tanggung jawab utama:

  • Menyusun struktur gaji perusahaan
  • Merancang paket tunjangan dan benefit
  • Analisis daya saing gaji di pasar tenaga kerja
  • Strategi retensi dan kesejahteraan karyawan

Kisaran gaji:

  • ± Rp15.000.000–Rp30.000.000+ per bulan (Bisa lebih tinggi di perusahaan besar atau multinasional).

Pada tahap ini, pengalaman payroll menjadi aset penting dalam pengambilan keputusan strategis SDM.

Baca Juga: 10 Contoh KPI HR Manager dari Cost per Hire hingga Turnover Rate

Mengelola administrasi karyawan seharusnya tidak menguras waktu dan energi bisnis Anda. Sayangnya, banyak perusahaan masih bergantung pada proses manual, mulai dari rekap absensi, perhitungan payroll, hingga pembagian slip gaji yang rawan kesalahan dan memperlambat pengambilan keputusan.

Dengan sistem yang tepat, seluruh proses ini bisa berjalan otomatis, rapi, dan terintegrasi, sehingga tim HR dan manajemen dapat fokus pada hal yang lebih strategis.

Transformasi digital di bidang HR kini menjadi kebutuhan untuk menjaga efisiensi dan daya saing. Sistem terpusat membantu mengurangi human error, meningkatkan kepatuhan regulasi, dan mendorong produktivitas tim secara berkelanjutan.

Jika Anda siap meninggalkan cara lama yang melelahkan, software payroll KantorKu HRIS adalah solusi cerdas untuk mengelola absensi hingga payroll dalam satu platform yang praktis.

KantorKu HRIS membantu Anda:

  • Mengotomatisasi absensi karyawan
  • Menghitung gaji, pajak, dan BPJS lebih akurat
  • Mengirim slip gaji digital dengan satu klik
  • Menyimpan data karyawan secara aman
  • Menghemat waktu operasional HR

Ayo gunakan software payroll KantorKu HRIS hari ini! Kami siap membantu proses integrasi dan menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk membahas kebutuhan perusahaan Anda secara lebih detail.

Banner KantorKu HRIS
Pakai KantorKu HRIS Sekarang!

KantorKu HRIS bantu kelola absensi, payroll, cuti, slip gaji, dan BPJS dalam satu aplikasi.

Sumber:

Chartered Institute of Payroll Professionals (CIPP). Future of Payroll Report 2024.

HiBob. Beyond the Paystub: Why Payroll Accuracy Is the Bedrock of Employee Experience.

Bagikan

Related Articles

cara mengambil data absen dari fingerprint solution dengan flashdisk

Cara Mengambil Data Absen dari Fingerprint Solution dengan Flashdisk di Komputer & Laptop

Cara mengambil data absen dari fingerprint Solution dengan flashdisk agar tidak gagal baca atau data hilang, cek di sini!
04 Februari 2026
cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset

Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omset, Dapat Berapa Persen?

Cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset umumnya memakai persentase 5–30% tergantung industri, ditambah gaji pokok, pajak, dan margin.
04 Februari 2026

Cara Membuat Absensi di WhatsApp (Format Chat & Poll) untuk Karyawan

Simak cara membuat absensi di WhatsApp menggunakan format chat dan fitur polling. Pahami juga cara rekap datanya agar tidak berantakan!
03 Februari 2026